logo ppid

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) kembali menggelar kongres ke-7 untuk membahas beberapa agenda penting meliputi pembahasan Anggaran Dasar - Anggaran Rumah Tangga, Garis-garis Besar Haluan Organisasi dan pemilihan Ketua Umum PPIT. Pemilihan Ketua Umum PPIT kali ini dilakukan untuk masa kerja selama 2 tahun ke depan. Kali ini PPIT Cabang Xiamen, Fujian dipercaya menyelenggarakan perhelatan akbar Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok tersebut.

Tahun ini, PPIT menyelenggarakan Kongres Nasional di kampus Huaqiao University, Xiamen. Pembukaan kongres dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak. Pada acara ini, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Tiongkok dan merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun membuka Kongres Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok. Dalam sambutannya, Dubes menekankan pentingnya generasi muda Indonesia di Tiongkok memiliki sikap sebagai mahasiswa dari bangsa yang besar yang siap berkontribusi untuk rakyat dan negaranya.

“Indonesia perlu memanfaatkan hubungan bilateral strategis dan komprehensif dengan Tiongkok. Kedua negara ini diprediksikan akan menjadi negara besar di dunia pada dekade-dekade mendatang,” ujar mantan Duta Besar RI untuk Rusia itu.

Selain itu, ia menyebut berbagai indikator ekonomi yang positif bagi Indonesia untuk bertumbuh menjadi negara yang besar dan kuat. Faktor penting yang membuat negara menjadi besar adalah kecintaan warga negaranya akan bangsa tersebut. Inilah yang ditanamkan pada generasi muda di Tiongkok selama puluhan tahun belakangan ini. Dalam pidatonya, beliau yakin generasi muda Indonesia tetap mencintai dan menyayangi NKRI serta dalam bentuk sekecil apa pun ikut berkontribusi untuk kemajuan bangsa, rakyat, dan negaranya.

“Saya yakin mahasiswa Indonesia di Tiongkok akan berkontribusi pada hubungan antara Indonesia dan Tiongkok dan kelak setelah lulus akan menjadi ‘prime mover’ perjalanan bangsa ke depan termasuk hubungan yang saling menguntungkan dengan Tiongkok,” tutur Djauhari.

Kongres yang dibesut PPIT tersebut bertajuk “Menyongsong Inisiatif 'the Belt and Road’ untuk Pembangunan Indonesia” juga dihadiri oleh Konjen RI Guangzhou, beserta jajarannya, dan 21 perwakilan cabang PPIT yang mewakili sekitar 14.000 mahasiswa Indonesia di Tiongkok. Rangkaian kongres dan Simposium Nasional PPI Tiongkok telah mulai dilaksanakan pada tanggal 26 April hingga 29 April 2018 yang ditutup dengan Festival Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI.

Peserta resmi kongres kali ini berjumlah sekitar 100 orang merupakan perwakilan PPI Tiongkok dari 21 cabang, yakni Beijing, Changsha, Chongqing, Guangzhou, Guilin, Hangzhou, Harbin, Hefei, Hong Kong, Nanjing, Ningbo, Nanchang, Shanghai, Shenyang, Shijiazhuang, Suzhou, Tianjin, Wuhan, Wuxi, Xiamen, dan Zhengzhou.

Dalam sidang pemilihan pimpinan lembaga PPI Tiongkok, prosesi ini diawali dengan pemilihan Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), pemilihan Ketua DPO ini dilakukan setelah pengesahan pasal tentang DPO dalam konsitusi PPIT. Poin tersebut mengamatkan organisasi PPIT untuk membentuk sebuah lembaga bernama DPO yang memiliki fungsi legislasi, aspirasi dan pengawasan.

Setelah prosesi pemilihan Ketua DPO selesai, para delegasi yang hadir diberikan kesempatan untuk berdiskusi untuk menentukan seseorang yang dianggap memenuhi kriteria presyaratan calon Ketua Umum PPIT sesuai poin yang tertuang pada AD-ART. Setelah melalui sesi lobby dan diskusi, akhirnya delegasi mengajukan dua nama untuk menjadi Calon Ketua PPI Tiongkok yakni Bagas Deka (PPIT Shanghai) dan Fadlan Muzakki (PPIT Hangzhou).

Pada prosesi sidang pemilihan Ketua Umum PPI Tiongkok, Para kandidat diberikan kesempatan untuk menyampaikan Visi dan Misi serta rencana program aksi yang akan dilakukan jika terpilih nanti sebagai Ketua Umum PPIT, kedua kandidat kemudian diberikan waktu diskusi dengan para delegasi melalui sebuah sesi tanya jawab.

Setelah melalui proses diskusi dan lobby yang alot, akhirnya sidang memutuskan untuk melanjutkan tahap pemilihan Ketua Umum PPI Tiongkok, Sistem pemilihan Ketua Umum PPIT sesuai dengan amanat dalam AD-ART dilakukan melalui voting tertutup para delegasi resmi dari cabang yakni sejumlah 21 delegasi. Setelah prosesi pemungutan dan perhitungan suara berakhir, presidium sidang memutuskan Fadlan Muzakki memenangkan hasil perhitungan suara dengan perolehan 15 suara sah, sekaligus menjadikannya sebagai Ketua Umum PPI Tiongkok periode 2018-2020. Dalam pidatonya Fadlan Muzakki mengucapkan terima kasih kepada semua elemen PPIT dan pihak-pihak yang ikut dalam membesarkan PPIT. Ia menggantikan tampuk kepemimpinan di PPIT Pusat yang sebelumnya dipegang oleh Raynaldo Aprilio.

Sebagai informasi, Kota Xiamen terletak di Provinsi Fujian. Lokasi belajar bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi dengan jurusan favorit Sastra Mandarin dan Bisnis serta Perdagangan Internasional. Saat ini terdapat sekitar 400 orang mahasiswa Indonesia yg menuntut ilmu di Xiamen dan di antaranya sekitar 200 orang di Huaqiao University.

Bravo PPI Tiongkok!

Penulis
Putra Wanda
Mahasiswa Jurusan Engineering di Harbin, Tiongkok.

Delegasi ACYF 2018 (Dokumentasi Panitia)

The 3rd ASEAN-China Youth Forum 2018 diselenggarakan pada Senin 24 April 2018 di Jinan, Shandong, Tiongkok. Turut hadir dalam kegiatan tersebut mahasiswa dan mahasiswi asal ASEAN-Tiongkok dan tentunya asal Indonesia yang sedang berkuliah di negeri tirai bambu. Pembahasan dalam forum pemuda kali ini bertema inovasi dan teknologi. Pertukaran ide antara pemuda se-regional Asia Tenggara ini membangun harapan positif di tahun inovasi dan teknologi.

