Categories
PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

Indonesia menjadi Juara Umum Pada Liga Asean Cup 2019 Universitas Islam Madinah

Asean Games 2019 diadakan oleh Persatuan Mahasiswa Thailand di Universitas Islam Madinah dengan mengajak semua negara Asia Tenggara dan satu negara tamu untuk memeriahkan acara ini.

Negara-negara yang berpartisipasi dalam acara ini antara lain Thailand sebagai promotor acara, Malaysia, Indonesia, Filipina, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Maladewa sebagai negara tamu. Beberapa cabang olahraga yang diadakan yaitu Sepakbola, Basket, Voli, Tenis Meja, Takraw, dan Petanque. Acara ini diadakan selama 7 hari, dimulai pada tanggal 13 Januari dan berakhir pada tanggal 19 Januari 2019.

Tercapainya prestasi ini tidak lain dan tidak bukan adalah taufiq dari Allah Azza wa Jalla, doa dan dukungan para supporter dari Mahasiswa Indonesia, serta usaha dari PPMI Madinah, khususnya Departemen Olahraga yang telah mengadakan seleksi, dan mendampingi para atlit hingga peluit detik akhir babak kedua final sepakbola berbunyi.

Alhamdulillah, dalam acara ini, Indonesia mendapatkan prestasi yang lebih baik dari tahun sebelumnya dengan menjadi Juara Umum pada tahun ini, dengan rincian prestasi sebagai berikut:

1. Sepakbola Juara 1
2. Basket Juara 2
3. Voli Juara 2
4. Tenis Meja Juara 2
5. Pemain Terbaik dalam cabang olahraga Sepakbola

Turut hadir pula di akhir acara, perwakilan KJRI Bapak Ahmad Sofyan yang menyemangati para atlit sepakbola yang akan bertanding di final melawan Malaysia sebelum pertandingan dimulai. Ketika itu pertandingan dimenangkan oleh Timnas Indonesia dengan 2 gol tanpa balas yang dilasakkan striker supersub Indonesia, Zulfahmi Mahasiswa Tingkat akhir Kuliah Syariah.

Perjalanan yang ditempuh untuk mencapai partai final tidaklah mudah, Indonesia berada di Grup B, bersama dengan Kamboja, Malaysia, dan Singapura.

Puncak dari kemeriahan acara ini adalah ketika final Cabang Olahraga Sepakbola diselenggarakan yang mana dilanjutkan dengan pembagian hadiah untuk para pemenang. Pertandingan pertama grup Timnas Indonesia dihadang oleh Timnas Kamboja yang notabenenya memiliki pemain yang kuat, tapi Indonesia tidak menyerah disitu saja, sampai akhirnya Timnas Indonesia memenangkan pertandingan pertama grup tersebut dengan Skor 3-1. Pertandingan kedua adalah salah satu pertandingan “semi” bergengsi, kenapa? ya, karena lawan yang kami hadapi di final, adalah lawan yang sama dengan yang kami lawan di babak kedua grup kali ini, yaitu Timnas Malaysia yang selain merupakan tetangga sahabat, juga merupakan rival yang sehat dalam kompetisi ini. Dan Alhamdulillah, rekor tak terkalahkan kami berlanjut karena pertandingan ini berakhir seri, dengan skor 1-1.

Hari berikutnya, seharusnya kami bertanding melawan Timnas Singapura, tapi Qaddarullah wa Maa Syaa Faal, tim mereka tidak datang saat pertandingan, dan akhirnya Indonesia mendapatkan poin percuma, dengan skor 3-0.

Tibalah hari yang menentukan sejarah, apakah kita hanya akan berakhir seperti tahun lalu? dengan hanya memperebutkan tempat ketiga? atau berjuang di babak semifinal ini untuk memperlihatkan sebenarnya siapa kita?

Lawan Timnas Indonesia pada semifinal kali ini adalah Timnas Thailand yang notabenenya merupakan salah satu negara kuat di dalam sepakbolanya dan perlu diperhitungkan, tapi dengan kesabaran, kegigihan, dan kepercayaan diri yang tinggi disertai mental juara yang kuat, Alhamdulillah Indonesia bisa menaklukkan Thailand dengan skor akhir 2-0 dan berhasil melaju ke Final Asean Cup 2019.

Pada hari sabtu, 19 Januari 2019, tepatnya pada pukul 20:30, dimulailah kick off babak pertama Partai Final Asean Cup 2019 yang mempertemukan kami, Indonesia dan sahabat kami, Malaysia. Pada paruh pertama pertandingan, Indonesia berhasil menahan gempuran demi gempuran dan serangan demi serangan dari Timnas Malaysia, skor bertahan 0-0 sampai waktu turun minum tiba. Dan mulailah sejarah itu tercipta, saat dimulainya babak kedua, dan waktu sudah berjalan sekitar 10 menit, Indonesia mengubah taktiknya dengan memasukkan Zulfahmi sebagai penyerang menggantikan Ustadz Abdullah Hajj, dan Latiful sebagai sayap kiri menggantikan Abror. Momen yang ditunggu-tunggu pun tiba, bola lepas dari bek Malaysia dimanfaatkan Striker Indonesia dengan langsung menendangnya ke arah gawang tim lawan, kiper sempat menahan, tapi sayang bola terlalu kuat, dan akhirnya mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Indonesia.

