logo ppid

Kemeriahan Piala Dunia 2018 mendorong saya untuk berbagi pengalaman ‘football traveling’ di museum-museum sepak bola di Spanyol. Siapa tahu rekan-rekan sekalian berminat untuk berkunjung dan menikmati sejarah sepak bola di negeri Raja Felipe ini.

Salah satu klub sepak bola terkaya, tersukses, paling terkenal dan ter- ter- lainnya di dunia adalah FC Barcelona. Anda mungkin menikmati kota ini dengan mengunjungi Sagrada Familia, katedral mahakarya arsitek terkenal, Antoni Gaudi. Juga dengan menikmati berjalan-jalan di Passeig de Gracia atau Plaza Catalunya sekaligus berbelanja produk-produk bermerk ternama. Namun, Anda wajib berkunjung ke museum FC Barcelona meskipun tidak terlalu ngefans dengan sepak bola.

Pengunjung berfoto di sudut Camp Nou

Di museum Barcelona, yang paling membuat kagum adalah betapa pintarnya manajemen klub sepak bola Barcelona mengemas passion manusia terhadap sepak bola menjadi sebuah experience yang luar biasa. Begitu menjejakkan kaki di ruangan pertama museum, nuansa heroik para legenda hidup Barça sudah terasa. Ratusan trofi yang pernah dimenangi klub Catalan tersebut sejak tahun 1900-an tersimpan rapi di susunan rak-rak dengan pintu kaca. Enam trofi yang dimenangi sekaligus pada tahun 2009 disimpan terpisah, menandakan betapa spesialnya tahun tersebut karena merupakan prestasi monumental yang sukar diulangi oleh klub sepak bola mana pun.

Dengan tur berlabel ‘The Camp Nou Experience’ seharga 25 euro, Anda juga bisa melihat-lihat ke dalam ruang ganti Lionel Messi dan kawan-kawan, berfoto di pinggir hijaunya rumput lapangan atau bahkan duduk-duduk di tribun Camp Nou. Singkatnya, Anda bisa membayangkan sensasi berada di 90.000 ribu lebih penonton di stadion ini sendiri yang merupakan stadion dengan kapasitas terbanyak di Eropa.

Museum FC Barcelona bukan satu-satunya arena pertunjukan sepak bola akbar di Spanyol. Tentu saja kita tak boleh melupakan Real Madrid, klub penguasa Eropa dalam tiga tahun terakhir. Di Stadion Santiago Bernabéu, harga untuk tiket museum klub terbesar di dunia tersebut juga mirip-mirip dengan Barcelona, sekitar 20-25 euro.

Stadion Santiago Bernabéu di Madrid

Real Madrid dan Barcelona memang bersaing dalam urusan sport-tourism mereka. Museum Real Madrid juga merupakan tempat yang wajib dikunjungi oleh penggila sepak bola, terutama karena sejarah panjang klub sepak bola nomor satu Spanyol tersebut.

Selama berpuluh-puluh tahun, Real Madrid memenangi trofi demi trofi bergengsi dan menguasai dunia dengan para jugador zaman dulu mereka, seperti Alfredo di Stefano dan Ferenc Puskas.

Isi lemari Real Madrid sudah penuh sesak dengan gelar juara domestik plus 5 trofi Piala Champions yang mereka dominasi dari tahun 1956 sampai 1960. Maka, jika berkeliling di dalam museum Real Madrid, yang terlihat adalah parade kesuksesan selama bertahun-tahun. Piala dari tahun 1950-an sampai abad ke-21 menghiasi seluruh ruangan.

Real Madrid juga selalu menjadi salah satu pelaku utama gemerlapnya panggung sepak bola Eropa zaman modern dengan gelimang harta dan pemain-pemain kelas dunia yang seolah sangat gampangnya mereka gaet. Stadion Santiago Bernabéu selalu dipenuhi pemain-pemain sekaliber Ronaldo Luis Nazario da Lima, Luis Figo, Zinedine Zidane, David Beckham, Ruud Van Nistelrooy, hingga nama-nama beken masa kini seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Mesut Oezil.

Ruang ganti pemain di stadion Mestalla

Jika Anda bosan dengan dua klub tersebut, museum klub-klub seperti Atletico Madrid, Valencia dan Sevilla bisa menjadi alternatif. Saya cukup terkesan dengan museum di stadion Mestalla, Valencia dan Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla. Harga tiket masuknya pun tak semahal dua klub raksasa di atas. Harga tiket ‘Mestalla Forever’ hanya 11 euro, sangat murah untuk sebuah tur yang sudah tersertifikasi ‘recommended’ oleh Trip Advisor. Harga ini kurang lebih sama dengan tur stadion Ramon Sanchez Pizjuan milik Sevilla (10 Euro).

