logo ppid

Dukung Langkah Menuju Indonesia Minim Risiko Bencana, PPID Hadirkan Pakar Bencana Sekaligus Penyerahan Bantuan Tunai

Posted By 
Asyraf Muntazhar
 On 
February 17, 2022
Penyerahan bantuan tunai secara simbolik oleh Koordinator PPI Dunia Faruq Ibnul Haqi kepada Bupati Kabupaten Lumajang Thoriqul Haq (PPI Dunia)

Jakarta - Sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa, Indonesia merupakan wilayah Negara dengan risiko bencana yang cukup tinggi. Hal ini menyita perhatian dari seluruh komponen masyarakat, agar meminimalisir kerugian moril maupun materil. Sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata, PPI Dunia turut hadir dengan mengadakan webinar bertajuk “Outlook Penanggulangan Bencana di Tanah Air: Tantangan dan Solusi” yang telah terlaksana pada Minggu (13/02) lalu.

 Prof. Ir. H. Sarwidi,Ph.D. selaku Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPM RI) menyampaikan, bahwa ada 3 tipe bencana yakni Natural Disaster, Non Natural Disaster ( Covid 19, Flu Burung dll) , dan Social Disaster (Pertikaian dll).

“Indonesia sebagai negara dengan lebih dari 13.000 pulau, 3 zona waktu, dan lebih dari 270 juta jiwa yang terbagi didalam 34 provinsi memiliki peluang bencana yang tidak sedikit” ungkapnya. Menurutnya, pertumbuhan jumlah masyarakat yang semakin tinggi pun berperan dalam peningkatan kasus bencana yang terjadi.

Dalam webinar ini, turut hadir pula H. Thoriqul haq, S.Ag, MML. (Bupati Lumajang) yang memberi gambaran detail nyata seputar bencana erupsi Semeru yang terjadi pada 2010 dan 2020 lalu.  Kejelasan seputar mitigasi masyarakat untuk mengetahui jalur evakuasi, serta adanya balai pengungsian sebagai relokasi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menurutnya menjadi salah satu cara efektif dalam penanggulangan bencana.

Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan tunai secara simbolis kepada Bupati Lumajang oleh PPI Dunia yang diserahkan langsung oleh Koordinator PPI Dunia 20201-2022, Faruq Ibnul Haqi. Bantuan yang terkumpul sebesar Rp10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) yang berasal dari 60 PPI Negara di seluruh dunia sebagai bentuk kepedulian dan bantuan proses pemulihan dan rehabilitas pasca erupsi Semeru di Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Webinar kemudian dilanjutkan oleh pemaparan Prof. Dra. Fatma Lestari, MSI, PhD., yang dalam pemaparannya memberikan pandangannya tentang Dual Disaster yang terjadi di suatu daerah. Ia mengambil kasus erupsi Semeru dan badai pandemi Covid-19 yang terjadi di Lumajang sebagai contoh.

”Media komunikasi menentukan pemahaman masyarakat. Namun faktanya, prioritas pertama (early warning) bukanlah media sosial, masyarakat lebih percaya kentongan dan toa masjid” tegasnya. Bukan tanpa alasan, ini terjadi karna minimnya pemahaman masyarakat dan bentuk pengungkapan informasi dari pemerintah yang masih dinilai awam dan kurang dapat diserap dengan baik oleh masyarakat.

Dual disaster yang terjadi sekarang ini menurutnya menjadi tantangan serius. Tercatat kerugian yang terjadi akibat kejadian ini sudah berada di angka 520 Juta Dolar Amerika Serikat dan telah mengakibatkan 26 juta orang jatuh miskin. Menanggapi fakta ini, sedikitnya ada 6 permasalahan sebagai sudut pandang utama; Permasalahan Kepemimpinan, Koordinasi, Integrasi, Kekurangan Sumber Daya, Lemahnya Perencanaan, dan Kurangnya Dukungan Media.

Sebagai jawaban atas permasalahan tersebut, Drs. Pangorso Suryotomo selaku Direktur Kesiapsiagaan BNPB RI turut memperkenalkan Edurisk dan InaRISK yang hadir sebagai platform khusus penanggulangan bencana yang bisa diakses oleh masyarakat.

Sesi terakhir mengenai “Penanggulangan Bencana Berbasis Kekeluargaan” yang disampaikan oleh Yudi Ariesta Chandra, S.Kep.Ns.  rincian seputar konsep dasar dalam penanggulangan bencana, penanganan risiko bencana, peran keluarga dan masyarakat dalam penanggulangan bencana, serta 7 target global dalam penanggulangan bencana.

Ia juga memaparkan, bahwa program Keluarga Tangguh Bencana yang diusung BNPB pada tahun 2019 lalu dimaksudkan guna meningkatkan kapasitas keluarga untuk meminimalkan resiko dampak terhadap bencana  sebagai bagian dari Desa Tangguh Bencana.

Redaktur: Fina Septia (anggota BPMI PPI Dunia)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920