logo ppid

Setelah beberapa bulan mengalami kevakuman, tepat pada hari Jumat tanggal 21 Oktober 2016 penanggung jawab agenda pengajian masyarakat Indonesia kembali digelar. Agenda yang biasanya diadakan sebulan sekali ini terpaksa molor hingga kurang lebih 3 bulan vakum.

whatsapp-image-2016-10-22-at-12-10-09-1

Dari kiri : Ust. Sopiandrizal, Lc, Bapak Dubes LBBP RI Tunisia Rony Prasetyo Yuliantoro, dan Ust. Azzimam Aulia Arrahman, Lc. Sumber foto : Kominfo PPI Tunisia 2016

Jum'at sore dirasakan tepat untuk mengadakan acara pengajian masyarakat Indonesia, mengingat bulan ini masyarakat Indonesia kedatangan tamu yang cukup banyak, diantaranya adalah tim dosen program ARFI Kemenag 2016, pengajar program bahasa Indonesia, dan juga tim pencak silat.

Selain kehadiran tamu yang membuat suasana guyub semakin gayeng dan ramai, malam sabtu juga tepat untuk berkumpul diantara masyarakat Indonesia. Mengingat besok sabtu bagi kebanyakan masyarakat Indonesia yang bekerja mendapatkan hari libur sehingga agenda kumpul bersama masyarakat Indonesia dapat berlangsung dengan ramah dan santai. Dan meski sampai agak malam, namun kehangatan kekeluargaan tentu sangat didambakan di tanah perantauan ini.

Kali ini, judul "Sholat dan Silat, Akses Menuju Kesehatan Jasmani dan Rohani" menjadi tema pengajian. Sebagai pembicara, dua ustadz muda alumni azhar; Azzimam Aulia Arrahman, Lc. & Sopiandrizal, Lc berduet menyampaikan materi. Begitu menariknya tema pengajian ini sampai Bapak duta besar LBBP RI untuk Tunisia pun terlihat khusuk menyimak, sembari sesekali menganggukan kepala tanda setuju dengan materi yang disampaikan.

Ruang Nusantara KBRI Tunisia yang tidak terlalu luas terlihat sangat sempit disesaki masyarakat Indonesia, para staff KBRI & sekeluarga, Tamu Tim Dosen ARFI 2016, Pegawai Medco & Keluarga, juga teman-teman mahasiswa PPI.

Walaupuan berjalan cukup lama yaitu sekitar satu jam, pengajian masyarakat Indonesia yang dimulai sejak pukul 19.30 tidak membuat hadirin beranjak dari tempat duduknya. Mengingat beberapa kali dua ustadz memberikan materi dalam bentuk video serta praktik silat yang sangat berkaitan dengan sholat, tidak melulu ceramah. Sehingga hadirin tidak merasa bosan.

Menurut Ust. Sopiandrizal, Lc., ibadah sholat dalam rukun Islam itu ibarat pisau yang tumpul dan dapat diasah dalam pencak silat. Hal ini mengingat ada beberapa gerakan dalam sholat yang dapat digunakan untuk menghindar atau menyerang seperti halnya dalam pencak silat. Namun tentu gerakan sholat bukan ditujukan untuk silat, atau sekedar tujuan kesehatan saja.

Setelah ditutup do'a oleh Ust. Azzimam Aulia Arrahman, Lc, pengajian masyarakat Indonesia dilanjutkan sajian jasmani santap malam bersama, menciptakan momen laksana keluarga besar ketika di tanah air dulu. Alhamdulillah.[KhR/AJU]

Liputan Tunisia, Selasa lalu (18/10) Sekretariat PPI Tunisia didatangi oleh tamu peserta Academic Recharging for Higher Islamic Education (ARFI) 2016 yang sedang mendapat tugas ke Tunisia. Pertemuan ini merupakan acara perkenalan sekaligus ramah tamah antara PPI Tunisia dengan peserta ARFI 2016 yang terdiri dari 10 dosen Indonesia.

