Categories
Inspirasi Dunia Komisi Kesehatan Pusat Kajian & Gerakan

Kajian Strategis Komisi Kesehatan: Kemanusiaan di Atas Profesi

Mengenakan jas dokter dengan dihiasi stetoskop mungkin adalah mimpi besar bagi sebagian besar orang. Belajar siang dan malam serta mengikuti ujian yang ketat untuk merebutkan sebuah kursi dalam jurusan tersebut adalah hal yang wajar. Karena menjadi dokter ialah profesi yang sangat didambakan banyak orang. Selain itu, sebagian orang juga berpendapat bahwa menjadi dokter dapat menjamin pundi-pundi penghasilan mereka tetap terisi sepanjang hari.

Namun, apa yang terjadi jika menjadi dokter bukanlah hanya sebatas profesi saja, tetapi juga sebagai dorongan untuk turut serta dalam kegiatan kemanusiaan. Atau seorang dokter yang sama sekali tidak mencari penghasilan dari keahliannya sebagai dokter. Apakah masih ada seseorang seperti itu? Rasanya mustahil. Tapi jawabannya ialah benar ada.

Di dunia ini, masih ada sebagian dokter yang berhati mulia dan secara sukarela mengobati dan memberikan pelayanan kesehatan tanpa tarif, alias gratis. Berikut kami menyajikan beberapa dokter berhati mulia di Indonesia :

  • dr. Lie Augustinus Darmawan, PhD, FICS, Sp.B, Sp.BTKV.

Rumah Sakit Apung dr. Lie A. Darmawan adalah rumah sakit apung swasta pertama di Indonesia. Rumah sakit ini didirikan oleh dr. Lie A. Darmawan yang juga pendiri Yayasan Dokter Peduli atau doctorSHARE. Beliau lulus sebagai dokter dengan empat spesialis sekaigus yakni ahli bedah umum, ahli bedah toraks, ahli bedah jantung dan ahli bedah pembuluh darah. Dokter Lie sangat aktif mengikuti kegiatan organisasi ketika masih menjadi mahasiswa, Ia merupakan pendiri Mahasiswa Kedokteran Indonesia di Berlin (1971) dan juga pengurus Perhimpunan Dokter Indonesia di Jerman Barat (1981-1984).

Suatu hari, Dokter Lie bertemu seorang ibu dan anaknya yang berumur 9 tahun yang sedang sakit di salah satu pulau di Indonesia. Mereka menempuh perjalanan laut selama 3 hari dan 2 malam hanya untuk menerima pertolongan medis dari Dokter Lie. Beberapa hari setelah Dokter Lie menolong anak itu, ia selalu bermimpi tentang peristiwa tersebut. Hingga beiau memutuskan untuk mendirikan rumah sakit apung swasta pertama.  Dokter Lie juga selalu mengingat perkataan ibundanya yang berkata “…Lie, kalau kamu jadi dokter, jangan memeras orang kecil atau orang miskin. Mungkin mereka akan membayar kamu berapapun tetapi diam-diam mereka menangis di rumah karena tidak punya uang untuk membeli beras”

Rumah sakit apung ini memiliki bermacam fasilitas seperti ruang operasi, ruang perawatan, X-ray, USG, dan EKG. Rumah sakit apung ini juga telah melakukan banyak pengobatan dan pembedahan di berbagai penjuru nusantara.

 

  • Prof. dr. Aznan Lelo Ph.D, Sp.FK.

Dokter Aznan Lelo ialah seorang guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Dibalik posisinya sebagai guru besar, beliau juga membuka kegiatan praktik di kediamannya. Namun, beliau tidak memasang papan nama dan tidak memasang tarif. Pasien membayar jasa konsultasi dan obat racikannya sesuka hati. Resepnya untuk obat apotek pun terjangkau.

Dokter Aznan menanamkan prinsip di dalam dirinya untuk tidak terlalu bernafsu memikirkan harta duniawi. Beliau yakin bahwa rezeki itu berasal dari Allah, dan Allah telah mempersiapkan rezeki pada dirinya. Beliau menanamkan prinsip tersebut sejak kecil hingga dewasa dan menjadi sebuah keyakinan yang kuat.

Dokter Aznan membuka jam praktiknya dimulai dari pukul 17.00 WIB. Tempat praktiknya selalu dipadati oleh pasien. Kadangkala ia harus membuka praktik hingga dini hari akibat dari banyaknya pasien yang datang. Di meja registrasi di ujung garasi itu disediakan amplop-amplop putih bergaris putih biru-merah. Pasien yang sudah sering datang pasti sudah tahu cara dan jumlah pengisian amplop untuk tarif “ikhlas hati” itu. Amplop yang sudah diisi dibawa masuk ke ruang praktik saat diperiksa, dan seusai pemeriksaan ditinggal di meja Dokter Aznan. Bagi yang belum tahu dan menanyakan biaya, ada kalanya kena semprot kegusaran dan ketersinggungan Pak Dokter.

Kadang Dokter Aznan memberikan obat hasil racikannya sendiri, kadang pula menuliskan resep. Obat-obat yang dipilihnya pun generik, bisa diperoleh di banyak apotek dengan harga terjangkau.

 

  • dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes.

Dokter Michael Leksodimulyo dijuluki sebagai dokter ‘spesialis gelandangan’. Dokter lulusan Universitas Sam Ratulangi ini tidak memilih bekerja di rumah sakit swasta atau membuka praktik mahal sendiri. Melainkan berkeliling mencari pasien-pasien miskin.

Setiap harinya, dia mengunjungi berbagai daerah yang dihuni masyarakat kurang mampu untuk memberikan pengobatan gratis. Karena pengabdian yang ia lakukan tersebut, ia dijuluki seperti itu. Beliau melakukan kegiatan ini bersama dengan Yayasan Pondok Kasih Surabaya.

Jalan hidup yang ia pilih ini sudah ia tentukan ketika masih duduk di bangku sekolah. Beliau setiap hari melihat banyak sekali gelandangan dan ingin membantu meringankan hidup mereka. Ia langsung mematri hatinya untuk mengambil kuliah kedokteran agar suatu saat bisa melakukan sesuatu untuk membantu para gelandangan.

Sebelum beliau terjun langsung mengabdi ke masyarakat, ia memiliki jabatan di bagian jajaran direksi di salah satu rumah sakit. Namun, nikmat duniawi yang berlimpah tersebut beliau tinggalkan demi mengabdi untuk kemanusiaan. Ia juga mengajak sang istri dan anak-anaknya untuk ikut membantu mereka yang kekurangan.

Dokter Michael saat melayani pasiennya, tidak pernah menggunakan masker penutup hidung maupun sarung tangan. Kecuali untuk perawatan luka. Sikap Dokter Michael itu didasari keinginan menghindarkan pasien-pasiennya merasa ditolak. Meski dia pun menyadari keputusannya berisiko sangat besar. Karena bukan hal yang mustahil penyakit pasien menular kepadanya.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, Dokter Michael juga membekali pasiennya berbagai keterampilan dan pengetahuan tentang nutrisi. Juga beliau melatih spiritual mereka dengan mengajari cara berbagi. Caranya dengan meletakkan kotak amal di tempat pengobatannya. Karena sehat menurut Dokter Michael bukan sekadar menyangkut fisik dan mental, melainkan juga spiritual. Bila salah satunya belum baik, berarti seseorang bisa dibilang kurang sehat.

 

Masih banyak para dokter mulia yang dimana kegiatan mereka lakukan demi kemanusiaan belum kita dengar. Namun, mereka melakukan kegiatan kemanusiaan tersebut bukan untuk dipamerkan kepada khalayak, tetapi mereka melakukannya dengan seikhlas hati mereka. Melepas hal duniawi untuk kemanusiaan merupakan hal yang berat untuk dikerjakan. Tetapi, ketika melihat mereka yang membutuhkan itu tersenyum, kemudian bisa kembali hidup normal seperti biasa, dan tidak mengalami kesulitan dan kesakitan yang telah dilewati, merupakan suautu kepuasan dan kenikmatan hakiki yang dirasakan oleh manusia.

Dunia ini masih membutuhkan para relawan kemanusiaan baru untuk membantu mereka yang membutuhkan. Kita yang khususnya masih sebagai pelajar, tanamkanlah sifat kemanusiaan dalam hati kita. Apapun itu bidang yang kita tekuni, jangan sampai lupa bahwa ada orang-orang yang belum beruntung dan kita yang berkemampuan harus bisa membantu mereka untuk bangkit menuju ke depan yang lebih baik.

http://www.doctorshare.org/en/index.php/news/2015/04/16/18/short-bio-of-doctorshare-039-s-founder-dr-lie-dharmawan.html

http://www.wajibbaca.com/2016/03/aznan-lelo-seorang-dokter-yang-tidak.html

http://wanitaindonesia.co.id/index.php?view=viewarticle&id=17100113

http://www.tribunnews.com/nasional/2017/11/03/kisah-dokter-gelandangan-rela-setiap-hari-blusukan-ke-kawasan-kumuh-ini-tujuannya?page=all

Categories
Asia dan Oseania Inspirasi Dunia PPI Dunia PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Suara Anak Bangsa

Refleksi Pembelajaran di Tanah Rantau Oleh Bulletin Exlentia Karya Permitha Thailand Edisi 5 Siap Dibaca

Salam kolaborasi karya !
Bagaimana definisi kemerdekaan bagi kita yang merupakan pelajar Indonesia di tanah perantauan?  Hari kemerdakaan menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan kembali arti kemerdekaan
dan niatan kita dalam belajar.  Kiranya tulisan yang singkat ini mampu menjadi titik balik tentang arti
kemerdekaan bagi pelajar Indonesia di tanah
perantauan.
Selamat membaca buletin excelencia Vol. 5, semoga bermanfaat.