Mental Indonesia menjadi kuat, tapi tidak serta merta merasa tinggi diatas angin, karena kami tahu bahwa kesombongan hanya akan membawa petaka. Indonesia tetap bermain pada temponya, dengan Kiper yang selalu berusaha menjaga gawangnya, bek yang siap siaga menahan serangan demi serangan, dan pemain tengah yang selalu siap untuk menyuplai bola kepada penyerang. Dan waktu yang ditunggu pun tiba, sebelum peluit berbunyi, Indonesia mengunci kemenangan dengan menambah satu gol lagi dengan proses yang amat sangat cantik, dimulai dari menahan serangan Malaysia, mengalirkan bola ke arah kanan lapangan, dengan umpan lambung yang indah, dan konversi gol oleh striker dengan indah, berakhirlah kedudukan menjadi 2-0 untuk Indonesia. Peluit akhir berbunyi, dan inilah kami, INDONESIA.

Tujuan dari diadakannya event ini adalah untuk mempererat ukhuwwah islamiyyah antara mahasiswa se-Asia Tenggara di Universitas Islam Madinah dan menambah koneksi jaringan antara mahasiswa, sehingga kedepannya bisa saling bantu-membantu dalam berdakwah di jalan Allah Azza wa Jalla.

Humas PPMI Cabang Madinah

Categories
Asia dan Oseania Pojok Opini PPI Dunia PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Suara Anak Bangsa

Tabloid Yinnihao PPIT menghadirkan Tema Indahnya Kebhinnekaan Indonesia, Yuk Baca!

Halo Indonesia! Horas! Piye kabare? Kumaha Damang?
印尼好?

-TABLOID YINNIHAO EDISI 2 VOLUME 1-

Hadir kembali yang baru dan spesial dari kepengurusan PPI Tiongkok Tabloid YinniHao kali ini telah masuk edisi ke-2 nih.

Di momen kesaktian pancasila ini yuk kita baca tabloid Yinnihao edisi “Indahnya Kebhinekaan Indonesia.” Kalian akan rugi kalau gak baca, pasti bermanfaat dan menambah wawasan. Ayo bagi para pelajar Indonesia budayakan untuk menambah wawasan kita semua. Nantikan terus ya edisi-edisi selanjutnya.

lalu, bagaimana cara untuk membaca Tabloid Yinnihao?
– Scan QR code yang tertera di poster, atau
– Buka link bit.ly/yinnihao02

Salam Perhimpunan.
PPI Tiongkok,
Kolaborasi, Kontribusi, Inspirasi

IG: @ppitiongkok
FB: PPI Tiongkok
Twitter: @ppi_tiongkok
Web: www.ppitiongkok.org

Categories
Asia dan Oseania Inspirasi Dunia PPI Dunia PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Suara Anak Bangsa

Refleksi Pembelajaran di Tanah Rantau Oleh Bulletin Exlentia Karya Permitha Thailand Edisi 5 Siap Dibaca

Salam kolaborasi karya !
Bagaimana definisi kemerdekaan bagi kita yang merupakan pelajar Indonesia di tanah perantauan?  Hari kemerdakaan menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan kembali arti kemerdekaan
dan niatan kita dalam belajar.  Kiranya tulisan yang singkat ini mampu menjadi titik balik tentang arti
kemerdekaan bagi pelajar Indonesia di tanah
perantauan.
Selamat membaca buletin excelencia Vol. 5, semoga bermanfaat.

#ppithailand #permitha #kabinetkolaborasikarya #buletinexcelencia

11026_Buletin-Excelencia-Vol.5-Kastrat-1

Categories
Berita PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

Mendulang Prestasi Internasional melalui Kajian Tulisan terkait Terapi Stem Cell

Penghargaan sebagai pemenang kompetisi research paper

SAUDI ARABIA – Prestasi  demi prestasi kembali ditorehkan oleh putra bangsa Indonesia di kancah internasional. Wahyu Choirur Rizky, salah satu mahasiswa program ilmu kedokteran dan bedah di Sulaiman Al Rajhi Colleges (SRC) – Saudi Arabia yang telah berhasil menempati posisi runner-up pada kompetisi penulisan karya ilmiah di bidang topik ulasan kritis (Critical Appraisal Topic) seputar ilmu medis. Kompetisi tersebut ditujukan untuk mahasiswa kedokteran  di Saudi Arabia dan merupakan bagian dari rangkaian acara SRC Annual Research Symposium yang dihelat pada hari Kamis, 19 April 2018 di Sulaiman Al Rajhi Colleges, Qassim, Saudi Arabia. Judul tulisan yang dijadikan topik utama dalam karya Wahyu yaitu “Endhotelial Progenitor Stem Cells Transplantation for Post-Myocardial Infarction”. Topik tersebut berisikan ulasan terkait pemanfaatan sel punca (stem cells) pada terapi infark miokardium ditinjau dari segi keamanan klinis dan kemungkinan adanya beberapa perubahan klinis pasca-terapi.