Sekretariat PPI Tunisia yang terletak di Makhla Zaim, Tunisia ini terlihat ramai dan tidak seperti biasanya. Mahasiswa Indonesia di Tunisia yang sedang memadati aula sekretariat PPI Tunisia tersebut sangat antusias mengikuti nasehat-nasehat serta menerima wacana-wacana segar dari kesepuluh dosen Indonesia yang sedang melakukan penelitian di Tunisia.

Acara diawali dengan sambutan oleh Ketua PPI Tunisia, Ariandi, Lc. Mahasiswa pascasarjana jurusan akidah dan perbandingan agama ini memperkenalkan kondisi Tunisia dan PPI Tunisia secara umum. Selanjutnya Ketua Umum PPI Tunisia 2016 memperkenalkan anggota-anggota PPI Tunisia yang berjumlah tak lebih dari 40 orang itu.

Pak Supriyanto selaku ketua rombongan memimpin perkenalan pada sore hari itu sekaligus memberikan kalimat pembukanya. Dalam kalimat pembukanya dosen IAIN Purwokerto ini memberikan sekelumit wacana-wacana baru tentang gerakan radikalisme di Indonesia. Selanjutnya beliau memberikan kesempatan kepada sepuluh peserta ARFI 2016 untuk memperkenalkan diri masing-masing.

Sepuluh peserta itu adalah Bapak Muhandis Azzuhri dari STAIN Pekalongan, Ibu Nur Hasaniyah dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Pak Roviin dari IAIN Salatiga, Bapak Ahmad Atabik dari STAIN Kudus, Bapak Zaki Ghufron dari IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Bapak Taufik Warman Mahfuzh dari IAIN Palangkaraya, Bapak Khairul Hamim dari IAIN Mataram, Bapak Muhammad Jafar Shodiq dari UIN Sunan Kalijaga, dan terahir Ibu Fatwiah Noor dari STAI Darul Ulum Kandangan.

img-20161020-wa0002

Sepuluh peserta ARFI 2016 semuanya kompak memberikan pesan yang sama kepada mahasiswa untuk focus dan serius dalam belajar selagi masih muda. Seperti pesan yang disampaikan oleh Pak Atabik. “Sebenernya kita ini kalau mau berusaha, bisa. Mau jadi apapun juga bisa kalua kita mau berusaha. Apalagi seperti yang saya katakana tadi, kawan-kawan ini nanti alumni-alumni Timur tengah yang mempunyai nilai plus di mata masyarakat," pesan dosen STAIN Kudus sekaligus wakil ketua PC NU Lasem.

Acara ramah tamah sore itu kemudian ditutup dengan solawat bersama dan santap malam ala nusantara. (Red, aju / Ed, pw)

Madinah - ppmisaudi.org / Bertempat di RM Sanabel Al Madinah, PPMI Arab Saudi mengadakan Silaturrahmi Rutin Tahunan PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika yang sedang bertugas sebagai Tenaga Musiman Haji (TEMUSH).

Pertemuan ini berlangsung pada hari Sabtu, 8 Oktober 2016, dan dihadiri oleh Imam Khairul Annas selaku Ketua Umum PPMI Arab Saudi 2015-2017 serta beberapa perwakilan dari PPMI Arab Saudi. Selain itu turut hadir juga Agus Mujib selaku Ketua KKMI Libya 2016-2017, Rama Rizana selaku Koordinator Divisi Pendidikan, Politik, Ekonomi, Kebudayaan dan Agama (P2EKA) Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia), Abdul Gofur Mahmudin selaku Presiden PPMI Mesir 2015-2016, Choiriah Ikrima Sofyan yang merupakan Sekretaris PPI Kawasan Timteng & Afrika 2014-2015, Zakiah Rahmah yang pernah menjadi Sekretaris PPI Kawasan Timteng & Afrika 2015-2016, Izuddin selaku Ketua MPA PPI Hadhramaut 2015-2016, Rahmat Ilahi Siregar dari PPI Lebanon, Kamal dan Nuraeni dari PPI Sudan, Irhamni Rofiun dari PPI Tunisia, serta Armi dari PPI Maroko.

