Categories
Asia dan Oseania Berita Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Timur Tengah dan Afrika Upcoming Event

Open Recruitment Panitia Pemilihan Raya (Pemira) Koordinator PPI Dunia 2018

PPI Dunia membuka kesempatan bagi kamu yang ingin menambah pengalaman berorganisasi sebagai Panitia Pemilihan Raya (Pemira) Koordinator PPI Dunia 2018!

Posisi yang dibuka:
-Ketua Panitia
-Sekretaris dan Bendahara
-Tim Acara
-Tim Humas dan Publikasi
-Tim IT dan Design

Syarat Aplikasi:
1. Curriculum Vitae (untuk yang melamar sebagai Ketua Panitia atau Tim IT, silahkan lihat syarat lebih lanjut dalam poster di bawah ini)
2. Melampirkan surat rekomendasi yang ditandatangani ketua PPI Negara masing-masing.
3. Melampirkan tulisan (maks. 100 kata) mengenai motivasi ingin bergabung sebagai panitia PEMIRA.
4. Diprioritaskan bagi mereka yang dapat menghadiri SI Rusia.

CV dan dokumen pendukung dikirim ke email pemirappid@outlook.com (dengan subject posisi yang ingin dilamar) paling lambat tanggal 04 Mei 2018 pukul 23.59 WIB.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi email pemirappid@outlook.com

 

Categories
Pojok Opini PPI Dunia Upcoming Event Wawasan Dunia

Mengintip Pendidikan di Australia dalam Keberagaman

State Library Victoria, Melbourne, Australia

Perbandingan, adalah kata yang sering muncul bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri. Mulai dari membandingkan aspek sosial, budaya, politik, pertumbuhan ekonomi, sampai membandingkan harga sepiring makanan dan sebotol air mineral. Mulai dari perbandingan secara informal dalam percakapan sehari-hari, sampai dengan perbandingan secara formal untuk paper kuliah dengan puluhan referensi peer reviewed journal article. Terlepas dari apa bentuk perbandingannya, yang terpenting adalah perbandingan tersebut bisa dikerucutkan menjadi menjadi hal yang lebih bermanfaat. Contohnya, menjadi sebuah rekomendasi, menjadi sebuah fondasi gerakan perubahan di negeri sendiri, ataupun berbagi ide dan pemikiran melalui cara-cara sederhana.

Menjalani tahun kedua menempuh studi Master of Education (in digital learning) di Monash University, Australia, saya pun mengalami hal sama. Perbandingan adalah jadi sebuah kata yang sering muncul dalam kehidupan akademik maupun sehari-hari, formal maupun informal. Khususnya di bidang pendidikan. Selama tahun pertama menjalani pendidikan di sini, saya berkesempatan menjadi salah satu sukarelawan di beberapa sekolah untuk menjadi tutor homework club.  Ide mengenai homework club adalah sebuah ide yang menarik. Mungkin saya akan sangat senang jika dulu waktu masih bersekolah, ada orang yang dengan senang hati datang ke sekolah untuk membimbing siswa-siswa untuk mengerjakan pekerjaan rumah dengan gratis. Selain itu, ketertarikan saya untuk menjadi sukarelawan di sekolah lokal tak terlepas dari keingintahuan saya, seperti apa kondisi nyata persekolahan di sini.

Menjadi sukarelawan yang berinteraksi dengan anak-anak ternyata membutuhkan izin khusus. Prosedur working with children check yang disyaratkan oleh pemerintah setempat harus dijalani sebagai bukti bahwa tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal yang berhubungan dengan anak. Bahwa kita adalah individu yang aman dan layak untuk berinteraksi dengan anak. Program homework club terbuka untuk siswa-siswa yang tertarik, tetapi ternyata didesain khusus diperuntukkan untuk siswa dengan latar belakang yang kurang beruntung (disadvantaged background). Tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial-budaya. Contohnya, siswa-siswa dari keluarga pengungsi yang datang ke Australia dengan keterbatasan bahasa, perbedaan budaya serta sistem pendidikan. Sebuah tantangan bagi mereka untuk bisa belajar dan memahami konsep dalam bahasa yang mereka tidak terlalu kuasai. Tidak jarang saya menemui siswa yang pada dasarnya pandai, akan tetapi mereka hanya butuh dibantu untuk memahami kalimat instruksi dari tugas yang diberikan ataupun kalimat sederhana dalam buku.

