Categories
Komisi Ekonomi PPI Dunia Pusat Kajian & Gerakan

Pandemi COVID-19, Krisis Ekonomi 2020, dan Pemulihan Ekonomi Nasional

WP Komisi Ekonomi No. 1 tahun 2020

Dalam seri kajian ini, kami menyajikan tinjauan umum kondisi perekonomian Indonesia yang dilanda krisis tahun 2020 yang disebabkan oleh pandemi COVID-19. Kajian ini terdiri atas lima tulisan pendek yang berfokus pada lima topik yakni anatomi krisis yang disebabkan oleh COVID-19, gambaran kebijakan fiskal Indonesia, gambaran kinerja perdagangan Indonesia, kebijakan pemulihan ekonomi dari berbagai negara, dan aspek keberlanjutan lingkungan berkaitan dengan pemulihan ekonomi. Kajian ini ditulis oleh komisi ekonomi yang terdiri dari Denny Irawan, Putra Hutama, Chairul Adi, Achyar Al Rasyid, Hadi Prasojo.

WP-Komisi-Ekonomi-No-1-2020

Categories
Komisi Ekonomi Pusat Kajian & Gerakan

Dampak Ketidakpastian Global Terhadap Perekonomian Indonesia – PPI Brief No. 2/2020

PPI Brief No. 2/2020, Komisi Ekonomi

Komisi Ekonomi PPI Dunia 2019/2020 menerbitkan Kajian Kedua (edisi Maret 2020) dengan judul “Dampak Ketidakpastian Global Terhadap Perekonomian Indonesia”.

Kajian ini terdiri dari lima tulisan pendek yang berfokus pada lima topik. Pada tiga tulisan pertama kami akan membahas dampak dari ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia, ketahanan fiskal, dan neraca perdagangan. Dua tulisan berikutnya akan membahas kondisi daya beli dan penyerapan tenaga kerja serta ketahanan energi Indonesia. Secara umum, Indonesia mendapatkan dampak negatif dari ketidakpastian global yaitu dapat dilihat dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan serta apresiasi atas kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk mengurangi resiko ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia. Kajian dapat diakses di link ini:

PPI-Brief-No-2-2020-Komisi-Ekonomi

Categories
Komisi Ekonomi Pusat Kajian & Gerakan

Tinjauan Performa Ekonomi Indonesia Periode 2014-2019 – PPI Brief No. 1/2020

PPI Brief No. 1/2020, Komisi Ekonomi

Komisi Ekonomi PPI Dunia 2019/2020 menerbitkan Hasil Kajian perdana edisi Desember 2019, dengan judul “Tinjauan Performa Ekonomi Indonesia Periode 2014-2019”.

Dalam Hasil Kajian ini kami menyajikan gambaran umum terhadap perekonomian Indonesia pada periode 2014-2019. Kajian ini terdiri atas lima tulisan pendek yang berfokus pada lima topik. Tiga topik pertama berorientasi pada performa makroekonomi, fiskal dan perdagangan. Dua kajian berikutnya berfokus pada pembangunan regional melalui dana desa dan peningkatan kesejahteraan.
Kajian dapat dibaca di preview berikut ini:

PPI-Brief-No-1-2020-Komisi-Ekonomi

Categories
Komisi Ekonomi

Dampak Ketidakpastian Global Terhadap Perekonomian Indonesia

Komisi Ekonomi PPI Dunia 2019/2020 menerbitkan Kajian Kedua (edisi Maret 2020) dengan judul “Dampak Ketidakpastian Global Terhadap Perekonomian Indonesia”.

Kajian ini terdiri dari lima tulisan pendek yang berfokus pada lima topik. Pada tiga tulisan pertama kami akan membahas dampak dari ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia, ketahanan fiskal, dan neraca perdagangan. Dua tulisan berikutnya akan membahas kondisi daya beli dan penyerapan tenaga kerja serta ketahanan energi Indonesia. Secara umum, Indonesia mendapatkan dampak negatif dari ketidakpastian global yaitu dapat dilihat dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan serta apresiasi atas kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk mengurangi resiko ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia. Kajian dapat diakses di link ini: (Dampak Ketidakpastian Global Terhadap Perekonomian Indonesia)

Dampak Ketidakpastian Global Terhadap Perekonomian Indonesia

Kritik dan saran dapat dikirimkan ke komisi.ekonomi.ppidunia@gmail.com
Selamat membaca!

