Categories
Asia dan Oseania Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Pusat Kajian & Gerakan Timur Tengah dan Afrika

AYL Draft Resolution 2020

Ambassadors and Young Leaders Week (AYL Week) merupakan acara yang diinisiasi oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) yang merupakan wadah terbesar dalam menghimpun para pelajar Indonesia yang menempuh studi di luar negeri. Terbagi dalam 3 kawasan yang terdiri dari 57 PPI Negara, PPI Dunia mempunyai orientasi besar ke depan untuk melakukan internasionalisasi gerakan guna memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara. Utamanya dalam menyambut bonus demografi untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di masa mendatang. Untuk itu, AYL Week menjadi karya nyata PPI Dunia untuk menyambut potensi tersebut. AYL Week merupakan program rintisan pertama pada periode 2019/2020 untuk membuka visibilitas generasi milenial guna membuat sketsa masa depan Indonesia. Dengan mengusung tema “Breakthrough Against COVID-19 & Preparing Indonesian Global Emerging Leaders”, AYL Week pada tahun pertama ini berfokus melahirkan gagasan dan terobosan bernas sebagai kebangkitan nasional pasca pandemi COVID-19.

Sebagai rangkuman dari hasil webinar, kami telah membuat AYL Draft Resolution yang terdiri dari berbagai intisari dan hal penting yang dikemukakan oleh narasumber. AYL Draft Resolution disusun oleh Putri Ananda (PPI Jepang), Subhan Setowara (PPI Malaysia), dan Muhammad Kamal Ihsan (PPMI Mesir) yang diulas oleh Saul Takahashi (former Deputy Head of Office at Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (UNHCR)) dan Jonathan Mills (Associate Professor at Osaka University of Economics and Law).

AYL-Draft-Resolution-23-July-2020

Categories
Asia dan Oseania Berita Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Dunia Publisher Timur Tengah dan Afrika

Lewat Sarasehan Nasional PPI Dunia 2020: Millenial Connect, PPI Dunia Publisher Terbitkan Buku Perdana

Dewasa ini, menuntut ilmu di luar negeri merupakan impian hampir seluruh anak muda Indonesia. Dari mulai para pelajar di kota-kota besar, hingga para dream catcher dari berbagai pelosok negeri, yang bahkan kota kelahirannya pun tidak terjamah oleh pemberitaan di media. Ada yang mengincar studi jenjang S1, Master, hingga Doctoral, baik melalui beasiswa maupun biaya mandiri. Perjuangan yang diwujudkan dengan berbagai cara untuk bertahan hidup di negeri orang pun tak luput dari sebuah metode untuk berdiplomasi ala-ala para pendahulu. Selaras dengan semangat dari kisah-kisah inspiratif yang sering kita dengar tentang The Founding Father of Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri. Mereka dengan gigih berusaha mengabarkan informasi-informasi penting dari luar negeri demi memantik semangat untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka di kala itu.
Beranjak dari spirit yang sama, buku ini hadir menjadi penyambung semangat bagi para generasi muda Indonesia. Demi mengajak para pemegang tampuk pimpinan indonesia di masa mendatang, untuk senantiasa berpikir dan ber-Kaizen, dalam menggali gagasan-gagasan potensial yang didapatkan oleh para pelajar Indonesia selama menjalani studi mereka di luar negeri. Dari sudut-sudut belahan bumi Amerika-Eropa, Asia-Oseania, hingga Timur Tengah dan Afrika, kisah-kisah diplomasi ala pelajar Indonesia masa kini dihimpun oleh PPI Dunia melalui buku yang berjudul Diplomasi Mahasiswa indonesia di Luar Negeri: Menggali Gagasan Potensial untuk Kemajuan Indonesia.
Buku perdana yang diterbitkan oleh PPI Dunia Publisher ini sekaligus menjadi warna tersendiri dalam perhelatan agenda Sarasehan Nasional PPI Dunia 2020: Millenial Connect yang diadakan awal tahun 2020.

Cover buku Diplomasi Mahasiswa indonesia di Luar Negeri: Menggali Gagasan Potensial untuk Kemajuan Indonesia terbitan PPI Dunia Publisher

Detail buku,
Judul: Diplomasi Mahasiswa indonesia di Luar Negeri: Menggali Gagasan Potensial untuk Kemajuan Indonesia
Tahun: 2020
No. ISBN: 978-602-5735-65-3
Jumlah halaman: 200 (0 color + 200 B/W)
Penulis: Tim Penulis PPI Dunia
Editor: Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha
Desain sampul: Sascha Putri Gumilar
Penerbit: PPI Dunia Publisher (melalui kolaborasi dengan salah satu percetakan buku indie)

Salam Perhimpunan!

