logo ppid

WhatsApp-Image-20160715

HPMI Jordan telah menerbitkan Buku Panduan Belajar di Jordan. Bagi teman-teman yang penasaran, ingin/akan belajar di Jordan, buku panduan dapat diunduh pada tautan berikut: Kuliah di Jordan

Terima kasih banyak dan salam dari Jordan.

Jakarta, Minggu 26/6/16 lalu PPI Dunia sukses menggelar acara silaturahmi dan buka puasa di kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Acara ini dihadiri oleh mantan koordinator PPI Dunia Ahmad Almaududy Amri periode 2014 - 2015, Ketua PPI rkrki, Ketua PPMI Saudi Arabia, Ketua PPI Italia, Koordinator Biro Pers PPI Dunia, Alumni PPI dunia dari berbagai kawasan dan Perwakilan BEM di Indonesia.

Acara Silaturahmi ini diawali dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Koordinator Biro Pers PPI Dunia 2015 - 2016 Dewi Anggrayni. Menurutnya, acara ini digelar bertujuan untuk menguatkan silahturahmi PPI Dunia dengan PPI Negara, alumni dan juga Dewan Presidium yang selama ini melakukan komunikasi dan koordinasi melalui media sosial saja.

"Silaturahmi ini bertujuan untuk menguatkan hubungan PPI Dunia dengan PPI negara, alumni dan juga Dewan Presidium. Selama ini komunikasi dan koordinasi dilakukan by online dan saat inilah moment yang pas untuk berkumpul untuk lebih mengenal satu sama lain, dan kenapa di RRI, karena RRI telah menjadi mitra selama beberapa tahun terakhir memublikasikan aktifitas PPI Negara anggota PPI Dunia," ucap Dewi.

Rangkaian kegiatan silahturahmi dimulai dengan sosialisasi simposium internasional yang akan berlangsung juli mendatang oleh perwakilan panitia SI Cairo, Ahmad Bayhaki.

"Pertemuan yang sangat bermanfaat dan mendambah ilmu. Acara seperti ini dipertahankan dan lebih diaktifkan lagi forum diskusinya," Ucap Bayhaki.

Live ON AIR

Acara buka puasa ini juga disiarkan langsung melalui siaran Kampung Halaman RRI yang diisi oleh perwakilan Dewan Presidum periode 2015-2016 Imam Khairul Annas dan Dewi Anggrayni, Dhafi Iskandar Alumni PPI Dunia dan perwakilan PPI Negara Intan Irani PPI Italia, Padma Nabhan PPI India, Ahmad Bayhaqi Maskum PPMI Mesir.

Selanjutnya perwakilan alumni mengisi acara dengan bedah buku yang berjudul “Dari Kami untuk Negeri”. Buku karya Dewan Presidium PPI Dunia periode 2014 - 2015 ini dipaparkan singkat oleh Ahmad AlMaududy Amri.

"Buku ini berawal dari simposium di Jepang pada tahun 2014, kami dari perwakilan PPI Dunia berinisiatif untuk menuliskan kisah kami selama berkuliah di luar negeri sebagai kontribusi untuk bangsa untuk menyemangati teman-teman di Indonesia yang ingin berkuliah di luar negeri," jelas Dudy.

Dudy juga memaparkan dengan singkat isi dari buku "Dari Kami untuk Negeri" yang mengisahkan pengalaman mahasiswa Indonesia yang berkuliah di luar negeri dan juga berorganisasi di waktu yang bersamaan.

"Kami mengisahkan pengalaman organisasi, tantangan kehidupan di luar, kejadian-kejadian mahasiwa indonesia di luar negeri juga tantangan perkuliahan," tutur Dudy.

Setelah pemaparan singkat oleh Dudy, acara dilanjutkan dengan bedah buku dari salah satu teman alumni PPI Dunia yang berjudul “Merangkul Beruang Merah.”

Buku Merangkul Beruang Merah mengisahkan perjalanan hidup penulis, Ade Irma Elvira tentang proses perkuliahan beliau di Rusia dimulai dari memohon restu orang tua hingga tantangan ekonomi juga akademiknya di Rusia.