#ppithailand #permitha #kabinetkolaborasikarya #buletinexcelencia

11026_Buletin-Excelencia-Vol.5-Kastrat-1

Categories
Asia dan Oseania Berita Eropa dan Amerika Festival Luar Negeri Inspirasi Dunia PPI Dunia PPI Negara Tentang PPI Dunia Timur Tengah dan Afrika Wawasan Dunia

Karya Apik Buku Perantau PPI Dunia Siap Membantu Pelajar Indonesia Meraih Masa Depan Bangsa

Jakarta – Sabtu, 8 September 2018, PPI Dunia berhasil menerbitkan 3 buah buku refleksi dan informasi mengenai studi dan pengalaman Pelajar Indonesia di luar negeri dengan judul “Perantau Ilmu” dari tiga kawasan Benua di Dunia yaitu Asia-Oseania, Timur-Tengah-Afrika, dan Amerika-Eropa pada acara Launching Buku “Perantau Ilmu” di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta.
Acara tersebut sukses menghadirkan berbagai pembicara yang sekaligus mereka juga sebagai penulis yang turut memberikan kisah dan pengalaman apiknya dalam studi dan berkehidupan di luar negeri. Diantara seperti I Dewa Made Frendika yang sedang menempuh Doktoral di Sorbonne Université, Perancis, Hatta Himawan yang sedang menempuh jenjang Master di TU Eindhoven, Belanda, Adi Hersuni yang sedang menempuh pendidikannya University of Birmingham, UK, Fadjar Mulya yang sedang menempuh Masternya di Chulalongkorn University, Bangkok, dan lain- lain.
Hatta Himawan yang merupakan Wakil 2 Biro Pers PPI Dunia 2016-2017 ini ialah Ketua dari inisiasi penerbitan 3 buku Perantau ini. Ia berpesan bahwa dari terbitnya buku tersebut agar bisa memberikan semangat kepada Pelajar lokal di Indonesia untuk terus berusaha semaksimal mungkin menggapai cita-citanya untuk studi di Luar Negeri. “Kuliah ke luar negeri tidaklah mudah dan gak akan pernah mudah. Tetapi kata menyerah bukanlah jawabannya. Jadi kita ingin memberikan informasi, bahwa kuliah di luar negeri pasti banyak tantangannya, mulai dari mencapainya, melaluinya, hingga pulang ke indonesia. Tidak pernah ada jalan mudah intinya, tetapi yang selalu menjadi pembeda adalah kata tidak menyerah.”
Selain itu Ia juga menjelaskan mental utama dari pembaca untuk bisa studi ke luar negeri yaitu jangan takut gagal. “yang kita ingin ceritakan disini adalah gagal itu adalah hal yg biasa, jadi tak perlu berkeluh kesah, yang terpenting adalah kembali berdiri untuk bisa lagi berlari menggapainya”. Papar Pria asal Surabaya yang sedang menempuh Master Innovation Management, TU Eindhoven, Belanda ini.
Sambutan Apik pun belum padam, Fadjar Mulya selaku Koordinator PPI Dunia 2018-2019 sangat mengapresiasi dan berterima-kasih kepada kawan-kawan Demisioner Pengurus PPI Dunia sebelumnya atas dedikasi pengorbananya untuk penerbitan buku ini. Ia mengaku bahwa gagasan 3 buku ini merupakan sebuah Maha Karya yang penuh akan ide dan gagasan. Yang jelas menurutnya gagasan utama dari buku ini adalah memperkayakan Pelajar Indonesia agar bisa membangun Bangsa dan Negara menjadi lebih baik. “Melihat banyak pelajar Indonesia yang ingin terus berkarya untuk Bangsa dan Negara dengan menuju ke negara luar yang referensi keilmuannya lebih maju, seharusnya kita sebagai wadah atau kumpulan pelajar yang sedang menuntut ilmu diluar negeri ini  (PPI Dunia atau PPI Negara) memberikan informasi, pengalaman, tips & trick untuk kawan-kawan agar mudah untuk meraih apa yang diinginkannya.” Ujar Pria berkelahiran asli Kota Jambi ini.
Ia juga menambahkan bahwa langkah-langkah Pelajar Indonesia agar mampu studi di Luar Negeri, yaitu dengan bagaimana ia meletakkan niat dan tujuannya dan bagaimana ia merealisasikannya. “Intinya terletak di niat atau tujuan apa yang ia kehedaki. Setelah itu perbanyak mencari informasi dari yang paling penting hingga tidak penting. Yang paling penting adalah referensi keilmuannya, kualisifikasi bahasa asing, pengalaman senior ketika kuliah disana, akreditasi kampus dan ijazah, sosial budaya masyarakat disana hingga lain-lain harus terus digali dan dipelajari agar teman teman yang ingin studi di LN biasa merealisasikan tujuan dan niat awal belajar di sana.” Jelas Mahasiswa yang sedang menempuh Master Teori Kimia dan Komputasi di Chulalongkorn University, Bangkok ini.
I Dewa Made Frendika selaku Penulis untuk kawasan Amerika-Eropa dengan judul  “Siapkah Kita” sangat mendorong dan mengupayakan Pelajar Indonesia mampu mengoptimalkan Peluang dan potensi demi manfaat yang maksimal. “Poin terpenting adalah menyampaikan pandangan soal apa saja yang perlu diperhatikan selama menjadi pelajar di luar negeri. Hal ini tidak mudah karena setiap pelajar harus mampu mengoptimalkan berbagai peluang dan potensi yang ada sehingga mereka bisa memperoleh manfaat hasil studi yang maksimal.” Ujar Pengurus PPI Dunia Komisi Ekonomi 2016-2017 tersebut.
Adapun langkah utama bagi Pelajar Indonesia untuk sukses studi di Luar Negeri dengan mempersiapkan dua senjara utama yaitu mental dan dan intelektual. “Langkah yg pasti adalah mempersiapkan mental dan daya intelektual karena keduanya adalah modal utama untuk meraih kesempatan studi di luar negeri”. Ujar pria asal Surabaya yang sedang menyelasaikan Desertasinya di Sorbonne université, jurisan Urban and regional planning. (adam)
Galeri Foto:

Categories
AD/ART Asia dan Oseania Berita Eropa dan Amerika Festival Luar Negeri Inspirasi Dunia Pojok Opini PPI Dunia PPI Negara Suara Anak Bangsa Tentang PPI Dunia Timur Tengah dan Afrika

Pesan untuk Pemuda Indonesia Gagas Visi Indonesia 2045 Bersama Diaspora

Seminggu setelah berlangsung Conference of Indonesian Diaspora Youth 2018 (CIDY-2018)  tanggal 13 – 15 Agustus 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. PPI Dunia mendapat apresiasi dan kehormatan untuk mengemban amanat membentuk Pemuda Indonesia yang mampu berkontribusi aktif atas intelektual dan kompetesinya membangun Indonesia kedepan dengan tema “Merancang Visi Indonesia 2045”.  Konvensi ini mempertemukan pemuda cemerlang dari 34 Provinsi Indonesia dengan diaspora muda Indonesia dari seluruh dunia, serta dengan berbagai organisasi kepemudaan dan juga lembaga nasional.

CIDY-2018 ini telah menghadirkan 15 sesi menarik untuk membahas berbagai topik yang aktual bagi pemuda dan bagi masa depan Indonesia. Sesi-sesi tersebut dilaksanakan secara paralel. Semua peserta utusan dan delegasi berhak berbicara sesuai peraturan dan waktu yang tersedia. Semua sesi dirancang untuk memberi ruang bagi para pemuda untuk berdiskusi secara aktif dan dinamis, dan bukan lah ajang mendengarkan ceramah secara pasif dari generasi sebelumnya.

Dalam penyelenggaraan CIDY-2018, Indonesian Diaspora Network Global (IDN-Global)selain dengan bangga berkolaborasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia), juga berkolaborasi dengan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), dan Forum Rektor Indonesia. Konferensi ini juga didukung oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Konvensi ini  sebagai suatu ajang membangun bangsa yang menjadi bagian dari perjalanan negara. Sebagaimana diketahui, pada tanggal 27-28 Oktober 1928, ratusan pemuda dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul di kota Batavia (sekarang Jakarta) dan merumuskan 3 visi mengenai masa depan bangsa yang masih terjajah. Visi Sumpah Pemuda inilah yang kemudian menjiwai perjalanan bangsa melalui abad ke-20. Ketiga visi tersebut — Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa — telah tercapai. Kini, di abad ke-21, generasi muda tertantang untuk memikirkan Visi Indonesia ke depan yang dapat menjadi bahan acuan bangsa, sebagaimana Sumpah Pemuda pada tahun 1928 menjadi acuan bagi generasi-generasi berikutnya. Misi inilah yang dicoba untuk dirumuskan oleh “Proyek Visi 2045: Satu Abad Republik Indonesia”.

Berikut pesan utama yang harus dibaca oleh seluruh pemuda Indonesia demi membangun Indonesia 2045 sebagai berikut:

VISI INDONESIA 2045

Kami, pemuda Indonesia dari 34 provinsi dan komunitas diaspora, berkumpul di Indonesia pada tanggal 13 – 15 Agustus guna merumuskan aspirasi untuk 1 Abad Republik Indonesia — Visi Indonesia 2045.

Kami menegaskan komitmen sejarah terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia guna berpegang teguh pada pilar-pilar kebangsaan tersebut. Kami bertekad untuk melanjutkan semangat Sumpah Pemuda 1928 dengan Visi Indonesia 2045 guna membawa bangsa kita ke zaman emas.

KONDISI DUNIA 2045

Sebagaimana Republik Indonesia lahir dari reruntuhan Perang Dunia II, perjalanan 100 tahun NKRI akan selalu dipengaruhi kondisi global.

