logo ppid

Liputan Uni Emirat Arab, Dar Zayed Foundation for Family Care menyelenggarakan Haflah Khitami (Pesta Perpisahan) Tahun Akademik 2015-2016 yang berlangsung di Al Ain Municipality Theater, Abu Dhabi pada hari Selasa (23/5) sore pukul 19.00 Waktu UEA.

Acara yang dihadiri oleh Direktur Dar Zayed Foundation for Family Care Branch Al Ain, Salim Saif al-Ka'bi, Masyarakat Indonesia di Al Ain, Pejabat kota Al Ain serta pejabat kepolisian setempat.

Perlu diketahui, saat ini terdapat 40 pelajar Indonesia yang sedang menyelesaikan studi di Islamic Scientific School (setingkat dengan SMP), di mana kehidupan sehari-hari berada di bawah Dar Zayed Foundation for Family Care, adapun sekolah berada di bawah tanggungan ADEC (Abu Dhabi Education Council).

Di sela-sela haflah ini, para pelajar yang sedang menyelesaikan studi di Islamic Scientific School menampilkan pentas seni yang terdiri dari berbagai penampilan, mulai dari nasyid menggunakan baju batik, drama kolosal, pertunjukan tentara serta tari Youla yang merupakan tarian tradisional Emirat. Setelah penampilan selesai, diumumkanlah nama-nama pelajar yang mendapatkan penghargaan. Penghargaan langsung diberikan oleh Salim Saif al-Ka'bi selaku Direktur Dar Zayed Foundation for Family Care kepada para pelajar yang meraih penghargaan. Selain itu, Sambutan Perwakilan Pelajar, dibacakan oleh Itmamul Wafa, Pelajar asal Indonesia yang meraih nilai Full A Complete.

"Ini merupakan kebanggan besar, karena dari semua penghargaan yang diterima pelajar Asia Afrika 80 persen dapat diraih oleh pelajar indonesia, yaitu dengan berhasilnya mendapatkan nilai A pada setiap pelajaran, ditambah lagi penggunaan bahasa Arab dan Inggris sebagai medium of learning," ujar Alief Ilham Akbar, Ketua PPI Uni Emirat Arab.

"Harapan saya, agar persepsi dan tradisi oleh kepala sekolah maupun kepala asrama bahwa pelajar indonesia adalah pelajar yang rajin dan sopan tetap berjalan, serta para pelajar agar sekiranya menggunakan ilmu - ilmu yang diperoleh untuk menyiapkan target masa depannya yang harus di-setting dari sekarang serta menggunakannya untuk berkontribusi secara positif untuk masyarakat di akar rumput," lanjut Ilham.

WhatsApp-Image-20160526

Ahmad Jauhar Roffal, Juara kelas dengan nilai Full A Complete

Di lain kesempatan, Muhammad Qadri Toliz peraih juara 1 pada kompetisi fotografi sangat senang atas pencapaian prestasi ini; "Menjadi juara 1 di bidang fotografi itu rasanya senang sekali, karena itu termasuk dari hobi saya dan saya belajar fotografi dari pengalaman dan juga sering membaca buku fotografi yang saya beli di HP android saya dan spesialnya dukungan dari Teman-Teman dan keluarga. Tantanganya itu adalah waktu, fotografer itu membutuhkan waktu untuk memahami apa yang mau diabadikan dan juga bagaimana posisi yang baik" ujar Qadri.

Dengan sistem belajar yang maju di Emirat dan supervisi Zayed Foundation yang ketat, PPI Emirat Arab (pelajar Indonesia di Uni Emirat Arab; red) telah sama sekali berubah lebih baik dibanding tiga empat tahun yang lalu. Kami akan selalu siap menjadi garda terdepan pelajar yang teladan. Diharapkan para tunas bangsa ini untuk mulai mengetahui dan bekerja keras untuk meraih cita cita masa depannya, terang PPI UEA melalui Akun Facebooknya.