Stadion Ramon Sanchez Pizjuan di Sevilla

Sedangkan tur Atletico Madrid cukup berambisi bisa menyaingi pelayanan tur Real Madrid, klub sekotanya. Setelah diambil alih investor dari Cina, Wanda Group, derajat Atletico Madrid jauh terangkat jika melihat kandang baru mereka. Stadion berkapasitas 67 ribu penonton yang diberi nama Wanda Metropolitano ini telah memperoleh predikat bergengsi sebagai stadion berbintang empat UEFA. Predikat ini setara dengan beberapa stadion terkenal lain, seperti Allianz Arena di Muenchen dan Amsterdam Arena.

Singkat kata, berkunjung ke museum sepak bola di Spanyol adalah salah satu cara pas untuk memahami kultur masyarakat negara tersebut. Kapan-kapan, saya akan berbagi pengalaman menonton langsung laga sepak bola di negeri ini.

 

Profil Penulis:

Mahir Pradana adalah wakil ketua PPI Spanyol 2018/2019 yang juga penulis buku memoir sepak bola berjudul ‘Home & Away’ dan kolumnis di Football Tribe Indonesia. Mahir bisa disapa di akun Instagramnya @maheerprad.

PPI Kawasan Amerika-Eropa kembali menyelenggaran 'Sharing Session' pada 20 Mei lalu. Kali ini, sharing dilakukan oleh PPI Irlandia. Melalui kegiatan ini, kita dapat mengenal lebih dekat PPI Irlandia, mulai dari sejarah, struktur, hingga program kerjanya. Selain itu, dalam kegiatan ini kita juga dapat mengetahui fakta-fakta seputar satu-satunya English speaking country di kawasan Uni Eropa ini. Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai apa yang diinformasikan pada Sharing Session bersama PPI Irlandia kali ini, yuk kita lihat dokumen-dokumen berikut.

Hasil SSE3 dgn PPI Irlandia-1-6

Hasil SSE3 dgn PPI Irlandia-7-25

Suasana Pembukaan ICONIC 2018

Pada 26-29 April 2018 lalu, PPI Jerman bersama dengan PPI Amerika-Eropa menyelenggarakan dua acara secara beriringan, yaitu The International Conference of Integrated Intellectual Community (ICONIC) 2018 dan OISAA America-European Regional Symposium (Simposium PPI Amerop). Kegiatan yang diselenggarakan di Leibniz Universität Hannover dan DJH Braunschweig, Jerman ini merupakan wadah bagi para pelajar, akademisi, dan praktisi untuk berdiskusi. Sebagai hasil dari rangkaian kegiatan ini, para delegasi PPI Amerika-Eropa menerbitkan surat rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi wujud sumbangsih bagi pembangunan negeri.

Dalam rangkaian kegiatan ini, ICONIC 2018 mengusung tema “Science and Technology for Sustainable Development”, sedangkan kegiatan OISAA America-European Regional Symposium (Simposium PPI Amerop) 2018 mengusung tema “Securing Indonesia’s Energy Sovereignty: The Security – Economy – Sustainability Nexus”. Kedua kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan beberapa pihak, yaitu Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin, serta KJRI Hamburg sebagai Supporting Partner. Selain itu, kegiatan juga terselenggara atas dukungan dari Bank Mandiri, Telkom Indonesia, ITPC Hamburg, Techniker Krankenkasse, Tectona Teak, Tehbotol Sosro, Printhies, Turkish Airlines dan Khayangan Resort & Resto sebagai Sponsor, serta Radio PPI Dunia, RRI, Good News from Indonesia, Kompas, dan PPI Dunia sebagai Media Partner. Pihak panitia acara juga menjalin kerjasama dengan Social Science Research Network (SSRN), yang menjadi publishing platform dari karya ilmiah yang lolos seleksi dan dipresentasikan di konferensi ini.

Suasana Sidang PPI Amerika-Eropa 2018

Foto bersama setelah pembukaan Sidang PPI Amerika Eropa 2018

Kegiatan diawali pada hari Kamis, 26 April 2018 di DJH Braunschweig dengan rangkaian acara Simposium di Jugendherberge Braunschweig yang diikuti oleh 32 delegasi dari 17 negara di benua Amerika dan Eropa. Dalam kesempatan ini, banyak sekali yang dibahas oleh para peserta Simposium seperti pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus, memilih Host Simposium tahun 2019, Pemilu Koordinator PPI Amerika-Eropa periode 2018/2019, serta Focus Group Discussion. Simposium PPI Amerika Eropa 2018 kali ini menghasilkan beberapa rekomendasi mengenai pembangunan bangsa di bidang energi, yang tertuang dalam SK Dewan Presidium PPI Dunia 22/SK/Presidium/PPI-Dunia/IV/2018. Pada intinya rekomendasi ini mencakup 3 sub-pokok bahasan, yaitu bidang ekonomi energi, kebijakan dan ketahanan energi, serta teknologi energi dan mencakup kurang lebih 30 butir pasal rekomendasi.

