logo ppid

Istanbul, Minggu 19 Desember 2021. Untuk pertama kalinya seluruh pelajar maupun mahasiswa Indonesia yang terhimpun dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia Istanbul (PPI Istanbul) bekerja sama dengan Turk Youth Foundatioan (Yayasan Kepemudaaan Turki) sukses menyelenggarakan sebuah pentas budaya Indonesia yang di beri nama “Endonezya Gunu” (Hari Indoensia) dengan tema “The Wonderful Indonesia”.

Kegiatan ini diinisiasi oleh para pelajar maupun mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh Pendidikan di Istanbul, Turki. Adapaun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat International khususnya masyarakat Turki itu sendiri. Mengingat sedikitnya masyarakat Turki yang tahu tentang budaya Indonesia, para pelajar ini terdorong untuk menyelenggarakan “Endonezya Gunu” demi untuk mengenalkan budaya mereka kepada masyarakat luar.

Selain dari itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempererat hubungan sosiokultural antar kedua Negara Indonesia dan Turki. Indonesia dan Turki merupakan dua Negara yang termasuk kedalam anggota G20 dan D8. Oleh karenanya hubungan sosiokultural antar kedua Negara tersebut perlu di pererat. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bagas (Ketua PPI Istanbul 2020/2021) ketika memberi sambutan pada acara tersebut.

“Kegiatan ini kita selenggarakan sebagai bentuk terimakasih kita kepada TUGVA yang telah banyak berkontribusi terhadap program-program kita. Selain dari itu juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia, dan untuk mempererat hubungan sosiokultural Indonesia Turki sebagai 2 Negara anggota G20 dan D8 juga sebagai 2 Negara muslim terbesar di Dunia”. Ucap Bagas.

Acara yang dihadiri oleh 150 orang lebih partisipan baik Indonesia, Turki maupun partisipan internasional lainnya dinilai sangat sukses meskipun kegiatan tersebut dipersiapkan hanya dalam waktu 1 minggu.  Namun tetap berjalan dengan baik dan dapat memukau seluruh peserta yang hadir.

Pada acara tersebut mahasiswa Indonesia mempersembahkan beberapa penampilan seperti persentasi tentang Indonesia, tari saman, penampilan musik dan penampilan silat yang menambah kekaguman para peserta terlebih masyarakat Turki yang pertama kali dapat menyaksikan penampilan tersebut. Pada acara tersebut juga, selain menunjukkan budaya Indonesia, para pelajar/mahasiswa Indonesia menyajikan makanan khas Indonesia kepada para seluruh peserta.

Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor pusat TUGVA, Istanbul tersebut juga, dihadiri oleh Koordinator Asia TUGVA Taha Fehmi. Ia menyampaikan terimakasih kepada para pelajar Indonesia atas terselenggaranyan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa pintu TUGVA selalu terbuka untuk teman-teman Indonesia.

“Saya berterimakasih banyak kepada teman-teman Indoensia. Pintu kita selalu terbuka untuk kalian. Kita bersaudara karena Islam. Maka kita akan selalu ada untuk kalian”. Ucap Taha.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh wakil ketua umum TUGVA (Turk Youth Foundation) Esra KARABAL ARDA. Selaku wakil ketua umum TUGVA Esra menyampaikan kegembiraanya pada acara tersebut dan juga berterimakasih kepada seluruh pelajar Indonesia Ketika memberi saambutan.

“Saya sangat berterimakasih kepada seluruh pelajar Indonesia. Kalian datang kesini bukan hanya sebagai turis tapi sebagai pelajar yang juga mempelajari budaya kita. saya berharap dalam waktu dekat ini dapat mengunjugi Indonesia ditemani oleh kalian. Sebagai bentuk terimakasih kita, kita selalu ada untuk teman-teman Indonesia dan pintu kita selalu terbuka untuk kalian”. Kata Esra.

“Saya juga berharap kedapannya, TUGVA dapat terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan lainnya Bersama para pelajar/mahasiswa Indonesia sebagai langkah awal kita untuk saling bertukar informasi dan budaya antara Turki dan Indonesia Karena saya melihat potensi yang besar antara Indonesia dan Turki sebagai 2 Negara muslim Terbesar di Dunia”. Tambah Esra.

Acara yang dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua Negara Indonesia dan Turki tersebut sukses diselenggrakan dan diakhiri dengan pemberian cendramata dari PPI Istanbul yang diwakili oleh Bagas (ketua PPI Istanbul 2020/2021) kepada Esra KARABAL ARDA (wakil ketua umum TUGVA).

Acara yang meriah tersebut dilanjut ramah tamah dengan jamuan makanan Indonesia yang dibuat oleh tangan para pelajar/mahasiswa itu sendiri. Untuk memerpesembahkan citra rasa Indonesia kepada masyarakat Turki. Tentunya program tersebut juga didukung oleh para donatur dermawan yang memiiliki visi yang sama dengan para pelajar/mahasiswa yaitu mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luar.

