logo ppid

Liputan Thailand, Antusiasme masyarakat Indonesia di Thailand untuk bisa berjumpa dengan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sangat terasa. Pihak KBRI Bangkok dan PERMITHA (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand) telah menyiapkan pertemuan yang dimulai pada pukul 11.00 WIB, Kamis (8/9/2016) tersebut dari beberapa hari sebelumnya.
Kunjungan ganda campuran kebanggan Indonesia yang akrab disapa Owi/Butet tersebut dilakukan bersama Gita Wirjawan, ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Owi dan Butet yang menerima penghargaan tiket gratis seumur hidup dari maskapai Air Asia memilih Thailand sebagai salah satu destinasi wisata mereka. “Thailand merupakan destinasi favorit saya karena dekat dengan Indonesia dan memiliki banyak tempat bagus, kaya akan kuliner, dan suasananya nyaman,” ujar Butet.
Kedatangan Owi/Butet dan Gita Wirjawan di KBRI Bangkok disambut hangat oleh Dubes Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Ahmad Rusdi. Pembukaan acara silaturahmi tersebut dipimpin langsung oleh Ahmad dengan mengucapkan selamat atas keberhasilan Owi/Butet yang telah mengharumkan nama Indonesia di dunia lewat Olimpiade Rio 2016 di Brazil. Ahmad juga menyebutkan, Owi dan Butet telah menginspirasi masyarakat Indonesia. Atas hasil jerih payah mereka dan pencapaian luar biasa ini merupakan bukti bahwa Indonesia mampu menjadi yang terbaik.
Bayu Pramesona, Presiden PERMITHA yang merupakan penggemar atlet ganda campuran ini mengaku, kesempatan ini merupakan hal yang sangat langka dan mungkin tidak akan terulang. “Selama ini saya hanya menonton mereka dari televisi, tidak terbayangkan bisa bertatap muka secara langsung dengan idola Indonesia,” kata Bayu. Pada sebuah sesi tanya jawab, Bayu bertanya kepada Owi dan Butet tentang bagaimana menghadapi tekanan ketika bertanding. Menurut Owi dan Butet, rahasianya adalah selalu berdoa dan berusaha untuk tetap tenang.
Di akhir acara mereka berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang hadir bahwa keberhasilan dapat diperoleh melalui kedisiplinan, kerja keras, selalu berdoa dan memiliki semangat yang kuat.
(Red, Humas PERMITHA/Ed, F)

CISKA

Event yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba!

CISAK tahun ini mengusung tema "Encouraging Knowledge Collaboration for National Resilience Towards ASEAN Economic Community" tanggal 3-4 September 2016, di Diamond Hall, Hi Seoul Youth Hostel (HSYH), Yeongdeungpo-gu, Seoul. http://hiseoulyh.com/en/location/

Dengan Keynote Speaker:

1. Prof. Dr. M Nurdin Abdullah, M.Agr. (Bupati Bantaeng)*
2. Prof. Khoirul Anwar (Asisten Profesor di JAIST, Jepang; Penemu bagian teknologi 4G)
3. Trio Adinono, Ph.D (Technopreneur, CEO of Xirka Silicon)*

Juga termasuk:

~> Workshop:
"How to Deliver a Presentation and Write a Scientific Article" bersama Johan Sukweenadhi dan Suray Agung Nugroho (3 September)

~> Special Issue Workshop:
1. "Light Management in Quantum Dot Solar Cell" oleh Havid Aqoma K (3 September)
2. "Feminism State and Motherhood Comparative Study of Indonesia and South Korea" oleh Desintha D Asriani (4 September)
3. "Machine Learning: Current Issues and Its Applications" oleh Bayu Adhi Tama (4 September)

Info lebih lanjut bisa klik:
www.cisak.perpika.kr
www.twitter.com/cisakita
www.facebook.com/cisak.perpika

Ditunggu kedatangan Teman-teman semua! 🙂

Menjadi salah satu official supporting partner acara “The FinanceASEAN Conference”, PPI Singapura berhasil mengajak beberapa pelajar Indonesia yang sedang bersekolah di Singapura untuk ikut serta di konferensi bergengsi ini sebagai salah satu media bagi profesional-profesional muda(red-pelajar) agar aktif dan ikut serta dalam perkembangan ekonomi di ASEAN.

