logo ppid

Standar Operating Procedure (SOP) merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh suatu organisasi untuk menjadi pedoman kegiatan dalam hal administrasi, prosedur pelaksanaan program, dsb yang ditujukan bagi setiap anggota organisasi. PPI Dunia pada masa kepengurusan 2019/2020 melalui Pusat Administrasi dan Kesekretariatan telah mengelola belasan SOP untuk memastikan kegiatan operasional organisasi berjalan lancar dan konsisten.

Setiap draf SOP disusun oleh masing-masing satuan kerja di PPI Dunia untuk kemudian diperiksa oleh anggota Pusat Administrasi dan Kesekretariatan (dari segi format dan penulisan) dan kepala satuan kerja dan/atau Sekretaris Umum PPI Dunia (dari segi konten). Setelah disetujui oleh Koordinator PPI Dunia, SOP tersebut dapat dijadikan pedoman bagi satuan kerja bersangkutan.

Adapun SOP PPI Dunia juga dapat menjadi pedoman bagi Anggota PPI Dunia (PPI Negara) dalam pelaksanaan operasional masing-masing PPI Negara, maupun untuk penyusunan SOP baru dengan beberapa penyesuaian yang diperlukan. Berikut adalah daftar SOP yang telah dikeluarkan PPI Dunia pada masa kepengurusan 2019/2020. Berikut SOP Kepengurusan PPI Dunia 2019/2020: (Klik untuk Mengunduh)

Penulisan Notulensi Rapat

Publikasi Media dan Penerbitan Tulisan

Penyusunan dan Penerbitan SPS PPI Dunia

Penyelenggaraan Rapat PPI Dunia

Penyusunan dan Pengarsipan Surat

Publikasi PPI Dunia untuk PPI Negara

Penyusunan Term of Reference

Penyusunan Nota Kesepahaman

PPI Dunia Berbagi Buku

Rekrutmen Volunteer

Teknis Penggunaan Youtube PPI Dunia Chanel

Rekapitulasi Agenda dan Pembuatan Ringkasan

Pengamanan Akun E-mail dan Sosial Media

Persyaratan dan Tata Cara Pemilihan Badan Ad hoc Konstitusi

Persyaratan dan Tata Cara Pemilihan Ad hoc Pemilihan Raya

Penyelenggaraan PPI Dunia Awards

Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan,

memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan”

― Tan Malaka

Assalamualaikum wr.wb.

            Menyicipi pendidikan tinggi di luar negeri adalah impian banyak anak Indonesia saat ini, maka tentu beruntunglah bagi mereka yang saat ini berkesempatan menjalani itu. Pendidikan tinggi adalah investasi jangka panjang sebuah bangsa, terkhusus bagi bangsa Indonesia bahwa ada narasi yang termaktub dalam preambul UUD 1945, mencerdaskan kehidupan bangsa. Orang-orang yang terdidik adalah entitas yang diharapkan mampu membawa perubahan kepada bangsanya, mampu memberikan kebermanfaatan kepada masyarakatnya dan mampu mendorong kemajuan bagi negaranya. PPI Dunia sebagai organisasi yang menaungi seluruh pelajar Indonesia di luar negeri diharapkan mampu membawa misi tersebut. Memasuki paruh kedua kepengurusan PPI Dunia, kami merasa perlu merefleksikan apa saja yang sudah kami kerjakan, dan mematangkan rencana untuk program-program kedepan. Maka dari itu adanya laporan tengah tahun ini adalah sebagai bahan evalusasi setengah tahun kepengurusan PPI Dunia.

Realisasi visi-misi ke dalam program kerja

            Kepengurusan PPI Dunia 2018/2019 mengusung visi: PPI Dunia sebagai media kolaborasi para pelajar Indonesia di berbagai negara untuk berkontribusi bersama. Untuk mewujudkan visi tersebut ada 4 misi yang dibawa yaitu: Menguatkan sinergisitas antar PPI Negara yang tergabung dalam PPI Dunia (Sinergisitas), Mengoptimalkan PPI Dunia sebagai media yang memperkenalkan karya para pelajar Indonesia di luar negeri (Optimalisasi), Melanjutkan kerjasama PPI Dunia dengan komunitas-komunitas masyarakat Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri (Kontinuitas) dan Menjadikan PPI Dunia sebagai rumah yang mampu meningkatkan semangat nasionalime para pelajar (Solidaritas).

Misi sinergisitas difokuskan pada pemberdayaan pengurus kawasan, dimana untuk tahun ini kami mengesahkan pengurus kawasan sebagai SDM yang harapannya dapat membantu kinerja koordinator dan wakil koordinator kawasan dalam memberikan pelayanan kepada PPI Negara, realisasinya dalam program kerja seperti program kerja bersama antara PPI Dunia dan PPI Negara baik dalam bentuk kajian ataupun gerakan. Untuk misi optimalisasi, dengan adanya PPI TV dan radio PPI Dunia kami juga aktif mengenalkan karya-karya pelajar Indonesia yang ada di luar negeri, salah satu program rutin di radio adalah program Rantau Berani Berkarya.

Selain itu kami juga menghadirkan PPI Brief sebagai media untuk menampung gagasan dan rekomendasi pelajar Indonesia di luar negeri untuk memajukan Indonesia, juga jurnal Indonesia emas komisi pendidikan, dengan basis peer review harapannya jurnal ini juga mampu menjadi jembatan untuk berbagi ilmu bukan hanya pelajar Indonesia di luar negeri tapi juga di dalam negeri, dan tentunya melanjutkan kepengurusan tahun lalu, kami juga bekerjasama dengan Kompas.com untuk mempublikasikan buah pemikiran teman-teman PPI. Misi Kontinuitas terealisasikan melalui kerjasama dengan Indonesian Diasporan Network (IDN Global), pada 13-15 Agustus, PPI Dunia bekerjasama dengan IDN mengadakan Kongres Diaspora Muda (CIDY) di Jakarta yang melahirkan Visi Indonesia 2045.