PPI Dunia 2019/2020
Inovatif – Progresif – Aspiratif

Categories
Pojok Opini Timur Tengah dan Afrika

Inilah Kota Terbaik dan Paling Layak Ditempati di Dunia Menurut Islam

       Kehidupan manusia tidak lepas dari tempat tinggalnya, apalagi di zaman modern ini orang-orang mendabakan tempat tinggal terbaik untuk hidupnya. Ya, itu wajar karena tempat tinggal dan lingkungan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Tempat tinggal yang baik bisa membuat seseorang menjadi lebih baik, begitupun sebaliknya. Namun yang jadi pertanyaan bagaimana karakteristik kota baik, di mana tempatnya. Banyak peneliti mengukur dan mendefinisikan kota paling layak huni, dinilai dari tingkat stabilitas keamanan, budaya, lingkungan, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Seperti kota Wina di Austria, Sydney di Australia, Calgary di Kanada, Tokyo Di Jepang yang mendapat penilaian kota terbaik dan paling layak dihuni di muka bumi.

       Berbeda dengan imaji peneliti, menurut Islam, Al-Madinah AL-Munawwaroh adalah kota paling layak huni, disusul dengan Makkah. Kota tempat lahir agama Islam ini konon seluruh perbatasannya dijaga malaikat. Kota di mana Rasul tinggal selama kurang lebih 20 tahun. Kota yang di dalamnya terdapat taman surga dan masjid Nabawi. Sebuah masjid terbesar kedua di dunia setelah Masjidil Haram di kota Makkah. Sebuah masjid yang menjadi pusat pembelajaran kajian keislaman dan halakah tahfiz Qur’an. Kota ini dipenuhi keberkahan sebagaimana disebutkan dalam hadis Sa’ad bin Abi Waqqosh radhiyallohu ‘anh:

      “الْمَدِيْنَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ”

Kota Madinah adalah kota terbaik untukmu sekalian jika kamu mengetahuinya. (H.R Muslim 1363).

       Al-Madinah berarti  kota dan Al-Munawwarohartinya bercahaya, jadi Al-Madinah Al-Munawwaroh adalah kota yang senantiasa bercahaya. Selain itu kota Madinah juga memliki banyak nama lain seperti pada “Tarikh Al Madinah AL Munawwroh”  karya Syeikh AL-Mubarokfury menyebutkan Madinah memiliki nama lain sebanyak 29 nama, salah satunya Al mahabbah, An Naajiyah, Daarulhijrah, AL Mukhtaroh, Al Muharommah, Al Mubaarokah dan Thâbah atau kota yang baik dan mulia), Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:    

“إِنَّ اللهَ سَمَّى الْمَدِيْنَةَ طَابَةً”

Sesungguhnya Allâh menyebut kota Madinah dengan (nama) Thâbah. (H.R Muslim 1385).

      Nabi juga pernah bersabda dalam sebuah hadis yang menyebutkan siapa yang meninggal di tanah Madinah maka ia akan mendapat syafaat.           

“مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَفْعَلْ، فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ مَاتَ بِهَا”

“Siapa yang bisa memilih mati di Madinah, silahkan dia lakukan. Karena saya akan memberi syafaat bagi mereka yang mati di Madinah”. (HR. Ahmad 5437, Tirmidzi 4296).

Hadis-hadis di atas menceritakan keutamaan kota Madinah dan tinggal di dalamnya. Karena terdapat keberkahan yang luar biasa banyak. Dengan ini kota Madinah dinamakan kota paling layak huni berdasarkan keterangan dari hadis-hadis tersebut.

Penulis: Muhammad Abdul Aziz, Mahasiswa Fakultas Hadis di  Islamic University of Medina, PPMI Madinah

Editor: Nuansa Garini, Mass Media, Pusat Media dan Komunikasi, PPI Dunia

Categories
Berita Timur Tengah dan Afrika

Raih Summa Cum Laude, Ustaz Muda Ini Menjadi Doktor Tarbiyah Pertama dari Asia Tenggara

Isi dari tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis, tim redaksi Mass Media, Pusat Komunikasi, Pusmedkom PPI Dunia hanya melakukan editing yang bersifat minor tanpa mengubah makna dan isi tulisan.

Hakimuddin Salim seorang mahasiswa Indonesia di Madinah (18/12) telah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Al-Asālīb At-Tarbawiyah Al-Mustanbathah minal Qoshosh Al-Qur’āni wa Madā Mumārasati Mu’allimil Ma’āhid Al-Qur’āniyah fī Indonesia Lahā Ma’a Taqdim Tashowwur Muqtarah li Ta’zīzihā” atau “Metode Kependidikan Disimpulkan dari Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an dan Tingkat Pengamalannya oleh Para Guru di Pesantren-Pesantren Al-Qur’an di Indonesia Beserta Rekomendasi Penguatannya” di hadapan para penguji di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Hakim bahkan mendapatkan predikat Mumtāz Ma’a Martabat Asy-Syaraf Al-Ūlā (summa cum laude) dan tercatat sebagai Doktor Pendidikan Islam pertama dari Asia Tenggara di kampus-kampus Saudi.

Ustaz muda asal Klaten ini menyelesaikan jenjang pendidikannya di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Padangan (1993), Madarasah Tahzhibus Shibyan Jatinom (1999), SDN Bonyokan 1 (1999), MTs PP Al-Mukmin Ngruki (2002), dan MA Ma’had Tahfizhul Qur’an Isykarima Karanganyar (2006).

Kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Islam Madinah dengan beasiswa. Ia lulus dari Fakultas Syari’ah di tahun 2011 dengan predikat summa cum laude, dengan judul skripsi, “Fathul Wahhāb fīl Farqi bainal Jihādi wal Irhāb” (Studi Fikih Perbedaan Mendasar antara Jihad dan Terorisme). Kemudian melanjutkan studi S2 di kampus yang sama pada Jurusan Ushul Tarbiyah dengan kembali meraih predikat summa cum laude, dengan judul tesis, “At-Tarbiyah Al-Jinsiyyah ‘inda Ibni Qoyyim Al-Jauziyah” (Pendidikan Seksual Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah).

Selain mengenyam pendidikan formal di kampus, ia juga menimba ilmu dari para Ulama di luar kampus seperti di Masjid Nabawi. Hakim rutin mengaji kepada Syekh Abdul Muhsin Al-‘Abbad, Syekh Muhammad Nashir As-Suhaibany, Syekh Ibrohim Ar-Ruhaily, Syekh Muhammad Mukhtar Asy-Syanqithy, dan Syekh Abdurrazaq Al-Badr dan ber-mulazamah dengan Syekh Abdulloh Al-Qodiri dan Syekh Yahya Al-Yahya.

Selain menuntut ilmu, Hakim juga aktif berdakwah. Ia pernah menjadi Da’i di Hai’ah ‘Alamiyah Litta’rif bil Islam (World Islamic League), penyuluh haji di Maktab Ta’awuni (Departemen Agama Saudi), penerjemah digital Mujamma’ Al-Qur’an Malik Fahd, penulis di berbagai media cetak dan daring, dan aktif membimbing jemaah haji dan umroh, serta berdakwah kepada masyarakat Indonesia di berbagai kota seperti Khobar, Dammam, Madinah, dan Riyadh.

Selama dua belas tahun di Madinah, ia aktif di organisasi dan pergerakan mahasiswa seperti pernah menjadi editor di Majalah Al-Bashiroh PPMI Madinah, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi, dan tergabung dalam Komisi Sosial Budaya PPI Dunia Periode 2018-2019.

Semoga ia bisa segera pulang ke tanah air dengan berbekal ilmu yang bermanfaat dan turut serta mengemban amanah dakwah demi mencerahkan kehidupan umat dan bangsa.

Artikel ini ditulis oleh Panitia Disertasi Hakimuddin Salim dan diedit oleh
Nuansa Garini, Koordinator Mass Media, Pusat Media dan Komunikasi, Pusmedkom PPI Dunia 2019/2020

Categories
Berita PPI Dunia Timur Tengah dan Afrika

Pelajar Indonesia dari berbagai negara Kawasan Timur Tengah dan Afrika datang ke Yordania guna mendukung Terwujudnya Kemerdekaan Palestina

Amman, Pada 20-22 juni 2019 di Universitas Jordan lokasi acara simposium Amman 2019 Simposium PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika yang diselenggarakan HPMI (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) di Yordania, Simposium Amman 2019 menjadi symposium kawasan yang ke 4 sejak pertama kali diadakan pada tahun 2012 di Mesir. Acara ini sebagai ajang pertemuan pelajar diaspora Indonesia yang belajar di Kawasan timur tengah dan afrika.

“Simposium Kawasan berfungsi sebagai ruang diskusi yang membahas isu terkini di pelbagai bidang yang ada di kawasan, baik bagi masyarakat umumnya dan mahasiswa indoensia pada khusuhnya,” ujar Elan Rafdi selaku ketua simposium. Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina, Andy Rachmianto, membuka langsung kegiatan Simposium PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika yang bertempat di Auditorium Universitas Jordan, Amman. Perwakilan PPI dari Iran, Mesir, Tunisia, Sudan, Saudi Arabia, dan Lebanon hadir pada kegiatan simposium tahunan yang mengambil tema “Dari Indonesia, Untuk Palestina, Menuju Perdamaian Dunia”. Sebanyak lebih dari 100 mahasiswa berpartisipasi pada simposium tersebut, termasuk perwakilan mahasiswa dari negara-negara ASEAN.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari terdiri dari sesi diskusi panel, sidang Kawasan dan kunjungan ke penampungan pengungsi guna menigkatkan solidaritas kemanusiaan kepada pengungsi palestina. Dubes Andy dalam sesi pembukaan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa Indonesia di Yordania atas penyelenggaraan simposium yang secara khusus mengangkat tema tentang Palestina. “Penyelenggaraan simposium ini menunjukkan dukungan yang luar biasa dan tidak terputus dari bangsa Indonesia untuk kemerdekaan Bangsa Palestina. Hal ini juga membuktikan bahwa Pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia sama-sama memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Bangsa Palestina yang masih hidup di bawah penjajahanan dan pendudukan Israel. Indonesia akan selalu bersama Palestina”, tegas Andy.

