Categories
Komisi Pendidikan PPI Dunia Pusat Kajian & Gerakan

Dampak Pembelajaran Online dalam Sistem Pendidikan Indonesia Pasca Pandemi COVID-19

WP Komisi Pendidikan No. 3 Tahun 2020

Telah diketahui tahun 2019/2020 adalah tahun dimana dunia pada umumnya dan Indonesia khususnya terkena dampak dari pandemi COVID-19. Wabah COVID-19 menjadi penghambat perkembangan di berbagai sektor. Bukan hanya dalam sektor ekonomi, tetapi juga dalam sektor pendidikan. Terdapat dampak positif dan negatif dari diterapkannya sistem pembelajaran jarak jauh berbasis e-learning ini. Kebijakan pendidikan maupun kualitas pendidikan yang masih belum siap ketika diterapkannya pembelajaran jarak jauh menjadi kendala nyata yang dihadapi saat pandemi.

Lalu bagaimana dampak pembelajaran online dalam sistem pendidikan Indonesia pasca pandemi COVID-19? Berikut adalah kajian dari komisi pendidikan yang ditulis oleh Januar Widakdo dan Kifah Gibraltar Bey Fananie.

WP-Komisi-Pendidikan-No.-3-tahun-2020

Categories
Komisi Pendidikan Pusat Kajian & Gerakan

Pandangan Untuk Potret Ketidakmerataan Pelayanan Terhadap Guru di Daerah – PPI Brief No. 14/2020

PPI Brief No. 14 / 2020, Komisi Pendidikan

Pelayanan pemerintah terhadap guru di daerah masih belum merata jika dilihat dari fasilitas yang diberakan. Tidak sedikit guru yang ada di daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal) masih kesulitan untuk mendapatkan sarana dan prasarana untuk bahan mengajar. Lalu bagaimana pandangan untuk potret ketidakmerataan pelayanan terhadap guru di daerah? Berikut adalah kajian oleh Januar Widakdo, Komisi Pendidikan PPI Dunia 19/20.

PPI-Brief-No-14-2020-Komisi-Pendidikan

Categories
Komisi Pendidikan PPI Dunia

Kawan Akal Komisi Pendidikan PPI Dunia

Kawan Akal merupakan inisiatif divisi kajian Komisi Pendidikan PPI Dunia untuk senantiasa menghidupkan kajian kolaboratif sesama pelajar se-Dunia.

Platform belajar dan kajian yang telah tersedia melalui program PPI Dunia memiliki konsep pematerian pada umumnya, dimana materi ditransfer secara satu arah dari panelis. Melalui pola ini, dibutuhkan panelis yang mumpuni, baik dari segi pengalaman riset maupun karir lainnya.

Kawan Akal, yang pada diilustrasikan sebagai aktivitas videocall, ingin berinisiatif memunculkan konsep yang baru dalam pelaksanaan kajian. Program ini menempatkan seluruh pembicara, yang dalam hal ini pengkaji/diskusiwan, untuk memiliki peluang untuk berkontribusi terhadap isu megenai pendidikan berdasarkan apa yang pernah dipelajari. Untuk mencapai konsep ini, Kawan Akal didesain agar terciptanya kolaborasi ilmu pengetahuan melalui kontribusi lintas sektor. Bukan merupakan hal yang mudah dilakukan, Kawan Akal juga tidak menempatkan diri sebagai sumber primer ilmu. Hal ini dikarenakan setiap pengkaji memiliki/mengenyam latar belakang bangsa tempat mereka belajar. Secara otomatis, ilmu dan sudut pandang sangat mungkin berbeda satu sama lain antar negara. Harapannya, konsep ini dapat menjadi pemicu agar aktifnya tradisi akademik di internal PPI Dunia, sekaligus berbagi produksi diskursus-diskursus akademik tentang pendidikan.

