logo ppid

a38004c8-635e-49f2-81d7-77528cc111e9

d0ab0f70-e137-41ac-afa2-44acc2f99fd2

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Kepada Yth,
Seluruh Ketua PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Sebagai bentuk kontribusi dalam mengisi Hari Pendidikan Nasional 2 Mei dan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei mendatang PPI Yaman akan Menggelar Sayembara Cerita Mini se-Timur Tengah dan Afrika 2016. Dengan mengangkat tema 'Memperteguh Moralitas Bangsa Melalui Sastra'.
Besar harapan, Pesan moral yang dikemas dalam tetesan pena dan kisah inspiratif akan lebih efektif untuk dinikmati dan diserap oleh anak-anak Bangsa, bagaimana meneledani kisah yang sangat menginspirasi. So, mari sebarkan pengumuman ini ke PPI Negara kalian, jadilah bagian dari 50 Nominator Terbaik yang naskahnya akan dibukukan dan disebar di seluruh Dunia.
Info lebih lanjut di :
FB : PPI Yaman
Fanspage : Sayembara Cerita Mini se Timur Tengah - Afrika 2016

Hormat Kami,

M. Abdul Muhith
(Sekjen PPI Yaman)
WA : +967 736 754 541

Madinah - (PPMI Arab Saudi) Festival Budaya dan Bangsa, yang merupakan acara tahunan bergengsi di Universitas Islam Madinah, telah ditutup pada hari Sabtu, tanggal 2 April yang lalu.

Namun acara pengumuman juara baru diselenggarakan pada hari Kamis, 7 April 2016 di Auditorium Raja Saud bin Abdul Aziz Al Saud, Universitas Islam Madinah selepas isya.

Acara yang diadakan bersamaan dengan pemberian hadiah bagi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan pembagian hadiah bagi pemenang World Cup se-UIM ini dihadiri oleh Plt Rektor Universitas Islam Madinah, Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin 'Ali al-'Ubaid, Kepala Biro Kemahasiswaan UIM, Fadhilatusy Syaikh Dr. Husain bin Syarif al-'Abdali, beserta para dekan, staf, pengajar serta para mahasiswa tentunya.

Indonesia meraih penghargaan dua kali, yaitu sebagai pemenang peringkat ke-9 pada festival budaya dan pemenang pada peringkat ke-5 untuk hari perempuan.

IMG_5675

"Festival tahun ini lebih meriah dari tahun kemarin, persiapan yang dilakukan oleh penyelenggara festival juga lebih matang. Koordinasi antara panitia penyelenggara dan peserta (63 negara) pada tahun ini sangat baik dan pada tahun ini, Indonesia dapat meraih posisi ke-9 pada festival budaya. Serta pada posisi ke-5 untuk yaumunnisa (hari khusus perempuan). Sedangkan pada tahun kemarin Indonesia berada di posisi ke 23 dari 50 negara. Semua berkat usaha dari teman-teman panitia indonesia dan PPMI, serta dukungan dari KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah", ujar Nazeh, Ketua Panitia.

"Tahun ini, kami juga membentuk panitia dari Ummahat (istri-istri mahasiswa Indonesia di Madinah), mereka sangat membantu dalam bidang sajian kuliner, kami mengapresiasi kerja keras dan bantuan mereka", tambah Nazeh.

Menurut Kepala Biro Kemahasiswaan UIM, Fadhilatusy Syaikh Dr. Husain bin Syarif al-'Abdali, Tujuan diselenggarakan acara ini yaitu untuk lebih mempererat ikatan kekeluargaan dan kecintaan antar negara serta pertukaran kreatifitas dan kebudayaan antar negara.

"Semoga Indonesia bisa terus berpartisipasi setiap tahunnya dan naik peringkat di festival yang akan datang" tutur Imam Khairul Annas, Ketua PPMI Arab Saudi.

Para pemenang menurut peringkat sebagai berikut:

1. Tajikistan
2. Bangladesh - Aljazair -Afghanistan
3. Mali - Yaman
4. Palestina
5. Maghrib - Bosnia
6. Bahrain
7. Mauritania
8. Yunani - Myanmar
9. Indonesia
10. Pakistan
11. Albania
12. Mesir
13. Madagaskar
14. Chad
15. Comoro

Liputan Sudan, Pengurus Persatuan Pelajar Putri Indonesia (PPPI) bekerjasama dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Sudan (PPI Sudan) menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) berlangsung di Aula KH.Agus Salim KBRI Khartoum pada Maret lalu. Puluhan pengurus PPPI ikut serta dalam pelatihan tersebut.