Di abad ke-21, bangsa kita akan mengalami kenaikan suhu bumi antara 2 – 3 derajat Celsius, dengan segala konsekuensi seriusnya bagi planet dan keselamatan umat manusia.

Indonesia akan terus menghadapi lingkungan geopolitik yang multipolar, dan Asia akan menjadi pusat ekonomi dunia dengan kelas menengah terbesar yang terus berkembang pesat. Di pertengahan abad ini, ekonomi dunia akan menjadi dua kali lebih besar dibanding sekarang dan pertumbuhannya akan lebih cepat bila dibandingkan dengan populasi dunia yang diperkirakan akan mencapai 9,8 miliar jiwa di tahun 2045. Shared Economy akan menjadi lebih umum, demikian pula masyarakat tanpa mata uang fisik terlebih karena modernisasi, termasuk konektivitas semakin menjalar ke berbagai negara berkembang.

Dengan segala peluang ini, bangsa Indonesia harus terus mewaspadai berbagai risiko: kita perlu mengantisipasi timbulnya sejumlah krisis finansial dan ekonomi dalam tiga dekade mendatang di mana ketimpangan (inequity) akan terus menjadi tren dunia, dan kita perlu mengantisipasi persaingan geostrategis yang diwarnai pembangunan militer dan militerisasi wilayah konflik yang akan terus bergulir, kita juga perlu mengantisipasi meletusnya perang besar di kancah internasional melihat radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang akan terus menghantui dunia, belum lagi ancaman pandemi dan endemi penyakit menular.

POSISI INDONESIA SAAT INI

Bangsa kita telah melangkah jauh sejak Republik Indonesia lahir di tanggal 17 Agustus 1945. Kami bangga bahwa Indonesia telah menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.  Indonesia telah tumbuh menjadi ekonomi nomor 16 terbesar dunia dan ekonomi terbesar, dengan kelas menengah dan pasar terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga telah memiliki posisi strategis di percaturan global sebagai negara anggota KTT G-20.

Kita telah berhasil mencapai angka 100% untuk akses akan pendidikan dasar, angka 98% tingkat literasi orang dewasa, angka usia harapan hidup 71 tahun untuk rakyat, serta mencapai angka tingkat kemiskinan absolut terendah dalam sejarah Indonesia.

PROYEKSI INDONESIA DI TAHUN 2045

Di tahun 2045, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 321 juta orang, dengan penduduk berusia produktif sekitar 209 juta, maka dari itu Indonesia diproyeksikan menjadi ekonomi $9 triliun dan secara otomatis masuk ke dalam lima besar ekonomi dunia.

Lebih dari 70% penduduk Indonesia akan tinggal di wilayah perkotaan mengingat pusat-pusat pertumbuhan daerah akan berlipat-ganda, terlebih karena pembangunan infrastruktur yang semakin merata.

Pembangunan Indonesia harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan perubahan kondisi rakyat. Pembangunan kita harus semakin mengedepankan etika dan berkepedulian terhadap kelompok-kelompok yang termarginalisasi, termasuk kelompok difabel. Di abad ke-21 ini, Indonesia harus melaksanakan pembangunannya dengan mengedepankan identitas dan keindonesiaan bangsa kita. Oleh karena itu, kami bertekad untuk melestarikan budaya dan bahasa lokal agar tidak ada yang punah.

Mengantisipasi semakin maraknya perkembangan artificial intelligence dan automasi, kita harus terus menjaga agar manusia Indonesia tetap menjadi pelaksana utama dalam strategi pembangunan kita ke depan. Kita juga harus menjamin agar pembangunan yang kita jalankan tidak saja dapat memberikan kemakmuran secara materil, namun juga dapat memberikan kesejahteraan bagi manusia Indonesia.

Pembangunan kita tidak cukup hanya menekankan aspek kesetaraan (equality), tapi juga pada persamaan peluang (equal opportunity). Pembangunan Indonesia ke depan juga harus semakin berbasis kearifan lokal dan memenuhi kebutuhan daerah sehingga dapat menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menjembatani disparitas regional yang selama ini masih mewarnai ekonomi Indonesia.

VISI INDONESIA 2045

Menuju seratus tahun lahirnya Republik Indonesia, bangsa Indonesia harus terus memacu perubahan dan kemajuan di berbagai sektor.

Kami menginginkan demokrasi Indonesia yang berkualitas, didukung sistem pemilihan umum yang fair dan berintegritas, yang bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin yang bersih, akuntabel, dan berbobot, yang berorientasi pada rakyat dan dapat membawa kebaikan dan perbaikan bagi bangsa dan negara.

Perjalanan demokrasi Indonesia ke depan harus memperkokoh perlindungan dan pemenuhan hak manusia di Indonesia dan juga di kancah internasional.

Kami juga ingin agar generasi 2045 nanti dapat menikmati supremasi hukum secara murni, konsisten, dan absolut yang diterapkan di seluruh wilayah NKRI tanpa pandang bulu, bebas politik, dan bebas kepentingan. Untuk itu, reformasi hukum, guna memberikan hukum yang progresif dan berkeadilan bagi rakyat Indonesia harus terus ditempatkan sebagai agenda utama perjalangan bangsa dalam tiga dekade ke depan. Dalam satu generasi ke depan, kami memandang bahwa ini merupakan salah satu perubahan paling strategis yang harus dicapai.

Kami mendambakan pemerintah nasional dan daerah yang bersih, responsif, kompeten, dan meritokratis. Kami juga ingin putra-putri terbaik Indonesia untuk masuk ke dalam pemerintahan dan birokrasi Indonesia untuk ikut memastikan percepatan reformasi.

Menuju usianya yang 100 tahun, kami ingin Indonesia di abad ke-21 menjadi bangsa kelas menengah yang tulen  dengan kualitas hidup tinggi dan beretos meritokrasi.

Kami ingin agar sumber daya manusia menjadi aset pembangunan bangsa terbesar.

Untuk itu, kami mendambakan emansipasi pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia, di mana setiap warga negara di manapun, mempunyai peluang untuk mengakses pendidikan berkualitas terlepas dari kondisi ekonominya.

Sistem pendidikan Indonesia (kurikulum, sumber daya pengajar, infrastruktur) juga harus menghasilkan manusia Indonesia yang  berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan berdaya saing global. Kami ingin melihat pendidikan yang semakin disesuaikan dengan potensi kedaerahan dan memperkuat budaya daerah.

Pembangunan dan pendidikan Indonesia harus berbasis riset. Investasi untuk riset di Indonesia, baik oleh pemerintah maupun swasta harus ditingkatkan menjadi 3% per GDP. Indonesia juga harus menjadi negara termudah di Asia untuk mendapatkan paten.

Mengingat era digital akan terus berkembang, kami ingin agar setiap manusia Indonesia, di manapun, memiliki literasi digital (digital literacy). Kami juga ingin agar konektivitas digital diperlakukan sebagai bagian dari hak manusia (human rights).

Kami memiliki visi agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas terlepas dari kondisi ekonomi dan geografis. Kami juga ingin agar sistem pelayanan kesehatan nasional dapat memperluas distribusi personalized medicine kepada rakyat Indonesia.

Dan kami berkeinginan agar semua anak Indonesia mendapatkan akses vaksin, baik preventif maupun kuratif, untuk melawan penyakit degeneratif dan menular.

Kami beraspirasi agar bangsa Indonesia di tahun 2045 menjadi bangsa entrepreneur. Entrepreneur kita harus menjadi pelopor anti-korupsi yang mampu memberikan manfaat sosial dan memiliki kesadaran lingkungan.

Kami ingin Indonesia dapat menjadi ekonomi yang unggul dalam Revolusi Industri 4.0 dan seterusnya, serta menjadi bangsa pemenang globalisasi.

Di usianya yang satu abad nanti, kami ingin melihat Indonesia menjadi kekuatan maritim dunia. Guna mencapainya, Indonesia harus mempunyai kapasitas militer untuk menjaga kedaulatan dan melindungi kepentingan nasional di wilayah maritim NKRI, terlebih dengan dibangunnya Blue Water Navy yang dapat membantu menjaga stabilitas keamanan kawasan. Industri pertahanan maritim Indonesia juga harus mampu menjadi yang terdepan di Asia.

Mengingat meningkatnya ancaman siber global, kami ingin Indonesia memiliki kemampuan pertahanan siber yang tangguh di tahun 2045.

Menjelang usia Republik Indonesia yang satu abad, kami beraspirasi agar sejumlah masalah-masalah bangsa hari ini bisa dilenyapkan di tahun 2045 atau sebelumnya.

Kami ingin agar generasi 2045 menjadi generasi pertama dalam sejarah Republik Indonesia yang tidak lagi dibebani oleh separatisme.

Kami juga ingin melihat kemiskinan absolut terhapus dari bumi Indonesia dan kami ingin agar upaya pengentasan kemiskinan dapat bergeser dengan menargetkan perubahan nasib 60% masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan.

Di tahun 2045, kami ingin tidak ada lagi anak Indonesia yang mengalami stunting, tidak ada lagi kerja paksa anak dan perbudakan modern, tidak ada lagi perkawinan usia anak, tidak ada lagi buta huruf, tidak ada lagi kelaparan dan kurang gizi, tidak ada lagi desa tertinggal, tidak ada lagi sengketa batas wilayah negara yang belum terselesaikan, tidak ada lagi deforestasi, dan tidak ada lagi pungutan liar di wilayah Indonesia.

Walaupun kami menyadari beratnya tantangan-tantangan ini, kami percaya bahwa dengan upaya sistemik yang sungguh-sungguh dan konsisten, pemerintah Indonesia akan menjadi relatif bebas korupsi dalam satu generasi ke depan.

