logo ppid

Liputan Turki, kemarin sore (25/8) dua pelajar Indonesia YU dari Aceh dan DP dari Demak yang ditangkap dua pekan lalu (12/8) berhasil dibebaskan dan sampai di Wisma KBRI Ankara pada pukul 23.00 waktu Turki.

"Kita pantas bersyukur dan menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada pemerintah, terutama İbu Menlu yang sangat cepat merespon tiap laporan kita dan mengambil langkah-langkah membebaskan kedua mahasiswi kita. Termasuk menelpon Menlu Turki dan terus meminta akses kekonseleran," sebut Azwir Nazar, Ketua PPI Turki.

Setiap Ketua PPI Turki tersebut menghubungi Ibu Retno, Menteri Luar Negeri RI, beliau selalu merespon dengan tindakan nyata. Peran Kemenlu di sini tidak hanya sebagai Direktur perlindungan WNI tetapi juga sebagai orang tua di KBRI/KJRI. Teman pelajar, alumni, orang tua dan semua pihak turut membantu proses ini.

Sejak awal mengetahui berita penangkapan YU dan DP, PPI Turki terus mendesak pemerintah untuk cepat menangani kedua pelajar. Selain itu juga membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah serta para pihak terkait, demi bergandengan tangan dalam mengusahakan langkah terbaik.

"Kita belajar dari kasus HL yang kini masih ditahan. Maka untuk YU dan DP kita minta Pemerintah lebih serius. Alhamdulillah hari ini sudah ada hasilnya," tambah alumni Komunikasi Politik UI tersebut.

PPI Turki juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Turki yang telah membebaskan YU dan DP, dan berharap juga segera ada kabar baik terhadap HL yang ditangkap di kota Gaziantep, 3 Juni lalu .

"Terima kasih juga untuk teman media yang secara konsisten memberitakan dan bersama mengawal proses ini. Juga kepada publik yang bersimpati secara luar biasa. Mari terus kita kawal dan bekerjasama lebih baik. Supaya tantangan kedepan dapat kita hadapi bersama. Kita juga doakan Turki cepat pulih," pungkas Azwir Nazar.

Sementara untuk membantu meringankan beban para pelajar yang bermasalah beasiswa di Turki, PPI Turki hari ini meluncurkan gerakan #DonaturAnakBangsa sebagai bentuk kepedulian bersama dengan mengajak semua pihak ikut berperan.

"Banyak generasi bangsa Pelajar Indonesia di Turki kini mengalami musibah dan ujian. Beasiswa mereka terputus, tapi tekad melanjutkan pendidikan mereka begitu besar. Mari ulurkan tangan kita meringankan beban mereka dengan menjadi Donatur Anak Bangsa." tutur Azwir Nazar. (pw)

Sampaikan donasi Anda melalui BCA KCP Riau 0860561191 a.n Meida Adlina (Bendum PPI Turki).

Demikian pernyataan ini untuk menjawab berbagai pertanyaan teman media.
Terima Kasih.

Pengurus PPI Turki

Azwir Nazar (Ketua Umum)
+905535533814 (WA/+6282166319820

Ongky Duta Pratama (Sekretaris Umum)
+90 541 847 6254

#PPITurkiPeduli #DonaturAnakBangsa

WhatsApp-Image-20160715

11 Juli

WhatsApp-Image-20160703

Liputan Turki, Bom bunuh diri kembali terjadi di Istanbul, Selasa 28/06/16 pukul 21.40 waktu setempat, Kali ini sasarannya adalah bandara terbesar di Turki yaitu Ataturk Airport. Media setempat melaporkan bom beruntun tersebut terjadi di 3 titik, yaitu di terminal internasional keberangkatan, terminal internasional kedatangan, dan di parkiran bandara.

Sebelumnya juga sempat terjadi baku tembak antara polisi dengan pelaku yang menerobos lewat pintu kedatangan yang mendekati X-Ray lalu meledakkan diri.

Pihak berwenang menyebutkan sedikitnya 38 orang meninggal dan 88 terluka, 2 di antaranya adalah polisi. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas teror mematikan tersebut.

Sementara ini semua penerbangan dibatalkan dan akses ke bandara ditutup. Untuk kedatangan (arrival) dialihkan ke bandara Sabiha Gohcen, di Istanbul bagian Asia, Izmir, maupun Ankara.

