Categories
Travel & Kuliner

Manali, Sisi lain India yang Bersalju: Rasakan Sensasi Dingin nya Salju Sesungguhnya!

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu ketika mendengar kata negara India? Makanan nya yang unik-unik atau budayanya yang memikat seluruh mata dunia, atau film-film Bollywood yang banyak dibintangi oleh Shah Rukh Khan? Pasti itu kan, sama aku juga kok. Tapi, pernah gak sih terlintas bahwa di India itu ada salju? Gak percaya kan? Tapi beneran ada loh.

India bagian Utara tepatnya itu memiliki musim layaknya negara di Eropa. Musim dingin sampe minus 12 Derajat sampe turun salju deh pokok nya, ada juga musim semi, musim panas dan musim gugur. Tau nggk dimana? Nama kota nya Manali dan Himachal radeh nama state-nya. Manali merupakan tempat wisata salju terkenal dan selalu menjadi tujuan utama wisatawan karena keindahan gunung salju dan lembah nya yang berkelok indah. Banyak temen-temen nggak percaya kalau sebagian wilayah India bersalju. Maklum noraknya orang tropis kalau denger salju dah pingin guling-guling terus bikin es serut hehehe. Disini ada beberapa attraction yang bisa aku bagi ke kalian untuk referensi kunjungan di Manali.

1. Arung Jeram: Kalo memang berani dan setrong banget ya, kamu bisa coba Arung jeram sungai di Manali. Bersiaplah untuk sensasi berakit di dinginnya Manali. Bahkan, pengalaman ini adalah salah satu kenangan favorit liburan di Manali. Katanya si gitu, tapi jujur kami semua orang Asia khususnya dari Indonesia gak berani, hahaha.. gak kuat coy. Tapi kamu kalo memang mau tetep bermain air di Manali, datang aja pas bulan Juni dan Juli. Hehehe.. harganya murah kok cuman 100 Ribu Rupiah atau 500 Rupees.

2. Paralayang: Disini kamu bisa menyaksikan pemandangan menakjubkan pegunungan Dhauladhar dan Sungai yang berkelok-kelok. Dan Solang Valley adalah tempat yang populer untuk menikmati paralayang. Cukup bayar 1200 Rupees atau sekitar 240 Ribu Rupiah untuk menikmati keindahan ini.


3. Solang valley: Lembah Solang terletak di antara desa Solang dan Beas Kund. Menawarkan pemandangan gletser yang indah dan pegunungan yang tertutup salju. Karena lembah ini memiliki lereng ski yang bagus, itu adalah tempat yang sempurna untuk bermain ski. Biaya ski adalah 300 Rupeesan lebih atau sekitar 60
Ribu Rupiah. Murah kan.

4. Kuil Hadimba: Kesini Gratis coy, meski tempat ini adalah salah satu tempat wisata utama di Manali bagi para pengunjung. Kalau kesini harus berenti-berenti yah pas naik tangga nya nanti sesak kayak aku dulu sampe hampir pingsan dong, soalnya suhu nya minus 6 derajat dan kamu harus naiki anak tangga banyak
banget. Dan kalo mau keatas bawa payung soalnya hujan saljunya lebet banget. Di atas kamu bisa menikmati indahnya hamparan salju, pepohonan yang tinggi dan liat yak. Tau nggak yak itu apaan? Itu loh Binatang yang mirip sapi tapi bulu nyan tebel banget. Kayak sejenis Bison si. Kalo mau naik binatang itu buat foto, kamu harus bayar uang 100 Rupees atau 20 Ribu Rupih. Terus foto deh selama 10 menit.

Mulai bulan Oktober hingga Februari adalah musim dingin dan dianggap sebagai waktu terbaik untuk mengunjungi Manali, kalo kalian suka cuaca dingin dan Januari adalah yang terbaik untuk menikmatinya. Suhu turun di bawah nol derajat Celcius. Dan musim panas di wilayah ini dimulai pada bulan Maret dan berlangsung hingga Juni. Habislah sudah cerita perjalanan aku menikmati salju pertama kalinya di dalam hidupku. Nah sekarang percaya kan kalo India punya salju yang keceh badai…

Ayo kakak, angkat saja ranselmu ke India bagian utara!

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner

Jalur Pendakian Bukit dan Hutan di Hongaria

Hongaria maupun Budapest ibukota-nya, terkenal cantik dengan Sungai Danube yang membelahnya serta bangunan-bangunan di sisinya misalnya Gedung Parlemen, Buda Castle, Fisherman’s Bastion, Thermal Bath, dll. Namun tentunya lokasi traveling di Hongaria tidak hanya itu, banyak lokasi-lokasi dan kota-kota lainnya yang menyajikan keindahannya masing-masing. Salah satunya adalah jalur-jalur pendakian / hiking di bukit (dalam bahasa Hongaria disebut Hegy) dan hutan Hongaria yang banyak digunakan untuk beraktivitas oleh masyarakat umum pada kawasan-kawasan ini.

Sebagai seseorang yang senang menikmati alam, saya dan teman-teman PPI Hongaria berkesempatan menelusuri beberapa jalur pendakian bukit dan hutan di Hongaria. Dari kesempatan-kesempatan penelusuran jalur pendakian tersebut, selain kesenangan pribadi kami pun mendapat pembelajaran yang belum diperoleh saat melakukannya di tanah air. Salah satunya adalah kita sangat mudah menemui keluarga (orang tua yang membawa anak-anaknya), remaja, hingga orang tua yang melakukan trekking / trail run di weekend maupun waktu libur.

Orang tua yang melakukan aktivitas trekking di kawasan Hármashatár-hegy
Keluarga yang mengajak anak-anaknya bermain kereta luncur di kawasan Bükk Mountains saat winter (dok: Faisal Fadhil)

Mudahnya menemui aktivitas masyarakat di jalur pendakian bukit dan hutan di Hongaria ini disebabkan oleh beberapa hal positif yang mendukung. Berikut adalah beberapa hal positif tersebut hasil pengamatan pribadi.

1.Informatif dan interaktif

Jalur pendakian bukit dan hutan Hongaria ini sangat informatif dan interaktif bagi masyarakat / para pendaki. Jalur pendakian di seluruh Hongaria dirawat oleh Magyar Természetjáró Szövetség, sebuah lembaga independen dengan visi pengembangan olahraga rekreasi di alam bebas (http://www.mtsz.org/).

Informatif yang dimaksud adalah terdapat berbagai tanda yang menunjukkan arah jalur termasuk tingkat kesulitannya. Tanda yang digunakan pada jalur pendakian ini menggunakan Czech Hiking Markers System yang umum digunakan di negara-negara kawasan Eropa Tengah dan Timur. Sehingga kita pun dapat dengan mudah mengikuti jalur yang kita inginkan dengan resiko kehilangan arah akan lebih kecil. Jalur-jalur ini pun telah dicatatkan melalui global positioning system (GPS) secara elektronik dan online yang dapat diakses dengan mudah melalui berbagai situs (seperti http://turistautak.hu) yang dapat disinkronisasi pada aplikasi (seperti Locus Map) di gawai kita.

Tanda dengan Czech Hiking Markers System di kawasan Hárshegy

Adapun interaktif yang dimaksud adalah terdapat 3 jalur pendakian jarak jauh yang menghubungkan berbagai kota dan mengelilingi negara Hongaria yang dikenal dengan nama Kéktúra / Blue Trail. Tiga jalur tersebut yaitu Országos Kéktúra (dengan panjang rute 1.128 km), Alföldi Kéktúra (847,5 km), dan Rockenbauer Pál Dél-dunántúli Kéktúra (541 km). Jalur-jalur ini juga terhubung dengan European Long Distance Walking Route ke jalur pendakian negara lainnya. Adapun berbagai lokasi dan bentang alam yang indah di Hongaria dilewati oleh jalur-jalur ini. Terdapat ratusan lokasi check-point di sepanjang jalur pendakian, dan terdapat stampel / cap di masing-masing lokasi tersebut. Jika seseorang dapat mengumpulkan stampel / cap dari semua lokasi check-point dalam buku / peta Kéktúra pribadinya, maka orang tersebut secara resmi berhasil menyelesaikan rute Kéktúra tersebut dan berhak untuk memperoleh lencana badge. Tentunya lencana badge tersebut akan sangat berasa spesial bagi pemiliknya karena tidak sembarang orang dapat memilikinya.