Ankara, Turki – Senin, 6 Desember 2021 PPI Turki memerhatikan intensitas kunjungan kerja anggota DPR RI ke Republik Turki begitu tinggi. Saat ini, PPI Turki terus berupaya mencari informasi mengenai jadwal dan agenda kunjungan komisi DPR RI tersebut.

Berkaitan dengan kunjungan kerja DPR RI ini, PPI Turki memiliki dua sudut pandang. Pertama, agenda kunjungan kerja ini menjadi kesempatan bagi pelajar Indonesia di Turki untuk menyampaikan aspirasi dan inisiasi kerja sama strategis demi kebaikan Indonesia, termasuk pelajar Indonesia di Turki.

Kedua, PPI Turki melihat kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap DPR RI melalui agenda kunjungan kerja ini. Hal tersebut akan terwujud apabila komisi DPR RI lebih transparan memberi informasi yang berkaitan dengan pencapaian selepas kunjungan kerja terlaksana sebagai bentuk akuntabilitas DPR RI. Apabila anggota DPR RI tidak mampu memberikan kejelasan informasi, dikhawatirkan timbul pertanyaan dan asumsi negatif dari masyarakat Indonesia.  

Dalam rangka mendukung inisiasi kerja sama, PPI Turki akan berusaha dalam menyiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung demi terlaksananya pertemuan antara pelajar Indonesia di Turki dengan anggota DPR RI. Pertemuan semacam ini menjadi momentum berharga sekaligus sebuah kehormatan bagi para diaspora pelajar Indonesia karena dapat berbicara langsung dengan anggota DPR RI.

Di sisi lain, alangkah lebih baik jika komisi DPR RI memberikan informasi terlebih dahulu mengenai jadwal, maksud dan tujuan utama dari setiap kunjungan kerja ke Republik Turki melalui media informasi resmi DPR RI. Informasi tersebut diperlukan sebab menjadi bukti profesionalitas anggota DPR RI. Lebih lagi, sebagai kesempatan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia, baik di dalam negeri maupun masyarakat Indonesia yang tinggal di Republik Turki. Masyarakat dapat memberikan kontrol atas setiap agenda kunjungan dan mampu mengukur kinerja serta tingkat kemanfaatan dari agenda kunjungan kerja anggota DPR RI tersebut.

Kami harap, press release yang dipublikasikan oleh PPI Turki ini menjadi pembuka jalan bagi pelajar Indonesia di Turki dalam menyampaikan aspirasi. Selain itu, diharapkan agenda kunjungan kerja DPR RI ke Turki menjadi lebih optimal, bermanfaat, transparan, terukur, dan berdampak konkrit kepada masyarakat Indonesia. Begitu pun sebaliknya, semoga tulisan ini dapat mengawal para anggota DPR RI untuk dapat memberikan kinerja konstruktif dan efek positif bagi Indonesia.

Penulis; Hilmy Prilliadi

Editor; Hilda Farida, Naufa Hanif.

Sesi foto bersama para peserta daring

Pandemi memang masih ada, namun berbuat kebaikan harus tetap terjalan. Kegiatan PRUSA telah sukses dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, Pada kali ini, PRUSA memakai konsep hybrid, yaitu terjalan secara online ataupun offline. Setelah melakukan survei, Desa Sarwodadi lah yang terpilih menjadi desa binaan kali ini.

Pada Webinar PRUSA 3.0 juga telah sukses dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut dengan mengangkat 2 topik yang berbeda yaitu Prospek Investasi Pertanian 4.0 antara Indonesia dan Turki pada hari pertama dan Menuju Desa Mandiri Kreatif dengan Bank sampah pada hari kedua.

Pada hari pertama acara dimulai dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Istiklal Marsi. Dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana, ketua PPI Bursa, dan yang tidak dilupakan sambutan oleh Bapak Lalu Muhammad Iqbal selaku duta besar Indonesia di Turki. Setelah sambutan-sambutan dilontarkan, telah ditampilkan juga penampilan seni budaya Turki yang dibawakan oleh Dursun Bedel, lalu setelah itu dilanjutkan dengan sedikit pengenalan tentang PRUSA dan mulai memasuki sesi pertama yaitu penyampaian materi oleh Erol Öztamur selaku staf Menteri Pertanian dan Kehutanan di Turki dan Budi Sarwono selaku Bupati Kabupaten Banjarnegara. Penyampaian materi dilanjut dengan diskusi dua arah dengan penonton juga yang turut bertanya mengenai topik yang dibahas. Setelah dilaksanakannya sesi diskusi, diadakan foto bersama sekaligus penutupan untuk hari pertama.