Kemudian juga dengan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) salah satu program yang terealisasi adalah Webinar series dengan tema Sinergi Ilmuwan Diaspora untuk Kemajuan Indonesia. Webinar ini diadakan sejak awal Januari 2019 dan selesai pada akhir maret 2019 dengan total 12 episode. PPI Dunia juga bekerjasama dengan beberapa komunitas di Indonesia seperti Aksi Cepat Tanggap, sejauh ini selalu bekerjasama dalam pengumpulan donasi bencana alam, juga dengan Gerakan UI Mengajar dalam program pembangunan perpustakaan di Temanggung dan sudah terealisasi, juga beberapa organisasi kampus di Indonesia dalam program sosialisasi beasiswa yang diemban oleh divisi festival luar negeri (felari).

Terakhir tentang misi solidaritas, PPI Dunia selalu mendorong dan membuka diri untuk bekerjasama dengan PPI Negara baik dalam bidang penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat contohnya seperti aksi sosial penggalangan dana, juga program kawasan seperti wonderful Indonesia serentak (WIS) yang mengenalkan budaya Indonesia di benua eropa, kemudian juga program webinar dsb.

Inisiatif baru PPI Dunia

            Selain mengoptimalkan program-program yang sudah dibangun di kepengurusan tahun lalu, kami juga membuat beberapa inisiatif baru untuk PPI Dunia diantaranya kuliah whatsapp (kulwap) kelembagaan, yang tujuannya untuk meramaikan grup PPI Dunia dengan diskusi terkait topik kekinian, sudah 5 kali kulwapp terealisasi. Kemudian Webinar series Sinergi Ilmuwan Diaspora untuk Kemajuan Indonesia bekerjasama dengan I-4, juga untuk jurnal PPI Dunia kami juga meningkatkan kualitas jurnal dengan basis peer review artikel dan open journal system dengan website jurnalppidunia.com.

Lalu juga PPI Brief dengan basis peer review harapannya dapat melahirkan brief yang berkualitas dengan gagasan dan rekomendasi didalamnya. Tentunya, komisi kesehatan yang merupakan amanat simposium Moskow 2018, sejauh ini komisi kesehatan berkontribusi dalam memberikan pengetahuan wawasan baik dalam kesehatan fisik ataupun psikis yang di-diseminasi-kan dalam webinar, video edukatif, tulisan dsb. Terakhir, newsletter dari biro kesekretariatan yang terbiat per 3 bulan sebagai media mengenalkan aktivitas atau program-program dari PPI Dunia dan PPI negara.

Upaya perbaikan kelembagaan PPI Dunia

            Kepengurusan tahun lalu sudah banyak memberikan perbaikan pada tatanan kelembagaan PPI Dunia, tahun ini kami hanya meneruskan apa yang sudah dibuat di tahun lalu seperti amandemen AD-ART, pembentukan panitia pemira dalam pemilihan coordinator PPI Dunia 2019/2020, juga pengajuan PPI Dunia sebagai Lembaga berbadan hukum,prosesnya masih terus berjalan dan ditargetkan pada April 2019, PPI Dunia disahkan sebagai lembaga berbadan hukum.

Catatan (setengah tahun) Koordinator PPI Dunia

            10 Maret 2019 menjadi rapat internasional ketiga PPI Dunia kepengurusan 2018/2019, banyak kolaborasi yang tercipta dan tertuang dalam kontribusi nyata untuk Indonesia tercinta. Saya mengapresiasi kinerja kawan-kawan PPI Dunia, baik dewan presidium, pengurus harian dan juga rekan-rekan PPI Negara. Paruh tahun ini sudah banyak program yang berjalan, dan rencana program yang menanti untuk diekskusi, kedepan fokus kami adalah menjalankan program-program yang sudah terencana, memastikan simposium kwasan dan simposium internasional berjalan dengan baik, serta menyiapkan sistem yang lebih baik untuk dilanjutkan oleh kepengurusan PPI Dunia 2019/2020.

Bangkok, 10 Maret 2019

Fadjar Mulya

Koordinator PPI Dunia 2018/2019

Sejak dibentuk satu dekade silam, PPI Dunia telah berkembang menjadi sebuah organisasi yang diperhitungkan, tidak hanya di antara mahasiswa Indonesia di luar negeri, tetapi juga masyarakat diaspora Indonesia dan masyarakat internasional. Saat ini, 56 PPI Negara sudah bergabung di PPI Dunia, menjadikan PPI Dunia sebagai salah satu wadah terbesar perkumpulan mahasiswa Indonesia secara internasional.

Perjalanan panjang ini kemudian mendorong pentingnya re-orientasi gerakan PPI Dunia ke depannya. Sebagai sayap penelitian dan pengkajian di PPI Dunia, Pusat Kajian & Gerakan 2018/2019 mengusung tema sentral “Poros Pengetahuan Indonesia”. Visi ini sejalan dengan tagline “kolaborasi-kontribusi” yang menjadi acuan gerak PPI Dunia untuk tahun kepengurusan 2018/2019. Gerakan Berporos Pengetahuan melihat “pengetahuan” sebagai bagian tak terpisahkan dari gerakan dan melihat “gerakan” sebagai konsekuensi dari pengetahuan yang diperoleh para pelajar Indonesia di luar negeri. Keduanya saling terkait.

 

Mengapa Gerakan Berporos Pengetahuan?

Tantangan yang ada saat ini dapat dikatakan kompleks. Revolusi digital membuat arus informasi semakin gencar, melalui internet-of-things (IoT) dan gencarnya penetrasi media di tengah masyarakat. Di sisi lain, ketimpangan ekonomi dan pendidikan juga semakin besar. Pendidikan formal kita saat ini, kendati semakin lebih baik, tidak sepenuhnya bisa memberikan akses pada pengetahuan yang semakin hari semakin dinamis.

