logo ppid

Dikarenakan satu dan lain hal, terkadang hubungan asmara pun harus terpisahkan dengan jarak. Long distance relationship (LDR) atau hubungan asmara jarak jauh pun kerap kali menjadi sebuah solusi untuk tetap mempertahankan hubungan, baik itu masih dalam tahap pacaran, kenalan, ataupun sudah menikah.

Kalau di Indonesia sendiri, mungkin hubungannya hanya terpisahkan dengan jarak. Tetapi, bagi para pelajar Indonesia di luar negeri hal ini bisa terpisahkan dengan perbedaan waktu pula, mulai dari perbedaan waktu setengah hari hingga satu hari penuh. Hal ini pun terkadang bisa berakibat pada putusnya hubungan atau sebaliknya memotivasi pasangan untuk kuliah di luar negeri juga. Nah bagaimana para pelajar Indonesia di luar negeri dapat tetap mempertahankan hubungan asmaranya dengan menggunakan media yang sudah ada sekarang?

Artikel dari Pusat Informasi Kemahasiswaan Pusdatin PPI Dunia 2019/2020 kali ini akan membahas suka duka LDR yang disertai dengan tips-tips yang dapat membantu teman-teman dalam mempertahankan hubungan asmara jarak jauhnya. Kami ucapkan terima kasih kepada beberapa narasumber yang sudah mau membagikan ceritanya, antara lain: Kak Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha dan istrinya Kak Tira Kurnia Saputri yang sedang kuliah bersama di National Chiao Tung University di Taiwan, serta Kak Fatma di Universiti Malaya di Malaysia.

  1. Niat atau komitmen

Sebelum memulai sesuatu, pasti kita mempunyai niat atau motivasi tersendiri. Nah begitu juga dengan LDR. Sebelum memulai LDR, luruskan dan diskusikan bersama dahulu niat LDRnya. Apakah LDR harus ditempuh karena pilihan kuliah atau karena alasan lainnya? Apakah niatnya benar-benar ingin melanjutkan hubungan atau ada niat yang lainnya? Kemudian, perlu juga didiskusikan lebih lanjut terhadap komitmen hubungan tersebut, seperti hal-hal yang diekspektasi dari tiap pasangan, baik dalam komunikasi atau kepercayaan satu sama lain. Salah satu tips yang dibagi oleh narasumber kami adalah ia memulainya dengan kalimat “May I trust you?”. Karena menurutnya, “kita selalu akan bisa menyayangi orang yang kita percaya, tapi belum tentu bisa mempercayai orang yang kita sayang”. Jadi, kepercayaan merupakan kunci pertama yang paling penting dalam menjalankan hubungan LDR.

2. Komunikasi

Komunikasi merupakan aspek yang berperan penting dalam langgengnya hubungan LDR. Banyak hubungan LDR yang putus karena komunikasi tidak berjalan baik. Tetapi banyak juga hubungan LDR yang langgeng karena terjalinnya komunikasi yang sehat antara kedua belah pihak. Komunikasi yang sehat melibatkan pendengaran secara aktif, menunjukkan rasa empati, dan dapat mengutarakan semua hal baik yang postif maupun negatif.

Meskipun memang komunikasi bisa dalam bentuk apapun, tetapi tetap menyempatkan untuk telepon secara langsung dan rutin. Selain itu, selalu menyempatkan waktu untuk membalas pesan-pesan dia. Nah penting juga untuk tahu apakah pasangan kita merupakan tipe yang membutuhkan perhatian secara intens atau secukupnya saja. Karena, tiap orang bisa berbeda-beda. Hal ini harus didiskusikan terlebih dahulu di langkah pertama, yaitu komitmen.

Ada beberapa pasangan yang harus selalu berkomunikasi secara intens untuk menunjukkan rasa kepercayaannya. Ada juga yang berkomunikasi secukupnya saja minimal sehari sekali untuk menunjukkan rasa kepercayaannya. Untuk pasangan yang sudah menikah, penting juga untuk menyempatkan waktu untuk berbicara dengan anak-anaknya, meskipun harus mengorbankan waktu tidur dikarenakan perbedaan waktu. Nah kalau pada satu poin komunikasi terbuka mengakibatkan amarah baik dari salahsatu atau kedua pihak, lebih baik untuk tidak berkomunikasi dahulu selama satu atau dua hari.

Kemudian, berkomunikasi lagi dengan kepala dingin dan mencari duduk permasalahan serta solusinya bersama-sama. Karena, ketika kita sedang marah, maka diri kita hanya diselimuti oleh pikiran-pikiran negatif yang dapat membahayakan hubungan. Tetapi, penting juga untuk dicatat bahwa apapun masalahnya yang memicu amarah tetap diobrolin dan tidak ditaruh dan dilupakan begitu saja.

3. Meminimalisir baper dan toksik-toksik lainnya

Baper atau bawa perasaan memang merupakan sebuah emosi yang wajar yang dialami setiap manusia, tidak memandang dari gendre. Namun, untuk menjaga hubungan dengan si doi, perlu banget buat kita menjaga emosi baper ini. Jangan sampai ke-baper-an kita membuat kita tidak dapat berpikir jernih dan merusak hubungan percintaan kita. Selain itu, toksik-toksik lainnya seperti cemburu yang berlebihan atau overprotective juga dapat menyebabkan hubungan cepat kandas. Solusinya, tiap individu harus bisa berpikir secara objektif dan menahan diri jika sedang terbawa emosi. Seperti yang sudah disarankan di atas, ada baiknya kita meredakan emosi kita terlebih dahulu, kemudian memecahkan masalahnya bersama pasangan kita dengan kepala dingin.

