logo ppid

Bagi sebagian besar pelancong, Belgia selalu identik dengan kue wafel (waffle) dan Atomium yang berada di Brussels. Tidak dapat dipungkiri, keduanya memang merupakan ikon negara Belgia. Sebagai ibukota negara, Brussels menjadi destinasi utama para turis yang melancong ke negara Belgia. Namun, jarang terdengar oleh para wisatawan bahwa sekitar 90 kilometer dari ibukota Belgia tersebut terdapat sebuah kota cantik yang juga wajib untuk ditengok, Dinant.

Citadelle de Dinant and cathedral (dok. pribadi)

Dinant adalah sebuah kota klasik yang terletak di wilayah Walonia, yaitu wilayah di Belgia yang sebagian besar masyarakatnya menggunakan bahasa Perancis sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Berada di kawasan lembah Ardennes dan merupakan titik temu antara sungai Meuse dan sungai Lesse, sayang rasanya jika kota ini luput dari daftar destinasi wisata kita selama berkunjung di Belgia. Kota Dinant ini dapat dicapai dengan menggunakan kereta dari stasiun Brussels Central dengan waktu tempuh sekitar kurang dari dua jam.

Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat berada di Dinant adalah Citadelle de Dinant (Citadel). Citadelle de Dinant merupakan benteng yang terletak diatas tebing, dibangun pada abad ke-11 dengan tujuan untuk memantau dan melindungi lembah Meuse. Dari benteng Citadel ini pula kita dapat menikmati pemandangan kota dari ketinggian. Dalam sejarahnya, Citadel pernah dihancurkan oleh para tentara Perancis pada tahun 1703, namun akhirnya dibangun kembali pada tahun 1821. Saat ini, benteng tersebut juga merangkap sebagai museum yang menceritakan kelamnya kota ini saat terjadinya Perang Dunia I. Di dalam museum terdapat area yang didedikasikan secara khusus untuk menceritakan detail kondisi kota Dinant pada tahun 1914. Kota Dinant merupakan saksi sengitnya pertempuran antara pasukan Jerman dan pasukan Perancis kala itu, dimana salah satunya adalah pembantaian massal terhadap ratusan masyarakat Belgia di kawasan Dinant oleh pasukan Jerman. Peristiwa kelam tersebut meninggalkan luka yang mendalam dalam perjalanan sejarah Belgia. Peristiwa bersejarah tersebut dikenal dengan Pertempuran Dinant atau “Battle of Dinant” yang juga termasuk dalam rangkaian fenomena “Rape of Belgium” pada masa Perang Dunia I.

Pemandangan dari Citadel (dok. pribadi)

Terletak hanya 750 meter dari stasiun kereta api, perjalanan menuju Citadel akan lebih menyenangkan jika ditempuh dengan berjalan kaki. Selain jaraknya yang dekat, kemegahan panorama yang disuguhkan selama kita bejalan, seperti perpaduan gereja Collegiale Notre-Dame de Dinant dan tebing kota Dinant, akan sangat sayang jika dilewatkan. Dalam perjalanan tersebut, kita akan disambut oleh jembatan Pont Charles de Gaulle. Jembatan ini menghubungkan dua bagian kota Dinant yang terpisah oleh sungai Meuse. Disinilah salah satu titik lokasi terbaik jika para turis ingin mengambil foto. Yang lebih menarik, sepanjang jembatan tersebut dihiasi replika alat musik saksofon yang berwarna-warni dan berukuran besar.

Untuk dapat mengunjungi Citadelle de Dinant yang terletak di atas tebing, tersedia cable car yang dapat diperoleh dengan membeli tiket seharga € 8.50 untuk orang dewasa (€ 6.50 bagi anak-anak berusia 4-12 tahun). Tiket tersebut sudah termasuk dengan tiket masuk menuju Citadel. Selain tiket untuk individu, pengelola Citadel juga menyediakan dua macam tiket lainnya, yaitu tiket 3-in-1 dan tiket grup. Tiket 3-in-1, seharga € 14.00 bagi orang dewasa, mencangkup fasilitas cable car, biaya masuk ke Citadel, dan boat trip – wisata menggunakan kapal menyusuri lembah Meuse. Tiket grup, seharga €7 per orang, diperuntukan bagi para turis yang datang secara berkelompok dengan jumlah minimal 20 orang.

Di dalam Museum Adolf Sax (dok. pribadi)

Selain Citadelle de Dinant, tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi rumah Adolf Sax. Ya, kota ini merupakan kampung halaman dari sang penemu alat musik saksofon tersebut. Itulah sebabnya keitka kita melewati jembatan Pont Charles de Gaulle, kita akan menjumpai banyak replika saksofon. Kini rumah Adolf Sax tersebut telah diabadikan sebagai museum. Terletak sekitar 200 meter dari gereja Collegiale Notre-Dame de Dinant, museum yang berada dibawah Citadel ini dapat dikunjungi secara cuma-Cuma.

Di balik kecantikan kotanya, Dinant menyimpan cerita kelam yang membuat siapapun akan bersyukur hidup di masa kini. Kota Dinant sangat cocok bagi kalian yang menyukai panorama alam dan wisata sejarah. Jadi pastikan kota Dinant tidak luput dari daftar wisata kalian saat mengunjungi Belgia ya!

 

Tulisan ini ditulis oleh Fathyah Hanum Pamungkaningtyas

Thanksgiving adalah hari libur nasional di Amerika Serikat yang jatuh pada setiap hari Kamis minggu ketiga pada bulan November. Hari Thanksgiving sendiri di masa lalu adalah perayaan panen bagi orang-orang Eropa. Sekarang, hari tersebut dirayakan untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang di Amerika Serikat untuk pulang kampung dan berkumpul kembali dengan keluarga dan kerabat terdekat. Salah satu keunikan dari perayaan ini adalah hidangan kalkun yang akan dimasak oleh setiap rumah untuk disajikan sebagai sajian utama.

