logo ppid

WhatsApp-Image-20160605

Estonia

Liputan Rusia, Sabtu (21/05/2016) PERMIRA Moscow sukses menggelar perhelatan budaya terbesar di Moscow yang bertajuk “Pelita Cinta Nusantara”. Acara yang diselenggarakan di salah satu kampus terbaik di Rusia ini disambut hangat oleh para hadirin.

Para hadirin dan tamu undangan yang hadir bukan hanya dari masyarakat Indonesia ataupun Rusia itu sendiri akan tetapi dari berbagai negara turut hadir untuk memeriahkan acara tersebut seperti negara-negara ASEAN seperti Malaysia,Thailand, Myanmar, Vietnam. Sedangkan negra-negara lain di Afrika juga banyak yang hadir seperti Morocco, Ghana, Nigeria, Kenya serta negara-negara di Amerika Latin juga seperti Meksiko, Brazil dan lain-lain.

Tujuan dari acara ini untuk meningkatkan solidaritas di dalam lingkup pelajar Indonesia sendiri sekaligus mengenalkan budaya Indonesia ke penjuru dunia juga meningkatkan solidaritas para pelajar dari berbagai negara yang sedang menempuh studi nya di Rusia untuk bisa menghargai dan meningkatkan pengetahuan masing-masing negara.

Diawali dengan kata sambutan dari Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Moscow saudara Garin Yudha Primaditya untuk membuka acara ini dan dilanjut dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Bapak Wahid Supriyadi sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia.

Bapak Wahid Supriyadi sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia

"Saya sangat berterima kasih kepada panitia karena telah menyelenggarakan acara ini dan respon yang diterima juga sangat positif. Acara ini akan lebih sangat berdampak akan hubungan Indonesia dan Rusia itu sendiri dan tentunya negara lainnya. Saya harap kedepannya acara seperti ini akan tetap dilaksanakan di berbagai kota di Rusia,” Ucap Bapak Wahid Supriyadi selaku duta besar Indonesia untuk Rusia.

Acara ini juga ingin menunjukkan kepada semua orang jika Indonesia memang negara yang kaya akan budaya dan memang kental dengan ciri khasnya bahkan tiap kota memiliki budayanya masing-masing, selain daripada itu acara ini turut menampilkan berbagai tarian dari negara-negara lain seperti Turkey, Peru, Sri Lanka dan Cina.

13221150_502303886641507_1298295670090875869_o

Dari berbagai macam tanggapan yang ada salah satunya dari Brenda Eleblu asal Ghana "saya melihat banyak budaya yang berbeda di asia khususnya di Indonesia, itu sangat indah dan acara yg beraneka ragam saya juga memiliki kesempatan untuk memakai baju adat Indonesia dan itu sangat tidak terlupakan,” ucapnya dengan penuh antusias.

Momen bersejarah ini tepat dirayakan setelah diselenggarakannya ASEAN-Russia summit di Sochi Russia pada 19 - 20 Mei kemarin. Pada momen tersebut Indonesia dan Rusia menandatangani 5 kerja sama di ASEAN-Russia summit di berbagai bidang seperti minyak, pariwisata, perkeretaapian, teknologi dan pertahanan. Jadi antusiasme orang-orang juga masih tentang hasil kerja sama kedua pihak dan merupakan salah satu pertemuan terbesar di Rusia juga pada tahun 2016.

13220949_501915983346964_9175927536997276888_n

13221329_502309919974237_7018196680360420985_o

 

 

 

 

 

Acara ini juga dihadiri oleh rombongan pejabat dari provinsi Kalimantan Timur dan Bapak Awang Faroek Ishak selaku gubernur Kalimantan Timur ini memberikan kata sambutannya yang cukup menarik tentang bagaimana hubungan Rusia dan Indonesia. Beliau menekankan tentang hubungan provinsi kalimantan dengan Rusia yang setiap tahun pemerintah Kalimantan memberikan beasiswa sekitar 50 orang per tahun untuk belajar teknik railway agar bisa dijadikan sumber daya manusia yang kompeten dan dapat bersaing jika pulang balik ke kampung halaman.