Acara diawali dengan makan malam, dilanjutkan dengan taaruf (perkenalan) para peserta silaturrahmi dan pemaparan PPI Negara masing-masing. Selanjutnya, sambutan dan ucapan selamat datang dari Ketua Umum PPMI Arab Saudi, yang juga membacakan sambutan dari Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika, Kiagus Ahmad Firdaus.

"Silaturrahim ini adalah kegiatan tahunan, tahun lalu diadakan di Madinah, dan 2 tahun lalu diadakan di Jeddah," ujar Imam yang sedang menyelesaikan studi di Universitas Islam Madinah.

"Kami PPMI Arab Saudi mengucapkan apresiasi kepada PPMI Mesir yang telah sukses menyelenggarakan Simposium Internasional PPI Dunia tahun 2016, dan kami memohon doa dan dukungan kawan-kawan semoga kami bisa menyelenggarakan Simposium Kawasan dengan baik dan lancar," lanjut Imam.

Setelah itu, sambutan dari Koordinator Divisi P2EKA PPI Dunia 2016-2017, Rama Rizana, yang juga menyampaikan Program Kerja dari Divisi baru yang ada di PPI Dunia periode ini. "Sekilas tentang Divisi P2EKA, berawal dari Simposium di Kairo kemarin, yang mengadakan 4 Sidang Komisi (Politik, Pendidikan, Ekonomi dan Agama) dan menghasilkan 7 rencana aksi. 7 rencana aksi ini dikerjakan oleh 4 komisi tadi, dan dikawal oleh Divisi P2EKA. 2 rencana aksi yang berasal dari Komisi Agama adalah Pembentukan Tim Kajian Radikalisme Agama serta Tim Media Kerohanian," terang Rama yang juga merupakan Anggota Dewan Syura dan sekaligus Kepala Departemen Pendidikan PPMI Arab Saudi.

Rama juga mengusulkan agar para mahasiswa Timur Tengah yang menjadi TEMUSH untuk membuat sebuah buku yang menceritakan pengalaman-pengalamannya selama bertugas di Tanah Suci. Ide ini disambut baik oleh para peserta silaturrahim. "Saya sangat setuju, ini akan sangat bermanfaat terutama untuk para petugas di tahun-tahun yang akan datang," ujar Abdul Gofur.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Azri Alhaq selaku Sekretaris PPMI Arab Saudi; Habli Robbi Waliyya selaku Anggota Badan Otonom Pusat Kajian Strategis PPMI Arab Saudi; Fahmy Husnul Fasya selaku Anggota Departemen Teknologi Informasi PPMI Arab Saudi; Sufyan Tsauri Muhammad Ilyas selaku Anggota Dewan Syura PPMI Arab Saudi; Muhammad Sobri selaku Bendahara PPMI Madinah 2015-2016; dan Asep Sunandar selaku Anggota PPMI Arab Saudi.

Semoga kegiatan ini dapat mendukung program kerja PPI Dunia setahun ke depan serta bisa diselenggarakan kembali di tahun-tahun yang akan datang. (Red, im / Ed, pw)

img-20161010-wa0002

Durban, South Africa- Pengenalan let’s visit Indonesia pada perayaan Heritage Day Afrika Selatan 2016 menuai antusiasme mahasiswa post-graduate dan post-doctoral Durban University of Technology (DUT), Durban, Afrika Selatan. Acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu, (17/09) oleh DUT International Postgraduate Association dan dihadiri oleh perwakilan sejumlah negara dari dua benua yakni Afrika Selatan, Nigeria, Zimbabwe, India, dan Indonesia. Acara yang dikemas sebagai DUT Cultural Day 2016 ini bertempat di Corlo Court Residence, DUT dan bertujuan untuk saling memperkenalkan identitas negara asal mahasiswa serta sekaligus sebagai momen keakraban internasional. Secara historis, perayaan Heritage Day Afrika Selatan adalah hari untuk mengenang Raja Shaka Zulu (Shaka Zulu King) yang merupakan seorang raja legendaris bagi warga Afrika Selatan karena jasanya yang berhasil mengatur dan mempersatukan banyak klan Afrika Selatan sehingga dapat hidup rukun dan damai hingga sekarang. Setelah beberapa waktu, Heritage Day lebih dikenal sebagai hari budaya nasional Afrika Selatan dimana masyarakat dari suku (tribe) yang berbeda berkumpul dan merayakannya melalui beragam kegiatan persaudaraan, salah satunya pesta braai (barbeque/lamb party). Bertepatan dengan momen tersebut, para mahasiswa post-graduate interasional di DUT berinisiatif untuk mengadakan even perkenalan antar-bangsa yang dikemas dalam bentuk presentasi oral sekaligus makan siang bersama dengan menu khas dari masing-masing negara.