Tiga jalur pendakian jarak jauh Kéktúra / Blue Trail (http://www.kektura.hu/)
Beberapa lokasi check-point (https://turizmus.zirc.hu)
Salah satu stampel di Banküt, Bükk Mountains

2. Objek infrastruktur wisata di puncak dan kawasan bukit

Objek infrastruktur wisata yang dimaksud adalah menara observasi (dalam bahasa Hongaria disebut kilátó) untuk melihat pemandangan di setiap puncaknya. Menara-menara ini sebagian besar didesain unik dan memiliki pandangan 360 derajat ke sekeliling bukit.

Selain menara observasi, diantara perbukitan dan hutan Buda juga terdapat salah satu jalur kereta api yang spesial yaitu Children’s Railway (Gyermekvasút). Spesial karena jalur kereta api ini berbeda dengan yang lain yaitu jalurnya yang melewati hutan-hutan serta dioperasikan oleh anak-anak. Anak-anak belajar bekerjasama dan bertanggung jawab dengan bekerja di berbagai posisi tentunya dengan pengawasan pekerja dewasa.

3.Fasilitas yang sangat terjaga

Terjaga yang dimaksud adalah mulai dari kebersihan, transportasi, hingga telekomunikasi. Kebersihan di sepanjang jalur pendakian bukit dan hutan ini merupakan hasil kebiasaan masyarakat Hongaria. Sebuah adat kebiasaan yang terus dijaga masyarakat sehingga para pelancong pun ikut menghargai kebiasaan dalam menjaga kebersihan ini. Selain itu bukit dan hutan di Hongaria umumnya juga memiliki fasilitas transportasi yang cukup baik, dengan adanya bus-stop pada lokasi titik awal jalur-jalur pendakian pada umumnya. Pun fasilitas sinyal komunikasi umumnya masih dapat diperoleh pada jalur-jalur pendakian.

Adapun di Hongaria, setiap musim merupakan waktu yang tepat untuk menelusuri jalur-jalur pendakian ini karena memiliki keindahannya masing-masing. Tentunya menelusuri jalur pendakian bukit dan hutan ini sangatlah mengasyikkan dan bisa sedikit mengobati kangennya terhadap hijaunya alam Indonesia, namun jangan lupa untuk tetap perlu memperhatikan persiapan dan kesehatan. Ayo kita eksplor lagi buat teman-teman yang berminat merasakan alam Hongaria!

Penulis adalah Hadi Prasojo (MSc Student in Economic Analysis, Corvinus University of Budapest) @ppihongaria

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Uncategorized

Berkunjung ke Denmark: Lebih dari Copenhagen

Hai teman-teman PPI Dunia! Kali ini kita akan membahas tentang lokasi-lokasi travelling di Denmark. Jika pertama kali mendengar tentang Denmark, pasti akan langsung teringat dengan kota Copenhagen yang merupakan ibukota dari Denmark, dengan kawasan Nyhavn yang unik dan patung Little Mermaid-nya. Tetapi jangan salah, di Denmark ada banyak lokasi wisata lain yang tentunya tidak kalah menarik dari Copenhagen. Untuk itu, tulisan kali ini akan membahas beberapa tempat-tempat tersebut.

Yang pertama adalah Møns Klint yang merupakan tebing kapur sepanjang 6 km di pesisir selatan Pulau Zealand. Tebing kapur ini cukup tinggi, mencapai sekitar 120 m dari permukaan laut. Untuk mencapai pantai di tepi tebing, ada beberapa jalur tangga yang dapat dilalui dimana jalur yang paling terkenal berjumlah 497 anak tangga! Møns Klint sangat menarik untuk dikunjungi, karena selain pemandangan alamnya yang indah, terutama jika dikunjungi saat musim gugur. Terdapat formasi batuan yang cukup unik dan menyimpan banyak informasi terkait sejarah geologi di wilayah Denmark. Wilayah hutan di atas tebingnya pun menyimpan banyak keindahan, dan tentunya titik-titik yang keren untuk berfoto.

Dari ujung selatan Denmark, kita berpindah ke ujung paling utara daratan utama Denmark, yaitu di Grenen yang dalam bahasa denmark memiliki arti cabang pohon. Terletak sekitar 3 km dari Skagen, kota paling utara di Semenanjung Jutland. Grenen merupakan titik pertemuan antara 2 laut, yaitu Skagerrak di sebelah barat yang merupakan bagian dari Laut Utara, dan Kattegat di sebelah timur yang merupakan bagian dari Laut Baltik. Pertemuan kedua laut ini membawa pasir yang terdeposisi membentuk suatu semenanjung kecil, yang selalu bergerak setiap tahunnya. Waktu terbaik untuk mengunjungi Grenen adalah saat musim panas, dengan adanya kemungkinan kita dapat melihat batas antara kedua laut yang bertemu, ditandai dengan perbedaan warna kedua laut. Selain itu, Grenen juga sering dikunjungi berbagai satwa yang menarik, seperti anjing laut, lumba-lumba, dan burung-burung endemik wilayah Skandinavia.

Tidak jauh dari Skagen, terdapat Råbjerg Mile, yang merupakan lahan gumuk pasir, kira-kira seperti Parangkusumo di Indonesia. Uniknya, Råbjerg Mile selalu berpindah lokasi setiap tahunnya, dengan perpindahan rata-rata 15 meter ke arah timur laut. Diperkirakan dalam waktu satu abad, Råbjerg Mile akan mencapai pusat kota Skagen dan menutupi kota tersebut. Tempat ini sangat indah, kita akan seperti berada di tengah gurun pasir sekalipun udaranya cukup dingin. 

Lokasi lain yang cukup terkenal di Denmark adalah Legoland Billund. Legoland ini merupakan Legoland pertama yang dibangun di dunia dan berada di sebelah pabrik pertama LEGO. Di Legoland Billund, terdapat banyak sekali minatur-miniatur lokasi terkenal Denmark maupun dunia. Tidak hanya itu saja, tetapi juga terdapat beberapa wahana permainan yang seru untuk dimainkan, terutama jika kita berkunjung bersama keluarga. Lokasinya sangat strategis, hanya beberapa menit saja dari Bandara Billund yang merupakan bandara tersibuk kedua di Denmark.

Bagi penggemar wisata arsitektur, tidak akan lengkap mengunjungi Denmark apabila tidak mendatangi Kota Aarhus. Aarhus adalah kota kedua terbesar di Denmark, dengan 13% dari seluruh populasinya yang berjumlah 315.000 orang berupa pelajar, yang menjadikannya sebagai kota dengan rata-rata usia termuda di Denmark. Meskipun demikian, menurut sejarahnya Aarhus adalah salah satu kota tertua di wilayah Skandinavia dan merupakan salah satu kota pelabuhan kaum Viking. Maka dari itu, jika kita berkeliling Aarhus kita akan disuguhi pemandangan bangunan-bangunan klasik yang diselingi gedung-gedung bernuansa modern. Salah satu ikon utama Aarhus adalah Museum ARoS, sebuah museum seni modern yang terkenal dengan instalasi permanen ”Your Rainbow Panorama” karya Olafur Eliasson. Instalasi ini berupa lorong melingkar sepanjang 150 meter yang dilingkari kaca dengan menampilkan seluruh warna dalam spektrum cahaya. Bukti lain inovasi arsitektur di Aarhus adalah kawasan Isbjerget di Aarhus Ø, yang merupakan kompleks apartemen yang didesain menyerupai gunung es.