Hadir sebagai pembicara kunci Sekretaris Jenderal Kementerian Wakaf dan Situs-situs Suci Kerajaan Yordania, Abdullah Abbady. Sekjen Kementerian Wakaf menyampaikan berbagai langkah kongkret yang telah dilakukan Pemerintah Yordania di tengah situasi yang semakin tidak berpihak untuk Palestina. “Meskipun situasi saat ini yang semakin tidak menentu, dukungan internasional terhadap Palestina harus terus disuarakan di berbagai forum. Penyelenggaraan simposium yang diselenggarakan mahasiswa Indonesia seperti ini merupakan langkah penting yang harus ditiru oleh bangsa-bangsa lain yang memiliki kepedulian terhadap Palestina”.

Dua panel diskusi yang secara khusus mengangkat isu Palestia, yaitu tema “Palestina dan Perdamaian Dunia”, serta tema ” Dukungan kemanusiaan untuk Palestina dan Yerusalem”. Satu diskusi panel secara khusus membahas mengenai perkembangan pemikiran radikal dan ekstrim di Timur Tengah, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebarannya.

Simposium Kawasan kali ini menghadirkan narasumber-narasumber yang dikenal ahli di bidangnya yang berasal dari Indoensia, Yordania dan Palestina, yang terdiri dari unsur Pemerintah, LSM, Organisasi Internasional, maupun aktivis. Diantaranya adalah Direktur Mesjid Al-Aqsa Kementerian Wakaf Yordania, Dr. Abdullah Sattar; Direktur Program Pendidikan UNRWA Yordania, Dr. Oroba Labadi; KUAI KBRI Amman Bapak Nico Adam; Perwakilan LSM Kemanusiaan Indonesia Aksi Cepat Tanggap, Syuhelmaidi Syukur; Aktivis dan pejuang Palestina Abeer Zayad; PF Politik Khusus KBRI Amman Bapak Muhammad Zarkasih; serta aktivis mantan napiter Indonesia, Ali Fauzi Manzi.

Acara tersebut menghasilkan beberapa Rekomendasi yang ditujukan kepada Pemerintah RI, Lembaga-lembaga Kemanusiaan dan Pengurus PPI Kawasan dan PPI Dunia untuk ikut mendukung dan terlibat aktif dalam membantu Bangsa Palestina dan kemerdekaanya, karena bangsa Indonesia berhutang secara moril atas pengakuan kemerdekaan negara Indonesia yang disiarkan oleh ketua dewan fatwa palestina mufti Amin Husaini melalui radio Berlin dan disebarkan lewat surakt kabar Al-Ahram. Konsitusi indonesia mengamanatkan untuk menjaga perdamaian dan Ketertiban dunia serta menghapuskan penjajahan di atas dunia, maka seyogyanya kita generasi muda Indonesia harus ikut berperan dalam usaha-usaha kemerdekaan Palestina dan menghapus segala bentuk penjajahan di muka bumi. Membuat suatu badan kajian khusus yang mengaji terkait isu-isu palestina dan menjadikan isu tersebut menjadi isu utama di PPI Kawasan daan PPI Dunia.

Categories
PPI Dunia PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Buku Panduan Kuliah di Iran

Assalamualaikum wr. wb

Demikianlah buku saku panduan lengkap kuliah di Iran. Buku ini disusun oleh Pengurus Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran periode 2018-2019. IPI Iran adalah salah satu organisasi resmi pelajar Indonesia di Iran yang berdiri sejak tahun 2009. Kami harap dengan buku saku ini, teman-teman bisa mendapat gambaran awal mengenai seluk beluk metode pendaftaran untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi di salah satu universitas di Iran dan sedikit gambaran umum untuk bisa tetap survive dan menikmati keberadaan di Iran.

Kami ucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu terbitnya buku saku panduan ini, khususnya buat KBRI Tehran yang telah membantu proses percetakannya. Minta maaf atas kekurangan yang masih terdapat dalam buku ini. Kami mohon saran dan kritik untuk perbaikan dan penyempurnaan buku ini ke depannya. Semoga buku ini bisa memberi manfaat.

Terimkasih

Pengurus IPI Iran 2018-2019

Muhammad Ghiffari
Presiden

Buku-Panduan-Kuliah-di-Iran

Categories
PPI Negara Seni & Olahraga Timur Tengah dan Afrika

PPI Tunisia sukses menggelar event tahunan bertajuk “Indonesian Day 2019” di SMU.

Tunis – Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia kembali menunjukkan eksistensinya untuk menyebarkan kebudayaan Indonesia di Tunisia dalam event tahunan yang bertajuk Indonesian Day 2019 pada 28 Februari lalu, acara ini didukung penuh oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tunisia. Muhammad Haidar selaku ketua panitia menjelaskan Indonesian Day sendiri merupakan bagian dari program “PPI Goes to Campus’’ yang diadakan setiap tahunnya untuk mempromosikan beberapa budaya Indonesia kepada masyarakat Tunisia khususnya di kalangan mahasiswa

Pada tahun ini, Indonesian Day  diselenggarakan di salah satu kampus swasta yang bekerja sama dengan Amerika Serikat yaitu South Mediterranean University (SMU) yang berlokasi di daerah lac 2. Acara ini berjalan sangat baik terbukti dengan antusias yang besar baik dari mahasiswa maupun dari pihak kampus.  Acara ini juga mendapat tanggapan yang sangat luar biasa dari berbagai pihak yang memang memiliki kewenangan besar, baik dari KBRI maupun pihak SMU sendiri.