peona merah putih di tanah mandela

Presentasi oleh mahasiswa Indonesia bertemakan ‘beauty of diversity’ berhasil memperkenalkan keragaman Indonesia dari dua sudut pandang, yakni sebagai tujuan wisata turis dan pengembangan potensi sumber daya manusia. Keindahan alam, uniknya budaya, keragaman suku bangsa dan bahasa merupakan intisari dari banyak hal menarik yang disajikan dalam kegiatan kali ini. Gambaran jelas dan persuatif pun ditayangkan untuk memperkuat jati diri bangsa Indonesia sebab kebanyakan masyarakat Afrika Selatan beranggapan bahwa masyarakat gugus Asia Tenggara adalah bagian dari rakyat Tionghoa dengan budaya China yang telah lebih dahulu terkenal dan menjamur, semisal Kung-Fu, Barongsai, dan Han-Zi-nya. Pemutaran video wonderful Indonesia yang mengekplorasi kekayaan nasional Indonesia seperti Tari Saman, Candi Borobudur, bunga Raflesia Arnoldii, Pulau Komodo hingga Raja Ampat berhasil memukau dan menarik minat mahasiswa yang mayoritas berasal dari Afrika untuk datang ke Indonesia.

Sebuah pertanyaan menarik sempat diajukan oleh salah satu mahasiswa terkait biaya desitinasi wisata dan kurs mata uang yang digunakan di Indonesia. Perbandingan triple-digits mata uang rupiah terhadap mata uang Rand Afrika Selatan pun menghebohkan suasana presentasi dimana kurs yang terjangkau ini tentu semakin meng-encourage teman-teman internasional untuk berkunjung ke Indonesia. Perspektif selanjutnya yang disajikan adalah sumber daya manusia khususnya dari segi peluang riset, bisnis, dan perdagangan; dimana beberapa hal ini tidak pernah surut dari topik perbincangan hangat dunia internasional. Sebagai mahasiswa riset, kami mencoba untuk lebih menekankan pada aspek riset/penelitian yang memungkinkan untuk diinduksinya kolaborasi sinergis antar-negara kedepannya mengingat para mahasiswa internasional memiliki background riset yang berbeda-beda.

merah potih di tanah mandela
Satu hal yang tak boleh ketinggalan adalah penyajian menu spesial Tanah Air yang memikat lidah para mahasiswa di ahir acara, yakni nasi goreng ayam dan teh jahe. Konon, warga India dan Afrika memiliki makanan nasional yang selalu penuh rempah dan tekstur khas masing-masing. Namun pada hari ini, mereka diperkenalkan dengan makanan dan minuman bertekstur sederhana dengan perpaduan rempah Indonesia dan teknik meracik yang genuine menjadikannya sebagai cita rasa baru yang mudah diterima oleh mayoritas mahasiswa. Di luar ekspektasi, teman-teman dari negara lain tampak sangat menyukai menu yang disajikan bahkan hingga menanyakan detail resepnya. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai “duta” Indonesia dalam acara ini. Secara keseluruhan, pengenalan pesona Indonesia dalam even DUT Cultural Day berhasil menghubungkan missing link antara mahasiswa dari negara-negara Afrika dengan Asia Tenggara khususnya Indonesia. Selain itu, antusiasme peserta yang hadir dan perspektif ke-Indonesia-an yang disajikan, diharapkan dapat semakin memperkuat tagline Afrika Selatan sebagai country of diversity dimana perbedaan ras, warna kulit, suku, agama, dan budaya merupakan identitas nasional yang perlu dijaga eksistensinya.[ADP/BTM]

Sudan (12/09), PPI Sudan menyelenggarakan 'Kurban Berkah' dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha tahun ini. Acara ini diselenggarakan selama dua hari (12-13/09) di Sekretariat PPI Sudan, Khourtoum.