Namun demikian, banyak juga kegiatan lain yang dapat dilakukan di Aarhus. Salah satunya mengunjungi Moesgaard Museum di selatan Aarhus. Moesgaard Museum adalah museum prasejarah dan arkeologi Denmark yang dilengkapi dengan berbagai sarana multimedia interaktif, yang membawa kita berjalan-jalan menelusuri sejarah Denmark dan Skandinavia tidak hanya melalui pandangan, tetapi juga indera-indera kita lainnya. Sungguh, butuh satu hari penuh untuk menikmati seluruh media dan pameran di Moesgaard Museum.

Sebagai pelajar di Denmark, masih banyak lagi atraksi yang belum saya kunjungi, seperti museum Hans Christian Andersen di Odense, mengambil tiram liar di pesisir Ribe di Jutland Barat, Kepulauan Faroe, dan masih banyak lainnya. Jadi, tunggu apa lagi? Masukkan Denmark dalam daftar wajib dikunjungi Anda selanjutnya jika mampir di Eropa!

Tulisan ini ditulis oleh Theodorus Felix D. Abik yang merupakan mahasiswa MSc in Molecular Nutrition and Food Technology – Aarhus University, Denmark

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner

Hiking Musim Dingin di Tanah Bohemia

Musim dingin memang menjadi salah satu kenikmatan ketika tinggal di negara empat musim. Melihat indahnya butiran salju turun menyentuh tanah adalah hal yang tidak bisa kita dapatkan di negara tropis. Meskipun, suhu dingin juga terkadang membuat kita malas melakukan aktivitas di luar. Tetapi, bagaimana jika ganjarannya adalah pemandangan alam yang luar biasa?

Saya dan empat orang teman memutuskan untuk menjelajahi Taman Nasional Bohemian Switzerlanddi akhir Januari lalu. Taman nasional ini terletak di bagian barat laut Republik Ceko. Taman ini adalah bagian dari Elbe Sandstone Mountains yang terbentang dari wilayah Saxon di Jerman hingga wilayah Bohemia di Republik Ceko. Karenanya, taman nasional di bagian negara Jerman dikenal dengan nama Taman Nasional Saxon Switzerland.

Untuk mengunjungi taman nasional tersebut, kami bertolak dari kota Děčín. Kota ini hanya berjarak 1,5 jam dari kota Praha jika ditempuh dengan kereta api. Harga tiketnya mulai dari 109 CZK (~4 EUR) untuk tiket dewasa atau 27 CZK (~1,20 EURO) untuk pelajar di bawah 25 tahun dan memiliki kartu ISIC. Tiket dapat dibeli melalui website České dráhy (https://www.cd.cz/) atau di stasiun.

Destinasi hiking kami di taman nasional tersebut adalah Pravčická brána (Gerbang Pravčická), sebuah formasi bebatuan melengkung berbentuk seperti gerbang. Tempat ini juga dikenal sebagai salah satu lokasi shooting film The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch, and the Wardrobe.  Tentu saja banyak destinasi lain yang bisa dikunjungi di taman nasional ini, seperti Labirin Batu Tisá dan Jurang Edmund. Tetapi beberapa tempat hanya dapat diakses pada bulan April-Oktober.

Sebelum berangkat, kami menanyakan informasi mengenai bus menuju destinasi kami di Pusat Informasi Děčín. Kami diberitahu bahwa halte destinasi kami ialah Hřensko,Pravčická brána dan kami bisa ke sana dengan bus 434. Kami juga diberitahu kalau halte bus terdekat dari lokasi kami saat itu adalah Masarykovo náměstí, lalu di mana kami harus menunggu bus, jam keberangkatan bus selanjutnya (pukul 13.15) dan jam keberangkatan bus dari Pravčická brána menuju Děčín (pukul 17.05 dan 19.05). Salah satu kekurangan berkunjung di saat musim dingin ialah jadwal bus yang lebih sedikit, yaitu hanya sekali dalam dua jam.

Kami sempat berbincang sejenak dengan wanita yang bertugas di pusat informasi tersebut karena dia sangat senang mengetahui bahwa kami berasal dari Indonesia. Dia bilang bahwa belum pernah ada turis Indonesia yang berkunjung ke kota tersebut. Ternyata dia pernah melihat penampilan angklung dan sangat terpukau dengan alat musik tradisional kita itu. Sebagai kenang-kenangan kami pun berfoto bersama dan bertukar kontak. Dia juga memberi kami suvenir dari Děčín. Sayangnya kami hanya punya kopi jahe sachet dari Indonesia yang bisa kami berikan kepadanya. Tips untuk traveling selanjutnya, selalu bawa sesuatu yang bisa dijadikan suvenir dari Indonesia, entah itu kartu pos, uang koin, gantungan kunci, dan sebagainya.

Kami masih punya waktu 45 menit dan kami memutuskan untuk mengunjungi Kastil Děčín (Zámek Děčín) sejenak. Lokasi kastil ini berada di atas bukit, sehingga kita bisa melihat kota Děčín dari atas. Meskipun menurut saya kastil ini lebih cantik jika dilihat dari jauh, dari seberang sungai Lebe atau Via Ferrata.

Lima menit sebelum bus datang kami telah tiba di halte yang berada di pusat informasi halte. Merasa ganjil karena jalur yang tertulis di papan jadwal bus justru menuju arah yang berlawanan, kami pun menunggu di halte seberang. Papan jadwal bus di sini menunjukkan jalur yang benar. Tetapi bus yang kami tumpangi yaitu bus 434 tak kunjung datang pada pukul 13.15 sehingga kami pun menunggu hingga 20 menit kemudian. Pada akhirnya, kami memutuskan untuk bertolak dari stasiun utama karena salah satu teman kami sudah pernah mengunjungi destinasi yang akan kami kunjungi tersebut dari stasiun utama. Untuk menuju ke stasiun utama, kami harus naik bus lagi selama 10 menit.

Karena bus selanjutnya masih 1,5 jam lagi, kami menyempatkan lagi berjalan-jalan di kota tersebut untuk menghibur diri menghilangkan rasa bosan menunggu di halte karena hal yang berjalan tidak sesuai rencana. Kami sempat melewati museum daerah (Oblastní muzeum) dan sinagoga. Pukul 3 sore kami menaiki bus yang kami tumpangi menuju Hřensko. Tiket bisa dibeli dari supir seharga 25 CZK (~1 EUR) per orang. Bus ini melewati halte tempat kami menunggu sebelumnya dan kami akhirnya mengetahui bahwa kami menunggu di halte yang berseberangan. Pantas kami tidak melihat bus yang kami harapkan tersebut.

Perjalanan menuju tempat destinasi hanya memakan waktu sekitar setengah jam. Kami tiba pada pukul 15.40, waktu yang sebenarnya sangat terlambat untuk mulai mendaki. Pada hari itu matahari tenggelam pukul 16.50. Bus pulang pada pukul 5 sore tidak mungkin terkejar. Jadi kami pun mengusahakan agar sudah tiba di bawah lagi sebelum benar-benar gelap.

Rute menuju Pravčická brána termasuk rute yang ringan dan sangat aman untuk pemula. Jalannya adalah bebatuan yang ukurannya tidak teratur, sehingga sangat disarankan menggunakan sepatu yang sesuai. Di musim dingin ini, jalan tersebut ditutupi lapisan salju. Beberapa bagian jalan bahkan sudah menjadi es yang agak licin, sehingga kami harus berhati-hati agar tidak terpeleset. Setengah perjalanan pertama kami menelusuri hutan dan jalannya tidak terlalu curam. Kemudian rute pun berbelok ke arah yang jalan lebih terjal dan lebih sempit, serta terdapat dinding bebatuan yang besar sehingga sesekali kami harus menundukkan kepala. Berjalan dalam suatu kelompok memudahkan pendakian karena kita bisa saling tolong-menolong jika ada jalur yang sulit dilewati.