"Buku ini menceritakan tentang pengalaman saya selama di Rusia, di kota Moskow yang penuh tantangan. Harapannya semoga buku ini nantinya bisa di-film kan agar dapat memotivasi dan menyemangati pemuda Indonesia untuk melanjutkan studinya," jelas Ade.

Penulis juga menambahkan kata mutiara yang ia sampaikan untuk pembaca

"Halangan dan rintangan bukanlah hal yang membatasi diri kita untuk maju"

1

Acara dilanjutkan dengan tausiah dari perwakilan PPMI Saudi Arabia , Abudzar Mandaili hingga azdan Maghrib berkumandang. Kemudian, perkenalan dari setiap peserta dan diskusi mengenai situasi terkini di Turki pasca ledakan bom di Turki. Azwir juga menggambarkan situasi singkat kehidupan mahasiswa Indonesia di Turki. Azwir, ketua PPI turki menyampaikan harapannya mengenai situasi yang sedang terjadi di sana.

"Kami memohon doa kepada teman-teman PPI Dunia, agar situasi Turki tetap stabil dan aman. Juga teman kita yang tempo hari ditangkap cepat selesai proses hukumnya," jelas Azwir.

Acara ini ditutup dengan pembahasan singkat Simposium Internasional yang akan dilaksanakan di Cairo pada tanggal 24 – 28 Juli mendatang. Besar harapan peserta juga agar acara seperti ini dapat terus dilaksanakan. (Red, Nazla, Editor, dw/df)

*Siaran tersebut bisa langsung didengarkan melalui media player di bawah ini:

⁠⁠⁠⁠

Youth Forum 27 Juni

WhatsApp-Image-20160611

WhatsApp-Image-20160605

Liputan Sudan, Jumat (27/05/2015) Telah diselenggarakan pelantikan pengurus baru Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan masa bakti 2016-2017 yang bertempat di Aula KH. Agus Salim KBRI Khartoum.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci al-Quran oleh Yahya Ayyas mahasiswa Universitas al-Quran al-Karim, kemudian disusul dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Ahmad Mujahid ketua MPA, Bapak Erwin Siddiq ketua Pensosbud KBRI Khartoum dan Bapak Burhanuddin Badruzzaman Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan dan Eritrea.

Dalam sambutannya, Bapak Burhanuddin Badruzzaman sangat mengapresiasi PPI Sudan yang mengalami progres dari waktu ke waktu. Beliau juga menegaskan bahwa KBRI akan berdiri sebagai ayah atau sebagai partner bagi mahasiswa Indonesia di sudan.

Pelantikan dewan Pengurus PPI Sudan dipimpin oleh ketua Majelis Musyawarah Anggota (MPA PPI Sudan) Ahmad Mujahid dan pembacaan sumpah oleh Hudzaifah Al-Hazmi yang diikuti puluhan pengurus baru. Selanjutnya Saleh AldJufri Ketua PPI 2016-2017 melantik Badan Otonom PPI Sudan yang terdiri dari El-Nilein,Badan Koperasi dan Usaha (BKU), Kepala Rumah Tangga(KRT) dan Persatuan Pelajar Putri Indonesia (PPPI) Sudan yang dikoordinatori oleh Farah Laa Ghibah.

IMG-20160528-WA0020

Setelah pelantikan, ketua PPI Sudan Saleh Aldjufri maju memberikan sambutannya, dalam sambutannya, Saleh menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada pengurus baru yang mayoritasnya masuk ke dalam kepengurusan tahun ini atas dorongan pribadi melalui Open Recruitment. Semoga kita memiliki itikad baik untuk kemajuan PPI Sudan sebagai representasi pelajar Indonesia yang ada di Sudan, agar lebih bermanfaat , menjadi solusi, dan figur yang teladan bagi kita semua.

Saleh juga menegaskan visi misnya yaitu terbentuknya PPI yang Religius, Berkualitas, Berkarakter, dan mengayomi seluruh anggota PPI Sudan atas dasar ikhlas beramal karena Allah. Mari bersama kita bawa PPI ke arah yang lebih baik sebagai ladang abdi diri kepada tanah air tercinta Indonesia. Dengan motto One Team, One Goal, One Spirit bersama kita buka lembaran baru untuk PPI Sudan yang lebih berjaya dan mandiri.