Wahyu bersama dengan profesor pembimbing risetnya

Topik seputar sel punca (stem cells) dipilih Wahyu karena menurut dia dalam dekade terakhir teknologi pengembangan sel punca sangat meningkat pesat di berbagai negara termasuk di Indonesia dan memiliki potensi besar untuk dijadikan terapi alternatif pada kasus infark miokardium. Infark miokardium (myocardial infarction) atau sering disebut sebagai serangan jantung yaitu kondisi dimana suplai darah yang menuju sel-sel otot jantung terhenti secara tiba-tiba dan berakibat pula berkurangnya kadar oksigen di area tersebut sehingga memicu kematian sel-sel otot jantung. Konsekuensinya, darah yang seharusnya dipompa dari jantung ke seluruh tubuh akan berhenti seketika karena otot jantung tidak bekerja. Wahyu juga menuliskan dalam ulasan topiknya bahwa perbaikan jantung berbasis sel merupakan pendekatan yang menarik untuk melakukan regenerasi otot jantung yang rusak pada kasus infark miokardium. Dinyatakan pula dalam tulisannya, beberapa sumber sel punca yang memiliki potensi dalam perbaikan fungsi jantung di antaranya sel punca atau sel progenitor, sel punca cardiac, sel punca sumsum tulang, sel punca embrionik, progenitor endothelial. Namun berdasarkan hasil tinjauan dalam karya tulisnya, di antara beberapa jenis sumber sel punca, yang memiliki tingkat keefektifan tinggi dan perbaikan fungsional yang baik adalah sel punca sumsum tulang dan progenitor endothelial.

Selain mengulas tentang alasan utama terkait keunggulan sel progenitor endothelial dalam terapi infark miokard, Wahyu juga menuliskan tentang posibilitas beberapa metode transplantasi sel punca tersebut dan ulasan tentang percobaan klinis dari beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu. Ulasan mengenai percobaan klinis yang dituangkan dalam karyanya hanya difokuskan pada fase percobaan klinis tingkat 2 dan 3 (Phase II/III). Fase 2 dan 3 merupakan fase lanjutan dari tingkat 1 yang khusus meneliti keefektifan terapi sel punca ditinjau dari segi kemungkinan efek yang ditimbulkan dan cara menanganinya, dosis atau rezim terbaik yang harus digunakan, perbandingan efektifitasnya dengan terapi standar, serta melibatkan relawan pasien dalam jumlah yang besar (misal lebih dari 100 orang relawan).

Wahyu bersama profesor pembimbing riset dan publikasi poster ilmiah

“Menulis sebuah karya ilmiah tentang ilmu medis bukanlah suatu hal yang mudah, setiap data dan fakta yang digunakan harus diuji validitasnya, karena ini berkaitan dengan keberlangsungan penelitian berikutnya dan keselamatan jiwa pasien”, tutur Wahyu seusai menerima penghargaan dari Kepala Dekan Sulaiman Al Rajhi Colleges atas keberhasilannya. Untuk mengikuti kompetisi ini Wahyu harus melalui beberapa tahapan, tahap awal adalah seleksi ide yang diseleksi berdasarkan ikhtisar singkat terkait rancangan ide yang akan ditulis. Dari sekian banyak ide yang masuk, Wahyu berhasil lolos ke tahap 50 besar ide terpilih untuk kemudian menuju tahap selanjutnya yakni bimbingan penulisan dan revisi dengan dosen pengajar di masing-masing department/intitusi. Beruntunglah pada saat itu Wahyu berkesempatan memperoleh pembimbing ahli di bidang stem cell, Prof. Khawaja Husnain Haider, M. Pharm. PhD. Beliau adalah seorang guru besar yang menggeluti riset teknologi dan terapi stem cell selama lebih dari 30 tahun, serta memiliki jam terbang tinggi untuk riset dan klinis di Ohio, Amerika Serikat. Di samping partisipasinya dalam kompetisi tersebut, Wahyu juga turut mempresentasikan dua karya poster hasil penelitian bersama pembimbingnya. Poster yang pertama berjudul “A Critical Appraisal of Bone Marrow-Derived Mesenchymal Stem Cells and Mononuclear Cells for Post-Myocardial Infarction Management of the Heart in Clinical Perspective”. Kemudian poster kedua berjudul “Perpetual Smoking Compromise the Osmotic Fragility of Red Blood Cells”.