Saat perjalanan ke puncak, kami berpapasan dengan pendaki lain yang sudah turun karena hari sudah beranjak gelap. Tak heran ketika kami tiba di puncak, kami adalah satu-satunya yang masih berada disana. Kami berfoto-foto sebentar, menikmati pemandangan matahari yang perlahan tenggelam, dan tentu saja mengagumi formasi batu unik yang menjadi destinasi kami. Dan yang terpenting dari perjalanan alam adalah memanjatkan puji kepada Yang Menciptakannya, bersyukur kita dapat diberikan kesempatan menikmati keindahan alam tersebut dan keselamatan dalam perjalanan. Setelah cukup puas, kami pun berjalan kembali menyusuri jalur yang tadi kami lewati dan berhasil tiba di bawah sebelum langit gelap total sekitar pukul 17.30.

Lagi-lagi kami harus menunggu bus selama 1,5 jam. Bedanya kali ini kami menunggu dalam kegelapan dan udara yang dingin di sebuah pondok kecil di pinggir jalan. Sesekali ada mobil yang melewati jalan besar di hadapan kami sehingga ada sedikit perasaan lega bahwa kami tidak benar-benar di daerah terisolasi. Kami pun menghabiskan waktu dengan bercerita sambil menghabiskan perbekalan. Sesekali kami menggerakkan tubuh agar tetap merasa hangat sampai akhirnya bus yang kami nanti tiba. Supirnya adalah supir bus yang juga membawa kami dari Děčín. Karena sangat senang akhirnya bisa pulang dan tidak lagi kedinginan, kami mengekspresikan rasa terima kasih kami dengan sedikit berlebihan kepada Pak Supir. Mungkin merasa lucu melihat ulah kami, dia hanya menyuruh kami membayar 50 CZK untuk tiket bus pulang.  Lagi-lagi kami bertemu warga Ceko yang baik hati.

Penulis adalah Meisyarah Dwiastuti, tukang coding yang sedang mengambil program European Master in Language and Communication Technologies. Sekarang sibuk mengerjakan tesisnya di Charles University, Praha, Republik Ceko. Anggota PPI Ceko.

Categories
Travel & Kuliner

Jalan-Jalan Hemat dan Sehat di Brisbane

City Hall Brisbane

Ketika mendengar kata Australia, kota apakah yang ingin kalian kunjungi? Sebagian besar mungkin akan menjawab Sydney atau Melbourne. Selain dua kota besar tersebut, Australia juga memiliki kota terbesar ketiga, Brisbane, yang terletak di daerah tenggara negara bagian Queensland. Brisbane memiliki banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi, mulai dari wisata alam, galeri seni, hingga museum dan koala sanctuary. Selain itu, Brisbane memiliki sistem transportasi umum yang lengkap dan nyaman mulai dari bus, kereta, hingga kapal feri.

Seandainya nanti kalian mengunjungi Brisbane, siapkan waktu lebih dari sehari untuk menjelajahi sekitaran pusat kota karena terdapat banyak tempat menarik dan instagramable yang sayang untuk dilewatkan. Salah satu ikon dari Brisbane adalah city hall-nya, di mana kita dapat melihat interior city hall yang indah sekaligus mengikuti Clock Tower tour selama 15 menit. Jangan lewatkan juga berbagai workshops dan exhibitions di Museum of Brisbane yang terletak di dalam city hall tersebut. Kalian dapat mengikuti Clock Tower tour dan memasuki Museum of Brisbane tanpa dipungut biaya.

Tidak jauh dari Brisbane City Hall, ada South Bank Parkland yang merupakan tempat favorit warga Brisbane untuk bersantai di tepian Brisbane River. Di sepanjang South Bank, kalian akan menemukan banyak spot menarik seperti Nepal Peace Pagoda dan South Bank Arbour. Kalian juga dapat menikmati pemandangan indah South Bank dengan menaiki Wheel of Brisbane yang dibuka mulai jam 10 pagi atau menyusuri Brisbane River dengan menaiki CityHopper (kapal feri gratis) yang beroperasi mulai jam 6 pagi. Belum cukup? Tenang. South Bank Parklands juga dilengkapi dengan Streets Beach, yang merupakan satu-satunya artificial beach dalam kota yang ada di Australia. South Bank juga menjadi tempat berbagai event spesial seperti Brisbane Riverfire dan perayaan tahun baru.

Enoggera Dam

Selain menjadi tempat tujuan bersantai di tepian Brisbane River, South Bank menjadi destinasi wajib bagi para penikmat seni dan koleksi budaya. Kalian dapat memulai perjalanan dari Queensland Museum yang menyimpan berbagai koleksi sejarah dan budaya, terutama dari suku Aborigin dan penduduk asli Torres Strait Islands. Setelah itu, lanjutkan perjalanan ke QAGOMA (Queensland Art Gallery and Gallery of Modern Art), yang merupakan galeri seni modern dan kontemporer terbesar di Australia. Tidak hanya koleksi seni dari Australia, QAGOMA juga memiliki banyak koleksi dari Asia, Kepulauan Pasifik, dan berbagai negara lainnya. Yang penting lagi adalah ribuan koleksi QAGOMA ini dapat dinikmati secara gratis setiap hari mulai jam 10 pagi hingga jam 5 sore. Di dekat QAGOMA dan Queensland Museum ini, kalian juga akan menemukan Queensland Performing Arts Centre (QPAC) dan State Library of Queensland (SLQ).

Mount Coot-tha

Setelah puas mengelilingipusat kota Brisbane, kalian dapat berpiknik di Roma Street Parkland atau City Botanic Gardens yang hanya berjarak sekitar 1 km dari Brisbane City Hall dan 450 m dari kampus Queensland University of Technology. Brisbane juga memiliki satu kebun raya lainnya, yaitu Mount Coot-tha Botanic Gardens, yang lokasinya sekitar 6 km dari kampus University of Queensland. Di tempat ini, selain melihat berbagai jenis tanaman tropis dan subtropis, kalian juga dapat mengunjungi Sir Thomas Brisbane Planetarium. Tetapi sangat disarankan untuk melakukan reservasi karena planetarium ini seringkali ramai pengunjung terutama saat liburan sekolah. Bila kalian sudah sampai di Mount Coot-tha, spot wajib lainnya yang harus dikunjungi adalah Mount Coot-tha Lookout. Dari lookout ini, kalian dapat melihat pemandangan kota Brisbane hingga ke Moreton Bay. Bus nomor 471 akan mengantarkan kalian kembali ke pusat kota setelah selesai menjelajahi Mount Coot-tha, namun kalian juga dapat menggunakan taksi atau mobil pribadi.

Bila kalian ingin menikmati pemandangan sambil berolahraga, tidak ada salahnya mencoba tiga aktivitas ini. Pertama, bersepeda menuju Kangaroo Point. Rute bersepeda dapat dimulai dari Dockside Ferry Terminal dan kalian akan menyaksikan Story Bridge, salah satu jembatan iconic di Brisbane yang menghubungkan suburb di bagian utara dan selatan. Sesampainya di Kangaroo Point, kalian dapat bersantai sambil menunggu sunset yang indah di tepi Brisbane River. Kangaroo Point Cliffs juga menjadi tempat climbing favorit bagi warga Brisbane karena letaknya yang tidak jauh dari pusat kota. Namun bila kalian ingin sedikit menjauh dari kota, tidak ada salahnya mencoba olahraga yang ketiga: kayaking. Salah satu suburb di Brisbane, Enoggera, menjadi tempat kayaking yang sayang untuk dilewatkan. Enoggera Reservoir sebenarnya adalah dam yang sudah berfungsi sejak tahun 1866, namun tempat ini juga memiliki pemandangan yang sangat indah. Selain untuk kayaking, tempat ini juga menjadi favorit keluarga dan anak-anak untuk berenang atau sekedar piknik di akhir pekan.