Pengurus baru yang dipimpin oleh Saleh Aldjufri dan Kiagus Ahmad Firdaus sebagai wakil ketua ini memiliki departemen baru yaitu Departemen Seni dan Budaya yang diamanahkan kepada Reza Azhari.

Di akhir acara, Chairil Amal selaku pembawa acara mempersilahkan Ketua PPI Sudan 2015-2016 (Demisoner) Kausar Afdhal Ismail untuk memberikan pesan dan nasehat sekaligus membacakan doa sebagai penutup acara pelantikan. (Red. AS)

Liputan Iran, Universitas Tehran menyelenggarakan Festival dan Pameran Internasional ke-6 yang berlangsung di Chamran Hall, Fakultas Seni kampus pusat Universitas Tehran, Iran Senin sampai Rabu kemarin (23-25/5). Acara yang bertujuan untuk mengenalkan budaya dari berbagai negara serta memberikan informasi baik mengenai pendidikan maupun pariwisata tersebut, pada tahun ini mengangkat tema "a Rainbow of the cultures".

Beberapa negara yang ikut serta pada festival ini, mulai dari Afganistan, Irak, Pakistan, Jepang, Tiongkok, Palestina, Indonesia, Nigeria, Lebanon, Tajikistan, Rusia, dan lain-lain. Selain stand pameran, para peserta yang merupakan mahasiswa Iran dan mahasiswa asing dari berbagai negara menampilkan pertunjukan seni pada upacara penutupan yang diselenggarakan di hari terakhir (25/5). Mahasiswa Indonesia menampilkan Angklung, menyanyikan lagu Iran dengan judul Sulthan e Qalbam dan lagu Indonesia Naik-naik ke puncak gunung.

IMG-20160528-WA006

Pada upacara penutupan yang dihadiri oleh Acting Rektor Universitas Tehran, Dr. Nili, Wakil Menteri Pendidikan Iran, Dr. Mujtaba Sadiqi, serta Pensosbud KBRI Tehran, Cahya Pamengku Aji, serta para diplomat dari berbagai negara yang ikut serta, Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai stand terbaik tahun 2016.

"Alhamdulillah dengan adanya pameran ini kita mampu mengenalkan Indonesia ke seluruh dunia, Alhamdulillah juga semoga penghargaan yang kita dapat ini dapat mengharumkan indonesia di mata dunia, karena yang hadir pada acara ini bukan hanya orang Iran, tapi mahasiswa dari berbagai negara. Ini semua berkat kerjasama KBRI dengan IPI Iran, saya ucapkan terima kasih banyak kepada KBRI dan mahasiswa Indonesia di Iran, semoga tahun depan kita bisa tampilkan yang lebih baik lagi," ujar Syarif Hidayatullah, Ketua Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) di Iran.

IMG-20160528-WA002IMG-20160528-WA007

 

 

 

 

 

Selain itu, Pensosbud KBRI Tehran berharap agar sinergi ini terus dipertahankan untuk menguatkan kerjasama lintas komponen mahasiswa, masyarakat dan KBRI.

"Kesannya pameran Tehran University merupakan wujud adanya sinergi dan kerjasama lintas komponen mahasiswa, masyarakat dan KBRI sehingga berhasil meraih yang terbaik pada festival dimaksud. Harapannya sinergi ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan," tutur Cahya Pamengku Aji, Pensosbud KBRI Teheran. (Red, SH, IKA)

Liputan Uni Emirat Arab, Dar Zayed Foundation for Family Care menyelenggarakan Haflah Khitami (Pesta Perpisahan) Tahun Akademik 2015-2016 yang berlangsung di Al Ain Municipality Theater, Abu Dhabi pada hari Selasa (23/5) sore pukul 19.00 Waktu UEA.

Acara yang dihadiri oleh Direktur Dar Zayed Foundation for Family Care Branch Al Ain, Salim Saif al-Ka'bi, Masyarakat Indonesia di Al Ain, Pejabat kota Al Ain serta pejabat kepolisian setempat.