Pada hari kedua acara kembali dibuka dengan sambutan oleh MC, pembacaan ayat suci Al- Qur’an dan dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya. Lalu acara dibuka juga dengan sambutan oleh Deliya Rizki Athifah selaku ketua pelaksana, Bapak Imam As’ari selaku Konsulat Jenderal RI di Turki dan Bapak Budi Sampurno selaku Kepala Desa Sarwodadi, Banjarnegara. Sebelum memasuki sesi pemateri, para audiens dibuat kagum oleh Savra Panca yang tampil membawakan seni budaya Angklung, lalu memasuki topik hari kedua yaitu Menuju Desa Mandiri Kreatif dengan Bank Sampah oleh Ibu Nina Nuraniyah selaku pembicara. Di sesi kali ini kita membahas bagaimana cara mengolah sampah daur ulang dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan audiens. Hari kedua ditutup dengan penampilan video aftermovie PRUSA dan sesi foto bersama.

Beberapa minggu setelah kegiatan online selesai, kami tim PRUSA beserta tim dari pembicara bank sampah, Ibu Nina Nuraniyah juga berkunjung kembali ke Desa Sarwodadi untuk memberikan hasil donasi yang telah dikumpulkan dan memberikan edukasi kepada warga seputar bank sampah yang diharapkan dapat dipraktekan kedepannya.

Sudah lewat sebulan dari acara PRUSA 3.0, hasil donasi sudah diserahkan kepada desa, bank sampah pun turut berjalan sesuai harapan, yaitu BASADI atau Bank Sampah Sarwodadi. Semoga PRUSA kedepannya akan tetap membantu dalam memberikan manfaat kepada desa- desa yang ada di Indonesia.

(PRUSA)

-

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Deliya Rizki Athifah (+62 856 9445 4312)

Raga Awandayu Prakasa V.G (+62 812 8089 6066)

Webinar PPI Spanyol dengan Atase Perdagangan Novita Sari
Peserta Webinar PPI Spanyol bersama Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol Novita Sari

Spanyol, 30 September 2020 – Ditengah tengah ketidak pastian kondisi ekonomi dunia, KBRI Madrid dan PPI Spanyol menggelar Webinar bertajuk Menjadi Pengusaha di Spanyol untuk mendorong pelajar dan diaspora Indonesia agar bisa menjadi duta promosi produk Indonesia.

Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol, Novita Sari, mengaku bangga terhadap antusias warga untuk menumbuhkan bibit bibit entrepreneurship sekaligus berharap untuk menaikan kapasitas dan neraca ekspor Indonesia ke Spanyol.

Selain itu, lanjut Novita Sari, produk makanan justru mengalami peningkatan yang sangat signifikan dengan pertumbuhan 600%, termasuk diantaranya kopi. Momen ini seharusnya bisa dioptimalkan lebih lanjut, terutama bagi para pelaku usaha kecil dan menengah.

Tak cuma dari Novita Sari, hadir juga Kepala Indonesian Trade Promotional Centre (ITPC), Puri Listiyani dan perwakilan dari Centre for the Promotion of Imports from developing countries (CBI) Belanda, Dika Rinakuki. Dalam presentasi nya, Puri Listiyani mengatakan bahwa pihaknya akan terus membantu dan memfasilitasi pengusaha muda dalam bentuk market intelligence. Lebih lajut, Dika Rinakuki mengatakan bahwa CBI Belanda akan terus berupaya agar produk Indonesia dapat bersaing dengan produk dari negara lain.

Apresiasi terhadap acara ini juga disampaikan ketua komisi Pendidikan PPI Spanyol, Rizky Lasabuda. Sebagai pelajar Indonesia di Spanyol, dia mengaku merasa senang karena support yang diberikan KBRI Madrid kepada WNI di Spanyol sangat besar. “Semoga kedepan nya akan ada lebih banyak pengusaha muda Indonesia di Spanyol” tuturnya.

Ambassadors and Young Leaders Week (AYL Week) merupakan acara yang diinisiasi oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) yang merupakan wadah terbesar dalam menghimpun para pelajar Indonesia yang menempuh studi di luar negeri. Terbagi dalam 3 kawasan yang terdiri dari 57 PPI Negara, PPI Dunia mempunyai orientasi besar ke depan untuk melakukan internasionalisasi gerakan guna memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara. Utamanya dalam menyambut bonus demografi untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di masa mendatang. Untuk itu, AYL Week menjadi karya nyata PPI Dunia untuk menyambut potensi tersebut. AYL Week merupakan program rintisan pertama pada periode 2019/2020 untuk membuka visibilitas generasi milenial guna membuat sketsa masa depan Indonesia. Dengan mengusung tema “Breakthrough Against COVID-19 & Preparing Indonesian Global Emerging Leaders”, AYL Week pada tahun pertama ini berfokus melahirkan gagasan dan terobosan bernas sebagai kebangkitan nasional pasca pandemi COVID-19.