Kegiatan ini mengangkat tema Rekonstruksi Karakter Pemimpin Memantapkan Idelogi dan Keilmuan Mahasiswa dalam Berorganisasi Menuju PPI Sudan Berkualitas. Ketua Panitia Ayu Widiya Nita, Mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab berorganisasi serta meningkatkan dan memantapkan kwalitas kepemimpinan.

LDK 2016 yang juga dihadiri oleh beberapa staf KBRI Khartoum ini dibuka oleh HOC KBRI Khartoum Djumara Supriadi sekaligus mewakili Burhanuddin Badruzzaman Duta besar Indonesia untuk Sudan yang berhalangan hadir.

IMG-20160314-WA0048

Dalam sambutannya Djumara berpesan untuk banyak membaca kisah para pemimpin yang sukses begitu juga halnya dengan buku - buku bertema “kepemimpinan”. Berharap pelajar dapat belajar dari pengalaman sukses berorganisasi mereka.

Sejumlah materi terkait kepemimpinan yang disampaikan panel diantaranya, Retorika dalam berkomunikasi” oleh Dr.Muhammad Afifullah Rifa’I. Untuk materi administrasi dan kesekretarian disampaikan M.Ed,Rasikin, S.Sos. Dan materi Tipologi kepemimpinan disampaikan oleh Dr.H Rais Abdullah, MA.

Dr.H Rais Abdullah, MA salah satu pameteri LDK 2016 dalam presentasinya menjelaskan pentingnya pemimpin yang bertindak sebagai bapak yang mengayomi anggotanya. “Pemimpin itu tidak sekedar dibentuk,tapi dilahirkan, artinya sangat penting memikirkan regenerasi dari sebuah kepemimpinan,” jelasnya.

Pelatihan kepemimpinan ini mengajarkan hal mendasar yang berhubungan dengan Standard Operations (SOP) sebuah organisasi khususnya terkait administrasi dan kesekretariatan serta tipologi kepemimpinan. Faiqotul Jamilah sebagai Humas PPPI mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait administrasi dengan pelatihan ini.

IMG-20160314-WA0052

“ Kebanyakan orang masih bingung dengan standarisasi atau aturan baku terkait administrasi dan kesekretariatan tersebut, pelatihan ini sangat membantu kami untuk dapat membangun sebuah organisasi yang lebih terarah,” jelas Faiqotul Jamilah.

Sementara itu ketua PPI Sudan Kausar Afdhal mengharapakan dengan diselenggarakannya kegiatan LDK ini lahir generasi yang mampu memimpin umat ke depan dan bagaimana mencontohi kehidupan Rasulullah dalam memimpin.

Liputan Sudan, Persatuan Pelajar Putri Indonesia (PPPI) Sudan dan Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU Sudan bekerjasama dengan Jam'iyyah Khoiriyyah Musytaqun ilal Jannah Sudan menggelar baksos pada 26 Maret 2016 lalu kepada masyarakat Ibadurrahman tepatnya di wilayah Omdurman Sudan.

Rombongan menempuh tiga jam perjalanan dari Khartoum ibukota Sudan menuju pedalaman desa Ibadurrahman yang belum terjamah listrik dan langka air bersih. Puluhan pelajar Indonesia terlibat dalam rombongan bakti sosial tersebut. Kausar Afdhal, Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan menjelaskan, pedalaman Ibadurrahman dipilih karena wilayah ini merupakan salah satu desa yang kondisi ekonomi masyarakatnya sangat memprihatinkan.

“Layaknya kehidupan masyarakat di wilayah Afrika, Ibadurrahman merupakan salah satu desa tertinggal yang mudah dijangkau dari pusat kota. Kedatangan kami di desa tersebut disambut suka cita oleh masyarakat setempat, meskipun rasanya tidak begitu besar nominal bantuan yang dapat kami berikan kepada mereka,” Ungkap Kausar yang merupakan pelajar master di Mahad Ad-dualy University Sudan.

Jam'iyyah Khoiriyyah Musytaqun Ilal Jannah adalah salah satu lembaga swasta di Sudan yang bergerak dalam penggalangan dana untuk membantu masyarakat miskin di Sudan. Acara ini diawali dan di akhiri dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an.

Nur Azizah yang merupakan ketua panitia dari baksos ini menjelaskan; banyak bantuan perlu disalurkan kepada masyarakat setempat, karna kondisi masyarakat Ibadurrahman masih sangat memprihatinkan. Berharap kedepannya banyak lagi pihak yang dapat menyalurkan bantuan untuk masyarakat di desa ini ataupun desa-desa di pedalaman sudan lain yang serupa.

sudan

Di antara jenis sumbangan yang diberikan kepada masyarakat Ibadurrahman yaitu berbentuk sembako dan pakaian.