Untuk liburan Thanksgiving kali ini, saya akan mengunjungi the Big Apple – ya saya akan berlibur ke New York City! Dari Philadelphia, yang merupakan tempat saya tinggal sekarang, menuju ke New York City diperlukan waktu perjalanan kurang lebih dua jam perjalanan darat. Saya sendiri melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi bus.Jika kalian ingin travelling menggunakan bus jangan lupa untuk membawa cemilan ya! Karena mereka biasanya tidak akan menyediakan makanan maupun minuman untuk dijual.

Berada di Washington Square Park (dokumentasi pribadi)

Ada beberapa alasan mengapa saya memutuskan untuk mengunjungi New York tahun ini. Salah satunya, adalah banyak sekali parade yang kita bisa lihat di kota ini. Salah satunya adalah Macy’s Parade. Parade ini akan menampilkan 26 balon raksasa yang ditarik oleh ratusan orang secara beriringan. Salah satu yang menarik perhatian adalah balon raksasa Son Goku (Dragon Ball Z) yang tingginya setara dengan gedung tingkat lima, bayangkan! Penonton parade ini datang dari berbagai penjuru negara wilayah Amerika Serikat dan mereka sangat menikmati pertunjukan ini. Ditambah, pengunjung anak-anak dapat bercengkrama langsung dengan badut-badut yang lucu dan juga marching band yang sangat bersemangat. Pengunjung yang menonton parade ini biasanya akan menginap dari subuh untuk mendapatkan tempat terbaik. Yang lebih mencengangkan lagi adalah ketika mereka mau menunggu berjam-jam di luar ruangan ketika suhu udara kota New York berada dibawah nol derajat Celcius! Apakah kalian sanggup?

Menjelang sore, orang-orang biasanya akan pulang ke rumah masing-masing untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk “pesta” mereka. Akan tetapi, berbeda dengan saya dan teman-teman saya. Kami pergi ke Chelsea Market untuk mencoba vegetable beef noodle soup di booth makanan Very Fresh Noodles. Di dalam Chelsea Market terdapat food court dan juga toko-toko seperti pusat perbelanjaan pada umumnya. Banyak orang biasanya mulai mengantri untuk berbelanja pada perayaan Black Friday Sale yang diadakan keesokan harinya. Penasaran?

Di tengah-tengah keramaian Times Square (dokumentasi pribadi)

Black Friday adalah hari dimana semua pusat perbelanjaan memberikan potongan harga atau penawaran yang menarik kepada pengunjung. Banyak dari pengunjung kota New York datang ke 5th Avenue untuk berbelanja. Destinasi lainnya yang patut dikunjungi adalah SoHo. Suasana di SoHo sangatlah berbeda dengan pusat kota yang gemerlap seperti Times Square. SoHo dibangun pada masa revolusi industri dan gedung-gedungnya bergaya antik-modern karena sudah dipulihkan berulang kali. Banyak dari gedung-gedung tersebut pernah diubah menjadi galeri-galeri kecil. Jika kalian tertarik dengan arsitektur dan seni atau berbelanja sekalipun, kalian harus menyempatkan diri untuk datang!

Menjelang matahari terbenam, kami memilih untuk menggunakan subway ke Times Square. Ada beberapa hal yang membuat kita para traveler lebih memilih menggunakan kereta bawah tanah atau Metro untuk pergi berkeliling. Pertama, jalur dari kereta bawah tanah yang tidak terlalu rumit. Kedua, transportasi umum sangatlah murah jika dibandingkan menggunakan taksi kuning atau Uber. Ketiga, jalanan biasanya dipenuhi pejalan kaki dan juga kendaraan yang akan menahan laju kendaraan alias macet! Jadi pikirkan kembali transportasi apa yang kira-kira sesuai dengan kebutuhan kalian.

New York City di malam hari (dokumentasi pribadi)

Hampir semua orang mengenal New York dengan sebutan ‘the city that never sleeps’. Suasana kota yang cepat dan sibuk membuat diri ingin mengikuti tempo yang sama. Menurut saya semua terpusat pada satu titik, yaitu Times Square. Tempat ini bagaikan jantung kota New York. Banyak yang menghabiskan waktu dengan bersantai, bercengkrama, maupun yang mengejar taksi. Semua ada pada satu tempat. Suasana malam dengan gemerlap billboard akan membuat kalian ingin berada disana. Untuk kalian para Instagramers, Times Square adalah tempat terbaik untuk merasakan suasana New York. Maka siapkanlah kamera kalian!

Setelah berkeliling di Manhattan sepanjang hari, kami berbalik menuju Jersey City - New Jersey yang merupakan tempat tinggal kami selama berada di kota New York. Kenapa kami memutuskan untuk menyewa tempat tinggal disini? Salah satu sebabnya adalah kita bisa melihat langsung tepian sungai Hudson. Sungai Hudson yang lebar membuat air yang mengalir menjadi lebih tenang dibandingkan sungai-sungai berukuran kecil. Selain itu, suasana malam hari disini juga tidak kalah indah karena pantulan sinar rembulan yang dengan lembut menyentuh sungai Hudson. Di kejauhan gemerlap kota New York membentuk permata-permata kecil yang elok.

Melihat pemandangan itu membuat saya menjadi mengerti arti dari Thanksgiving pada perjalanan saya kali ini. Saya merasa sangat berterimakasih karena saya tidak hanya ditemani oleh orang-orang terdekat pada saat saya berkeliling di New York akan tetapi juga pada keseharian saya. Nah, kira-kira apa makna yang kalian bisa ambil dari liburan terakhir kalian?

 

Tulisan ini ditulis oleh Gracelynn Soesanto (ig: @gracelynn_s) dan Dewa Parandita (ig: @dewaparandita)

Patung Singa Bagian Luar Keraton Kasepuhan

Jika sedang melewati kota Cirebon, kalian wajib mengunjungi beberapa keraton di Kota Cirebon. Terdapat 4 keraton di sana, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan. Dari keempat tempat tersebut, Keraton Kasepuhan adalah yang tertua dan terluas .

