Categories
Eropa dan Amerika PPI Negara

Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol Novita Sari Berharap Pelajar dan Diaspora Menjadi Mesin Ekspor Nasional

Webinar PPI Spanyol dengan Atase Perdagangan Novita Sari
Peserta Webinar PPI Spanyol bersama Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol Novita Sari

Spanyol, 30 September 2020 – Ditengah tengah ketidak pastian kondisi ekonomi dunia, KBRI Madrid dan PPI Spanyol menggelar Webinar bertajuk Menjadi Pengusaha di Spanyol untuk mendorong pelajar dan diaspora Indonesia agar bisa menjadi duta promosi produk Indonesia. 

Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol, Novita Sari, mengaku bangga terhadap antusias warga untuk menumbuhkan bibit bibit entrepreneurship sekaligus berharap untuk menaikan kapasitas dan neraca ekspor Indonesia ke Spanyol.

Selain itu, lanjut Novita Sari, produk makanan justru mengalami peningkatan yang sangat signifikan dengan pertumbuhan 600%, termasuk diantaranya kopi. Momen ini seharusnya bisa dioptimalkan lebih lanjut, terutama bagi para pelaku usaha kecil dan menengah.

Tak cuma dari Novita Sari, hadir juga Kepala Indonesian Trade Promotional Centre (ITPC), Puri Listiyani dan perwakilan dari Centre for the Promotion of Imports from developing countries (CBI) Belanda, Dika Rinakuki. Dalam presentasi nya, Puri Listiyani mengatakan bahwa pihaknya akan terus membantu dan memfasilitasi pengusaha muda dalam bentuk market intelligence. Lebih lajut, Dika Rinakuki mengatakan bahwa CBI Belanda akan terus berupaya agar produk Indonesia dapat bersaing dengan produk dari negara lain.

Apresiasi terhadap acara ini juga disampaikan ketua komisi Pendidikan PPI Spanyol, Rizky Lasabuda. Sebagai pelajar Indonesia di Spanyol, dia mengaku merasa senang karena support yang diberikan KBRI Madrid kepada WNI di Spanyol sangat besar. “Semoga kedepan nya akan ada lebih banyak pengusaha muda Indonesia di Spanyol” tuturnya.

Categories
Asia dan Oseania Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara Pusat Kajian & Gerakan Timur Tengah dan Afrika

AYL Draft Resolution 2020

Ambassadors and Young Leaders Week (AYL Week) merupakan acara yang diinisiasi oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) yang merupakan wadah terbesar dalam menghimpun para pelajar Indonesia yang menempuh studi di luar negeri. Terbagi dalam 3 kawasan yang terdiri dari 57 PPI Negara, PPI Dunia mempunyai orientasi besar ke depan untuk melakukan internasionalisasi gerakan guna memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara. Utamanya dalam menyambut bonus demografi untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di masa mendatang. Untuk itu, AYL Week menjadi karya nyata PPI Dunia untuk menyambut potensi tersebut. AYL Week merupakan program rintisan pertama pada periode 2019/2020 untuk membuka visibilitas generasi milenial guna membuat sketsa masa depan Indonesia. Dengan mengusung tema “Breakthrough Against COVID-19 & Preparing Indonesian Global Emerging Leaders”, AYL Week pada tahun pertama ini berfokus melahirkan gagasan dan terobosan bernas sebagai kebangkitan nasional pasca pandemi COVID-19.

Sebagai rangkuman dari hasil webinar, kami telah membuat AYL Draft Resolution yang terdiri dari berbagai intisari dan hal penting yang dikemukakan oleh narasumber. AYL Draft Resolution disusun oleh Putri Ananda (PPI Jepang), Subhan Setowara (PPI Malaysia), dan Muhammad Kamal Ihsan (PPMI Mesir) yang diulas oleh Saul Takahashi (former Deputy Head of Office at Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (UNHCR)) dan Jonathan Mills (Associate Professor at Osaka University of Economics and Law).

AYL-Draft-Resolution-23-July-2020

Categories
Asia dan Oseania Berita Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Dunia Publisher Timur Tengah dan Afrika

Lewat Sarasehan Nasional PPI Dunia 2020: Millenial Connect, PPI Dunia Publisher Terbitkan Buku Perdana