Kondisi pelajar Indonesia memang dua minggu ini banyak yang pulang liburan dan mudik lebaran ke Indonesia. Pada Selasa, (28/6) ada yang pulang via Royal Jordan pukul 20.30, Qatar Airlines pukul 19.35 dan Turkish Airlines pukul 02.00 (29 Juni 2016).

"Saat terjadi bom Alhamdulillah info yang kami himpun teman sudah di pesawat baik yang menggunakan Royal Jordan maupun Qatar Airlines. Sementara ada 2 pelajar yang menuju bandara via Turkish Airlines tertahan di durak (stasiun) Yeni Bosna, sekitar 2 stasiun sebelum bandara. Karena metro bawah tanah menuju airport ditutup. Kini penerbangannya di cancel," Kedua pelajar dari Ankara ini bertahan di rumah temannya di kawasan Yeni Bosna, Istanbul.

“Sejauh ini belum ada informasi adanya korban pelajar Indonesia maupun WNI. Kita terus berkomunikasi dengan teman yang berada di Turki untuk update informasi. Sebagian besar pelajar sudah berada di Indonesia karena summer break. Ada juga teman pelajar dari negara lain katanya yang sedang dan akan transit di bandara Istanbul hari ini (29/6). Kita terus berkomunikasi dan update,” tutur Azwir Nazar. (dw/df)

Mohon doa semoga teman kita aman dan dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa. Amin.

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki

Azwir Nazar (Ketua Umum)

Ongki Duta Pratama (Sekretaris Umum)

+905535533814 (Turki)

+6281932030149 (Indonesia)

Jakarta, Minggu 26/6/16 lalu PPI Dunia sukses menggelar acara silaturahmi dan buka puasa di kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Acara ini dihadiri oleh mantan koordinator PPI Dunia Ahmad Almaududy Amri periode 2014 - 2015, Ketua PPI rkrki, Ketua PPMI Saudi Arabia, Ketua PPI Italia, Koordinator Biro Pers PPI Dunia, Alumni PPI dunia dari berbagai kawasan dan Perwakilan BEM di Indonesia.

Acara Silaturahmi ini diawali dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Koordinator Biro Pers PPI Dunia 2015 - 2016 Dewi Anggrayni. Menurutnya, acara ini digelar bertujuan untuk menguatkan silahturahmi PPI Dunia dengan PPI Negara, alumni dan juga Dewan Presidium yang selama ini melakukan komunikasi dan koordinasi melalui media sosial saja.

"Silaturahmi ini bertujuan untuk menguatkan hubungan PPI Dunia dengan PPI negara, alumni dan juga Dewan Presidium. Selama ini komunikasi dan koordinasi dilakukan by online dan saat inilah moment yang pas untuk berkumpul untuk lebih mengenal satu sama lain, dan kenapa di RRI, karena RRI telah menjadi mitra selama beberapa tahun terakhir memublikasikan aktifitas PPI Negara anggota PPI Dunia," ucap Dewi.

Rangkaian kegiatan silahturahmi dimulai dengan sosialisasi simposium internasional yang akan berlangsung juli mendatang oleh perwakilan panitia SI Cairo, Ahmad Bayhaki.

"Pertemuan yang sangat bermanfaat dan mendambah ilmu. Acara seperti ini dipertahankan dan lebih diaktifkan lagi forum diskusinya," Ucap Bayhaki.

Live ON AIR

Acara buka puasa ini juga disiarkan langsung melalui siaran Kampung Halaman RRI yang diisi oleh perwakilan Dewan Presidum periode 2015-2016 Imam Khairul Annas dan Dewi Anggrayni, Dhafi Iskandar Alumni PPI Dunia dan perwakilan PPI Negara Intan Irani PPI Italia, Padma Nabhan PPI India, Ahmad Bayhaqi Maskum PPMI Mesir.

Selanjutnya perwakilan alumni mengisi acara dengan bedah buku yang berjudul “Dari Kami untuk Negeri”. Buku karya Dewan Presidium PPI Dunia periode 2014 - 2015 ini dipaparkan singkat oleh Ahmad AlMaududy Amri.

"Buku ini berawal dari simposium di Jepang pada tahun 2014, kami dari perwakilan PPI Dunia berinisiatif untuk menuliskan kisah kami selama berkuliah di luar negeri sebagai kontribusi untuk bangsa untuk menyemangati teman-teman di Indonesia yang ingin berkuliah di luar negeri," jelas Dudy.