Prof. Juliana Sutanto menyampaikan keynote beliau mengenai smart parks

Bpk. Sandhy Widyasthana menyampaikan keynote beliau mengenai situasi start up di Indonesia

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara konferensi ICONIC yang dimulai pada hari Sabtu, 28 April 2018 di Audimax Leibniz Universität Hannover. Terdapat kurang lebih 250 peserta secara keseluruhan, dengan 49 karya ilmiah yang lolos seleksi dari 300 abstrak yang diterima. Konfrensi ICONIC kali ini dibuka dengan sambutan dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno LL. M dan disemarakkan oleh beberapa narasumber diantara lain: Dr. Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti; Dipl.-Ing. Toto Suharto, Managing Director PT BOSCH Indonesia; Dr. Siswo Pramono, Kepala Badan Pengembangan dan Kebijakan Kementrian Luar Negeri; Prof. Ir. Tutuka Ariadji M.Sc. Ph.D., Ketua Ikatan Ahli Teknik Minyak Indonesia; Dr. rer. biol. bum. Boya Nugraha, Peneliti di Medisichine Hochschule Hannover; Prof. Dr.-Ing. Azhar Zam, Peneliti University of Basel; Prof. Juliana Sutanto, Profesor dari University of Lancaster; serta Sandhy Widyasthana, Portfolio Director MDI Venture Indonesia.

Berbagai informasi penting disampaikan oleh narasumber, mulai dari pentingnya sumbangsih ilmuwan Indonesia untuk proyek-proyek pembangunan berkelanjutan di tanah air, peran penelitian dan pengembangan dalam bidang energi dalam mendukung revolusi industry 4.0, tantangan dan peluang Industri di era 4.0 di Indonesia utamanya bidang manufaktur, diplomasi kelapa sawit indonesia, public health, teknologi robotik dalam pengobatan, smart parks, ekosistem start up Indonesia, serta kebijakan energi di Indonesia.

Peserta Simposium PPI Amerika-Eropa dengan Prof. Ir. Tutuka Ariadji M.Sc. Ph.D.

Kegiatan ditutup pada hari Sabtu, 28 April 2018 dengan pembacaan surat rekomendasi yang disusun oleh para delegasi PPI Amerika-Eropa sebagai produk akhir simposium, pengumuman Doorprize, serta penyeharan penghargaan karya-karya ilmiah terbaik di ICONIC 2018 (dimana mencakup Best Paper, Best Presentation, dan Most Innovative Idea), serta foto bersama. Karya tulis terbaik dalam ICONIC 2018 diantaranya adalah: (1) “Inappropriate Detailing Impact Towards Ductility of High Rise Reinforced Concrete Moment Frames Building in High Seismicity Area” karya Dennisa S.D. Purba, (2) “The Role of Islamic Financial Technology (FinTech) Start-up in Improving Financial Inclusion in Indonesia Case : Angsur” karya Hafiz B. Hermansyah, serta (3) “Smart Wet Injection Phantom Using Electrolyte Switch and Capacitive Sensor System for Dental Local Anesthesia Training” karya Eltrin Khotimah, Swastiana Eka Yunita, dan Adien Gumilang.

Penganugerahan pemenang kepada para penulis paper terbaik

Kegiatan ini telah sukses memberikan wadah untuk berdiskusi dan membangun koneksi bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, maupun praktisi di Jerman. Kedepannya, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi awal dari sumbangsih besar bagi perkembangan dan pembangunan Indonesia.

 

 

Kegiatan WIS di Turki

Kastamonu, sebuah kota kecil di pesisir Laut Hitam di bagian utara Turki pada tahun ini terpilih menjadi The Cultural Capital of Turkic World. Sebagai PPI yang baru berumur 1 tahun, PPI Kastamonu berhasil turut mewujudkan salah satu program kerja PPI Amerika-Eropa (PPI Amerop), yaitu Wonderful Indonesia Serentak (WIS). Acara ini merupakan ajang pengenalan budaya dan kearifan lokal Indonesia kepada masyarakat luar negeri yang tinggal di Amerika dan Eropa. WIS yang kali ini diselenggarakan di Kastamonu Universitesi, Turki pada Jumat, 27 April 2018 terbilang besar.