Dewasa ini, menuntut ilmu di luar negeri merupakan impian hampir seluruh anak muda Indonesia. Dari mulai para pelajar di kota-kota besar, hingga para dream catcher dari berbagai pelosok negeri, yang bahkan kota kelahirannya pun tidak terjamah oleh pemberitaan di media. Ada yang mengincar studi jenjang S1, Master, hingga Doctoral, baik melalui beasiswa maupun biaya mandiri. Perjuangan yang diwujudkan dengan berbagai cara untuk bertahan hidup di negeri orang pun tak luput dari sebuah metode untuk berdiplomasi ala-ala para pendahulu. Selaras dengan semangat dari kisah-kisah inspiratif yang sering kita dengar tentang The Founding Father of Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri. Mereka dengan gigih berusaha mengabarkan informasi-informasi penting dari luar negeri demi memantik semangat untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka di kala itu.
Beranjak dari spirit yang sama, buku ini hadir menjadi penyambung semangat bagi para generasi muda Indonesia. Demi mengajak para pemegang tampuk pimpinan indonesia di masa mendatang, untuk senantiasa berpikir dan ber-Kaizen, dalam menggali gagasan-gagasan potensial yang didapatkan oleh para pelajar Indonesia selama menjalani studi mereka di luar negeri. Dari sudut-sudut belahan bumi Amerika-Eropa, Asia-Oseania, hingga Timur Tengah dan Afrika, kisah-kisah diplomasi ala pelajar Indonesia masa kini dihimpun oleh PPI Dunia melalui buku yang berjudul Diplomasi Mahasiswa indonesia di Luar Negeri: Menggali Gagasan Potensial untuk Kemajuan Indonesia.
Buku perdana yang diterbitkan oleh PPI Dunia Publisher ini sekaligus menjadi warna tersendiri dalam perhelatan agenda Sarasehan Nasional PPI Dunia 2020: Millenial Connect yang diadakan awal tahun 2020.

Cover buku Diplomasi Mahasiswa indonesia di Luar Negeri: Menggali Gagasan Potensial untuk Kemajuan Indonesia terbitan PPI Dunia Publisher

Detail buku,
Judul: Diplomasi Mahasiswa indonesia di Luar Negeri: Menggali Gagasan Potensial untuk Kemajuan Indonesia
Tahun: 2020
No. ISBN: 978-602-5735-65-3
Jumlah halaman: 200 (0 color + 200 B/W)
Penulis: Tim Penulis PPI Dunia
Editor: Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha
Desain sampul: Sascha Putri Gumilar
Penerbit: PPI Dunia Publisher (melalui kolaborasi dengan salah satu percetakan buku indie)

Salam Perhimpunan!

PPI Dunia 2019/2020
Inovatif – Progresif – Aspiratif

Categories
Berita Eropa dan Amerika

PENGUMUMAN SURAT KEPUTUSAN KOOR. PPIDK AMEROP TTG SAE & ISASTECH ISTANBUL 2020

Salam Perhimpunan,

Salam sejahtera untuk kita semua. Merespon pandemic Covid-19 yang tidak kunjung memberikan kepastian dan perkembangan kebijakan pemerintah di Turki, Amerika dan Eropa, Indonesia, serta dunia. Maka demi keamanan dan keselamatan peserta, pembicara, delegasi, dan pihak yang terlibat, Koordinator PPIDK Amerop dan Kantor Kawasan PPIDK Amerop bersama Segenap Ketua PPI Negara Kawasan Amerika dan Eropa dan Panitia SAE dan ISASTech Istanbul 2020 memutuskan untuk melakukan perubahan pelaksanaan SAE dan membatalkan seluruh rangkaian ISASTech Istanbul 2020.

Selengkapnya kami lampirkan dalam surat di bawah.

Terimakasih atas perhatiannya. Mari tetap menaati peraturan untuk aktivitas di rumah dan menjaga diri dan keluarga kita dengan melakukan prosedur pencegahan penularan Covid-19 yang dianjurkan.

Salam Kasmaran, Salam Perhimpunan

Categories
Berita Eropa dan Amerika

PENGUMUMAN SURAT PEMBERITAHUAN DAN RELEASE PPIDK AMEROP TTG SAE & ISASTECH ISTAANBUL 2020

Salam Perhimpunan,

Salam sejahtera untuk kita semua. Merespon pandemic Covid-19 yang tidak kunjung memberikan kepastian dan perkembangan kebijakan pemerintah di Turki, Amerika dan Eropa, Indonesia, serta dunia. Maka demi keamanan dan keselamatan peserta, pembicara, delegasi, dan pihak yang terlibat, Koordinator PPIDK Amerop dan Kantor Kawasan PPIDK Amerop bersama Segenap Ketua PPI Negara Kawasan Amerika Eropa dan Panitia SAE dan ISASTech Istanbul 2020 memutuskan untuk melakukan perubahan pelaksanaan SAE dan membatalkan seluruh rangkaian ISASTech Istanbul 2020.

Selengkapnya kami lampirkan dalam surat di bawah.