Konferensi ini menghadirkan speaker yang ahli di bidangnya seperti World Trade Organization, Asian Development Bank, CEO beberapa perusahaan yang bergerak di sektor FinTech (Financial Technology) dan lain-lain.

Antusiasme pun terlihat dari mahasiswa dan delegasi yang berasal dari beberapa negara yang berada di kawasan ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, Myanmar dan lainnya yang ikut serta dalam konferensi ini. Mereka tampak aktif menanyakan pertanyaan seputar isu-isu yang ada dan apa dampaknya bagi ekonomi di ASEAN.

Selain mendapatkan pengetahuan terhadap ekonomi di ASEAN dan rencana kedepannya, konferensi ini juga menyediakan networking session bagi mahasiswa dan delegasi yang hadir serta bagi mereka yang ingin mencari pekerjaan di bidang finance. (Red, Bryan, Ed, nad)

IMG-20160820-WA0000

11 Juli

Jakarta, Minggu 26/6/16 lalu PPI Dunia sukses menggelar acara silaturahmi dan buka puasa di kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Acara ini dihadiri oleh mantan koordinator PPI Dunia Ahmad Almaududy Amri periode 2014 - 2015, Ketua PPI rkrki, Ketua PPMI Saudi Arabia, Ketua PPI Italia, Koordinator Biro Pers PPI Dunia, Alumni PPI dunia dari berbagai kawasan dan Perwakilan BEM di Indonesia.

Acara Silaturahmi ini diawali dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Koordinator Biro Pers PPI Dunia 2015 - 2016 Dewi Anggrayni. Menurutnya, acara ini digelar bertujuan untuk menguatkan silahturahmi PPI Dunia dengan PPI Negara, alumni dan juga Dewan Presidium yang selama ini melakukan komunikasi dan koordinasi melalui media sosial saja.

"Silaturahmi ini bertujuan untuk menguatkan hubungan PPI Dunia dengan PPI negara, alumni dan juga Dewan Presidium. Selama ini komunikasi dan koordinasi dilakukan by online dan saat inilah moment yang pas untuk berkumpul untuk lebih mengenal satu sama lain, dan kenapa di RRI, karena RRI telah menjadi mitra selama beberapa tahun terakhir memublikasikan aktifitas PPI Negara anggota PPI Dunia," ucap Dewi.

Rangkaian kegiatan silahturahmi dimulai dengan sosialisasi simposium internasional yang akan berlangsung juli mendatang oleh perwakilan panitia SI Cairo, Ahmad Bayhaki.

"Pertemuan yang sangat bermanfaat dan mendambah ilmu. Acara seperti ini dipertahankan dan lebih diaktifkan lagi forum diskusinya," Ucap Bayhaki.

Live ON AIR

Acara buka puasa ini juga disiarkan langsung melalui siaran Kampung Halaman RRI yang diisi oleh perwakilan Dewan Presidum periode 2015-2016 Imam Khairul Annas dan Dewi Anggrayni, Dhafi Iskandar Alumni PPI Dunia dan perwakilan PPI Negara Intan Irani PPI Italia, Padma Nabhan PPI India, Ahmad Bayhaqi Maskum PPMI Mesir.

Selanjutnya perwakilan alumni mengisi acara dengan bedah buku yang berjudul “Dari Kami untuk Negeri”. Buku karya Dewan Presidium PPI Dunia periode 2014 - 2015 ini dipaparkan singkat oleh Ahmad AlMaududy Amri.

"Buku ini berawal dari simposium di Jepang pada tahun 2014, kami dari perwakilan PPI Dunia berinisiatif untuk menuliskan kisah kami selama berkuliah di luar negeri sebagai kontribusi untuk bangsa untuk menyemangati teman-teman di Indonesia yang ingin berkuliah di luar negeri," jelas Dudy.