Tantangan yang dihadapi Wahyu dalam penulisan karya ilmiahnya yaitu waktu yang sangat terbatas. Komite kompetisi hanya menyediakan waktu tidak lebih dari satu bulan (selama bulan Maret 2018) untuk menyelesaikan satu karya tulis utuh, sedangkan Wahyu juga harus pandai membagi waktu dengan usahanya untuk membuat poster ilmiah, padatnya jadwal kuliah dan praktikum pada momen itu. Hal ini tak lantas membuat dia menyerah. Alhasil, berkat kerja keras, kegigihan, doa dan semangat dari keluarga serta teman-temannya dia berhasil mendulang prestasi terbaik yang dipersembahkan untuk bangsa tercinta, Indonesia. Berkat prestasinya, Wahyu juga berhak menerima hadiah sejumlah uang tunai dan sertifikat CME hours (Continuing Medical Education) dari Saudi Commission of Health Specialties. Di akhir wawancara dengannya, Wahyu menyampaikan harapan semoga karya tulisnya bisa dikembangkan lebih baik lagi dan banyak evaluasi yang harus ditempuh kedepannya supaya benar-benar menjadi karya yang layak untuk dikaji oleh praktisi medis serta membuka peluang penelitian yang lebih bermanfaat. Selain itu, Wahyu juga berpesan untuk semua generasi muda Indonesia untuk terus semangat membangun negeri sesuai dengan keahlian masing-masing serta jangan pernah menyerah untuk terus menuntut ilmu dimana pun dan kapan pun kita berada.

Penulis: Adam Prabowo

Fotografer: Muhammad Candragupta Jihwaprani

Categories
Berita PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika Travel & Kuliner

Kuliner Indonesia Menjadi Juara di Sulaiman Alrajhi Colleges, Arab Saudi

Pada hari Sabtu tepatnya tanggal 10 Maret 2018, Sulaiman Al Rajhi Colleges yang berada di Kota Al Bukhayriyyah, Provinsi Qassim, Arab Saudi mengadakan perlombaan memasak antar mahasiswa. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Nazaha and Social Activity Club yang bernaung di bawah Student Affairs Department. Dalam perlombaan ini diikuti 9 kelompok yang masing masing terdiri dari 6-10 orang mahasiswa. Beberapa Negara yang ikut serta dalam perlombaan ini rata rata berasal dari Timur Tengah seperti Yaman, Sudan, Suriah dan Mesir. Tidak mau kalah untuk unjuk kemampuan, 6 Mahasiswa Indonesiapun turut memeriahkan perlombaan ini. Acara ini berlangsung di perkemahan yang berada di tengah tengah padang pasir. Dimulai selepas dzuhur hingga pukul 10 malam.

Setiap grup diberikan waktu sekitar 2 jam saja. Menu utama yang diperlombakan adalah ayam dan nasi. Masing masing diberikan 3 potong ayam utuh dan 5 kg nasi. Bagi kami mahasiswa Indonesia, telah menyiapkan beberapa jenis masakan nusantara yang siap dilombakan. Walaupun kami sempat kesulitan karena keterbatasan bumbu bumbu yang ada di sini, tapi itu semua tidak membuat kami berhenti untuk menciptakan cita rasa nusantara yang penuh dengan kelezatan. Jenis makanan yang kami hidangkan adalah ayam bakar madu, ayam gule, ayam opor dan sate. Nasi tumpeng dengan berbagai lauk pauknya (Kerupuk, Mie goring, Bihun, Bakwan, Telur rebus) menjadi senjata kami sebagai makan inti atau dengan kata lain sebagai ‘gong’ nya perlombaan ini.

Dengan waktu yang sangat singkat, Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan semua jenis masakan tersebut meski harus kewalahan karena memasak bukanlah basic kawan kawan disini. Tidak hanya itu, cuaca yang sangat panaspun membuat perlombaan ini semakin terasa menantang. Penilaian dalam perlombaan ini terdiri dari rasa masakan, kebersihan saat memasak dan ketepatan waktu dalam proses memasak.

Setelah seluruh masakan dihidangkan pergrup, mulailah juri juri menilai dan mencicipi masakan. Dari 9 kelompok yang ada, hanya kamilah yang memasak masakan dengan jenis yang paling banyak dan berbeda. Dan ini merupakan nilai tambah tersendiri untuk kami. Seluruh masakan yang dihidangkan setelah penjurian akan dimakan bersama sama. Hampir seluruh peserta merasakan lezatnya masakan khas Indonesia ini. Ya, acara ini tidak hanya sebagai mempererat hubungan antara sesama mahasiswa dengan staff akan tetapi sebagai pengenalan akan budaya dan ciri khas suatu bangsa. Sehingga kami semua dapat belajar pengalaman serta wawasan yang berbeda. Tidak lama setelah kami menyelesaikan makan bersama, barulah diumumkan siapa sajakah yang berhak mendapatkan juara. Alhamdulillah, Indonesia mendapatkan juara pertama dengan nilai tertinggi.

Selepas perlombaan memasak, untuk menghadirkan rasa persaudaraan dan menguji wawasan internasional, diadakanlah acara tanya jawab yang berisi tentang soal soal sejarah, geografi dan syair Arab. Acara ini sangat menyenangkan dan membuat kami semua merasa segar kembali setelah lelahnya memasak dicuaca yang sangat panas. Walaupun setiap hari kami berkutik dengan pelajaran medis, tapi untuk kemampuan memasak, siapa takut!