WhatsApp-Image-20160525 (6)

Nama-nama pelajar yang mendapatkan penghargaan:

Kompetisi Fotografi
Muhammad Qadri Toliz (Juara 1)
Muhammad Fathur Rozi (Juara 2)
Bang Srul (Juara 2)

Juara kelas dengan nilai Full A Complete:
Hasan Mujaddid Alkayyis,
Rizky Fauzy ,
Zaky Al Fahmi,
Hasysyal Mahhar,
Ahmad Jauhar Roffal,
Hendry Bisa Gede,
Itmamul Wafa,
Imaduddin Asrohim,
Muhammad Fathur Rahman
Hilmy Azizy

(Red, AIA & IKA)


PPI Sudan telah menerbitkan Buku Panduan Belajar di Sudan. Bagi teman-teman yang penasaran, ingin/akan belajar di Sudan, buku panduan dapat diunduh pada link berikut: Ebook Panduan Belajar di Sudan

Terima kasih banyak dan salam dari Sudan.

Liputan Tunisia, Kamis (20/5), bertempat di KBRI Tunis, Les Berges du Lac, Tunis menjadi hari bersejarah bagi sejumlah mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam wadah Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia.

Pada hari itu tepat dilaksanakan pelantikan pengurus baru PPI Tunisia periode 14, sekaligus secara resmi menjadi ajang pembukaan “masa tugas” pengurus baru hingga satu tahun ke depan.

Acara pelantikan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Mufi Aqli, S.Pdi. Disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Bertindak sebagai MC pada seremoni ini adalah Ahya Jazuli.

Mengingat hari semakin senja MC langsung berinisiatif mengemas acara seramping mungkin. Sesi pelantikan pun langsung dilaksanakan. Dengan dipimpin oleh Dubes LBBP RI Tunisia, Bapak Rony Prasetyo Yuliantoro pengurus PPI Tunisia masa bakti 2016/2017 khidmat mengucap janji. Suasana terasa hening saat janji pengurus menggetarkan Aula Nusantara KBRI Tunisia.

Setelah acara berlangsung pengurus mengambil posisi, mengabadikan momen bersejarah itu dengan berfoto bersama bapak duta besar. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

ketua PPI Tunisia demisioner, Muammar Kadafi, Lc.

WhatsApp-Image-20160529

ketua terpilih, Ariandi, Lc

 

 

 

 

 

 

Sambutan pertama dibawakan oleh ketua PPI Tunisia demisioner, Muammar Kadafi, Lc. Diikuti sambutan oleh ketua terpilih, Ariandi, Lc dan terakhir sambutan oleh Bapak Dubes LBBP RI di Tunisia.

Dalam kata sambutannya beliau berpesan kepada PPI untuk terus meningkatkan kinerja terlebih lagi bidang Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Maraknya penyalahgunaan media sosial di Indonesia telah berdampak pada timbulnya sejumlah aksi kriminalitas. Oleh karena itu beliau berpesan agar PPI Tunisia bisa memanfaatkan media sosial sebagai ajang promosi budaya, pendidikan Indonesia dan memperkuat “image branding”.

Dan terakhir, acara ditutup dengan sesi audiensi program kerja pengurus masa bakti 2016/2017. Semoga kedepannya PPI Tunisia bisa lebih baik dari periode sebelumnya, semakin jaya dan informatif. (Red. AJU/IRM)

Liputan Arab Saudi, Jeddah/PPMI Arab Saudi - PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) di Arab Saudi yang tergabung dalam Aliansi Peduli TKI SBG (Saudi Binladen Group) mengadakan kegiatan penggalangan dana dan memberikan bantuan sembako dan dana kepada Para TKI yang telah di-PHK serta mengalami keterlambatan gaji sekitar 2 sampai 5 bulan.