Dudy juga memaparkan dengan singkat isi dari buku "Dari Kami untuk Negeri" yang mengisahkan pengalaman mahasiswa Indonesia yang berkuliah di luar negeri dan juga berorganisasi di waktu yang bersamaan.

"Kami mengisahkan pengalaman organisasi, tantangan kehidupan di luar, kejadian-kejadian mahasiwa indonesia di luar negeri juga tantangan perkuliahan," tutur Dudy.

Setelah pemaparan singkat oleh Dudy, acara dilanjutkan dengan bedah buku dari salah satu teman alumni PPI Dunia yang berjudul “Merangkul Beruang Merah.”

Buku Merangkul Beruang Merah mengisahkan perjalanan hidup penulis, Ade Irma Elvira tentang proses perkuliahan beliau di Rusia dimulai dari memohon restu orang tua hingga tantangan ekonomi juga akademiknya di Rusia.

"Buku ini menceritakan tentang pengalaman saya selama di Rusia, di kota Moskow yang penuh tantangan. Harapannya semoga buku ini nantinya bisa di-film kan agar dapat memotivasi dan menyemangati pemuda Indonesia untuk melanjutkan studinya," jelas Ade.

Penulis juga menambahkan kata mutiara yang ia sampaikan untuk pembaca

"Halangan dan rintangan bukanlah hal yang membatasi diri kita untuk maju"

1

Acara dilanjutkan dengan tausiah dari perwakilan PPMI Saudi Arabia , Abudzar Mandaili hingga azdan Maghrib berkumandang. Kemudian, perkenalan dari setiap peserta dan diskusi mengenai situasi terkini di Turki pasca ledakan bom di Turki. Azwir juga menggambarkan situasi singkat kehidupan mahasiswa Indonesia di Turki. Azwir, ketua PPI turki menyampaikan harapannya mengenai situasi yang sedang terjadi di sana.

"Kami memohon doa kepada teman-teman PPI Dunia, agar situasi Turki tetap stabil dan aman. Juga teman kita yang tempo hari ditangkap cepat selesai proses hukumnya," jelas Azwir.

Acara ini ditutup dengan pembahasan singkat Simposium Internasional yang akan dilaksanakan di Cairo pada tanggal 24 – 28 Juli mendatang. Besar harapan peserta juga agar acara seperti ini dapat terus dilaksanakan. (Red, Nazla, Editor, dw/df)

*Siaran tersebut bisa langsung didengarkan melalui media player di bawah ini:

⁠⁠⁠⁠

WhatsApp-Image-20160618

Liputan Taiwan, Dua belas wisudawan Universitas Terbuka Taiwan (UT Taiwan), yang merupakan Buruh Migran Indonesia (BMI), resmi menjadi Sarjana pada Minggu, 29 Mei 2016. Hari itu mereka menerima ijazah sebagai bukti telah merampungkan seluruh proses pendidikan. Upacara Penyerahan Ijazah dilaksanakan di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.

Hadir dari Jakarta untuk menyerahkan ijazah, Pembantu Rektor III Universitas Terbuka, Aminudin Zuhairi, Ph.D. Kepala KDEI di Taipei, Arief Fadillah, Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI, Devriel Sogia, dan Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan KDEI (untuk fungsi pendidikan), Agung Sepande bergabung di depan sebagai tamu kehormatan mendampingi Bapak Aminudin. Diiringi lagu “Bagimu Negeri”, para wisudawan maju ke depan menerima ijazah dan ucapan selamat dari para tamu kehormatan.

Setelah menerima ijazah, para wisudawan mengucapkan Janji Wisudawan Universitas Terbuka, dipimpin Priyanto, S.E, dan Anis Kurliana, S.E.

UT Taiwan sendiri pada tahun 2016 ini berhasil meluluskan 14 orang lulusan pertama, dimana dua orang telah diwisuda pada 5 April 2016 di Jakarta, mengingat mereka telah kembali ke Indonesia. Keempat belas lulusan pertama Badan Otonom Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan tersebut berasal dari tiga Program Studi (Prodi), yaitu Ilmu Komunikasi dengan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (2 orang), Manajemen dengan gelar Sarjana Ekonomi (8 orang), dan Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemah dengan gelar Sarjana Sastra(4 orang).