Tak ada gerakan sosial yang tidak dibangun di atas pengetahuan. Begitu juga dengan gerakan pelajar. Pelajar Indonesia di dalam dan luar negeri punya satu pijakan utama: akses terhadap pengetahuan dan kemampuan untuk ‘membaca’ pengetahuan itu. Kelebihan ini perlu dimanifestasikan lebih dalam berbagai aktivitas kolektif pelajar. Bagi Perhimpunan Pelajar Indonesia, hal ini berarti menjadikan pengetahuan yang didapat di kampus sebagai dasar dalam “berkontribusi” dan merespons perkembangan terkini, baik di tanah air maupun di dunia.

 

Dua Model Gerakan Pengetahuan

Di titik ini, gerakan pengetahuan menjadi penting. Saya akan memulai dengan mendefinisikan apa yang saya maksud dengan ‘pengetahuan’ – dan bagaimana pengetahuan bisa dihubungkan dengan gerakan. Pengetahuan sendiri bisa didefinisikan dalam dua jenis: pengetahuan 'praktis' dan pengetahuan 'teoretis'. Kedua jenis pengetahuan ini membentuk dua bangunan gerakan yang bisa dipertimbangkan oleh gerakan pelajar di Indonesia.

 

Gerakan Pengetahuan 1.0

Pertama, pengetahuan yang sifatnya ‘praktis’ atau ‘eksplisit’. Pengetahuan ini digunakan untuk memecahkan kehidupan sehari-hari. Sumbernya bisa dari pengalaman, pembicaraan dengan orang lain, maupun intuisi ketika berhadapan dengan alam. Ini fondasi pengetahuan pertama, yang perlu dimiliki oleh gerakan pelajar pelajar dalam bentuk tradisi dan aktivitas keseharian individual.

Bagi gerakan pelajar, pengetahuan jenis ini sifatnya mendasar dan harus ditradisikan dalam keseharian agar bisa menghasilkan anggota-anggota yang terdidik. Secara lebih spesifik, bagi gerakan pelajar, ada tiga “poros” penting yang seharusnya menjadi dasar bagi gerakan pelajar untuk membangun karakter pengetahuan pada dirinya, yaitu: baca – tulis – diskusi. Setiap gerakan harus membangun ‘tradisi’ baca, untuk memastikan ia memiliki pemahaman yang utuh atas setiap aktivitas yang ia lakukan. Ia juga harus punya kemampuan menulis, agar hasil bacaan dan pemahamannya menjadi fokus dan bisa dibaca semua orang. Terakhir, ia juga perlu menyampaikan pemikirannya kepada masyarakat luas, contohnya melalui diskusi-diskusi yang terarah.

Ketiga hal ini mendasar bagi gerakan gerakan pelajar karena ia membangun karakter pengetahuan secara kolektif. Selain itu, ia juga membangun identitas bagi gerakan pelajar itu sendiri. Gerakan pelajar Indonesia, secara mendasar, dibangun di atas ‘trilogi’ gerakan ini

 

Gerakan Pengetahuan 2.0

Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman maka jenis pengetahuan ini berkembang dan semakin kompleks. Salah satunya dikarenakan semakin banyaknya penemuan dan tantangan masyarakat semakin besar. Karena itulah dibutuhkan jenis pengetahuan kedua, yaitu pengetahuan yang bersifat lebih terstruktur, dipelajari dalam disiplin tertentu, dan bersifat ‘teoretis’. Jenis pengetahuan ini biasanya lebih kompleks karena mengharuskan orang-orang yang mempelajarinya untuk membaca banyak hal, mempelajari disiplin ilmu dan membangun keahlian yang spesifik pada bidang keilmuan tertentu, serta membuka cara pandang baru tentang realitas sosial. Ini adalah jenis pengetahuan yang biasa dipelajari di kampus, khususnya dikembangkan pada level pascasarjana.

Bagi gerakan pelajar, terutama gerakan pelajar Indonesia yang lebih serius di luar negeri (dalam hal ini, “Perhimpunan Pelajar Indonesia” di luar negeri), model gerakan pengetahuan yang pertama tidak cukup. Ia juga harus dihubungkan dengan model yang kedua, yang berbasis pada tiga aspek lain: analisis – publikasi –diseminasi. Gerakan ini bersifat kolektif dan terorganisir dengan baik melalui bentuk-bentuk Perhimpunan.

Di titik ini, gerakan pelajar mesti mendasarkan gerakannya pada kerangka analisis yang kuat. Hasilnya juga dituntut untuk terpublikasi secara ilmiah dan ditopang oleh saringan editorial yang kuat. Terakhir, gerakan pelajar perlu untuk memiliki platform sebagai wadah untuk mendiskusikan berbagai hasil analisis yang telah dilakukan kepada masyarakat luas. Ketiga hal ini penting untuk memastikan gerakan pelajar Indonesia, di dalam atau di luar negeri, mumpuni dalam membaca peristiwa sosial ataupun perubahan-perubahan lingkungan yang semakin kompleks.

 

Kajian dan Gerakan dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia

Kajian dan gerakan adalah dua sisi mata uang. Setiap statement yang dibuat oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia harus dibangun di atas nalar, dialog, dan diskusi yang konstruktif. Setiap aksi sosial yang dibuat oleh pelajar Indonesia –apapun bentuknya— mesti didahului oleh rasionalisasi dan analisis yang mendalam dan begitu juga sebaliknya. Kajian menubuh dalam aktivitas gerakan dan respons PPI Dunia terhadap isu-isu nasional dan internasional.