Terimakasih atas perhatiannya. Mari tetap menaati peraturan untuk aktivitas di rumah dan menjaga diri serta keluarga kita dengan melakukan prosedur pencegahan penularan Covid-19 yang dianjurkan.

Salam Kasmaran, Salam Perhimpunan.

Categories
Eropa dan Amerika Pojok Opini

Covid-19 Menggerogoti Pendidikan

Hingga 13 Maret terdapat 61 negara di Afrika, Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika Utara dan Amerika Selatan yang telah mengumumkan atau menerapkan pembatasan pembelajaran sekolah dan universitas. United Nations of Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menyediakan dukungan langsung untuk seluruh negara di dunia, termasuk solusi pembelajaran jarak jauh di masa COVID-19.  Berdasarkan data yang diperoleh dari UNESCO, penutupan sekolah akan melibatkan 421.388.462 anak di dunia tidak pergi ke sekolah.

Di Indonesia,  sejak diberlakukannya social distancing. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mendukung kebijakan pemerintah daerah untuk meliburkan sekolah-sekolah di daerahnya. Selain itu Nadiem juga meniadakan UN tahun ini, meniadakan ujian sekolah, bahkan membuat aturan khusus terkait kenaikan kelas dan penerimaan siswa baru sekolah. Hal ini dilakukan untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

Semua lembaga pendidikan di semua jenjang pendidikan serempak memberlakukan kelas online, begitupun di Universitas. Langkah ini tentu bagus sekali, hanya pemerintah tetap perlu melakukan pengawasan terhadap keberlangsungan belajar di rumah, apakah efektif dan berhasil atau tidak.

Jika kita petakan secara geografis maka wilayah Indonesia berdasarkan kategorinya terbagi menjadi dua wilayah, wilayah perkotaan dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Permasalahan proses belajar di sekolah perkotaan seperti kendala jaringan website, teknologi yang tidak memadai, lemah sinyal, juga biaya paket internet perlu ditinjau. Lalu apakah orang tua anak murid benar-benar membantu proses belajar anaknya di rumah. Jangan-jangan anak malah lebih sering memainkan game online-nya ketimbang mengikuti proses pembelajaran di kelas online.

Lalu bagaimana dengan anak murid yang tinggal di desa, di daerah 3T. Anak-anak yang tidak memiliki fasilitas teknologi dan jaringan, memiliki fasilitas buku sedikit, belum juga orang tua mereka yang kebanyakan tidak tertarik dengan pendidikan sehingga tidak acuh terhadap proses belajar anaknya di rumah. Orang tua yang lebih menyukai anaknya membantu mereka di ladang dan kebun daripada bersekolah. Ketidakadaan fasilitas membuat anak-anak yang tinggal di wilayah dalam lebih rentan mengalami putus belajar.

Yang disebutkan di atas adalah sekelumit permasalahan yang perlu diperhatikan pemerintah, yaitu tentang kekhawatiran ketidakberhasilan proses pembelajaran online selama karantina COVID-19 baik di kota maupun di daerah 3T. Hal ini tentu harus segera ditinjau dan dibenahi agar tidak berdampak panjang. Siswa yang harus tertunda proses pembelajarannya akibat penutupan sekolah akan mengalami trauma psikologis dan mengalami demotivasi belajar.

Untuk itu diperlukan sebuah kebijakan lebih lanjut dari pihak pemerintah baik pusat maupun daerah untuk memonitoring kegiatan belajar mengajar di rumah dan memikirkan strategi khusus yang mengikat orang tua terlibat aktif dalam proses belajar di rumah. Pemerintah juga perlu memfasilitasi buku pelajaran dan buku bacaan tambahan untuk anak terlebih untuk mereka yang tinggal di wilayah 3T.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu beradaptasi dengan dampak pandemi ini, terutama dalam reformasi pendidikan. Dengan pengelolaan yang baik Indonesia akan tetap dapat mendidik generasi emasnya dan meneruskan mimpinya menjadi negara maju.

Penulis: Sunarto Natsir, Education Management Anadolu University. Turki

Editor: Nuansa Garini, Mass Media, Pusat Media dan Komunikasi, PPI Dunia 2019/2020

Categories
Berita Eropa dan Amerika PPI Dunia

Catatan Serbia Sabriana

Berbicara mengenai negara Serbia, masih termasuk asing di telinga apalagi sebagai destinasi melanjutkan studi. Namun tidak bagi Sabriana, Seorang mahasiswi jurusan Ilmu Keamanan pada Fakultas Keamanan (Fakultet Bezbednosti) Universitas Beograd memang telah merencanakan untuk melanjutkan studi di negara yang masih belum umum bagi pelajar Indonesia untuk  melanjutkan studi di luar negeri. Pada tahun 2013, keinginan Sabriana tersebut menjadi kenyataan saat beasiswa dari pemerintah Serbia (World in Serbia/ Svet u Srbiji) menerimanya sebagai salah satu peserta dari Indonesia. Dalam perjalanannya sebagai mahasiswi, Sabriana juga kerap traveling ke berbagai kota di Serbia serta negara-negara lainnya, bertemu dan bergaul dengan berbagai penduduk lokal. Hal ini kerap dijadikan sebagai catatan sehari-harinya. Catatan tersebut kemudian dikompilasi menjadi sebuah buku.