"Saya sangat mengapresiasi sekali program bakti sosial ini, karna program ini membuktikan bahwa panitia yang menyelenggarakan ini dan para donatur punya kepedulian yg tinggi terhadap masyarakat sekitar.
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana mereka dapat bertahan hidup di rumah2 kain yg tidak permanen seperti itu, ditambah lagi dengan cuaca sudan yang panas sekali ini. Itu sangat memprihatinkan"
Ujar Sidik Ismanto selaku Rais Syuriah PCI NU Sudan yang ikut hadir ketika itu.

Di akhir kunjungan ini, 'Amu salah seorang masyarakat setempat yang menyampaikan rasa terima kasihnya mewakili masyarakat Ibadurrahman, berharap kedepannya kondisi masyarakat akan lebih baik lagi.

“Sebuah kebahagiaan bagi kami dapat menerima bantuan dari pelajar Indonesia, kondisi masyarakat di desa Ibadurrahman masih sangat jauh dari garis "berada", berharap kedepannya masih banyak bantuan untuk desa kami. Saat ini yang masih sangat minim di desa kami adalah fasilitas toilet,” jelas Amu. (red. Abidurahman, Azizah & Dewi)

Liputan Lebanon, PPI Lebanon sukses menyelenggarakan kegiatan Talkshow dan Workshop yang bertemakan Membangun Karakter Muda Sukses dan Mulia ahad 27 maret 2016 yang bertempat di Aula KBRI Beirut.

Selaku ketua panitia, Ali Munajat mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka membangkitkan rasa nasionalisme terhadap bangsa. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mencetak generasi muda khususnya mahasiswa yang memiliki kecakapan Life Skill, Emosional, Intelligence dan Spiritual.

Kegiatan ini dibuka dengan kata sambutan Dubes RI untuk Lebanon Bpk. Achmad Chozin Chumaidy beliau mengatakan manusia itu tidak sempurna akan tetapi ketidak sempurnaan itu bisa kita tutupi dengan ilmu pengetahuan maka dari itu kegiatan ini perlu ditingkatkan selalu agar kedepannya para alumni Timur Tengah khususnya Lebanon tak hanya pandai di bidang keagamaan namun juga mampu menguasai berbagai bidang lainnya tentu kami sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan semacam ini.

Dimulai dengan presentasi oleh Kol. Jala Argananto selaku Ketua Kontingen Garuda TNI UNIFIL yang bertemakan Manajemen Diri, lalu dilanjutkan dengan pemaparan oleh dr. Sarah mengenai Manajemen Psikologi dan diakhiri dengan Manajemen Spiritual yang disampaikan oleh Ustadz H. Miftahuddin Ahimy, MA.

Kegiatan ini dihadiri oleh Mahasiswa, TNI UNIFIL, Lokal & Home Staff KBRI Lebanon serta WNI yang semuanya berjumlahkan 50 Orang

"Acara ini sungguh bermanfaat khususnya bagi saya pribadi yang baru dua bulan memulai hidup di Lebanon, salah satunya saya merasakan betapa pentingnya manajemen diri dalam kegiatan kampus dan asrama yang padat dari pagi hingga malam serta betapa pentingnya untuk memahami karakter orang-orang sekitar yang notabene nya sangat berbeda dengan kita orang Indonesia." Ujar Ahmad Zuhdi, Mahasiswa Dakwah University yang juga berpartisipasi dalam kegiatan ini

Sersan Didik Muktiyanto yang berpartisipasi dalam kegiatan ini mengatakan bahwa apa-apa yang dipaparkan oleh para pembicara sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, oleh karena itu kegiatan positif semacam ini harus terus dilanjutkan ( Red. Fitrah Alif Tama, Mahasiswa S1 University Tripoli of Lebanon)

Bertempat di Aula PPI Sudan , Departemen Sosial PPI Sudan sukses menyelenggarakan Kegiatan Bekam Gratis pada hari sabtu 19 Maret 2016.

Ketua panitia pelaksana Syauqi Hafiz mengatakan Kegiatan ini dilaksakanan dalam rangka menggalakkan hidup sehat dengan cara pengobatan nabi Muhammad SAW.

selain itu,acara ini bertujuan memberikan pencerahan kepada WNI di sudan tentang bekam islami dan memberikan pelayanan sosial terbaik untuk masyarakat.