Suasana kehidupan masyarakat Australia (Flinders Street, Melbourne)

Menjadi sukarelawan dalam waktu beberapa bulan, sedikit banyak ada beberapa hal menarik dari lingkungan pendidikan di sekolah menengah yang saya saksikan. Saya tidak akan membicarakan perbandingan peringkat PISA negara-negara OECD atau masuk ke dalam perbandingan konsep kurikulum. Akan tetapi realitas sehari-hari siswa sebagai individu yang menjalani proses pendidikan. Hal yang menarik tersebut saya temui, pertama, dari sisi kepekaan multikultural. Seperti Indonesia, ternyata Australia memiliki perbedaan budaya yang cukup besar. Dari hasil sensus penduduk di Australia pada tahun 2016, hampir setengah dari penduduk Australia (49%) tidak dilahirkan di Australia atau setidaknya salah satu dari orang tuanya tidak dilahirkan di Australia. Hal tersebut mengindikasikan bahwa ragam budaya yang berbeda sangat besar dan tentunya rawan potensi intoleransi. Akan tetapi, yang menarik adalah, dalam praktik kehidupan sehari-hari, siswa-siswa tersebut sudah memiliki pemahaman multikultural dan kepekaan terhadap keberagaman. Contohnya, ketika saya menanyakan restoran terdekat, saya tidak langsung mendapatkan jawaban, akan tetapi sebuah pertanyaan, “apakah kamu punya pantangan makanan tertentu? seperti harus makanan halal, atau tidak makan daging”. Dalam benak saya, bagaimana sistem yang mendidik mereka sehingga memiliki kepekaan perbedaan budaya yang cukup tinggi.

Hal kedua yang menarik yang saya temukan adalah siswa diminta dan diarahkan untuk bisa memahami setiap pelajaran dengan lebih mendalam dan tidak sungkan untuk mengkritisi, tidak belajar untuk menghafal. Siswa tidak dididik untuk sekedar menerima pelajaran, akan tetapi bersama-sama mengkaji pelajaran tersebut, baik individu maupun kelompok, dengan berbagai pendekatan. Seperti penugasan berbasis projek penelitian sederhana. Saya yakin, bahwa di Indonesia di beberapa daerah juga sudah melakukan hal yang serupa, sesuai dengan tuntunan pada Kurikulum 2013 yang saat ini berlaku. Akan tetapi, seperti apa praktik yang sesungguhnya?

Hal yang ketiga, pemberdayaan sekolah sebagai satu organisasi yang bertujuan sebagai tempat siswa bertumbuh. Contohnya, Bimbingan Konseling (BK) di sekolah didesain sebagai tempat berkonsultasi bagi siswa ataupun guru yang memiliki kendala dalam lingkungan sekolah.  BK tidak diposisikan sebagai badan yang mengamankan siswa yang melanggar peraturan. Akan tetapi, BK diposisikan sebagai tempat yang bertanggung jawab untuk membuat siswa menjadi nyaman untuk bertumbuh baik dari sisi akademik, fisik, emosional, sosial dan spiritual (student wellbeing). Siswa juga merupakan individu yang rentan permasalahan, seperti keluarga, identifikasi kesulitan kognitif, ataupun interaksi sosial. Karena siswa yang bermasalah, bukan hanya siswa ‘nakal’, akan tetapi siswa yang memiliki ambisi yang tinggi juga memiliki permasalahannya sendiri. Seperti rasa khawatir yang berlebihan jika tidak bisa menjadi yang terbaik yang juga berpengaruh pada banyak hal. Konsep penerapan BK seperti ini mungkin sudah bukan hal asing di Indonesia, akan tetapi bagaimana dalam penerapan yang nyata?

Pengamatan informal selama saya menjadi sukarelawan di sekolah-sekolah ataupun dari sumber-sumber bacaan perkuliahan di Australia memberikan pengalaman yang membuka mata. Ditambah lagi, saya juga merasa antusias ketika mengetahui bahwa Australia menjadi salah satu negara (bersama dengan empat negara lain: Jepang, Singapura, Tiongkok, dan Malaysia) yang akan menjadi tuan rumah program Bantu Guru Melihat Dunia yang diinisiasi oleh PPI Dunia di tahun 2018 ini. Guru-guru yang terpilih akan mendapatkan pengalaman luar biasa dengan melakukan perbandingan antara praktik di sekolah sendiri dan di sini yang memiliki sistem yang berbeda. Pengalaman yang akan didapat oleh guru-guru yang diberangkatkan tentu akan jauh lebih besar dari pada pengamatan informal yang saya miliki, karena program BGMD sudah didesain untuk menyasar aspek spesifik pada praktik di sekolah. Besar harapan bahwa guru-guru yang berangkat akan menjadi penggerak di ekosistem pendidikan di daerah masing-masing untuk melakukan peningkatan kualitas. Semoga program perbandingan yang akan dilakukan oleh guru-guru kita nanti bisa menjadi inisiatif untuk memperkuat pengembangan beberapa lini dan aspek pendidikan di tanah air.

 

Penulis: Dona Niagara, Tim BGMD PPI Dunia (PPI Australia)

Editor: Nadhirariani

Categories
RRI Voice Upcoming Event

RRI Voice of Indonesia: Pilkada dan Pilpres

Jangan lewatkan siaran Pilkada dan Pilpres, pada Hari Senin, 22 Januari 2018, bersama Maulana Permana Ajie pukul 10.30 WIB dan Ismail Musyafa Ahmad pukul 11.30 WIB hanya di RRI Voice of Indonesia!