Dudy juga memaparkan dengan singkat isi dari buku "Dari Kami untuk Negeri" yang mengisahkan pengalaman mahasiswa Indonesia yang berkuliah di luar negeri dan juga berorganisasi di waktu yang bersamaan.

"Kami mengisahkan pengalaman organisasi, tantangan kehidupan di luar, kejadian-kejadian mahasiwa indonesia di luar negeri juga tantangan perkuliahan," tutur Dudy.

Setelah pemaparan singkat oleh Dudy, acara dilanjutkan dengan bedah buku dari salah satu teman alumni PPI Dunia yang berjudul “Merangkul Beruang Merah.”

Buku Merangkul Beruang Merah mengisahkan perjalanan hidup penulis, Ade Irma Elvira tentang proses perkuliahan beliau di Rusia dimulai dari memohon restu orang tua hingga tantangan ekonomi juga akademiknya di Rusia.

"Buku ini menceritakan tentang pengalaman saya selama di Rusia, di kota Moskow yang penuh tantangan. Harapannya semoga buku ini nantinya bisa di-film kan agar dapat memotivasi dan menyemangati pemuda Indonesia untuk melanjutkan studinya," jelas Ade.

Penulis juga menambahkan kata mutiara yang ia sampaikan untuk pembaca

"Halangan dan rintangan bukanlah hal yang membatasi diri kita untuk maju"

1

Acara dilanjutkan dengan tausiah dari perwakilan PPMI Saudi Arabia , Abudzar Mandaili hingga azdan Maghrib berkumandang. Kemudian, perkenalan dari setiap peserta dan diskusi mengenai situasi terkini di Turki pasca ledakan bom di Turki. Azwir juga menggambarkan situasi singkat kehidupan mahasiswa Indonesia di Turki. Azwir, ketua PPI turki menyampaikan harapannya mengenai situasi yang sedang terjadi di sana.

"Kami memohon doa kepada teman-teman PPI Dunia, agar situasi Turki tetap stabil dan aman. Juga teman kita yang tempo hari ditangkap cepat selesai proses hukumnya," jelas Azwir.

Acara ini ditutup dengan pembahasan singkat Simposium Internasional yang akan dilaksanakan di Cairo pada tanggal 24 – 28 Juli mendatang. Besar harapan peserta juga agar acara seperti ini dapat terus dilaksanakan. (Red, Nazla, Editor, dw/df)

*Siaran tersebut bisa langsung didengarkan melalui media player di bawah ini:

⁠⁠⁠⁠

WhatsApp-Image-20160625

WhatsApp-Image-20160618

Estonia, Teknologi advanced manufacture forming merupakan teknologi perangkat kemiliteran yang mulai berkembang semenjak zaman revolusi industri sampai era-milenium. Berkembangnya teknologi memberikan peluang untuk meningkatnya kwalitas perangkat kemiliteran.

Agus Pramono Pelajar asal Indonesia di Tallinn Institute of Technology Estonia saat ini sedang fokus melakukan kajian pengembangan teknologi kemiliteran ini. Candidate PhD mechanical enginering ini berpendapat, pengembangan teknologi perangkat kemiliteran mulai berevolusi ketika ditemukanya teknologi tekanan tinggi oleh ilmuwan Russia Vladimir Segal pada tahun 1980-an yang dikenal dengan Equal Channel Angular Extrusion (ECAE).

Pada tahun 1990-an Ilmuwan Russia lainnya, Ruslan Z. Valiev menyempurnakan dan menerapkannya pada industri dengan nama Equal Channel Angular Pressing (ECAP) hingga menjadi produk perangkat militer dari senjata maupun peralatan kendaraan tempur.

Teknologi ini merupakan revolusi teknologi yang telah menyempurnakan teknologi konvensional seperti proses tempa, rolling, ekstrusi maupun drawing. Sedangkan teknologi lain Self-propagating High-temperature synthesis (SHS) yang dikembangkan oleh Alexander Merzhanov untuk melengkapi teknologi pada aplikasi yang mengarah ke aplikasi senjata dan mesiu.

Military Application

Military Application

Selain untuk Aplikasi perangkat kemiliteran di Eropa perusahaan seperti Metallicum telah mengkhususkan diri dalam logam berstruktur nano. Saat ini teridentifikasi lebih dari 100 pasar khusus untuk nano-metals dalam bidang aerospace, transportasi, peralatan medis, pengolahan produk olahraga, makanan dan bahan kimia serta bahan bahan piranti elektronik.