4. Saling memahami akan kehidupannya masing-masing

Ketika sedang LDR, penting juga untuk kita bisa saling memahami akan kehidupan sehari-harinya pasangan kita. Tidak dapat dipungkiri, bahwa waktu sibuk itu pasti selalu ada, entah karena sibuk sedang persiapan ujian, menulis tugas akhir, atau sibuk kerja part-time. Nah untuk menghindari keretakan hubungan percintaan, sebaiknya kita dapat saling mengetahui dan menghargai agenda masing-masing. Hal ini juga dapat meningkatkan rasa assurance kita terhadap pasangan kita.

5. Mengagendakan untuk bertemu secara langsung dan rutin

Pacaran jarak jauh bukan berarti tidak bertemu sama sekali. Untungnya, kita semua sudah memasuki era digital, sehingga kita dapat bertatap muka secara virtual dengan pasangan kita dimana dan kapan saja. Namun begitu, bukan berarti video chatting dapat menggantikan pertemuan fisik kita. Meskipun terhambat di ongkos pulang atau waktu, setidaknya sempatkan untuk dapat bertemu secara langsung dan rutin. Dengan bertatap muka secara langsung, energi yang kita dapatkan dari pasangan kita pun berbeda. Terlebih, hal ini dapat merekatkan hubungan kita dengan si doi.

Sekian tips dari Pusat Informasi Kemahasiswaan PPI Dunia 2019/2020 mengenai lika liku long distance relationship pelajar indonesia di luar negeri. Terima kasih kepada para narasumber atas masukan-masukannya. Jika teman-teman mempunyai saran, kritik, atau ide tips lainnya, teman-teman dapat mengirimkan kami email ke pusdatin@ppi.id.

complex-problems.png

Mungkin banyak dari kawan-kawan yang ingin berkulaih di luar negeri dengan segala pertimbangan yang membuat berkuliah di luar negeri itu lebih baik. Bagi kawan-kawan yang ingin melanjutkan kuliah di luar negeri, sebaiknya persiapkan diri lebih awal untuk menghadapi permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi pada mahasiswa yang berkuliah di luar negeri. Berikut diantara masalah-masalahnya

  1. Kesulitan memahami pelajaran.

Berkuliah di kampus luar negeri tentu saja memerlukan usaha serta persiapan yang ekstra, terutama dalam hal bahasa. Tentunya tidak semua mahasiswa yang menimba ilmu di kampus-kampus luar negeri akan mengalami hal ini. Maka dari itu perlu persiapan berupa kemampuan bahasa terkhusus bahasa pengantar di kampus untuk memahami materi yang diajarkan agar meminimalisir kesulitan pemahaman materi.

2. Culture Shock

Singkatnya, culture shock adalah keadaan dimana kita merasa asing dengan kebiasaan, sosial ataupun budaya saat kita berpindah ke suatu tempat. Berkuliah di luar negeri tentunya membawa kita tinggal dan menetap di tempat yang sepenuhnya baru bagi kita, maka tak heran kalau banyak mahasiswa yang berkuliah di luar negeri terutama yang baru saja datang memulai kehidupan perkuliahannya. Tetapi, seiring berjalannya waktu, culture shock ini pasti akan hilang dengan sendirinya.

3. Keuangan

Seiring berjalannya waktu, mahasiswa yang melanjutkan studinya di luar negeri semakin banyak dan berasal dari berbagai latar belakang. Tak jarang, banyak juga mahasiswa yang harus berjuang dengan usahanya sendiri untuk mencari uang dengan bekerja part time di samping berjuang untuk studinya untuk membiayai biaya hidup di negara perantauan. Hal ini merupakan contoh salah satu cara yang dilakukan oleh mahasiswa yang berkuliah di luar negeri untuk mengatasi permasalahan finansial yang kerap dialami. Contoh yang lain adalah saat nilai tukar melemah sehingga sangat berdampak pada uang saku yang dimiliki mahasiswa.

4. Homesick

Kalau anda sudah bertekad untuk melanjutkan studi di luar negeri, maka yang satu ini pasti akan terjadi pada anda, baik jauh atau dekat negara tempat berkuliah dengan negara asal. Jika tempat berkuliah tidak terlalu jauh, maka hal ini bukan menjadi masalah yang berarti. Lain halnya jika anda berkuliah di negara yang terletak jauh dari negara asal, maka hal ini bisa menjadi permasalahan tersendiri. Pasalnya, perasaan homesick ini seringkali muncul bahkan saat dalam momen yang tidak menentu, ditambah dengan sulit dan jauhnya perjalanan yang harus ditempuh.

5. Makanan

Makanan merupakan salah satu hal yang dirasakan perbedaannya dengan makanan yang biasa ditemui sebelum hidup dan berkuliah di negara lain. Mungkin di beberapa tempat dapat ditemui kemiripan, tapi banyak juga yang sangat berbeda. Kabar baiknya, setiap mahasiswa yang berkuliah di luar negeri lama kelamaan akan terbiasa dengan sendirinya terhadap makanan yang mereka temui saat tinggal di luar negeri. Dan perlu diketahui, makanan adalah hal yang biasa terlintas di pikiran jika sedang mengalami homesick.