Pemandangan dari Mount Coot-tha lookout

Terakhir, saatnya kalian bertemu dengan hewan asli Australia di Lone Pine Koala Sanctuary: koala dan kanguru. Berjarak sekitar 12 km dari pusat kota, Lone Pine Koala Sanctuary memberikan kesempatan pada pengunjung untuk berfoto bersama koala dan memberi makan kanguru secara langsung. Di koala sanctuary tertua dan terbesar di Australia ini, kalian juga dapat menemukan hewan asli Australia lainnya seperti wombat, platypus, dan Tasmanian devil. Harga tiket untuk orang dewasa adalah $38 atau $24 untuk mahasiswa, tetapi kalian akan mendapatkan diskon 10% bila membeli tiket secara online.

Cukup lengkap dan menarik bukan tempat travelling-nya? So, prepare yourself and see ya in Brissie!

Ditulis oleh : Hesti R.B. Arini, PPI Australia, The University of Queensland, Master of Public Health (@hesti.arini.31)

Categories
Travel & Kuliner

Oodi Library Helsinki: Saat Perpustakaan Tak Hanya Untuk Meminjam Buku

Gedung Oodi Library Helsinki, Finlandia

Finlandia tercatat sebagai salah satu negara yang menjadikan kegiatan membaca sebagai gaya hidup. Dengan jumlah penduduk lima juta jiwa, terdapat 738 perpustakaan yang terbagi menjadi perpustakaan umum (public library) dan perpustakaan universitas (university library) di seluruh Finlandia. Data ini belum termasuk 140 perpustakaan keliling yang melayani pembaca secara yang menjangkau kota-kota yang lebih kecil. Pada tahun 2017 tercatat 49.369.464 jumlah kunjungan ke perpustakaan dan angka total peminjaman sebesar 67.944.365, sementara total unduhan buku elektronik sebanyak 44.313.  Kecintaan masyarakat Finlandia terhadap buku didukung dengan sejumlah fasilitas dari pemerintah. Perpustakaan Oodi atau Helsingin Keskustakirjasto Oodi merupakan perpustakaan terbaru yang dimiliki Finlandia dan berada di pusat ibukota Helsinki. Perpustakaan keren ini baru dibuka tanggal 5 Desember 2018, bertepatan dengan hari kemerdekaan Finlandia.


Desain lantai kayu dan atap melengkung yang cantik

Berbeda dengan kebanyakan perpustakaan di Eropa yang menyajikan gaya bangunan Eropa masa lampau, bangunan Oodi library Helsinki bergaya futuristik yang menawan. Gaya urban futuristik dipilih untuk menyesuaikan dengan kehutuhan dan trend masyarakat kota Helsinki yang selalu tumbuh dan dinamis. Konsep desain pada bangunan-bangunan di Finlandia selalu mendapat perhatian khusus. Tidak mengherankan karena Finlandia cukup terkenal dengan sekolah-sekolah desain yang baik. Tidak hanya bagian luar gedung yang tampak menawan, interior di dalam ruangan pun terlihat cantik dengan perpaduan unsur kayu dan dinding kaca.

 Oodi Library Helsinki memiliki konsep perpustakaan terpadu, bukan hanya untuk meminjam buku. Perpustakaan ini memiliki tiga lantai dengan aktivitas menarik di setiap bagiannya. Memasuki pintu utama perpustakaan, pengunjung akan menjumpai deretan meja informasi, dan aula serbaguna yang kerap digunakan untuk seminar atau pertunjukan seni. Terdapat juga cinema (bioskop terbatas) untuk pemutaran film-film dokumenter, area khusus pendidkan anak usia dini, serta restoran dan kafetaria di lantai yang sama.

Beranjak ke lantai dua melalui tangga melingkar yang unik, pengunjung dihantarkan pada interaction area atau area untuk berinteraksi. Lantai dua pada perpustakaan ini memang dikhususkan sebagai arena interaksi, workshop dan pembelajaran. Jangan membayangkan suasana sepi dan sunyi di bagian ini , karena setiap harinya selalu ada kegiatan workshop menaik yang bisa diikuti oleh pengunjung. Beberapa workshop yang ditawarkan adalah pembuatan aplikasi games, printing dan sablon untuk karya seni, merangkai bunga, fotografi  hingga pelatihan penulisan kreatif (creative writing).   Jenuh dengan kegiatan kuliah selama atau tugas kantor? Pengunjung dapat meminjam studio musik atau menikmati bermain games pada sebuah ruaangan yang memang dikhususkan bagi para pecandu game.  Untuk mengerjakan tugas kuliah, diskusi kelompok atau sekedar bertemu dengan teman dapat dilakukan ditempat bagian ini. Lupa membawa laptop pribadi tidak menjadi masalah karena disediakan puluhan computer yang dapat digunakan secara bebas dengan koneksi internet yang sangat cepat.

Fasilitas komputer dan ruang interaksi di lantai dua.
Suasana perpustakan di lantai tiga.

Jika mengunjungi perpustakaan adalah pencarian akan literasi dan keinginan untuk membaca buku, maka lantai tiga dari Oodi Library Helsinki memberikan jawaban yang memuaskan. Dengan koleksi lebih dari 100.000 buku dari berbagai Bahasa, bagian ini juga menyediakan ruang baca yang tenang dan mengesankan.  Koleksi buku yang ada termasuk buku anak-anak pada bagian sudut ruangan.  Kursi-kursi baca disusun secara menarik menghadap diding kaca sehingga pengunjung disuguhi oleh pemandangan pusat kota Helsinki. Di lantai tiga ini pengunjung juga bias memesan kopi atau kue-kue sebagai teman membaca buku dari kafe mungil di sudut ruangan.

Pada akhir pekan, kegiatan mengunjungi perpustakaan tidak hanya dimonopoli orang dewasa, anak-anak juga sangat banyak dijumpai di area baca atau di ruang interaksi. Memperkenalkan anak-anak pada dunia buku sejak usia yang sangat dini tampakanya telah menjadi budaya pada masyarakat Finlandia. Anak-anak telah dilatih tata cara meminjam dan mengembalikan buku di perpustakaan secara mandiri, sehingga di salah satu bagian perpustakaan juga terdapat petugas khusus yang melayani peminjaman atau pengembalian buku anak-anak.  Selain ramah anak, Oodi Library Helsinki juga dilengkapi dengan fasilitas untuk para penyandang disabilitas.

Desain diding kaca untuk menikmati pemandangan di luar gedung

Untuk meminjam buku di Oodi Helsinki Library tidaklah sulit. Pengunjung dapat membuat kartu Helsinki Metropolitan Area Libraries (HelMet) yang dapat digunakan di semua perpustakaan di Helsinki. Jadi, jika anda berkesempatan mengunjungi kota Helsinki ada baiknya menyempatkan diri sejenak mengunjungi perpustakaan menarik ini. Lokasinya juga tidak jauh dari stasiun dan terminal bus pusat kota Helsinki. Jangan lupa, beberapa sudutnya sangat cocok untuk melakukan…. ehm… selfie!

Margaretta Christita/ PPI Finlandia

Categories
Travel & Kuliner

Short Escape ke Belanda Utara : Marken dan Broek in Waterland

Belanda merupakan salah satu negara yang menyandang predikat The Most Livable Country di dunia. Bukan hanya lingkungan kerja dan pendidikannya yang diakui bagus di tingkat global, destinasi wisata untuk para wisatawannya pun patut diacungi jempol. Amsterdam, Volendam, Utrecht, Den Haag, dan Rotterdam merupakan beberapa kota yang kerap dikunjungi oleh turis. Kota yang tertata rapi, bangunan arsitektur yang khas, dan sistem transportasi yang terintegrasi baik menawarkan kenyamanan bagi para turis untuk berkunjung ke berbagai lokasi yang tersebar di berbagai penjuru negeri ini.