Sebagai rangkuman dari hasil webinar, kami telah membuat AYL Draft Resolution yang terdiri dari berbagai intisari dan hal penting yang dikemukakan oleh narasumber. AYL Draft Resolution disusun oleh Putri Ananda (PPI Jepang), Subhan Setowara (PPI Malaysia), dan Muhammad Kamal Ihsan (PPMI Mesir) yang diulas oleh Saul Takahashi (former Deputy Head of Office at Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (UNHCR)) dan Jonathan Mills (Associate Professor at Osaka University of Economics and Law).

AYL-Draft-Resolution-23-July-2020

Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) menganggap bahwa pandemi COVID-19 adalah kejadian luar biasa sehingga perlu penanganan secara extraordinary. PPI Dunia meyakini bahwa pandemi COVID-19 dapat diselesaikan dengan sistem, pola, dan metode yang tepat dan akurat. Selain itu, kesadaran masyarakat sebagai modal sosial memberikan andil besar dalam proses penanggulangan COVID-19. Atas dasar tersebut, perwakilan negara-negara anggota PPI Dunia berkumpul secara daring pada tanggal 25-28 Agustus 2020 untuk mendiskusikan kebijakan dan menyusun rekomendasi dalam 10 aspek strategis melalui Sidang Komisi PPI Dunia 2020. Hasil Sidang Komisi PPI Dunia selanjutnya dirangkum sebagai Deklarasi Guangzhou untuk pemerintah, intansi non-pemerintah, dan PPI se-Dunia.

DEKLARASI-GUANGZHOU

Latar Belakang

Pendidikan

Pencapaian di Kancah Internasional

  1. Anggota Kehormatan Persatuan Insinyur Malaysia (IEM)
  2. Anggota Kehormatan Japanese Academy of Engineering
  3. Anggota Kehormatan The Fellowship of engineering of United Kingdom, London
  4. Anggota Kehormatan The National Academy of Engineering, AS
  5. Anggota Kehormatan Academie Nationale de l'Air et de l'Espace, Perancis
  6. Anggota Kehormatan The Royal Aeronautical Society, Inggris
  7. Anggota Kehormatan The Royal Swedish Academy of engineering Science, Swedia
  8. Anggota Kehormatan Gesselschaft Fuer Luft und Raumfarht (Lembaga Penerbangan & Ruang Angkasa) Jerman
  9. Anggota Kehormatan American Institute of Aeronautics and Astronautics, AS
  10. Anggota Kehormatan Masyarakat Aeronautika Kerajaan Inggris (1983)
  11. Anggota Kehormatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa, Jerman (1983)
  12. Anggota Kehormatan Akademi Aeronautika Perancis (1985)
  13. Edward Warner Award (Setara dengan Nobel) 
  14. Award von Karman (Setara Dengan Nobel)

Pendidikan B. J. Habibie

Di Indonesia, siapa yang tidak kenal dengan “Mr. Crack” B. J. Habibie? Pria yang memiliki nama lengkap Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie, dilahirkan 25 Juni 1936 di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Pada tanggal 12 Mei 1962, Beliau menikah dengan Hasri Ainun Habibie dan memiliki dua orang anak, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Gambar 1. Habibie dengan keluarga saat muda (dua dari kanan)

Habibie memiliki kemauan belajar yang sangat besar dan sudah terlihat ketika ia masih muda. Ketika SMA, prestasi Habibie sudah mulai menonjol, terutama di bidang matematika dan sains. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA di Kristen Dago, Beliau melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Teknik Mesin. Namun, Beliau tidak dapat menyelesaikannya karena mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di Jerman dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Habibie memilih untuk berkuliah di jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi Pesawat Terbang di Rhein Westfalen Aachen Technisiche Hochschule (RWTH). Sesampainya di Jerman, Beliau bertekad untuk bersungguh-sungguh menjalani kuliah dan bertekad menggapai kesuksesan karena mengingat usaha dan jerih payah ibunya dalam membiayai kuliah serta kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang ditempuh olehnya bukanlah sebuah pendidikan kursus kilat, tetapi sekolah bertahun-tahun dengan praktik sambil bekerja.

Gambar 2. Habibie Muda Saat di Jerman

Perjuangan BJ Habibie untuk mencapai cita-cita dilaluinya dengan penuh rintangan dan kerja keras. Masa libur bukanlah sebagai liburan bagi Beliau, justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan belajar Beliau kesampingkan.

Dalam biografi BJ Habibie, diketahui Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dan nilai rata-rata 9,5. Setelah itu Beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachen.

Habibie menemukan rumus yang diberi nama “Faktor Habibie”, yang mana rumus ini bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga Beliau di juluki sebagai “Mr. Crack“. Rumus Faktor Habibie merupakan salah satu prestasi BJ Habibie yang paling terkenal. Kejeniusan dan prestasi inilah yang membuat Habibie diakui lembaga internasional.