Dalam waktu 3 pekan, Aliansi yang terdiri dari berbagai ormas, orpol dan LSM ini berhasil menggalang dana sebesar 26.993 SAR (sekitar Rp 95.906.129) beserta sejumlah sembako, yang mana bantuan ini telah diberikan ke beberapa titik kamp TKI, terutama di Makkah dan Jeddah. Adapun jumlah sumbangan PPMI Arab Saudi di bakti sosial hari pertama sejumlah 3600 SAR (sekitar Rp 12.790.800). Kegiatan PPMI Arab Saudi ini juga mendapatkan Apresiasi oleh Perwakilan RI di Jeddah.

IMG_9436

 

“Suatu bentuk perhatian nyata mahasiswa kepada saudara kita yang kurang beruntung,” ujar Bapak Dicky Yunus, Acting Konsul Jenderal RI di Jeddah.

Untuk memastikan bantuan sampai langsung ke tangan yang membutuhkan, PPMI Arab Saudi yang diwakili oleh Ketua Umum Imam Khairul Annas dan Departemen Pusat Kajian Strategis Herika Muhammad Taqi, didampingi oleh Sekretaris Aliansi Peduli TKI Kris Abdurrahman, mendatangi langsung 2 titik kamp penampungan TKI Binladen yang terletak di Distrik al-Hamdaniyyah, Jeddah pada Jumat sore (6/5).

IMG_9456

 

“Kami dari mahasiswa juga ikut prihatin atas musibah ini, semoga sedikit dari kami, bisa bermanfaat untuk saudara-saudara semua,” tutur Imam saat membagikan logistik.

Penggalangan Dana ini sudah ditutup per Jumat, 6 Mei 2016. Mengutip dari media online tempo (5/5), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga memerintahkan perwakilan Indonesia agar memberi bantuan logistik ke TKI. Semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan kepada saudara-saudara kita dan memberikan jalan keluar dari musibah ini, Aamiin. (Red. IMK, Editor. dafi)

Liputan Yaman, Universitas al-Ahgaff kembali menggelar wisuda mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum pada kamis (28/4). Acara yang berlangsung meriah dari jam 18.30 KSA di auditorium Universitas al-Ahgaff Tarim ini, dihadiri oleh Dekan Fakultas baru al-Ustadz Abdullah Awadh bin Smith, MA dan segenap civitas universitas.

Hadir di sana Dr. Muhammad Abdul Qadir al-Aydrus dekan lama, Syekh Muhammad al-Khatib, DR. Abdurrahman As-Seggaf kepala bidang ushul dan fiqh, DR. Alawy Abdul Qadir al-Aydrus kepala bidang Observasi dan Fatwa, al-Ustadz Abdullah Husain al-Aydrus kepala bidang Bahasa, al-Ustadz Arafat al-Maqdi, MA kepala bidang Hukum, sejumlah tamu undangan dan seluruh mahasiswa dari berbagai negara.

“Ini merupakan wisuda angkatan ke-17 mahasiswa Syariah dan Hukum di al-Ahgaff, dan mahasiswa Indonesia yang paling mendominasi” tutur Sekjen PPI Yaman M. Abdul Muhith.

IMG_9759

Ada sekitar 69 mahasiswa di antaranya 50 mahasiswa Indonesia, 1 mahasiswa Malaysia, 1 mahasiswa Thailand, dan sisanya adalah 8 mahasiswa Yaman dan 9 Somalia.

Sebelum sambutan Dekan, secara simbolis mahasiswa angkatan 17 juga memberikan kenang-kenangan berupa podium berlambang al-Ahgaff yang juga merupakan sebuah kejutan untuk para hadirin pada malam itu.

“Masa depan di pundak kalian, setelah keluar dari sini, peranan apa yang kalian bawa untuk perubahan ummat?, selalu tebarkanlah rasa kasih sayang di antara sesama” tegas Dekan Fakultas Ustadz Abdullah Awadh, MA.