Di atas adalah beberapa permasalahan yang biasa dihadapi oleh mahasiswa yang berkesempatan untuk melanjutkan studinya di luar negeri. Tentunya setiap orang akan memiliki pengalaman yang berbeda satu sama lain, namun secara keseluruhan, hal-hal di atas adalah yang biasa dialami saat berkuliah di luar negeri. Jika terdapat kritik maupun saran dan bahkan masukan, kalian dapat menghubungi kami di pusdatin@ppi.id. Terima kasih telah membaca dan semoga bermanfaat.

priscilla-du-preez-XkKCui44iM0-unsplash.jpg

Kuliah di luar negeri tentunya adalah sebuah kebanggaan tersendiri karena dapat berkuliah di universitas-universitas yang berkelas internasional. Berkuliah di luar negeri juga pastinya mendapat dan belajar tentang banyak hal yang hanya didapat oleh mereka-mereka yang menjalaninya, apa sajakah itu? Berikut beberapa manfaat/keuntungan yang hanya diperoleh mahasiswa yang berkuliah di luar negeri.

  1. Terlatih menjadi lebih mandiri

Menjadi lebih mandiri adalah sesuatu yang hampir pasti terjadi kepada setiap mahasiswa yang berkuliah di luar negeri. Lingkungan, orang-orang serta suasana yang baru adalah yang paling mempengaruhi atas hal ini. Otomatis, mahasiswa yang melanjutkan kuliah di luar negeri pasti pergi jauh dari kampung halamannya, bertemu dan melanjutkan kegiatan sehari-harinya bersama dengan masyarakat serta lingkungan yang sangat baru bagi mereka, yang secara langsung menuntut kemandirian terhadap dirinya sendiri.

2. Penguasaan bahasa

Karena bahasa pengantar di kampus dan negara tempat studi berbeda dengan bahasa ibu, bahasa adalah hal yang wajib dikuasai untuk memahami pelajaran dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, setiap mahasiswa yang berkuliah di luar negeri pastinya memiliki kemampuan berbahasa asing sesuai dengan negara dan pengantar di universitasnya.

3. Pengelolaan finansial

Dengan berkuliah di luar negeri, otomatis kita akan jauh dari kerabat dan orang tua yang sebelumnya selalu membiayai kehidupan kita secara langsung dan pastinya mengerti pengeluaran bulanan secara terperinci. Saat berkuliah di luar negeri, kita akan dituntut untuk mengelola keuangan yang diberikan, secara bulanan misalnya. Kita dituntut agar lebih cermat dalam mengkalkulasi pengeluaran secara mandiri karena lingkungan yang tentunya berbeda dengan kampung halaman kita.

4. Pengetahuan tentang negara tempat berkuliah

Factor yang sangat mempengaruhi akan hal ini adalah dengan menetapnya kita di negara tersebut. Pemahaman serta pengetahuan yang kita dapat tentu akan jauh lebih banyak dan mendalam dibanding saat kita mendapatkannya dari tulisan-tulisan maupun buku-buku. Dengan berkegiatan dan bersosialisasi secara langsung, mahasiswa internasional akan lebih mengerti tentang segala sesuatu di tempat mereka tinggal berkuliah.

5. Memperluas jaringan

Dengan bersosialisasi dengan teman dan masyarakat sekitar, tentunya ini menjadi sebuah nilai lebih, ditambah dengan pergaulan dan sosialisasi dengan mahasiswa internasional lainnya.  Dengan begitu, jaringan pertemanan yang terjalin akan menjadi lebih luas dan dengan kultur masyarakat yang berbeda juga. Bagi kalian yang sedang ataupun berminat menggeluti dunia bisnis, tentunya hal ini adalah pengalaman yang sangat berharga dan merupakan sebuah keuntungan tersendiri. 

Di atas adalah beberapa manfaat yang akan didapat oleh mahasiswa yang berkesempatan untuk melanjutkan studinya di luar negeri. Tentunya setiap orang akan memiliki pengalaman yang berbeda satu sama lain, namun secara keseluruhan, hal-hal diatas adalah yang biasa didapat saat berkuliah di luar negeri.

Jika terdapat kritik maupun saran dan bahkan masukan, kalian dapat menghubungi kami di pusdatin@ppi.id. Terima kasih telah membaca dan semoga bermanfaat.

Banyak fakta-fakta menarik yang sering kita dengar mengenai suatu negara tertentu. Tapi bagaimana opini pelajar Indonesia yang sedang kuliah di negara tersebut memandang dan mengalami fakta-fakta unik ini?

Dengan program kerja “Living Abroad”, tim Pusat Informasi Umum PPI Dunia 2019/2020 tiap bulannya akan membagikan fakta unik tentang sebuah negara yang dilengkapi dengan opini mahasiswa Indonesia di negara tersebut.

Setelah artikel tentang Brunei Darussalam dan Finlandia rilis, kali ini negara Arab Saudi akan dibahas. Sumber opini yang terpapar di artikel ini adalah Ka Adam Prabowo jurusan S1 Medical Applied Science di Universitas Sulaiman Alrajhi dan Ka Maysarah Zaid Abdurahman jurusan S1 English Language di Universitas King Abdulaziz.

