logo ppid

Diabetes atau yang juga dikenal sebagai kencing manis merupakan penyakit yang semakin umum di masyarakat modern ini. Berbagai faktor, termasuk gaya hidup, dapat menjadi penyebab penyakit yang satu ini. Lalu bagaimanakah pola hidup yang baik agar dapat terhindar dari diabetes? Temukan jawabannya pada siaran PPI Dunia bertema "World Diabetes Day: Healthy Life Style" dalam program Youth Forum dan KAMU (Kami yang Muda) RRI pada hari Senin, 14 November 2016 bersama Citra Aryanti (Permias Chicago) dan Adryan Fristiohady Lubis (PPI Austria).

img-20161112-wa0000

Liputan Belanda - Dalam rangka memperingati hari Pahlawan yang akan jatuh pada tanggal 10 November, PPI Wageningen akan menyelenggarakan Temp(e)tation, sebuah workshop yang mengusung tempe sebagai tema utamanya. Acara yang juga merupakan hasil kolaborasi dengan D+ dan PPI Belanda ini akan menghadirkan Wida Winarno, pendiri Indonesia Tempe Movement, M. J. Rob Nut, peneliti biofunctionality tempe, dan Herditya Harsono, pemenang Ecotrophelia 2016 yang membuat produk minuman berbahan dasar tempe sebagai pembicara.

Workshop yang juga bertujuan untuk lebih memperkenalkan tempe kepada masyarakat Belanda ini akan diselenggarakan di C214 Forum, Wageningen University pada 10 November 2016 mulai pukul 19.00-21.00 CET atau pukul 01.00-03.00 WIB dini hari tanggal 11 November. Bagi masyarakat Indonesia di luar Belanda pun dapat menyimak workshop melalui streaming pada link bit.ly/tempetation2016

final-2

 

Liputan Jerman - Prof. BJ Habibie membuka ICONIC 2016 yang diselenggarakan oleh PPI Jerman pada tanggal 29-30 Oktober 2016 lalu di Hamburg, Jerman. Acara ini memiliki tema Industrial Revival yang bertujuan untuk memacu pertumbuhan industri di Indonesia. Enam puluh (60) buah makalah mahasiswa Indonesia dalam berbagai bidang dipresentasikan selama dua hari secara paralel.

Dalam sambutannya, Prof. BJ Habibie menekankan untuk bekerja sama yang saling mendukung dan menguntungkan serta menanamkan cinta dalam setiap segi kehidupan. “Kunci kehidupan adalah cinta dalam arti yang luas, baik cinta kepada Tuhan YME, cinta kepada sesama manusia, sesama karya manusia, keluarga, pekerjaan, serta cinta kepada tugas yang diberikan,” papar beliau.

Sekretaris Direktorat Jenderal ILMATE, Ir. Hasbi Assidiq, juga turut hadir dan memberikan paparan singkat mengenai perkembangan perindustrian di Indonesia pada tahun 2016. Hari pertama kemudian ditutup dengan diskusi pararel oleh para pelajar yang sudah mengumpulkan paper masing-masing.

Pada hari kedua, Ketua Dewan Riset Nasional, Dr. Ir. Bambang Setiadi memberikan paparan mengenai peningkatan riset dan inovasi. Kemudian dilanjutkan oleh pakar ekonomi Faisal Basri, MA yang membahas mengenai akselerasi industrialisasi. Tidak ketinggalan pula Dr.rer.nat. Ahmad Saufi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin, yang turut memberikan penjelasan mengenai peranan mahasiswa Indonesia di Jerman.

Seperti yang dilansir dalam reportase PPI TV oleh Galih Bangga, konferensi ilmiah ini bertujuan untuk mempertemukan para pelajar Indonesia di seluruh dunia. Anastasya Shierly Apriliani, salah satu peserta ICONIC 2016 dari Jakarta ini menegaskan bahwa ICONIC sangat penting bagi mahasiswa karena merupakan wadah dalam menerapkan teknologi. “Ilmu yang dipelajari di universitas perlu dikembangkan, terlebih lagi dalam sektor industri,” papar Anastasya.