Keraton Kesepuhan adalah keraton termegah dan terluas di Cirebon. Bangunan ini membujur dari utara ke selatan atau menghadap ke utara, karena keraton-keraton di Jawa semuanya menghadap ke utara. Maknanya adalah menghadap magnet dunia, arti falsafahnya adalah sang raja mengharapkan kekuatan. Arsitektur dan ukiran di setiap sudutnya memiliki banyak makna.

Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo di dalamnya. Bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih, di dalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja.

Selain itu, Keraton Kesepuhan memiliki museum yang cukup lengkap, berisikan aneka benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang dikeramatkan yaitu Kereta Singa Barong. Kereta ini memiliki ukiran hewan seperti naga, kerbau, garuda, dll yang melukiskan keragaman budaya dan agama yang berakulutrasi saat proses penyebaran agama islam zaman dahulu. Saat ini, kereta tersebut tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan setiap tanggal 1 Syawal untuk dimandikan.

Kereta Kencana di Museum Keraton Kasepuhan

Selain kereta, terdapat pula tandu untuk permaisuri dan putra mahkota. Tandu ini secara historis, biasanya diangkat oleh 4 orang pengawal kerajaan. Namun kenyatanyaannya saat ini, dibutuhkan minimal 8 orang untuk dapat mengangkatnya. Sehingga bisa disimpulkan betapa kuatnya fisik orang-orang terdahulu mampu mengangkat tandu sebesar itu hanya dengan 4 orang.

Beranjak ke bagian ruang luar Keraton Kesepuhan, kita bisa melihat bagaimana perpaduan unsur-unsur Eropa seperti meriam dan Patung Singa di halaman depan, furnitur dan meja kaca dengan gaya ala Perancis, serta tempat para tamu sultan berkaca sebelum menghadap, kemudian gerbang ukiran Bali dan Pintu Kayu pun juga mengikuti model ukiran Perancis yang menampakkan gambaran kosmopolitan Keraton Kesepuhan.

Sebagai pusat dakwah Islam, keraton memegang peranan yang sangat vital. Hal ini jelas terlihat dari sejarah yang menyebutkan bahwa Syaikh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), selain berperan sebagai seorang sultan, beliau juga adalah seorang hakim. Ajaran agama Islam yang di bawa wali songo ini memiliki pemahaman bahwa Islam adalah agama yang bisa beradaptasi dan berakulturasi dengan budaya masyarakat di wilayah penyebarannya masing-masing.

Aneka Koleksi di Museum Keraton Kasepuhan

Dari keraton tersebut, kita bisa belajar bagaimana dahulu Islam disebarkan di Indonesia dengan jalan akulturasi budaya, tentu tanpa merubah pokok-pokok ajarannya. Sehingga masyarakat Indonesia pada waktu itu bisa menerima dengan baik, bahkan tanpa pertumpahan darah sedikit pun.

Taiwan, ialah sebuah negara kepulauan yang cukup kecil yang berada di sebelah utara filipina dan di sebelah timur selatan dari China. Disebut-sebut sebagai “Heart of Asia”, karena sangat unggul pada bidang transportasi dan pariwisata. Salah satu tempat wisata yang masuk dalam "The Most Beautiful Bays in the World Club" (MBBWC), adalah Penghu County.

Penghu merupakan kepulauan yang letaknya satu jam perjalanan ke barat dari Kota Chiayi, salah satu kota yang terletak di Taiwan. Selain menggunakan kapal ferry, kita juga bisa menggunakan pesawat kurang lebih 30 menit dari Taipei atau Kaohsiung untuk mencapai Penghu. Sesampainya di Penghu, kita bisa menggunakan banyak moda transportasi mulai dari bus, taksi, rental sepeda motor atau rental mobil.

Keeksotisan pulau ini terlihat dari pantainya yang berpasir putih, struktur unik geologis dengan tebing basal, yang menjadikan pulau ini memiliki kesan tersendiri di hati para turis yang berkunjung. Terdapat beberapa destinasi yang tentunya harus disinggahi di sini.

Destinasi pertama adalah Kuieibishan Geo Park. Hal penting yang harus diperhatikan di tempat wisata ini adalah kita harus datang sebelum jam 09.30 pagi. Sebab, pada waktu tersebut, ada peristiwa alam yang seolah seperti kita kembali ke zaman Nabi Musa, yaitu terbelahnya lautan dan munculnya jalan untuk menyeberang ke pulau kecil lainnya. Secara ilmiah ini terjadi karena surutnya air laut pada saat itu. Namun, terlihat seperti keajaiban jika anda kali pertama menyeberangi laut tersebut. Tempat ini juga menjadi tempat yang pas untuk berfoto ria, dengan pemandangan pantai , pembangkit listrik tenaga angin, dan ilalang yang bisa menambah efek “kece” pada foto yang kita ambil.

Foto penulis di pantai Kueibisan setelah lautan terbelah setelah jam 10 pagi (dok:pribadi)

Bagi teman-teman yang tertarik dengan geologi, melewatkan Penghu saat berkunjung ke Taiwan merupakan sebuah penyesalan yang besar. Karena Penghu memiliki 5 dari 6 jenis formasi basal yang ada di seluruh dunia. Konfigurasi tebing basal Penghu terbentuk dari magma vulkanik yang membeku, kemudian seiring dengan berjalannya waktu dan kondisi yang berbeda, memunculkan bentuk-bentuk berupa pilar, lipatan maupun patahan. Sebagai contoh adalah tebing kolom basal Daguoye. Tebing ini berbentuk susunan pilar basal hexagonal pada bagian tepi dengan sudut yang terlihat sangat jelas dan tajam, membuatnya terlihat sangat menakjubkan.

Pemerintah setempat juga membangun museum geologi di Penghu yang letaknya berada di dekat Whale Cave, salah satu landmark di Penghu. Informasi mengenai bagaimana sejarah terjadinya Kepulauan Penghu dipaparkan di museum ini. Selain tempat-tempat di atas, masih banyak tempat wisata lainnya seperti Penghu Banyan Tree, Penghu Great Bridge, Penghu Er Kan Village, Da Yi Temple, West Fortress dan Love Shape of Stone Fish Traps.