Acara yang dimulai pukul 11.30 EAT ini dihadiri langsung oleh Bapak Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, Bapak Drs. Burhanuddin Badruzzaman beserta istri dan keluarga. Pada hari raya qurban tahun ini, beliau ikut menyemarkaannya dengan turut serta menyumbangkan seekor sapi kepada PPI Sudan.

img-20160913-wa0021

Melihat tingginya tingkat antusias masyarakat Indonesia dalam berqurban, Bapak Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, Bapak Drs. Burhanuddin Badruzzaman ikut menanggapi dan mengapresiasi kegiatan tahunan ini dengan penuh rasa antusias dan kebahagiaan.

"Saya sangat berbahagia melihat perkembangan PPI Sudan semakin tahun semakin baik sehingga masyarakat Indonesia di Sudan maupun di luar Sudan semakin percaya untuk menyalurkan hewan kurbannya melalui PPI Sudan. Semoga PPI Sudan dapat terus menebarkan maslahat bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia di Sudan maupun masyakarat lainnya di seluruh penjuru dunia".

Total hewan kurban yang diterima oleh panitia pada tahun ini sebanyak enam ekor sapi dan 10 ekor kambing. Seekor sapi dari Bapak
Duta Besar yang merupakan sapi terbesar dengan bobot 700 kg, seekor sapi untuk mahasiswa Indonesia yang merupakan dari Petronas, dan seekor sapi dari KNRP (Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina).

Setelah prosesi penyembelihan, Panitia mendistribusikan daging hasil qurban kepada seluruh mahasiswa Indonesia yang ada di Sudan, seluruh elemen masyarakat Indonesia yang ada di Sudan, serta fakir miskin Sudan yang bermukim di sekitar wilayah Khartoum.

sudan

"Kami berharap qurban ini betul-betul menjadi ajang pemersatu umat sekalihus silaturrahmi antara masyarakat Indonesia, mahasiswa Indonesia dan warga Sudan. Hal ini terlihat dari bagaimana partisipasi masyarakat dan teman-teman mahasiswa Indonesia dalam kegiatan pemotongan hewan qurban kali ini", ujar Fahrurrozi, ketua pelaksana kegiatan Qurban berkah tahun ini.

Tak lupa Fahrurrozi pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara qurban kali ini. Atas nama panitia, ia berterima kasih pula kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaannya kepada PPI Sudan sebagai tempat untuk menyalurkan hewan qurban mereka pada tahun ini. Dan beliau pun mendoakan semoga para peserta qurban diterima kurbannya dan dijadikan sebagai tunggangan terbaik kelak di hari akhir. (FA/AJU)

Liputan Bogor, Ini merupakan kali ke dua PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika menyelenggarakan kegiatan orientasi Perguruan Tinggi di pesantren yang ada di Indonesia. Orientasi perdana yang mengusung tema "Orientasi Perguruan Tinggi Arab Saudi, Tunisia dan Timur Tengah" ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining, 9 Dzulhijjah 1437 H/10 September 2016.

Acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Al-Ustadz Mustafa Zahir, Lc, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang tema diatas oleh kedua narasumber yang telah diundang yaitu Muammar Kadafi, Lc, PPI Tunisia dan Imam Khairul Annas, PPMI Arab Saudi. Peserta dan para tamu undangan dalam acara ini adalah santriwan dan santriwati kelas 4, 5, 6 TMI (kelas 10, 11, 12) beserta guru pengabdian tahun pertama dan tahun kedua, dengan jumlah keseluruhan peserta orientasi mencapai 700 orang.