Selain itu, peserta dari Stuttgart, Novi Andriany, menyatakan bahwa paper yang ditampilkan menunjukkan bahwa prestasi dan kualitas mahasiswa Indonesia tidak perlu diragukan. “Keynote speaker yang hadir membuat kita aware karena kita semua bisa tahu apa yang sedang terjadi di Indonesia meskipun saat ini sedang menempuh studi di luar Indonesia,” jelas Novi.

“Semoga acara ini dapat menjadi penyemangat pemuda pemudi di Indonesia untuk berkarya dan menciptakan hal-hal yang baru,” tutup Rikza Azriyan dalam reportase PPI TV. (Red, pw)

 

Nordic Baltic Indonesian Scholar Conference (NBISC) adalah acara konferensi tahunan yang digelar oleh Perhimpunan/Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) yang berada di wilayah Nordik dan Baltik yaitu PPI Finlandia, PPI Denmark, PPI Swedia, PPI Norwegia dan PPI Estonia. Konferensi yang akan dilaksanakan untuk ketiga kalinya ini akan diadakan di Helsinki selama dua hari, yaitu pada tanggal 12 dan 13 November 2016 (Sabtu dan Minggu). Secara umum, konferensi ini bertujuan sebagai ajang bertemu dan berdiskusi antar para akademisi, peneliti, dan pelajar Indonesia yang berada di wilayah Nordik dan Baltik.

Sejarah:
NBISC pertama dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2014 di Copenhagen oleh PPI Denmark dan diresmikan oleh Bapak Bomer Pasaribu, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Denmark dan Lithuania pada masa tersebut. Secara resmi PPI Nordik Baltik terbentuk pada NBISC pertama ini.

Pada tanggal 5 Desember 2015, Nordic Baltic Indonesia Scholar Conference (NBISC) kedua digelar. Acara dibuka oleh duta besar republik Indonesia untuk Swedia, Bapak Dewa Made Juniarta Sastrawan.

Tujuan: Tujuan utama diadakannya NBISC adalah untuk memetakan sumber daya diaspora Indonesia khususnya para pelajar, akademisi, peneliti, dan profesional yang berdomisili di wilayah Nordik dan Baltik. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk bertemu, bersosialisasi, dan berdiskusi antar pelajar, akademisi, peneliti, dan profesional dari wilayah Nordik dan Baltik, sehingga mereka dapat bertukar pikiran dan memberikan saran untuk pembangunan Indonesia.
Sisi positif lain dari interaksi tersebut adalah memunculkan kerjasama dan memperkuat ikatan keilmuan antara akademisi Indonesia di wilayah Nordik dan Baltik yang topik penelitiannya berkaitan.

Tanggal dan Tempat:
12-13 November 2016

KBRI Helsinki

Kuusisaarentie 3 00340 Helsinki Finlandia

 

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai event ini, silahkan klik link di bawah ini

http://nbisc.com

Liputan Rusia, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Lasro Simbolon, secara resmi membuka acara Wonderful Indonesia di Kazan, Rusia. Acara yang diadakan hari Jumat lalu pada tanggal 14 Oktober 2016 ini berjalan lancar dan sukses.

Wonderful Indonesia mengusung tema "Wonderful Indonesia. Taste of Indonesia. A Journey to the Archipelago's Beauty Through Cuisine, Culture and Art Performances" dan didukung oleh KBRI Rusia serta Kementrian Pariwisata RI. Situs resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia melaporkan bahwa kegiatan yang digelar di Kampus Filologi Kazan Federal University ini dihadiri oleh anggota DPRD Tatarstan, Wakil Menteri Kebudayaan Tatarstan, serta sekitar lebih dari 400 mahasiswa dan masyarakat setempat.

14715050_1206377539420241_7752389764644620892_o

Kegiatan ini diselenggarakan setelah melihat antusiasme masyarakat Rusia terhadap budaya Indonesia. Besarnya antusiasme ini dibuktikan dengan suksesnya acara Wonderful Indonesia yang diselenggarakan bulan Agustus lalu oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Hermitage Garden Moscow.

“Saya sangat menjunjung tinggi kegiatan dan ide dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Rusia (PERMIRA) karena semangat merekalah Indonesia bisa di kenal masyarakat luas khususnya masrakat Rusia, kegiatan seperti ini akan lebih memperlancar hubungan bilateral kedua negara dan menjadi panduan kegaiatn-kegiatan serupa oleh masyarakat Indonesia di seluruh dunia” ujar Lasro Simbolon yang menjabat sebagai wakil duta besar Indonesia untuk Rusia yang baru dua bulan bertugas di Rusia.