Untuk menghubungkan dua hal tersebut Gerakan yang coba dibangun oleh PPI Dunia 2018/2019, melalui Pusat Kajian dan Gerakan (PUSGERAK), mencoba untuk memadukan dua jenis gerakan pengetahuan dengan event-event sosial yang sifatnya riil. Di satu sisi, Pusgerak mencoba mentradisikan baca – tulis – diskusi untuk memahami dan mengurai peliknya masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Di sisi lain, Pusgerak mencoba untuk menyinergikan semua komponen di Perhimpunan Pelajar Indonesia untuk membangun kerangka analisis yang tajam, publikasi yang kritis dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dan diseminasi hasil pikiran secara produktif. Untuk menerjemahkan tiga poros gerakan ini ke dalam program kerja, Pusat Kajian dan Gerakan 2018/2019 memiliki tiga prioritas utama, yaitu :

 

Pertama, kami berupaya untuk membangun tradisi dan budaya kajian –berpijak pada dua model gerakan di atas— baik di tubuh PPI Dunia, maupun dalam kerja-kerja sinergis bersama PPI Negara.

Kedua, kami juga berkeinginan untuk membangun struktur kajian yang efektif dalam menghubungkan hasil kajian, baik yang dilakukan oleh Komisi di PPI Dunia maupun PPI Negara, dengan proses pengambilan keputusan di PPI Dunia dan PPI Negara.

Ketiga, kami berikhtiar untuk menjadikan kajian sebagai instrumen gerakan yang efektif di PPI Dunia. Tiga prioritas utama ini selaras dengan tugas pokok dan fungsi yang dibebankan oleh Presidium kepada Pusgerak, yang juga menjadi amanat dari Simposium Internasional PPI Dunia di Moskow tahun 2018.

 

Melalui tiga prioritas ini, gerakan yang dibangun oleh PPI Dunia ditopang, dan tak terpisahkan, oleh tiga komponen utama: Komisi, PPI Negara, dan struktur organisasi Pusgerak itu sendiri. Secara organisasional, Pusgerak ditopang oleh beberapa anggota yang memiliki kompetensi riset dan akademik, dengan jenjang pendidikan pascasarjana. Pusgerak juga berkoordinasi dengan lima Komisi yang bertugas membangun gerakan secara sektoral, yaitu bidang Pendidikan, Energi, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Kesehatan. Selain itu, Pusgerak juga berkoordinasi, baik secara formal maupun informal, dengan struktur kajian di PPI masing-masing negara untuk menghubungkan semua aktivitas kajian, penelitian, dan pengembangan keilmuan di masing-masing negara agar selaras satu sama lain, secara internasional. Kami berharap visi sederhana ini memandu aktivitas kajian dan gerakan PPI Dunia selama setahun ke depan, dan bisa meletakkan fondasi awal bagi gerakan Perhimpunan Pelajar Indonesia di masa depan. Salam Perhimpunan!

 

tulisan ini ditulis oleh : Ahmad Rizky M. Umar - Kepala Pusat Kajian & Gerakan PPI Dunia 2018/2019

Jakarta - Sabtu, 8 September 2018, PPI Dunia berhasil menerbitkan 3 buah buku refleksi dan informasi mengenai studi dan pengalaman Pelajar Indonesia di luar negeri dengan judul "Perantau Ilmu" dari tiga kawasan Benua di Dunia yaitu Asia-Oseania, Timur-Tengah-Afrika, dan Amerika-Eropa pada acara Launching Buku "Perantau Ilmu" di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta.
Acara tersebut sukses menghadirkan berbagai pembicara yang sekaligus mereka juga sebagai penulis yang turut memberikan kisah dan pengalaman apiknya dalam studi dan berkehidupan di luar negeri. Diantara seperti I Dewa Made Frendika yang sedang menempuh Doktoral di Sorbonne Université, Perancis, Hatta Himawan yang sedang menempuh jenjang Master di TU Eindhoven, Belanda, Adi Hersuni yang sedang menempuh pendidikannya University of Birmingham, UK, Fadjar Mulya yang sedang menempuh Masternya di Chulalongkorn University, Bangkok, dan lain- lain.
Hatta Himawan yang merupakan Wakil 2 Biro Pers PPI Dunia 2016-2017 ini ialah Ketua dari inisiasi penerbitan 3 buku Perantau ini. Ia berpesan bahwa dari terbitnya buku tersebut agar bisa memberikan semangat kepada Pelajar lokal di Indonesia untuk terus berusaha semaksimal mungkin menggapai cita-citanya untuk studi di Luar Negeri. "Kuliah ke luar negeri tidaklah mudah dan gak akan pernah mudah. Tetapi kata menyerah bukanlah jawabannya. Jadi kita ingin memberikan informasi, bahwa kuliah di luar negeri pasti banyak tantangannya, mulai dari mencapainya, melaluinya, hingga pulang ke indonesia. Tidak pernah ada jalan mudah intinya, tetapi yang selalu menjadi pembeda adalah kata tidak menyerah."
Selain itu Ia juga menjelaskan mental utama dari pembaca untuk bisa studi ke luar negeri yaitu jangan takut gagal. "yang kita ingin ceritakan disini adalah gagal itu adalah hal yg biasa, jadi tak perlu berkeluh kesah, yang terpenting adalah kembali berdiri untuk bisa lagi berlari menggapainya". Papar Pria asal Surabaya yang sedang menempuh Master Innovation Management, TU Eindhoven, Belanda ini.
Sambutan Apik pun belum padam, Fadjar Mulya selaku Koordinator PPI Dunia 2018-2019 sangat mengapresiasi dan berterima-kasih kepada kawan-kawan Demisioner Pengurus PPI Dunia sebelumnya atas dedikasi pengorbananya untuk penerbitan buku ini. Ia mengaku bahwa gagasan 3 buku ini merupakan sebuah Maha Karya yang penuh akan ide dan gagasan. Yang jelas menurutnya gagasan utama dari buku ini adalah memperkayakan Pelajar Indonesia agar bisa membangun Bangsa dan Negara menjadi lebih baik. "Melihat banyak pelajar Indonesia yang ingin terus berkarya untuk Bangsa dan Negara dengan menuju ke negara luar yang referensi keilmuannya lebih maju, seharusnya kita sebagai wadah atau kumpulan pelajar yang sedang menuntut ilmu diluar negeri ini (PPI Dunia atau PPI Negara) memberikan informasi, pengalaman, tips & trick untuk kawan-kawan agar mudah untuk meraih apa yang diinginkannya." Ujar Pria berkelahiran asli Kota Jambi ini.
Ia juga menambahkan bahwa langkah-langkah Pelajar Indonesia agar mampu studi di Luar Negeri, yaitu dengan bagaimana ia meletakkan niat dan tujuannya dan bagaimana ia merealisasikannya. "Intinya terletak di niat atau tujuan apa yang ia kehedaki. Setelah itu perbanyak mencari informasi dari yang paling penting hingga tidak penting. Yang paling penting adalah referensi keilmuannya, kualisifikasi bahasa asing, pengalaman senior ketika kuliah disana, akreditasi kampus dan ijazah, sosial budaya masyarakat disana hingga lain-lain harus terus digali dan dipelajari agar teman teman yang ingin studi di LN biasa merealisasikan tujuan dan niat awal belajar di sana." Jelas Mahasiswa yang sedang menempuh Master Teori Kimia dan Komputasi di Chulalongkorn University, Bangkok ini.
I Dewa Made Frendika selaku Penulis untuk kawasan Amerika-Eropa dengan judul "Siapkah Kita" sangat mendorong dan mengupayakan Pelajar Indonesia mampu mengoptimalkan Peluang dan potensi demi manfaat yang maksimal. "Poin terpenting adalah menyampaikan pandangan soal apa saja yang perlu diperhatikan selama menjadi pelajar di luar negeri. Hal ini tidak mudah karena setiap pelajar harus mampu mengoptimalkan berbagai peluang dan potensi yang ada sehingga mereka bisa memperoleh manfaat hasil studi yang maksimal." Ujar Pengurus PPI Dunia Komisi Ekonomi 2016-2017 tersebut.
Adapun langkah utama bagi Pelajar Indonesia untuk sukses studi di Luar Negeri dengan mempersiapkan dua senjara utama yaitu mental dan dan intelektual. "Langkah yg pasti adalah mempersiapkan mental dan daya intelektual karena keduanya adalah modal utama untuk meraih kesempatan studi di luar negeri". Ujar pria asal Surabaya yang sedang menyelasaikan Desertasinya di Sorbonne université, jurisan Urban and regional planning. (adam)
Galeri Foto:

Seminggu setelah berlangsung Conference of Indonesian Diaspora Youth 2018 (CIDY-2018) tanggal 13 - 15 Agustus 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. PPI Dunia mendapat apresiasi dan kehormatan untuk mengemban amanat membentuk Pemuda Indonesia yang mampu berkontribusi aktif atas intelektual dan kompetesinya membangun Indonesia kedepan dengan tema "Merancang Visi Indonesia 2045". Konvensi ini mempertemukan pemuda cemerlang dari 34 Provinsi Indonesia dengan diaspora muda Indonesia dari seluruh dunia, serta dengan berbagai organisasi kepemudaan dan juga lembaga nasional.

CIDY-2018 ini telah menghadirkan 15 sesi menarik untuk membahas berbagai topik yang aktual bagi pemuda dan bagi masa depan Indonesia. Sesi-sesi tersebut dilaksanakan secara paralel. Semua peserta utusan dan delegasi berhak berbicara sesuai peraturan dan waktu yang tersedia. Semua sesi dirancang untuk memberi ruang bagi para pemuda untuk berdiskusi secara aktif dan dinamis, dan bukan lah ajang mendengarkan ceramah secara pasif dari generasi sebelumnya.

Dalam penyelenggaraan CIDY-2018, Indonesian Diaspora Network Global (IDN-Global)selain dengan bangga berkolaborasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia), juga berkolaborasi dengan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), dan Forum Rektor Indonesia. Konferensi ini juga didukung oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Konvensi ini sebagai suatu ajang membangun bangsa yang menjadi bagian dari perjalanan negara. Sebagaimana diketahui, pada tanggal 27-28 Oktober 1928, ratusan pemuda dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul di kota Batavia (sekarang Jakarta) dan merumuskan 3 visi mengenai masa depan bangsa yang masih terjajah. Visi Sumpah Pemuda inilah yang kemudian menjiwai perjalanan bangsa melalui abad ke-20. Ketiga visi tersebut -- Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa -- telah tercapai. Kini, di abad ke-21, generasi muda tertantang untuk memikirkan Visi Indonesia ke depan yang dapat menjadi bahan acuan bangsa, sebagaimana Sumpah Pemuda pada tahun 1928 menjadi acuan bagi generasi-generasi berikutnya. Misi inilah yang dicoba untuk dirumuskan oleh "Proyek Visi 2045: Satu Abad Republik Indonesia".

Berikut pesan utama yang harus dibaca oleh seluruh pemuda Indonesia demi membangun Indonesia 2045 sebagai berikut:

VISI INDONESIA 2045

Kami, pemuda Indonesia dari 34 provinsi dan komunitas diaspora, berkumpul di Indonesia pada tanggal 13 – 15 Agustus guna merumuskan aspirasi untuk 1 Abad Republik Indonesia -- Visi Indonesia 2045.

Kami menegaskan komitmen sejarah terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia guna berpegang teguh pada pilar-pilar kebangsaan tersebut. Kami bertekad untuk melanjutkan semangat Sumpah Pemuda 1928 dengan Visi Indonesia 2045 guna membawa bangsa kita ke zaman emas.

KONDISI DUNIA 2045

Sebagaimana Republik Indonesia lahir dari reruntuhan Perang Dunia II, perjalanan 100 tahun NKRI akan selalu dipengaruhi kondisi global.

Di abad ke-21, bangsa kita akan mengalami kenaikan suhu bumi antara 2 - 3 derajat Celsius, dengan segala konsekuensi seriusnya bagi planet dan keselamatan umat manusia.