Sebagai mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Belanda, tourist destination di beberapa kota di atas mungkin sudah menjadi hal yang biasa, atau bahkan membosankan pada beberapa momen tertentu. Tugas-tugas perkuliahan yang menumpuk serta kejenuhan yang kerap melanda terhadap lingkungan sekitar membuat mahasiswa seperti saya memutuskan untuk melakukan short escape. Tujuannya, tentu tempat yang tenang dan nyaman. Saya pun mulai mencari berbagai pilihan lokasi yang bisa saya datangi. Dari pencarian tersebut, saya kemudian menyadari bahwa Belanda memiliki tempat-tempat non-mainstream lainnya yang juga layak dikunjungi. Kerapihan dan keindahan tata kota yang dimiliki oleh negeri kincir angin ini tidak hanya terdapat di kota-kota besar yang telah saya sebutkan diatas, tetapi juga nampak di berbagai kota-kota kecil yang mungkin masih jarang kita dengar namanya.

Sebut saja Marken dan Broek. Terletak di Waterland, kedua kota kecil tersebut menawarkan suasana yang tidak kalah menarik dengan kota-kota besar lainnya. Terletak di wilayah Noord Holland atau Belanda Utara, kedua tempat tersebut menawarkan pemandangan laut dan rumah – rumah Belanda yang asri dan nyaman untuk ditinggali.

Broek in Waterland merupakan kota kecil yang terletak di Provinsi Noord Holland. Untuk menuju ke tempat ini, saya menaiki bis 316 ke arah Volendam-Edam dan turun di Halte Broek in Waterland. Perjalanan menuju sana menghabiskan waktu sekitar dua puluh menit. Cuaca hari itu sedang cerah, sehingga pemandangan sekitar cukup menyenangkan untuk melepas penat. Begitu sampai di halte bis Broek, saya memilih untuk berjalan ke daerah permukiman penduduk. Sebelum menemukan deretan rumah khas Belanda yang cantik, saya melewati danau yang luas. Perahu – perahu kecil milik warga setempat terlihat terparkir di pinggir danau.

Dengan jumlah penduduk sekitar 2.300 orang, Broek tergolong kota yang sepi. Sepanjang perjalanan saya mengitari kota tersebut, hanya segelintir orang yang sedang beraktivitas di luar rumah. Salah satunya adalah merawat hewan ternak di pekarangan rumah. Dengan begitu sudah lengkap sudah keindahan alam yang tercipta di kota kecil ini. Rumput yang hijau, sungai yang mengalir, udara sejuk dengan kicauan dan suara-suara hewan ternak yang memenuhi kota kecil ini.

Setelah puas berada di Broek, saya melanjutkan perjalanan ke Marken. Marken merupakan pulau kecil yang berada di timur laut Amsterdam. Untuk menuju kesana, saya menggunakan bis nomor 315 ke arah Marken Monnickendam yang berangkat dari Halte Broek in Waterland. Perjalanannya menghabiskan waktu kira – kira dua puluh menit. Bis 315 melewati highway yang dibangun di atas air laut, sehingga pemandangan sepanjang perjalanan pun tentunya tidak membosankan. Jernihnya air laut yang di padupadan kan dengan pantulan sinar matahari pagi menawarkan kesegaran pada pandangan mata kita sembari menemani telusur perjalanan sampai ke tempat tersebut. Setibanya di Marken, terdapat beberapa restoran yang berjejer di pinggir laut. Kebanyakan dari mereka menawarkan fish and chips sebagai menu andalannya. Saya memilih satu tempat makan dan duduk di luar restoran sembari menikmati pemandangan sunset yang terhampar di depan saya kala itu.

Marken dan Broek in Waterland tidak mempunyai banyak atraksi turis yang cukup menarik. Namun, tentu saja, Marken dan Broek in Waterland merupakan tujuan yang tepat jika teman – teman ingin mencari ketenangan di tengah hectic nya situasi perkuliahan atau pekerjaan. Dengan suasana alam yang begitu hijau asri dan kualitas udara yang bersih serta lingkungan yang tergolong tidak terlalu ramai, tempat ini cocok sebagai tempat untuk bersantai sembari menikmati ciptaan Tuhan yang terhampar di depan mata.

Perjalanan short escape kali itu benar – benar menyegarkan pikiran saya kembali. Countryside Belanda yang begitu asri dan nyaman sangat layak untuk dikunjungi. Semoga artikel ini membantu kalian yang sedang stress ujian. Selamat musim ujian untuk semua. Bedankt en Tot Ziens!

Tulisan ini ditulis oleh Bianda Nurasyah, PPI Belanda, Exchange Student School of Business and Economics, VU Amsterdam 2018

PPI Belanda, Exchange Student School of Business and Economics, VU Amsterdam 2018

Categories
Berita Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Jalan-jalan ke Mutiara Terpendam di Italia, Porto Venere

Apakah kalian berencana untuk mengunjungi Italia? Kebanyakan dari pelancong yang berniat untuk mengunjungi Italia akan menyusun rencana untuk mengunjungi kota-kota mainstream seperti Roma, Venice, dan Florence. Kota-kota tersebut memang diakui cantik, tetapi jumlah turis yang datang ke tempat tersebut juga sangat membludak sehingga membuat kamu terkadang tidak bisa menikmati suasana kota dengan nyaman. Karenanya, perlu bagi para pelancong untuk menambahkan satu tempat lagi dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi di Italia, dengan kecantikan yang tidak kalah dengan tempat-tempat lainnya namun masih belum terdeteksi radar jutaan turis lainnya. Sehingga, di tempat ini kamu dapat lebih leluasa untuk mengambil foto dan mengagumi keindahan alam Italia tanpa terganggu dengan keramaian pengunjung yang memusingkan. Ya, tempat ini bernama Porto Venere.

Pemandangan Kota Porto Venere (dok. pribadi)

Porto Venere adalah kota yang terletak di pantai Liguria Italia di provinsi La Spezia. Tempat ini dikenal sebagai “Gulf of Poets” yang artinya Teluk Penyair karena banyak penyair, penulis, dan seniman terkenal yang mencari inspirasi di tempat ini dan menghabiskan hari-hari mereka di desa-desa dan pulau-pulau di sekitar teluk. Di dalam Porto Venere  sendiri terdapat beberapa situs yang wajib untuk dikunjungi seperti Doria Castle yang menakjubkan, Grotto Byron, dan Chiesa di San Pietro. Keistimewaan lain dari tempat ini yang tidak boleh dilewatkan adalah status UNESCO World Heritage Site yang ditetapkan pada  Porto Venere dan desa-desa Cinque Terre saat tahun 1997.

Untuk menuju Porto Venere, perjalanan akan dimulai dari kota La Spezia. Di antara semua jenis transportasi, bus 11/P adalah pilihan termurah untuk sampai ke tujuan. Biaya satu tiket hanya sebesar 2.5 euro untuk waktu tempuh 30 menit dan kita akan turun di halte terakhir dari rute bis ini. Tiket tersebut dapat dibeli di Tabaccheria. Sesampainya di Porto Venere, kamu akan langsung disuguhi pemandangan Pelabuhan Porto Venere yang menawan. Pelabuhan ini dikelilingi oleh dinding bangunan penuh warna. Sejak saat pertama tiba, kamu akan langsung jatuh cinta dengan desa nelayan tua ini. Pelabuhan kecil ini memiliki lokasi yang indah karena menghadap ke Pulau Palmaria di dekatnya. Kalian dapat duduk bersantai di bangku-bangku yang disiapkan untuk melihat laut yang begitu biru dan burung-burung camar beterbangan.