Untuk memberikan penyegaran media, Kawan Akal disajikan dalam bentuk rekaman diskusi, yang merupakan campuran antara elemen teks, podcast, juga livestreaming (tidak publik). Video dapat di saksikan melalui playlist di bawah ini. Selamat menyimak!

Hormat kami,
Divisi Kajian Pendidikan

Categories
Berita Komisi Pendidikan PPI Dunia

Pendaftaran Bantu Guru Melihat Dunia 2019

Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) didirikan atas dasar kesadaran untuk ikut membangun dan memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan cita-ci­ta dan tujuan bangsa yang tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, di antaranya adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Mencerdaskan erat kaitannya dengan pendidikan, dan salah satu upaya untuk memajukan pendidikan nasional adalah dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas guru/pendidik di Indonesia. Berangkat dari gagasan tersebut, Komisi Pendidikan PPI Dunia 2018-2019 kembali mengadakan program Bantu Guru Melihat Dunia (BGMD).

BGMD adalah program pemberangkatan guru di daerah ke luar negeri, untuk mempelajari sistem pendidikan yang ada di sana. Selama seminggu guru-guru yang dikirim akan mengamati, sekaligus mempelajari, bagaimana kegiatan belajar-mengajar yang berlangsung di negara tujuan.

Program BGMD tahun ini berfokus ke negara Jepang, dan bekerja sama dengan PPI Jepang sebagai pihak penghubung ke host school yang akan menjadi tempat belajar guru-guru nanti. Juga Kampus Guru Cikal (KGC) sebagai panitia penyeleksi guru.

Sebagaimana tahun lalu, kota tujuannya adalah Tokyo, sebagai ibu kota negara yang menawarkan kehidupan di metropolis. Selain itu, sebagian guru juga akan dikirimkan ke kota Himeji di Prefektur Hyogo. Berbeda dengan Tokyo, Himeji jauh dari hiruk pikuk keramaian kota besar. Guru yang dikirim akan tinggal bersama orang Jepang dengan ditemani pendamping dari pelajar Indonesia selama program berlangsung. Dengan demikian, selain belajar bagaimana sistem pendidikan di sana, guru-guru juga dapat mempelajari budaya dan karakteristik masyarakat Jepang secara langsung.

Oleh sebab itu, PPI Dunia dengan ini membuka kesempatan bagi guru-guru Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah Pertama yang ingin mendaftar dalam Program BGMD 2019, dengan ketentuan sebagaimana terlampir di bawah.

Syarat Pendaftaran BGMD 2019

  1. Terbuka untuk WNI Pria/Wanita dengan usia 25-40 tahun.
  2. Latar belakang pendidikan minimal S1 dengan minimal Indeks Prestasi Kumulatif di atas 3,00 pada skala 4,00.
  3. Guru Sekolah Dasar (atau yang setara), atau Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP).
  4. Memiliki pengalaman mengajar di jenjang pendidikan formal selama tiga tahun.
  5. Sehat jasmani dan rohani, serta bebas narkoba (ditandai dengan surat keterangan sehat dan bebas narkoba dari instansi kesehatan resmi).
  6. Mendapatkan (minimal satu) surat rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja, atau rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja.
  7. Mendapatkan surat pernyataan bahwa pimpinan institusi pendidikan di mana calon peserta mengajar mengijinkan guru yang bersangkutan untuk mengikuti kegiatan apabila calon peserta diterima.
  8. Bersedia menandatangani surat pernyataan sebagaimana terlampir yang menyatakan bahwa pendaftar:
    1. Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa program dari sumber lain;
    2. Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
    3. Membagikan ilmu serta pengetahuan yang didapat selama program berjalan kepada rekan-rekan guru di Indonesia dalam bentuk apa pun;
    4. Bekerja sama dengan pihak panitia BGMD 2019 dalam rangka mempublikasikan hasil dari program BGMD ke khalayak umum, terkhusus rekan-rekan guru atau pendidik di Indonesia.
  9. Membuat video pendek dengan rincian sebagai berikut:
  10. Diambil dengan mode landscape;
  11. Durasi maksimal 3 menit;
  12. Berisi perkenalan mengenai diri dan motivasi mengikuti BGMD;
  13. Mengunggah video di akun media sosial masing-masing (dengan tagar #BGMD2019), kemudian me-mention akun media sosial PPI Dunia;
  14. Mengirimkan link video ke form pendaftaran bersamaan dengan pengiriman berkas-berkas terlampir.
  15. Memiliki keahlian dalam kesenian/budaya Indonesia (tarian tradisional, beladiri tradisional, nyanyian tradisional, permainan tradisional, dll).