  1. Sumber minyak bumi

Sumber minyak bumi di Kerajaan Arab Saudi ditemukan tanggal 29 Mei 1938. Sejak saat itu Kerajaan Arab Saudi mulai menopang perekonomiannya dengan hasil bumi tersebut. Berdasarkan list yang direlease oleh The World Factbook, Kerajaan Arab Saudi menduduki peringkat pertama dalam mengekspor minyak bumi (8,3 juta bbl/day). Dengan diadakannya visi Saudi 2030, tertanggal 25 April 2016 maka ketergantungan terhadap minyak bumi pun beralih kepada sektor-sektor lainnya.

2. Daerah gurun

85% dari wilayah negara Arab Saudi merupakan gurun. Negara ini tidak memiliki sungai, namun memiliki beberapa lembah.

3. Penduduk mayoritas Muslim

Penduduk Saudi mayoritas beragama Islam. Bagi non muslim yang ingin berkunjung, menetap atau bekerja di Saudi tetap diperbolehkan dengan aturan yang telah ditetapkan. Namun demikian, sesuai ajaran agama Islam dan peraturan pemerintah setempat, memang non muslim tidak boleh memasuki daerah haramain yaitu Mekkah dan Madinah.

4. Julukan “Pelayan Dua Kota Suci”

Nama ini sudah ada dari awal sebelum mulainya kerajaan Arab Saudi, dari Salahuddin Al-Ayyubi (589 hijriyah). Julukan ini juga pernah disandangkan kepada Sultan Selim I dari Dinasti Ottoman antara tahun 1512 hingga 1520. Penyematan nama “Pelayan Dua Kota Suci” kemudian dilanjutkan di pemerintahan Raja Faishal yang memerintah antara tahun 1964-1975 yang kemudian diteruskan kepada raja-raja setelah beliau, termasuk Raja Fahad bin Abdulaziz 1986 - 2005.

5. Robot berkewarganegaraan Saudi

Robot bernama Sophia yang diproduksi oleh Hongkong pada Oktober 2017 diberikan kewarganegaraan Saudi.

6. Aturan mengendrai mobil untuk wanita

26 September 2017, Raja Salman memutuskan bahwa kaum wanita akan bisa mengendarai mobil dengan beberapa catatan. Kemudian pada bulan Juni 2018, setelah melakukan percobaan dan pembelajaran yang panjang, akhirnya kaum wanita diperbolehkan untuk mengendarai mobil.

Melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat perkuliahan adalah impian banyak orang. Apalagi melanjutkannya di universitas yang berlokasi di luar negeri, terlebih itu merupakan universitas yang telah diimpikan sejak lama. Sebelum membayangkan situasi perkuliahan di universitas impian, tentunya ada langkah-langkah yang harus dilakukan serta berkas-berkas yang harus disiapkan. Disini kami mencoba memberikan gambaran tentang berkas apa saja yang harus dipersiapkan sebelum dapat menikmati proses perkuliahan di universitas impian di luar negeri.

Paspor

Paspor merupakan dokumen yang wajib dimiliki oleh setiap orang yang ingin bepergian dari satu negara ke negara lainnya. Tidak mungkin bagi seseorang untuk dapat pergi keluar negeri tanpa memiliki paspor, terlebih bagi para calon mahasiswa luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya. Maka dari itu, memiliki paspor adalah suatu kewajiban bagi mereka yang ingin menjadi “international student” sebelum dapat mewujudkan mimpinya.

Offer Letter/Letter of Acceptance (LOA)

Offer Letter atau Letter of Acceptance adalah surat tanda terima dari universitas tempat kalian mendaftar. Singkatnya, surat ini adalah tanda bahwa kalian sudah diterima untuk melanjutkan studi di universitas tersebut dan biasanya akan digunakan sebagai berkas yang diperlukan untuk mengurus pembuatan visa pelajar. Dengan mendapatkan surat ini, maka dapat dikatakan anda sudah resmi menjadi mahasiswa/pelajar di universitas yang mengeluarkan surat tersebut.

Visa Pelajar

Visa adalah sebuah dokumen tanda bukti untuk seseorang dapat memasuki sebuah negara dalam periode tertentu yang biasanya ditempel dalam bentuk stiker di dalam halaman paspor. Visa sendiri memiliki beberapa macam jenis, namun untuk melanjutkan pendidikan, visa yang diperlukan adalah visa pelajar. Untuk mendapatkannya, biasanya perlu untuk mengajukannya ke kedutaan negara terkait. Contohnya, jika melanjutkan studi di Amerika Serikat, maka pengajuan visa pelajar adalah melalui kedutaan besar Amerika Serikat. Visa pelajar biasanya berdurasi tahunan yang dapat berbeda-beda antara satu negara dengan lainnya.

Dokumen Penting Pribadi

Maksud dari dokumen penting pribadi adalah dokumen-dokumen yang terdapat informasi pribadi seperti ijazah sekolah, transkip nilai, asuransi kesehatan, dan sebagainya. Hal ini untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu dokumen tersebut diperlukan saat berada di negara tujuan.

Tiket Keberangkatan

Tentu saja tiket transportasi keberangkatan menuju ke negara tujuan perlu disiapkan. Yang perlu diperhatikan saat mempersiapkan ini adalah, hari registrasi di universitas tempat kalian diterima ataupun hari pertama perkuliahan. Disarankan untuk tiba beberapa hari sebelum hari registrasi/mulai perkuliahan untuk mempersiapkan tempat tinggal selama proses studi. Beberapa lembaga beasiswa mungkin ada yang sudah mempersiapkan hal ini bagi para penerimanya, namun ada juga yang hanya menanggung biayanya. Jadi persiapkan sematang mungkin.