Patricia Ceresani selaku Rektor SMU mengungkapkan kekaguman atas pagelaran acara yang disajikan pada even tersebut, karena baru kali pertama para mahasiswa melihat dan mengenal lebih dekat kebudayaan Indonesia yang selama ini hanya dinikmati lewat media digital. “Sangat bangga dan sangat dinamis sekali, benar-benar menakjubkan sekali bisa menghadirkan kalian disini. Dan saya yakin seluruh mahasiswa disini bisa ikut bersama saya menikmati acara dan memberikan tepuk yangan yang meriah” Ujar Patricia Ceresani selaku rektor South Mediterranean University dalam sambutannya.

Dubes RI untuk Tunisia dan beberapa staf nya  turut hadir dalam acara ini, menikmati seluruh rangkaian acara yang disajikan. “Saya sangat senang dan berterima kasih kepada teman-teman PPI di Tunisia yang telah bekerja sama dengan KBRI Tunis dan terus terang acaranya sangat berkesan dan menarik, yang menonton juga lebih banyak. Mudah-mudahan nanti kita bisa tampil lagi di Tunis National City, mungkin dengan situasi yang lebih ramai dan juga acaranya lebih di padatkan.” ujar Ikrar ketika ditemui selepas acara.

Tidak dapat dipungkiri lagi, melalui acara Indonesian Day 2019, selain memang ditujukan untuk menyebarluaskan tema budaya Indonesia, acara ini juga untuk mengenalkan semboyan yang dimiliki bangsa Indonesia yaitu Bhineka tunggal Ika. Dalam acara ini PPI berhasil menampilkan 3 tarian daerah diantaranya; tari lenggang nyai, tari piring, tari kinang kilaras lalu menampilkan lagu-lagu daerah dan alat musiknya berupa angklung, gendang, kulintang, marawis serta menampillkan beberapa baju adat yang dikemas dalam fashion show.

Di sela-sela acara pun para penonton dibagikan brosur dan hidangan tradisional Indonesia yang dibagikan secara gratis kepada penonton. Pertunjukan semakin meriah dengan adanya beberapa atraksi pencak silat yang cukup menegangkan penonton. Dan di akhir acara para pengunjung diajak untuk menari meumere bersama.

“Acaranya sangat menakjubkan terutama dengan uniknya aneka ragam budaya yang dimiliki Indonesia.” Ujar salah satu mahasiswi yang terpukau dengan penampilan di acara tersebut. Acara yang berlangsung sukses ini menyita perhatian ratusan mahasiswa yang datang silih berganti bahkan ada yang menonton dari awal hingga akhir acara. Kondisi cuaca yang cerah membantu para pengunjung menikmati suasana stand makanan dan souvernir khas Indonesia. Sehingga acara tetap ramai sejak dimulai pada pukul 12.00 dan baru berakhir pada pukul 15.00 waktu setempat.

Categories
PPI Negara Prestasi Anak Bangsa Timur Tengah dan Afrika

Indonesia menjadi Juara Umum Pada Liga Asean Cup 2019 Universitas Islam Madinah

Asean Games 2019 diadakan oleh Persatuan Mahasiswa Thailand di Universitas Islam Madinah dengan mengajak semua negara Asia Tenggara dan satu negara tamu untuk memeriahkan acara ini.

Negara-negara yang berpartisipasi dalam acara ini antara lain Thailand sebagai promotor acara, Malaysia, Indonesia, Filipina, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Maladewa sebagai negara tamu. Beberapa cabang olahraga yang diadakan yaitu Sepakbola, Basket, Voli, Tenis Meja, Takraw, dan Petanque. Acara ini diadakan selama 7 hari, dimulai pada tanggal 13 Januari dan berakhir pada tanggal 19 Januari 2019.

Tercapainya prestasi ini tidak lain dan tidak bukan adalah taufiq dari Allah Azza wa Jalla, doa dan dukungan para supporter dari Mahasiswa Indonesia, serta usaha dari PPMI Madinah, khususnya Departemen Olahraga yang telah mengadakan seleksi, dan mendampingi para atlit hingga peluit detik akhir babak kedua final sepakbola berbunyi.

Alhamdulillah, dalam acara ini, Indonesia mendapatkan prestasi yang lebih baik dari tahun sebelumnya dengan menjadi Juara Umum pada tahun ini, dengan rincian prestasi sebagai berikut:

1. Sepakbola Juara 1
2. Basket Juara 2
3. Voli Juara 2
4. Tenis Meja Juara 2
5. Pemain Terbaik dalam cabang olahraga Sepakbola

Turut hadir pula di akhir acara, perwakilan KJRI Bapak Ahmad Sofyan yang menyemangati para atlit sepakbola yang akan bertanding di final melawan Malaysia sebelum pertandingan dimulai. Ketika itu pertandingan dimenangkan oleh Timnas Indonesia dengan 2 gol tanpa balas yang dilasakkan striker supersub Indonesia, Zulfahmi Mahasiswa Tingkat akhir Kuliah Syariah.