14707010_1206382076086454_727723709102016943_oAcara yang mengusung tema ‘Taste of Indonesia’ ini dimeriahkan oleh musik tradisional dan pagelaran Tari Kalimantan Timur, Tari Lenggok Jakarta, Tari Bali. Selain itu terdapat juga pembacaan sajak, pencak silat, serta pembawaan lagu Rusia oleh para mahasiswa Indonesia. Kegiatan promosi budaya ini ditutup oleh suguhan gratis beragam kuliner Indonesia buatan para mahasiswa, seperti pisang goreng, sate ayam, bakso, mie goreng,nasi kuning dan makanan tradisional lainnya.

Hubungan yang baik antara Indonesia di Kota Kazan, Tatarstan ini akan berlanjut dengan rencana pagelaran Hari Budaya Indonesia di Kazan tahun 2017 serta Hari Budaya Tatarstan di Indonesia tahun 2018. Selain itu muncul keinginan kedua belah pihak untuk membangun kerja sama sister city atau kota kembar antara Republik Tatarstan dengan Daerah Istimewa Aceh. (Red, wanda / Ed, pw)

14753284_1206371272754201_5695409236671229083_o

Bangga. Itulah satu kata yang mungkin cukup menggambarkan perasaan para mahasiswa Indonesia di Rusia terhadap tanah air tercinta, Indonesia. Sebagai wujud dari rasa bangga dan cinta terhadap ibu pertiwi, PERMIRA dengan bangga mempersembahkan Wonderful Indonesia di Kazan-Rusia yang bertemakan Taste of Indonesia. Masih sama dengan acara Wonderful Indonesia sebelumnya yang juga diadakan di Rusia, tujuan utama dari acara ini adalah untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia, juga menjadi ajang promosi pariwisata Indonesia. Adapun yang lebih ditonjolkan dalam Wonderful Indonesia tahun 2016 ini adalah kuliner Indonesia, sebagaimana yang kita telah ketahui bahwa cita rasa makanan Indonesia sudah sangat digandrungi oleh orang asing sekalipun. So, save the date! Jangan sampai ketingalan:)

Informasi lebih lanjut dibawah ini,

60557

(AASN)

PPI Wageningen proudly presents Indonesian Palm Oil Symposium with topic: The Land Expansion. The symposium will be held at Hof van Wageningen hotel on Tuesday (11 October 2016).

Speakers:
- Agriculture attache of Indonesian embassy in Brussels
- Copernicus Institute for Sustainable Development (Utrecht)
- Head of Soil Museum
- Head of sustainability office (PT Sinarmas)
- WUR social and economic PhD researcher

Seats are limited! Register yourself: bit.ly/IPOS2016

Registration Deadline: 1 October 2016

ppiw

 

 

21 September ditetapkan sebagai Hari Perdamaian Dunia oleh PBB atau dikenal juga sebagai World of Peace. Tujuan utama dari peringatan ini adalah untuk lebih meningkatkan perdamaian seluruh bangsa di dunia. Tema International Day of Peace tahun ini adalah pembangunan yang berkelanjutan. Masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, pusat peringatan International Day of Peace tahun ini diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB), tepatnya di kota new york, Amerika Serikat.

 

19 September 2016, RRI Voice of Indonesia, dalam kesempatannya telah mendiskusikan mengenai International Day of Peace bersama dua pelajar Indonesia : Ginda Bastari, mahasiswa S2 jurusan Manajemen Teknologi di New York University, yang juga selaku presiden Permias New York City(NYC); dan Wandari Dessy Rosidayati, pelajar SMA tingkat 2 dikelas Bisnis di Islandia.