Pada Januari 2019, buku pertamanya yang berjudul Catatan Serbia Sabriana terbit di Indonesia. Buku setebal 300-an halaman tersebut berkisah mengenai berbagai pengalaman traveling, tantangan kuliah yang dihadapi, termasuk berbagai perspektif yang dimiliki dalam proses bergaul dan melihat berbagai tempat di Serbia maupun luar Serbia. Berbagai pengalaman dari yang menyenangkan maupun yang tidak pun  tertuang lengkap kisahnya dalam buku tersebut.

Buku Catatan Serbia Sabriana juga masuk dalam Islamic Book fair tahun 2019 di Indonesia dan masyarakat Serbia pun merespon dengan baik melalui penyelenggaraan meet and greet yang di lakukan di Perpustakaan Kota Beograd, Serbia. Penyelenggaraan meet and greet tersebut diadakan melalui kerja sama sebuah organisasi Persahabatan Serbia-Indonesia bernama Nusantara dengan Perpustakaan Kota Beograd.

Dalam acara meet and greet tersebut, Ikatan Pelajar Indonesia di Serbia (KERIS) juga terlibat dengan turut hadir dan menampilkan beberapa lagu berbahasa Serbia. Ketua Keris periode 2018-2019, Azri Dhiyaul Putra (Mahasiwa S1 jurusal Multimedia) memberikan pidato sambutan dalam bahasa Serbia. Kemudian anggota KERIS lainnya seperti Anita Puji Lestari (Mahasiswi S1 jurusan Hubungan Internasional, Universitas Beograd), Navira Shandra Prastiwi (Mahasiswi S1, jurusan Teknik Kimia, Universitas Beograd) serta Willyam Noveri (Mahasiswa S1 Multimedia) turut terlibat dengan menyanyikan beberapa lagu berbahasa Serbia yng diiringi gitar. Sedangkan Sabriana sendiri mempresentasikan isi bukunya dalam bahasa Serbia. Selain sebagai Mahasiswi, Sabriana juga seorang ventriloquist yang gemar menirukan suara anak kecil dalam wujud boneka yang ia namakan Sabrina. Si Boneka Sabrina turut dihadirkan dalam presentasinya dan kerap membuat penonton tertarik.

          Meskipun buku Catatan Serbia Sabriana masih dalam berbahasa Indonesia, namun antusiasme masyarakat Serbia tetap tidak terbantahkan untuk segera membacanya. Saat ini, buku tersebut masih dalam proses penerjemahan ke dalam bahasa Serbia dan dalam waktu dekat akan dipasarkan di toko-toko buku di Indonesia. Buku ini menjadi buku pertama mengenai Serbia yang ditulis oleh mahasiswi Indonesia yang studi di negara Balkan tersebut.

          Tidak lupa, Pandu Utama Manggala (Koordinator PPI Dunia 2017-2018) serta Ahmad Almaududy Amri (Diplomat RI dan juga Koordinator PPI Dunia 2014-2015) juga memberikan kata pengantar yang tertuang dalam buku Sabriana tersebut.

Tertarik menyelami petualangan Sabriana di Serbia? Menyelami berbagai kota serta membayangkan bagaimana tantangan kuliah yang dialami Sabriana di Serbia? Jangan lupa baca bukunya ya!

NB: Terlampir artikel mengenai buku Catatan Serbia Sabriana dalam bahasa Inggris dan Serbia.

http://www.nusantara.rs/vesti_celeE.php?id=194

https://www.travelmagazine.rs/putopisi-beleske-jedne-indonezanke-o-srbiji/


Categories
Eropa dan Amerika PPI Negara

Press Release Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2019: Embracing Indonesia Resilience 2045