Penulis: Adam Prabowo

Categories
Asia dan Oseania Berita PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Uncategorized

Catatan dari Upacara Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa kepada Bapak H. M. Jusuf Kalla oleh Universitas Hiroshima

Hiroshima, Rabu, 21 Februari 2018, bertempat di Aula Rektorat Universitas Hiroshima pukul 13.30 JST, Wakil Presiden H. M. Jusuf Kalla menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dalam bidang perdamaian dan pembangunan. Sebelumnya beliau telah mendapatkan sepuluh gelar kehormatan dari berbagai universitas, baik dari universitas di dalam maupun luar negeri. Gelar kehormatan ini merupakan yang ke sebelas bagi beliau, dan merupakan gelar kedua yang diberikan di tahun 2018 ini. Penganugerahan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Hiroshima, Prof. Mitsuo Ochi. Dalam sambutannya Ochi sensei memaparkan jika apa yang telah dilakukan oleh Jusuf Kalla dalam bidang kemanusiaan sejalan dengan visi Universitas Hiroshima, yakni: Semangat yang Mendambakan Perdamaian.

Bapak H. M. Jusuf Kalla bersama Rektor Universitas Hiroshima Mitsuo Ochi sesaat setelah penganugerahan gelar Honoris Causa

Beliau mengatakan bahwa gelar Doktor Kehormatan dianugerahi kepada beliau atas prestasi yang diraihnya dalam mempromosikan berbagai kegiatan dan aksi perdamaian seperti bekerja keras menyelesaikan masalah konflik di Indonesia selama bertahun-tahun. Sudut pandang luas dari berbagai aksi kemanusiaan tersebut juga dapat membantu Universitas Hiroshima untuk lebih maju menuju era globalisasi. Beliau juga berharap agar Jusuf Kalla dapat membantu Universitas Hiroshima untuk kembali masuk dalam daftar perguruan tinggi tujuan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesia, mengingat tingginya antusias calon mahasiswa dari Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah mereka di kampus ini.
Upacara penganugerahan gelar kehormatan tersebut dimulai sekitar pukul 13.15 JST dan berlangsung dengan khidmat hingga pukul 13.45. Turut hadir dalam acara ini Ny. Mufidah Kalla, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Arifin Tasrif beserta istri, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo Alinda Medria Zain, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Utusan Khusus Presiden untuk Jepang Rachmat Gobel, dan mantan Dubes RI Muhammad Lutfi beserta rombongan, 30 orang mahasiswa Indonesia, 30 orang staf akademik serta non-akademik Universitas Hiroshima, Rektor dan mantan Rektor serta beberapa staf akademik Universitas Hasanuddin Makassar, Ketua PPI Dunia, Perwakilan PPI Jepang, Ketua PPI Chugoku, Ketua PPI Kansai, Ketua PPI Hiroshima, Ketua PPI Osaka – Nara, beberapa orang pers dari dalam dan luar Jepang, serta beberapa undangan lainnya.

Bapak H. M. Jusuf Kalla menyampaikan sambutan

Acara ini tertutup untuk umum dan bagi mahasiswa yang hadir pun diwajibkan mengisi form pendaftaran terlebih dahulu. Pendaftarannya sendiri dibuka seminggu sejak acara dan ditutup beberapa hari setelahnya dikarenakan banyaknya pendaftar, akan tetapi kuota untuk mahasiswa cukup terbatas. Pendaftaran dibagi untuk dua sesi: upacara penganugerahan gelar serta kuliah umum oleh Jusuf Kalla. Terdapat jeda lima belas menit di antara kedua sesi acara. Sesi kedua rangkaian acara ini dimulai pada pukul 14.00 JST dihadiri oleh 40 orang mahasiswa lainnya di samping para undangan yang sebelumnya ikut menyaksikan acara di sesi pertama. Para mahasiswa Indonesia yang turut hadir berasal dari berbagai daerah, dari Sabang hingga Merauke, serta terdapat pula beberapa mahasiswa asing dari berbagai negara yang juga turut mendaftarkan diri untuk menghadiri acara ini.

Bapak H. M. Jusuf Kalla bersama para Mahasiswa Indonesia yang ada di Jepang

 

Dalam kuliah umumnya yang bertajuk: The Incompatibility Between Conflict and Civilization, Jusuf Kalla menyampaikan rasa simpatinya kepada masyarakat Jepang, khususnya Hiroshima dan Nagasaki, dimana pada tahun 1945 kedua kota ini dijatuhi bom atom nuklir yang memporak-porandakan hampir seluruh wilayahnya. Hal tersebut tentunya menjadi suatu mimpi buruk bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia. Konflik merupakan hal yang tidak pernah sejalan dengan peradaban manusia karena dapat merusak tatanan hidup manusia, serta melukai harga diri kita sebagai manusia.