Dengan jumlah mahasiswa Indonesia yang hanya sebanyak empat puluh orang, acara Wonderful Indonesia Serentak yang “Merhaba Endonezya” terbilang sukses besar jika dibandingkan dengan acara-acara yang pernah diselenggarakan sebelumnya oleh PPI Kastamonu. Acara yang mengusung tema “Endonezyamiza bakalim” atau “Lets see our Indonesia” mendapatkan sambutan yang antusias dari negeri berdirinya dinasti ottoman ini. Keindahan dan keanekaragaman budaya Indonesia yang unik nan elok mulai menggaung di kota kecil di pesisir Laut Hitam, Kastamonu, Turki.

Wonderful Indonesia Serentak di Turki yang bertempat di Ahmet Yesevi Konfreans Salonu ini dihadiri oleh perwakilan KBRI Ankara yaitu Bapak Sebastianus Sayoga selaku Koordinator Fungsi Ekonomi dan Bapak Fadlullah Ana Bima sebagai Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Ankara. Turut hadir dalam kegiatan ini, Rektor Universitas Kastamonu Prof. Dr. Seyit Aydin beserta seluruh civitas akademika Kastamonu University.

Acara dimulai dengan pembacaan Alquran dan sari tilawah yang dibacakan oleh saudara Al Hafidz Ammar Arasy dan Al Hafidz Umair Arasy yang membuat kagum para pendengar dengan suara indahnya. Kemudian, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Turki “Istiklal Marsi” dan lagu kebangsaan kita “Indonesia Raya”.

Pertukaran cenderamata dengan Rektor Kastamonu Univ. dan perwakilan KBRI

Setelah menyanyikan lagu dengan khidmat, acara dilanjutkan dengan sambutan - sambutan. Ketua PPI Kastamonu, Fiqhy Rodhiyya, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih sebesar besar nya kepada seluruh pihak yang telah memberikan banyak bantuan demi terlaksananya acara ini. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Perwakilan KBRI Ankara, Bapak Sebastianus Sayoga. Beliau memberikan apresiasi sebesar besar nya kepada Mahasiswa Indonesia di Kastamonu dan berharap akan terbuatnya acara yang serupa di tahun tahun kedepan bukan hanya lingkup kampus tetapi juga lingkup provinsi Kastamonu. Selanjutnya ditutup oleh sambutan dari Rektor Kastamonu University, Prof. Dr. Seyit Aydin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa acara ini adalah tanda persaudaraan antara Indonesia dan Turki sebagai negara yang sama – sama berpenduduk mayoritas muslim dan juga apresiasi kepada mahasiswa Indonesia yang dikenal dengan mahasiswa yang rajin dan juga kreatif.

Penampilan pertama dimulai dengan pertunjukan Tari Saman dari Aceh yang ditampilkan oleh mahasiswi Indonesia. Penampilan ini begitu menggugah para penonton bahkan mendapatkan standing aplaus yang sangat meriah. Acara dilanjutkan dengan penampilan Tari Manuk Dadali dan Tari Topeng dari Jawa Barat.

Penampilan Tari Saman

Penampilan Tari manuk Dadali

Penampilan Tari Topeng

Penampilan selanjutnya ialah Fashion Show pakaian adat Indonesia dari sabang sampai merauke yang dikenakan oleh mahasiswa – mahasiswi internasional Kastamonu University. Penampilan yang cukup menghibur dan membuat kagum para penonton karena ragam nya budaya dan adat di Indonesia.

Peragaan busana tradisional Indonesia

Atraksi duel pencak silat

Selain itu, turut ditampilkan atraksi Pencak Silat yang mencengangkan para penonton dan mendapat apresiasi yang tinggi. Penampilan yang cukup berbahaya dan menggagumkan tersebut dibawakan oleh mahasiswa dan juga murid pencak silat tapak suci Indonesia.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan satu penampilan puncak yang ditunggu – tunggu, dimana semua penonton diajak untuk ikut tampil di depan panggung bersama. Penampilan itu ialah Tari Ge Mu Fa Mire yang berasal dari Nusa tenggara timur. Para penonton sangat menikmati dan senang dapat belajar singkat tarian khas Indonesia tersebut.