Semua visi ini membutuhkan internasionalisme Indonesia yang sepadan. Maka dari itu, kami ingin melihat politik luar negeri bebas-aktif diimplementasikan secara maksimal, agar dapat menjadikan Indonesia Major Power Asia dan pelopor global. Kami beraspirasi agar Indonesia terus menjadi jangkar Asia Tenggara, pemimpin ASEAN, serta pendekar multilateralisme.

Indonesia tidak boleh ditakuti, tetapi dihormati dan diteladani dunia. Kami juga mencita-citakan masuknya Indonesia ke dalam lima besar kekuatan perdagangan dunia, sejalan dengan kekuatan ekonomi kita pada waktunya.

PENUTUP

Kami, pemuda Indonesia, meyakini bahwa bangsa Indonesia ditakdirkan menjadi bangsa besar dunia. Kami juga meyakini abad ke-21 akan menjadi abad kejayaan Indonesia.

Naskah ini diharapkan menjadi acuan sejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia guna menginspirasi pemimpin dan rakyat Indonesia ke depan.

Oleh karena itu, kami mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung, menyebarkan, dan mewujudkan visi yang mulia ini.

Kami yakin visi dan aspirasi yang kami torehkan ini adalah acuan ambisius yang layak dimiliki rakyat Indonesia. Maka dari itu, kami persembahkan dokumen ini bagi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73.

Atas berkat Rahmat Tuhan yang Maha Esa dan atas nama pemuda Indonesia.

Jakarta, 15 Agustus 2018

​————————————————–

Utk PDF dapat dilihat disini:

Visi-Indonesia-2045_Konferensi-Merancang-Visi-Indonesia_15-Agustus-2018

Categories
Asia dan Oseania Inspirasi Dunia PPI Negara Wawasan Dunia

Belajar dari Malaysia

Sumber: https://phinemo.com/wp-content/uploads/2015/07/Malaysia-tourism2.jpg

Malaysia sebagai salah satu negara yang bergabung dalam kelompok negara commenwealth (persemakmuran) baru mendeklarasikan kemerdekaanya pada tanggal 31 Agustus 1957. Meski boleh dikatakan terlambat mendeklarasikan kemerdekaannnya, namun ada upaya yang serius yang dilakukan oleh Kerajaan Malaysia untuk mengejar ketertinggalannya. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kerajaan Malaysia adalah dengan fokus membesarkan pendidikan terlebih dahulu dengan cara menyekolahkan para guru Malaysia untuk belajar ke Indonesia.

Mungkin kita pernah mendengar pada periode dekade tahun 70 dan 80-an banyak guru-guru Indonesia yang diminta mengajar di Malaysia mulai dari giru SD, SMP sampai SMA. Sementara anak-anak muda yang baru lulus sekolah menengah atas dan guru-guru muda Malaysia disekolahkan dan kuliah di beberapa universitas di Indonesia. Program ini dilakukan oleh Malaysia pada periode era tahun 70 dan 80 an. Pemberitaan Kompas pada tahun 1971 memberitakan bahwa Indonesia memberangkatkan 48 guru berijazah sarjana untuk mengajar di Malaysia. Pengiriman guru sekolah menengah ini untuk meningkatkan mutu sekolah menengah di Malaysia yang menggunakan pengantar bahasa Melayu. Tahun 1968 dikirim 44 guru dan pada 1970 sebanyak 100 guru. Setelah tiga tahun, guru-guru tersebut harus kembali ke Tanah Air karena kebutuhan guru di Indonesia belum memadai.

Selain itu, mungkin kita juga banyak mendengar dari para orang tua kita terkait banyaknya pelajar dari Malaysia di era tahun 80-an yang belajar di IKIP (sekarang Universitas Negeri) atau terkenal juga dengan istilah sekolah calon guru. Hal tersebut adalah bagian dari visi dan misi Malaysia untuk mengejar ketertinggalnnya dimana kebijakan yang dibangun adalah dengan melakukan percepatan pendidikan khususnya untuk para guru.

Kebijakan lain yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia khususnya pada era Perdana Menteri Mahatir Muhammad adalah dengan mengirimkan dan memberikan beasiswa kepada semua pelajar atau mahasiswa terbaik agar kuliah di luar negeri dan diprioritaskan adalah dari rumpun melayu. Mahasiswa terbaik tersebut ada yang dikirim ke Indonesia dan juga beberapa negara Eropa khususnya Inggis. Hasil dari kebijakan tersebut pada akhirnya dapat dirasakan saat ini. Hampir semua kampus di Malaysia di isi oleh para doktor dan profesor lulusan UK dan kampus Malaysia hampir semua bertaraf internasional serta menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa standar metode belajar sehingga tidak mengherankan apabila banyak mahasiswa dari seluruh dunia yang belajar di Malaysia. Selain itu, beberapa faktor dan pertimbangan yang menyebabkan Malaysia menjadi salah satu tempat favorit untuk kuliah adalah sebagai berikut :

1. Bahasa Inggris.

Bahasa Inggris di Malaysia menjadi bahasa kedua seteah bahasa Melayu. Anak sekolah di Malaysia sejak sekolah dasar sudah belajar bahasa inggris sehingga ketika menginjak bangku kuliah bahasa Inggris mereka sudah lancar dan fasih. Hal lain yang juga menyebabkan mereka mudah berbahasa Inggris adalah karena Malaysia adalah negara jajahan Inggris yang notabene berbahasa Inggris sehingga lidah orang Malaysia sangat familiar dengan abjad dan lapal bahasa Inggris. Di Malaysia hampir semua orang dapat berbahasa Inggris karena bahasa Inggris telah menjadi bahasa resmi kedua setelah bahasa Melayu. Tentunya hal tersebut menjadikan Malaysia memiliki nilai lebih dibandingkan negara asean lainnya.

2. Sistem Pendidikan yang memudahkan Mahasiswa.

Malaysia termasuk negara yang memiliki kurikulum pendidikan yang ramah terhadap mahasiswa. Pengertian ramah adalah mudah dan tidak membuat mahasiswwa stres. Contohnya setiap mahasiswa baik S-1, S-2 atau S-3 dapat memilih metode kuliah yang mereka imginkan, apakah full course work, course work+thesis research ataupun full research. Jadi bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan untuk menulis dan membuat riset mereka bisa memilih pola kuliah full course work. Sehingga mahasiswa dapat kuliah menyesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki.

3. Infrastruktur Kampus yang Gemilang

Apabila kita mengunjungi Malaysia khususnya Kota Kuala Lumpur untuk pertama kali maka pasti kita akan dikagetkan dengan berbagai infrastruktur yang luar biasa bagus dan keren. Pasti kita tidak menyangka bahwa infrastruktur Malaysia gradenya sudah setara dengan negara maju di eropa, mulai dari jalan hingga bangunan dan gedung. Belum lagi kampus atau universitas yang dibangun secara serius sehingga kampus menjadi tempat yang nyaman dan menggairahkan untuk dikunjungi mahasiswa.

4. Biaya Pendidikan yang Murah.

Malaysia termasuk negara yang menerapkan pola pendidikan murah khususnya untuk universitas negeri yang langsung berada dibawah pengelolaan Kerajaan Malaysia. Pihak kerajaan memberikan semacam subsidi dan bantuan khusus untuk universitas negeri sehingga hal tersebut dapat menekan biaya kuliah sehingga biaya kuliah di universitas negeri di Malaysia pasti akan lebih murah dibandingkan dengan negara lainnya, baik itu untuk S-1, S-2 ataupun S-3.

5. Transportasi Publik yang murah dan Terintegrasi.

Sejak era Perdana Menteri Mahatir Muhammad, visi yang dibangun Malaysia adalah menjadikan Malaysia negara maju pada tahun 2020 dan untuk mendukung hal tersebut di topang oleh sarana publik transportasi yang terintegrasi, canggih, mudah dan murah. Penerapan publik transportasi yang terintegrasi tersebut diterapkan di seluruh wilayah negara bagian Malaysia. Adanya sistem publik transportasi yang terintegrasi, canggih, mudah dan murah tersebut menjadikan Malaysia memiliki daya tarik lebih untuk para pelancong dan juga para mahasiswa asal luar negeri. Mereka tidak meski pergi ke eropa atau jepang untuk menikmati publik transportasi seperti kereta cepat, MRT, LRT dan monorail karena di Malaysia itu semua sudah ada dan sudah terintegrasi.

6. Beasiswa Pemerintah Malaysia.

Malaysia juga termasuk negara yang sangat gencar memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing dari berbagai negara dan setiap tahun biasanya angka penerima beasiswa selalu bertambah dan dana beasiswa tersebut bukan hanya berasal dari Pemerintah Malaysia namun juga dari instituis lain yang ada di Malaysia serta dari perusahaan atau BUMN Malaysia. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa luar negeri untuk datang ke Malaysia.

7. Biaya Hidup yang Murah.

Malaysia termasuk negara yang sangat konseun terhadap kemajuan ekonomi rakyatnya, sehingga Pemerintah Malaysia selalu mengupayakan agar harga makanan pokok selalu murah dan terjangkau. Hal tersebut menyebabkan biaya hidup di Malaysia murah dan hampir sama dengan biaya hidup di Indonesia. Contohnya Kota Kuala lumpur yang notabene Kota Megapolitan di Malaysia memiliki tingkat biaya hidup yang sama dengan Jakarta padahal apabila di lihat dari pendapatan perkapita masyarakat Kuala Lumpur jauh diatas masyarakat yang tinggal di Jakarta.