Para Peserta dan Pembicara ISIC 19th

Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2019 mengusung tema utama Embracing Indonesia Resilience 2045: A triple-helix approach of economic, social and infrastructure developments from Indonesia-UK perspective”. ISIC sendiri merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris (PPI UK). ISIC menjadi kesempatan bagi akademisi, kalangan praktisi dan profesional Indonesia di  kancah internasional untuk berbagi ide dan membangun kolaborasi. Tahun ini, 19th ISIC diselenggarakan tanggal 22 – 23 Juni 2019 di University of Nottingham. Acara dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya dan Irlandia, Dr. Rizal Sukma, dan Vice Chancellor University of Nottingham, Prof. Shearer West. Dr. Rizal Sukma menjabarkan bahwa ISIC merupakan kegiatan besar yang memberikan manfaat kepada segenap pelajar Indonesia di Inggris dan negara lainnya. Prof. Shearer West menekankan bahwa kerjasama University of Nottingham dengan 19th ISIC dari PPI UK merupakan salah satu bentuk dukungan dan kerjasama antara Inggris dan Indonesia dalam membangun resiliensi Indonesia 2045 melalui pendekatan triple-helix. Sebagai student-led-activity, kepanitiaan ISIC beranggotakan para pelajar dan peneliti dari berbagai universitas se-Inggris Raya. Lury Sofyan, selaku ketua Panitia dari 19th ISIC menjelaskan bahwa 19th ISIC merupakan kesempatan untuk menyongsong momentum Indonesia emas, sehingga seluruh komponen bangsa terutama pemerintah, akademisi dan industri perlu meningkatkan kolaborasi untuk mendorong inovasi dan kerja nyata bagi Indonesia.

Pembukaan ISIC 19th oleh Dubes RI untuk Inggris, Dr. Rizal Sukma

Pada 19th ISIC, lebih dari 100 peserta dari beberapa universitas di Indonesia dan Inggris menghadiri beragam sesi selama dua hari. 27 pembicara yang berasal dari beragam latar belakang dan bidang keahlian mengisi dua sesi plenary dan 12 sesi paralel. Komite tim ilmiah yang diketuai oleh Wahyudin P. Syam melalui peer-review telah memilih 76 tulisan ilmiah terbaik dari 235 jumlah total yang diterima tim panitia Call for Paper. Dari 18 tulisan terbaik, ada delapan yang dipresentasikan dan jumlah peserta poster presentation mencapai 40. Angga Fauzan, Koordinator tim Eksternal menyampaikan bahwa antusiasme peserta ISIC tahun ini sangat tinggi. Pendaftar general participant dan submission paper meningkat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Panitia menerima 235 paper dari delapan  negara. 225 paper berasal dari lembaga universitas dan sepuluh lainnya berasal dari industri perusahaan, institusi  pemerintahan maupun lembaga riset. Tidak hanya peserta Call for Paper yang menunjukkan animo tinggi, panitia sempat membuat skema waiting list untuk pihak yang mendaftar sebagai general participants.

Persembahan tari Paduppa dari Makassar pada sesi Gala Dinner oleh PPI Nottingham

Kegiatan tanggal 22 Juni dimulai dengan sesi plenary oleh beberapa pembicara kunci mengenai berbagai perspektif landasan dari tema utama, seperti Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti yang memaparkan mengenai rencana jangka panjang pendidikan tinggi. Beliau mengatakan bahwa pendidikan tinggi merupakan salah satu pondasi penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia sehingga mereka mampu beradaptasi dengan rencana pembangunan Indonesia demi mencapai resilien 2045. Beliau menyatakan bahwa, “…the role of education is to escape middle income…by improving competitiveness and increasing people’s prosperity through higher education”. Lely Pelitasari Soebekty SP., ME., Wakil Ketua Ombudsman RI pun menyampaikan topik mengenai peran pemerintah dan governance urgency dalam mempersiapkan 2045 bagi Indonesia, terutama dari sisi aspek penyedia public services atau pelayanan publik yang berintegritas. Ombudsman ada untuk mengawasi bahwa good governance dilaksanakan dengan baik oleh pihak-pihak yang terlibat, “to achieve good governance and good public service in Indonesia, we need to start now, we need to start from ourselves,…. Integrity is all”.

Salah satu sesi Parallel Session pada 19th ISIC tentang Science Acceleration and Translation

Rangkaian ISIC pun memiliki 12 parallel session dengan tema yang meliputi  pendidikan dasar, perkembangan ilmu pengetahuan, keberlanjutan lingkungan, korupsi dan kemiskinan, sistem kesehatan, manajemen bencana alam, transportasi, ekonomi kreatif, hingga Big Data. Seluruh tema penting tersebut menjadi lebih menarik dengan pemaparan dari para pembicara yang berasal dari berbagai sektor. Dalam sesi ini, para peserta dapat mendengarkan penjelasan para narasumber sekaligus berdiskusi secara langsung dengan mereka, seperti diskusi dalam sesi kesehatan bersama Prof. Ali Ghufron Mukti dan Dr. Dono Widiatmoko, yang membahas mengenai perbandingan sistem asuransi kesehatan di Inggris dan Indonesia, “NHS yang telah mapan secara sistem pun tidak lepas dari perubahan dan adaptasi, sehingga BPJS pun perlu dipandang sebagai proses perubahan dan adaptasi menuju sistem yang dapat meningkatkan aksesibilitas kesehatan yang lebih merata”. Di setiap sesi paralel, peserta oral presentation yang merupakan peneliti dari bermacam-macam latar belakang, baik pelajar, akademisi, maupun kaum professional mendapat masukan yang berguna bagi perkembangan riset mereka dari pembicara utama di masing-masing sesi. Mengingat pentingnya acara ini, Revian Wirabuana, General Secretary dari 19th ISIC mempersiapkan student convention ini dengan sebaik-baiknya sejak akhir tahun 2018.