Categories
Komisi Ekonomi Pusat Kajian & Gerakan

Gambaran Utang Publik Indonesia : Fungsi dan Strategi Pengelolaan

Utang merupakan hal esensial untuk menjaga momentum pertumbuhan pembangunan manusia, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan mengembangkan sektor pasar keuangan.Utang Indonesia masih tergolong aman mengacu pada presentase utang Indonesia per PDB, efektivitias penggunaan utang, dan tenggat waktu jatuh tempo. Pemerintah khususnya pemerintah daerah perlu memperbaiki perencanaan dan realisasi belanja pada sektor-sektor yang produktif guna mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Hal ini berkaitan dengan besarnya nominal dana pemerintah daerah yang lama mengendap di bank menjadi dana yang tidak produktif. Jika dana yang berasal dari utang tidak produktif maka tujuan awal berhutang gagal dicapai. Lalu bagaiamana fungsi dan strategi pengeloaan utang yang baik? Berikut adalah hasil kajian dari dua diaspora mahasiswa Indoensia, Hadied Safarayuza dan Muhammad Putra Hutama.

Gambaran-Utang-Publik-Indonesia-Fungsi-dan-Strategi-Pengelolaan

Atau dapat juga diunduh di tautan ini.
Kritik dan saran dapat dikirimkan ke e-mail komisi.ekonomi.ppidunia@gmail.com
Selamat membaca!

Salam Perhimpunan!

Categories
Komisi Ekonomi Pusat Kajian & Gerakan

Penerapan Pasar Karbon (Emission Trade System) di Indonesia dan pembelajaran dari Uni Eropa

Dalam Upaya mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GKR) yang menyebabkan terjadinya kenaikan suhu bumi dan perubahan iklim, Indonesia perlu mempertimbangkan penerapan instrumen ekonomi, salah satunya emission trading system (ETS). Penting untuk mempelajari berbagai pengalaman negara lain yang telah menerapkan ETS. Terutama Uni Eropa dengan berbagai pertimbangan kondisi Indonesia, dimana terdapat beberapa langkah pembentukan dan penerapan ETS. Lalu bagaimana penerapan ETS di Indonesia berdasarkan pembalajaran dari Uni Eropa? Berikut adalah hasil kajian dari tiga diaspora mahasiswa Indonesia yakni Hadi Prasojo, Ratih Twi Septriana, Avianto Nugroho.

Penerapan-Pasar-Karbon-Emission-Trade-System-di-Indonesia-dan-Pembelajaran-dari-Uni-Eropa

Atau dapat juga diunduh di tautan ini.
Kritik dan saran dapat dikirimkan ke e-mail komisi.ekonomi.ppidunia@gmail.com
Selamat membaca!

Salam Perhimpunan!

Categories
Komisi Ekonomi Pusat Kajian & Gerakan

Memenangkan Ekonomi Digital di Indonesia

Kontribusi ekonomi internet atau ekonomi digital di Indonesia baru mencapai 5% terhadap PDB saat ini. Besarnya jumlah pengguna aktif internet di telepon seluler, pesatnya perusahaan rintisan atau start-up hingga meroketnya agregat belanja daring mengindikasikan pertumbuhan yang menjanjikan. Sebelum tahun 2025, diprediksi bahwa nilai ekonomi digital akan melampaui US$ 130 miliar dimana teknologi finansial (fintech) akan menjadi teknologi kunci dalam pengembangan ekonomi berbasis informasi untuk mengatasi masalah inklusi keuangan. Pesatnya pertumbuhan start-up dalam negeri mencerminkan perkembangan positif. Namun hal ini tidak terlepas dari berbagai tantangan untuk mencapai kemajuan ekonomi digital. Lalu bagaimana rekomendasi kebijakan yang perlu dilakukan oleh Pemerintah? Berikut adalah hasil kajian dari dua diaspora mahasiswa Indonesia, Putra Wanda dan Ria Ratna Sari, sebagai sumbangsih gagasan untuk Indonesia.

Memenangkan-Ekonomi-Digital-di-Indonesia

Atau dapat juga diunduh di tautan ini.
Kritik dan saran dapat dikirimkan ke e-mail komisi.ekonomi.ppidunia@gmail.com
Selamat membaca!