Gambar 3. Habibie Saat Menempuh Pendidikan di Jerman

Beberapa Penghargaan Habibie diantararanya adalah Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sementara itu penghargaan bergengsi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.

Penulis Samuel Gilbert (PPI Tiongkok), Kepala Pusat Informasi Pelajar/Kemahasiswaan, Pusat Data dan Informasi
Editor Zhafira Aqyla S. S., staf bidang Mass Media, Pusat Komunikasi, Pusat Media dan Komunikasi PPI Dunia 2019/2020

Daftar Pustaka:

Sumber Gambar:

Google, diakses 17 December 2019

Para Peserta dan Pembicara ISIC 19th

Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2019 mengusung tema utama Embracing Indonesia Resilience 2045: A triple-helix approach of economic, social and infrastructure developments from Indonesia-UK perspective”. ISIC sendiri merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris (PPI UK). ISIC menjadi kesempatan bagi akademisi, kalangan praktisi dan profesional Indonesia di  kancah internasional untuk berbagi ide dan membangun kolaborasi. Tahun ini, 19th ISIC diselenggarakan tanggal 22 – 23 Juni 2019 di University of Nottingham. Acara dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya dan Irlandia, Dr. Rizal Sukma, dan Vice Chancellor University of Nottingham, Prof. Shearer West. Dr. Rizal Sukma menjabarkan bahwa ISIC merupakan kegiatan besar yang memberikan manfaat kepada segenap pelajar Indonesia di Inggris dan negara lainnya. Prof. Shearer West menekankan bahwa kerjasama University of Nottingham dengan 19th ISIC dari PPI UK merupakan salah satu bentuk dukungan dan kerjasama antara Inggris dan Indonesia dalam membangun resiliensi Indonesia 2045 melalui pendekatan triple-helix. Sebagai student-led-activity, kepanitiaan ISIC beranggotakan para pelajar dan peneliti dari berbagai universitas se-Inggris Raya. Lury Sofyan, selaku ketua Panitia dari 19th ISIC menjelaskan bahwa 19th ISIC merupakan kesempatan untuk menyongsong momentum Indonesia emas, sehingga seluruh komponen bangsa terutama pemerintah, akademisi dan industri perlu meningkatkan kolaborasi untuk mendorong inovasi dan kerja nyata bagi Indonesia.

Pembukaan ISIC 19th oleh Dubes RI untuk Inggris, Dr. Rizal Sukma

Pada 19th ISIC, lebih dari 100 peserta dari beberapa universitas di Indonesia dan Inggris menghadiri beragam sesi selama dua hari. 27 pembicara yang berasal dari beragam latar belakang dan bidang keahlian mengisi dua sesi plenary dan 12 sesi paralel. Komite tim ilmiah yang diketuai oleh Wahyudin P. Syam melalui peer-review telah memilih 76 tulisan ilmiah terbaik dari 235 jumlah total yang diterima tim panitia Call for Paper. Dari 18 tulisan terbaik, ada delapan yang dipresentasikan dan jumlah peserta poster presentation mencapai 40. Angga Fauzan, Koordinator tim Eksternal menyampaikan bahwa antusiasme peserta ISIC tahun ini sangat tinggi. Pendaftar general participant dan submission paper meningkat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Panitia menerima 235 paper dari delapan  negara. 225 paper berasal dari lembaga universitas dan sepuluh lainnya berasal dari industri perusahaan, institusi  pemerintahan maupun lembaga riset. Tidak hanya peserta Call for Paper yang menunjukkan animo tinggi, panitia sempat membuat skema waiting list untuk pihak yang mendaftar sebagai general participants.

Persembahan tari Paduppa dari Makassar pada sesi Gala Dinner oleh PPI Nottingham

Kegiatan tanggal 22 Juni dimulai dengan sesi plenary oleh beberapa pembicara kunci mengenai berbagai perspektif landasan dari tema utama, seperti Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti yang memaparkan mengenai rencana jangka panjang pendidikan tinggi. Beliau mengatakan bahwa pendidikan tinggi merupakan salah satu pondasi penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia sehingga mereka mampu beradaptasi dengan rencana pembangunan Indonesia demi mencapai resilien 2045. Beliau menyatakan bahwa, “…the role of education is to escape middle income…by improving competitiveness and increasing people’s prosperity through higher education”. Lely Pelitasari Soebekty SP., ME., Wakil Ketua Ombudsman RI pun menyampaikan topik mengenai peran pemerintah dan governance urgency dalam mempersiapkan 2045 bagi Indonesia, terutama dari sisi aspek penyedia public services atau pelayanan publik yang berintegritas. Ombudsman ada untuk mengawasi bahwa good governance dilaksanakan dengan baik oleh pihak-pihak yang terlibat, “to achieve good governance and good public service in Indonesia, we need to start now, we need to start from ourselves,…. Integrity is all”.