Merupakan nilai tambah:

1.Memiliki dokumen resmi/sertifikat bahasa Inggris dengan skor sekurang-kurangnya:

a. TOEFL ITP 450 atau;

b. iBT 57 atau;

c. IELTS 5 atau;

d. TOEIC 600.

2. Memiliki dokumen resmi/sertifikat JLPT;

3. Guru dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

……………………

Proses Pendaftaran BGMD 2019

  1. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 7 April 2019 hingga 27 April 2019.
  2. Download format formulir pendaftaran dan berkas-berkas lain di http://bit.ly/FormulirBGMD2019.
  3. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirimkan pertanyaan melalui email di bgmd@ppidunia.org.
  4. Lengkapi berkas sebelum mendaftar. Scan berkas-berkas yang telah terkumpul.
  5. Daftarkan diri anda pada link pendaftaran di http://bit.ly/BGMD2019.
  6. Pendaftaran paling lambat tanggal 27 April 2019. Simpan berkas asli karena akan diperlukan ketika anda lolos seleksi nantinya.

……………………

Proses Seleksi BGMD 2019

  • Seleksi Administrasi

Akan dilaksanakan hingga 27 April 2019 oleh panitia Bantu Guru Melihat Dunia (PPI Dunia).

  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi

Melalui media sosial, website PPI Dunia, dan ke email calon peserta yang lolos seleksi. Dalam pengumuman ini, panitia akan sekaligus memberitahukan mengenai prosedur seleksi selanjutnya.

  • Seleksi Wawancara

Akan dilaksanakan pada awal bulan Mei 2019 melalui video conference.

  • Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara

Peserta yang lolos seleksi wawancara akan diberikan surat undangan mengikuti program Bantu Guru Melihat Dunia di negara tujuan yang telah ditentukan panitia.

  • Pengurusan Paspor dan Visa

Peserta diwajibkan mengurus Paspor dan Visa sebelum tanggal keberangkatan pada 23/24 Juni 2019 (biaya pengurusan paspor dan visa ditanggung sendiri oleh peserta).

  • Persiapan Sebelum Keberangkatan

Akan dikomunikasikan oleh panitia BGMD kepada peserta.

……………………

Formulir pendaftaran dan surat-surat bisa diunduh di sini

http://bit.ly/FormulirBGMD2019

Setelah melengkapi berkas-berkas pendaftaran, silakan mendaftar online lewat link berikut:

http://bit.ly/BGMD2019

Categories
Komisi Pendidikan

Kawan Akal Komisi Pendidikan PPI Dunia

Kawan Akal merupakan inisiatif divisi kajian Komisi Pendidikan PPI Dunia untuk senantiasa menghidupkan kajian kolaboratif sesama pelajar se-Dunia.

Platform belajar dan kajian yang telah tersedia melalui program PPI Dunia memiliki konsep pematerian pada umumnya, dimana materi ditransfer secara satu arah dari panelis. Melalui pola ini, dibutuhkan panelis yang mumpuni, baik dari segi pengalaman riset maupun karir lainnya.