8. Ekosistem dan Industri Perekonomian Syariah

Hal lain yang juga menjadi daya tarik tersendiri khususnya bagi mahasiswa Muslim adalah adanya upaya yang serius dari Pemerintah Malaysia untuk menjadikan malaysia sebagai pusat percontohan penerapan ekonomi syariah secara global dan menjadi sebuah ekosistem serta menjadi industri. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi negara-negara lain khususnya yang mayorotas muslim untuk mengirimkan warganya belajar ekonomi syariah di Malaysia. Oleh karenanya jangan kaget apabila di beberapa kampus di Malaysia banyak mahasiswa asal timur tengah dan juga afrika yang mayoritas beragama Islam menimba ilmu ekonomi syariah di Malaysia.

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan Malaysia menjadi daya tarik dan sebagai salah satu destinasi serta tujuan belajar atau kuliah bagi mahasiswa asing dari berbagai negara di dunia. Negara Malaysia telah mengubah haluan pendidikan yang selama ini selalu di dominasi oleh pendidikan barat sehingga mengalihkan dan menjadikan pendidikan di wilayah timur menjadi alternatif untuk menimba ilmu dan pengalaman.

Semoga Indonesia yang notabene dulunya adalah guru bagi Malaysia juga dapat kembali merapatkan barisan, bekerja keras dan bekerja cerdas serta “tidak alergi dan malu” untuk belajar dari Malaysia dan mengejar ketertinggalan pendidikan dari Malaysia sehingga dalam dataran yang paling minimal kita dapat menyaingi kualitas pendidikan Malaysia yang hampir semua kampusnya sudah bertaraf Internasional.

Adanya program pengiriman guru-guru Indonesia ke Malaysia yang dilakukan oleh PPI Malaysia bekerjasama dengan PPI Dunia adalah sebagai upaya untuk kembali mengulang sejarah masa lalu yang juga dilakukan oleh Malaysia di era tahun 70 dan 80 an yang mengirimkan para gurunya untuk belajar ke Indonesia. Inilah takdir yang mau tidak mau dan suka tidak suka harus kita hadapi, so jangan malu dan alergi untuk mengatakan ayo kita belajar dari Malaysia. Insha Allah Pemerintah dan Kerajaan Malaysia akan sangat welcome menyambut kedatangan para guru asal Indonesia karena kitapun dulu sangat welcome menerima kedatangan para guru dari Malaysia. Tentunya program ini juga harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari program KBRI Malaysia yang nantinya akan membantu membuka dan memudahkan jalan serta akses kepada Pemerintah dan Kerajaan Malaysia.

Penulis: Hani Adhani

Categories
Asia dan Oseania Berita Inspirasi Dunia PPI Negara

Seminar “Memilih yang Terbaik” Diadakan Di SRIT

Andy Sirait (keempat dari kiri), Prof. Josaphat (keenam dari kiri), Almira Shinantya (ketujuh dari kiri), Daniel Surya (kedelapan dari kiri)

 

TOKYO, 28 Oktober 2017 – Bertemakan “Memilih yang Terbaik”, KMKI selaku penyelenggara acara mengundang empat orang narasumber untuk membagikan ilmu dan pengalaman masing-masing. 

            Acara yang dimulai pada pukul 12:30 waktu setempat itu menghadirkan empat orang narasumber: Andy Laver Sirait; Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo; Daniel Surya; dan Almira Shinantya. Menelisik biodata dari masing-masing narasumber, Andy Sirait saat ini bekerja di perusahaan yang didirikannya, Asia Strategic Human Capital sebagai headhunter yang bermarkas di Jakarta dan Tokyo. Sementara itu, nama Prof. Josaphat pastinya sudah tidak asing lagi di telinga para akademisi. Beliau adalah professor tetap di Chiba University yang berkonsentrasi pada bidang Remote Sensing. Lalu, Daniel Surya adalah CEO dari WIR Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang creative technology. Sedangkan Almira Shinantya adalah managing director dari DM ID, sebuah firma konsultan yang bergerak pada perencanaan pemasaran.

Sebagai pembicara pertama, Andy Laver Sirait menekankan suatu poin penting mengenai perencanaan. Dihadapan para hadirin beliau berkata “Those who fail to plan, plan to fail”. Sebegitu pentingnyalah perencanaan bagi tiap individu, sehingga harus dipikirkan matang-matang sedari jauh hari. Hal itu juga merupakan sebuah permasalahan bagi anak-anak Indonesia. Pada kesempatan terpisah, Andy mengakui bahwa keadaan di Indonesia kurang mendukung anak-anak untuk membuat rencana yang matang. Misalnya dalam banyak hal di Jepang, sudah direncanakan dengan tepat seperti jadwal ketibaan kereta/bus, jadwal janji temu, atau jadwal acara. Di Indonesia yang lebih fleksibel, sangat sulit untuk membuat perencanaan matang karena terganjal oleh berbagai faktor yang dapat menyebabkan pergeseran. Di luar semua itu, Andy juga menegaskan pentingnya arah dibandingkan jarak. Meskipun untuk menuntaskan sesuatu memakan banyak waktu, tetaplah fokus pada tujuan karena pada akhirnya, ke sanalah tercapainya impian Anda.

 

Teknologi mutakhir

Berselang lima menit, sesi berikutnya dilanjutkan oleh Prof. Josaphat. Pendiri dari Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL) dengan teknologi paling mutakhir itu bercerita masa-masa awal saat menginjakan kaki di Jepang. Kala itu beliau menerima beasiswa Science and Technology Manpower Development Program (STMDP) II pada masa mantan presiden Habibie menjabat sebagai Menristek. Selepas kelulusannya dari Kanazawa University dan memperoleh gelar pasca sarjana, Prof. Josaphat melanjutkan pendidikan doktoral ke Chiba University. Dari sanalah perjalanannya hingga menjadi profesor tetap seperti sekarang berawal.

Prof. Josaphat saat menyampaikan materi

Salah satu terobosan yang dibuat Prof. Josaphat  di JMRSL adalah Synthetic Aperture Radar yang sampai saat ini hanya dapat diproduksi oleh Mitsubishi, NEC, dan JMRSL miliknya sendiri di Jepang. Kelebihan SAR ini adalah bobot minim tetapi kemampuan sepadan dengan yang sudah ada, bahkan lebih. Kegunaan utama SAR sebenarnya untuk pemetaan lahan, namun banyak juga manfaat lain. Misalnya dengan pemetaan lahan, kita dapat mengukur ketebalan tanah untuk perencanaan penanggulangan banjir di Jakarta atau penyelesaian masalah lahan gambut di Riau. Selain itu kita juga dapat melihat retakan atau pergeseran tanah, yang dapat digunakan untuk menilai aman atau tidaknya suatu bangunan. Namun, mungkin yang tidak terpikirkan, dengan melihat pergeseran tanah, kita dapat memprediksi gempa, sehingga dapat diantisipasi lebih awal. “Misalnya sebuah bangunan bergeser sebesar 1 cm saja di Surabaya, dengan radar ini saya dapat mengetahuinya langsung dari Jakarta,” kata Prof. Josaphat menggambarkan betapa besar manfaat teknologi ciptaannya.

Ada juga karya-karya lain Prof. Josaphat. Contohnya JX-1, sebuah UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang memiliki rentang sayap sepanjang enam meter. Ada pula satelit berbobot 150 kg yang diprediksi dapat menggantikan satelit konvensional dengan massa hingga sekian ton. Meskipun kini bermukim dan bekerja di Jepang, Prof. Josaphat tetap berkontribusi pada Indonesia, dan bahkan dunia. Radar tersebut merupakan impian beliau semenjak tumbuh berkembang di lingkungan AU. Kini, beliau telah berhasil mengubah mimpinya jadi nyata. Radar itu adalah janjinya pada sang ayah, dan juga sebuah karya untuk dimanfaatkan bagi kebaikan orang banyak.

Pembicara terakhir adalah duo Daniel Surya dan Almira Shinantya. Daniel khusus memimpin perusahaan di bidang teknologi kreatif. Salah satu teknologi yang digelutinya adalah Augmented Reality (AR). Perusahaan yang dinamainya WIR (We Indonesians Rule) Group itu pernah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan terkemuka dunia semisal Caltex, Danone, Dutch Lady, dan Otsuka. Bahkan Daniel pernah diminta memasukkan teknologi AR ke merk pakaian milik Pharrell Williams, Billionaire Boys Club. Salah satu karyanya juga pernah memenangkan penghargaan bergengsi Auggie Awards untuk kategori Best Campaign pada Augmented World Expo tahun 2016.

Di sisi lain sebuah bisnis, satu hal yang tidak boleh terlupakan adalah pemasaran. Selain memperhatian sistem yang berjalan, perlu juga promosi agar khalayak luas tertarik pada apa yang dijual. Inilah bidang yang diurus oleh Almira selaku managing director DM ID, anak perusahaan WIR Group. Pada dasarnya, merek ada agar konsumen lebih mudah menentukan pilihan. Namun, Almira menjabarkan lebih jauh lagi. Ada empat tujuan yang harus dicapai suatu merek, yakni: menciptakan gambaran, menimbulkan hubungan emosional; membangun rasa percaya terlepas logika; serta mendorong bisnis dan penjualan. Jika empat tujuan itu tercapai, maka dapat dikatakan bahwa maksud sang pembuat merek tersampaikan dengan baik.

Banyak ilmu yang dapat dipetik dari seminar di hari Minggu sore tersebut. Diharapkan para hadirin dapat mendapat pencerahan dan bekal pengetahuan untuk menjalani hidup.