Shandong, sebuah provinsi tempat lahirnya banyak filsuf oriental dan sejarah peradaban, menjadi pilihan lokasi penyelenggaraan The 3rd ASEAN-China Youth Forum 2018. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang pertukaran ide dan kontribusi untuk dunia global. Nita Ongko, wakil dari Mahasiswa ASEAN, dalam forum ini menyatakan bahwa pemuda di Negara ASEAN tak hanya bisa berkontribusi untuk negaranya sendiri, tapi juga bisa berkontribusi dan bertanggung jawab untuk negara di berbagai belahan dunia. “One vision, one idea, one community for the whole word”, tutur mahasiswa asal Shandong University ini dalam pidato pembukaan ACYF 2018.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dihadiri oleh sekitar 150 delegasi. Pemuda Indonesia dari berbagai Universitas di Tiongkok seperti dari Shandong University, Beijing Jiaotong University, Harbin University, Anhui University, dan lainnya pun turut berpartisipasi dalam forum ini.

Pembahasan dalam forum kali ini terpusat pada tiga topik topik utama, yaitu terkait Innovation and Sustainable Development, Innovation and Regional Collaboration, dan Innovation and Quality of Life. Setelah pemaparan penutupan yang disampaikan oleh Prof. Xing Jiangpin menyoal ide dan inovasi, presentasi dan tanya jawab dipersilahkan.

Delegasi Indonesia pada ASEAN-China Youth Forum

Adanya forum pertukaran ide dan diskusi seperti ini, khususnya bagi para pemuda, dinilai dapat membuka pola pikir mereka dengan menghadirkan berbagai perspektif dari bidang studi yang berbeda. “Pemuda, khususnya mahasiswa Indonesia perlu terlibat aktif dalam setiap inovasi global yang ada, karena kan dari berbagai pendidikan yang berbeda bisa saling tukar ide, informasi, dan relasi" ujar Chisilia Mayangsari, Ketua PPIT (Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok) cabang Shandong 2017/2018.

Rangkaian kegiatan ACYF diakhiri oleh festival budaya. Setelah presentasi dan diskusi terkait Teknologi dan Inovasi dilaksanakan, pada sorenya semua pemuda dan peserta menikmati kegiatan Shandong University International Cultural Festival Gala. Kegiatan ini merupakan ajang penampilan budaya dari berbagai negara serta ajang networking dan sosialisasi antar peserta.

 

 

Indonesia dan Tahun Inovasi dan Teknologi

Tahun 2018 ditetapkan sebagai tahun teknologi dan Inovasi. Agenda ini memberikan motivasi tersendiri bagi akademisi, peneliti dan teknopreneur ASEAN, khususnya Indonesia. China-ASEAN Innovation Forum yang belum lama ini diadakan di Beijing dan dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan tinggi (Menristeik), Bapak Prof. Mohamad Nasir, menjadi agenda utama keseluruhan tahun Inotek, yang mana ACYF menjadi bagian yang dikhusukan untuk pemuda dalam dalam membahas isu inovasi dan teknologi.

Penulis, Annisa Dewanti Putri

Indonesia, sebagai salah satu anggota ASEAN mengambil peran yang penting sebagai Negara dalam pemanfaatan Inovasi teknologi. Salah seorang Mahasiswa asal Harbin University of Science and Technology, Putra Wanda, menyampaikan presentasinya mengenai Teknologi Inovasi untuk meningkatkan kerjasama regional. Mahasiswa doktoral jurusan Sains Komputer yang murah senyum itu menyoal pentingnya kerjasama dalam teknologi dan pengembangan ekonomi untuk meningkatkan kerjasama mutual, yaitu dengan pemanfaatan sains dan teknologi untuk mengoptimalisasikan sektor trasnportasi, energi, manufaktur, teknik informatika, dan pelayanan.

 

Penulis: Annisa Dewanti Putri (IG: @a_dewanti_p)

Mahasiswa Master of Civil Engineering, Beijing Jiaotong University, Beijing, Tiongkok. Komisi Pendidikan, PPI Dunia.

 

Editor: Nadhirariani

PPI Dunia membuka kesempatan bagi kamu yang ingin menambah pengalaman berorganisasi sebagai Panitia Pemilihan Raya (Pemira) Koordinator PPI Dunia 2018!

Posisi yang dibuka:
-Ketua Panitia
-Sekretaris dan Bendahara
-Tim Acara
-Tim Humas dan Publikasi
-Tim IT dan Design

Syarat Aplikasi:
1. Curriculum Vitae (untuk yang melamar sebagai Ketua Panitia atau Tim IT, silahkan lihat syarat lebih lanjut dalam poster di bawah ini)
2. Melampirkan surat rekomendasi yang ditandatangani ketua PPI Negara masing-masing.
3. Melampirkan tulisan (maks. 100 kata) mengenai motivasi ingin bergabung sebagai panitia PEMIRA.
4. Diprioritaskan bagi mereka yang dapat menghadiri SI Rusia.

CV dan dokumen pendukung dikirim ke email pemirappid@outlook.com (dengan subject posisi yang ingin dilamar) paling lambat tanggal 04 Mei 2018 pukul 23.59 WIB.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi email pemirappid@outlook.com

 

Pertunjukan Tari Rampai

Aligarh, sebuah kota terbesar di Uttar Pradesh yang berjarak sekitar 145 km dari ibu kota nampak begitu meriah dengan adanya Festival Budaya Wonderful Indonesia untuk pertama kalinya diadakan di Aligarh. Acara tersebut di adakan pada tanggal 24-25 maret 2018 tepatnya di Aligarh Muslim University. Menariknya, tak hanya pelajar Indonesia saja yang berpartisipasi mensukseskan acara ini, banyak pelajar asing yang juga turut bergabung sebagai volunteer dan begitu antusias menjadi bagian dari sejarah pelajar Indonesia di India dalam berkontribusi memperkenalkan Budaya Nusantara. Bahkan Perwakilan Pelajar Thailand juga menunjukan penampilan terbaiknya di atas panggung.

Dubes RI untuk India Sidharto Suryodipuro juga turut hadir dalam pembukaan acara ini. “KBRI senang sekali menjadi bagian dari upaya untuk mendukung kegiatan kawan-kawan mahasiswa. Walaupun yang pertaman, mudah-mudahan bukan yang terakhir”, tuturnya.

Attraksi Pencak Silat

Di hari pertama penonton disuguhkan dengan beberapa tarian nusantara dan pertunjukan yang mengagumkan seperti Ranup Lampuan, Rapai Atraction, Suloh, Saman, Gemu Famire, dan Pancak silat, dibawakan oleh PPI Komisariat Aligarh juga penari yang langsung didatangkan dari Sanggar Mirah Delima Universitas Almuslim – Bireun, Aceh. Ada juga pertunjukan musik. Gambang salah satu alat musik tradisional Indonesia yang dimainkan oleh Wildan Kodaris begitu menghipnotis para penonoton. Selain itu, isyarat angklung Interaktif yang juga dikonduktori oleh kang wildan sangat menarik minat para penonton, karena penonton dilibatkan dalam pertunjukan ini untuk memainkan angklung mengikuti isyarat sang konduktor untuk menghasilkan harmoni nada-nada yang Indah.