Bapak Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Timur

“Provinsi Kalimantan dan Rusia akan tetap menjalin kerja sama di bidang pendidikan dan tahun ini Kalimantan berencana mengirim 50 orang lagi untuk belajar teknik railway construction dan acara ini akan lebih memperkenalkan budaya Indonesia di dunia,” Ucap Bapak Awang selaku gubernur Kalimantan Timur.

Project kereta api yang rencana akan selesai pada tahun 2019 di Kalimantan yang merupakan hasil kerja sama kedua negara merupakan alasan pengiriman mahasiswa Indonesia setiap tahunnya untuk belajar bidang tersebut. Tarian dari Ambon, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur semua ditampilkan dalam acara yang berlangsung selama hampir 9 jam ini. Acara ini berjalan sukses dan merupakan pencapaian terbaik para pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi nya di Rusia. (Red. JLU, Editor. Dafi)

Salam Budaya!

Dalam rangka memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia, PERMIRA Moskow mengadakan konser seni dan budaya bertajuk "Pelita Cinta Nusantara, from Indonesia to the World".

Rangkaian acara meliputi pameran barang-barang seni dari Indonesia, instrumen musik tradisional, kerajinan tangan, hingga suvenir. Selain itu, akan ada pula konser pertunjukkan permainan wayang, alat musik sasando, serta berbagai tarian asal Indonesia, baik tradisional maupun kontemporer. Acara ditutup dengan agenda "Indonesian Kitchen" yang menyuguhkan hidangan makanan khas Indonesia.

PELITA CINTA NUSANTARA akan berlangsung pada hari Sabtu, 21 Mei 2016 bertempat di gedung utama РУДН (People's Friendship University of Russia), pukul 14.30 hingga 20.45 waktu setempat.

Ayo ajak kawan-kawan kita untuk lebih dekat mengenal budaya kita sendiri. Mari kita satukan hati 'tuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia!
-Pelita Cinta Nusantara-

Liputan Italia, Cosenza, 11 Mei 2016 – Indonesia patut berbangga karna putra putri terbaiknya mampu bersaing dalam kompetisi musik Filadelfia tahun ini. Indonesia diwakili oleh 6 mahasiswa yang keseluruhannya berpartisipasi dalam kategori gitar klasik.

Mereka adalah Roby Handoyo, Adi Suprayogi, Vaizal Andrians, dan Gita Puspita Asri, tergabung dalam kelompok gitar kuartet “Nocturnal”, sedangkan kelompok berikutnya, “Duo Poeticos”, terdiri dari dua mahasiswa Indonesia lain, yakni Birul Walidaini dan Bagus Mardian, yang saat ini sedang menyelesaikan studinya di Università della Calabria (UNICAL) Italia.

Dari keenam partisipan yang ikut serta dalam kompetisi yang diikuti oleh 27 negara ini, Indonesia berhasil menguasai perlombaan di kelas Chamber Music kategori D dengan membawa dua prestasi membanggakan. Juara pertama kategori ini diraih tim guitar kuartet “Nocturnal" asal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sedangkan peringkat ketiga, di kategori yang sama, juga berhasil diperoleh duet “Due Poeticos”. Tambahan pencapaian tim Indonesia juga disempurnakan oleh Roby Handoyo yang turun di kelas Classical Guitar kategori Solo, dengan menyabet peringkat kedua di kategori tersebut.

CALABRIA 4

Septian Hadi, selaku perwakilan delegasi, mengaku sangat puas dengan pencapaian tim Indonesia secara keseluruhan. “Dengan kondisi bahwa seluruh anggota tim hanya terdiri dari mahasiswa, dan fasilitas serta instrumen peserta dari negara lain yang jauh lebih mumpuni, prestasi delegasi tahun ini kami dapat katakan melebihi harapan. Apresiasi atas keikutsertaan dan prestasi tim Indonesia datang dari pengunjung serta para peserta lainnya. Sebagai satu – satunya tim dari Asia Tenggara, Indonesia telah menunjukkan kepiawaian dan potensinya di kancah musik klasik mancanegara,” terang koordinator hubungan eksternal & internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia di Calabria (PPI Calabria), tersebut.

