RRI Voice Indonesia: Hari Bahasa Ibu Internasional

Published by nurjaeni on

Hari/ Tanggal : Senin, 19 Februari 2018

Kamu yang Muda
Pukul : 13.39-13.57 WIB
Narasumber : Astaria Eka Santi – PPI India

Youth Forum
Pukul : 16.39-16.57 WIB
Narasumber : Bania Putri – PERPIKA

Sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh badan PBB UNESCO pada tanggal 17 November 1999, tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman bahasa dan budayanyapun ikut merayakan Hari Bahasa Ibu Internasional ini. Dalam program Kami yang Muda dan Youth Forum kali ini, RRI Voice Indonesia berkesempatan mewawancarai pelajar Indonesia yang kini tengah menempuh pendidikannya di luar negeri. Ada Astaria Eka Santi dari PPI India untuk Kami yang Muda dan Bania Putri dari PERPIKA untuk Youth Forum.

Menurut pandangan Astaria, bahasa adalah sesuatu hal yang sangat penting, seperti pepatah yang pernah dia dengar bahwa ‘Bahasa Menunjukan Bangsa’. Bahasa bisa menjadi salah satu akses untuk menjalin komunikasi untuk mencapai suatu daerah tertentu, terutama daerah yang memang sulit untuk dijangkau. Walaupun di era modern ini banyak bahasa lain yang masuk ke negeri kita, namun menurut Astaria sendiri pengaruhnya tidak membawa dampak yang besar. Menurutnya, walaupun data statistik menunjukkan penggunaan bahasa daerah menurun, namun faktanya di lapangan masih banyak masyarakat yang menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Melalui muatan lokal dan upaya sekolah untuk mewajibkan belajar bahasa daerah, menjadi suatu upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian bahasa kita.

Seharusnya sekolah juga dapat bekerjasama dengan orang tua agar dapat memberikan pemahaman dan berperan aktif dalam penerapan berbahasa kepada anak-anaknya. Upaya lain yang bisa dilakukan untuk tetap melestarikan bahasa sendiri adalah dengan membentuk mindset yang bangga terhadap bahasanya sendiri. Dimulai dari mengenali fungsi bahasa itu sendiri dan juga dengan melakukan kegiatan pengenalan kepada masyarakat luas. Harapan Astaria kepada Hari Bahasa Ibu Internasional ini adalah agar masyarakat bisa bangga dan mampu mengembangkan diri dengan bahasa ibunya sendiri.

Tidak berbeda jauh, menurut pandangan Bania bahasa merupakan suatu hal yang penting untuk menunjukan sebuah identitas bangsa. Melalui perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional ini pula menjadi salah satu momentum untuk membangkitkan kembali bahasa ibu sebagai bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Secara global memang tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang ini bahasa ibu mulai ditinggalkan, bahkan dalam edukasipun banyak yang sudah menggunakan bahasa kedua sebagai bahasa yang utama.

Sudah menjadi hal yang wajar ketika multibahasa mulai masuk ke negara kita, apalagi dengan adanya teknologi yang sudah maju. Tapi permasalahannya, hal itu bisa mengakibatkan kita kehilangan sebagian dari identitas berbahasa kita. Peran pemerintah membawa banyak pengaruh terutama dalam segi pendidikan. Menjadikan bahasa ibu sebagai tren, menjadi salah satu upaya untuk melestarikannya, karena di era ini yang serba tren akan lebih mudah diikuti oleh anak-anak muda.

Media sosial bisa dijadikan sebagai sarana untuk membukakan perspektif baru yang dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa kita sendiri. Membuka media untuk berdiskusi tentang seberapa pentingnya bahasa ibu kita merupakan cara lain yang dapat kita lakukan agar bisa menginspirasi, menumbuhkan rasa solidaritas dan toleransi dan terhubung dalam satu kesatuan. Harapan Bania untuk Hari Bahasa Ibu Internasional ini adalah agar kita menjadi sebuah kesatuan lagi. Singkatnya, untuk siaran mengenai Hari Bahasa Ibu Internasional kali ini adalah bukan hanya dari pemerintah dan pendidikan saja namun perlu adanya tindakan dari diri kita sendiri untuk melestarikan bahasa kita. Dengan memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional ini diharapkan kita mampu bersatu kembali dalam satu kesatuan.

Categories: BeritaRRI Voice

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.