Indonesia akan terus menghadapi lingkungan geopolitik yang multipolar, dan Asia akan menjadi pusat ekonomi dunia dengan kelas menengah terbesar yang terus berkembang pesat. Di pertengahan abad ini, ekonomi dunia akan menjadi dua kali lebih besar dibanding sekarang dan pertumbuhannya akan lebih cepat bila dibandingkan dengan populasi dunia yang diperkirakan akan mencapai 9,8 miliar jiwa di tahun 2045. Shared Economy akan menjadi lebih umum, demikian pula masyarakat tanpa mata uang fisik terlebih karena modernisasi, termasuk konektivitas semakin menjalar ke berbagai negara berkembang.

Dengan segala peluang ini, bangsa Indonesia harus terus mewaspadai berbagai risiko: kita perlu mengantisipasi timbulnya sejumlah krisis finansial dan ekonomi dalam tiga dekade mendatang di mana ketimpangan (inequity) akan terus menjadi tren dunia, dan kita perlu mengantisipasi persaingan geostrategis yang diwarnai pembangunan militer dan militerisasi wilayah konflik yang akan terus bergulir, kita juga perlu mengantisipasi meletusnya perang besar di kancah internasional melihat radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang akan terus menghantui dunia, belum lagi ancaman pandemi dan endemi penyakit menular.

POSISI INDONESIA SAAT INI

Bangsa kita telah melangkah jauh sejak Republik Indonesia lahir di tanggal 17 Agustus 1945. Kami bangga bahwa Indonesia telah menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Indonesia telah tumbuh menjadi ekonomi nomor 16 terbesar dunia dan ekonomi terbesar, dengan kelas menengah dan pasar terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga telah memiliki posisi strategis di percaturan global sebagai negara anggota KTT G-20.

Kita telah berhasil mencapai angka 100% untuk akses akan pendidikan dasar, angka 98% tingkat literasi orang dewasa, angka usia harapan hidup 71 tahun untuk rakyat, serta mencapai angka tingkat kemiskinan absolut terendah dalam sejarah Indonesia.

PROYEKSI INDONESIA DI TAHUN 2045

Di tahun 2045, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 321 juta orang, dengan penduduk berusia produktif sekitar 209 juta, maka dari itu Indonesia diproyeksikan menjadi ekonomi $9 triliun dan secara otomatis masuk ke dalam lima besar ekonomi dunia.

Lebih dari 70% penduduk Indonesia akan tinggal di wilayah perkotaan mengingat pusat-pusat pertumbuhan daerah akan berlipat-ganda, terlebih karena pembangunan infrastruktur yang semakin merata.

Pembangunan Indonesia harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan perubahan kondisi rakyat. Pembangunan kita harus semakin mengedepankan etika dan berkepedulian terhadap kelompok-kelompok yang termarginalisasi, termasuk kelompok difabel. Di abad ke-21 ini, Indonesia harus melaksanakan pembangunannya dengan mengedepankan identitas dan keindonesiaan bangsa kita. Oleh karena itu, kami bertekad untuk melestarikan budaya dan bahasa lokal agar tidak ada yang punah.

Mengantisipasi semakin maraknya perkembangan artificial intelligence dan automasi, kita harus terus menjaga agar manusia Indonesia tetap menjadi pelaksana utama dalam strategi pembangunan kita ke depan. Kita juga harus menjamin agar pembangunan yang kita jalankan tidak saja dapat memberikan kemakmuran secara materil, namun juga dapat memberikan kesejahteraan bagi manusia Indonesia.

Pembangunan kita tidak cukup hanya menekankan aspek kesetaraan (equality), tapi juga pada persamaan peluang (equal opportunity). Pembangunan Indonesia ke depan juga harus semakin berbasis kearifan lokal dan memenuhi kebutuhan daerah sehingga dapat menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menjembatani disparitas regional yang selama ini masih mewarnai ekonomi Indonesia.

VISI INDONESIA 2045

Menuju seratus tahun lahirnya Republik Indonesia, bangsa Indonesia harus terus memacu perubahan dan kemajuan di berbagai sektor.

Kami menginginkan demokrasi Indonesia yang berkualitas, didukung sistem pemilihan umum yang fair dan berintegritas, yang bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin yang bersih, akuntabel, dan berbobot, yang berorientasi pada rakyat dan dapat membawa kebaikan dan perbaikan bagi bangsa dan negara.

Perjalanan demokrasi Indonesia ke depan harus memperkokoh perlindungan dan pemenuhan hak manusia di Indonesia dan juga di kancah internasional.

Kami juga ingin agar generasi 2045 nanti dapat menikmati supremasi hukum secara murni, konsisten, dan absolut yang diterapkan di seluruh wilayah NKRI tanpa pandang bulu, bebas politik, dan bebas kepentingan. Untuk itu, reformasi hukum, guna memberikan hukum yang progresif dan berkeadilan bagi rakyat Indonesia harus terus ditempatkan sebagai agenda utama perjalangan bangsa dalam tiga dekade ke depan. Dalam satu generasi ke depan, kami memandang bahwa ini merupakan salah satu perubahan paling strategis yang harus dicapai.

Kami mendambakan pemerintah nasional dan daerah yang bersih, responsif, kompeten, dan meritokratis. Kami juga ingin putra-putri terbaik Indonesia untuk masuk ke dalam pemerintahan dan birokrasi Indonesia untuk ikut memastikan percepatan reformasi.

Menuju usianya yang 100 tahun, kami ingin Indonesia di abad ke-21 menjadi bangsa kelas menengah yang tulen dengan kualitas hidup tinggi dan beretos meritokrasi.

Kami ingin agar sumber daya manusia menjadi aset pembangunan bangsa terbesar.