Menurut Agus, pada penghujung akhir tahun 1999 ilmuwan Jepang Nobuhiro Tsuji mengembangkan teknologi advanced manufacture forming serupa yaitu metode Accumulative Roll Bonding (ARB), Teknologi ini lebih efektif dan efisien karena tidak membutuhkan perangkat dan cetakan yang mahal.

“Aplikasi dari teknologi ARB lebih mengarah pada spare part body tank, pesawat tempur maupun kendaraan lapis baja berkekuatan tinggi, pada eksperimen terakhirnya,” jelas Agus yang juga merupakan ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di negara tempat Ia belajar.

Dalam temuannya Tsuji telah menggunakan bahan aluminium dan baja, hanya saja teknologi ini masih memiliki keterbatasan. Untuk menghasilkan kekuatan tinggi maka proses harus dilakukan berulang bahkan sampai puluhan kali.

Penemuan teknologi perangkat kemiliteran oleh Tsuji masih menggunakan bahan logam aluminium dan sejenisnya. Cara kerjanya dengan pengulangan roll mencapai 10 kali sedangkan untuk bahan baja industri pengulangan mencapai 16 kali.

Pada tahun 2015 Agus melalui research-nya dengan metode Repetitive Press-Roll Forming (RPRF). Cara kerja metode RPRF tidak memerlukan pengulangan hingga berulang kali.

Agus yang juga merupakan Staf Pengajar di Fakultas Teknik Metalurgi Universitas Tirtayasa Banten ini sudah banyak melakukan eksperimen tentang pengembangan teknologi mulai dari ECAE, ECAP, SHS maupun ARB.

Application of SPD

“Ide RPRF diawali dari keterbatasan proses pada eksperimen ECAP, ARB dan SHS. Untuk menghasilkan kekuatan tinggi diperlukan penekanan maupun laluan siklus ekstrusi ataupun rolling berkali-kali, dengan menggunakan multiple aksial-pressing, perangkat mesin RPRF mampu mensintesa bahan logam dan komposit,” jelas pria yang hobi bermain musik ini.

Hasil dari Rancangan alat RPRF ini telah dipresentasikan di beberapa kegiatan Persatuan Pelajar Indonesia di Eropa dan Russia, diantaranya; di Helsinki pada 24 Januari 2015 dalam Forum Berbagi Ilmu yang ditayangkan secara on-line oleh PPI Finlandia, Simposium PPI Kawasan Amerika dan Eropa di Moscow, Rusia.

Menurut Agus, Indonesia perlu menetapkan secara jelas standarisasi, spesifikasi, dan perangkat kemiliteran sesuai dengan sektor pertahanan (darat, laut dan udara). Selain itu, kecakapan personil TNI berupa keahlian dalam perangkat kemiliteran perlu dimaksimalkan lagi.

Gus Pram sapaan ketua PPI Estonia ini tidak asing bagi rekan-rekan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) karena disela sela kesibukannya sebagai mahasiswa doktoral dan sebagai ketua PPI di Estonia, Gus Pram cukup aktif mengisi kegiatan-kegiatan PERMIRA.

Nordic-Baltic Simposium

Nordic-Baltic Simposium

Materi terkait teknologi hasil inovasi teknologi RPRF juga pernah disampaikan pada Konferensi Persatuan Pelajar Indonesia Nordik Baltik di Stockholm yang diselenggarakan oleh PPI Swedia pada 5 Desember 2015 lalu.

Dalam pemaparannya Gus Pram berharap agar Indonesia juga menerapkan metode RPRF untuk perangkat kemiliteran di semua sektor fabrikasi pembuatan perangkat kemiliteran.

Menurutnya hasil rekomendasi yang pernah dituangkan dalam kesepakatan pelajar-pelajar Amerika-Eropa yang berupa manivesto moskow, dalam penelusuran literaturnya teknologi Advenced Manufacture Forming akan diterapkan oleh Russia dan Negara-negara anggota NATO pada perangkat ALUTSISTA yang mulai diproduksi pada tahun 2020.

“Saya berharap Indonesia bisa menjadi negara pertama yang akan menerapkan teknologi advanced manufacture forming ini,” tutup Agus. (Red.AP, Editor Dewi)

WhatsApp-Image-20160611

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920