Aminudin mengungkapkan rasa bangga kepada para wisudawan. Ia berharap wisudawan terus menumbuhkan sikap berfikir kritis dan kreatif. “Selamat atas keberhasilan Saudara dalam menyelesaikan pendidikan tinggi di Univesitas Terbuka. Kami berharap ini menjadi nilai lebih bagi Saudara. Semoga hal ini bisa meningkatkan kebiasaan berpikir kritis dan berusaha berpikir lebih luas lagi, sehingga bangsa kita menjadi bangsa yang inovatif,” ungkap Amin saat memberikan sambutan.

Sementara itu, sebagai Kepala KDEI, Arief Fadillah mengapresiasi perjuangan para BMI dalam belajar sekaligus bekerja di Taiwan. “Mudah-mudahan wisuda ini menjadi tonggak sejarah bagi para wisudawan untuk menatap masa depan yang lebih baik. Saya sangat bangga dengan sangat minimnya waktu untuk berkonsentrasi belajar dan bekerja, namun semua ini Anda lalui dengan baik. Anda mewakili para TKI menunjukkan semangat juang yang tinggi, cerminan anak bangsa yang akan menentukan masa depan bangsa,” ungkap Arief.

Badan Pelaksana UT Taiwan memberikan penghargaan kepada wisudawan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi masing-masing Prodi. Iqah Kapikah, BMI asal Cilacap, meraih IPK tertinggi Prodi Ilmu Komunikasi (2.32). Sulastri Sukadi, BMI asal Blitar, meraih IPK tertinggi Prodi Manajemen (3.34). Sunarsih, BMI asal Ponorogo, meraih IPK tertinggi Prodi Sastra Inggris (3.1).

Sebagai wisudawan terbaik UT Taiwan periode 2016, Sulastri Sukadi berkesempatan memberikan kata-kata sambutan di hadapan para hadirin. Ia mengaku bangga sekaligus terharu telah menyelesaikan perkuliahan di UT Taiwan. “Hal ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Saya bersyukur mendapatkan keluarga baru yang mendukung perkuliahan saya di UT Taiwan. Mr. Tzeng Yung Sein,thank you very much for your chance and permission for my study, ” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada rekan-rekan sesama wisudawan agar tidak berpuas diri atas pencapaian saat ini. “Perjuangan kita belum berakhir. Pergunakan ilmu yang telah kita dapatkan untuk kebermanfaatan bersama,” pungkas pemilik nama samaran Jasmine Indrawan ini.

Akmalul ‘Ulya, Koordinator UT Taiwan menyatakan bangga kepada para lulusan UT Taiwan periode 2016 ini. Sebab, dari 14 wisudawan, 6 wisudawan memiliki IPK di atas 3.

“Alhamdulillah, ada 14 wisudawan dari UT Taiwan untuk periode 1 tahun 2016. Saya bangga kepada para wisudawan. Meskipun harus membagi waktu antara fokus bekerja dan belajar, tetapi banyak yang mampu meraih IPK di atas 3. Semoga kelulusan ini bisa memotivasi teman-teman yang lain agar segera lulus dari UT dengan nilai memuaskan. Kepada wisudawan, semoga kelulusan ini bisa mengantarkan pada pintu kesuksesan yang lebih besar di masa depan,” ungkap Akmal.

Usai upacara, para wisudawan menerima ucapan selamat dari tamu Badan Pelaksana UT Taiwan dan para tamu undangan yang terdiri dari para staf KDEI, perwakilan organisasi-oragnisasi pelajar Indonesia di Taiwan, pendamping wisudawan yang beberapa merupakan majikan dari wisudawan, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UT. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang menyuguhkan beberapa penampilan tari tradisional dan lagu Indonesia, serta hidangan makan siang makanan khas Indonesia.