Perlu diketahui, saat ini terdapat 40 pelajar Indonesia yang sedang menyelesaikan studi di Islamic Scientific School (setingkat dengan SMP), di mana kehidupan sehari-hari berada di bawah Dar Zayed Foundation for Family Care, adapun sekolah berada di bawah tanggungan ADEC (Abu Dhabi Education Council).

Di sela-sela haflah ini, para pelajar yang sedang menyelesaikan studi di Islamic Scientific School menampilkan pentas seni yang terdiri dari berbagai penampilan, mulai dari nasyid menggunakan baju batik, drama kolosal, pertunjukan tentara serta tari Youla yang merupakan tarian tradisional Emirat. Setelah penampilan selesai, diumumkanlah nama-nama pelajar yang mendapatkan penghargaan. Penghargaan langsung diberikan oleh Salim Saif al-Ka'bi selaku Direktur Dar Zayed Foundation for Family Care kepada para pelajar yang meraih penghargaan. Selain itu, Sambutan Perwakilan Pelajar, dibacakan oleh Itmamul Wafa, Pelajar asal Indonesia yang meraih nilai Full A Complete.

"Ini merupakan kebanggan besar, karena dari semua penghargaan yang diterima pelajar Asia Afrika 80 persen dapat diraih oleh pelajar indonesia, yaitu dengan berhasilnya mendapatkan nilai A pada setiap pelajaran, ditambah lagi penggunaan bahasa Arab dan Inggris sebagai medium of learning," ujar Alief Ilham Akbar, Ketua PPI Uni Emirat Arab.

"Harapan saya, agar persepsi dan tradisi oleh kepala sekolah maupun kepala asrama bahwa pelajar indonesia adalah pelajar yang rajin dan sopan tetap berjalan, serta para pelajar agar sekiranya menggunakan ilmu - ilmu yang diperoleh untuk menyiapkan target masa depannya yang harus di-setting dari sekarang serta menggunakannya untuk berkontribusi secara positif untuk masyarakat di akar rumput," lanjut Ilham.

WhatsApp-Image-20160526

Ahmad Jauhar Roffal, Juara kelas dengan nilai Full A Complete

Di lain kesempatan, Muhammad Qadri Toliz peraih juara 1 pada kompetisi fotografi sangat senang atas pencapaian prestasi ini; "Menjadi juara 1 di bidang fotografi itu rasanya senang sekali, karena itu termasuk dari hobi saya dan saya belajar fotografi dari pengalaman dan juga sering membaca buku fotografi yang saya beli di HP android saya dan spesialnya dukungan dari Teman-Teman dan keluarga. Tantanganya itu adalah waktu, fotografer itu membutuhkan waktu untuk memahami apa yang mau diabadikan dan juga bagaimana posisi yang baik" ujar Qadri.

Dengan sistem belajar yang maju di Emirat dan supervisi Zayed Foundation yang ketat, PPI Emirat Arab (pelajar Indonesia di Uni Emirat Arab; red) telah sama sekali berubah lebih baik dibanding tiga empat tahun yang lalu. Kami akan selalu siap menjadi garda terdepan pelajar yang teladan. Diharapkan para tunas bangsa ini untuk mulai mengetahui dan bekerja keras untuk meraih cita cita masa depannya, terang PPI UEA melalui Akun Facebooknya.

WhatsApp-Image-20160525 (6)

Nama-nama pelajar yang mendapatkan penghargaan:

Kompetisi Fotografi
Muhammad Qadri Toliz (Juara 1)
Muhammad Fathur Rozi (Juara 2)
Bang Srul (Juara 2)

Juara kelas dengan nilai Full A Complete:
Hasan Mujaddid Alkayyis,
Rizky Fauzy ,
Zaky Al Fahmi,
Hasysyal Mahhar,
Ahmad Jauhar Roffal,
Hendry Bisa Gede,
Itmamul Wafa,
Imaduddin Asrohim,
Muhammad Fathur Rahman
Hilmy Azizy

(Red, AIA & IKA)


PPI Sudan telah menerbitkan Buku Panduan Belajar di Sudan. Bagi teman-teman yang penasaran, ingin/akan belajar di Sudan, buku panduan dapat diunduh pada link berikut: Ebook Panduan Belajar di Sudan

Terima kasih banyak dan salam dari Sudan.

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920