Kawan Akal, yang pada diilustrasikan sebagai aktivitas videocall, ingin berinisiatif memunculkan konsep yang baru dalam pelaksanaan kajian. Program ini menempatkan seluruh pembicara, yang dalam hal ini pengkaji/diskusiwan, untuk memiliki peluang untuk berkontribusi terhadap isu megenai pendidikan berdasarkan apa yang pernah dipelajari. Untuk mencapai konsep ini, Kawan Akal didesain agar terciptanya kolaborasi ilmu pengetahuan melalui kontribusi lintas sektor. Bukan merupakan hal yang mudah dilakukan, Kawan Akal juga tidak menempatkan diri sebagai sumber primer ilmu. Hal ini dikarenakan setiap pengkaji memiliki/mengenyam latar belakang bangsa tempat mereka belajar. Secara otomatis, ilmu dan sudut pandang sangat mungkin berbeda satu sama lain antar negara. Harapannya, konsep ini dapat menjadi pemicu agar aktifnya tradisi akademik di internal PPI Dunia, sekaligus berbagi produksi diskursus-diskursus akademik tentang pendidikan.

Untuk memberikan penyegaran media, Kawan Akal disajikan dalam bentuk rekaman diskusi, yang merupakan campuran antara elemen teks, podcast, juga livestreaming (tidak publik). Video dapat di saksikan melalui playlist di bawah ini. Selamat menyimak!

Hormat kami,
Divisi Kajian Pendidikan

Categories
Komisi Pendidikan PPI Dunia PPI Negara Pusat Kajian & Gerakan Tentang PPI Dunia

Gerakan Berporos Pengetahuan: Kajian dan Gerakan dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia

Sejak dibentuk satu dekade silam, PPI Dunia telah berkembang menjadi sebuah organisasi yang diperhitungkan, tidak hanya di antara mahasiswa Indonesia di luar negeri, tetapi juga masyarakat diaspora Indonesia dan masyarakat internasional. Saat ini, 56 PPI Negara sudah bergabung di PPI Dunia, menjadikan PPI Dunia sebagai salah satu wadah terbesar perkumpulan mahasiswa Indonesia secara internasional.

Perjalanan panjang ini kemudian mendorong pentingnya re-orientasi gerakan PPI Dunia ke depannya. Sebagai sayap penelitian dan pengkajian di PPI Dunia, Pusat Kajian & Gerakan 2018/2019 mengusung tema sentral “Poros Pengetahuan Indonesia”. Visi ini sejalan dengan tagline “kolaborasi-kontribusi” yang menjadi acuan gerak PPI Dunia untuk tahun kepengurusan 2018/2019. Gerakan Berporos Pengetahuan melihat “pengetahuan” sebagai bagian tak terpisahkan dari gerakan dan melihat “gerakan” sebagai konsekuensi dari pengetahuan yang diperoleh para pelajar Indonesia di luar negeri. Keduanya saling terkait.

 

Mengapa Gerakan Berporos Pengetahuan?

Tantangan yang ada saat ini dapat dikatakan kompleks. Revolusi digital membuat arus informasi semakin gencar, melalui internet-of-things (IoT) dan gencarnya penetrasi media di tengah masyarakat. Di sisi lain, ketimpangan ekonomi dan pendidikan juga semakin besar. Pendidikan formal kita saat ini, kendati semakin lebih baik, tidak sepenuhnya bisa memberikan akses pada pengetahuan yang semakin hari semakin dinamis.

Tak ada gerakan sosial yang tidak dibangun di atas pengetahuan. Begitu juga dengan gerakan pelajar. Pelajar Indonesia di dalam dan luar negeri punya satu pijakan utama: akses terhadap pengetahuan dan kemampuan untuk ‘membaca’ pengetahuan itu. Kelebihan ini perlu dimanifestasikan lebih dalam berbagai aktivitas kolektif pelajar. Bagi Perhimpunan  Pelajar Indonesia, hal ini berarti menjadikan pengetahuan yang didapat di kampus sebagai dasar dalam “berkontribusi” dan merespons perkembangan terkini, baik di tanah air maupun di dunia.