“Konflik tidak akan pernah memperlihatkan kepada kita betapa indahnya masa depan”, ungkap beliau dalam kuliah umumnya. Dalam sesi ini juga, dua orang hadirin diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan. Sebelum mengakhiri kuliahnya, beliau mengutip sebuah ungkapan Jepang yang cukup mendalam dan tentu dapat menjadi suatu bahan pelajaran bagi kita semua: “Tiga puluh enam rencana bagaimana memenangkan peperangan tidak akan sebaik sebuah rencana untuk mundur dari pertarungan”. Di akhir seluruh rangkaian acara tersebut, Bapak Jusuf Kalla beserta rombongan menyempatkan untuk berfoto bersama mahasiswa serta masyarakat Indonesia yang hadir dalam acara tersebut, dan beliau juga mengapresiasi permintaan beberapa mahasiswa asing yang ingin mengambil gambar bersama beliau.

Bapak H. M. Jusuf Kalla berfoto bersama para Mahasiswa dan Masyarakat Indonesia di Jepang

Hak asasi manusia dan segala hal yang terkait dengan kemanusiaan tentunya dapat hancur jika kita tidak bisa menyikapi perbedaan dengan baik. Jangan mudah terhasut oleh berbagai isu yang dapat melukai keberagaman kita, dan hargailah segala bentuk perbedaan yang ada dalam lingkungan kita. Berbeda itu indah dan perbedaanlah yang membuat hidup kita berwarna. Tetap harumkan nama Indonesia di mata dunia, tetap dukung segala karya anak bangsa, dan tetap banggalah menjadi Warga Negara Indonesia dimana pun kalian berada.
Salam hangat dari negeri sakura untuk semua anak bangsa di mana pun berada!

Penulis :
Adriani Mutmainnah
Island Biology – Miyajima Natural Botanical Garden of Hiroshima University

Categories
Berita PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Suara Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

Mahasiswa Indonesia Ikut Kompetisi Renang antar Universitas se-Arab Saudi

Luthfi Ihsanudin (kedua dari kiri, duduk) perenang Indonesia di ajang Kompetisi Olahraga antar Universitas se-Arab Saudi

 

ARAB SAUDI, 19 November 2017 – Untuk kali ke-8 Kompetisi Olahraga antar Universitas se-Arab Saudi Tahunan diselenggarakan. Tahun ini, Universitas Imam Abdurrahman bin Faisal, Dammam, didaulat sebagai tuan rumah pertemuan pertama pada kompetisi ke-8 yang berlangsung pada hari Kamis–Sabtu, 16–18 November 2017 bertepatan dengan 27–29 Shafar 1439 H. Sebanyak 12 cabang olahraga dipertandingkan pada kompetisi yang dibagi menjadi 6 pertemuan itu, yakni: sepak bola, basket, tenis, tenis meja, karate, renang, atletik, lari lintas negara, voli pantai, paralimpiade dan futsal. Kompetisi itu terlaksana di bawah naungan Menteri Pendidikan Arab Saudi, Ketua Dewan Federasi Olahraga Universitas se-Arab Saudi, Dr. Ahmad bin Muhammad al-Isa.

Pada pertemuan pertama itu, sebanyak 100 atlet karate mewakili 18 Universitas se-Arab Saudi dan 180 atlet renang yang mewakili 20 Universitas se-Arab Saudi. “Ke-20 universitas tersebut terdiri dari universitas negeri dan swasta di Arab Saudi, yaitu Prince Sattam University, King Abdulaziz University Jeddah, King Faisal University Al-Ahsa, Taiba University Madinah, University of Business and Technology Jeddah, Islamic University in Madinah, Taif University, Imam Abdurrahman bin Faisal University Dammam, Imam Muhammad bin Saud Islamic University Riyadh, King Saud University Riyadh, Jeddah University, Umm al-Qura University Makkah, King Saud bin Abdulaziz University for Health Sciences Riyadh, Shaqra University, King Fahd University of Petroleum and Minerals University Dhahran, Northern Borders University, Ibnu Sina National College for Medical Studies Jeddah, Al-Jawf University, Al-Bahah University dan Prince Muhammad bin Fahd University Tabuk,” tutur Dr. Salah as-Saqa, Sekretaris Jenderal Federasi Olahraga Universitas se-Arab Saudi kutip dari Kantor Berita Nasional Saudi.

Komite Perlombaan membatasi 2 atlet per universitas per cabang renang, satu atlet diperbolehkan untuk mengikuti dua nomor cabang gaya bebas dan gaya campuran, serta pada setiap final dibatasi maksimal 8 peserta. Nomor cabang tersebut adalah gaya bebas 400 m, gaya punggung 200 m, gaya bebas 50 m, gaya katak 100 m, gaya dada 200 m, gaya bebas 200 m, maraton gaya dada 100 m x 4, gaya dada 100 m, gaya katak 200 m, gaya punggung 50 m, gaya bebas 100 m, gaya bebas 800 m, gaya katak 50 m, gaya dada 50 m, gaya punggung 100 m, gaya campuran 200 m, maraton campuran 100 m x4. Sedangkan kompetisi karate menggunakan pertandingan Kata yang terbagi menjadi sejumlah nomor cabang; 55 kg, 67 kg, 60 kg, 70 kg, 75 kg dan 84 kg. Pertandingan karate menggunakan sistem satu grup terdiri dari 4 peserta, pemenang dari tiap grup akan maju ke final, setiap universitas hanya diperbolehkan mengirim satu peserta per nomor cabang, dan yang diperbolehkan mengikuti pertandingan hanya atlet yang telah memiliki sabuk oranye ke atas.