Salah satu sesi Parallel Session pada 19th ISIC tentang Science Acceleration and Translation

Rangkaian ISIC pun memiliki 12 parallel session dengan tema yang meliputi  pendidikan dasar, perkembangan ilmu pengetahuan, keberlanjutan lingkungan, korupsi dan kemiskinan, sistem kesehatan, manajemen bencana alam, transportasi, ekonomi kreatif, hingga Big Data. Seluruh tema penting tersebut menjadi lebih menarik dengan pemaparan dari para pembicara yang berasal dari berbagai sektor. Dalam sesi ini, para peserta dapat mendengarkan penjelasan para narasumber sekaligus berdiskusi secara langsung dengan mereka, seperti diskusi dalam sesi kesehatan bersama Prof. Ali Ghufron Mukti dan Dr. Dono Widiatmoko, yang membahas mengenai perbandingan sistem asuransi kesehatan di Inggris dan Indonesia, “NHS yang telah mapan secara sistem pun tidak lepas dari perubahan dan adaptasi, sehingga BPJS pun perlu dipandang sebagai proses perubahan dan adaptasi menuju sistem yang dapat meningkatkan aksesibilitas kesehatan yang lebih merata”. Di setiap sesi paralel, peserta oral presentation yang merupakan peneliti dari bermacam-macam latar belakang, baik pelajar, akademisi, maupun kaum professional mendapat masukan yang berguna bagi perkembangan riset mereka dari pembicara utama di masing-masing sesi. Mengingat pentingnya acara ini, Revian Wirabuana, General Secretary dari 19th ISIC mempersiapkan student convention ini dengan sebaik-baiknya sejak akhir tahun 2018.

Pada acara penutupan yang merupakan kegiatan terakhir dalam rangkaian ISIC 19th dan dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Aminudin Aziz, dilakukan pemberian penghargaan kepada dua peserta terbaik di tiap kategori oral dan poster Presentation. Pemenang kategori Best Oral Presentation adalah tim yang beranggotakan Yoni Atma, Hanifah Nurul Lioe, Endang Prangdimurti, Hermawan Seftiono, Moh. Taufik, Dita Fitriani, dan Apon Zaenal Mustopa dengan penelitian berjudul “Gelatin Hydrolysate from Bone of Indonesian Pangasius Catfish (Pangasius Sutchl) as Dipeptidyl Peptidase IV (DPP-IV) inhibitor for Anti-diabetes”; dan tim I Nyoman Gede Maha Putra dan Ida Bagus Gede Parama Putra dengan “Reinventing Place-Identity and Embracing New Economic Opportunities”. Kategori Best Poster Presentation dimenangkan oleh tim Muhammad Riyansyah, Pratama Budi Wijayanto, Bambang Riyanto Trilaksono, Seno Adi Putra, Dina Shona Laila dengan “Real-time Bridge dynamic Response: Bridge Condition Assessment and Early Warning System”. Pemenang lain di kategori ini adalah Amaliyah dengan “Analysing Fraud Causes: Individual or organization Culture”. Head of Operational dari 19th ISIC, Teguh Adinugroho,  mengatakan bahwa dukungan dari University of Nottingham memegang peranan penting dalam kegiatan ini, misalnya untuk memfasilitasi berbagai ruangan hingga konsumsi selama berlangsungnya penyelenggaraan acara. Ekawati Sudjono, Head of Program of 19th ISIC menyebutkan beberapa elemen penting yang turut mendukung suksesnya kegiatan ini selain KBRI dan PPI UK adalah Persatuan Pelajar Indonesia Nottingham (PPI Nottingham), Keluarga Islam Indonesia Britania Raya (KIBAR), Lingkar Studi Papua (LSP), Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), dan Nusantara Innovation Forum (NIF). Selain itu kolaborasi antara Dr Bagus Muljadi selaku Director of the Indonesia Doctoral Training Partnership (IDTP), University of Nottingham dan Jason Feehily selaku Director of Knowledge Exchange Asia, University of Nottingham dalam mendukung penyelenggaran the 19th ISIC sangat patut untuk diberi apresiasi yang tinggi. Hal lain yang sangat penting untuk digarisbawahi dan selayaknya diteruskan dalam penyelenggaraan ISIC berikutnya adalah 19th ISIC menggandeng beberapa jurnal yang sudah memiliki indeks scopus untuk menerbitkan tulisan ilmiah terbaik dalam ajang ini dan menerbitkan e-prosiding yang memiliki ISSN.