Untuk itu, kami mendambakan emansipasi pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia, di mana setiap warga negara di manapun, mempunyai peluang untuk mengakses pendidikan berkualitas terlepas dari kondisi ekonominya.

Sistem pendidikan Indonesia (kurikulum, sumber daya pengajar, infrastruktur) juga harus menghasilkan manusia Indonesia yang berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan berdaya saing global. Kami ingin melihat pendidikan yang semakin disesuaikan dengan potensi kedaerahan dan memperkuat budaya daerah.

Pembangunan dan pendidikan Indonesia harus berbasis riset. Investasi untuk riset di Indonesia, baik oleh pemerintah maupun swasta harus ditingkatkan menjadi 3% per GDP. Indonesia juga harus menjadi negara termudah di Asia untuk mendapatkan paten.

Mengingat era digital akan terus berkembang, kami ingin agar setiap manusia Indonesia, di manapun, memiliki literasi digital (digital literacy). Kami juga ingin agar konektivitas digital diperlakukan sebagai bagian dari hak manusia (human rights).

Kami memiliki visi agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas terlepas dari kondisi ekonomi dan geografis. Kami juga ingin agar sistem pelayanan kesehatan nasional dapat memperluas distribusi personalized medicine kepada rakyat Indonesia.

Dan kami berkeinginan agar semua anak Indonesia mendapatkan akses vaksin, baik preventif maupun kuratif, untuk melawan penyakit degeneratif dan menular.

Kami beraspirasi agar bangsa Indonesia di tahun 2045 menjadi bangsa entrepreneur. Entrepreneur kita harus menjadi pelopor anti-korupsi yang mampu memberikan manfaat sosial dan memiliki kesadaran lingkungan.

Kami ingin Indonesia dapat menjadi ekonomi yang unggul dalam Revolusi Industri 4.0 dan seterusnya, serta menjadi bangsa pemenang globalisasi.

Di usianya yang satu abad nanti, kami ingin melihat Indonesia menjadi kekuatan maritim dunia. Guna mencapainya, Indonesia harus mempunyai kapasitas militer untuk menjaga kedaulatan dan melindungi kepentingan nasional di wilayah maritim NKRI, terlebih dengan dibangunnya Blue Water Navy yang dapat membantu menjaga stabilitas keamanan kawasan. Industri pertahanan maritim Indonesia juga harus mampu menjadi yang terdepan di Asia.

Mengingat meningkatnya ancaman siber global, kami ingin Indonesia memiliki kemampuan pertahanan siber yang tangguh di tahun 2045.

Menjelang usia Republik Indonesia yang satu abad, kami beraspirasi agar sejumlah masalah-masalah bangsa hari ini bisa dilenyapkan di tahun 2045 atau sebelumnya.

Kami ingin agar generasi 2045 menjadi generasi pertama dalam sejarah Republik Indonesia yang tidak lagi dibebani oleh separatisme.

Kami juga ingin melihat kemiskinan absolut terhapus dari bumi Indonesia dan kami ingin agar upaya pengentasan kemiskinan dapat bergeser dengan menargetkan perubahan nasib 60% masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan.

Di tahun 2045, kami ingin tidak ada lagi anak Indonesia yang mengalami stunting, tidak ada lagi kerja paksa anak dan perbudakan modern, tidak ada lagi perkawinan usia anak, tidak ada lagi buta huruf, tidak ada lagi kelaparan dan kurang gizi, tidak ada lagi desa tertinggal, tidak ada lagi sengketa batas wilayah negara yang belum terselesaikan, tidak ada lagi deforestasi, dan tidak ada lagi pungutan liar di wilayah Indonesia.

Walaupun kami menyadari beratnya tantangan-tantangan ini, kami percaya bahwa dengan upaya sistemik yang sungguh-sungguh dan konsisten, pemerintah Indonesia akan menjadi relatif bebas korupsi dalam satu generasi ke depan.

Semua visi ini membutuhkan internasionalisme Indonesia yang sepadan. Maka dari itu, kami ingin melihat politik luar negeri bebas-aktif diimplementasikan secara maksimal, agar dapat menjadikan Indonesia Major Power Asia dan pelopor global. Kami beraspirasi agar Indonesia terus menjadi jangkar Asia Tenggara, pemimpin ASEAN, serta pendekar multilateralisme.

Indonesia tidak boleh ditakuti, tetapi dihormati dan diteladani dunia. Kami juga mencita-citakan masuknya Indonesia ke dalam lima besar kekuatan perdagangan dunia, sejalan dengan kekuatan ekonomi kita pada waktunya.

PENUTUP

Kami, pemuda Indonesia, meyakini bahwa bangsa Indonesia ditakdirkan menjadi bangsa besar dunia. Kami juga meyakini abad ke-21 akan menjadi abad kejayaan Indonesia.

Naskah ini diharapkan menjadi acuan sejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia guna menginspirasi pemimpin dan rakyat Indonesia ke depan.

Oleh karena itu, kami mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung, menyebarkan, dan mewujudkan visi yang mulia ini.

Kami yakin visi dan aspirasi yang kami torehkan ini adalah acuan ambisius yang layak dimiliki rakyat Indonesia. Maka dari itu, kami persembahkan dokumen ini bagi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73.

Atas berkat Rahmat Tuhan yang Maha Esa dan atas nama pemuda Indonesia.

Jakarta, 15 Agustus 2018

​--------------------------------------------------

Utk PDF dapat dilihat disini:

Visi-Indonesia-2045_Konferensi-Merancang-Visi-Indonesia_15-Agustus-2018

Mahasiswa sebagai “agent of change” selalu berupaya untuk membantu dan mengabdikan dirinya agar siap selalu membantu masyarakat, bangsa dan negara. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) sebagai wadah organisasi mahasiswa asal Indonesia yang sedang belajar di luar negeri menjadi salah satu media bagi mahasiswa Indonesia untuk menyalurlan ide-ide cerdas dan positif dengan tujuan untuk membantu mahasiswa lainnya yang sedang belajar di luar negeri, membantu masyarakat Indonesia yang sedang bekerja di luar negeri dan lebih jauh lagi membantu stake holder pengambil kebijakan negara melalui kegiatan partnership yang postif dan berkesinambungan.