 

Penulis: Theodorus Alvin

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Categories
Berita Inspirasi Dunia PPI Dunia Prestasi Anak Bangsa Suara Anak Bangsa Wawasan Dunia

Kuliah di Luar Negeri Memang Tidak Mudah, Tetapi Kata Menyerah Bukan Jalan Keluarnya

Menuntut ilmu di luar negeri merupakan keinginan banyak orang, berbagai macam alasan dan tujuan menjadi motivasi para pelajar Indonesia untuk menuntut ilmu di negeri orang. Hal tersebut bukanlah tidak mungkin, buktinya saja terdapat sekitar 86.420 mahasiswa Indonesia yang tersebar di 53 negara. Dengan jumlah yang sangat banyak ini, lima peringkat negara dengan jumlah terbanyak pelajar Indonesia adalah Australia, Tiongkok, Kanada, Malaysia, dan Britania Raya. Perjalanan yang ditempuh oleh para mahasiswa yang merantau di negara orang tentu tidak mudah, berbagai macam jenis kegagalan juga dihadapi, dan semua itu mereka ceritakan dalam satu buku.

Buku bertajuk 20 Kisah Perantau Ilmu yang ditulis oleh tim Perhimpunan Pelajar Indonesia di seluruh dunia menyajikan 20 kisah inspiratif pilihan dari para mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai negara. Beragam kisah dan perjuangan yang dikemas dengan menarik dapat menjadi referensi serta panduan bagi para mahasiswa dan pelajar yang bercita-cita untuk melanjutkan studi di luar negeri.

Setelah perilisan buku 20 Kisah Perantau Ilmu pada 2 Oktober 2017 yang lalu, peluncuran buku secara resmi baru dilaksanakan pada 20 Oktober 2017 di Gramedia Depok. Acara ini mendatangkan 4 narasumber yang merupakan penulis buku ini dan perwakilan BPH PPI Dunia, yaitu Ali Abdillah, Zakiyah Eke, Adi Hersuni, dan Ulfa Ryn. Hatta Bagus Himawan menjadi moderator acara tersebut.

Acara dibuka dengan kata sambutan dari Elexmedia selaku penerbit buku 20 Kisah Perantau Ilmu, lalu Adi Hersuni sebagai perwakilan BPH PPI Dunia, kemudian dilanjutkan oleh Ali Abdillah selaku perwakilan dari 20 penulis. Aninta, Adi dan Ali sepakat bahwa buku ini memberikan perspektif baru bagi pemburu kuliah ke luar negeri yang selalu menghadapi hambatan saat memperjuangkan mimpinya untuk kuliah di luar negeri. Selama ini, buku yang berada di pasaran cenderung lebih menonjolkan kisah sukses kuliah di luar negeri. Sebaliknya buku ini lebih menyoroti bagaimana kegagalan-kegagalan yang dihadapi oleh para penulis saat berburu kuliah ke luar negeri dan proses menjalaninya. Mereka juga menyampaikan bahwa kegagalan bukanlah hal yang luar biasa, untuk bisa kuliah ke luar negeri membutuhkan kerja keras, disiplin dan pantang menyerah dalam menghadapi masalah yang ada. Bahkan pada satu titik, kegagalan adalah kawan baik mereka. Mereka juga menambahkan, saat setelah lulus nanti jangan pernah lupakan negara Indonesia yang telah membesarkan kita.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan talkshow dan tanya jawab. Disini moderator, Hatta, memberikan beberapa pertanyaan kepada narasumber seputar proses mendapatkan beasiswa dan sekolah di luar negeri, dan proses menjalaninya. Beragam cerita disampaikan oleh para narasumber. Sebagai contoh Zakiyah Eke atau biasa dipanggil Eke, untuk dapat bisa meraih mimpinya Eke harus melalui jalan terjal dan berliku. Penolakan-penolakan dan kegagalan sudah menjadi makanan ia selama 3 tahun memperjuangkan mimpinya. Saat itu, Eke juga sedang bekerja saat proses mendaftar beasiswa sekolah ke luar negeri, sehingga ia harus putar otak dan membagi waktu untuk belajar dan mempersiapkan persyaratan kuliah di luar negeri seperti IELTS dan surat-surat lainnya. Khusus untuk
IELTS, Eke menyiapkan waktu tersendiri. Eke sengaja datang ke kantor 2 jam sebelum jam masuk kantor agar bisa belajar IELTS dan juga sepulang kerja Eke meluangkan waktu untuk belajar minimal 2 jam. Tetapi, ternyata kedisiplinan belajar tidaklah cukup, butuh dedikasi dan di sinilah kekuatan mimpi diuji. Tidak serta-merta Eke mendapatkan nilai IELTS yang cukup memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri pada beasiswa atau sekolah yang diinginkan. Eke harus mengalami kegagalan 5 kali tes IELTS hingga tes ke 6 dapat membawanya kuliah ke luar negeri dengan beasiswa penuh dari pemerintah Belanda.

Lain lagi cerita dari Adi Hersuni, Adi harus menerima bahwa IPK S1 dia dibawah 3 (tiga). Tetapi hal tersebut belumlah cukup untuk memaksa Adi mengatakan kata menyerah dan mengubur asa kuliah di luar negeri. Adi berjuang dengan berbagai cara hingga harus menyiapkan waktu khusus setiap hari menyiapkan persyaratan ke luar negeri. Adi bercerita, setiap rehat kerja, dia selalu membuka buku persiapan IELTS bahkan tidak jarang Adi pergi ke mushola untuk bisa fokus belajar. Bahkan di tengah proses itu, Adi harus menghadapi kenyataan anak yang masih di dalam kandungan istrinya meninggal dunia. Tetapi lagi-lagi, hal itu tidaklah cukup kuat memendam asa Adi untuk dapat kuliah di luar negeri. Di akhir cerita, Birmingham University menjadi saksi perjuangan Adi yang tanpa kenal kata menyerah. Dan tahun ini, Adi telah pulang dari perantauan di tanah Britania Raya dengan membawa ijazah master-nya.

Kisah selanjutnya adalah tentang Ulfa, yang dihadapi Ulfa berbeda dengan yang lainnya. Izin orang tua yang menjadi kendala utamanya. Tetapi Ulfa bukanlah orang yang gampang mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Seribu satu cara telah difikirkan matang-matang olehnya. Alhasil summer course, conference dan exchange program telah membawanya menjejakkan kaki di universitas-universitas di luar eropa tanpa harus melanggar janji terhadap orang tua-nya.

Kisah terakhir dari Ali Abdillah, untuk menggapai mimpinya Ali harus menghadapi kenyaatan bahwa dialah sekarang yang menjadi kepala keluarga setelah ayahnya meninggalkan ia dan keluarganya 2 tahun sebelumnya. Praktis urusan pemasukan rumah tangga berada di pundak Ali. Disini mimpi Ali diuji dalam merealisasikan mimpi ayahnya untuk kuliah di luar negeri. Masalah boleh datang tapi ikhtiar tidak akan pernah bisa mengkhianati orang yang telah berusaha mati-matian. Sekarang, dia telah membuktikan diri, Leiden University telah ditaklukkannnya dan tentu mimpi-mimpi selanjutnya siap untuk ditaklukkannya.

Di akhir sesi, para narasumber berpesan bahwa saat kita sudah di luar negeri nanti dan sudah meraih mimpi kita nanti, jangan lupakan negeri ini. Banyak hal yang butuh diperbaiki. Memang negeri orang lain akan menawarkan beribu janji untuk perbaikan kehidupan. Tetapi, negeri sendiri selalu layak untuk diperjuangkan.

Narasumber :

– Ali Abdillah (Master – European Union law at Leiden Law School (Belanda), Sekjen PPI Belanda 2015, Ketua BEM UI 2013, Ketua BEM FHUI 2012).

– Zakiyah Eke (Master – Nutrition Epidemiology at Wageningen University & Research (Belanda), Ketua Divisi Humas PPI Belanda 2015).

– Adi Hersuni (Master – Materials Science & Engineering at University of Birmingham (Inggris), Ketua Kantor Komunikasi PPI Dunia 2017, Ketua BEM FTUI 2008, Ketua Ikatan Mahasiswa Metalurgi & Material FTUI 2007).

– Ulfa Ryn (Mobility- Software Engineering, UTeM (Malaysia)).

Moderator
Hatta Bagus Himawan (Master – Innovation management at TU Eindhoven (Belanda))

 

 

Categories
Inspirasi Dunia

Mau Lanjut Study di China dengan Scholarship, Ini tipsnya….

Tahukah anda, China menjadi salah satu tujuan utama study bagi mahasiswa Indonesia dan bahkan negara-negara maju di dunia seperti South Korea, USA, Japan and European Countries. Tercatat jumlah mahasiswa International di China sekitar 442,773 di 2016, dan meningkat 11.4% setiap tahunnya.

Halaman Depan Tsinghua University, Beijing

Saat ini banyak perguruan tinggi di China yang sudah memiliki reputasi dunia seperti Tsinghua University, Peking University hingga Shanghai Jiaotong University. Mahasiswa yang belajar di China kebanyakan mengambil jurusan Science, Engineering, Medicine, Chinese Language and Economy untuk strata Master and Ph.D.

Sebuah study yang dilakukan oleh USNEWS menunjukkan ranking perguruan tinggi dunia berdasarkan bidang ilmu menunjukkan Perguruan Tnggi di Negeri Tirai Bambu mendominasi ranking 1-100 Dunia. Ini tidak lepas dari kualitas pendidikan dan research yang dihasilkan Universitas.

Best Global Universities for Engineering

 

Chinese Government Scholarships merupakan beasiswa bagi mahasiswa internasional untuk strata S2 dan S3 yang akan melanjutkan studi di China. Setiap tahunnya beasiswa CGS dibuka pada awal tahun dan seleksinya diikuti oleh calon mahasiswa yang berasal dari seluruh penjuru Dunia.

Melalui artikel ini kami akan memberikan info-info penting yang sering ditanyakan oleh calon-calon peserta pengajuan beasiswa Chinese Governemnt Scholarships.

 

Beberapa hal yang sering ditanyakan yang sering kali ditanyakan oleh caon-calon pelamar beasiswa CGS.

1.Apa saja persyaratan dan persiapan untuk mendapatkan beasiswa CGS

Jawaban.