 

Pemberian materi

Pemberian materi

Pada kesempatan tersebut, ketua umum PPMI Arab Saudi 2015/2016, Imam Khairul Annas bertindak sebagai narasumber pertama mempresentasikan tentang perkuliahan di Arab Saudi dan sistem perkuliahan di beberapa negara yang ada di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

"PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika ini sendiri terdiri dari 14 PPI Negara yaitu PPMI Pakistan, IPI Iran, PPI Uni Emirat Arab, PPMI Arab Saudi, PPI Yaman, HPMI Yordania, PPI Lebanon, PPI Damaskus, PPMI Mesir, PPI Sudan, KKMI Libya, PPI Tunisia, PPI Maroko dan PPI Afrika Selatan. Masing-masing PPI memberikan informasi tentang sistem perkuliahan, beasiswa yang tersedia, dan kegiatan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI melalui website dan media sosialnya masing-masing" papar Imam.

"Sedangkan beberapa keuntungan melanjutkan studi di Arab Saudi sendiri adalah tersedianya beasiswa penuh bagi beberapa mahasiswa asing dan lokal, situasi yang aman dan kondusif serta kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dan umrah", ujar Imam yang saat ini sedang melanjutkan studinya di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

Selain itu Imam yang telah menyelesaikan tugasnya sebagai Koordinator PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika pada Juli lalu juga menambahkan bahwasannya belajar di kawasan Timur Tengah dan Afrika memiliki tradisi yang unik di masing-masing negara. Sebagai contoh adalah Pakistan yang terkenal akan Bahasa Urdunya yang kental. Sehingga jika mahasiswa asing belajar di Pakistan maka mereka juga diharuskan belajar Bahasa Urdu selain Bahasa Inggris.

Peserta Seminar

Peserta Seminar

Selanjutnya seminar kedua dilanjutkan oleh Muammar Kadafi, Lc, Ketua PPI Tunisia 2015/2016. Muammar menjelaskan tentang tiga point penting ketika belajar di Tunisia, yaitu Cara, Tantangan, dan Keuntungan. Cara mendaftar menjadi mahasiswa baru di Tunisia sendiri tidak jauh berbeda dengan negara-negara lain pada umumnya. Di Tunisia sendiri juga memiliki standard nilai minimum yang harus dipenuhi oleh masing-masing calon mahasiswa beserta beberapa dokumen penting yang harus dilengkapi untuk dapat diproses di bagian admission.

"Seperti halnya mendaftarkan ke universitas pada umumnya berkas yang dibutuhkan juga tidak jauh berbeda, dan adik-adik bisa langsung membaca panduan studi di Tunisia yang sudah tersedia dalam website kami www.ppitunisia.org," ungkapnya mengawali point pertama.

Berlanjut ke point kedua, Muammar menjelaskan tentang beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh mahasiswa asing di Tunisia serta solusi menghadapinya. Disesi ini, banyak sekali hal-hal teknis yang tidak terdapat dalam buku panduan kuliah di Luar Negeri. Sehingga sesi ini merupakan sesi yang paling penting kaitannya dengan tantangan dan rintangan selama belajar di negeri orang.

Kemudian point ketiga, Muammar juga menjelaskan tentang beberapa keuntungan kuliah di Tunisia. Salah satunya adalah bahasa. "Bahasa adalah keuntungan yang pertama, selain adik-adik bisa mempraktekkan bahasa Arab yang sudah lebih dahulu dipelajari di pesantren, juga bisa menambah satu bahasa lain yaitu Bahasa Perancis jika memang memiliki kecintaan dalam bahasa," tuturnya dengan lugas.

Ia juga menambahkan bahwa Bahasa adalah signal pertama bagi seseorang itu berilmu pengetahuan yang tinggi dan merupakan salah satu ilmu para Nabi. "Keuntungan yang kedua adalah bisa melihat langsung Sejarah Peradaban Islam yang ada di Tunisia, seperti halnya Jami' Uqbah ibn Nafi', Jami' Az-Zaytunah, jejak sejarah Pakar Sosiolog ternama Ibnu Khaldun dll," ucap Kadafi.