Pada acara penutupan yang merupakan kegiatan terakhir dalam rangkaian ISIC 19th dan dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Aminudin Aziz, dilakukan pemberian penghargaan kepada dua peserta terbaik di tiap kategori oral dan poster Presentation. Pemenang kategori Best Oral Presentation adalah tim yang beranggotakan Yoni Atma, Hanifah Nurul Lioe, Endang Prangdimurti, Hermawan Seftiono, Moh. Taufik, Dita Fitriani, dan Apon Zaenal Mustopa dengan penelitian berjudul “Gelatin Hydrolysate from Bone of Indonesian Pangasius Catfish (Pangasius Sutchl) as Dipeptidyl Peptidase IV (DPP-IV) inhibitor for Anti-diabetes”; dan tim I Nyoman Gede Maha Putra dan Ida Bagus Gede Parama Putra dengan “Reinventing Place-Identity and Embracing New Economic Opportunities”. Kategori Best Poster Presentation dimenangkan oleh tim Muhammad Riyansyah, Pratama Budi Wijayanto, Bambang Riyanto Trilaksono, Seno Adi Putra, Dina Shona Laila dengan “Real-time Bridge dynamic Response: Bridge Condition Assessment and Early Warning System”. Pemenang lain di kategori ini adalah Amaliyah dengan “Analysing Fraud Causes: Individual or organization Culture”. Head of Operational dari 19th ISIC, Teguh Adinugroho,  mengatakan bahwa dukungan dari University of Nottingham memegang peranan penting dalam kegiatan ini, misalnya untuk memfasilitasi berbagai ruangan hingga konsumsi selama berlangsungnya penyelenggaraan acara. Ekawati Sudjono, Head of Program of 19th ISIC menyebutkan beberapa elemen penting yang turut mendukung suksesnya kegiatan ini selain KBRI dan PPI UK adalah Persatuan Pelajar Indonesia Nottingham (PPI Nottingham), Keluarga Islam Indonesia Britania Raya (KIBAR), Lingkar Studi Papua (LSP), Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), dan Nusantara Innovation Forum (NIF). Selain itu kolaborasi antara Dr Bagus Muljadi selaku Director of the Indonesia Doctoral Training Partnership (IDTP), University of Nottingham dan Jason Feehily selaku Director of Knowledge Exchange Asia, University of Nottingham dalam mendukung penyelenggaran the 19th ISIC sangat patut untuk diberi apresiasi yang tinggi. Hal lain yang sangat penting untuk digarisbawahi dan selayaknya diteruskan dalam penyelenggaraan ISIC berikutnya adalah 19th ISIC menggandeng beberapa jurnal yang sudah memiliki indeks scopus untuk menerbitkan tulisan ilmiah terbaik dalam ajang ini dan menerbitkan e-prosiding yang memiliki ISSN.

Lury Sofyan,
Ketua Panitia 19th ISIC PPI-UK

Categories
Eropa dan Amerika PPI Dunia PPI Negara

Elbrus: Kegiatan Berbagi Ilmu dan Mengenal Lebih Dekat PPI Negara di Wilayah Amerika & Eropa

Elbrus merupakan singkatan dari Elaborasi dan Edukasi dan dicetuskan oleh koordinator PPI kawasan Amerika & Eropa, Tubagus Aryandi Gunawan sebagai kelanjutan dari program di periode sebelumnya bernama Sharing Session. Terinspirasi dari nama gunung tertinggi di wilayah Eropa yang berlokasi di Rusia, Elbrus diharapkan bisa menjadi tempat berbagi ilmu tidak hanya untuk pelajar di kawasan Amerika & Eropa tetapi juga untuk seluruh pelajar Indonesia pada umumnya. Program Elbrus yang terlaksana pertama kali di bulan November 2018 ini mengupas berbagai hal mulai dari tips dan trik terkait edukasi, pengalaman berkuliah dengan bahasa lokal, dan program-program mengenal lebih dekat PPI negara. Semua program tersebut dibawakan oleh para pelajar yang belajar di kawasan Amerika & Eropa.