Sekian gambaran umum mengenai persiapan untuk kuliah di luar negeri. Bagi teman-teman yang masih punya pertanyaan atau punya saran dan kritik terhadap artikel ini, bisa menghubungi kami di pusdatin@ppi.id. Terima kasih sudah membaca dan tunggu artikel kami selanjutnya!

***

Penulis Pusat Informasi Kemahasiswaan PPI Dunia 2019/2020
Editor Zhafira Aqyla S. S., staf bidang Mass Media, Pusat Komunikasi, Pusat Media dan Komunikasi PPI Dunia 2019/2020

Kita tahu bahwa banyak negara di dunia ini memiliki sejuta fakta menarik. Kali ini, kita ingin mengulas tentang bagaimana sih opini sebenarnya pelajar Indonesia yang sedang kuliah di berbagai negara di luar sana dan jauh lebih familiar dengan fakta-fakta unik kerap tersebar?

Melalui program kerja 'Living Abroad', tim Pusat Informasi Umum PPI Dunia 2019/2020 tiap bulannya akan membagikan fakta unik tentang sebuah negara yang dilengkapi dengan opini mahasiswa Indonesia di negara tersebut.

Setelah artikel tentang Brunei Darussalam kemarin, kali ini negara kita akan membahas Finlandia. Sumber opini yang terpapar di artikel ini adalah Kak Fasidah Alimuddin (Mahasiswa S2 Learning, Education, and Technology di Universitas Oulu) dan Kak Amila Pramianshar (Alumni Global Management Innovation and Technology di Universitas Teknologi Lappeenranta).

  1. Karena letaknya di belahan utara dunia (dekat dengan wilayah Kutub Utara), iklim di Finlandia relatif selalu dingin.

Betul sekali, dibandingkan dengan Negara Indonesia, suhu udara di Finlandia relatif lebih dingin, terutama di Oulu yang letaknya di bagian utara Finlandia. Namun, summer heat juga terkadang menerjang Finlandia, sehingga suhunya bisa mencapai lebih dari 32oC. Terlebih lagi, sejak adanya global warming, suhu udara di Finlandia ketika musim dingin cenderung lebih 'tinggi' dari biasanya. Contohnya, suhu di bulan Januari umumnya berkisar -20oC sampai -30oC, tetapi sekarang hanya sampai -10oC. Jadi dampak pemanasan global amat sangat terasa di sini.

2. Dikenal sebagai negara dengan pendidikan terbaik di dunia.

Selain aspek otonomi belajar, banyaknya waktu untuk bermain dan mengasah keterampilan lainnya, budaya membaca di Finlandia juga meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Seperti yang kita tahu, buku adalah jendela dunia. Banyaknya jumlah perpustakaan, ketersediaan buku, dan fasilitas yang menunjang memudahkan akses bagi masyarakat Finlandia untuk mendapatkan berbagai macam buku bacaan. Proses peminjaman buku pun sangat mudah dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Selain itu, budaya membaca sudah dibiasakan sejak dini. Tidak jarang kami temui anak-anak membaca buku di transportasi dan sarana umum lainnya. Maka dari itu, ayo teman-teman, kita biasakan budaya membaca untuk mengasah kemampuan otak kita.

3. Negara asal ponsel merek Nokia yang dulu sempat menjadi yang ter-hits di dunia.

Sampai sekarang pun merek Nokia masih terkenal. Sebenarnya, Nokia merupakan nama sebuah kota kecil di bagian tengah Finlandia. Selain itu, merek Nokia juga terkenal di Finlandia sebagai merek ban mobil dan sepeda. Terlebih lagi, games populer 'Angry Bird' juga berasal dari Negara Finlandia.

4. Memiliki tingkat kebahagiaan penduduk paling tinggi di dunia.

Fakta yang satu ini ada benarnya dalam segi work-life balance, kebebasan berekspresi, kualitas hidup, dan kebutuhan dasar yang terpenuhi, bahkan sejak sebelum lahir. Misalnya, sekolah dan kesehatan gratis, dana bantuan anak, serta cuti berbayar untuk para orang tua yang baru mempunyai bayi. Namun, belum tentu kebahagiaan itu berarti senyum dan gembira. Tingkat depresi di sini juga sangat tinggi, sangat kontradiktif bukan? Hal ini dikeranakan musim dingin yang gelap dan lama, sehingga kurangnya sinar matahari yang dapat mengurangi tingkat depresi kita.

5. Merupakan negara yang aman dengan tingkat kriminalitas yang rendah.

Barang berharga seperti telepon genggam dan dompet tidak akan hilang walaupun tertinggal di kendaraan umum atau hanya diletakkan sealakadarnya di perpustakaan. Walau ada kasus-kasus tertentu seperti, misalnya, sebuah sepeda mahasiswa yang dibongkar dan diambil beberapa parts-nya, kejadian ini sangat langka terjadi.

7. Sauna adalah bagian dari budaya orang Finlandia (Finns).

Setiap rumah pasti memiliki sauna. Salah satu kebiasaan yang lumayan aneh, yaitu mereka bersauna tanpa busana atau naked. Tentu ini sangat berbeda dengan budaya Indonesia, dimana kita masih mengenakan bathsuit atau swimsuit. Tapi jangan khawatir, karena pada umumnya, sauna dipisah menjadi khusus wanita dan khusus pria. Tapi, ini tidak mencoret fakta unik lainnya bahwa sauna campur juga ada loh!