Selain prosesi wisuda, acara ini juga menjadi malam penghargaan Dekan lama Fakultas Syariah dan Hukum DR. Muhammad Abdul Qadir Al-Aydrus yang telah banyak bersumbangsih untuk al-Ahgaff. “Bawalah Islam yang moderat, walaupun dengan sekte yang berbeda.” Ujar DR. Muhammad dalam sambutannya.

“Penting untuk diingat, yang menjadikan al-Ahgaff masih konsisten menjadi Universitas unggulan ini tidak lepas dari jasa besar Bidang Administrasi , yang bersikukuh menjaga ketertiban kemahasiswaan dari dulu sampai sekarang.” Tambahnya.

IMG_9590

Karena berhalangan untuk hadir, melalui rekaman singkat berdurasi sekitar 5 menit, Prof. DR. Abdullah Muhammad Baharun rektor Universitas al-Ahgaff mengatakan ”sungguh kalian telah ditakdirkan belajar di bumi Tarim yang berkah, untuk belajar adab, akhlak dan ilmu syariah”.

Beliau juga memberikan 3 pesan “Bersyukurlah karena Rasulullah bersabda : Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah, wisuda bukan akhir kalian dari membaca dan belajar tapi ulangi apa yang kalian pelajari, sambung terus silaturrahmi diantara kalian.”

Akhirnya acara yang cukup meriah ini ditutup dengan foto bersama wisudawan dan segenap jajaran dosen pengajar dan ramah tamah sampai sekitar jam 23.30 KSA. (Red. AA)

 

Liputan Arab Saudi, Jumat (22/04/16) Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Arab Saudi menyelenggarakan dialog tentang "Peran Pelajar/Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah Terhadap Kemajuan Pendidikan di Tanah Air Indonesia" bersama Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Bapak H. Imam Nahrawi, S.Ag.

Bertempat di Sekolah Indonesia Makkah PPMI Arab Saudi mengadakan dialog dengan Menpora RI, Bapak H. Imam Nahrawi. Acara ini dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh, Bapak Dr. Basuni Imamuddin, Pelaksana Harian Acting Konsul Jenderal RI di Jeddah, Bapak Syaifuddin Ahmad Syaifuddin, Kepala Sekolah Indonesia Makkah, Bapak Ir. Sinsin Rosyidin, Tokoh masyarakat, Bapak Dr. Ahmad Fahmi, Dewan Guru dan Staf SIM (Sekolah Indonesia Makkah), PPMI Makkah (Mahasiswa Indonesia di Universitas Umm al-Qura), santri-santri shaulatiyyah, para tokoh masyarakat Indonesia di Makkah, serta siswa/i SIM.

Acara dipandu oleh pembawa acara, Sdr. Yusuf Nur Alam, diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur'an oleh Sdr. Ujang Mulyana, kemudian sambutan-sambutan, mulai dari sambutan Ketua Umum PPMI Arab Saudi Sdr. Imam Khairul Annas, dilanjutkan dengan sambutan Perwakilan KJRI Jeddah oleh Bpk. Syaifuddin, dan sambutan Atdikbud KBRI Riyadh, Bpk. Basuni.

IMG_7835

"Ulama-ulama di Indonesia memiliki keterikatan dengan ulama-ulama di Timur Tengah, contohnya saja, saya pernah nyantri di Pondok Pesantren Nurul Cholil, yang pendirinya masih cucu dari Syaikhana Kholil, Syaikhana Kholil pun dahulu belajarnya di Makkah." ujar Bapak Menteri kelahiran Bangkalan ini.

"Banyak sekali para santri di Makkah, atau mahasiswa di Umm al-Qura dan Madinah yang setelah kembali ke Indonesia, mereka menjadi tokoh di Indonesia, bersama-sama membangun Indonesia, inilah yang kita semua tunggu", lanjut Menteri termuda di Kabinet Kerja 2014-2019 ini.