Foto Yayat dengan latar tebing kolom basal Daguoye (dok:pribadi)

Selain keindahan alamnya, peradaban masyarakat Penghu dan beberapa festival tahunannya juga tidak kalah menarik. Kawasan kota Magong menjadi inti pusat perkotaan. Kota "Seven Streets", begitu julukannya, menjadi lokasi terfavorit bagi wisatawan saat berkunjung ke sana. Selain hasil tangkapan laut yang banyak, Penghu juga memiliki festival kembang api yang sudah memasuki tahun ke-15 pada tahun 2018 ini. Festival dimulai dengan suguhan tarian tradisional setempat yang atraktif selama kurang lebih 1 jam. Kemudian, setelah semua orang berkumpul di pantai Magong, pertunjukan kembang api dimulai. Setelah kembang api pertama muncul, semua mata pengjunjung yang datang akan dimanjakan dengan keindahan kembang api yang disertai oleh iringan musik yang indah. Jika Jepang memiliki festival kembang api yang disebut hanabi, di Penghu juga mempunyai festival kembang api yang tak kalah besar dan dengan durasi yang cukup lama yaitu 20 menit.

Foto saat festival kembang api Penghu berlangsung (dok:pribadi)

Sebagai pelajar yang menempuh studi di Taiwan, saya sangat kagum oleh Penghu dan berharap bisa mencontoh atau bahkan bisa membuat lebih baik lagi dari Penghu di Indonesia kelak di masa yang akan datang.

(Penulis : Hanas Subakti- PPI Taiwan)

Jika sedang melancong ke Negara Austria, kurang lengkap rasanya jika belum mengunjungi Hallstatt. Sebuah kota kecil dengan pemandangan dan suasana yang menawan, seperti Dachstein Mountain dan danau yang membentang indah serta tidak lupa permukiman penduduk yang bergaya chalet. Daya tarik lanskap kota inilah yang membuat Hallstatt selalu ramai dikunjungi turis yang datang dari berbagai negara atau hanya sekedar warga lokal Austria yang ingin sejenak melepas lelah dengan menikmati pemandangan alam yang indah. Di tempat ini kita akan menemukan banyak sekali pengunjung yang datang jauh-jauh dari Asia terutama dari China. Saking banyaknya turis dari negeri tersebut, bahasa Mandarin menjadi salah satu bahasa yang digunakan dalam berbagai penunjuk dan papan informasi dari berbagai tempat umum di Hallstatt. Tak heran jika sebaliknya pula di Provinsi Huizhou Guangdong – China, yang merupakan sister city dari Hallstatt, terdapat replika dari kota Hallstat sendiri yang dibangun oleh sebuah perusahaan pertambangan yang berada di sana.

Hallstatt yang terletak di antara kota Graz dan Salzburg ini pada zaman prehistoric merupakan kota penghasil garam. Sejarah yang unik, pemandangan alam yang alami, serta penduduk setempat yang secara terus-menerus melestarikan keunikan budaya yang ada di dalamnya, maka tidak heran jika Hallstatt ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO. Hallstatt ditetapkan sebagai situs warisan dunia di Austria oleh UNESCO pada tahun 1997.

Keindahan Danau Hallstatt dengan latar Pegunungan (dok: pribadi)

Jika berkunjung ke kota ini, ada banyak pilihan aktivitas yang bisa dilakukan. Danau Hallstatt merupakan daya tarik utama dari kota ini, kita bisa menyewa perahu atau boat seharga 20 Euro untuk menyusuri danau cantik ini selama satu jam, dimana lanskap kota ini akan terlihat jauh lebih menarik dari sisi danau. Pemandangan Danau Hallsttat ini disebut juga ‘postcard view’ dan telah manarik para pelukis untuk mengabadikannya dalam berbagai lukisan. Jika ingin punya kenang-kenangan yang bisa di bawa pulang, kita bisa membeli suvenir dari toko-toko suvenir yang ada di sana. Tidak lupa, setelah puas menikmati lanskap kota dari atas kapal, maka mencicipi sajian kuliner di berbagai restoran yang terdapat di sekeliling danau tidak boleh terlewatkan. Mengeksplorasi kota-kota kecil yang terdapat di sekitar Danau Hallstatt, sembari menyusuri gang-gang kecil di sela-sela rumah penduduk, adalah aktivitas lain yang bisa dilakukan. Selain berjalan-jalan di sekitar kota, kita juga bisa mendaki ke bukit-bukit di sekitar Danau Hallstatt untuk menikmati keindahan kota ini dari ketinggian. Pilihan aktivitas yang tidak kalah menarik adalah mengunjungi tambang garam tertua di dunia yang ada di kota ini dengan menggunakan funicular – sebuah kereta khusus dengan konstruksi kayu yang diperuntukkan untuk mencapai tambang garam tersebut. Dengan kereta ini, kita akan dibawa menyusuri terowongan sepanjang dua kilometer ke dalam tambang.

Menyusuri jalan-jalan kecil di permukiman penduduk (dok : prbadi)

Hallstatt bisa dikunjungi kapanpun di sepanjang tahun, karena sensasinya akan selalu berbeda di setiap musim. Saat musim dingin, sejauh mata memandang akan terlihat hamparan putihnya salju yang menutupi rumah-rumah kayu tua di sepanjang danau. Pemandangan ini akan diperkuat dengan latar belakang pegunungan yang juga memutih tertutupi oleh salju, sebuah pemandangan yang akan mengingatkan kita pada salah satu film Disney – Frozen. Jikaberkunjung pada musim dingin, jangan lupa untuk memakai baju yang hangat, syal, dan sarung tangan agar bisa tetap menikmati keindahan alam dan mengabadikan kecantikannya dengan baik walau suhu tidak bersahabat.