8. Masyarakat Finlandia sangat menghargai personal space.

Orang-orang Finlandia lumayan pendiam dan tidak suka berbasa-basi. Tidak heran jika di transportasi umum tidak ada suara sama sekali. Meskipun mereka saling kenal, mereka tidak ngobrol dengan satu sama lain, kecuali benar-benar ada hal yang ingin diperbincangkan. Sangat berbeda dengan orang Indonesia yang gemar beramah-tamah bukan?

9. Merupakan bahasa tersulit di dunia.

Menurut mahasiswa Indonesia di sana, walaupun menantang, bahasa Finlandia masih bisa dipelajari. Tapi, memang tetap ada sedikit kesulitan dengan tulisan dan cara pengucapannya karena beberapa huruf tidak ada di bahasa-bahasa manapun. Misalnya seperti hyvää yötä yang berarti selamat malam.

10. Aurora atau Northern light dan Sinter Klas.

Kedua hal ini menjadi magnet bagi para wisatawan. Lapland d Rovaniemi adalah tempat paling strategis untuk menyaksikan keindahan aurora. Selain itu, di sana juga terdapat wisata Sinter Klas yang sangat ramai dengan turis-turis di bulan November sampai Januari dikarenakan musim dingin dan suasana natalnya.

11. Negara dengan prime minister yang termuda.

Dilansir dari The Guardian, Finlandia dipimpin oleh Perdana Menteri yang paling muda di dunia. Namanya adalah Sanna Marin. Wanita berusia 34 tahun ini bekerja melayani masyarakat Finlandia sejak dilantik pada tanggal 10 Desember 2019.

Berikut adalah fakta unik dari negara Finlandia yang sudah di proofread and approved oleh Kak Fasidah Alimuddin dan Kak Amila Pramianshar. Bagi yang ingin bertanya-tanya lebih lanjut, silakan langsung menghubungi staf Pusat Informasi Kemahasiswaan PPI Dunia 2019/2020. Semoga bermanfaat!

***

Penulis Pusat Informasi Kemahasiswaan PPI Dunia 2019/2020
Editor Zhafira Aqyla S. S., staf bidang Mass Media, Pusat Komunikasi, Pusat Media dan Komunikasi PPI Dunia 2019/2020

Sumber: https://www.nationsonline.org/oneworld/brunei.htm

Brunei Darussalam adalah sebuah Negara yang terletak di pulau Kalimantan serta berbatasan langsung dengan Negara Malaysia bagian Sarawak. Negara seluas 5765 km2 ini dikenal sebagai Negara dengan tingkat kemakmuran yang tinggi. Selain itu, Negara ini juga dikenal akan ketegasannya dalam penerapan prinsip serta syariat Islam dalam pemerintahan maupun kemasyarakatan.

Secara demografis, mayoritas penduduk Brunei Darussalam adalah orang Melayu yang mana memiliki kemiripan budaya dengan orang Melayu di Negara Malaysia dan Indonesia. Jadi, tak heran kalau kita akan mendapati budaya masyarakatnya yang tidak jauh berbeda dengan apa yang kita jumpai di Malaysia maupun Indonesia jika kita pergi berkunjung.

Perlu diketahui juga, Negara yang hari kemerdekaannya diperingati pada setiap tanggal 1 Januari ini juga menjadi salah satu Negara yang menjadi tujuan mahasiswa asal Indonesia untuk melanjutkan kuliah loh, terutama untuk di Negara ASEAN. Letak geografisnya yang tidak terlalu jauh dari Indonesia menjadi salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan para mahasiswa dari Indonesia untuk melanjutkan studi di Negara tersebut. Nah, di sini, ada beberapa Universitas yang diminati oleh mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia, diantaranya:

  1. UNIVERSITY BRUNEI DARUSSALAM (UBD)
ubd1.jpg
Sumber gambar : http://bruneiresources.blogspot.com/2017/10/ubd-universiti-brunei-darussalam-mega.html

University Brunei Darussalam (UBD) adalah universitas yang didirikan sejak tahun 1985. Universitas Brunei Darussalam saat ini masuk dalam Top 500 World University Ranking 2020. Universitas yang saat ini memiliki 9 fakultas ini berlokasi di Jalan Tungku Link, BE1410 Brunei Darussalam. Dan perlu diketahui, sebagai kampus international, tentunya bahasa pengantar di kampus ini menggunakan Bahasa Inggris (Darussalam, 2016).

2. UNIVERSITY TEKNOLOGI BRUNEI (UTB)

DSCF1676-1280x768.jpg
Sumber gambar : https://thescoop.co/

Universitas Teknologi Brunei adalah universitas yang pertama kali didirikan pada tahun 1986 sebagai lembaga pendidikan tertinggi yang pada tahun 2008 dinaikkan menjadi universitas. Sesuai dengan namanya, universitas ini berfokus dalam bidang teknologi, fakultas yang ditawarkan antara lain adalah fakultas teknik, komputer dan informatika, sains dan matematika terapan, serta fakultas bisnis.