Pertunjukan tari Saman

Pertunjukan Gambang, alat musik tradisional Indonesia

Disisi lain, di Stand kuliner, PPI India dan teman-teman komisariat Aligarh juga menyajikan menu-menu khas Indonesia yang ramah di lidah masyarakat asing seperti Gado-gado, Ketupat sayur, Bakwan, Es buah, Sate, Omlet, Pisang goreng dan masih banyak lagi. “Aku tidak tahu kalo makanan Indonesia seenak ini, kalian seharusnya mengambil kesempatan ini untuk menjual makanan khas Indonesia di kantin kampus” Kata Mahwish salah satu mahasiswi di Aligarh Muslim University.

Di hari ke dua kegiatan, teman-teman dari komisariat Aligarh layaknya model professional memamerkan berbagai pakaian tradisional khas Indonesia seperti pakaian khas Bali, Melayu dan Jawa di atas panggung. Sorak kekaguman akan penampilan dari PPI komisariat membuncah di acara selanjutnya, dimana mereka menari khas Bollywood dengan sangat lincah. Selain itu, The raid sebagai salah satu film terbaik Indonesia juga di tayangkan di hari kedua.

Berbagai kegiatan dan keseruan lainnya

Pada penutupan kegiatan, Flashmob Gemu Famire adalah bagian yang terbaik dimana seluruh penonton ikut berjoget bersama. Kegiatan Festival Diakhiri dengan kemeriahan dan kebersamaan.

 

Foto bersama dalam acara Festifal Budaya Wonderful Indonesia

Sakura (桜;さくら), yang mana dalam Bahasa Inggris biasa disebut Cherry Blossom, merupakan bunga dari pohon berjenis Prunus serrulata. Jenis pohon ini tumbuh di beberapa negara di belahan bumi utara seperti Jepang, Korea, Taiwan, Iran dan bahkan di Afganistan. Jepang yang merupakan negara dengan julukan “Negeri Sakura” ini adalah negara yang di setiap kotanya selalu dipenuhi oleh bunga Sakura di musim semi. Nyaris tidak ada satu tempat pun di Jepang yang tidak ditumbuhi bunga Sakura setelah berakhirnya musim dingin. Mungkin inilah yang menyebabkan mengapa Jepang dijuluki sebagai Negeri Sakura. Sakura yang identik dengan bunga berwarna merah muda ini ternyata memiliki banyak jenis, dan yang paling populer adalah White Cherry Blossoms atau dalam Bahasa Jepang disebut Somei Yoshino.

Bunga Sakura sendiri merupakan bunga yang tidak bertahan lama dalam kondisi cuaca yang tidak stabil. Oleh karena itu, mekarnya bunga Sakura selalu menjadi sorotan penting masyarakat Jepang pada umumnya. Saat tiba musim semi, tayangan berita di Jepang berbondong-bondong memberikan penjelasan serta prediksi mekarnya bunga tersebut di setiap sudut negara Jepang lengkap dengan tanggal kemungkinan bunga ini mekar. Sekitar kurang lebih satu minggu Sakura hanya bisa bertahan. Setelah angin yang cukup kencang atau hujan lebat, bunga cantik ini akan gugur secara cepat. Hmm, cantik sih tapi tidak kuat diterpa hujan dan angin ya.

Mekarnya Sakura disambut sangat hangat oleh masyarakat Jepang dengan adanya Hanami. Mungkin bagi kalian yang mengagumi negara Jepang, tidak asing lagi mendengar kata Hanami. Ya, Hanami merupakan tradisi duduk makan bersama di bawah pohon Sakura sembari menikmati bunga yang mekar di musim semi ini. Hanami (花見;はなみ) berasal dari kata Hana (花;はな) yang berarti bunga dan Mi (見;み) berasal dari kata Mimasu yang artinya melihat. Tradisi ini sudah dijalani dari sejak periode Nara (710-794) yang mana sejak periode tersebut bunga yang pertama kali di lihat adalah Ume atau bunga dari pohon Plum. Awal mula periode Heian (794-1185), barulah masyarakat Jepang menaruh perhatian terhadap bunga Sakura.

Sejarah Hanami sendiri hingga saat ini masih banyak bersimpangan dan belum diketahui pastinya. Salah satu stasiun TV di Jepang pernah mengatakan bahwa tradisi makan dan menikmati Sakura di bawah pohonnya ada sejak zaman dimana salah seorang Raja terdahulu yang sedang melakukan perjalanan, kagum melihat bunga Sakura, dan membuatnya ingin berhenti untuk menikmati keindahan Sakura berlama-lama. Di tahun berikutnya, Raja tersebut kembali untuk melakukan Hanami. Kebiasaan tersebut hingga saat ini diikuti oleh masyarakat Jepang setiap musim semi tiba. Yang menjadi alasan masyarakat Jepang melakukan Hanami adalah karena zaman dulu mereka ingin berekreasi setelah sepanjang musim dingin mereka harus berdiam di rumah. Oleh karena itu, mereka sangat menyambut musim semi yang dianggap menjanjikan kehangatan dan keceriaan bagi masyarakat Jepang.

 

Kapan Puncak Bunga Sakura Mekar?

Bagi kalian yang ingin menikmati Sakura, tentunya kalian tidak ingin melewati mekarnya bunga tersebut ketika datang ke Jepang. Hal ini dirasakan oleh semua turis asing yang datang ke Jepang saat musim semi. Mereka berharap Sakura menjadi hal yang bisa mereka temui dan nikmati. Pada dasarnya Sakura mekar pada pertengahan April selama kurang lebih satu minggu. Tapi, untuk kalian yang datang ke Jepang lebih awal, kalian bisa mencari bunga tersebut di daerah Okinawa yang suhunya lebih hangat dari kota lain di Jepang. Selain Sakura, di Okinawa sendiri terkenal pantai yang menyediakan keindahan bagi siapapun yang menikmatinya. Nah sebaliknya, bagi kalian yang datang diantara bulan Mei-Juni, masih ada kesempatan melihat Sakura yaitu di daerah Hokkaido yang suhunya lebih dingin dari kota atau provinsi lainnnya. Tahun ini sendiri, Sakura mekar lebih awal yaitu pada akhir Maret untuk daerah Kinki (Osaka, Kyoto, Kobe, Nara, Wakayama) dan sekitarnya. Mungkin perubahan suhu bumi yang tidak seperti biasanya menjadi penyebab hal tersebut.