Jika di musim dingin kita akan menyaksikan Hallstatt yang memutih, maka di musim semi Hallstatt akan terlihat lebih berwarna. Bunga-bunga berwarna-warni akan bermekaran dari rumah-rumah penduduk di sepanjang danau. Keindahan kota pada musim panas tentu tak kalah mempesona. Langit biru yang memantul sempurna di perairan danau yang jernih serta rumput yang menghijau, akan menjadikan Hallstatt bak lukisan. Di musim panas para pencinta aktivitas outdoor akan melakukan hiking atau hanya sekedar bersepeda di sepanjang danau. Kita juga bisa berjalan-jalan di sekitar rumah-rumah di Hallsattat atau menikmati makanan berbahan ikan dari danau halsttatt di restoran sekitar danau. Namun ketika berjalan-jalan di sekitar perumahan penduduk jangan sekali-kali ribut atau masuk ke halaman rumah mereka. Terdapat tulisan “privatgrund” yang artinya milik pribadi atau bukan tempat umum sehingga pengunjung umum tidak boleh masuk kedalamnya. Sebuah fakta unik, yaitu di Hallstatt terdapat larangan menerbangkan drone untuk menghormati privasi penduduk yang tinggal di sana. Tidak kalah menarik dibanding musim-musim lainnya, musim gugur juga merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi Hallstatt. Warna kuning dan merah daun-daun yang mulai berguguran akan mendominasi. Sepanjang musim gugur seperti saat ini juga akan banyak ditemui tawaran kegiatan hiking dan paragliding. Suhunya juga masih belum terlalu dingin.

Hallstatt memang merupakan surga bagi para penyuka pemandangan alam yang dan pecinta aktivitas outdoor. Jadi kapan kamu mengunjungi Hallstatt?

Kecantikan Hallstatt yang bersanding dengan panorama alam yang menawan (dok : pribadi)

penulis : Efwita Astria

Sejarah panjang peradaban Turki meninggalkan banyak jejak untuk dijelajahi. Jika kita menelusuri catatan sejarah, setiap wilayah di Turki memiliki kisah menarik. Bukan hanya soal perjalanan invasi bangsa Yunani yang meninggalkan reruntuhan Efes di Izmir, bukan pula perebutan tahta Konstatinopel yang setelah dimenangkan oleh Sultan Mehmet berganti nama menjadi Istanbul, atau sisa-sisa keagungan Dinasti Commagene dibawah kepemimpinan Raja Anthiocus I yang hingga kini masih berdiri kokoh yaitu Gunung Nemrut. Salah satu wilayah di provinsi Şanlıurfa, Turki yang bernama Harran juga menjadi saksi sejarah pada saat bangsa Asiria yang berkuasa di tanah Mesopotamia di invasi habis-habisan oleh persekutuan Babilonia, Mede dan Skythia. Inilah yang membuat Turki unggul dari segi pariwisata. Tanah Anatolia bukan hanya makmur dan indah secara lahiriah tetapi juga memiliki nilai tak terhingga dari segi budaya.

Berwisata ke Turki sudah menjadi hal lumrah saat ini. Berbagai paket murah ditawarkan dan menjadi bisnis yang menjanjikan. Sayangnya kebanyakan orang hanya berfokus pada Istanbul, kota seribu masjid yang menjadi jantung negara Turki. Istanbul memang indah dan memiliki banyak masjid dengan arsitektur yang luar biasa menawan. Sebut saja Sultan Ahmet Camii atau yang terkenal dengan nama Masjid Biru. Pesonanya begitu memukau, apalagi jika kita sengaja turun di stasiun Metro Haliç untuk berfoto. Istanbul yang terletak di dua wilayah yaitu Asia dan Eropa menjadi alasan negara Turki terkenal di dua benua. Tapi, perlu di ingat, Turki bukan hanya tentang kota Istanbul.

Wilayah Turki sendiri terbagi menjadi tujuh wilayah yaitu wilayah Laut Hitam, Laut Marmara, Laut Aegia, Laut Mediterania, Anadolu Dalam, Anadolu Timur dan Anadolu Tenggara. Setiap wilayah memiliki budaya, karakter wisata, jenis kuliner yang berbeda-beda. Meski demikian perbedaan itu dapat disatukan dalam sebuah minuman bernama Ayran. Orang Turki sepakat bahwa Ayran adalah minuman terbaik sebagai pengganti air putih. Karena alasan menyehatkan, Ayran selalu ada dalam setiap kesempatan menyantap hidangan apapun kapanpun juga. Minuman yang berasal dari yogurt cair yang dicampur garam ini memang tidak hanya terkenal di Turki. Akan tetapi, adat kebiasaan orang Turki yang hampir sepanjang hidupnya meminum Ayran, mungkin akan membuat terkejut turis Indonesia yang datang ke Turki. Asinnya yogurt cair bernama Ayran kurang ditoleransi oleh indera pengecap orang Indonesia.

Bicara soal cita rasa, pasti tidak luput dari keragaman kuliner Turki. Ada satu kuliner Turki yang terkenal sampai ke Indonesia. Kebab namanya. Bentuknya berupa daging yang di potong-potong dan disajikan ke dalam lembaran lavaş bersama sayur-sayuran. Sayangnya kebab ala Indonesia tidak mewakili keasliannya. Kebab pada dasarnya merujuk pada cara memasak dagingnya. Sedangkan daging yang di gulung bersama lavaş sebenarnya bernama Durum dalam bahasa Turki. Ada tiga jenis kebab asli Turki yaitu Kebab Adana yang berasal dari Adana, Kebab Urfa yang berasal dari Şanlıurfa dan Kebab Iskender yang berasal dari Bursa. Untuk urusan bentuk, Kebab Adana dan Urfa tidak memiliki perbedaan yang mencolok, keduanya serupa sate Indonesia hanya saja ukurannya lebih besar. Kebab Adana disebut-sebut lebih pedas ketimbang kebab Urfa. Sedangkan kebab Iskender adalah yang paling unik karena dagingnya di iris tipis-tipis tersaji dalam piring besar bersama yogurt. Urusan rasa, jangan di tanya, kebab Iskender di jamin buat kamu jatuh cinta.