Concorso Musicale Europeo tahun ini merupakan kompetisi kali kedelapan yang diselenggarakan oleh Associazione Musicale Melody bekerja sama pemerintah Città di Filadelfia. Selain Indonesia dan Italia sebagai tuan rumah, delegasi dari Meksiko, Finlandia, Polandia, Rusia, Amerika Serikat, Serbia, Bosnia, Lituania, Latvia, Spanyol. Belanda, Prancis, Jerman, Swiss, Belgia, Jepang, Korea Selatan, Republik Rakyat Tiongkok, Ukraina, Belarusia, Yunani, Norwegia, Estonia, Kroasia, dan Slovakia juga turut ikut berpartisipasi dalam kejuaraan ini.

CALABRIA 6

Keikutsertaan Indonesia di kompetisi musik dunia selanjutnya diharapkan akan semakin serius dengan persiapan yang lebih matang. Berikut penjelasan salah seorang peserta dalam format tanya-jawab yang telah kami rangkum beserta hasil lengkap dari keikutsertaan tim Indonesia dalam Concorso Musicale Europeo 2016 :

Bagaimana kamu bisa mengikuti perlombaan ini?

Pada dasarnya kami sudah mengikuti kompetisi ini pada tahun 2013 bersama Quartet Guitar “Sforzando,” dan meraih juara yang sama yaitu juara 3 kategori Chamber Musica “Stanislao Giacomantonio” di Cosenza, Italia

Sebagai pelajar Indonesia di Italia bisa menang pertandingan internasional seperti ini bagaimana perasaan kamu?

Kami senang sekali, di sela-sela padatnya jadwal perkuliahan, kami bisa menyempatkan waktu untuk berlatih bersama. Pada hari pelaksanaan kompetisi dengan persiapan yang ada, kami dapat menyelesaikan dan mendapatkan juara 3 kategori D Chamber Music, sesuatu hal yang menurut kami "di luar ekspektasi" mengingat peserta dari berbagai negara memiliki kapasitas yang luar biasa. Kami menyambut Ini adalah "hadiah" dari jerih payah kami, karena tidak ada kata-kata yang bisa mewakili seberapa besar rasa puas dan kegembiraan kita saat itu.

Apa rencana kamu selanjutnya setelah kemenangan ini?

Kami akan tetap berlatih untuk lebih mematangkan materi dan repertoar kami, untuk lebih baik kedepannya.

Di Indonesia asal dari mana dan sudah berapa lama belajar musik di Italia? Beasiswa atau biaya sendiri? Di kampus mana?

Saat ini kami mengambil dua gelar master pada 2 institusi, yaitu :

Birul Walidaini, asal Kediri Jawa Timur. Mahasiswa tahun kedua magistrale di Universita della Calabria jurusan "History of Art" (beasiswa), selain itu juga tercatat sebagai mahasiswa tahun kedua magistrale di conservatorio di musica "Stanislao Giacomantonio" di Cosenza, Italia Jurusan Classical guitar performance (non beasiswa).

Mardian Bagus Prakosa, asal Temanggung Jawa Tengah. Mahasiswa tahun pertama magistrale di Universita della Calabria jurusan "History of Art" (Beasiswa), selain itu juga tercatat sebagai mahasiswa tahun pertama magistrale di conservatorio di musica "Stanislao Giacomantonio" di Cosenza, Italia Jurusan Classical guitar performance (non beasiswa).

Pertanyaan Panitia

1. Dari mana ide pertandingan ini muncul? apakah sudah sering di Italia membuat event pertandingan musik internasional?

Kompetisi ini adalah kali ketujuh yang rutin diadakan setiap tahun dengan dukungan dari komisi eropa. Sebagai parameter perkembangan musik klasik di dunia.

2. Ada berapa peserta yang ikut dan background peserta apakah ada yg non mahasiswa?

Tahun ini tercatat 26 negara. Tidak hanya mahasiswa musik, Melainkan juga dosen dan profesor musik.

3. Bagaimana pandangan anda tentang pelajar Indonesia di Italia khususnya palajar musik?

Luar biasa, kami kagum orang asia bisa membawakan musik eropa dengan baik dan maksimal.