Cara Travelling Murah di Musim Sakura

Sakura merupakan satu hal yang dinanti banyak orang yang berkunjung ke Jepang. Tak heran, kalau musim semi merupakan puncak dimana banyak orang dari berbagai negara menghabiskan waktu di Jepang. Ini membuat Jepang harus kewalahan menerima turis asing sehingga hotel-hotel harus menaikkan harga penginapan dan rata-rata full terisi oleh para turis menjelang musim bunga Sakura. Selain hotel, tiket pesawat pun biasanya melonjak tinggi berkali-kali lipat. Untuk menghindari itu semua, ada beberapa hal yang bisa kalian lakukan diantaranya:

  1. Pesan tiket pesawat jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Hal ini sangat penting, karena kalian tidak akan bisa mendapat tiket dengan harga normal ketika musim semi tiba. Bila memang sudah bulat untuk melihat bunga Sakura, khusus pada musim ini, ada baiknya membeli tiket pesawat satu tahun sebelum kerberangkatan.
  2. Cari penginapan selain hotel dan Ryoukan (penginapan dengan gaya Jepang). Keduanya merupakan hal yang harus dihindari ketika trip pada musim Bunga Sakura, karena harganya akan melonjak tinggi apalagi untuk Ryoukan yang banyak digemari oleh para turis di setiap musimnya.
  3. Gunakan jasa perusahaan tour. Menggunakan jasa perusahaan tour terkadang bisa membuat kita harus lebih banyak mengeluarkan biaya perjalanan. Namun, untuk musim Sakura ini, terkadang banyak perusahaan tour yang menawarkan promo-promo musim Sakura. Mungkin bisa lebih murah karena mereka memesan semuanya jauh-jauh hari untuk kemudian paketnya dijual kepada wisatawan. Di sini, kalian harus memperhitungkan secara detail pengeluaran apabila seluruh perjalanan diurus sendiri dan saat menggunakan perusahaan tour.
  4. Gunakan Japan Rail (JR) Pass. Apa itu JR Pass? JR Pass merupakan tiket transportasi Jepang yang bisa kalian beli di perusahaan-perusahaan tour. Harganya variatif tergantung berapa lama kalian akan menggunakannya selama di Jepang. JR Pass ini bisa dipakai untuk semua transportasi JR (tidak untuk Subway dan perusahaan selain JR) termasuk Shinkansen. Bagi kalian yang ingin menikmati kereta dengan kecepatan 320km/h, kalian bisa gunakan Shinkansen sepuasnya menjelajahi Jepang dengan JR Pass dan pastinya ini lebih murah. Karena, jika kalian tidak menggunakan JR Pass, satu kali perjalanan bisa memakan biaya sekitar 14.450 Yen atau sekitar 1,8 juta Rupiah. Sementara harga JR Pass sendiri sekitar 29.110 Yen atau 3,7 juta Rupiah untuk tujuh hari dan bisa dipakai sepuasnya. Lebih murah bukan?

 

Spots terbaik yang wajib dikunjungi saat Hanami

Ada beberapa tempat wisata yang wajib dikunjungi untuk menikmati bunga Sakura di Jepang. Akan tetapi, tempat-tempat ini akan sangat ramai dikunjungi dari pagi sampai sore hari. Maka dari itu, bagi kalian yang ingin merasakan Hanami sembari menikmati bento (makanan bekal Jepang) di bawah pohon Sakura, kalian bisa datang pagi membawa tikar atau alas lainnya. Sambil bercanda ria bersama sahabat, bernyanyi dan bermain games. Berikut adalah tempat yang menjadi rekomendasi untuk melihat bunga Sakura:

  1. Osaka Castle (Osaka)

Osaka Castle merupakan tempat yang menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun asing untuk menikmati Bunga Sakura dengan berbagai macam jenis. Tempat ini juga merupakan tempat yang paling banyak digunakan untuk Hanami dibawah pohon Sakura. Untuk bisa sampai di Osaka Castle, kalian bisa menempuh perjalanan sekitar sebelas menit dari Stasiun Osaka.

 

 

 

  1. Sakuranomiya (Osaka)

Dari namanya saja sudah terdengar “Sakura”. Sakuranomiya merupakan salah satu tempat di Osaka yang dapat ditempuh menggunakan kereta sekitar empat menit dari stasiun Osaka dimana dipenuhi oleh Bunga Sakura berwarna merah muda yang berderet di pinggir sungai. Bersepeda dipinggir sungai sambil menikmati Bunga Sakura di sini merupakan salah satu pilihan terbaik.

  1. Maruyama Park (Kyoto)

Sakura tidak hanya bisa dinikmati ketika pagi dan siang hari saja, tetap juga malam hari. Maruyama Park ini menyajikan pertunjukkan light up pohon Sakura dimalam hari. Bisa menjadi pemandangan atau foto unik bagi kalian yang tertarik. Perjalanan menuju Maruyama Park bisa ditempuh sekitar lima belas menit dari Bus Stop di Stasiun Kyoto menggunakan bus nomor 206.

  1. Ueno Onshi Park (Tokyo)

Bagi kalian yang sedang berada di Tokyo, Ueno Onshi Park menjadi pilihan yang tepat untuk melakukan Hanami bersama keluarga atau kawan-kawan. Perjalanan menuju Ueno Onshi Park bisa ditempuh sekitar delapan menit dari stasiun Tokyo.

 

Para pencinta travelling, ada baiknya kalian mencoba berwisata Hanami ini. Selain menjadi pengalaman yang menyenangkan dan unik, kalian juga bisa merasakan kehangatan dan kegembiraan di musim semi dengan ditemani bunga-bunga Sakura yang bermekaran. Dijamin deh disetiap sudut kota di Jepang akan sangat indah untuk dipandang ataupun difoto pada musim semi. Juga jangan lupa perhitungan yang tepat dalam budget. Selamat menikmati Hanami!

 

 

Profil Penulis:

Imawati Harun Ruhyana merupakan mahasiswi tingkat akhir di Osaka University of Economics and Law jurusan Global Business dan merupakan Koordinator Kantor Komunikasi Kawasan Asia-Oseania PPI Dunia. Tidak ada blog khusus yang dapat dikunjungi, tetapi kalian bisa menikmati foto-foto di Jepang melalui instagram penulis @imawatihruhyana atau @tinggaldijepang untuk segala hal berkenaan dengan Negeri Sakura mulai dari makanan, alam dan lainnya. Serta facebook di Imawati H. Ruhyana.