Salam Perhimpunan!

Categories
Komisi Ekonomi Pusat Kajian & Gerakan

Tinjauan Performa Ekonomi Indonesia Periode 2014-2019

Komisi Ekonomi PPI Dunia 2019/2020 menerbitkan Hasil Kajian perdana edisi Desember 2019, dengan judul “Tinjauan Performa Ekonomi Indonesia Periode 2014-2019”.

Dalam Hasil Kajian ini kami menyajikan gambaran umum terhadap perekonomian Indonesia pada periode 2014-2019. Kajian ini terdiri atas lima tulisan pendek yang berfokus pada lima topik. Tiga topik pertama berorientasi pada performa makroekonomi, fiskal dan perdagangan. Dua kajian berikutnya berfokus pada pembangunan regional melalui dana desa dan peningkatan kesejahteraan.
Kajian dapat dibaca di preview berikut ini:

Kajian-1-Desember-2019-Komisi-Ekonomi-PPI-Dunia-2019-2020

Atau dapat juga diunduh di tautan ini.
Kritik dan saran dapat dikirimkan ke e-mail komisi.ekonomi.ppidunia@gmail.com
Selamat membaca!

Salam Perhimpunan!

Categories
Komisi Ekonomi RRI Voice Suara Anak Bangsa

Hari Pengentasan Kemiskinan

Resume Siaran RRI World Service

Pada setiap tahunnya, 17 Oktober diperingati sebagai Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional. Peringatan ini telah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1992 dan pertama kali digelar di Paris, Prancis pada tahun 1987. Tema hari pengentasan kemisikinan ini pun diangkat di dalam siaran perdana PPI Dunia bersama Radio RRI pada program Voice of Indonesia tanggal 14 Oktober 2019. Dengan menghadirkan dua orang pelajar Indonesia, Muhammad Putra Hutama (Tama) dalam segmen Youth Forum dan Muhammad Iksan Kiat (Iksan) dalam segmen KAMU, keduanya menuturkan beberapa pandangannya terkait pengentasan kemiskinan khususnya di Indonesia.

Keduanya, meskipun mengisi segmen di jam berbeda, sependapat bahwa pemerintah di Indonesia telah cukup baik dalam merencanakan program-program untuk mengentas kemiskinan. Seperti program asuransi kesehatan BPJS contohnya. Akan tetapi, Iksan (Kepala Pusat Kajian dan Gerakan Strategis PPI Dunia) berpendapat, evaluasi menjadi salah satu aspek yang sangat perlu diperhatikan. Menurutnya, pemerintah bisa melibatkan pelajar Indonesia dari S1 sampai S3 dalam mengatasi masalah kemisikinan di Indonesia. Masalah kemiskinan ini juga dinilai Tama (Ketua Komisi Ekonomi) sebagai permasalahan yang kompleks, akan tetapi Indonesia bisa belajar dari negara lainnya yang sudah berhasil mengentaskan masalah kemiskinan, seperti Bangladesh yang mana pemerintahnya memberikan mikro kredit untuk masalah di bidang kesehatan. “Intinya, bekerjasama. Terutama bersama milenial dan diaspora,” tambah Iksan.

Pasalnya pelibatan millennial dan diaspora, menurut Iksan, meskipun sudah ada, namun perlu diperbanyak dan diperluas. Apabila menilik pada program yang dicanangkan PPI Dunia, yang mana disesuaikan dengan program-progrram Sustainable Development Goals (SDGs), maka ada empat misi PPI Dunia yang sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan ini, diantaranya memetakan kekuatan nansional dan meningkatkan perekonomian, membaca trend global untuk membuka lowongan pekerjaan di Indonesia, dan pengabdian kepada masyarakat.