CALABRIA

Hasil lengkap dari keikutsertaan tim Indonesia dalam Concorso Musicale Europeo 2016:

1. Nocturnal Guitar Quartet (UNY) - Roby Handoyo, Adi Suprayogi, Vaizal Andrians, dan Gita Puspita Asri: Juara 1 kelas Chamber Music kategori D.

2. Due Poeticos (UNICAL) – Birul Walidaini dan Bagus Mardian: Peringkat 3 kelas Chamber Music kategori D.

3. Roby Handoyo (UNY) – Peringkat 2 kelas Classical Guitar kategori Solo. (Red. IMA, Editor. Dafi)

Liputan Belanda, Simposium PPI Dunia Kawasan Amerika dan Eropa kembali digelar di Rijswijk, Belanda dari tanggal 24 April 2016 sampai dengan Selasa 26 April 2016. Simposium kali ini mengusung tema “Memaknai Kembali Identitas Bangsa dalam Rangka Menghadapi Komunitas Asean.” Pada Simposium ini juga telah dihasilkan Rekomendasi Rijswijk yang terdiri dari 7 point penting untuk Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh para delegasi yang terdiri dari 27 orang representatif dari beberapa PPI di kawasan Amerika Eropa, yaitu PPI Belanda, PPI Belgia, PPI Hongaria, PPI Jerman, PPI Italia, PPI Polandia, PPI Britania Raya, PPI Ceko, PPI Turki, PPI Portugal, PPI Prancis, PPI Rusia, PPI Estonia dan PPI Swedia mengikuti serangkaian acara yang dirancang oleh PPI Belanda, sebagai tuan rumah pada tahun ini.

Untuk meresapi kembali identitas bangsa, pada hari pertama para delegasi menyusuri kembali sejarah perjuangan Indonesia dalam acara Napak Tilas di Kota Leiden. Di kota Leiden, beberapa pahlawan Indonesia menetap dan berkarya untuk bangsa, serta mengenyam pendidikan di Universitas Leiden, yaitu Ahmad Soebardjo dengan pendidikan master dan Hussein Djayadiningrat yang berhasil meraih gelar doctor dengan predikat cumlaude.

Menurut panitia Simposium PPI Amerika Eropa 2016, kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya khazanah sejarah dan menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri peserta. Kota Leiden juga merupakan kota di mana Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) pertama pada tahun 1922 dibentuk.

Acara pada hari pertama kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Simposium oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, yaitu H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja. Dalam pidato nya beliau menyerukan semangat untuk bahu-membahu membuat Indonesia yang baru. “Mari bahu-membahu untuk membuat Indonesia baru, seperti pada kutipan lagu ASEAN, we dare to dream, we care to share.” ujarnya seraya membangkitkan semangat mahasiswa.

S AMEROP

Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan seminar untuk menggali secara dalam mengenai Identitas Bangsa. Menurut Ali Abdillah selaku ketua PPI Belanda, mengatakan bahwa identitas bangsa merupakan hal yang penting dan jangan sampai identitas bangsa harus dikorbankan.

Ary Adryansyah Samsura PhD sebagai salah satu keynote speaker menjelaskan kembali mengenai identitas bangsa. “Identitas bangsa yaitu perasaan atau pandangan subjektif tentang suatu bangsa yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang yang terintegrasi secara kultural dan geographis.” Ucap Ary Adryansyah.

Untuk mempertahankan identitas bangsa, salah satu pembicara yaitu Ebed Litaay dari Indonesian Diaspora Network beliau mengatakan untuk tetap menjaga nilai-nilai yang ada di Indonesia, open minded dan buang jauh-jauh kebiasaan buruk.

Selain memandang dari segi identitas bangsa, seminar juga membahas tentang ASEAN, Globalisasi dan Masa depan Indonesia. Hengky Kurniawan, salah satu pembicara dalam tema ini berfokus pada Spatial Economics.

“Indonesia perlu melakukan agglomerasi, di mana perusahaan berkumpul dan cost akan berkurang.” ungkap Hengky.

Masyarakat Ekonomi Asean yang telah dimulai pada akhir tahun 2015 tersebut merupakan suatu kesempatan bagi Indonesia. Matthijs Van Den Broek selaku Managing Director Further East Consult berpendapat bahwa Indonesia memiliki kesempatan yang besar di era MEA ini.