Kontingen Universitas Islam Madinah terdiri dari 9 atlet, yaitu 5 atlet renang dan 4 atlet karate. Dari 5 atlet renang tersebut, salah satunya adalah Luthfi Ihsanudin, mahasiswa Fakultas Hadis dan Studi Islam UIM Semester 7 asal Magelang, Indonesia. Luthfi telah lulus seleksi kompetisi renang untuk mewakili Universitas Islam Madinah pada kompetisi antar Universitas se-Arab Saudi. Luthfi bertanding pada cabang gaya dada 50 m dan 100 m. “Karena ini kali pertama saya ikut, jadi harapannya ya tambah pengalaman dan semoga bisa ikut lagi pada tahun depan,” ujar Luthfi yang juga memperkuat Tim Nasional Indonesia pada Piala Dunia Universitas Islam Madinah tahun 2017. Hasil dari Pertemuan Pertama Kompetisi itu, tuan rumah Universitas Imam Abdurrahman bin Faisal Dammam meraih sebagai Juara Umum, Imam Muhammad bin Saud Islamic University Riyadh berada di peringkat kedua dan King Abdulaziz University Jeddah berada di peringkat ketiga. Semoga prestasi Luthfi mewakili UIM pada kompetisi itu dapat memberikan motivasi kepada seluruh pelajar Indonesia di seluruh dunia, khususnya di Madinah dan Arab Saudi.**

 

Penulis: Imam Khairul Annas

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita PPI Dunia Prestasi Anak Bangsa

Pengumuman Pemenang Kreasi Film Pendek Hari Pahlawan

Kreasi film pendek Instagram merupakan ajang kreatifitas pelajar Indonesia di luar negeri yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia yang bertemakan “Kepahlawanan”. Ajang ini juga sebagai warming up/pemanasan event yang lebih besar lagi yakni “OISAA Short Film Competition“.

Setelah melewati proses screening dan penilaian kesebelas video pendek oleh dewan juri dari CEO PPI TV dan juri internal dari Kantor Komunikasi PPI Dunia yang begitu ketat dan teliti, berikut daftar peserta yang berhak mendapatkan perolehan nilai tertinggi dan mendapatkan kesempatan wawancara eksklusif bersama Radio PPI Dunia.

Adapun yang berhak mendapatkan merchandise PPI Dunia dan hadiah menarik lainnya hanya yang berperingkat satu, dua dan tiga. E-certificate dan informasi lebih lengkap akan dikirimkan ke email peserta masing-masing.

Selamat dan terima kasih untuk seluruh pemenang dan peserta. Kami tunggu karya-karya spektakuler berikutnya.

Salam perhimpunan!

 

Hasil Akhir Penilaian Dewan Juri

 

Juara Film Pendek Hari Pahlawan – PPI Dunia 2017

 

Runner Up I Kreasi Film Pendek Instagram

 

Runner Up II Kreasi Film Pendek Instagram

 

Juara Harapan I Kreasi Film Pendek Instagram

 

Juara Harapan II Kreasi Film Pendek Instagram

 

Juara Harapan III Kreasi Film Pendek Instagram

 

Sertifikat Apresiasi untuk para peserta lainnya:

 

Sertifikat Apresiasi untuk Dewan Juri dan Panitia:

 

Catatan Dewan Juri:

   

 

 

Categories
Berita PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Suara Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh Untuk Indonesia

SAUDI ARABIA, 21 OKTOBER 2017 – Kamis, 12 Oktober 2017 menjadi hari istimewa bagi Musyaffa’. Bagaimana tidak, kandidat doktor ushul fiqh Universitas Islam Madinah pertama dari Indonesia bahkan Asia Tenggara ini berhasil menamatkan studi doktoralnya dengan predikat summa cum laude.

Disertasinya yang berjudul “Metodologi Ulama Syafi’iyah dalam Mengklasifikan Dalil, dan Cara Mentarjih Dalil-Dalil Yang Bertentangan” -studi teori dan penerapannya- berhasil ia pertahankan pada sidang yang berlangsung di Auditorium Munaqosyah Fakultas Hadist UIM.

“Setelah melaksanakan sidang yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 11.30 siang. Lajnah Munaqosyah memutuskan untuk menerima disertasi yang diajukan serta memberikannya gelar doktor dengan predikat mumtaz ma’a martabati syarofil ‘ula (summa cum laude),” ujar Syaikh Prof. Dr. Tarhib Ad-Duwaisiry.

Musyaffa’ atau yang lebih dikenal dengan nama Musyaffa’ Ad-Dariny, pria kelahiran Jepara, 29 Juni 1982 itu menamatkan SMA-nya di tahun 2000. Setamat SMA ia melanjutkan studinya di UNISMA Malang, hanya bertahan dua semester di sana karena namanya masuk ke dalam daftar mahasisawa yang diterima di Universitas Islam Madinah.