Salah satu sudut kecantikan di Porto Venere (dok. pribadi)

Memasuki saat makan siang, kamu bisa menemukan berbagai restoran atau café yang terletak di kota tua Porto Venere. Pusat kota tersebut tersembunyi di balik bangunan yang kalian lihat dari pelabuhan. Kalian dapat memasuki kota abad pertengahan melalui Porta del Borgo atau gerbang kota Porto Venere. Begitu masuk, kalian akan menemukan labirin jalan-jalan sempit, tangga dan lorong-lorong kecil yang cantik. Luangkan waktu sejenak untuk menjelajahi kota tua tersebut sebelum waktu makan siang kalian.

Perjalanan di tempat ini dapat dilanjutkan dengan mengunjungi Doria Castle, yang merupakan destinasi wajib dari tempat ini. Kastil ini terletak tinggi di atas bukit dan menghadap Bay of Poets di satu sisi dan Laut Liguria di sisi lainnya. Benteng militar ini berasal dari abad 12-14 dan berdiri sebagai contoh luar biasa dari arsitektur militer Genoa. Untuk mencapai kastil ini deiperlukan pendakian yang cukup curam, namun kecantikan yang ditawarkan tempat ini akan sepadan dengan usaha yang dikeluarkan di awal. Pemandangannya sangat fenomenal dan biaya masuknya relatif terjangkau, hanya sekitar €5. Kamu dapat mencapai puncak melalui teras samping yang menghadap ke laut yang membentang dari barat daya ke barat laut. Tepat di sebelah kastil ini, kamu juga dapat menemukan Gereja San Lorenzo dimana setiap bulan Agustus terdapat prosesi White Madonna. Prosesi ini dirayakan karena kisahnya yang dikenal sebagai santo pelindung Porto Venere.

Keindahan laut yang mengelilingi Porto Venere (dok. pribadi)

Setelah puas dengan Doria Castle, kita dapat lanjut berjalan menuju Chiesa di San Pietro. Sebelum sampai di tempat tujuan akhir, jalan setapak ini juga akan membawa kamu ke tepi teluk yang berbatu bernama Grotto Byron. Nama ini diambil dari seorang penyair Inggris Lord Byron berenang menyeberangi teluk Portovenere untuk mengunjungi rekannya sesama orang Inggris, Shelley, yang tinggal di desa San Terenzo.

Pada sore hari, tempat terbaik untuk menghabiskan waktu untuk melihat matahari terbenam adalah Chiesa di San Pietro.Tempat ini adalah sebuah gereja yang berdiri di atas batu yang dikelilingi oleh air biru dari tiga sisi.Eksteriornya yang menyerupai benteng menawarkan keindahan yang luar biasa. Tetapi, pastikan juga untuk melihat ke dalam karena interiornya yang sederhana mampu menghadirkan suasana abad pertengahan yang sangat istimewa.

Senja di Porto Venere (dok. pribadi)

Tips terakhir untuk kalian yang ingin ke sini adalah jangan lupa untuk membeli tiket bus pulang ke La Spezia dan sebaiknya jangan terlalu malam saat memutuskan untuk kembali pulang. Hal ini perlu diingat untuk menghindari tidak adanya transportasi untuk kembali. Semoga artikel jalan-jalan ini berguna untuk kalian semua. Selamat Natal dan Tahun Baru ya. Ciao!

Tulisan ini ditulis oleh David Andiwijaya, PPI Italia, Politecnico Di Milano, Management Engineering 2018 (@david_andiwjy)

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Menikmati Indahnya Kota Angin di Tanah Api, Azerbaijan

Berkunjung ke Azerbaijan, tidak lengkap rasanya kalau kita tidak mendatangai ibukota negara ini, Baku. Nama Baku sendiri diambil dari bahasa Persia kuno yang berarti “deburan angin”. Tidak salah memang, karena angin kencang selalu berhembus mengenai kota ini. Kota seluas 2.130 km persegi yang mempunyai jumlah penduduk sebanyak 2.5 juta ini juga dikenal akan peninggalan sejarah dan peradaban manusianya serta bangunan-bangunan yang serba modern, bahkan lebih modern dari negara-negara dikawasan Kaukasus dan Laut Kaspia lainnya.

Salah satu ikon kota Baku yang cukup menarik perhatian wisatawan adalah Flame Towers. Flame Towers adalah gedung tertinggi di Baku, berbentuk api sebagai simbol negara Azerbaijan yang juga berasal dari histori yang panjang dari kaum Majusi atau Zoroastrianism, sang pemuja api. Azerbaijan dianggap sebagai tempat lahir seorang nabi kaum Majusi yang bernama Zoroaster. Bahkan, kuil Majusi bernama Ateşgah Temple juga terletak di Baku dan hingga kini difungsikan sebagai museum. Ketika malam hari, Flame Towers akan terlihat menonjol dengan lampu LED yang terpasang di seluruh permukaan gedung dan akan menampilkan berbagai gambar yang bergerak layaknya sebuah video raksasa ketika dilihat dari jauh. Ikon lain kota Baku adalah Heydar Aliyev Centre. Tempat ini merupakan gedung pameran yang juga merangkap sebagai museum dan aula pertemuan yang biasa digunakan untuk acara berskala international. Keunikan gedung ini adalah bentuknya yang tidak bersudut, dimana hal ini terinspirasi dari tanda tangan presiden pertama Azerbaijan, Heydar Aliyev. Gedung ini dirancang oleh seorang arsitek ternama dunia, Zaha Hadid. Dibangun pada tahun 2007 lalu, bangunan ini teah memenangkan penghargaan design museum terbaik dunia pada tahun 2014 dan Zaha Hadid menjadi arsitek wanita pertama yang memenangkan penghargaan tersebut.

Tempat lain yang harus dikunjungi di kota Baku adalah Old City (İçəri Şeher). Old City merupakan inti sejarah yang ada di kota Baku dan dibangun pada sekitar abad ke-11 atau 12. Pada tahun 2000, situs ini dinobatkan oleh UNESCO sebagai World Heritage Site. Dengan komplek-kompleknya yang memiliki jalanan yang berbatu serta kondisi bangunan-bangunan tua yang masih kokoh dan cantik, di tempat ini kita dapat mengunjungi berbagai situs bersejarah seperti Maiden’s Tower, Castle Synyk Gala, Shirvanshah Palace, Caravan Saray, Juma Mosque dan masih banyak lagi. Menariknya, Old City sendiri terletak di tengah kota Baku, sehingga nampak seperti kota di dalam kota.

Tak jauh dari situs Old City, terdapat sebuah tempat layaknya alun-alun terbuka bernama Fountain Square. Tempat ini dipenuhi dengan pertokoan, butik, kedai shisa, berbagai restoran lokal dan mancanegara, hingga pub yang dibalut dengan bangunan-bangunan khas Eropa-Rusia. Berlantaikan keramik khas lokal di seluruh area tersebut, tempat ini biasa dijadikan lokasi pertemuan kasual bersama teman atau untuk menghabiskan waktu akhir pekan bersama. Dengan letaknya yang strategis di jantung kota Baku, tempat ini menjadi salah satu destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Azerbaijan. Kelebihan lainnya adalah tempatnya yang bersih serta suasana yang nyaman, sehingga pantas rasanya jika kawasan ini menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan.