Dunia perkuliahan merupakan wadah bagi mahasiswa untukss mengeksploitasi segala potensinya diberbagai interdisciplinary ilmu. Tuntutan sebagai mahasiswa yang dipredikatkan dapat menjadi agent of change dan generasi yang mempunyai peranan penting dalam proses maju dan berkembangnya suatu negara. Dari sinilah mahasiswa dituntut untuk berdiskusi dan berfikir secara kritis. Faedah dari hal tersebut adalah bagaimana mahasiswa memperoleh pengetahuan, memperbaiki teori serta memperkuat argument. Dilanjutkan dengan mengemukakan dan merumuskan pertanyaan dengan jelas serta menafsirkan informasi secara efektif dan selektif. Menurut Ennis (1962) berfikir kritis adalah kemampuan untuk berfikir jernih dan rasional yang meliputi kemampuan untuk berfikir reflektif dan independen.

Sebagai Putra-Putri Bangsa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Negeri tetangga (Malaysia) tidak lantas membuat kami apatis akan isu yang terjadi di Indonesia. Hari Kamis 12 April tepat pukul 8.30m P.M, Persatuan Pelajar Indonesia di International Islamic University Malaysia yang diketua oleh Rif’at Abdillah, melaksanakan aktifitas akademik yang sekiranya bisa membantu Indonesia dalam sumbangsih pemikiran demi kemajuan Indonesia dengan sebuah diskusi yaitu Interdisciplinary Discussion yang disampaikan oleh delapan Mahasiswa diberbagai disiplin ilmu, dimulai dari bidang Ekonomi, Politik, Hukum, Pendidikan, Komunikasi Media Massa, Teknologi, Pandangan Islam dan Psikologi.

Mengambil tema “ 2030, Indonesia Apa Kabar ” yang digadangkan didua sisi, maju dengan sistem ekonomi paling stabil di dunia atau malah collapse seperti yang dituliskan oleh P.W Singer, seorang politisi dalam novel berjudul Ghost Fleet. Sebuah prediksi dari penggambaran skenario perang Amerika dan China 2030. Walaupun kehancuran Indonesia bukan plot utama di Novel ini, akan tetapi pengaruh kutipan tersebut di Indonesia sangat menjadi menjadi viral menggingat jaman era digital berita di berbagai media sangat mudah untuk di akses.

Salah satu disiplin ilmu adalah sisi ekonomi, Saudara Ali Chamani Al Anshory memaparkan bagaimana kondisi ekonomi kita di era krisis moneter pada tahun 1997 yang dimulai dari krisis keuangan pada pemerintah Thailand dan penularan efeknya sampai ke negara-negara Asia yang lain. Indonesia adalah negara yang paling terpukul karena krisis ini tidak hanya berdampak terhadap ekonomi tetapi juga berdampak signifikan dan menyeluruh terhadap sistem politik dan keadaan sosial di Indonesia. Prediksinya lebih ke tahun 2050 oleh PWC bahwa ekonomi Indonesia akan menjadi terbesar ke 4 setelah Cina, India dan Amerika. Saudara Ali juga menambahkan bahwa itu akan terjadi kalau pertumbuhan ekonomi kita konsisten 5 % keatas continuously, dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti perang dan krisis.

Lebih dari itu masing-masing pembicara menyampaikan sikap optimis Indonesia di 2030 dapat menjadi negara kuat dari bidang politik di sistem pertahanan dan keamanaan, teknologi dengan bonus demografi dan industry revolusi 4.0, pendidikan dengan sokongan pemerintah agar menjadikan pendidikan di Indonesia unggul sesuai dengan undang-undang nomor 20 tahun 2003 menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai budaya, dan kemajemukan bangsa dengan satu kesatuan yang sistemis dengan sistem terbuka dan multimakna. Dari sisi keagamaan, ada sifat optimis atau ta’aful yang Rasulullah SAW ajarkan kepada kita agar melihat suatu hal dengan postif. Optimisme agar masyarakat Indonesia bisa aplikasikan hubbul wathan. Bagaimana institusi islam dapat membantu dan berintegrasi dalam membangun Indonesia yang lebih sinergi contohnya dengan pengembangan Komite Nasional Keuangan Syari’ah yang diketuai oleh Presiden Joko Widiod, dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional pun dengan dibarengi ilmu komunikasi bagaimana masyarakat Indonesia mampu memilih informasi yang mempunyai kredibilitas tinggi.

Berbagai manifestasi yang kami tawarkan mendapat respon dari dua Dosen yang sangat positif dengan catatan agar acara seperti ini dapat dikembangkan menjadi Forum Group Discussion dengan waktu yang kurang lebih 3 jam serta pembahasan lebih konkrit dan mendiskusikan hal-hal yang kompleks .

Penulis: Afifah Dinar, International Islamic University Malaysia, PPI Malaysia

Sumber: https://phinemo.com/wp-content/uploads/2015/07/Malaysia-tourism2.jpg

Malaysia sebagai salah satu negara yang bergabung dalam kelompok negara commenwealth (persemakmuran) baru mendeklarasikan kemerdekaanya pada tanggal 31 Agustus 1957. Meski boleh dikatakan terlambat mendeklarasikan kemerdekaannnya, namun ada upaya yang serius yang dilakukan oleh Kerajaan Malaysia untuk mengejar ketertinggalannya. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kerajaan Malaysia adalah dengan fokus membesarkan pendidikan terlebih dahulu dengan cara menyekolahkan para guru Malaysia untuk belajar ke Indonesia.

Mungkin kita pernah mendengar pada periode dekade tahun 70 dan 80-an banyak guru-guru Indonesia yang diminta mengajar di Malaysia mulai dari giru SD, SMP sampai SMA. Sementara anak-anak muda yang baru lulus sekolah menengah atas dan guru-guru muda Malaysia disekolahkan dan kuliah di beberapa universitas di Indonesia. Program ini dilakukan oleh Malaysia pada periode era tahun 70 dan 80 an. Pemberitaan Kompas pada tahun 1971 memberitakan bahwa Indonesia memberangkatkan 48 guru berijazah sarjana untuk mengajar di Malaysia. Pengiriman guru sekolah menengah ini untuk meningkatkan mutu sekolah menengah di Malaysia yang menggunakan pengantar bahasa Melayu. Tahun 1968 dikirim 44 guru dan pada 1970 sebanyak 100 guru. Setelah tiga tahun, guru-guru tersebut harus kembali ke Tanah Air karena kebutuhan guru di Indonesia belum memadai.

Selain itu, mungkin kita juga banyak mendengar dari para orang tua kita terkait banyaknya pelajar dari Malaysia di era tahun 80-an yang belajar di IKIP (sekarang Universitas Negeri) atau terkenal juga dengan istilah sekolah calon guru. Hal tersebut adalah bagian dari visi dan misi Malaysia untuk mengejar ketertinggalnnya dimana kebijakan yang dibangun adalah dengan melakukan percepatan pendidikan khususnya untuk para guru.