Kemeriahan Tari Ge Mu Famire

Seluruh hadirin larut dalam keseruan Tari Ge Mu Famire

Kemeriahan pun dapat dirasakan di luar panggung acara. Di stand makanan misalnya, masakan yang disajikan untuk mewakili pengenalan kuliner Indonesia pun ludes dan mendapat banyak tanggapan positif dari pengunjung. Nasi tumpeng, ayam goreng, telur dadar, pempek, rendang, sambal, hingga makanan cemilan seperti kue lapis surabaya, bakwan dan risol menghiasi meja sajian siap untuk menawarkan kekayaan rasa kuliner Indonesia di lidah dunia. Tak lupa, terdapat pula stand informasi tentang Indonesia yang tak pernah sepi dikunjungi oleh pengunjung.

Ide terselenggaranya Merhaba Endonezya di Kastamonu, Turki, selain sebagai ajang pengenalan budaya Indonesia kepada masyarakat luar negeri, juga merupakan perekatan silaturahim kebudayaan antara Indonesia dengan negara Turki dan juga negara internasional lainnya. Selain itu, acara Merhaba Endonezya juga menjadi sebuah ajang melatih kekompakan dan kebersamaan kami para mahasiswa Indonesia di Kastamonu yang masih sangat muda ini.

Kesuksesan acara Merhaba Endonezya di Kastamonu ini diharapkan akan menjadi langkah awal bagi PPI Kastamonu untuk bisa lebih berkesempatan dan turut berpartisipasi mengenalkan khasanah dan budaya Indonesia di Turki. Terlebih dengan melihat antusiasme masyarakat Turki kepada budaya Indonesia yang sangat tinggi.

Seluruh pengunjung yang diperkirakan berjumlah lebih dari 300 orang ini tak henti – hentinya memuji keunikan dan keindahan budaya Indonesia dan berharap akan ada acara serupa di masa yang mendatang.

 

Foto: Dokumentasi PPI Kastamonu

 

Penampilan gamelan dan tari Legong dari mahasiswa Universität Leipzig

Mahasiswa Indonesia di Leipzig, Jerman (PPIJ Leipzig) mengadakan kegiatan “Act of Bhinneka, Einheit in Vielfalt” pada Minggu, 29 April lalu. Acara ini merupakan sebuah acara bertajuk seni, budaya dan kuliner Indonesia. Arti dari Act of Bhinneka, Einheit in Vielfalt yaitu kesatuan dalam keberagaman, seperti dalam moto atau semboyan bangsa Indonesia: “Bhinneka Tunggal Ika”.

Setelah 8 tahun diadakannya “Malam Indonesia” di Leipzig oleh Deutsch-Indonesische Gesellschaft e.V., Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman cabang Leipzig (PPIJ Leipzig) berkeinginan untuk mengadakan kembali acara budaya dan kuliner yang dibuat oleh pelajar-pelajar Indonesia di Leipzig. Keinginan mereka pun terwujud dengan berhasilnya terselenggara kegiatan Act of Bhinneka, Einheit in Vielfalt. Bertempat di Werk II Leipzig, kegiatan ini juga didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin, Bank Jabar, Techniker Krankenkasse, Studentenwerk Leipzig, STURA (Der Student_innenRat der Universität Leipzig) dan Deutsch—Indonesische Gesellschaft e.V.

Keseruan para tamu dan penonton acara Act of Bhineka, Einheit in Viefalt

Di acara ini terdapat booth Pemilu untuk pendataan ulang peserta pemilu presiden 2019, ditujukan kepada orang Indonesia yang beralamat di Leipzig dan sekitarnya. Selain itu, beberapa barang seperti dekorasi dan baju adat Indonesia bisa didapatkan dengan mudah melalui bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Rumah Budaya Indonesia di Berlin. Berbagai macam benda-benda seni seperti Kuda Lumping, kain Batik, juga berbagai macam Wayang Kulit dan Gunungan, Angklung, dan Keris mempercantik dekorasi Culture Corner, juga disediakan baju adat jawa tengah yang bisa digunakan oleh para tamu agar bisa berfoto bersama.

Pada saat pintu masuk dibuka, tamu mendapatkan camilan khas Indonesia seperti Klepon dan Pastel. Beberapa merchandise seperti topi trucker, pembatas buku Wayang, buku “Journey to Indonesia”, T-Shirt dari Wonderful Indonesia juga diberikan sesaat sebelum acara dimulai. Ditambah, para tamu dapat melihat pameran kecil berupa foto-foto Indonesia yang dipotret oleh bapak Gatot Margianto, seorang Fotografer Indonesia yang saat ini sedang tinggal dan bekerja di Leipzig. Tidak lupa juga, panitia menjual berbagai macam Batik dan Kebaya.