Di New York, terdapat berbagai kegiatan yang dilakukan dalam memperingati International Day of Peace seperti dialog religius, meditasi, pameran seni, acara musik, konferensi dan seminar pengetahuan, perkumpulan komunitas, dan masih banyak lagi. Menurut Ginda, rangkaian kegiatan ini diselenggarkan oleh PBB dalam rangka mengumpulkan masyarakat di dunia bersama-sama untuk merayakan International Day of Peace. Secara tidak langsung, juga menjadi simbolis untuk memperkuat perdamaian. Menariknya, seluruh kegiatan ini dapat diikuti secara gratis oleh seluruh masyarakat di dunia. “International Day of Peace tidak hanya ditinjau secara luas seperti menghentikan kekerasan atau menghentikan perang, tetapi terdapat makna lain secara personal yang harus diperhatikan sesederhana “peace of mind” atau perdamaian dalam pikiran masing-masing”, terang Ginda. Banyak hal yang dapat dilakukan sebagai pelajar dalam meningkatkan kesadaran publik dalam perdamaian dunia, salah satunya dengan menghargai keberagaman,dan sikap saling toleransi antar sesama umat manusia. “Kontribusi pelajar dalam meningkatkan kesadaran dalam perdamaian dunia dimulai dari keinginan untuk mengerti satu sama lain. Misalnya, sebagai pelajar Indonesia di New York, kota dengan variasi etnis yang paling beragam di seluruh dunia, kita harus bisa menghargai budaya orang lain, bukan malah memaksakan kebiasaan kita pada yang lain,”terang mahasiswa tahun terakhir di New York ini. Keberagaman etnis dan budaya di Indonesia tentunya tidak menjadi penghalang untuk menciptakan perdamaian secara nasional dalam refleksi Indonesia satu, penggunaan bahasa Indonesia. Ginda menuturkan bahwa program AKAR Permias NYC yang memiliki misi mengajarkan bahasa Indonesia pada komunitas Indonesia yang tidak mampu berbahasa Indonesia di NYC sangat diminati. Indonesia juga dapat mengambil contoh penyelenggaraan acara seperti meditasi atau dialog keagamaan di radio atau televisi. Negara Islandia adalah negara dengan indeks perdamaian yang tertinggi secara global.

“Alasan mengapa Islandia memiliki kondisi yang cukup aman dan damai terkait dengan populasinya yang cukup sedikit, etnis dan budaya tidak terlalu beragam, sehingga masyarakat cukup mudah untuk beradaptasi satu dengan lainnya. Akan tetapi, kondisi keberagaman di Indonesia seharusnya tidak menjadi sebuah halangan untuk meningkatkan indeks perdamaian,”sambung Wandari. Saat ditanyakan bagaimana harapan Ginda dan Wandari mengenai perdamaian di dunia dalam 5 tahun ke depan, mereka berharap bahwa perdamaian di dunia akan lebih baik lagi. Mereka juga berharap agar lebih banyak lagi masyarakat di dunia yang memiliki pemikiran yang terbuka, yang mana tentunya akan menjunjung tinggi harkat dan martabat yang dimiliki sesama. Baik Ginda maupun Wandari menuturkan bahwa titik awal dalam menciptakan perdamaian dunia harus di mulai dari diri sendiri. Meditasi dapat menjadi salah satu cara dalam mendamaikan hati dan pikiran. Kedamaian pribadi akan memberikan pengaruh yang signifikan dalam komunitas, dalam membangun suatu perdamaian dunia yang lebih baik.

Penulis : Citra Aryanti (PERMIAS)
Editor : Aidil Aqli Saputra Noor (PERMIRA)

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional dan Hari Kesaktian Pancasila, PPI Austria bersama dengan KBRI Wina akan menyelenggarkan Bincang Rame Komunitas Doktor + (BRKD+). Pemberian tanda + (plus) pada BRKD bermakna bahwa adanya Pembicara Tamu, yakni pakar, peneliti, ilmuwan, politikus, ataupun narasumber yang mempunyai kompetensi yang bersedia untuk menjadi pembicara pada acara ini!

BRKD+ akan dilaksanakan pada hari Minggu, 2 Oktober 2016 di KBRI wina mulai pukul 10.00 sampai dengan 16.00 CET.

 

ppi

 

 

21 September ditetapkan sebagai Hari Perdamaian Dunia oleh PBB. Sebelum merayakan Hari Perdamaian Dunia tersebut, pada tanggal 19 September 2016 akan ada siaran langsung bersama RRI Voice of Indonesia yang akan membahas tentang hari penting tersebut bersama 2 narasumber kita yang luar biasa. Jangan sampai ketinggalan ya teman-teman. Info selengkapnya dibawah ini.img_7202

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920