Kebijakan lain yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia khususnya pada era Perdana Menteri Mahatir Muhammad adalah dengan mengirimkan dan memberikan beasiswa kepada semua pelajar atau mahasiswa terbaik agar kuliah di luar negeri dan diprioritaskan adalah dari rumpun melayu. Mahasiswa terbaik tersebut ada yang dikirim ke Indonesia dan juga beberapa negara Eropa khususnya Inggis. Hasil dari kebijakan tersebut pada akhirnya dapat dirasakan saat ini. Hampir semua kampus di Malaysia di isi oleh para doktor dan profesor lulusan UK dan kampus Malaysia hampir semua bertaraf internasional serta menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa standar metode belajar sehingga tidak mengherankan apabila banyak mahasiswa dari seluruh dunia yang belajar di Malaysia. Selain itu, beberapa faktor dan pertimbangan yang menyebabkan Malaysia menjadi salah satu tempat favorit untuk kuliah adalah sebagai berikut :

1. Bahasa Inggris.

Bahasa Inggris di Malaysia menjadi bahasa kedua seteah bahasa Melayu. Anak sekolah di Malaysia sejak sekolah dasar sudah belajar bahasa inggris sehingga ketika menginjak bangku kuliah bahasa Inggris mereka sudah lancar dan fasih. Hal lain yang juga menyebabkan mereka mudah berbahasa Inggris adalah karena Malaysia adalah negara jajahan Inggris yang notabene berbahasa Inggris sehingga lidah orang Malaysia sangat familiar dengan abjad dan lapal bahasa Inggris. Di Malaysia hampir semua orang dapat berbahasa Inggris karena bahasa Inggris telah menjadi bahasa resmi kedua setelah bahasa Melayu. Tentunya hal tersebut menjadikan Malaysia memiliki nilai lebih dibandingkan negara asean lainnya.

2. Sistem Pendidikan yang memudahkan Mahasiswa.

Malaysia termasuk negara yang memiliki kurikulum pendidikan yang ramah terhadap mahasiswa. Pengertian ramah adalah mudah dan tidak membuat mahasiswwa stres. Contohnya setiap mahasiswa baik S-1, S-2 atau S-3 dapat memilih metode kuliah yang mereka imginkan, apakah full course work, course work+thesis research ataupun full research. Jadi bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan untuk menulis dan membuat riset mereka bisa memilih pola kuliah full course work. Sehingga mahasiswa dapat kuliah menyesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki.

3. Infrastruktur Kampus yang Gemilang

Apabila kita mengunjungi Malaysia khususnya Kota Kuala Lumpur untuk pertama kali maka pasti kita akan dikagetkan dengan berbagai infrastruktur yang luar biasa bagus dan keren. Pasti kita tidak menyangka bahwa infrastruktur Malaysia gradenya sudah setara dengan negara maju di eropa, mulai dari jalan hingga bangunan dan gedung. Belum lagi kampus atau universitas yang dibangun secara serius sehingga kampus menjadi tempat yang nyaman dan menggairahkan untuk dikunjungi mahasiswa.

4. Biaya Pendidikan yang Murah.

Malaysia termasuk negara yang menerapkan pola pendidikan murah khususnya untuk universitas negeri yang langsung berada dibawah pengelolaan Kerajaan Malaysia. Pihak kerajaan memberikan semacam subsidi dan bantuan khusus untuk universitas negeri sehingga hal tersebut dapat menekan biaya kuliah sehingga biaya kuliah di universitas negeri di Malaysia pasti akan lebih murah dibandingkan dengan negara lainnya, baik itu untuk S-1, S-2 ataupun S-3.

5. Transportasi Publik yang murah dan Terintegrasi.

Sejak era Perdana Menteri Mahatir Muhammad, visi yang dibangun Malaysia adalah menjadikan Malaysia negara maju pada tahun 2020 dan untuk mendukung hal tersebut di topang oleh sarana publik transportasi yang terintegrasi, canggih, mudah dan murah. Penerapan publik transportasi yang terintegrasi tersebut diterapkan di seluruh wilayah negara bagian Malaysia. Adanya sistem publik transportasi yang terintegrasi, canggih, mudah dan murah tersebut menjadikan Malaysia memiliki daya tarik lebih untuk para pelancong dan juga para mahasiswa asal luar negeri. Mereka tidak meski pergi ke eropa atau jepang untuk menikmati publik transportasi seperti kereta cepat, MRT, LRT dan monorail karena di Malaysia itu semua sudah ada dan sudah terintegrasi.

6. Beasiswa Pemerintah Malaysia.

Malaysia juga termasuk negara yang sangat gencar memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing dari berbagai negara dan setiap tahun biasanya angka penerima beasiswa selalu bertambah dan dana beasiswa tersebut bukan hanya berasal dari Pemerintah Malaysia namun juga dari instituis lain yang ada di Malaysia serta dari perusahaan atau BUMN Malaysia. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa luar negeri untuk datang ke Malaysia.

7. Biaya Hidup yang Murah.

Malaysia termasuk negara yang sangat konseun terhadap kemajuan ekonomi rakyatnya, sehingga Pemerintah Malaysia selalu mengupayakan agar harga makanan pokok selalu murah dan terjangkau. Hal tersebut menyebabkan biaya hidup di Malaysia murah dan hampir sama dengan biaya hidup di Indonesia. Contohnya Kota Kuala lumpur yang notabene Kota Megapolitan di Malaysia memiliki tingkat biaya hidup yang sama dengan Jakarta padahal apabila di lihat dari pendapatan perkapita masyarakat Kuala Lumpur jauh diatas masyarakat yang tinggal di Jakarta.

8. Ekosistem dan Industri Perekonomian Syariah

Hal lain yang juga menjadi daya tarik tersendiri khususnya bagi mahasiswa Muslim adalah adanya upaya yang serius dari Pemerintah Malaysia untuk menjadikan malaysia sebagai pusat percontohan penerapan ekonomi syariah secara global dan menjadi sebuah ekosistem serta menjadi industri. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi negara-negara lain khususnya yang mayorotas muslim untuk mengirimkan warganya belajar ekonomi syariah di Malaysia. Oleh karenanya jangan kaget apabila di beberapa kampus di Malaysia banyak mahasiswa asal timur tengah dan juga afrika yang mayoritas beragama Islam menimba ilmu ekonomi syariah di Malaysia.

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan Malaysia menjadi daya tarik dan sebagai salah satu destinasi serta tujuan belajar atau kuliah bagi mahasiswa asing dari berbagai negara di dunia. Negara Malaysia telah mengubah haluan pendidikan yang selama ini selalu di dominasi oleh pendidikan barat sehingga mengalihkan dan menjadikan pendidikan di wilayah timur menjadi alternatif untuk menimba ilmu dan pengalaman.