Simposium Internasional PPI Dunia yang diselenggarakan setiap tahun selalu berupaya menyuguhkan berbagai ide dan masukan cerdas untuk bangsa dan negara Indonesia khususnya untuk pemerintah dan pengambil kebijakan di negara Indonesia yang nantinya akan dijadikan rekomendasi yang dapat dilaksanakan dalam dataran yang lebih praktis. Selain itu, dalam acara simposium PPI Dunia ini juga dibahas tentang dinamika organisasi PPI Dunia yang dikemas dalam bentuk kongres yang nantinya akan menghasilkan berbagai output yang dapat digunakan untuk memperbaiki organisasi dan melanjutkan program PPI Dunia yang sudah ada agar dapat digunakan untuk kebaikan warga PPI se Dunia, masyarakat dan juga bangsa serta negara Indonesia.

Momentum Simposium Moskow

Simposium PPI Dunia yang ke 10 yang diselenggarakan di Kota Moskow, Rusia, yang mengambil tema “Kontribusi Pemuda Dalam Strategi Pembanguan Nasional menuju Indonesia Emas 2045” menjadi momentum yang sangat penting untuk membuktikan eksistensinya PPI Dunia kepada masyarakat, bangsa dan negara Indonresia. Para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Dunia yang saat ini sedang belajar di luar negeri yang pada saatnya nanti pasti akan kembali ke Indonesia dan mengabdikan ilmunya untuk bangsa dan negara Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi dan juga mengharumkan nama Indonesia di mata Dunia Internasional.

Sejak terbentuknya organisasi Mahasiswa Indonesia yang sedang studi di luar negeri (Perhimpunan Pelajar Indonesia) pertama yaitu sejak tahun 1922 di Kota Leiden, Belanda, yang kemudian bernama PPI Belanda, dan kemudian pada tahun 2007 oleh karena adanya keinginan yang besar untuk menyatukan dan mengkoordinir PPI di masing-masing negara untuk berbuat yang lebih untuk bangsa dan negara, maka kemudian di Kota Sydney dibentuklah PPI Dunia yang terbagi menjadi 3 kawasan yaitu Timur Tengah-Afrika, Asia-Oceania dan Amerika-Eropa yang saat ini berjumlah 56 Negara.

Menata Peran PPI Dunia

Fokus utama dari PPI Dunia yang dipimpin oleh seorang Koordinator PPI Dunia dan Dewan Presidium yang merupakan wakil dari tiap kawasan ini adalah agar terlaksananya program kerja dari PPI masing-masing negara yang dapat disinergikan dengan program PPI Dunia agar semua program PPI Negara lebih terstruktur, sistematis dan masif. Tentunya masing-masing PPI Negara memiliki program kerja dalam skala yang kecil, menengah, besar, internal ataupun eksternal.

PPI Dunia sebagaimana diatur dalam AD-ART PPI Dunia memiliki peran untuk mengelaborasi dan mensinergikan semua program yang ada di PPI Negara untuk dijadikan program unggulan yang melibatkan seluruh PPI Negara. Dalam periode kepengurusan PPI Dunia 2017-2018 yang dipimpin oleh Pandu Utama, setidaknya ada banyak program unggulan yang diusung oleh PPI Dunia diantaranya adalah, membuat kajian tentang nuklir dan kajian Papua Barat, menyelenggarakan pagelaran budaya Indonesia di berbagai negara, penyaluran bantuan dana sosial, mengikuti berbagai festival budaya Internasional, membuat berbagai acara webinar dan diksusi secara online melalui PPI TV dan PPI Radio dan banyak program unggulan lainya yang menggambarkan peran dan eksistensi dari PPI Dunia.

Acara simposium Internasional yang ke-10 di Moskow, Rusia ini menjadi momentum bangkitnya para pemuda Indonesia khsusnya mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar negeri menuju Indonesia Emas di Tahun 2045. Dengan jumlahnya anggota PPI Dunia yang tergabung dalam PPI Negara yang mencapai hampir 90 ribu orang, maka tentu hal tersebut menjadikan PPI Dunia begitu penting untuk disimak dan dijadikan partner bagi Pemerintah dan para pengambil kebijakan di Negara Indonesia. Ide-ide cerdas para mahasiswa yang ada di 56 negara yang tergabung dalam PPI Dunia ini tentu tidak bisa dianggap sepele, mereka memiliki kekuatan yang luar biasa untuk memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Jangan sampai potensi yang besar tersebut kemudian diambil oleh negara lain oleh karena kurangnya perhatian Negara Indonesia kepada para mahasiswa tersebut.

Tentunya acara Simposium Internasional di Moskow yang diselenggarakan oleh PPI Rusia sejak tanggal 23 Juli s.d. 27 Juli 2018 yang lalu, yang menghadirkan keynote speaker Kapolri Tito Karnavian dan Wakil Ketua MPR Mahyudin menjadi momentum kebangkitan PPI Dunia untuk kembali merapatkan barisan dan membuktikan kepada masyarakat, bangsa dan negara Indonesia akan manfaat dan sumbangsih dari organisasi PPI Dunia untuk masyarakat, bangsa dan negara Indonesia sehingga peran dan kontribusi mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri terlihat nyata guna mewujudkan Indonesia Emas di Tahun 2045.

*****

Oleh : Hani Adhani - Presidium Sidang Kongres PPI Dunia 2018 di Moskow. Anggota Tim AD HOC AD ART PPI Dunia. Wakil Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi PPI Malaysia. Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum IIUM Malaysia. Email : adhanihani@gmail.com. HP:+62812-83150373. Alamat: Asrama Mahasiswa IIUM Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920