 

Dua Model Gerakan Pengetahuan

Di titik ini, gerakan pengetahuan menjadi penting. Saya akan memulai dengan mendefinisikan apa yang saya maksud dengan ‘pengetahuan’ – dan bagaimana pengetahuan bisa dihubungkan dengan gerakan. Pengetahuan sendiri bisa didefinisikan dalam dua jenis: pengetahuan ‘praktis’ dan pengetahuan ‘teoretis’. Kedua jenis pengetahuan ini membentuk dua bangunan gerakan yang bisa dipertimbangkan oleh gerakan pelajar di Indonesia.

 

Gerakan Pengetahuan 1.0

Pertama, pengetahuan yang sifatnya ‘praktis’ atau ‘eksplisit’. Pengetahuan ini  digunakan untuk memecahkan kehidupan sehari-hari. Sumbernya bisa dari pengalaman, pembicaraan dengan orang lain, maupun intuisi ketika berhadapan dengan alam. Ini fondasi pengetahuan pertama, yang perlu dimiliki oleh gerakan pelajar pelajar dalam bentuk tradisi dan aktivitas keseharian individual.

Bagi gerakan pelajar, pengetahuan jenis ini sifatnya mendasar dan harus ditradisikan dalam keseharian agar bisa menghasilkan anggota-anggota yang terdidik. Secara lebih spesifik, bagi gerakan pelajar, ada tiga “poros” penting yang seharusnya menjadi dasar bagi gerakan pelajar untuk membangun karakter pengetahuan pada dirinya, yaitu: baca – tulis – diskusi. Setiap gerakan harus membangun ‘tradisi’ baca, untuk memastikan ia memiliki pemahaman yang utuh atas setiap aktivitas yang ia lakukan. Ia juga harus punya kemampuan menulis, agar hasil bacaan dan pemahamannya menjadi fokus dan bisa dibaca semua orang. Terakhir, ia juga perlu menyampaikan pemikirannya kepada masyarakat luas, contohnya melalui diskusi-diskusi yang terarah.

Ketiga hal ini mendasar bagi gerakan gerakan pelajar karena ia membangun karakter pengetahuan secara kolektif. Selain itu, ia juga membangun identitas bagi gerakan pelajar itu sendiri. Gerakan pelajar Indonesia, secara mendasar, dibangun di atas ‘trilogi’ gerakan ini

 

Gerakan Pengetahuan 2.0

Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman maka jenis pengetahuan ini berkembang dan semakin kompleks. Salah satunya dikarenakan semakin banyaknya penemuan dan tantangan masyarakat semakin besar. Karena itulah dibutuhkan jenis pengetahuan kedua, yaitu pengetahuan yang bersifat lebih terstruktur, dipelajari dalam disiplin tertentu, dan bersifat ‘teoretis’. Jenis pengetahuan ini biasanya lebih kompleks karena mengharuskan orang-orang yang mempelajarinya untuk membaca banyak hal, mempelajari disiplin ilmu dan membangun keahlian yang spesifik pada bidang keilmuan tertentu, serta membuka cara pandang baru tentang realitas sosial. Ini adalah jenis pengetahuan yang biasa dipelajari di kampus, khususnya dikembangkan pada level pascasarjana.

Bagi gerakan pelajar, terutama gerakan pelajar Indonesia yang lebih serius di luar negeri (dalam hal ini, “Perhimpunan Pelajar Indonesia” di luar negeri), model gerakan pengetahuan yang pertama tidak cukup. Ia juga harus dihubungkan dengan model yang kedua, yang berbasis pada tiga aspek lain: analisis – publikasi –diseminasi. Gerakan ini bersifat kolektif dan terorganisir dengan baik melalui bentuk-bentuk Perhimpunan.

Di titik ini, gerakan pelajar mesti mendasarkan gerakannya pada kerangka analisis yang kuat. Hasilnya juga dituntut untuk terpublikasi secara ilmiah dan ditopang oleh saringan editorial yang kuat. Terakhir, gerakan pelajar perlu untuk memiliki platform sebagai wadah untuk mendiskusikan berbagai hasil analisis yang telah dilakukan kepada masyarakat luas. Ketiga hal ini penting untuk memastikan gerakan pelajar Indonesia, di dalam atau di luar negeri, mumpuni dalam membaca peristiwa sosial ataupun perubahan-perubahan lingkungan yang semakin kompleks.