Dari Fountain Square, kita bisa sedikit berjalan menyeberangi jalan utama dan akan berjumpa dengan salah satu taman terpanjang di Eropa, Park Boulevard. Tempat ini adalah salah satu taman nasional yang membentang di sepanjang laut kaspian di Baku yang berusia lebih dari 100 tahun. Disepanjang taman ini kita bisa menikmati indahnya Laut Kaspia sembari menikmati “çay”, teh khas Azerbaijan,  ditemani dengan beberapa manisan lokal seperti paxlava, halva, badambura, şəkərbura, dan lain sebagainya. Masyarakat lokal Azerbaijan biasanya menikmati segelas çay saat berkumpul bersama teman-teman dan kerabat dekat. Harga hidangan ini pun beragam. Untuk 1 teko çay yang bisa dinikmati untuk 3 4 orang seharga kisaran 3-8 manat dengan kurs Rp8.500 per manat. Relatif mahal namun sangat worth it untuk ditebus sembari menikmati indahnya pemandangan laut Kaspia. Tidak hanya itu, kita juga bisa menikmati pemandangan dari laut Kaspia dengan menaiki kapal yang mampu menampung kurang lebih 200 penumpang dengan membayar sekitar 3 manat untuk tempat duduk ekonomi dan 10 manat untuk kelas VIP yang terletak di bagian depan dan atas kapal.

Terkenal dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya, kota Baku sendiri mempunyai beberapa museum terkenal untuk dikunjungi seperti National Art Museum of Azerbaijan yang sudah berdiri sejak tahun 1936 dan memiliki 15 ribu karya seni bersejarah yang dapat kita nikmati. Terdapat juga National History Museum yang menampilkan sejarah sosial kehidupan masyarakat Azerbaijan sejak peradaban kuno hingga sekarang. Bangunan museum dibangun pada periode tahun 1893-1902 dengan gaya arsitektur bangunan renaisans Italia dan dirancang oleh arsitek Polandia, Josef Goslawski. Selain itu, ada juga museum karpet Azerbaijan yang berisikan berbagai koleksi karpet Azerbaijan dari masa ke masa dengan tekhnik tenun karpet yang berbeda-beda. Dan, yang paling terkenal adalah Museum of Miniature Books yang merupakan satu-satunya museum miniatur buku di dunia. Koleksi yang terdapat di museum ini dikumpulkan oleh Zarifa Salahova selama 30 Tahun. Koleksi miliknya tersebut  kurang lebih sekitar 6500 eksemplar miniatur buku dari 64 negara, termasuk berbagai buku karya tokoh besar dunia seperti Fyodor Destoyevski, Barto dan Gogol, Vagif dan masih banyak tokoh-tokoh bersejarah lainnya. Tiga buku terkecil di museum ini berukuran 2mm x 2mm yang tentunya hanya dapat dibaca menggunakan kaca pembesar. Menarik bukan?

Karena keindahan kota Baku yang juga memiliki 140 taman di seluruh penjuru kota ini, maka tak salah jika kota ini dijadikan sebagai salah satu sirkuit balap mobil F1 Grand Prix Eropa yang diselenggarakan setiap tahunnya hingga tahun 2020. Dan kabar baiknya, pada tahun 2019 ini, Baku Olimpic Stadium akan menjadi tuan rumah final pertandingan sepak bola Eropa, European League juga lho !

So, ayo datang ke Baku! Kami tunggu teman-teman semua! Поехали в Баку! Biz sizi gözləyirik

Tulisan ini ditulis oleh :

Alif Paramardhika Putera 

Mahasiswa Hubungan International , Khazar University, P3I Azerbaijan

IG: @alv.pp @pppi_azerbaijan

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Travel & Kuliner Wawasan Dunia

Strasbourg yang Memesona Selama 30 Hari

Kalian punya rencana berlibur ke Paris? Pasti di pikiran kalian berkunjung ke menara Eiffel bukan ? Ah, itu sih sudah biasa. Selain menara Eiffel yang sudah menjadi destinasi umum dari pelancong yang datang ke kota Paris, ada baiknya jika kamu mulai memikirkan destinasi lain yang tidak kalah unik seperti kota Strasbourg. Kota kecil ini menawarkan suasana yang tidak kalah asyik, khususnya pada bulan Desember seperti ini. Apa yang membuat kota ini wajib dikunjungi pada akhir tahun ini ya ?

Salah satu hal yang unik ada pada bulan Desember adalah Pasar Natal, atau dalam bahasa lokal disebut Marche de Noël, dimana hampir seluruh kota yang tersebar di negara Perancis mengadakannya. Salah satunya di Strasbourg dan event ini sudah dimulai semenjak tanggal 24 bulan November lalu hingga nanti menjelang natal, yaitu pada tanggal 24 Desember 2018.

Gerbang Masuk Kota Strasborg

Kota yang terletak di timur Perancis ini adalah salah satu tempat yang tepat untuk menikmati pasar natal yang disebut-sebut sebagai salah satu yang tertua  dan terbesar di seluruh penjuru Eropa. Pasar Natal di kota ini pertama kali digelar pada tahun 1570. Tidak heran, kota ini dijuluki sebagai Christmas Capital karena saking kentalnya suasana christmas eve di kota ini. Julukan ini semakin diperkuat dengan tulisan Capital de Noël, yang artinya pusat atau ibu kotanya natal, di pintu masuk kota ini.

Kota ini akan dikunjungi banyak pengunjung dari berbagai negara pada bulan Desember, yang tentu datang untuk menikmati suasana bulan Desember di kota kecil ini. Pasar Natalnya sendiri diadakan di alun-alun kota serta di berbagai lorong-lorong jalanan kota dengan ratusan kios yang berjajar. Ada banyak sekali pilihan toko yang mengundang pengunjung untuk masuk ke dalamnya. Banyak sekali hal yang bisa kamu temukan disini,  mulai dari aksesoris, makanan, minuman, pakaian, oleh-oleh, dan masih banyak lainnya. Warga lokal pun tidak kalah antusias menunggu event ini setiap tahunnya, dimana warga akan menghabiskan waktu untuk mengobrol satu sama lain sembari menikmati minuman lokal berupa anggur hangat yang dicampur dengan rempah-rempah. Kecantikan kota ini akan semakin semarak dengan berbagai hiasan lampu yang dipasang di berbagai sudut kota. Semarak lampu dan keramaian pengunjung tersebut akan semakin menambah kentalnya suasana natal di kota kecil yang cantik ini. Oh iya, jangan lupa untuk melihat kemegahan pohon natal raksasanya ya ! Dijamin, kalian tidak akan menyesal ketika datang kesini.

Suasana Pasar Natal

Kamu bisa mulai mengunjungi pasar natal ini pada pukul 11.00 hingga 20.00. Jangan lupa untuk menegenakan jaket tebal, thermal, gloves, syal, dan penutup kepala wol. Usahakan juga untuk mengenakan sepatu khusus musim dingin yang hangat dan nyaman. Namun, kamu bisa juga mengakali dengan mengenakan kaus kaki berlapis-lapis untuk menghadapi terpaan dinginnya hawa dingin bulan Desember. Kaki yang hangat juga merupakan salah satu modal utama untuk menikmati pasar natal ini dengan baik, karena suhu kota Strasbourg rata-rata akan berada di bawah nol derajat khususnya pada malam hari.

Beberapa tahun yang lalu,  memang sempat terjadi aksi terorisme di tempat ini dan ramai diberitakan oleh berbagai media lokal. Tapi, jangan takut ! Aksi terorisme tersebut telah ditangani oleh pihak berwajib dan hingga saat ini terdapat penjagaan yang lebih baik untuk menjaga keamanan kota ini. Marché de Noël juga mulai dibuka kembali sehari setelah kejadian terorisme tersebut dan justru semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan. Jadi, tunggu apa lagi ? Masih belum punya rencana liburan selama liburan natal ?  Yuk kemari berkunjung di Strasbourg, untuk menikmati pasar natalnya, arsitektur kota, serta kecantikan alam yang ditawarkan di dalamnya. Selamat berlibur!

Pohon Natal Raksasa yang Terletak di Alun-alun Kota

Tulisan ini ditulis oleh Arum Faizatul Umami

Mahasiswa Universitas Paris 13, Perancis

Page 1 of 6
1 2 3 6