Lury Sofyan,
Ketua Panitia 19th ISIC PPI-UK

Elbrus merupakan singkatan dari Elaborasi dan Edukasi dan dicetuskan oleh koordinator PPI kawasan Amerika & Eropa, Tubagus Aryandi Gunawan sebagai kelanjutan dari program di periode sebelumnya bernama Sharing Session. Terinspirasi dari nama gunung tertinggi di wilayah Eropa yang berlokasi di Rusia, Elbrus diharapkan bisa menjadi tempat berbagi ilmu tidak hanya untuk pelajar di kawasan Amerika & Eropa tetapi juga untuk seluruh pelajar Indonesia pada umumnya. Program Elbrus yang terlaksana pertama kali di bulan November 2018 ini mengupas berbagai hal mulai dari tips dan trik terkait edukasi, pengalaman berkuliah dengan bahasa lokal, dan program-program mengenal lebih dekat PPI negara. Semua program tersebut dibawakan oleh para pelajar yang belajar di kawasan Amerika & Eropa.

Dikoordinasi oleh Betharie Cendera Arrahmani dari PPI Jerman dan Radita Liem dari PPI Estonia, Elbrus hadir setiap satu hingga dua minggu sekali dengan durasi berkisar satu jam. Elbrus sendiri sudah berganti format beberapa kali, pertama dengan menggunakan layanan telepon & presentasi online, Zoom dan kemudian berganti menggunakan Youtube Live hingga pada akhirnya terus konsisten menggunakan Instagram live milik akun PPI kawasan Amerika Eropa (https://www.instagram.com/ppiamerop/). Platform Instagram dipilih karena popularitasnya di kalangan anak muda Indonesia dan diharapkan bisa meraih banyak penonton yang tertarik untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan terkait kehidupan pelajar di kawasan Amerika & Eropa. Interaksi dan pertanyaan langsung dari penonton Instagram Live adalah bagian yang tidak bisa terlepaskan di setiap acara Elbrus.

Beberapa poster kegiatan Elbrus yang pernah diadakan

Sejauh ini, sudah melibatkan 20 negara di kawasan PPI Amerika & Eropa sebagai narasumber dan juga bintang tamu. Latar belakang narasumber berasal dari berbagai macam jenjang pendidikan mulai dari S1 hingga mahasiswa doktoral dan juga berasal dari berbagai macam program studi seperti sejarah, kedokteran, pendidikan jasmani, teknik, dan banyak lagi. Jumlah narasumber juga bervariasi dengan narasumber terbanyak berjumlah empat orang di program Elbrus yang berjudul “Kuliah Pakai Bahasa Lokal, Siapa Takut”. Keempat narasumber dari berbagai PPI Negara yang perkuliahannya menggunakan bahasa lokal membagikan pengalaman unik mereka menguasai bahasa asing ketiga atau keempat mereka untuk berkuliah. Acara Elbrus terakhir di periode 2018/2019 akan ditutup oleh PPI Azerbaijan membagikan pengalaman berkuliah di negara Azerbaijan yang jarang terdengar namanya di Indonesia.

Program yang baru dimulai akhir tahun 2018 cukup meninggalkan banyak kesan untuk pengikut akun Instagram PPI kawasan Amerika & Eropa. Survei terhadap kinerja program yang diselenggarakan menyebutkan bahwa konten pengembangan diri merupakan topik yang ingin lebih banyak dimunculkan ke depannya. Walaupun masa kepengurusan Elbrus akan segera berakhir, tim Elbrus tetap semangat untuk terus meningkatkan kualitas dan menyiapkan evaluasi supaya dapat diteruskan di periode kepengurusan PPI Kawasan Amerika & Eropa berikutnya. “Saya berharap Elbrus dapat menjangkau lebih banyak teman-teman pelajar di seluruh kawasan Amerika & dan Eropa untuk tertarik mengikuti kegiatan dari PPI” demikian penjelasan Betharie selaku penanggung jawab utama program Elbrus.

Salam perhimpunan untuk seluruh calon relawan!

Di Tahun 2019 ini, PPI Dunia bekerjasama dengan PPI Belanda kembali menggandeng Ruang Berbagi Ilmu untuk mengadakan kolaborasi baik dengan tujuan menumbuhkan gerakan Pendidikan yang positif di daerah-daerah di Indonesia. Dengan semangat mengajak kembali seluruh insan cendekia untuk berbagi ilmu yang sudah dimiliki kepada guru-guru di daerah, kami membuka kesempatan untuk berkontribusi di 5 daerah sebagai berikut:

1. Salatiga

2. Jailolo, Halmahera Barat

3. Toraja

4. Tulin Onsoi

5. Wilayah 1 Nunukan

Kemudian, berdasarkan formulir yang sudah diisi oleh seluruh calon relawan, berikut ini kami umumkan nama-nama relawan yang terpilih untuk mengikuti kegiatan RuBI x PPI Dunia dan PPI Belanda. Yuk cek segera, jika ada nama kamu di dalam daftar ini, ayo kita bersiap-siap!