Tari Pa’Gellu

Acara dibuka dengan animasi serta tarian asal Aceh, Tari Saman. Selain itu, terdapat juga beberapa penampilan tarian nusantara lain seperti tari Pa’Gellu dari Sulawesi, tari Nandak dan Topeng Jentrak Jentrik dari Jakarta, tari Merak dan tari Jaipong dari Jawa Barat. Tarian-tarian ini diisi oleh para pelajar Indonesia dari berbagai kota di Jerman.

Di sela-sela acara, diputar juga film pendek berjudul “Sedeng Sang” dari Youth International Film. Diceritakan mengenai situasi tentang salah seorang ayah dari suku Dayak Wehea, Kalimantan Timur yang terpaksa harus menjual tanahnya demi masa depan keluarga. Kemudian spesial Doorprize juga diberikan untuk tamu yang bisa menjawab beberapa pertanyaan mengenai Budaya Indonesia.

Penampilan dari mahasiswa kelas bahasa Indonesia

Menariknya, di Act of Bhinneka bukan hanya warga Indonesia saja yang menjadi pengisi acara, melainkan juga warga lokal Jerman di Leipzig pun turut ikut serta. Contohnya, penampilan paduan suara dari mahasiswa kelas Bahasa Indonesia yang dipimpin langsung oleh ibu Esie Hanstein, M.A. dari Universität Leipzig. Penampilan ansambel gamelan "Suara Nakal" dan tarian Legong Kraton Condong dari Institut für Musikwissenschaft (Musikologi) der Universität Leipzig yang terdiri dari 21 mahasiswa Jerman dan diarahkan oleh dosen Dr. Gilbert Stöck.

Fashion show pakaian daerah

Acara juga dimeriahkan dengan Fashion Show yang diperagakan oleh para pelajar Indonesia di Leipzig dengan menampilkan berbagai macam baju adat dari beberapa provisi di Indonesia seperti baju adat Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Ambon, NTT, Sulawesi Tenggara, dan masih banyak lagi.

Penampilan band BonnIndo

Di penghujung acara, Act of Bhinneka mempersembahkan penampilan istimewa dari Band bernama “BonnIndo” yang menyanyikan musik bergenre “Dangdut”, yaitu musik khas asli Indonesia. Mereka melantunkan lagu-lagu seperti Kopi Dangdut, Wakuncar, dll. Tak hanya itu, pada saat puncak acara, penyanyi dari BonnIndo dan beberapa panitia lainnya mengajak para tamu untuk menyanyi dan menari bersama.

Para tamu mencicipi hidangan khas Indonesia

Sebagai penutup kegiatan, makanan khas Indonesia seperti Ayam Serundeng dan Gado-Gado dihidangkan untuk para tamu dengan sistem Buffet.

Dengan diadakannya acara Act of Bhinneka, panitia beserta PPIJ Leipzig berharap agar seni dan budaya Indonesia bisa lebih dikenal oleh masyarakat lokal di Leipzig maupun di Jerman, tetapi juga kedepannya dimata dunia.

 

 

Kartu pos dikirim dari Jerman

Kartu pos dikirim dari Korea

Berbagi inspirasi bisa lewat apa saja, salah satunya via kartu pos. Zaman sekarang, mungkin telinga kita sudah mulai asing mendengar frasa “kartu pos” ini. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa korespondensi via media ini pernah hits di era 1900-an. Forum mahasiswa awardee LPDP Jerman sadar akan pentingnya berkirim kisah melalui kartu pos. Tulisan yang berada di halaman belakang foto landmark kota tersebut sangat menarik untuk dikisahkan. Setiap kartu pos memiliki kisah dan sejarah yang ada di dalam cetakannya. Oleh karena itu, selain menebar inspirasi, pengirim kartu pos juga secara tidak langsung turut mengabarkan apa saja yang terdapat di negaranya seperti arsitektur bangunan, kesenian, alat musik, busana tradisional, dan lain-lain.

Pelajar di Indonesia menerima kartu pos dari Nasi Padang

Program Nasi Padang (Menanam Inspirasi Pada Generasi Mendatang) sudah dilaksanakan sejak tahun 2014. Program utama Nasi Padang ada 2 yaitu berkirim kartu pos inspirasi dan memberikan beasiswa kepada adik asuh di Indonesia. Program kirim kartu pos ini prinsipnya simple banget! Pelajar Indonesia di luar negeri akan mendaftar menajdi inspirator dan penerima kartu pos yang posisinya ada di Indonesia juga akan mendaftarkan alamat lengkap mereka untuk mendapat kiriman kartu pos. Selain itu, program pemberian beasiswa juga menjadi salah satu bakti Indonesia bagi kami penerima beasiswa LPDP di Jerman. Program ini disambut baik oleh pelajar-pelajar Indonesia di seluruh dunia. Pengirim kartu pos tidak hanya dari Eropa, melainkan juga dari benua lain seperti Amerika, Asia, dan Australia.