Untuk urusan perut, kuliner Turki memang tidak akan pernah habis-habisnya untuk dibahas. Namun, wisata kuliner tidak akan lengkap jika tidak diikuti dengan wisata alam. Negara Turki dikelilingi oleh tiga laut yang elok. Sebut saja kota Izmir di Turki bagian Barat yang berbatasan dengan laut Aegia. Kota yang dulunya di bawah kekuasaan Bizantium bernama Smirni ini merupakan kota ketiga yang cukup popular setelah Istanbul dan Ankara. Selain punya reruntuhan Efes yang memukau, Izmir punya pantai yang eksotis bernama Çeşme. Melihat Çeşme, wajarlah jika di masa silam kota ini pernah jadi tanah rebutan kekaisaran Yunani. Lebih jauh dari itu, kota yang dikenal sebagai Ti-smurna pada peradaban Mesopotamia ini juga pernah disebut dalam tablet prasasti yang di temukan di Kültepe yang kini berada di provinsi Kayseri, sebagai wilayah kekuasaan Asiria.

Kekayaan sejarah Turki tidak berhenti sampai disitu. Spiritualitas juga ambil peran menambah ragam budaya negeri Tulip ini. Rumi sang pelopor lahirnya Islam Sufi yang berasal dari Persia dimakamkan di Konya, kota yang pada masa Yunani kuno disebut sebagai Konia atau Koniah. Kesultanan Seljuk yang menguasai Turki juga pernah menjadikan kota ini sebagai ibukota selama kurun waktu 300 tahun. Masih di kota yang sama, legenda menyebutkan Perseus putra Zeus berhasil mengalahkan Medusa.

Turki memang negeri sejuta destinasi. Menggambarkan indahnya negara ini tidak cukup dalam tulisan semata. Kalian perlu melihat langsung Kapadokia agar percaya indahnya bukan rekayasa. Kalian perlu datang ke Çanakkale untuk merasakan gejolak reformasi setelah kekaisaran Ottoman sekaligus membenarkan kuda Troy yang terkenal untuk strategi perang Akhilleus. Kalian perlu naik hingga ke puncak Gunung Nemrut setinggi 2000 meter agar tahu kekuasaan Dinasti Commagene membentang luas di kota yang sekarang bernama Adıyaman.

Bukan melulu wisata alam, kuliner atau budaya, Turki menjadi jembatan diantara dua benua. Perpaduan kebiasaan orang Asia yang ramah dan sikap terbuka orang Eropa melahirkan budaya Turki yang khas. Keunikan itu yang mengundang banyak wisatawan dan pelajar datang ke Turki. Meski negara Turki secara aktif menerima penduduk asing sejak dua puluh tahun terakhir, tetap saja negara Turki termasuk ke dalam negara yang penduduknya tidak mampu berbahasa Inggris dengan baik. Jika berminat untuk berwisata sendirian ke Turki, ada baiknya harus menyiapkan mental kalau kemungkinan besarnya kalian harus menggunakan bahasa Tarzan.

Jadi bagaimana? Sudah siap menjelajahi Turki dari setiap sudutnya? Hadi gezelim! Sizi bekliyoruz arkadaşlar.

Galeri Foto

Tulisan ini ditulis oleh Arya Liberty Prasasti, Kepala Departemen Hubungan Masyarakat PPI Turki kabinet #BergerakBersama

Salah Satu Objek Wisata di Ipoh : Kelli'es Castle [Dok : Penulis]

Apa bayangan kalian saat mendengar negara Malaysia? apakah hanya kota Kuala Lumpur dengan bangunan menara kembarnya? atau surga belanja yang bisa dikunjungi di Bukit Bintang? Banyak orang yang belum tau, kalau Malaysia memiliki banyak sekali destinasi liburan selain kota besar Kuala Lumpur yang dipenuhi oleh concrete jungle dan lampu besar. Kuala Lumpur memang menjadi destinasi utama para turis, tapi banyak juga turis yang datang ke Malaysia untuk mencari keindahan alamnya, bukan kota besarnya. Namun, terkadang akses untuk pergi ke destinasi alam sedikit jauh dari ibu kota dan harus menempuh waktu yang lama. Ada beberapa alternatif untuk destinasi liburan di Malaysia selain Kuala Lumpur atau destinasi alamnya, salah satunya adalah mengunjungi kota-kota kecilnya.

Karena jarang terekspos dan hanya sedikit orang yang ingin tahu, sebenarnya Malaysia memiliki banyak sekali kota-kota kecil yang bisa dibilang sangat authentic dan masih terasa sekali keaslian atmosfir kota kecil tersebut yang jauh ada didalam wadah karateristik kota-kota modern. Destinasi kota kecil justru jauh lebih menyenangkan dan jauh dari kata membosankan. Alih-alih melihat gedung tinggi dan mall-mall yang tersebar, traveling ke kota-kota kecil di Malaysia justru menjadi kesempatan yang bagus loh untuk mempelajari sejarah-sejarah yang ada pada kota tersebut. Salah satu destinasi yang recommended untuk dikunjungi adalah kota Ipoh.

Ipoh adalah ibu kota negara bagian Perak yang terletak sekitar 205 kilometer dari Kuala Lumpur, jarak tempuh yang dibutuhkan sekitar 2 jam dalam perjalanan darat menggunakan mobil. Tidak terlalu jauh dari Kuala Lumpur dan sangat accessible karena bisa ditempuh menggunakan kereta juga dari Kuala Lumpur, bermula dari stasiun KL Sentral. Meski Ipoh adalah kota kecil dan jauh dari kata modern seperti Kuala Lumpur, Ipoh tetap memiliki hotel untuk para turis yang berkunjung, namun hotel-hotel yang tersebar biasanya adalah budget hotel tetapi cukup bagus dan nyaman untuk beristirahat selama beberapa hari. Berbagai spot unik juga akan bisa ditemukan di Ipoh, seperti street arts yang tersebar luas di berbagai dinding kedai dan gang kecilnya, kuil-kuil dan gua. Kuliner di Ipoh juga sangat beragam dan wajib dikunjungi loh! Kuliner Ipoh memiliki cita rasa yang sangat khas dan unik dan lumayan jarang ditemukan di kota-kota lain.