“Kesempatan MEA bagi Indonesia yaitu adanya cross-border investment melalui perusahaan multi-nasional dan UKM, tech-savy entreuprener muda serta adanya cross border supply chain untuk perusahaan di Indonesia.” ujar Van Den Broek.

Di samping sisi globalisasi, Agung Wahyudi PhD Candidate mengemukakan bahwa untuk menghadapi ASEAN, Indonesia dapat berfokus pada pengembangan dan peningkatan infrastruktur, kesiapan terhadap teknologi serta inovasi.

Puput Cibro selaku Koordinator PPI kawasan Amerika dan Eropa menyatakan pemetaan di Indonesia sangat diperlukan untuk meningkatkan ekonomi di setiap daerah yang ada.

“Indonesia perlu melakukan pemetaan akan potensi ekonomi daerah dari setiap kota/kabupaten yang akan menjadi suatu keunggulan bersaing dari daerah tersebut.” ucap Puput.

Simposium PPI Dunia kawasan Amerika dan Eropa ini diakhiri oleh kegiatan diskusi dari para delegasi yang dibagi ke dalam empat komisi yaitu Politik & Hukum, Ekonomi, Sosial Budaya dan Teknologi. Hasil dari diskusi tersebut yaitu berupa Rekomendasi Rijswijk yang diresmikan pada tanggal 26 April 2016 pukul 16:49 ECT. Berikut point-point yang tertera dalam rekomendasi tersebut:

POLITIK DAN HUKUM

  1. Mendorong peran Indonesia sebagai mediator dalam konflik Laut Tiongkok Selatan.

EKONOMI

  1. Melakukan ‘integrated geographical socio-economic information system’ untuk mengidentifikasi potensi ekonomi kabupaten/kota dan regional.
  2. Menguatkan kapasitas ekonomi domestik baik lokal, regional, maupun skala nasional dalam menghadapi pasar bebas ASEAN melalui ekosistem bisnis inklusif dengan prioritas di sektor pertanian dan pariwisata.

SOSIAL BUDAYA

  1. Melakukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sertifikasi keahlian profesi yang diadakan pemerintah pada lingkup terkecil dan terfokus secara berkala (min. Satu kali dalam tiga bulan) dan berkelanjutan.

TEKNOLOGI

  1. Memastikan seluruh rumah tangga Indonesia mendapat akses listrik sebelum Juli 2019.
  2. Merevisi PP No. 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional dengan memasukkan klausa nuklir sebagai salah satu opsi pembangkit listrik.
  3. Merealisasikan pembangunan reaktor PLTN sebagai wujud optimalisasi bauran energi baru dan terbarukan di Indonesia. (Red. NL)

Liputan Rusia, Senin (25/4/2016) Departemen Luar Negeri Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) bekerja sama dengan Moscow State Institute of Relations (MGIMO) menggelar acara ASEAN Day, di MGIMO, Moskow, Rusia.

Pada acara yang menarik perhatian para mahasiswa dan akademisi ini ditampilkan pagelaran kebudayan negara-negara ASEAN, seminar seputar hubungan negara ASEAN dengan Rusia, dan ditutup dengan panel diskusi dengan
menghadirkan presentasi dari mahasiswa negara-negara perwakilan ASEAN dan Russia dengan topik “Masa Depan hubungan ASEAN-Russia”. Event dibuka secara resmi oleh penjabat fungsi PENSOSBUD KBRI Moskow, Nanang Fadila dan Koordinator acara ASEAN Day Wanda Umagapi Mahasiswi Master Politikal Analisis dan Kebijakan Publik HSE.

13119921_10206334337699692_6176406456671129733_o

 

"Diharapkan dengan acara ini mahasiswa dari negara ASEAN bisa saling tukar informasi dalam geo-politic saat ini antara negara ASEAN dengan Rusia," ujar Nanang di depan sekitar 300 mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut.

Acara ASEAN Day yang pertama kali diselengarakan di Rusia ini bertujuan menjaga hubungan antara mahasiswa dari negara-negara ASEAN serta Rusia, sehingga mampu mencuri perhatian mahasiswa dan akademisi untuk menghadiri kegiatan tersebut. Acara ini juga untuk menyambut ASEAN-Russia summit Mei mendatang.