 

Kajian dan Gerakan dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia

Kajian dan gerakan adalah dua sisi mata uang. Setiap statement yang dibuat oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia harus dibangun di atas nalar, dialog, dan diskusi yang konstruktif. Setiap aksi sosial yang dibuat oleh pelajar Indonesia –apapun bentuknya— mesti didahului oleh rasionalisasi dan analisis yang mendalam dan begitu juga sebaliknya. Kajian menubuh dalam aktivitas gerakan dan respons PPI Dunia terhadap isu-isu nasional dan internasional.

Untuk menghubungkan dua hal tersebut Gerakan yang coba dibangun oleh PPI Dunia 2018/2019, melalui Pusat Kajian dan Gerakan (PUSGERAK), mencoba untuk memadukan dua jenis gerakan pengetahuan dengan event-event sosial yang sifatnya riil. Di satu sisi, Pusgerak mencoba mentradisikan baca – tulis – diskusi untuk memahami dan mengurai peliknya masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Di sisi lain, Pusgerak mencoba untuk menyinergikan semua komponen di Perhimpunan Pelajar Indonesia untuk membangun kerangka analisis yang tajam, publikasi yang kritis dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dan diseminasi hasil pikiran secara produktif. Untuk menerjemahkan tiga poros gerakan ini ke dalam program kerja, Pusat Kajian dan Gerakan 2018/2019 memiliki tiga prioritas utama, yaitu :

 

Pertama, kami berupaya untuk membangun tradisi dan budaya kajian –berpijak pada dua model gerakan di atas— baik di tubuh PPI Dunia, maupun dalam kerja-kerja sinergis bersama PPI Negara.

Kedua, kami juga berkeinginan untuk membangun struktur kajian yang efektif dalam menghubungkan hasil kajian, baik yang dilakukan oleh Komisi di PPI Dunia maupun PPI Negara, dengan proses pengambilan keputusan di PPI Dunia dan PPI Negara.

Ketiga, kami berikhtiar untuk menjadikan kajian sebagai instrumen gerakan yang efektif di PPI Dunia. Tiga prioritas utama ini selaras dengan tugas pokok dan fungsi yang dibebankan oleh Presidium kepada Pusgerak, yang juga menjadi amanat dari Simposium Internasional PPI Dunia di Moskow tahun 2018.

 

Melalui tiga prioritas ini, gerakan yang dibangun oleh PPI Dunia ditopang, dan tak terpisahkan, oleh tiga komponen utama: Komisi, PPI Negara, dan struktur organisasi Pusgerak itu sendiri. Secara organisasional, Pusgerak ditopang oleh beberapa anggota yang memiliki kompetensi riset dan akademik, dengan jenjang pendidikan pascasarjana. Pusgerak juga berkoordinasi dengan lima Komisi yang bertugas membangun gerakan secara sektoral, yaitu bidang Pendidikan, Energi, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Kesehatan. Selain itu, Pusgerak juga berkoordinasi, baik secara formal maupun informal, dengan struktur kajian di PPI masing-masing negara untuk menghubungkan semua aktivitas kajian, penelitian, dan pengembangan keilmuan di masing-masing negara agar selaras satu sama lain, secara internasional. Kami berharap visi sederhana ini memandu aktivitas kajian dan gerakan PPI Dunia selama setahun ke depan, dan bisa meletakkan fondasi awal bagi gerakan Perhimpunan Pelajar Indonesia di masa depan. Salam Perhimpunan!

 

tulisan ini ditulis oleh : Ahmad Rizky M. Umar – Kepala Pusat Kajian & Gerakan PPI Dunia 2018/2019