logo ppid

Gelar Seminar Internasional, USERN & PPI Dunia Bahas Etika Riset & Publikasi Ilmiah

Posted By 
PPI Dunia
 On 
December 18, 2022
Foto para pembicara seminar Infinite yang berasal dari beberapa negara.

JAKARTA — Universal Scientific Education and Research Network (USERN) bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) menyelenggarakan seminar internasional pada Kamis, 08 Desember 2022. Digelar secara virtual melalui Zoom Meeting.

Seminar dengan tajuk International Seminar for Scientific Dissemination and Research Ethics (INFINITE) ini digelar atas kerja sama USERN Indonesia, Malaysia, Filipina, Bahrain, Kirgistan, Gambia, India, Jerman dan Polandia dengan menggandeng PPID.

INFINITE adalah merupakan kegiatan multinasional yang berfokus pada kesehatan dan penelitian. Dalam kegiatan INFINITE tahun ini terhitung 179 orang dari 22 negara tercatat menghadiri forum virtual internasional tersebut.

Acara tersebut berlangsung selama empat jam dengan menghadirkan pembicara internasional dari multiprofesi yang hadir dan menyajikan presentasi yang terkini dan menarik.

Sekretaris Jenderal PPID, Zafran Akhmadery Arif dalam sambutannya mengatakan, “kita semua mengetahui bahwa angka sitasi ilmiah adalah indikator penting bagi universitas di dunia. Hal ini menjadi perhatian utama pemerintah indonesia sebagai upaya memiliki universitas yang dihormati secara global”.

Senada dengan Zafran, Presiden USERN, Prof. Tomasso Dorigo dari Italia dalam pidato pembukanya menjelaskan bahwa USERN telah didirikan untuk mengatasi keterbatasan dan memungkinkan distribusi gratis pendidikan riset ilmiah.

“Dunia kita hari ini sedang menghadapi berbagai tantangan. Perdagangan manusia, pemanasan global, populasi berlebih, pandemi dan angka ketidaksetaraan semakin memburuk. Para ilmuwan dapat mengembangkan metode mengatasi ini semua. Namun, memerlukan keilmuan multi-disipliner dan aksi internasional,” tambah Tomasso.

Sesi pertama dalam seminar dimulai dengan presentasi ilmiah bertajuk Research Ethics PrincipleRespect for Persons” dengan pembicara Dr. Varaalakshmy Gokilavanan M.D, MOHRE, dari Malaysia. Dalam presentasinya ia menyampaikan mengenai etika terhadap subjek penelitian.

“Peneliti yang melakukan studi tentang manusia diharuskan untuk mematuhi norma etika yang ketat. Ini meyakinkan publik bahwa partisipan akan diperlakukan dengan bermartabat dan tidak akan digunakan untuk tujuan eksperimental tanpa persetujuan eksplisit (informed consent) mereka”, terangnya

Selain itu pembicara kedua, Leander Penaso Marquez, MA, MAEd, MOHRE dari Philipina dalam presentasi berjudul “Research Ethics Principle: Beneficence”, memaparkan esensi dari beneficence. Dalam presentasinya, Marquez menyampaikan bahwa tugas beneficence adalah untuk melindungi kesejahteraan orang lain. Kesejahteraan penelitian serta kesejahteraan peserta penelitian menurutnya menjadi perhatian utama untuk prinsip beneficence Dalam kesempatan yang sama, Maylene Zipagan, PhRN, MOHRE dari Philipina dalam presentasi berjudul "Research Ethics Principle: Justice" menjelaskan secara rinci periode ketidakadilan dalam studi, populasi rentan, definisi ketidakadilan, dan perlunya keadilan.

“Istilah keadilan mengacu pada kepatuhan terhadap prinsip-prinsip ilmiah dan kemasyarakatan tertentu, seperti pemilihan peserta studi yang adil dan acak, pembagian risiko dan manfaat, dan ketersediaan peluang yang sebanding untuk belajar dari dan mendapatkan keuntungan dari penelitian”, terang Zipagan dalam presentasinya.

Sesi terakhir dalam agenda tersebut ditutup dengan presentasi mengenai “Science Communication” oleh Saarani Vengadesen, MDS. Saarani Vengadesen memaparkan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berakhir di laboratorium atau publikasi semata. Saarani Vengadesen juga menambahkan bahwa dalam hal komunikasi ilmiah, belajar adalah proses yang tidak pernah berhenti dan terus berlanjut.

Selain 4 pembicara dalam sesi pertama tersebut, dua topik lainnya disampaikan oleh Sara A. Makka, M.Sc dari Libanon dan Dr. Piotr Rzymski dari Polandia mengenai “Research Methodology” dan “How to publish in scientific journals step by step” yang sebelumnya telah direkam lalu ditayangkan melalui akun YouTube PPI Dunia dan menjadi rangkain penutup pada kegiatan INFINITE.

Kegiatan kolaborasi yang diselenggarakan USERN dan PPI Dunia tahun ini diharapkan mampu memberikan pandangan baru mengenai etika penelitian dan diseminasi ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas.

Liputan oleh:  Dito Anurogo, Asya Mathlubaa, Laila Rahmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920