Perjalanan yang ditempuh untuk mencapai partai final tidaklah mudah, Indonesia berada di Grup B, bersama dengan Kamboja, Malaysia, dan Singapura.

Puncak dari kemeriahan acara ini adalah ketika final Cabang Olahraga Sepakbola diselenggarakan yang mana dilanjutkan dengan pembagian hadiah untuk para pemenang. Pertandingan pertama grup Timnas Indonesia dihadang oleh Timnas Kamboja yang notabenenya memiliki pemain yang kuat, tapi Indonesia tidak menyerah disitu saja, sampai akhirnya Timnas Indonesia memenangkan pertandingan pertama grup tersebut dengan Skor 3-1. Pertandingan kedua adalah salah satu pertandingan “semi” bergengsi, kenapa? ya, karena lawan yang kami hadapi di final, adalah lawan yang sama dengan yang kami lawan di babak kedua grup kali ini, yaitu Timnas Malaysia yang selain merupakan tetangga sahabat, juga merupakan rival yang sehat dalam kompetisi ini. Dan Alhamdulillah, rekor tak terkalahkan kami berlanjut karena pertandingan ini berakhir seri, dengan skor 1-1.

Hari berikutnya, seharusnya kami bertanding melawan Timnas Singapura, tapi Qaddarullah wa Maa Syaa Faal, tim mereka tidak datang saat pertandingan, dan akhirnya Indonesia mendapatkan poin percuma, dengan skor 3-0.

Tibalah hari yang menentukan sejarah, apakah kita hanya akan berakhir seperti tahun lalu? dengan hanya memperebutkan tempat ketiga? atau berjuang di babak semifinal ini untuk memperlihatkan sebenarnya siapa kita?

Lawan Timnas Indonesia pada semifinal kali ini adalah Timnas Thailand yang notabenenya merupakan salah satu negara kuat di dalam sepakbolanya dan perlu diperhitungkan, tapi dengan kesabaran, kegigihan, dan kepercayaan diri yang tinggi disertai mental juara yang kuat, Alhamdulillah Indonesia bisa menaklukkan Thailand dengan skor akhir 2-0 dan berhasil melaju ke Final Asean Cup 2019.

Pada hari sabtu, 19 Januari 2019, tepatnya pada pukul 20:30, dimulailah kick off babak pertama Partai Final Asean Cup 2019 yang mempertemukan kami, Indonesia dan sahabat kami, Malaysia. Pada paruh pertama pertandingan, Indonesia berhasil menahan gempuran demi gempuran dan serangan demi serangan dari Timnas Malaysia, skor bertahan 0-0 sampai waktu turun minum tiba. Dan mulailah sejarah itu tercipta, saat dimulainya babak kedua, dan waktu sudah berjalan sekitar 10 menit, Indonesia mengubah taktiknya dengan memasukkan Zulfahmi sebagai penyerang menggantikan Ustadz Abdullah Hajj, dan Latiful sebagai sayap kiri menggantikan Abror. Momen yang ditunggu-tunggu pun tiba, bola lepas dari bek Malaysia dimanfaatkan Striker Indonesia dengan langsung menendangnya ke arah gawang tim lawan, kiper sempat menahan, tapi sayang bola terlalu kuat, dan akhirnya mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Indonesia.

Mental Indonesia menjadi kuat, tapi tidak serta merta merasa tinggi diatas angin, karena kami tahu bahwa kesombongan hanya akan membawa petaka. Indonesia tetap bermain pada temponya, dengan Kiper yang selalu berusaha menjaga gawangnya, bek yang siap siaga menahan serangan demi serangan, dan pemain tengah yang selalu siap untuk menyuplai bola kepada penyerang. Dan waktu yang ditunggu pun tiba, sebelum peluit berbunyi, Indonesia mengunci kemenangan dengan menambah satu gol lagi dengan proses yang amat sangat cantik, dimulai dari menahan serangan Malaysia, mengalirkan bola ke arah kanan lapangan, dengan umpan lambung yang indah, dan konversi gol oleh striker dengan indah, berakhirlah kedudukan menjadi 2-0 untuk Indonesia. Peluit akhir berbunyi, dan inilah kami, INDONESIA.

Tujuan dari diadakannya event ini adalah untuk mempererat ukhuwwah islamiyyah antara mahasiswa se-Asia Tenggara di Universitas Islam Madinah dan menambah koneksi jaringan antara mahasiswa, sehingga kedepannya bisa saling bantu-membantu dalam berdakwah di jalan Allah Azza wa Jalla.