Dikoordinasi oleh Betharie Cendera Arrahmani dari PPI Jerman dan Radita Liem dari PPI Estonia, Elbrus hadir setiap satu hingga dua minggu sekali dengan durasi berkisar satu jam. Elbrus sendiri sudah berganti format beberapa kali, pertama dengan menggunakan layanan telepon & presentasi online, Zoom dan kemudian berganti menggunakan Youtube Live hingga pada akhirnya terus konsisten menggunakan Instagram live milik akun PPI kawasan Amerika Eropa (https://www.instagram.com/ppiamerop/). Platform Instagram dipilih karena popularitasnya di kalangan anak muda Indonesia dan diharapkan bisa meraih banyak penonton yang tertarik untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan terkait kehidupan pelajar di kawasan Amerika & Eropa. Interaksi dan pertanyaan langsung dari penonton Instagram Live adalah bagian yang tidak bisa terlepaskan di setiap acara Elbrus.

Beberapa poster kegiatan Elbrus yang pernah diadakan

Sejauh ini, sudah melibatkan 20 negara di kawasan PPI Amerika & Eropa sebagai narasumber dan juga bintang tamu. Latar belakang narasumber berasal dari berbagai macam jenjang pendidikan mulai dari S1 hingga mahasiswa doktoral dan juga berasal dari berbagai macam program studi seperti sejarah, kedokteran, pendidikan jasmani, teknik, dan banyak lagi. Jumlah narasumber juga bervariasi dengan narasumber terbanyak berjumlah empat orang di program Elbrus yang berjudul “Kuliah Pakai Bahasa Lokal, Siapa Takut”. Keempat narasumber dari berbagai PPI Negara yang perkuliahannya menggunakan bahasa lokal membagikan pengalaman unik mereka menguasai bahasa asing ketiga atau keempat mereka untuk berkuliah. Acara Elbrus terakhir di periode 2018/2019 akan ditutup oleh PPI Azerbaijan membagikan pengalaman berkuliah di negara Azerbaijan yang jarang terdengar namanya di Indonesia.

Program yang baru dimulai akhir tahun 2018 cukup meninggalkan banyak kesan untuk pengikut akun Instagram PPI kawasan Amerika & Eropa. Survei terhadap kinerja program yang diselenggarakan menyebutkan bahwa konten pengembangan diri merupakan topik yang ingin lebih banyak dimunculkan ke depannya. Walaupun masa kepengurusan Elbrus akan segera berakhir, tim Elbrus tetap semangat untuk terus meningkatkan kualitas dan menyiapkan evaluasi supaya dapat diteruskan di periode kepengurusan PPI Kawasan Amerika & Eropa berikutnya. “Saya berharap Elbrus dapat menjangkau lebih banyak teman-teman pelajar di seluruh kawasan Amerika & dan Eropa untuk tertarik mengikuti kegiatan dari PPI” demikian penjelasan Betharie selaku penanggung jawab utama program Elbrus.

Categories
Berita Eropa dan Amerika PPI Negara

Pengumuman Relawan Narasumber dan Dokumentator Ruang Berbagi Ilmu x PPI Dunia dan PPI Belanda 2019

Salam perhimpunan untuk seluruh calon relawan!

Di Tahun 2019 ini, PPI Dunia bekerjasama dengan PPI Belanda kembali menggandeng Ruang Berbagi Ilmu untuk mengadakan kolaborasi baik dengan tujuan menumbuhkan gerakan Pendidikan yang positif di daerah-daerah di Indonesia. Dengan semangat mengajak kembali seluruh insan cendekia untuk berbagi ilmu yang sudah dimiliki kepada guru-guru di daerah, kami membuka kesempatan untuk berkontribusi di 5 daerah sebagai berikut:

1. Salatiga

2. Jailolo, Halmahera Barat

3. Toraja

4. Tulin Onsoi

5. Wilayah 1 Nunukan

Kemudian, berdasarkan formulir yang sudah diisi oleh seluruh calon relawan, berikut ini kami umumkan nama-nama relawan yang terpilih untuk mengikuti kegiatan RuBI x PPI Dunia dan PPI Belanda. Yuk cek segera, jika ada nama kamu di dalam daftar ini, ayo kita bersiap-siap!