IMG-20160320-WA0013

Acara dibuka langsung oleh Dubes RI untuk Sudan Bapak Burhanuddin Badruzzaman, dalam sambutanya beliau mengatakan "acara seperti ini seharusnya menarik peserta lebih banyak lagi, pun dengan pihak pihak yang sudah diundang maka semestinya memberikan respon terbaik untuk kegiatan semacam ini. Karena kegiatan ppi yang manfaatnya konkrit seperti ini sangat positif dan harus didukung.

30 orang peserta hadir mengikuti acara bekam ini, termasuk beberapa staf dari KBRI Khartoum.

salah satu peserta yang ikut memeriahkan dan merasakan manfaat dari kegiatan tersebut ,Yan Yan Fathurrahman, iamengaku senang mengikuti kegiatan tersebut" Alhmdulillh luar biasa manfaatnya selain mengikuti sunnah sehat dan dapat pahala.
Semoga dengan berbekam, jadi wasilah mencintai Rosululloh karena mengamalkan salah satu sunnahnya dalam mengobati penyakit Harapnya. (Red.Abidurrahman Sibghatullah)

 

IMG_4255

Tarim – Kamis (22/10), Diresmikannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional disambut semangat meriah oleh umat islam di tanah air. Berbagai acara ditampilkan dalam merayakan Hari Kaum Sarungan itu. Tidak terkecuali di Hadhramaut, digawangi oleh organisasi terkemuka antara lain PPI, PCI NU, AMI Al-Ahgaff, FLP dan didukung oleh sekitar 8 Organisasi Daerah, acara dengan tajuk “Menggelorakan Kembali Semangat Resolusi Jihad Dan Patriotisme Santri Untuk Negeri”.

Dihadiri sejumlah pelajar yang mengenyam pendidikan di Kota Tarim antara lain Universitas Al-Ahgaff, Perguruan Darul Musthafa dan Ribat Tarim, perayaan Hari Santri ini menggelar Indonesia Santri Club (ISC) pada Rabu (21/10) bertempat di Auditorium Universitas Al-Ahgaff, merupakan sebuah forum santai yang mendiskusikan permasalahan seputar Resolusi Jihad serta menguak peran penting para ulama dengan anak didiknya dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI.

"Resolusi Jihad beserta para ulama yang turut berkecimpung dalam peristiwa ini, misalnya Kiyai Abbas Buntet yang membentuk Laskar Santri telah dilupakan oleh sejarah sehingga pelajar tak mengetahuinya" sesal Thohirin dari kubu Ormas yang menjadi panelis saat itu.

Sedangkan di malam puncak, Kamis Malam (22/10), kemeriahan acara diisi dengan menampilkan Drama Teatrikal bertajuk "Resolusi Jihad" dimainkan sekitar 25 aktor meceritakan kembali peran Ulama dan Santri dalam memeperebutkan NKRI yang termaktub dalam pesan mulia Resolusi Jihad di bawah komando KH. Hasyim Asy'ari, selain itu acara juga diramaikan oleh Bazar Masakan ala santri dengan menu Nusantara.

Tidak diragukan, bahwa perjuangan para Kaum Sarungan dalam menjaga keutuhan kemerdekaan NKRI sangatlah besar. Namun, banyak dari kalangan pelajar Indonesia tidak pernah mengetahuinya. Hal ini dikarenakan peristiwa-peristiwa tersebut lenyap dari pantauan sejarah. Berangkat dari inilah, Drama Treatikal Resolusi Jihad berdurasi 1,5 Jam adalah penampilan aksi peranan penting para ulama bersama umara dalam mempertahankan NKRI berhasil menghipnotis para penonton yang hadir di malam itu. Bukan hanya pelajar Indonesia, acara ini juga dihadiri pelajar-pelajar luar Indonesia, seperti Thailand, Malaysia, Tanzania, Somalia, serta pelajar Yaman.

Aksi-aksi yang diperagakan membuat decak kagum para penonton yang berpartisipasi mensukseskan acara tersebut. Sorakan serta tepukan tangan penontonpun membuat suasana semakin memanas hingga jam menunjukkan pukul 23:00 KSA.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Izzudin Mufian mengungkapkan rasa terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan jalannya perayaan itu serta berharap dengan adanya drama tersebut menjadi pemicu semangat para santri dalam mengikuti jejak-jejak pendahulunya.

Perayaan Hari Santri, Dari Santri Hadhramaut Untuk Negeri !!!. (Red. Aidil/Abda)

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920