“Terima kasih atas partisipasi dari teman-teman mahasiswa asing, khususnya dari negara-negara ASEAN yang hadir dalam acara ini. Saya berharap acara ini bisa terlaksana setiap tahun. Tahun ini kami mahasiswa Indonesia yang jadi tuan rumah. Mungkin tahun depan bisa mahasiswa dari Malaysia atau Filipina yang jadi tuan rumah. Intinya acara ini harus diadakan tiap tahun," ucap Ketua Pelaksana ASEAN Day 2016, Wanda Umagapi.

13064565_10206334372580564_1668592223951776255_o

Acara ini juga terdapat penampilan dari mahasiswa Rusia yang membawakan lagu tradisional Vietnam yang menunjukkan kalau banyak orang Rusia yang memang belajar budaya negara-negara di ASEAN dan ini merupakan bukti nyata hubungan baik kedua negara. Bapak Victor Sumsky (Director dari ASEAN center MGIMO) juga menyambut baik etikad mahasiswa Indonesia ini karena memang tujuannya sangat bagus, selain memperkenalkan ASEAN di depan banyak orang yang merupakan mahasiswa yang bukan dari negara ASEAN di bidang budaya dan pendidikan tetapi dalam acara tersebut pengetahuan kita juga bertambah karena memang terdapat diskusi dan debat tentang bagaimana hubungan kedua pihak dapat memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan kemajuan kedua negara. (Red. JLU)

The Talk PPI UK adalah acara yang dimaksudkan untuk berbagi kisah inspiratif dari dari seluruh pelosok Britania Raya sebagai inspirasi untuk Indonesia. Mengusung tagline Menginspirasi, Berwawasan, dan Aplikatif, program ini berusaha untuk memberikan kontribusi melalui penyampaian ide secara segar dan ringan.

Acara ini diselenggarakan setiap bulan di akhir minggu di PPI Cabang terpilih dengan tema yang berbeda-beda setiap penyelenggaraannya. Tiga pembicara terpilih akan berbagi kisah, ide, maupun cerita selama 7 menit dan secara langsung disiarkan melalui live streaming. Video masing-masing presenter juga akan dimuat di saluran youtube PPI UK untuk disebarkan dan menjadi inspirasi bahwa kita bangsa Indonesia memiliki generasi yang hebat dan bisa menginspirasi.

Mengutip kata-kata ketua PPI UK Media Wahyudi Askar saat PPI UK Summit "tapi tidak ada yang tidak mungkin, apa yang menjadi karya kita hari ini akan dimanfaatkan dan bermanfaat untuk generasi setelah kita.” The Talk PPI UK ingin menjadi wadah berbagi karya dan ide yang bermanfaat bagi kita dan generasi setelah kita. Simak video-video The Talk PPI UK di sini.

Liputan Paris, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Prancis Paris 9-10 April 2016 lalu di Université Paris Sud, sukses menyelenggarakan kompetisi olahraga terbesar di Benua Eropa.

Kegiatan ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali untuk pelajar Indonesia di Benua Eropa dengan tajuk Eurolympique 2016. Ratusan pelajar Indonesia yang berlajar di sekitar benua Eropa ikut serta dalam berbagai pertandingan yang diselenggarakan pihak panitia.

Dewa Federika sebagai Ketua PPI Perancis menjelaskan tujuan utama penyelenggaraan acara Eurolympique adalah sebgai wadah bagi para pelajar Indonesia di Eropa untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam bidang olahraga, seni dan budaya.

Selain itu Dewa juga menjelaskan tujuan lainnya adalah untuk memupuk dan mempererat rasa persaudaraan, sportivitas, soliditas dan kreativitas antar pelajar Indonesia di Eropa.

Eurolympique 3

“Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk meningkatkan konektivitas (networking) antar mahasiswa Indonesia di Eropa untuk kepentingan akademis maupun non akademis,” ungkapnya.

Terdapat beberapa cabang olahraga yang diperlombakan meliputi satu team futsal Putera, dua team futsal Puteri, tiga team basket 3 on 3 putera, empat team basket 3 on 3 puteri, lima team badminton tunggal putera, enam team badminton tunggal puteri, tujuh team badminton ganda putera, delapam team badminton ganda puteri, sembilan team lari estafet.