A. Relawan Narasumber

Nama Lokasi Materi
Rathasya Marvelarani Halmahera Barat Motivasi guru
Yovian Halmahera Barat Motivasi guru
Gufran Usman Halmahera Barat Motivasi guru
Anggriawan Sugianto Halmahera Barat MBK Paud
Hotgantina Sinaga Halmahera Barat MBK Paud
Fitri Dianasari Halmahera Barat MBK Sains
Darius Arkwright Halmahera Barat MBK Sains
Ilona Christina Kakerissa Halmahera Barat MBK Sains
James Frederich Kurnia Jaya Toraja MBK Bahasa
Dona Niagara Dinata Toraja MBK Bahasa
Dian Sulistiani Toraja MBK Matematika
Angginta Ramdani Ibrahim Toraja MBK Matematika
Alfi Syukrina Amir Toraja MBK IPA
Andari Puji Astuti Toraja MBK IPA
Sri Utami Rustam Toraja MBK IPA
Sonny Satriyono Edi Wibowo Toraja Disiplin Positif
Piala Agellery Toraja Disiplin Positif
Dorothea Andang Kadembo Toraja Disiplin Positif
Sherlinda Octa Yuniarsa Toraja Motivasi guru
Daeff Bisri Zulkarnain Toraja Motivasi guru
Citra Wulandari Palangan Toraja Motivasi guru
Adrea Rosita Tulin Onsoi Konseling
Alinda Putri Dewanti Tulin Onsoi Konseling
Azmi Nisrina Umayah Tulin Onsoi Konseling
Aridanto Tulin Onsoi MBK Matematika
Andina Nabila Irvani Tulin Onsoi MBK Matematika
Asri Pratitis Tulin Onsoi MBK Bahasa
Ninette Putri Mustika Tulin Onsoi MBK Bahasa
Meysella Anugrah Asih Purwadhi Tulin Onsoi MBK IPA
Nurnita Yanuaris Tulin Onsoi MBK IPA
Indra Wahyudin Nunukan Konseling
Yuliana Bastini Nunukan Konseling
Kurniawan Taufiq Kadafi Nunukan Menulis
Samudra Eka Cipta Nunukan Menulis
Tentrem Restu Werdhani Nunukan Menulis
Malik Akbar Mulki Rahman Nunukan Menulis
Astria Eka Santi Salatiga Psikologi Anak – Deteksi ABK
Retno Wulandari Salatiga Psikologi Anak – Deteksi ABK
Riskia Murad Salatiga Psikologi Anak – Deteksi ABK
Veva lenawaty Salatiga Manajemen Kelas Inklusif
Mahayu Ismaniar Salatiga Manajemen Kelas Inklusif
Afriza Firlana Ghany Salatiga Brain Based Teaching
Tanti Sugiharti Singgih Salatiga Manajemen Kelas Inklusif
Lisa Sunaryo Putri Salatiga Metode Belajar Kreatif
Agung Nugroho Adi Salatiga Metode Belajar Kreatif
Mariska Nurwulandari Salatiga Metode Belajar Kreatif

B. Relawan Dokumentasi

Nama Lokasi
Hardian Cahya Wicaksono Tulin Onsoi
Zakia Ayu Alvita Abidin Putri Tulin Onsoi
Alif Nur Ramadhan Tulin Onsoi
Tiara bambang ginanti Nunukan
Tri Ambarwati Nunukan
Desi Ike Sari Nunukan
Khorido Hidayat Halmahera Barat
Chintya Wintari Noor Halmahera Barat
Anggi Tri Damayanti Halmahera Barat
Diaz krisnayoga Halmahera Barat
Enjang Nurdiansyah Halmahera Barat
Zulyamin Kimo Toraja
Shinta armeilia Toraja
NUR IQBAL Toraja
DONI hanafi Adnand Toraja
Fitrawan Mufly Haskari Toraja
Supriadi Toraja
Wahyu Prakoso Salatiga
Ferry Dwi Winata Salatiga
Aryo Saptono Bayu Aji Salatiga
Moch Fachrish Rizha H Salatiga
didi mugitriman Salatiga

Selanjutnya, kami ingin menginformasikan tentang kegiatan selanjutnya berkaitan dengan Ruang Berbagi Ilmu. Kegiatan Ruang Berbagi Ilmu berikutnya:

1. Jelajah Rubi

22 – 23 juni 2019

Di GOR Bulungan, Jakarta Selatan

pendaftaran melalui: http://goers.co/jelajahrubi

2. Rubi Kaimana

Dengan tema “Guru adalah Sahabat Siswa”.

Pendaftaran ditutup tanggal 13 Juni 2019.

Pelaksanaan tanggal 18-20 Juli 2019.

Link pendaftaran:

https://rubimandirikaimana.typeform.com/to/NDHhtE

Sekian dari kami, sampai jumpa di lokasi pelaksanaan!

Salam hangat,

Tim Rekrutmen RuBI x PPID dan PPIB 2019

Page 1 of 15
1 2 3 15