Mahasiswa asal Jepara, Jawa Tengah ini memulai studinya di Universitas Islam Madinah dari jenjang persiapan bahasa selama dua semester. Selanjutnya ia memilih kuliah Syariah di jenjang S-1nya. Dan di S-2 ia masuk di jurusan ushul fiqh fakultas syariah UIM. Gelar magister ia dapatkan dengan predikat summa cum laude. Sedangkan untuk S-3, bapak 4 anak itu memilih untuk tetap mengambil jurusan yang sama.

Dan hari ini, Musyaffa’ resmi menyandang gelar doktor di depan namanya. Semoga ilmunya bermanfaat bagi kaum muslimin terkhusus di Bumi Pertiwi.**

 

Penulis: Hemzaa

       PPMI Madinah

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

KKMI Libya Mendapatkan Penghargaan Sebagai Organisasi Kenegaraan Teraktif, Inovatif dan Kreatif

Selasa 24 Oktober 2017, Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI) Libya mendapat penghargaan dari International Islamic Call College (IICC), Tripoli, sebagai organsasi kenegaraan yang teraktif, kreatif dan inovatif. Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Presiden KKMI Libya, Alvan Satria Shidiq. Penghargaan itu diberikan di Auditorium kampus IICC, pada acara wisuda angkatan ke 40 lulusan IICC.

“Penghargaan ini kami dapatkan dari perjuangan teman-teman mahasiswa Indonesia di Libya. Dengan segala keterbatasan dan berbagai kesulitan di negara Oemar Mohktar ini, pasca jatuhnya Muammar Kaddafi 2011 lalu yang hingga saat ini masih meninggalkan bekas nan tak kunjung sembuh. Walaupun demikian, kami mahasiswa Indonesia di sini tak ingin ikut terpuruk dalam kegalauan yang melanda negeri Libya. Ibarat lilin, kami ingin menjadi penerang untuk mahasiswa lain yang berasal dari berbagai negara di kampus ini. Kami buktikan bahwa kami bisa berbuat walapun terhimpit kesulitan. Terbukti pada Febuari tahun ini, kami sukses mengadakan acara Pengenalan Budaya Indonesia yang dihadiri oleh mahasiswa dari 30 negara berbeda, pada akhirnya mendapatkan sanjungan dan pujian yang luar biasa”, demikian ungkap Alvan. “Selain itu, penghargaan ini kami dapatkan tak lepas dari dukungan dan sokongan dari Duta Besar Indonesia untuk Libya, Bapak Raudin Anwar beserta para staf KBRI yang lainnya. Peran KBRI Tripoli di sini sangat penting,  sebagai orang tua kami di Libya memberi nasehat dan arahan tentang kuliah di Libya”, tambah pemuda Minang ini.

Selain mendapatkan penghargaan untuk organisasi, beberapa orang mahasiswa yang  merupakan anggota KKMI Libya juga mendapatkan apresiasi atas prestasi mereka di bidang akademik, diantaranya Okky Afrianto, mahasiswa tahun tiga kuliyah, jurusan Bahasa Arab dan Chairul Amin Mubarak, mahasiswa tahun tiga kuliyah, jurusan Syariah, kedua-duanya mendapatkan penghargaan atas pencapaian mereka dengan nilai tertinggi di kelas masing-masing, keduanya mendapatkan nilai mumtaz.

Bapak Untung, salah seorang staf KBRI yang turut hadir menyaksikan acara wisuda dan pemberian penghargaan ini pun, merasa bangga atas apa yang telah diraih mahasiswa Indonesia di Libya. Beliau mengatakan, “semoga kedepannya prestasi mahasiswa Indonesia di Libya dapat ditingkatkan lagi”.

Hanif Ma’asy Rachman, salah seorang anggota KKMI Libya yang juga merupakan Menteri Olahraga di kepengurusan BEM kampus IICC mengatakan, “Alhamdulillah Indonesia disanjung-sanjung oleh para tamu yang hadir pada acara ini”, ungkapnya dengan senyuman lebar. “Harapan kami semoga ke depannya KKMI Libya bisa lebih eksis lagi, bukan hanya skala kampus tapi bisa mngenalkan Indonesia lebih luas lagi kepada masyarakat Libya”, tambahnya.

Wisuda ini dimulai pukul 10.00 pagi waktu Tripoli, acaranya berjalan lancar hingga selesai pada pukul 14.00 waktu Tripoli. Selain dihadiri oleh mahasiswa, para perwakilan dari kedutaan berbagai negara pun turut hadir, di antaranya perwakilan dari kedutaan Indonesia, Filipina, Sudan, Bangladesh, Turki dan beberapa negara lain dari benua Afrika.

Setelah acara ini selesai, di luar gedung sudah disambut oleh para penunggang kuda, dengan pakaian tradisional Libya. Ada tiga kuda beserta para jokinya masing-masing. Hal ini menambah semarak kegiatan wisuda kampus International Islamic Call College (IICC) tahun ini.

Penulis:Riyadi S. Harun

 

 

 

 

 

Page 1 of 3
1 2 3