Iksan, yang saat ini mengenyam dua program magister di Russian State University of Oil and Gas named after I.M. Gubkin dalam konsentrasi Gas and Condenstate Engineering dan Economy and Management of Petroleum Industries, memberikan keterangan bahwa di Rusia pemerintahnya banyak mengalirkan dana-dana subsidi yang menjadikan warga yang miskin pun masih memiliki harapan untuk hidup, mendapatkan pendidikan, dsb. Rakyatnya pun sangat percaya kepada pemerintah dan mendukung setiap program yang pemerintah canangkan. “Rusia juga mendukung rakyatnya untuk maju secara internasional dengan diberikan assistantship,” tambah Iksan. Sedangkan Tama berpendapat, dengan pengalamannya selama menempuh pendidikan magister di International Economy and Business, Corvinus University of Budapest, maka Indonesia perlu meningkatkan lagi aspek perdagangan international dengan berbagai negara di dunia.

PPI Dunia 2019-2020 dengan taglinenya inovatif-progresif-aspiratif, harapannya PPI Dunia bisa menjadi akselator bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Meskipun masalah kemiskinan adalah masalah yang multidimensional, tetapi PPI Dunia telah merancang program bersama 57 negara termasuk organisasi dalam dan luar negeri untuk selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Salah satu program yang akan hadir dari Komisi Ekonomi yakni pelatihan start up, tutur Iksan. Tidak hanya mengandalkan program yang ada di PPI Dunia, Tama pun menambahkan, bahwa sudah pernah memberikan kontribusi di bidang pendidikan dengan mengadakan fund rising untuk membantu pendidikan anak-anak di Jogja. “Meskipun kontribusinya tidak seberapa, tapi yang terpenting adalah berperan pada kapasitasnya masing-masing.” tambahnya.

Penulis: Mutiara Syifa (PERPIKA) – PIC PPI RRI-PPI TV-RPD
Editor: Selsa Azzahra (PPMI Mesir) – PIC PPI RRI-PPI TV-RPD

Categories
Komisi Ekonomi PPI Dunia

Buku Saku untuk UMKM “17 Hal yang Sering Ditanyakan Pengusaha UMKM Muda”

Buku Saku untuk UMKM “17 Hal yang Sering Ditanyakan Pengusaha UMKM Muda” mengupas problematika pengusaha UMKM muda dalam menjalankan bisnis dan memberikan solusi atas problematika tersebut dari tiga aspek fundamental dalam bisnis: Pemasaran, Manajemen, dan Akuntansi.

Menurut data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, terdapat 59,2 juta UMKM di Indonesia pada tahun 2017. Jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 60,6 juta pada tahun 2019. UMKM berperan signifikan terhadap perekonomian dengan menyumbang 60.34% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97% tenaga kerja di Indonesia. Jika melihat statistik total jumlah pengusaha di Indonesia, diperoleh data bahwa 99%-nya merupakan UMKM. Dengan bonus demografi yang sedang dan akan Indonesia nikmati, di mana terjadi peningkatan usia kerja produktif dalam rentang umur 15 hingga 64, keterlibatan generasi muda dalam UMKM menjadi lebih besar pada masa-masa mendatang.

Namun demikian, hari ini masih banyak UMKM yang mengalami berbagai kesulitan dalam melakukan pengelolaan bisnis yang baik. Kemampuan dalam mengoperasikan platform digital informasi dan teknologi menjadi hal mutlak untuk mendukung efisiensi proses bisnis, khususnya di bidang Pemasaran, Manajemen, dan Akuntansi. Peran pemerintah melalui pemberian asistensi kepada pengusaha UMKM baik berupa materiil maupun pelatihan perlu untuk didukung oleh berbagai pihak atau stakeholders agar menghasilkan outcome yang lebih maksimal.

Oleh karena itu, sebagai organisasi pelajar Indonesia terbesar di luar negeri, Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) melalui Komisi Ekonomi menyusun buku ini sebagai bentuk kontribusi kami dalam mendukung pengembangan UMKM di Indonesia. Buku ini disampaikan dengan gaya bahasa sharing pengalaman dari tokoh fiktif Pak Eko dan Bu Nomi, agar lebih mudah dipahami. Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Republik Akuntasi yang membantu kami dalam proses distribusi buku ini kepada teman-teman pengusaha UMKM di Indonesia.

Akhir kata, kami berharap buku ini dapat bermanfaat bagi pengusaha UMKM muda untuk mengembangkan bisnisnya secara mandiri, berkesinambungan, dan berdaya saing di era digital sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan perekenomian Indonesia.

Salam Perhimpunan!

Tim Penulis

Komisi Ekonomi PPI Dunia

Buku-Saku-UMKM

Page 1 of 2
1 2