Komentar siswa penerima kartu pos

Menuangkan cerita dengan kemasan yang menarik dan bahasa yang mudah dimengerti menjadi sebuah tantangan tersendiri, lho! Belum lagi kalau harus memikirkan ruang tulis di kartu pos yang cukup minimalis yaitu sekitar 4 x 6 inci untuk ukuran standart. Dan lebih menyenangkan lagi jika membayangkan bahwa kartu pos-kartu pos ini akan terbang hingga ke 400 institusi formal pendidikan di penjuru Indonesia. Penerima kartu pos akan membacakan isi kartu pos tersebut di depan kelas agar dampak positif dari gerakan ini bisa dirasakan oleh teman-teman lain sesama pelajar di Indonesia.

Seluruh kabar baik mengenai kegiatan ini akan diinfokan melalui sosial media Nasi Padang (facebook: Nasipadang Lpdp Jerman, twitter: @mynasipadang, instagram: @nasipadang.id). Jika ada pertanyaan lebih lanjut, bisa menghubungi Tim Nasi Padang via email mynasipadang@gmail.com. Walaupun berjarak ribuan kilometer dari tanah air, hal itu tidak menghalangi semangat kita, pelajar Indonesia di luar negeri, untuk tetap berkontribusi bagi ibu pertiwi. Karena berbagi tidak harus menunggu nanti.

 

 

PPI Dunia membuka kesempatan bagi kamu yang ingin menambah pengalaman berorganisasi sebagai Panitia Pemilihan Raya (Pemira) Koordinator PPI Dunia 2018!

Posisi yang dibuka:
-Ketua Panitia
-Sekretaris dan Bendahara
-Tim Acara
-Tim Humas dan Publikasi
-Tim IT dan Design

Syarat Aplikasi:
1. Curriculum Vitae (untuk yang melamar sebagai Ketua Panitia atau Tim IT, silahkan lihat syarat lebih lanjut dalam poster di bawah ini)
2. Melampirkan surat rekomendasi yang ditandatangani ketua PPI Negara masing-masing.
3. Melampirkan tulisan (maks. 100 kata) mengenai motivasi ingin bergabung sebagai panitia PEMIRA.
4. Diprioritaskan bagi mereka yang dapat menghadiri SI Rusia.

CV dan dokumen pendukung dikirim ke email pemirappid@outlook.com (dengan subject posisi yang ingin dilamar) paling lambat tanggal 04 Mei 2018 pukul 23.59 WIB.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi email pemirappid@outlook.com

 

Pada tahun 2018 ini, PPI Jerman mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah Simposium Amerika-Eropa yang diselenggarakan berbarengan dengan International Conference of Integrated Intellectual Community (ICONIC) 2018. Kedua acara ini dilaksanakan pada tanggal 27-29 April 2018 di Hannover, Jerman. Untuk menyambut para tamu, panitia ICONIC-SAE bersama PPI Hannover mengeluarkan booklet panduan wisata bagi kawan-kawan yang ingin berkeliling tempat-tempat menarik di Hannover.

Booklet panduan wisata Hannover dapat diunduh di bawah ini.

 

 

Profil Penulis:

Booklet oleh Panitia ICONIC-SAE bersama PPI Hannover

 

Kegiatan Wonderful Indonesia Serentak di Irlandia

Sebagai salah satu program kerja PPI Amerika-Eropa (PPI Amerop), Wonderful Indonesia Serentak (WIS) merupakan acara pengenalan budaya dan kearifaan lokal dari Negara Indonesia kepada masyarakat luar negeri yang tinggal di Amerika dan Eropa. Sebagai PPI yang baru dua tahun berjalan, PPI Irlandia merupakan salah satu motor penggerak untuk menyelenggarakan acara kebudayaan yang terbilang besar di University College Dublin pada Hari Sabtu, tanggal 7 April 2018.

Dengan jumlah mahasiswa Indonesia yang tidak lebih dari tiga puluh orang, acara Wonderful Indonesia Serentak yang bertajuk INDODAY terbilang sukses besar jika dibandingkan dengan acara-acara yang pernah diselenggarakan sebelumnya oleh PPI Irlandia. Nafas keberadaan budaya Indonesia di Negeri Harpa mulai tercium wanginya. Siapa yang bisa mengelak dari kekayaan khas rasa masakan Indonesia, keelokan lagu-lagu daerah Indonesia, keindahan ukiran pernak-pernik dari setiap daerah di Indonesia serta kesederhanaan namun syarat makna dari pemutaran dua film karya anak bangsa yang menjadi nominasi dalam ajang Youth Peace International Film Festival?