Beliau juga berharap kepada mahasiswa di luar negri dan khususnya di Arab Saudi sebelum menutup kalmat sambutannya agar ada yang berkiprah di pemerintahan dan menjadi menteri di masa yang akan datang.

Dialog berlangsung selama 1 jam, dimoderatori oleh Bpk. Syaifuddin, setelah dialog acara pemberian kenang-kenangan dari Kepala SIM untuk Bapak Menteri; dari PPMI Arab Saudi untuk Bapak Menteri; serta dari Bapak Menteri untuk PPMI Arab Saudi, acara diakhiri dengan sesi foto bersama. Sebelum keluar dari Gedung Sekolah, Bapak Menteri menyempatkan untuk melihat langsung ruangan tempat kegiatan olahraga di Sekolah Indonesia Makkah. Semoga acara ini memberikan manfaat untuk para peserta yang hadir pada kesempatan ini. (Red. IKA, Editor. dafi)

Salam perhimpunan!

Tak terasa waktu telah bergulir, dan hari ini adalah momen yang sangat dinanti oleh ratusan bahkan ribuan mahasiswa di seluruh penjuru dunia, yaitu pengumuman pemenang lomba esai dan fotografi Simposium Internasional PPI Dunia 2016.

Setelah melalui proses penjurian yang sangat ketat dan teliti, kini keluarlah 10 besar nama muncul dari masing-masing karya esai dan fotografi. Dengan senang hati kami umumkan para pemenangnya…

Berikut 10 karya terbaik pada lomba esai dapat dilihat di http://www.sicairo2016.com/…/pemenang-10-besar-lomba-esai-s…

Berikut 10 karya terbaik pada lomba fotografi dapat dilihat di http://www.sicairo2016.com/…/pemenang-10-besar-kontes-fotog…

Pemenang utama pada masing-masing lomba akan memperoleh berupa tiket pesawat pulang pergi negara setempat-Kairo, dan tentunya mengikuti rangkaian kegiatan simposium secara gratis! Kemudian bagi 10 besar karya terbaik akan mendapatkan berupa sertifikat dan bingkisan menarik.

Kami selaku panitia penyelenggara Pre-Event Simposium Internasional PPI Dunia 2016 mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua peserta dan selamat kepada para pemenang! Sampai jumpa di kegiatan-kegiatan berikutnya, and then Cairo Says Hello 🙂

TAHAP 1: Melalui Lembaga Kredibel suriah Hilal Ahmar. Konflik suriah terjadi pada tahun awal 2011 hingga sekarang, sehingga mengakibatkan banyak korban dari warganya, bahkan sebagian darinya mengungsi ke negara tetangga seperti Lebanon, Turkey, Yordania bahkan sampai eropa.

Hilal Ahmar {Bulan Sabit Merah} adalah salah satu organisasi kemanusian internasional independen yang tidak memihak kepada siapa pun dan jauh dari ranah politik, sehingga dapat diterima oleh semua golongan dalam menjalankan Misinya untuk kemanusiaan.

Misi yang dijalankan Syrian Arab Red Crescent (SARC) benar-benar penuh resiko, di mana mereka harus menjadi penengah antara pemerintah dan oposisi serta kelompok bersenjata lainnya. SARC bisa masuk ke wilayah-wilayah hot area yang dikuasai kelompok-kelompok bersenjata untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan baik melalui darat maupun udara.

Sejak lebih dari 5 (lima) tahun terjadinya konflik bersenjata, tercatat telah jatuh 65 korban jiwa dari pihak SARC (Relawan) yang berada di garis terdepan penyaluran bantuan kemanusiaan, hal tersebut diungkapkan Abdul Rahman Attar, President of The Syrian Arab Red Crescent (SARC) saat menerima kunjungan Pengurus PPI Damaskus-Suriah yang didampingi langsung oleh bapak Duta Besar Djoko Harjanto beserta beberapa staff-nya di kantor pusat Bulan Sabit Merah Suriah di Damaskus, baru-baru ini (rabu kemarin).