White Coffee di Nam Heong [Dok : Penulis]

Ipoh terkenal sekali dengan kopi khas nya yang dijual di salah satu kedai tua dan ini tempat wajib para turis yang datang. Kopi yang wajib dicoba ini dijual di kedai bernama Nam Heong. Kopi yang dijual adalah white coffee dan harga secangkir kopi tersebut juga sangat terjangkau. Kopi ini di sajikan dengan gaya old-school berwadah cangkir kopitiam khas Malaysia. Kalau makanan, Ipoh bisa dibilang kota 1000 kuliner karena makanan khas kota tersebut banyak sekali, salah satunya yang paling khas adalah Ipoh Chicken Rice, lengkap dengan side dish nya. Hidangan ini sangat mudah ditemukan di Ipoh. Aroma ayam mereka dan bumbu-bumbu yang digunakan dalam hidangan tersebut sangat memikat para pengunjung, dan jarang sekali ditemukan di tempat lain. Selain Ipoh Chicken Rice, hidangan yang terkenal dan sangat khas adalah Ipoh Hor Fun, yaitu hidangan mie dengan kuah khas disajikan dengan udang dan sawi. Rasa kuah pada hidangan ini sangat kuat akan rempah-rempah khas Malaysia.

Ipoh Mural Art Rail [Dok : Penulis]

Destinasi turis lainnya yang wajib dikunjungi adalah kuil-kuil yang ada di Ipoh, seperti kuil Guan Yi, salah satu kuil Cina. Kastil di Ipoh pun tidak kalah menarik juga, kastil yang paling menarik perhatian adalah Kellie’s Castle. Kastil tersebut memiliki gaya bangunan yang sangat kuno dan menarik untuk dipelajari sejarahnya. Dan yang terakhir adalah, art museum khas Ipoh yang cocok untuk dijadikan sebagai spot foto untuk para pengunjung. Art museum favorite yang ada di Ipoh adalah Ipoh Mural Art Trail. Disini para pengunjung akan disajikan oleh berbagai lukisan dan karya seni lainnya yang menggambarkan keragaman kota Ipoh.

Jadi, travelling ke Malaysia tidak harus ke kota modern, kan?

Jessica Ramadhani
Jurnalis PPI Malaysia.

Siapa sih yang tidak kenal Menara Eiffel yang berada di paris. Kepopuleran Menara Eiffel yang telah mendunia membuat landmark ini selalu menjadi tujuan wisatawan saat berwisata ke Perancis. Yah, tempat yang sangat romantis untuk sepasang kekasih. Semua impian wanita diseluruh dunia pasti untuk minta dilamar di tempat tersebut. Orang di dunia pasti tahu tentang kemegahan menara nan indah tersebut bersama suasana romantis yang tercampur padu menjadi aura yang ingin selalu bersama dengan sang kekasih pujaan. Yang terlintas dipikiran kita mungkin bahwa angan-angan saja dan mengeluh tentang harga serta biaya untuk sekali berkunjung di negara tersebut.

Mungkin untuk kali ini kalian akan memikirkan kembali pada tujuan awal anda dengan cermat untuk menuju ke menara Eiffel. Foto yang diambil diatas bukanlah foto di menara Eiffel yang asli di Paris tapi merupakan sebuah replika Menara yang begitu tinggi sekitar 100 meter tingginya menjulang ke langit yang biru. Orang-orang berspekulasi bahwa menara tersebut benar-benar di Kota Paris tapi nyatanya tidak.

Menara ini terletak di Kota Hangzhou, China di daerah Tianducheng (Chinese : 天都城). Perjalanan yang agak jauh dari pusat Kota Hangzhou. Menempuh waktu hingga 2 jam lama nya untuk sampai di tempat tersebut. Tapi jerih payah yang anda dapatkan akan terbayar sudah dengan mengunjunginya. Menara ini pun memiliki lebar yang cukup luas dari bawah menara tersebut. Di daerah ini merupakan Little Paris nya Kota Hangzhou dan memiliki luas sekitar 30km persegi. Disana kalian akan terasa terbawa langsung dengan suasana Kota Paris serta akan melihat bangunan-bangunan berarsitek eropa di tempat tersebut. Banyak sekali bunga tumbuh bermekaran di dekat bangunan serta taman taman yang berada di sepanjang jalan area tersebut. Kalian akan dimanjakan pemandangan bunga serta arsitektur yang begitu nyata indahnya dari telapak kaki hingga ke ujung kepala.

Sejauh mata memandang kalian akan terkesima dengan bangunan tersebut. Selagi ada jalan untuk menggapai impian kenapa tidak diwujudkan ? Yang pasti kalian akan senang meskipun tidak berada di Kota Paris yang sebenarnya. Masalah biaya ? Untuk biaya hidup sendiri serta akomodasi pasti lebih murah daripada yang aslinya. Untuk mengunjungi Little Paris kalian tidak dikenakan biaya masuk sepeserpun. Masih ingin merasakan liburan seperti di Paris dengan harga terjangkau?

 

Dalam rangka memeriahkan Simposium Internasional PPI Dunia pada tanggal 22-27 Juli 2018 di Moskow, PERMIRA Rusia merilis booklet 'Guideline Travel in Russia' sebagai panduan saat mengunjungi negara yang menjadi tuan rumah event tersebut. Di booklet ini membahas banyak tempat wisata di kota Moskow dan Saint-Peterburg yang merupakan kota terbesar kedua di Rusia. Selain itu ada juga info kuliner khas Rusia serta tips penting lainnya.