3. UNIVERSITY ISLAM SULTAN SHARIF ALI (UNISSA)

institution-banner-13456.jpg
Sumber gambar : https://www.uniagents.com/

Universitas Islam Sultan Sharif Ali merupakan universitas Islam nasional pertama yang ada di Brunei Darussalam. Didirikan pada tahun 2007, saat ini UNISSA menawarkan beberapa fakultas, diantaranya ada fakultas Ushuluddin, Hukum dan Syariah, Sastra Arab, Ekonomi dan Keuangan Islam, serta Manajemen Pengembangan Islam. 

"Selama perjalanan ke Bandar Seri Begawan, saya memikirkan, bagaimana rasanya melanjutkan studi di negeri yang diberkati, kaya akan hasil minyak, dan bertanya-tanya dengan sistem pemerintahan yang dipimpin oleh raja. Alhamdulillah setelah menunggu selama dua tahun, akhirnya saya diterima di Universitas Islam Sultan Syarif Ali. Sebagai orang yang haus akan mencari ilmu, tentunya melanjutkan studi di luar negeri saya tahu akan menghadapi berbagai tantangan serta pengalaman tersendiri yang belum tentu bisa saya dapatkan di tempat lain."

Muhammad Ilham, mahasiswa UNISSA Brunei Darussalam

***

Penulis Pusat Informasi Kemahasiswaan PPI Dunia 2019/2020
Editor Zhafira Aqyla S. S., staf bidang Mass Media, Pusat Komunikasi, Pusat Media dan Komunikasi PPI Dunia 2019/2020

***

Referensi

  1. Brunei, U. T. (2018). University Teknology Brunei. Retrieved December 18, 2019, from http://www.utb.edu.bn
  2. CSC Corporate Domains, I. (n.d.). The World University Rankings. Retrieved December 10, 2019, from Times Higher Education: https://www.timeshighereducation.com/
  3. Darussalam, U. B. (2016). University Brunei Darussalam. Retrieved December 18, 2019, from https://ubd.edu.bn/
  4. University, S. S. (2017). Universiti Islam Sultan Sharif Ali. Retrieved December 18, 2019, from http://www.unissa.edu.bn/

Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan aktivitas user di dunia maya yang semakin tinggi, jumlah masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah atau memulai pendidikan di luar negeri pun meningkat. Alasan umum yang sering ditemui adalah untuk memperluas wawasan dan koneksi, serta memberikan nilai plus saat melamar pekerjaan selepas meninggalkan bangku kuliah. Alasan lain yang dapat ditemui adalah keseruan berkeliling dunia yang sering terlihat dari foto-foto yang diunggah oleh teman-teman pelajar Indonesia di luar negeri.

Namun demikian, seperti yang kita ketahui, semua manusia pasti mempunyai masalah, begitu pula pelajar Indonesia yang sedang studi di luar, yang cukup berbeda jika dibandingkan dengan tantangan pelajar Indonesia di dalam negeri. 

Dalam 5 bulan ke depan, tim Pusat Informasi Kemahasiswaan PPI Dunia 2019/2020 akan membagikan sebuah artikel tiap bulannya mengenai masalah yang sering dialami oleh para pelajar Indonesia di luar negeri dan cara menghadapinya. Harapannya, tips-tips tersebut dapat membantu teman-teman yang sedang menghadapi berbagai permasalahan yang dimaksud, juga bermanfaat bagi teman-teman yang akan memulai perjalanan kuliahnya di luar negeri agar dapat mempersiapkan dirinya lebih matang lagi. 

Sebagai artikel debut, masalah pertama yang akan dibahas yaitu lingkungan tempat tinggal, termasuk di dalamnya kehidupan sosial, culture shock, teman, dan pergaulan di negara tempat menempuh studi. Tiap negara pastinya mempunyai karakter yang berbeda dengan Indonesia, sekalipun negara itu secara geografis dekat dengan Indonesia, misalnya Malaysia atau Brunei Darussalam. Tapi, tentunya semakin jauh letak geografisnya dengan Indonesia, maka semakin berbeda pula karakter dan budayanya. Misalnya, ada beberapa negara yang sangat ramah terhadap pendatang, ada juga yang tidak. Ada yang sangat mentolerir pemakaian hijab, ada juga yang masih menganggap hal itu tidak lazim. Bahkan ada yang menganggap berdoa sebelum makan itu sebuah hal yang wajar, dan ada juga yang menganggapnya sebagai sebuah hal yang berlebihan. Persepsi-persepsi masyarakat setempat ini lah yang kerap membuat para pelajar Indonesia di luar negeri merasa “insecure” dalam bergaul dengan orang setempat.

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh para peneliti di Universitas Dundee, Skotlandia, para pelajar yang kuliah di luar negaranya akan berhadapan dengan perbedaan kehidupan personal, tingkah laku, dan identifikasi sosial. Culture shock akan terjadi ketika para pelajar ini tidak mempunyai kemampuan dan wawasan yang cukup untuk mengatasi masalah perbedaan-perbedaan ini, sehingga menimbulkan stres yang dapat berdampak pada kehidupan sehari-harinya sebagai mahasiswa. Berikut 5 tips yang teman-teman dapat terapkan untuk mengurangi atau bahkan menghindari stres yang timbul dari perbedaan lingkungan tempat tinggal.

  1. Sadar.

Sebelum memulai untuk mengatasi sebuah masalah, teman-teman harus terlebih dahulu sadar kalau diri kalian sedang mengalami stres karena perbedaan lingkungan tempat tinggal. Selain itu, ketahuilah bahwa culture shock merupakan hal yang wajar dan dialami oleh hampir semua orang yang datang ke sebuah tempat dengan budaya yang berbeda dari tempat asalnya. So, you are not alone in this hole ????.