Perbincangan hangat dengan Dr. Abdurrahman Attar, President SARC

Perbincangan hangat dengan Dr. Abdurrahman Attar, President SARC

Pada kesempatan itu Dubes Djoko mengungkapkan rasa keprihatinannya yang mendalam atas krisis yang terjadi di Suriah dan berharap konflik di Suriah akan segera berakhir di masa yang akan datang.

Pada kesempatan itu Perhimpunan Pelajar Indonesia Damaskus-Suriah yang juga mewakili PPI Dunia untuk memberikan bantuan, memberikan pertanyaan yang diajukan oleh Ketua PPI Damaskus.
"Apakah ada yg menyalurkan Donasinya Ke Lembaga SARC ini ? seperti Perhimpunan pelajar asing timur tengah atau eropa," Tanya Mahrus ketua PPI Damaskus.

"Sampai sekarang ini belum ada satu pun Organisasi Pelajar Asing yg memberikan donasinya kepada kami, dan ini pertama kalinya dari Pelajar Indonesia di Damaskus." ungkap President SARC.

"Kira-kira dalam bentuk apa bantuan yang dibutuhkan untuk mereka?" Tanya Mahrus.

"Untuk saat ini, kami lebih membutuhkan medical supply, obat-obatan, vaksinasi, peralatan medis, ambulans, bahan makanan yang bergizi dan rumah sakit lapangan dan uang tunai untuk dibelikan susu yang saat ini sangat dibutuhkan oleh para balita dan anak-anak yang berada di penampungan di bawah pengawasan The Syrian Arab Red Crescent (SARC),” ujar Dr. Abdul Rahman Attar berterima kasih kepada para pelajar Indonesia.

 

suriah 2

Prosesi penyerahan bantuan berupa ratusan pakaian termasuk selimut yang berhasil PPI Damaskus kumpulkan.

yang diantaranya dari PPI Lebanon dan TNI yang berada di lebanon, diterima langsung oleh Para Staff Hilal Ahmar {SARC} di depan kantornya

Bantuan di antaranya dari PPI Lebanon dan TNI yang berada di lebanon, diterima langsung oleh Para Staff Hilal Ahmar {SARC} di depan kantornya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karena bantuan PBB selama ini tidak pernah ada komponen susu untuk anak-anak yang sangat memerlukan, sementara itu Ketua SARC menyampaikan terima kasih atas kunjungan Dubes Djoko dan rombongan yang merupakan bukti solidaritas rakyat Indonesia dalam krisis yang dihadapi di Suriah. Beliau juga menyampaikan bahwa ia telah beberapa kali berkunjung ke Indonesia terutama ke Jakarta dan Bali, terkait dengan organisasi kemanusiaan.

Organisasi Bulan Sabit Merah Arab Suriah (Syrian Arab Red Crescent) memiliki 14 cabang di propinsi-propinsi Suriah dan 75 sub cabang hingga ke pelosok Suriah. SARC juga merupakan organisasi kemanusiaan independen yang merupakan anggota dari Konfederasi Bulan Sabit dan Palang Merah Internasional. Presiden SARC juga merupakan salah satu anggota presidium konfederasi yang dimaksud.

Setelah itu, ketua PPI Damaskus menyerahkan bantuan yang disampaikan secara simbolis yang berasal dari Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia yang dimediasi oleh KBRI Damaskus diberikan kepada SARC senilai 3.565.000 (Tiga juta lima ratus enam puluh lima Lira Suriah) atau sekitar US$7000 (Tujuh ribu USD) dan 6 (enam) kardus berisi pakaian dan kebutuhan anak-anak. Bantuan ini diberikan sebagai ungkapan solidaritas dan perhatian terhadap rakyat Suriah yang berada di penampungan di bawah pengawasan SARC. (red. Mahrus)

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920