 

Selengkapnya dapat diunduh di sini.

 

Kemeriahan Piala Dunia 2018 mendorong saya untuk berbagi pengalaman ‘football traveling’ di museum-museum sepak bola di Spanyol. Siapa tahu rekan-rekan sekalian berminat untuk berkunjung dan menikmati sejarah sepak bola di negeri Raja Felipe ini.

Salah satu klub sepak bola terkaya, tersukses, paling terkenal dan ter- ter- lainnya di dunia adalah FC Barcelona. Anda mungkin menikmati kota ini dengan mengunjungi Sagrada Familia, katedral mahakarya arsitek terkenal, Antoni Gaudi. Juga dengan menikmati berjalan-jalan di Passeig de Gracia atau Plaza Catalunya sekaligus berbelanja produk-produk bermerk ternama. Namun, Anda wajib berkunjung ke museum FC Barcelona meskipun tidak terlalu ngefans dengan sepak bola.

Pengunjung berfoto di sudut Camp Nou

Di museum Barcelona, yang paling membuat kagum adalah betapa pintarnya manajemen klub sepak bola Barcelona mengemas passion manusia terhadap sepak bola menjadi sebuah experience yang luar biasa. Begitu menjejakkan kaki di ruangan pertama museum, nuansa heroik para legenda hidup Barça sudah terasa. Ratusan trofi yang pernah dimenangi klub Catalan tersebut sejak tahun 1900-an tersimpan rapi di susunan rak-rak dengan pintu kaca. Enam trofi yang dimenangi sekaligus pada tahun 2009 disimpan terpisah, menandakan betapa spesialnya tahun tersebut karena merupakan prestasi monumental yang sukar diulangi oleh klub sepak bola mana pun.

Dengan tur berlabel ‘The Camp Nou Experience’ seharga 25 euro, Anda juga bisa melihat-lihat ke dalam ruang ganti Lionel Messi dan kawan-kawan, berfoto di pinggir hijaunya rumput lapangan atau bahkan duduk-duduk di tribun Camp Nou. Singkatnya, Anda bisa membayangkan sensasi berada di 90.000 ribu lebih penonton di stadion ini sendiri yang merupakan stadion dengan kapasitas terbanyak di Eropa.

Museum FC Barcelona bukan satu-satunya arena pertunjukan sepak bola akbar di Spanyol. Tentu saja kita tak boleh melupakan Real Madrid, klub penguasa Eropa dalam tiga tahun terakhir. Di Stadion Santiago Bernabéu, harga untuk tiket museum klub terbesar di dunia tersebut juga mirip-mirip dengan Barcelona, sekitar 20-25 euro.

Stadion Santiago Bernabéu di Madrid

Real Madrid dan Barcelona memang bersaing dalam urusan sport-tourism mereka. Museum Real Madrid juga merupakan tempat yang wajib dikunjungi oleh penggila sepak bola, terutama karena sejarah panjang klub sepak bola nomor satu Spanyol tersebut.

Selama berpuluh-puluh tahun, Real Madrid memenangi trofi demi trofi bergengsi dan menguasai dunia dengan para jugador zaman dulu mereka, seperti Alfredo di Stefano dan Ferenc Puskas.

Isi lemari Real Madrid sudah penuh sesak dengan gelar juara domestik plus 5 trofi Piala Champions yang mereka dominasi dari tahun 1956 sampai 1960. Maka, jika berkeliling di dalam museum Real Madrid, yang terlihat adalah parade kesuksesan selama bertahun-tahun. Piala dari tahun 1950-an sampai abad ke-21 menghiasi seluruh ruangan.

Real Madrid juga selalu menjadi salah satu pelaku utama gemerlapnya panggung sepak bola Eropa zaman modern dengan gelimang harta dan pemain-pemain kelas dunia yang seolah sangat gampangnya mereka gaet. Stadion Santiago Bernabéu selalu dipenuhi pemain-pemain sekaliber Ronaldo Luis Nazario da Lima, Luis Figo, Zinedine Zidane, David Beckham, Ruud Van Nistelrooy, hingga nama-nama beken masa kini seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Mesut Oezil.

Ruang ganti pemain di stadion Mestalla

Jika Anda bosan dengan dua klub tersebut, museum klub-klub seperti Atletico Madrid, Valencia dan Sevilla bisa menjadi alternatif. Saya cukup terkesan dengan museum di stadion Mestalla, Valencia dan Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla. Harga tiket masuknya pun tak semahal dua klub raksasa di atas. Harga tiket ‘Mestalla Forever’ hanya 11 euro, sangat murah untuk sebuah tur yang sudah tersertifikasi ‘recommended’ oleh Trip Advisor. Harga ini kurang lebih sama dengan tur stadion Ramon Sanchez Pizjuan milik Sevilla (10 Euro).

Stadion Ramon Sanchez Pizjuan di Sevilla

Sedangkan tur Atletico Madrid cukup berambisi bisa menyaingi pelayanan tur Real Madrid, klub sekotanya. Setelah diambil alih investor dari Cina, Wanda Group, derajat Atletico Madrid jauh terangkat jika melihat kandang baru mereka. Stadion berkapasitas 67 ribu penonton yang diberi nama Wanda Metropolitano ini telah memperoleh predikat bergengsi sebagai stadion berbintang empat UEFA. Predikat ini setara dengan beberapa stadion terkenal lain, seperti Allianz Arena di Muenchen dan Amsterdam Arena.

Singkat kata, berkunjung ke museum sepak bola di Spanyol adalah salah satu cara pas untuk memahami kultur masyarakat negara tersebut. Kapan-kapan, saya akan berbagi pengalaman menonton langsung laga sepak bola di negeri ini.

 

Profil Penulis:

Mahir Pradana adalah wakil ketua PPI Spanyol 2018/2019 yang juga penulis buku memoir sepak bola berjudul ‘Home & Away’ dan kolumnis di Football Tribe Indonesia. Mahir bisa disapa di akun Instagramnya @maheerprad.

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920