Selamat dan sukses kepada para wisudawan. Selamat menjadi bagian dari agen-agen pembawa perubahan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa menuju kehidupan yang lebih baik! (Red, IK)

Caption Foto:

Priyanto dan Anis Kurliana memimpin pembacaan Janji Wisudawan (Foto oleh: Putu Aditya, Dok.UT Taiwan)

Liputan Sri Lanka, Hujan badai yang mengguyur Sri Lanka sejak 14 Mei 2016 lalu telah mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Akibat musibah ini 300 jiwa terpaksa diungsikan, dan hingga saat ini pelajar Indonesia dipastikan selamat dari musibah ini. Demikian disampaikan Moh. Didin Mas Khoirudin Ketua PPI Sri Lanka.

Curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan debit air sungai Kelaniya mengalami peningkatan, diperkirakan hal inilah yang mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah daerah Kolonnawa dan Wellampitiya.

“Dari pantauan kami di Ibukota Colombo curah hujan masih sangat tinggi, genangan air terjadi di beberapa area sehingga air luapan sungai Kelaniya mulai bergerak menuju kota Colombo,” jelas Didin.

Selain banjir, musibah tanah longsor juga menimpa beberapa desa di Distrik Kegalle. Dari data Disaster Management Center (DMC) Sri Lanka menjelaskan terdapat dua titik terparah, yakni di Kota Aranayaka dan Bulathkohupitiya.

BANJIR

Hingga berita ini diturunkan jumlah korban jiwa mencapai 41 orang, sedangkan 300.000 warga telah diungsikan ke 610 posko bencana yang disediakan oleh pemerintah Sri Lanka.

Sri Lanka Red Cross society bersama dengan Pemerintah Sri Lanka masih dalam tahap evakuasi dan pencarian 200 keluarga lainnya yang dinyatakan belum ditemukan hingga saat ini. Evakuasi sempat terhambat dikarenakan listrik yang padam semalam (Rabu, 18 Mei 2016).

Ahmad Febri Falahuddin salah seorang pelajar Indonesia di Colombo menjelaskan, pelajar Indonesia yang kuliah di Sri Lanka pada umumnya terpusat di ibukota Colombo, sehingga saat ini semua pelajar Indonesia dipastikan dalam keadaan selamat.

“ Kebetulan pelajar Indonesia beberapa ada yang belajar di Ibukota Colombo, dan pihak KBRI juga menghimbau kami untuk tidak melakukan aktifitas luar terlalu banyak selama cuaca ekstrim masih berlangsung,” jelas Fafan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari KBRI Colombo, hingga saat ini belum ada laporan adanya WNI maupun pelajar yang terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor, demikian disampaikan Atase Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) Paulus Langitan.

BANJIR3

“Selain Colombo pelajar Indonesia juga terdapat di wilayah Kelaniya, Jaffna dan Kalluthara. Semua daerah tersebut dilaporkan aman dari bencana banjir, kecuali Kelaniya yang sedang mengantisipasi luapan air dari sungai Kelaniya meluas dari Wellampitiya,” jelas Paulus.

Sehubungan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dengan curah hujan yang tinggi, diperkirakan potensi banjir dan longsor masih tinggi. KBRI menghimbau kepada seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di Sri Lanka agar senantiasa waspada. Meskipun belum ada korban jiwa, jika ada informasi terkait masyarakat Indonesia yang menghadapi masalah karena situasi ini, agar menghubungi KBRI Colombo di sarana komunikasi yang telah tersedia termasuk sosial media atau langsung ke nomor HP +94777900154. (Red. AFF, Editor. Dewi)

AASIC (Asian Academic Society International Conference) merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh PPI Thailand (Permitha). 4th AASIC tahun ini akan diselenggarakan di Mahidol University pada tanggal 12-13 May 2016 dan akan disiarkan langsung di radio PPI Dunia (radioppidunia.org) pukul 09.00-12.00 WIB
Langsung aja kunjungin www.permitha.net dan juga www.aasic.org untuk info lebih lanjut.

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920