Peserta kegiatan mencicipi berbagai hidangan nusantara

Wonderful Indonesia Serentak di Irlandia dilaksanakan di kampus UCD dan dibuka dengan performa dari musisi Indonesia yang juga merupakan mahasiswa program Master di NUI Galway, Cathy Shannon. Ada empat total lagu yang dibawakan dalam acara. Ayo Mama, lagu daerah Maluku menjadi keceriaan bagi mereka yang hadir dan memaknai artinya. Beberapa hadirin dari Northern Ireland dan France memuji keindahan irama lagu yang dibawakan dengan apik tersebut. Yamko Rambe Yamko, Si Patokaan, dan Tanah Airku menjadi suksesi pengenalan lagu daerah dan lagu nasional Indonesia. Untuk menambah makna di telinga pendengar asing, tidak lupa setiap lagu dikenalkan asal usul dan makna nya.

Masakan yang disajikan untuk mewakili pengenalan kuliner Indonesia pun ludes dan mendapat banyak tanggapan positif dari pengunjung. Nasi tumpeng, bihun goreng, sambal goreng kentang-hati, dendeng, rendang, ayam bakar, sambal, hingga kue seperti nastar, getuk dan kue tape menghiasi meja sajian siap untuk menawarkan kekayaan rasa kuliner Indonesia di lidah dunia. Salah satu pengunjung dari Perancis pun memuji keinikmatan nasi kuning dan ayam bakar yang dimasak berbeda dari ayam bakar yang biasanya mereka temui di restaurant-restaurant di Eropa.

Untuk menyempurnakan pengenalan budaya Indonesia kepada masyarakat luar negeri, dua film nominasi Youth Peace International Film Festival cukup mewakili untuk memperkenalkan kehidupan masyarakat lokal di Indonesia. Adalah AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) yang dengan apik meramu cerita mengenai kerasnya kehidupan sopir bus beserta asisten dan kondekturnya di Jawa Timur dipadu dengan pesan moral mengenai dunia percintaan yang mungkin marak terjadi di Indonesia. Film kedua bertajuk Play On, berkisah mengenai murid sekolah dasar di sebuah desa di Jawa yang masih bertahan dengan permainan-permainan dan perlombaan tradisional yang absen dari kemutakhiran teknologi ternyata mampu menyampaikan pesan bahwa anak Indonesia bisa bahagia dan ceria tanpa adanya tablet dan smartphone.

Keseruan acara WIS di Irlandia

Pemutaran kedua film sekaligus membuka horizon dan persepsi masyarakat luar negeri mengenai keadaan yang masih berlangsung disebagian wilayah di Indonesia. Disetiap akhir film yang diputar, dibuka diskusi interaktif mengenai pendapat para penonton mengenai isi dan makna film dan diakhiri dengan kuis yang berhadiahkan doorprise berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan film yang diputar.

Ide terselenggaranya Wonderful Indonesia Serentak di Irlandia, selain dari ajang pengenalan budaya Indonesia kepada masyarakat luar negeri juga merupakan sebuah misi pemahaman dan penerimaan nilai-nilai yang saat ini dibawa dan menjadi identitas mahasiswa Indonesia di Irlandia ditengah-tengah kemajemukan negara Irlandia. Selain itu, acara Wonderful Indonesia Serentak juga menjadi sebuah perekat tersendiri bagi mahasiswa Indonesia yang dengan kesibukannya masing-masing kini bisa merasakan berkumpul dan mengobati kerinduan akan masakan-masakan Indonesia. Bahwa identitas keindonesiaan kita tidak bisa dilepas dimanapun kaki berpijak.

Dengan suksesnya acara Wonderful Indonesia Serentak di Irlandia dan antusiasme masyarakat luar negeri kepada budaya Indonesia diharapkan akan menjadi langkah awal bagi PPI Irlandia untuk bisa lebih berkesempatan dan turut berpartisipasi mengenalkan khasanah dan budaya Indonesia di Eropa, khususnya di Irlandia.

Semua pengunjung yang saat itu juga dihadiri oleh orang Irlandia, Perancis, China, Malaysia, UK tak henti memuji kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia yang bahkan sebelumnya tidak pernah mereka ketahui keberadaannya.

 

Penulis:

Nama: Akiko Lahitani

Kampus: University College Dublin

Major: Children and Youth Studies

IG: @akikolahitani

Passion: books, children, baking, instagram and sleeping

 

Editor: Nadhirariani

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920