Categories
Asia dan Oseania Berita Eropa dan Amerika PPI Dunia Timur Tengah dan Afrika Upcoming Event

CALL FOR PAPERS : International Publication

Hello!

Indonesia as the world’s maritime axis covers a wide range of disciplines that can be studied in it. This is in line with the various fields of science that cultivated or occupied by Indonesian students abroad. Moreover, the theme of this “maritime axis of the world” was a new idea proposed 3 years ago, which means a lot of things to be studied, researched and studied to help the realization of this idea. Therefore, “PPI Dunia”, Education Commission’s division of the journal is interested in proposing this theme as a submission if it can be through to the process of publishing a journal

Overseas Indonesian Students Association Alliance invites students, lecturers, researchers, NGOs and government officials to contribute the journal publication on Journal of Indonesia Emas OISAA.

Main-theme:
“Towards the Golden Indonesia 2045 through the Global Maritime axis”

Sub-themes:

Social Science

  • International Relations, Geopolitics and Security Studies
  • Economics, Blue Economy and Foreign Direct Investments
  • Coastal and Fisheries Management
  • Infrastructure and Ports Development
  • Accounting and Statistics
  • Business Administration
  • Public Policy and Public Administration
  • International Law, Maritime Law and Space Law
  • Public Relations
  • History, Culture and Education
  • Geography and Demography
  • Maritime Archeology
  • Natural Disaster Management
  • Banking and Finance

Engineering and Natural Science:

  • Civil Engineering
  • Architecture and Urban Planning
  • Mechanical Engineering
  • Transportation Engineering
  • Environmental Science and Engineering
  • Fisheries Technology
  • Military Technology
  • Information Technology and Information system
  • Mining Engineering
  • Petroleum Geoscience
  • Geospatial
  • Geodesy
  • Marine Biodiversity
  • Maritime Technology

However, the sub-themes are not limited, it shall be accepted as long as it addresses the main theme.

Important Dates:

  • Call for paper : 20th of December 2017
  • Full paper submission : 20th  of January 2018
  • Accepted for publication : February 2018

The program aimed to facilitate the students, lecturers, and researchers to publish their manuscripts. Those accepted manuscripts would be published in the Journal of Indonesia Emas OISAA.

For further information, please kindly visit the official website of the event at www.ppidunia.org or contact us via email at jurnal@ppidunia.org

Author Guidelines: Author Guidelines for Journal Indonesia Emas – Call For Paper 2

Template Journal: Template Journal PPI Dunia INDONESIA EMAS – Call For Paper 2

Contact Persons (WA):
• Shinta Amalina (+6281297842989)
• Fadllan Muzakki (+8613251023013)

Categories
Asia dan Oseania Berita PPI Negara RRI Voice Upcoming Event

ASEAN Student Summit 2017

ASEAN Student Summit 2017 akan diadakan di Bangkok, Thailand tahun ini. Penasaran mengenai acaranya? Simak siaran mengenai acara ini di RRI Voice of Indonesia, besok pukul 10.00 WIB!

Categories
Upcoming Event

RRI Voice of Indonesia: Hari Pemberantasan Korupsi

Jangan lewatkan siaran Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia pada Hari Senin, 11 Desember 2017, bersama Bima C. Bhaskara pukul 10.30 WIB dan M. Ubaidillah pukul 11.30 WIB hanya di RRI Voice of Indonesia!

Categories
Upcoming Event

RRI Voice of Indonesia: Hari Guru

Jangan lewatkan siaran RRI Voice of Indonesia, Senin, 27 November 2017 mengenai Hari Guru, bersama Rina Khairani pukul 10.30 di channel bahasa Inggris dan Robetmi Jumpakita Pinem pukul 11.30 di channel bahasa Indonesia!

Categories
PPI Negara Upcoming Event

RRI Voice of Indonesia: International Day of Person with Disabilities

Jangan lewatkan siaran RRI Voice of Indonesia, Senin, 4 Desember 2017 mengenai International Day of Person with Disabilities, bersama Antoni Tsaputra pukul 10.30 di channel bahasa Inggris dan Andi Astri Annisa pukul 11.30 di channel bahasa Indonesia!

Categories
Berita Suara Anak Bangsa Upcoming Event

RRI Voice of Indonesia: Hari Pohon Internasional

Jangan lewatkan siaran Hari Pohon Internasional pada Hari Senin, 20 November 2017, bersama Hairi Cipta pukul 10.30 WIB dan Okta Chandra pukul 11.30 WIB hanya di RRI Voice of Indonesia!

Categories
Berita Upcoming Event

RRI Voice of Indonesia: Hari Cinta Puspa dan Satwa

Jangan lewatkan siaran Hari Cinta Puspa dan Satwa pada Hari Senin, 6 November 2017, bersama Haikal Jones pukul 10.30 WIB dan Ummi Hani pukul 11.30 WIB hanya di RRI Voice of Indonesia!

Page 1 of 12
1 2 3 12