Sedangkan keuntungan yang ketiga yaitu dapat merasakan sistem pendidikan yang sangat baik, muai dari metodologi penulisan, penelitian, dan lingkungan yang mendukung untuk belajar.

Setelah sekian jam pemaparan dari kedua nara sumber diatas maka acara pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab baik dari para peserta dan tamu undangan. Pada akhir acara tersebut, cindera mata diberikan kepada narasumber dan diakhiri dengan foto bersama. (Red, Muammar&Imam/Ed, Amir)

Betapa bahagianya dapat menjalani hari yang istimewa bersama keluarga. Lalu, bagaimana pula rasanya bila hari-hari tersebut dijalani seorang diri yang hanya diselingi dengan tawa teman-teman seasal negara, atau bahkan.... Yups! Hari raya Idul Adha sudah di depan mata, mari dengar suka-duka menjalani hari yang istimewa ini tanpa gema takbir yang gempita seperti di Indonesia. Sambut hangat dan ikuti siarannya langsung dari Estonia (English) dan Pakistan (Indonesia), catat tanggal dan waktunya! So, Stay tuned...!!

img-20160910-wa0004

PPMI Mesir Berbagi kisah dalam acara 'Kampung Halaman' bersama RRI PRO3. Ingin tahu bagaimana mahasiswa perantauan di Negeri Kinanah merayakan hari raya? Segera ikuti siarannya langsung dari Mesir di RRI PRO3. Info selengkpanya di bawah ini.

Serba serbi Hari Raya Masisir

Liputan Bandar Seri Begawan, PPI Brunei Darussalam menyelenggarakan Seminar dan Pergantian Ketua pada hari Sabtu malam, 27 Agustus 2016 di Asrama Mahasiswa UBD (University of Brunei Darussalam).

Seminar ini mengusung tema Al-Jarnuzi’s Concept of Knowledge (‘Ilm) dengan pemateri Ketua PPI Brunei Darussalam 2015-2016, Miftachul Huda, yang merupakan lulusan Master in Islamic Education di UBD. Seminar yang membahas mengenai buku Ta'lim Muta'alim serta pendidikan Islam di Indonesia ini dihadiri juga oleh sejumlah mahasiswa dari negara Malaysia, Filipina, Thailand, Yaman dan Sudan.

Seusai seminar, para peserta dipersilakan untuk makan malam bersama yang kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Ketua PPI Brunei Darussalam 2016-2017. Perlu diketahui bahwa pelajar Indonesia di Brunei berjumlah 24 orang dan tersebar di 4 Perguruan tinggi di Brunei Darussalam, antara lain UBD, UTB (Universiti Technology of Brunei), UNISSA (Universit Islam Sultan Sharif Ali), dan KUPU SB (Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan). Pemilihan berlangsung hangat melalui sistem voting dan Ketua Umum PPMI Arab Saudi, Imam Khairul Annas, menjadi saksi penghitungan suara. Hasil pemilihan ini, Syarif Hidayat yang merupakan mahasiswa Master bidang Kimia di UBD terpilih sebagai Ketua PPI Brunei Darussalam Periode 2016-2017.

WhatsApp Image 2016-08-28 at 9.25.08 PM

“Sebagai dampak dari penurunan harga minyak dunia, terjadi penurunan jumlah mahasiswa yang masuk ke Brunei. Akan tetapi jangan sampai menurunkan semangat untuk mengkaji dan meningkatkan kapasitas kita. Saya terpilih sebagai ketua tidak menganggap sebagai ketua, pada dasarnya organisasi mahasiswa sifatnya kolektif kolegial yakni tidak ada hirarki atau strata di dalamnya. Untuk kedepannya sangat memerlukan langkah-langkah kebersamaan untuk menjalankannya.” tutur Syarif pada sambutan perdananya. (Red, Imam, Ed, pw)

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920