A. Relawan Narasumber

Nama Lokasi Materi
Rathasya Marvelarani Halmahera Barat Motivasi guru
Yovian Halmahera Barat Motivasi guru
Gufran Usman Halmahera Barat Motivasi guru
Anggriawan Sugianto Halmahera Barat MBK Paud
Hotgantina Sinaga Halmahera Barat MBK Paud
Fitri Dianasari Halmahera Barat MBK Sains
Darius Arkwright Halmahera Barat MBK Sains
Ilona Christina Kakerissa Halmahera Barat MBK Sains
James Frederich Kurnia Jaya Toraja MBK Bahasa
Dona Niagara Dinata Toraja MBK Bahasa
Dian Sulistiani Toraja MBK Matematika
Angginta Ramdani Ibrahim Toraja MBK Matematika
Alfi Syukrina Amir Toraja MBK IPA
Andari Puji Astuti Toraja MBK IPA
Sri Utami Rustam Toraja MBK IPA
Sonny Satriyono Edi Wibowo Toraja Disiplin Positif
Piala Agellery Toraja Disiplin Positif
Dorothea Andang Kadembo Toraja Disiplin Positif
Sherlinda Octa Yuniarsa Toraja Motivasi guru
Daeff Bisri Zulkarnain Toraja Motivasi guru
Citra Wulandari Palangan Toraja Motivasi guru
Adrea Rosita Tulin Onsoi Konseling
Alinda Putri Dewanti Tulin Onsoi Konseling
Azmi Nisrina Umayah Tulin Onsoi Konseling
Aridanto Tulin Onsoi MBK Matematika
Andina Nabila Irvani Tulin Onsoi MBK Matematika
Asri Pratitis Tulin Onsoi MBK Bahasa
Ninette Putri Mustika Tulin Onsoi MBK Bahasa
Meysella Anugrah Asih Purwadhi Tulin Onsoi MBK IPA
Nurnita Yanuaris Tulin Onsoi MBK IPA
Indra Wahyudin Nunukan Konseling
Yuliana Bastini Nunukan Konseling
Kurniawan Taufiq Kadafi Nunukan Menulis
Samudra Eka Cipta Nunukan Menulis
Tentrem Restu Werdhani Nunukan Menulis
Malik Akbar Mulki Rahman Nunukan Menulis
Astria Eka Santi Salatiga Psikologi Anak - Deteksi ABK
Retno Wulandari Salatiga Psikologi Anak - Deteksi ABK
Riskia Murad Salatiga Psikologi Anak - Deteksi ABK
Veva lenawaty Salatiga Manajemen Kelas Inklusif
Mahayu Ismaniar Salatiga Manajemen Kelas Inklusif
Afriza Firlana Ghany Salatiga Brain Based Teaching
Tanti Sugiharti Singgih Salatiga Manajemen Kelas Inklusif
Lisa Sunaryo Putri Salatiga Metode Belajar Kreatif
Agung Nugroho Adi Salatiga Metode Belajar Kreatif
Mariska Nurwulandari Salatiga Metode Belajar Kreatif

B. Relawan Dokumentasi

Nama Lokasi
Hardian Cahya Wicaksono Tulin Onsoi
Zakia Ayu Alvita Abidin Putri Tulin Onsoi
Alif Nur Ramadhan Tulin Onsoi
Tiara bambang ginanti Nunukan
Tri Ambarwati Nunukan
Desi Ike Sari Nunukan
Khorido Hidayat Halmahera Barat
Chintya Wintari Noor Halmahera Barat
Anggi Tri Damayanti Halmahera Barat
Diaz krisnayoga Halmahera Barat
Enjang Nurdiansyah Halmahera Barat
Zulyamin Kimo Toraja
Shinta armeilia Toraja
NUR IQBAL Toraja
DONI hanafi Adnand Toraja
Fitrawan Mufly Haskari Toraja
Supriadi Toraja
Wahyu Prakoso Salatiga
Ferry Dwi Winata Salatiga
Aryo Saptono Bayu Aji Salatiga
Moch Fachrish Rizha H Salatiga
didi mugitriman Salatiga

Selanjutnya, kami ingin menginformasikan tentang kegiatan selanjutnya berkaitan dengan Ruang Berbagi Ilmu. Kegiatan Ruang Berbagi Ilmu berikutnya:

1. Jelajah Rubi

22 - 23 juni 2019

Di GOR Bulungan, Jakarta Selatan

pendaftaran melalui: http://goers.co/jelajahrubi

2. Rubi Kaimana

Dengan tema "Guru adalah Sahabat Siswa".

Pendaftaran ditutup tanggal 13 Juni 2019.

Pelaksanaan tanggal 18-20 Juli 2019.

Link pendaftaran:

https://rubimandirikaimana.typeform.com/to/NDHhtE

Sekian dari kami, sampai jumpa di lokasi pelaksanaan!

Salam hangat,

Tim Rekrutmen RuBI x PPID dan PPIB 2019

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920