Humas PPMI Cabang Madinah

Categories
PPI Negara Timur Tengah dan Afrika

Maksimalkan Kerjasama yang Terjalin, Ketua PPI Sudan Menerima Kunjungan Perwakilan Lembaga Perlindungan Pelajar Asing

Khartoum (5/2/2019) – Kepala Bidang Organisasi Kemahasiswaan, Lembaga Perlindungan Pelajar Asing (Wafidin) Dr. Utsman Saleh diterima secara langsung oleh Ketua PPI Sudan, Muhammad Ruhiyat Haririe di Aula Sekretariat PPI Sudan. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama dan silaturrahmi yang sudah terjalin dalam beberapa tahun terakhir khususnya dalam bidang perlindungan para pelajar Indonesia di Sudan. 


Dalam pertemuan tersebut, ketua PPI Sudan menyampaikan kondisi terkini pelajar Indonesia di Sudan termasuk progress studi para mahasiswa Indonesia di Sudan. Sdr. Haririe pun turut menyinggung terkait kuota beasiswa yang diberikan oleh pihak Wafidin dan berharap agar kedepannya dapat dibuka lebih lebar kesempatan mendapatkan beasiswa bagi para pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Sudan.


Pada pertemuan yang berlangsung secara hangat tersebut, Dr. Utsman menyampaikan beberapa maklumat kepada mahasiswa Indonesia agar senantiasa berhati-hati di tengah kondisi Sudan yang sedang penuh fitnah ini dan dapat saling menjaga satu sama lain agar tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu aktifitas perkuliahan. Beliau pun menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, Insya Allah kampus-kampus yang ada di Sudan akan segera kembali beroperasi seiring semakin membaiknya dan kondusifnya kondisi Sudan.


Categories
Berita PPI Dunia Timur Tengah dan Afrika

Laporan Pertemuan PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika Dengan Wakil Ketua MPR RI, Bapak Dr. Hidayat Nur Wahid, MA.

Pada hari Kamis, 15 November 2018, rombongan perwakilan PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika diterima untuk bersilaturrahmi dan audiensi dengan Wakil Ketua MPR RI, Bapak Dr. Hidayat Nur Wahid, MA. di kantor beliau, Gedung Nusantara 3, Komplek Parlemen Senayan. Diantara perwakilan PPI Kawasan Timur tengah dan Afrika yang turut hadir dalam silaturrahmi kali ini adalah Muhammad Ruhiyat Haririe (Koordinator PPI Timur Tengah dan Afrika 2018-2019/PPI Sudan), Ikhwan Hakim Rangkuti (PPMI Mesir), Irhamni Rofiun (PPI Tunisia), Tohirin (PPI Yaman) dan Rifqi Taqiyudin Syarif (PPI Sudan). Rombongan disambut secara langsung oleh beliau pada pukul 14.00 WIB. Audiensi yang berlangsung sangat hangat dan menggunakan bahasa Arab ini berlangsung selama kurang lebih satu jam.

Para Perwakilan PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika yang ikut serta dalam silaturrahmi kali ini

Sebagai pembuka, Haririe selaku koordinator memperkenalkan satu persatu anggota rombongan dan membuka silaturrahmi tersebut dengan ucapan terima kasih kepada Dr. Hidayat Nur Wahid atas semua bantuan dan perhatian beliau khususnya pada penyelesaian permasalahan yang menimpa mahasiswa Indonesia di Yaman beberapa waktu silam. Haririe pun menyampaikan bahwa selama ini Dr. Hidayat adalah salah satu contoh dan teladan bagi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika karena kiprah dan kontribusi beliau sebagai alumni Timur Tengah sangatlah nyata di kancah Nasional dan Internasional, baik sebagai pejabat publik maupun sebagai seorang ulama. Terbukti beliau beberapa kali diundang ke forum seminar ulama tingkat internasional dan menjadi penguji di beberapa universitas di Timur Tengah. Haririe pun menyampaikan maksud dan tujuan agenda silaturrahmi tersebut selain untuk mengucapkan terima kasih, beliau pun berharap agar mendapatkan berbagai motivasi dari Dr. Hidayat.

Menjawab itu, Dr. Hidayat menyambut dengan sangat baik siapapun yang ingin datang ke gedung parlemen. Karena hakikatnya gedung parlemen adalah gedung milik rakyat dan setiap anggota parlemen merupakan perwakilan rakyat yang memiliki kewajiban untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Terkait kondisi mahasiswa Indonesia di Yaman, beliau menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk mendukung setiap anak bangsa yang ingin menuntut ilmu dengan baik di dalam maupun luar negeri. Beliau pun turut sedih dan prihatin ketika mendengar kabar ratusan mahasiswa Indonesia tertahan di perbatasan Oman – Yaman dan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kawan-kawan mahasiswa di Yaman mendapatkan akses yang mudah untuk keluar masuk ke wilayah Yaman, khususnya Tarim. Beliau pun menyampaikan rencananya pada awal Desember untuk berkunjung dan bertemu dengan beberapa pejabat Oman serta Duta Besar RI di Oman agar dapat membantu para mahasiswa Indonesia di Yaman agar mendapatkan akses yang mudah untuk keluar dan masuk ke wilayah Yaman. 