Semoga Indonesia yang notabene dulunya adalah guru bagi Malaysia juga dapat kembali merapatkan barisan, bekerja keras dan bekerja cerdas serta “tidak alergi dan malu” untuk belajar dari Malaysia dan mengejar ketertinggalan pendidikan dari Malaysia sehingga dalam dataran yang paling minimal kita dapat menyaingi kualitas pendidikan Malaysia yang hampir semua kampusnya sudah bertaraf Internasional.

Adanya program pengiriman guru-guru Indonesia ke Malaysia yang dilakukan oleh PPI Malaysia bekerjasama dengan PPI Dunia adalah sebagai upaya untuk kembali mengulang sejarah masa lalu yang juga dilakukan oleh Malaysia di era tahun 70 dan 80 an yang mengirimkan para gurunya untuk belajar ke Indonesia. Inilah takdir yang mau tidak mau dan suka tidak suka harus kita hadapi, so jangan malu dan alergi untuk mengatakan ayo kita belajar dari Malaysia. Insha Allah Pemerintah dan Kerajaan Malaysia akan sangat welcome menyambut kedatangan para guru asal Indonesia karena kitapun dulu sangat welcome menerima kedatangan para guru dari Malaysia. Tentunya program ini juga harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari program KBRI Malaysia yang nantinya akan membantu membuka dan memudahkan jalan serta akses kepada Pemerintah dan Kerajaan Malaysia.

Penulis: Hani Adhani

Chongqing, Tiongkok ~ Kota yang biasa disebut dengan kota kabut yaitu Chongqing, Tiongkok, kali ini mendapat kesempatan menjadi tempat pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) perdana yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok region selatan periode 2017-2018. Latihan Dasar Kepemimpinan adalah sebuah ajang pelatihan untuk melatih jiwa kepemimpinan seseorang dan kerjasama serta kebersamaan para peserta. Region Selatan yang juga mencakup 9 kota di Tiongkok, terdiri dari: Changsha, Chongqing, Guangzhou, Guilin, Hong Kong, Liuzhou, Nanning, Wuhan, dan Xiamen dengan bangga mengangkat tema “Metamorfosis” yang bersub-tema kan “Transformasi Pemuda Milenials menjadi Pemimpin Bangsa” untuk LDK perdana ini. Seperti yang kita ketahui makna dari metamorfosis ini adalah suatu proses perubahan dari waktu ke waktu ke arah yang lebih baik. Sesuai dengan temanya, dari LDK ini diharapakan setiap perserta yang mengikuti kegiatan dapat bertransformasi kearah yang lebih baik, memiliki pondasi kepemimpinan yang kuat, menjadi diri mereka sendiri, mempunyai karakter yang kuat untuk menjadi pemimpin, daya juang yang pantang menyerah untuk menghadapi setiap masalah, solidaritas terhadap orang-orang disekelilingnya dan lebih percaya diri mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 17-18 Maret 2018 di Daxuecheng, distrik Shapingba, Chongqing. Para peserta dan tamu undangan dari PPIT pusat maupun cabang mulai berdatangan tepat sehari sebelum dimulainya rangkaian acara LDK, sehingga membuat acara ini berjalan dengan baik dan lancar. Sambutan pembukaan yang diwarnai dengan hiruk pikuk perkenalan antara panitia dan peserta, membuat acara latihan kepemimpinan ini sangat harmonis. Pada hari pertama, agenda upacara bendera dalam Apel pagi berjalan dengan sangat khusyuk karena tiada hentinya kami para pemuda bangsa mencintai lambang dan simbol negara dari Republik Indonesia, yaitu Sang Merah Putih. Setelah Apel pagi berlangsung, dilakukan pemberian Materi “Kepemimpinan & Keorganisasian” oleh saudara Michael Siagian selaku perwakilan dari PPI Tiongkok dan Respati Anintyo selaku Ketua PPIT Cabang Guangzhou. Seusai materi pertama, panitia sudah menyiapkan sebuah permainan berjudul “Building Trust” sebagai selingan untuk membuat para peserta lebih semangat dan atraktif menyimak materi kedua, yaitu mengenai “Sejarah Indonesia & PPI Tiongkok”. Nasi kuning yang menjadi makanan ciri khas Indonesia disajikan sebagai makan siang kepada para peserta agar terus dapat mengingat cita rasa kampung halaman.

Setelah itu, kegiatan outbond yang paling dinantikan oleh peserta pun akhirnya dilaksanakan setelah makan siang, di sini para peserta telah dibagi menjadi tiga kelompok besar. Permainan outbond yang sudah diseleksi dan dipilih oleh panitia memiliki banyak tujuan dan makna, salah satunya adalah para peserta diharapkan dapat terlatih dalam cara menyelesaikan masalah dalam setiap persoalan baik di organisasi maupun kehidupan. Materi “Peran Pemuda Membangun Negeri” yang disampaikan oleh saudara Fadlan Muzaki menjadi materi terakhir dalam rangkaian acara LDK ini sebelum dimulainya agenda simulasi sidang pada malam hari. Pembahasan Anggaran Dasar (AD) dan Isu-isu yang tengah hangat di tanah air Indonesia menjadi dua agenda utama dalam simulasi persidangan di LDK region selatan ini. Suasana persidangan yang dibangun oleh para panitia dan peserta menjadi sangat seru karena semangat dan antusiasme peserta dalam menyampaikan pendapat-pendapat kritis. Selain itu, malam refleksi yang merupakan agenda penutup di hari pertama LDK region selatan ini berlangsung sangat hikmat sehingga para peserta dengan serius melakukan evaluasi diri.

Pembacaan hasil penilaian dan pemberian hadiah kepada peserta dan kelompok terbaik di hari kedua ini sekaligus menjadi closing ceremony dari LDK region selatan. Tidak lupa lembar evaluasi dibagikan kepada seluruh peserta untuk mengevaluasi acara ini agar acara LDK selanjutnya dapat berjalan lebih baik lagi. Sangat di harapkan bagi peserta yang mengikuti LDK region selatan yang bertemakan “Metamorfosis” bisa benar-benar bertransformasi menjadi pemimpin yang berguna bagi bangsa dan negara.

Dokumentasi Foto : outbond, simulasi sidang, upacara, materi, closing ceremony

Mahasiswi Indonesia bertugas menerima tamu dan memperkenalkan budaya Indonesia

Hong Kong - 16/3 . KJRI Hong Kong mewakili Indonesia berpartisipasi dalam Hong Kong Flower Show 2018 dan memenangkan penghargaan “Gold Award for Unique Feature”. Beberapa mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Hong Kong juga ikut berperan dan berpartisipasi dalam memamerkan beragam jenis bunga Indonesia di stan yang dihias dengan nuansa tradisional.