Persyaratan yang mesti diperhatikan yang biasanya tidak tampak tapi sangat dibutuhkan dalam apply beasiswa CGS yaitu. Pertama siapkan niat dan mental yang kuat. Karena kalian akan melamar beasiswa ke luar negeri . So, hal pertama yang perlu disiapkan mental yang kuat. Kedua, kesabaran yang ekstra. Ketiga, yang gak kalah penting siapkan motivasi yang kuat untuk menuntut ilmu ke luar negeri yang notabene bakalan mandiri semandiri mandirinya tanpa ada sanak saudara dan teman-teman lama. Dan lagi siapkan motivasi kalian untuk bener-bener siap menuntut ilmu sesuai jurusan atau disiplin ilmu yang kalian pilih. Motivasi ini juga diwujudkan dengan menulis motivation letter di dalam study plan kalian. Ok, next. Persyaratan yang paling penting yaitu sehat wal afiat yang dibuktikan dengan surat dokter dan bukti hasil lab medical check up yang telah di laporkan di dalam foreign physical examination form.

2.Apa saja berkas-berkas yang dibutuhkan untuk apply beasiswa CGS

Jawaban.

Berkas-berkas persyaratan itu meliputi:

  • 2 (satu) fotocopy application form. Form dapat diunduh dari http://www.csc.edu.cn  Laihua/noticeen.html  atau http://www.campuschina.org/noticeen.html
  • 2 (satu) fotocopy surat rekomendasi dari pimpinan atau professor di Indonesia (Important)..
  • 1 (satu) ijasah dan transkrip akademis yang dilegalisir dan di terjemahkan (sworn Translator).
  • Tulis sebuah Strong Study Plan di Tiongkok (Important).
  • 1 (satu) fotocopy surat kesehatan yang dikeluarkan oleh rumah sakit pemerintah (asli harus dibawa oleh peserta apabila lulus) dengan format sesuai foreign physical examination form.
  • Fotokopi passport yang masih aktif
  • TOEFL/IELTS yang masih berlaku
  1. Apakah diperlukan tes kemampuan bahasa sepertiHSK, TOEFL baik IBT / ITP, IELTS, TOEIC, dll. untuk apply beasisaa CGS?

Jawaban!

Persyaratan yang paling dibutuhkan yaitu untuk kelas tujuan berbahasa pengantar mandarin yaitu hasil tes HSK level 4 untuk S1/S2/S3 namun beberapa kampus mengisyaratkan untuk HSK 5. Tetapi hal itu tidak mutlak dibutuhkan yaa, karena jika kalian belum menguasai bahasa mandarin atau belum memiliki sertifikat HSK maka kalian diharuskan menjalani kelas persiapan bahasa mandarin selama satu tahun diluar masa study kalian. Hal itu tidak berlaku bagi yang mengambil kelas dengan English taught. Untuk itu ada sebagian universitas yang menekankan adanya tes bahasa seperti TOEFL/TOEIC dan IELTS. Untuk itu persiapkan saja siapkan sertifikat tersebut

 

4.Biaya apa saja yang tercover oleh beasiswa CGS?

Jawaban.

Biaya biaya yg tercover oleh beasiswa CGS yaitu meliputi.

  • Biaya study (tuition).
  • Biaya tempat tinggal (lodging).
  • Asuransi kesehatan (health insurance)
  • Biaya hidup (living allowance) yang besarannya terggantung jenjang study. Untuk S1 = 2.500 RMB, S2 = 3.000 RMB, dan S3 = 3.500 RMB/month.

5.Biaya apa saja yang tidak tercover oleh beasiswa CGS?

Jawaban.

Sedangkan biaya-biaya yang mesti dipersipan jika peserta lulus yaitu meliputi:

  • Biaya pembuatan visa China untuk pelajar.
  • Biaya tiket penerbangan ke kota tujuan di China.
  • Biaya medical check up.
    Medical Check Up, untuk medical check up yang diperlukan meliputi ECG, sifilis, tes bebas HIV, scan thorax, mata, dan telinga. EKG biasanya biayanya Rp. 60.000,00. Tes Sifilis, HIV dan general body check up RP 159.000,00. Untuk Mata Rp 20.000,00, terakhir biaya untuk scan thorax RP 60.000,00. Total sekitar Rp. 299.000,00.

6.Bagaimana tempat tinggal selama study disana?

Jawaban.

Biasanya universitas telah menyipkan asrama tersendiri yang dikhususkan untuk internasional students yang terpisah dengan asrama/dorm untuk pelajar/mahasiswa dari China. Jika kamu tidak mau tinggal di dorm/asrama maka pihak kampus akan memberikan biaya untuk menyewa apartment.

7.Bagi yang muslim, apakah mudah menemukan makanan yang halal?

Jawaban.

Tidak sulit untuk mencari restoran-restoran halal di China, restoran tersebut biasanya dikelolah oleh Muslim Hui dari Xinjiang yang mayoritas beragama muslim. Dan, setiap universitas pasti menyediakan kantin-kantin halal yang juga di kelola oleh Muslim Hui asal Xinjiang.

8.Jurusan kuliah apa saja yang tersedia untuk apply beasiswa CGS?

Jawaban.

Semua disiplin ilmu dan semua major tersedia di China, namun agak sulit untuk menemukan kelas yang berbasis English taught, maka harus bisa menilik website kampus tujuan terlebih dahulu, atau bisa di cek di http://www.csc.edu.cn/studyinchina/universitysearchen.aspx .

9.Bagaimana proses seleksi penyaringannya?

Jawaban.

Proses penyaringannya yaitu melalui proses seleksi administrasi. Dan beberapa kali proses penyaringan yang semuanya dilakukan oleh DIKTI selaku penyeleksi peserta beasiswa CGS untuk jalur kedutaan dan DIKTI, untuk jalur MOFCOM, AUN, dan Universitas ditujukan ke agency/institusi masing-masing sesuai kode Agency.

10.Bagaimana penggunaan bahasa di China, terlebih untuk kamu yang belom/tidak bisa berbahasa mandarin?

Jawaban.

Kamu akan kuliah dan hidup di China untuk waktu yang tidak sebentar, maka bahasa yang digunakan adalah mandarin. Sangat sedikit sekali orang-orang China yang bisa berbahasa Inggris dengan fluently, kecuali di bandara yaa, so, setidaknya kalian harus mempersiapkan kemampuan berbahasa mandarin kalian seenggak-enggaknya untuk hal bargain dan untuk tanya arah. Bagi kalian yang harus memasuki kelas dengan berbasis Chinese taught, dan kalian belum memiliki sertifikat HSK dengan level-level yang sudah ditentuka maka kalian diharuskan mengikuti kelas persipan bahasa. Kelas persiapan bahasa ini berlangsung selama 1 tahun diluar masa study kalian. So, 1 tahun periapan bahasa ditambah 3 atau 4 tahun masa study tergantung jenjang yang kalian ambil. Jika di tahun pertama kalian belom/tidak lolos tes HSK dengan level yang sudah ditentukan tersebut kalian wajib mengulangi lagi kelas persiapan bahasa satu tahun lagi dan mengakibatkan kalian harus mengambil masa study 2 tahun untuk jenjang S2, begitu seterusnya.

 

11.Jika lulus, apa sajakah yang perlu dipersiapkan?

Jawaban.

Jika kalian dinyatakan lolos (Menerima Letter of Offer dan form JW) yang perlu dipersiapkan:

  • Tiket pesawat dari Indonesia ke China untuk menuju universitas tujuan yang tersebar di seluruh kota-kota besar di China.
  • Biaya pengurusan residance permit per tahunnya biayanya 400 RMB.
  • Biaya medical check up ulang di China. Untuk ini ada kampus yang menekankan medical check up ulang secara keseluruhan atau hanya sebagian tergantung ketentuan masing-masing kampus. Siapkan saja biaya sebesar 800 RMB.
  • Biaya deposit untuk asrama, biasanya diutuhkan 200-500 RMB, dan akan dikembalikan nanti setelah lulus.
  • Obat-obatan dan P3K.
  • Makanan-makanan dan bumbu-bumbu khas Indonesia, persiapan jika lidah kalian tidak cocok dengan makanan China.

12.Jika lulus, perlengkapan apa yang perlu dibawa ke China, mengingat daerah China bagian utara sangat berbeda dengan China bagian selatan.

Jawaban.

Negara China itu luas sekali, jangan tertipu dengan peta China. Iklim China bagian utara sangat dingin sekali jika dipandingkan dengan China bagian selatan. Di China bagian selatan malah masih beriklim tropis yang sangat panas seperti iklim di Indonesia pada umumnya panas dan kering. Hal ini bertolak belakang untuk China bagian utara, di China bagian utara seperti Harbin di musim dingin suhu bisa jeblok hinga -30, dan di musim panas hanya berkisar 15 derajad celcius. Jadi kika kalian mendapatkan univeritas di China bagian utara, admin sarankan bawa beberapa jaket musim dingin yang tebal dan beberapa baju yang hangat untuk menjaga tubuh tetap hangat. Jika kalian mendapat universitas di China bagian selatan seperti kota Guangzhou kalian tidak perlu repot mempersiapkan pakaian khusus. Karena kota Gunagzhou beriklim tropis seperti Indonesia.

 

13.Bahasa apa yang digunakan sebagai pengantar Kuliah?