Beliau kemudian menyampaikan beberapa pesan penting kepada seluruh mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika. Beliau berpesan bahwa kawan-kawan mahasiswa di timur tengah saat ini tengah menikmati kesempatan yang sangat langka. Banyak sekali orang menginginkan untuk mendapatkan kesempatan yang serupa. Maka wajib bagi kawan-kawan mahasiswa untuk memaksimalkan kesempatan tersebut dengan terus mengasah kemampuan keilmuannya khususnya bahasa Arab agar kelak ketika para pelajar RI di Timur Tengah dan Afrika kembali ke Indonesia dapat menjadi pakar ilmu-ilmu islam dengan pemahaman yang benar. Saat ini Indonesia masih membutuhkan para pakar dan ahli di berbagai bidang, khususnya bidang keislaman. Banyak ulama yang cukup pakar dan mumpuni, namun masihlah kurang. Maka sebagai generasi muda, kawan-kawan inilah yang kelak akan menjadi harapan bagi stabilitas perkembangan islam di Indonesia dan kemajuan bangsa kedepannya.

Dr. Hidayat pun menyampaikan bahwa kesempatan alumni Timur Tengah dan Afrika dan pesantren untuk berkiprah di Indonesia sangatlah terbuka lebar. Beliau mencontohkan selain dirinya, ada KH. Ma’ruf Amin yang saat ini menjadi Ketua MUI dan Cawapres, Gus Dur yang pernah menjabat sebagai Presiden RI, KH. Mohammad Natsir dan Buya Hamka yang kontribusinya diakui dunia, H. Agus Salim dan ulama-ulama lainnya alumni Timur Tengah dan Afrika yang kemudian menjadi pahlawan Nasional di Indonesia. Sudah banyak bukti nyata bahwa alumni Timur Tengah dan Afrika bisa, tinggal kitanya lah yang mau untuk memberikan kontribusi maksimal atau tidak bagi bangsa kita sendiri.

Selain itu beliau kemudian menekankan terkait bagaimana peran pelajar Timur Tengah dan Afrika untuk turut serta menjaga stabilitas persatuan diantara umat Islam. Bahwa yang paling utama dari persatuan adalah bagaimana menguatkan nilai-nilai ukhuwah diantara umat muslim. Beliau mencontohkan bagaimana Rasulullah Saw saat pertamakali datang ke Madinah, maka yang pertama kali beliau lakukan adalah mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar. Rasulullah Saw mencoba menghapuskan jauh-jauh label-label yang dapat menjadi sekat kaum muslimin saat itu sehingga mereka dapat hidup bersama tanpa ada sekat-sekat yang terbangun. Namun beliau menyampaikan bukan berarti kita tidak boleh hidup dalam kelompok-kelompok seperti ormas, partai, dll. Semua punya jalan masing-masing, namun tujuannya tetaplah harus sama yaitu menyampaikan Islam yang sebenarnya kepada umat manusia.

Menjawab pertanyaan terkait tenaga musiman haji, beliau pun Insya Allah akan berusaha berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Komisi 8 yang mengurusi masalah keagamaan dan dengan kemeterian agama mengenai potensi tambahan jumlah tenaga musiman haji dari mahasiswa. Namun beliau berpesan agar kesempatan dan jumlah yang sudah ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan melaksanakan tugas sebaik-baiknya selama pelaksanaan ibadah haji, sehingga kementerian agama akan mempertimbangkan dengan matang untuk menambah jumlah tenaga musiman haji mahasiswa karena para peserta tenaga musiman haji pun melaksanakan dan menyelesaikan tugas mereka dengan baik.

Terkait berbagai permasalahan lain yang menimpa mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika, beliau pun Insya Allah akan senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak agar satu per satu permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan tuntas. Karena bagaimanapun para pelajar RI di Timur Tengah dan Afrika juga merupakan aset bangsa yang harus dilindungi, dibimbing dan dibantu dengan baik dan hal ini tentunya menjadi kewajiban dan tanggung jawab bagi seluruh elemen pemerintahan. Beliau pun Insya Allah akan mendukung setiap kegiatan positif yang diselenggarakan oleh mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika khususnya terkait rencana penyelenggaraan Simposium Kawasan Timur Tengah dan Afrika yang akan diselenggarakan pada tahun 2019. 

 

Para perwakilan PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika berfoto dengan Bapak Dr. Hidayat Nur Wahid, MA. selaku Wakil Ketua MPR RI

 

Sebagai Penutup, Haririe menyampaikan terima kasih atas sambutan yang hangat dan kesempatan yang langka untuk bersilaturrahmi dengan beliau serta atas seluruh perhatian dan bantuan beliau kepada seluruh pelajar RI di Timur Tengah dan Afrika. Tak lupa Haririe pun menyampaikan kenang-kenangan berupa buku serta film Dokumenter PPI Dunia.

Haririe menyerahkan kenang-kenangan berupa buku hasil karya Mahasiswa Indonesia di Sudan

kenang-kenangan film Dokumenter PPI Dunia yang diserahkan secara langsung oleh sdr. Irhamni Rofiun.

 

 

 

Page 1 of 20
1 2 3 20