Setelah meraih penghargaan “Outstanding Award Exhibition” di tahun lalu, tahun ini Indonesia berkesempatan menjadi satu dari empat negara yang diundang kembali untuk membuka stan di acara Hong Kong Flower Show 2018. Acara ini merupakan acara tahunan yang diselenggaran oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Hong Kong bertempat di Victoria Park, Causeway Bay. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut datangnya musim semi sekaligus mempromosikan mengenai pentingnya penghijauan. Setiap tahunnya, bermacam-macam bunga dari berbagai lokasi asalnya didatangkan langsung untuk dipamerkan di acara ini. Tahun ini, tema utama acara ini adalah bunga Dahlia. Selain pameran bunga, festival ini juga mengadakan berbagai acara lain seperti kompetisi foto dan lomba menggambar untuk pelajar.

Nuansa Betawi pada stan Indonesia

Tidak kalah dari tahun sebelumnya, tahun ini, dengan mengangkat tema budaya “Betawi”, Indonesia kembali meraih penghargaan yaitu “Gold Award for Unique Feature”. Keberhasilan ini pun tidak luput dari peran pelajar Indonesia yang tengah menimba ilmu di Hong Kong. Empat mahasiswi Indonesia, Ivana Suradja, Jelita Midjaja, Sally Valencia, dan Samantha Dipakalyaniputri turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dengan mengenakan kostum Tari Jaipong, mereka bertugas menerima tamu sekaligus mempromoskan budaya Indonesia kepada pengunjung yang hadir.

Stan pameran bunga serta budaya khas Betawi pun sangat ramai dihampiri pengunjung, baik pengunjung lokal maupun mancanegara. Di dalam stan, tersedia photo booth untuk berfoto dengan latar khas Indonesia. Tidak ketinggalan, Chief Executive Hong Kong, Carrie Lam juga sempat singgah di stan Indonesia dan berkeliling stan untuk melihat-lihat. Festival Hong Kong Flower Show masih berlangsung hingga 25 Maret 2018 dengan tiket masuk seharga 14 HKD untuk umum dan 7 HKD untuk pelajar. [PPI Hong Kong]

Reporter: PPI Hong Kong

Editor: Nadhirariani

PPI kampus National Central University (NCU) Taiwan kembali menyelenggarakan program kerja terbesar mereka: NCU Indonesian Cultural Days 2018. Tak seperti sebelumnya, mahasiswa Indonesia di kampus ini melakukan terobosan kolaborasi tak hanya dengan KDEI di Taipei, tetapi juga Kementerian Pariwisata RI.

Zhongli (8/3) – Kamis lalu adalah hari pamungkas bagi penyelenggaraan NCU ICD 2018 besutan PPI NCU Taiwan. Melalui koordinasi langsung yang intens dari ketua PPI NCU–Hanas Subakti–sejak akhir tahun 2017 lalu, para mahasiswa Indonesia di kampus tersebut mampu menggaet 500 pasang mata pengunjung dari berbagai bangsa.

“Antusiasme pengunjung sangat baik. Saat pameran di hari pertama berlangsung (7/3), ada interaksi aktif yang terjadi antara penyelenggara dengan para pengunjung. Dengan begitu upaya promosi dan pengenalan budaya Indonesia ke mahasiswa Taiwan dan Internasional jadi semakin terasa,” ujar Alphariyan Benny Sukmara, ketua panitia NCU ICD 2018.

Perlu diketahui di tahun sebelumnya NCU ICD juga dilaksanakan dua hari, akan tetapi berbeda tempat antara hari pertama dan kedua. Tetapi untuk tahun ini, rangkaian acara dua hari ini terpusat di Grand Lecture Hall, NCU. Lokasi yang berdekatan dengan gerbang utama NCU dianggap strategis untuk menggaet pengunjung baik hari pertama maupun kedua.

Pembukaan NCU ICD 2018 dimulai dengan pawai gabungan yang diikuti oleh sejumlah performer tarian khas Indonesia dan pemain gamelan Bali. Pawai dimulai pada pukul setengah lima sore waktu setempat. “Sempat ada kendala hujan gerimis di tengah perjalanan keliling kampus, tapi semuanya tetap berjalan lancar.” terang Tri Wandi, koordinator pawai.

Setelah pawai berakhir, acara dilanjutkan dengan pembukaan Exhibition (pameran). Dalam pameran hari pertama ini panitia sengaja menggandeng mahasiswa Taiwan sebagai MC, berdampingan dengan mahasiswa Indonesia. Acara diantarkan secara trilingual: bahasa Inggris, Mandarin, dan Indonesia. Pameran ini menampilkan sejumlah informasi seputar budaya, tujuan pariwisata, serta kuliner khas Indonesia. Selain mahasiswa, pameran kali ini juga dimeriahkan oleh kedatangan perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI yang tak kalah semangat dalam mempromosikan pariwisata Indonesia kepada para pengunjung yang datang. Saat pameran, para pengunjung disuguhi jajanan dan cemilan khas Indonesia secara gratis sebagai upaya promosi.

Di hari kedua, seperti biasanya ratusan mata pengunjung dimanjakan dengan tontonan drama Legenda Danau Toba. Kisah antara Dewi, Toba, dan Samosir didukung oleh beberapa tim tari-tarian dan juga tim choir Bhinneka Swara besutan para mahasiswa Indonesia di NCU.

“Saya ingin sampaikan rasa terima kasih saya atas terlaksananya acara NCU ICD dua hari ini. Karena berkat kerja keras panitia, ketua PPI NCU beserta seluruh anggotanya, para sponsor, dan juga media partner, acara ini dapat menjadi branding terbaik bagi kebudayaan dan pariwisata Indonesia di Taiwan.” ujar L. Tri Wijaya, ketua PPI Taiwan periode 2017/2018.

Selain apresiasi dari ketua PPI Taiwan, Kemenpar RI pun turut memberikan pujian kepada acara yang diselenggarakan dua hari ini. “Acara dua hari ini luar biasa, saya selaku perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI yang hadir sangat mengapresiasi antusiasme para mahasiswa Indonesia yang mampu menyelenggarakan NCU ICD 2018 ini. Terima kasih banyak telah membantu upaya promosi kebudayaan Indonesia di Taiwan,” kata ibu Soufie selaku perwakilan Kemenpar RI yang mengawal jalannya NCU ICD 2018 selama dua hari.

Acara ini melibatkan banyak pihak, diantaranya Kementerian Pariwisata RI, NCU OIA, KDEI Taipei, Telkomsel Taiwan, Indomie, Dream Community Taiwan, NiHao Indo, dan banyak lagi. Mereka berperan sebagai sponsor pendukung acara ini. Tak hanya itu, demi memeriahkan acara ini, Jawa Pos, Good News From Indonesia, majalah InTai, PPI Dunia, dan berbagai media lainnya juga turut tergabung sebagai media partner.

 

Penulis: Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha, Mahasiswa S2 di Institute of Materials Science and Engineering, NCU, Taiwan.

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920