Jawaban

Bahasa pengantar selama kuliah bisa dipilih menggunakan English atau Mandarin (Bisa dipilih pada saat register dan disesuaikan dengan kampusnya). Pemilihan Bahasa akan menentukan waktu perkuliahan misalnya jika menggunakan pengantar English maka Master selama 3 tahun, jika menggunakan bahasa Mandarin Master akan dambil selama 4 tahun (1 tahun pertama belajar bahasa)

Selama kuliah, PhD Students di China diwajibkan menulis Jurnal dengan High International Reputation (in English) yang terindex SCI (Science CItation Index) dan Index of Engineering atau jurnal yang masuk dalam index Thomson-Reuters (Pemeringkat jurnal dunia paling credible), Jumlah papernya tergantung Universitas (2-3 International Journal) sebelum menyelesaikan PhD. jadi kemampuan Writing English yang baik sangat diperlukan selama kuliah.

Parade mahasiswa international di China

(Red: Putra, Putri, Annisa/ Ed: Amir)

Categories
Inspirasi Dunia Pojok Opini Suara Anak Bangsa

Tips Trik Dapat Score IELTS Memuaskan Meskipun Tidak Ahli Dalam Mengenal Bahasa Baru

Ditulis oleh Hatta Bagus Himawan

Tidak semua ditakdirkan memiliki kecerdasan verbal-linguistic yang bagus, sehingga perlu waktu yang cukup lama untuk mendapatkan score IELTS / TOEFL iBT yang biasa menjadi persyaratan kampus-kampus di luar negeri maupun sponsor beasiswa.

Saya adalah salah satunya, dimana belajar bahasa baru adalah momok tersendiri buat saya, jadi ya memang harus go the extra mile. Saya cukup menyadari kemampuan saya, sehingga saya harus menemukan cara efektif untuk menaklukan IELTS ini. Ada 4 section dalam IELTS yaitu Listening, Reading, Writing dan Speaking. Saya akan mencoba sharing pengalaman saya siapa tau bisa membantu teman-teman semua

Listening

Section ini tidak begitu membutuhkan keterampilan khusus, kuncinya cuma konsentrasi dan fokus. Bagaimana melatihnya ? Latihan setiap hari, tidak ada cara lain. Apakah mendengarkan musik, berita atau film berbahasa inggris membantu ? Tergantung, seperti yang saya katakan sebelumnya, verbal-linguistic saya kurang bagus. Jadi cara itu kurang efektif buat saya tetapi untuk beberapa teman itu sangat membantu.

Reading

Untuk section ini, sebenarnya tantangan kita adalah waktu karena kita hanya diberikan waktu 1 jam untuk menjawab 40 soal (klo gak salah, rada lupa). Awalnya saya latihan menggunakan bukunya barron, akan tetapi tingkat kesulitan soal ujian aslinya lebih berat. Jika saya menggunakan soalnya barron, saya bisa mendapatkan poin 7,5 dengan mudah akan tetapi beda ceritanya jika menggunakan referensi cambridge (fyi, soal ujiannnya menggunakan cambridge). Dapat nilai 6,5 saja susahnya minta ampun.

Jadi jika teman-teman masih memulai preparation (pemanasan) IELTS tidak ada salahnya menggunakan referensi Barron, akan tetapi jika mau tes IELTS sungguhan, ada baiknya untuk latihan menggunakan referensi Cambridge. Untuk mendapatkan referensi tersebut silakan baca paragraf saya paling akhir

Oh ya, jangan keras kepala untuk melewati soal yang dirasa sulit, segera move ke soal selanjutnya karena sayang waktu kalau menghabiskan waktu di hal yang memang susah dijawab. Selain itu jangan segan-segan untuk memberi mark/coretan di lembar soalnya untuk poin-poin yang penting misal nama orang, tahun kejadian dsb. Hal itu sangat membantu untuk mempersingkat skimming.

Poin terakhir sering-sering latihan, usahakan 1 hari mengerjakan 1 bacaan atau lebih bagus lagi kalau 3 bacaan sekaligus.

Writing

Section ini terbagi menjadi 2 task, untuk melihat poin-poin penilaiannya silakan cek disini dan disini. Untuk task 1, kuncinya banyak-banyak pembendaharaan kata untuk conjunctions. Selain itu, biasanya soalnya mengenai grafik, jadi perbanyak pembendaharaan katanya jangan hanya terpaku dengan increase atau decrease, jangan segan untuk menggunakan fluctuate atau stabilize. Selain itu tidak jarang grafik tersebut menampilkan tahun / bulan kejadian sehingga jangan lupa menggunakan past tense dalam menjelaskan grafiknya. Selain grafik / tabel, tidak ada salahnya latihan menulis untuk menjelaskan alat karena terkedang intruksi soalnya adalah menjelaskan alat-alat tertentu

Pada task 2, gampang-gampang sulit. Masalah terbesar adalah haram hukumnya menggunakan I think. Jadi untuk kasus ini saya mengakali dengan seolah-olah opini saya adalah perkataan orang terkenal misal Steve Jobs, SBY ataupun siapa saja yang berkorelasi dengan topik tersebut. Jadi secara gak langsung  teman-teman harus menggunakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Awalnya sih saya berfikir bener gak ya memberikan “opini palsu”, tetapi setelah saya pikir ulang toh ini bukanlah tulisan yang dinilai “isi tulisannya” jadi saya rasa gak ada masalah.

Selain hal tersebut, pada task 2 saya memasukkan Bibliography atau References. Saya kurang tau bekerja atau tidak tetapi saya mendapatkan poin cukup memuaskan saat menggunakan itu

Speaking

Pada Speaking, ada beberapa poin yang harus diperhatikan, poin penilaiannya ada disini. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan

1. Haram hukumnya menjawab tidak tahu, karena saat menjawab tidak tahu kemungkinan kecil kita dapat mengembangkan jawaban kita. Yang berarti untuk poin Fluency and coherence bakalan kecil. Untuk section ini saya terpaksa menceritakan bukan kondisi real. Pada saat saya disuruh menjelaskan tetangga saya, saya sedikit kesulitan karena saya tinggal di apartemen yang di mana saya kurang begitu mengenal penghuni di lantai saya sehingga saya menceritakan tetangga rumah orang tua saya yang di surabayaKarena kalau saya jawab tidak tahu, sedikit kesulitan mengembangkannya

2. Untuk mempermudah menjawab, gunakan poin-poin. Misal : Jelaskan pekerjaan kamu, jelaskan step – step pekerjaan  teman-teman jangan di-summary. Karena jika di-summary maka penjelasan menjadi singkat dan cukup sulit untuk mengembangkan lebih lanjut

3. Gunakan Idiom, silakan cek disini. Silakan cek di poin Lexical resource pada bandscore 7, menggunakan idiom. Sebelum saya melakukan tes speaking, saya menyimpan amunisi (idiom) dulu untuk disampaikan, minimal hafalkan 7 idiom yang siap ditembakkan (digunakan) saat menjawab pertanyaan. Bagaimana jika idiom yang disiapkan tidak cocok dengan topik ? Giring supaya cocok, misal  teman-teman menyiapkan kalimat PULL A RABBIT OUT OF A HAT padahal ditanyakan tentang hobi kamu.  teman-teman bisa mengarahkan bahwa  teman-teman punya hobi yang sama dengan teman lain dan teman lain tersebut punya kemampuan PULL A RABBIT OUT OF A HAT

Kurang lebih itu sharing pengalaman dari saya, semoga bermanfaat dan dapat membantu  teman-teman. Oh ya ada file yang cukup membantu untuk belajar (kumpulan soal cambridge), jika berminat, bisa email saya di hatta.bagus22[at]gmail.com untuk mendapatkannya

Disadur dari http://hattabagus.com/tips-trik-dapat-score-ielts-memuaskan-giliran-ala-saya/

Categories
Inspirasi Dunia

PPMI Madinah Mengadakan Safari Dakwah dan Bakti Sosial di Cianjur dan Sukabumi

Liputan Cianjur dan Sukabumi – Dalam mengisi liburan musim panas, sejumlah mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Madinah yang tergabung dalam PPMI Madinah mengadakan Safda (Safari Dakwah) dan Bakti Sosial di 5 titik di Cianjur dan Sukabumi. Kegiatan yang diikuti oleh 11 mahasiswa ini berlangsung pada 8-17 Syawwal 1438 H yang bertepatan dengan 2-12 Juli 2017.

Kelima titik acara ini diselenggarakan di Desa Salamnunggal, Kec. Cibeber, Kab. Cianjur sejumlah 3 lokasi dan Kampung Cinangka, Desa Neglasari, Kec. Purabaya, Kab. Sukabumi sejumlah 2 lokasi. Diantara kegiatan para peserta safda adalah sosialisasi kepada warga desa, silaturrahim kepada tetua-tetua di desa, serta memberikan santunan kepada anak-anak yatim, jompo dan fakir miskin.

Safari Dakwah PPMI Madinah

Anak-anak Cianjur dan Sukabumi sedang belajar bersama PPMI Madinah

Masyarakat desa setempat pun antusias dalam menyambut kegiatan ini. “Alhamdulillah, sangat antusias, dibuktikan dengan keramah-tamahan mereka yang menjamu tiap da’i (peserta) untuk makan di rumah mereka serta mengajak jalan-jalan ke wisata yang ada di kampung” ujar Affan Muhammad Hamzah, Ketua Panitia Safda dan Bakti Sosial yang juga Wakil Ketua PPMI Madinah.

Kegiatan ini dapat berjalan atas kerjasama PPMI Madinah dengan Pondok Pesantren Wisata Madinatul Qur’an Jonggol, Cinta Sedekah, Bimbingan Islam dan Yayasan Qiblat. Safda dan Baksos ini diharapkan bisa diselenggarakan kembali di tahun-tahun yang akan datang, “Insya Allah, karena memang tujuan kita untuk menjadi pelopor dan Alhamdulillah, (kami) telah menyiapkan kader-kader untuk selanjutnya, juga semua pihak yang terkait pun sangat meminta ke PPMI Madinah khususnya untuk selalu mengadakan acara ini”, tutup Affan. (Red: imam/ Ed: Amir)

Page 1 of 5
1 2 3 5