2. Membaur dengan pelajar internasional dan lokal.

Artistic Friends HD Wallpaper - Wallpaper Stream

Berteman dengan pelajar atau senior internasional lainnya akan membantu teman-teman untuk mendapatkan insights dari pengalaman mereka yang sudah pernah mengalami masalah yang teman-teman sedang alami. Hal ini bisa dilakukan dengan bergabung dengan club, circle, atau organisasi lainnya yang terbuka untuk mahasiswa internasional. Join di PPI negara tersebut juga boleh banget, loh! Siapa tahu tips dari mereka juga bisa berguna bagi teman-teman. Atau jika di dalam lingkup pertemanan masih belum ada yang bisa mengatasi masalah ini dengan tuntas, setidaknya teman-teman bisa share the mutual feeling, yang pastinya akan membantu mengurangi stres yang teman-teman rasakan. Terlebih, teman-teman bisa berdiskusi dengan mereka untuk mendapatkan sebuah solusi yang terbaik untuk mengatasi culture shock.

3. Cari tahu cara kamu mengurangi stres.

Stress Relief Workshop | New Canaan Chamber

Untuk dapat mengatasi culture shock, teman-teman juga perlu tahu hal apa yang dapat mengurangi tingkat stres teman-teman. Mulai dari bercerita mengenai hal yang menyebabkan stres ke orang tua, saudara, sahabat, atau Tuhan, untuk sekedar mengeluarkan uneg-uneg dari hati. Hingga menonton film komedi yang menghibur. Perlu diingat, cara menghilangkan stres yang teman-teman ambil tetap harus berada di koridor yang benar dan sesuai dengan budaya kita. Jangan sampai teman-teman malah terjerumus ke hal-hal negatif, seperti pemakaian narkoba dan narkotika atau kecanduan terhadap alkohol, yang dapat mengganggu aktivitas kita sebagai pelajar.

4. Fokus pada tujuan utama kita.

Is a target-date fund a bull's-eye for your retirement plan?

Alasan kita berada di negara tersebut adalah untuk menimba ilmu yang pastinya akan memperkaya wawasan kita dan menambah nilai jual kita di dalam bursa lapangan kerja. Impian yang ingin teman-teman raih jangan hanya disimpan di dalam otak saja, tapi juga perlu ditulis di sebuah kertas lalu menempel kertas ini di tempat yang selalu terlihat tiap harinya. Karena dari kita menulis pun, impian-impian tersebut akan lebih direkam oleh otak kita. Selain itu, dengan tiap hari melihat daftar impian ini, secara otomatis teman-teman akan selalu berorientasi untuk meraih impian tersebut dan pada waktunya (due date), akhirnya teman-teman dapat berhasil meraih impian tersebut. Hal ini juga dapat membantu teman-teman untuk mengurangi atau bahkan menghindari hal-hal negatif atau hal-hal yang kurang produktif.

5. Dan tips yang terakhir adalah untuk membiasakan dan menerapkan open mindset.

Staying Up to Date in Design Industry – eWebDesign

Perlu diingat bahwa teman-teman berada di sebuah lingkungan dengan berbagai macam budaya. Ketika teman-teman dihadapkan pada situasi dimana orang sekitar bertindak tidak sesuai ekspektasi teman-teman, so don’t jump into conclusion directly. Sebaiknya teman-teman berpikir dahulu apa yang menyebabkan mereka bertindak seperti itu, apakah dari latar belakang mereka, budaya atau hal lainnya. Cobalah untuk menelaah dan mengerti apa yang mereka pikirkan atau rasakan. Pola pikir secara objektif dan sikap menghargai orang lain ini yang akan membuat teman-teman dapat beradaptasi dengan waktu yang lebih cepat di sebuah lingkungan yang baru. Dan kalau teman-teman masih ragu, teman-teman bisa mengajak mereka berbicara secara baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dari komunikasi tersebut.

Untuk teman-teman yang akan memulai perjalanan studinya di luar Indonesia, teman-teman bisa mulai mencari terlebih dahulu tentang budaya, adat istiadat, dan wawasan lainnya tentang negara yang dituju. Apa jenis hiburan yang common untuk mahasiswa di negara tersebut? Bagaimana budaya mereka ketika menyapa satu sama lain? Atau, bagi teman-teman yang sudah di negara setempat, bisa mencari wawasan ini lebih dalam lagi. Namun demikian, tetap saja perlu kita tanamkan bahwa beberapa hal yang kita baca bisa jadi tidak serupa pada praktiknya. Karena itu, keep an open mind and good luck!

Sekian tips dari Pusat Informasi Kemahasiswaan PPI Dunia 2019/2020 mengenai perbedaan lingkungan tempat tinggal. Jika teman-teman mempunyai saran, kritik, atau ide tips lainnya, teman-teman dapat mengirimkan kami email ke pusdatin@ppi.id. Tunggu seri lanjutannya di Bulan Februari 2020!

Penulis Pusat Informasi Kemahasiswaan PPI Dunia 2019/2020
Editor Zhafira Aqyla S. S., staf bidang Mass Media, Pusat Komunikasi, Pusat Media dan Komunikasi PPI Dunia 2019/2020

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920