“Jumlah peserta kontingen yang hadir sebanyak lebih dari 300 pelajar Indonesia yang berasal dari beberapa kota di negara Prancis, Jerman, Belanda dan Turki,” jelas Dewa lebih lanjut.

Selain lomba olahraga, panitia acara juga menyelenggarakan lomba seni tari Saman yang diikuti oleh peserta dari PPI Paris, PPI Lyon, PPI Strasbourg, PPI Marseille PACA, PPI Alsace dan PPI Frankfurt.

Lomba tari saman ini diadakan bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya Indonesia serta dalam rangka menyambut tahun kelima Tari Saman yang telah ditetapkan sebagai salah satu daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia oleh UNESCO.

Eurolympiqu 2

PPI Jerman ditetapkan sebagai juara umum Eurolympique 2016. Hal ini karena kontingen dari PPI Jerman memenangkan sejumlah pertandingan dengan menempati posisi juara satu dalam pertandingan tersebut dibandingkan kontingen dari negara lainnya yang ikut serta dalam pertandingan tersebut.

Acara ini dapat terselenggara berkat dukungan penuh KBRI Paris, khususnya Atase Pendidikan Republik Indonesia di KBRI Paris, Prof. Dr. Surya Rosa Putera, MS. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari semangat kekeluargaan pelajar Indonesia yang ada di Eropa.

“Semoga saja dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat memperkuat persaudaraan pelajar Indonesia yang ada di Eropa, dan tentunya rasa nasionalisme sebagai anak bangsa,” tuturnya.

PPI Perancis mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang mendukung suksesnya kegiatan ini. Khususnya sponsor dan sejumlah donatur yang terlibat memberikan dukungan.

“Ungkapan terima kasih saya sampaikan juga kepada Atase Pertahanan Republik Indonesia di KBRI Paris, Delegasi Indonesia di UNESCO Paris, Université Paris Sud, PPI Dunia dan PPI Amerika - Eropa yang membantu acara ini sehingga bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” tutup Dewa.( DW)

 

"UBERISASI EKONOMI: DEMOKRATISASI EKONOMI ATAU KAPITALISME GAYA BARU"

(Studi kasus: Layanan Transportasi Konvensional vs Layanan Transportasi Berbasis Aplikasi)

Era banalisasi teknologi internet dan smart phone berhasil melahirkan model ekonomi baru dalam berbagai bidang termasuk transportasi. Dalam bidang transportasi umum, perusahaan layanan transportasi berbasis applikasi (Transportation Network Companies) menjadi primadona. Mekanisme kerja model ekonomi TNC berbasis pada prinsip sharing economy dan supply-demand matching yang memungkinkan pihak penyedia layanan jasa transportasi bertemu dengan penawar jasa transportasi berkat bantuan platform internet 2.0 dan GPS. Meskipun banyak memberi manfaat yang nyata bagi pengguna jasa dari segi harga dan kepraktisan, TNC juga banyak menghadapi masalah hukum dan resistensi sosial dari aktor ekonomi lainnya. Pada diskusi selasar budaya kali ini, forum akan mengangkat tiga tinjauan utama yakni (1) tinjauan regulasi murni model transportasi uber, (2) tinjauan tata kota dampak layanan uber dan (3) tinjauan law and economics fenomena uberisasi itu sendiri. Sesi paparan akan dilengkapi dengan diskusi bersama perserta lainnya via Weeziq guna secara bersama memahami tantangan yang dibawa oleh model ekonomi baru ini dan strategi terbaik meregulasi-nya.

Acara Diskusi Selasar kebudayaan perdana akan diselenggarakan pada:
Sabtu, 2 April 2016, pukul 18.00-20.00 CET / 23.00-01.00 WIB
Diskusi dilaksanakan via WizIQ dengan link berikut: http://bit.ly/SelasarKebudayaan

On est ensemble, tout est possible!

Terima kasih

Salam perhimpunan,
Humas PPI Prancis

 

a0e951f3-72a2-4c3b-a4a6-02120d60a350

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920