logo ppid

Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) kembali menyuguhkan webinar ilmiahnya, kali ini sebagai bentuk tanggapan terkini mengenai Cybercrime, sekaligus memperlihatkan perubahan website terbaru milik PPI Dunia. Website terbaru ini merupakan upgrading dari segi tampilan, akses, maupun keamanan.

Mengangkat tema “Cyber Resilience For Digital Society”, PPI Dunia hadirkan 2 pemateri handal di bidang terkait. Adalah Deyanbunayya, seorang Microblogger Security & Co-Founder OrangSiber dan Muhammad Fauzi, Deputi Bidang Pengembangan Riset Terapan, Inovasi, dan Teknik Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Fauzi hadir menggantikan Muhammad Shidiq Purnama selaku Chief Registry Operator (CRO) yang berhalangan hadir saat itu.

Dalam webinar kali ini, dijelaskan banyak mengenai keamanan, penanganan, hingga tren serangan siber serta penangkal serangan siber. Sebagai bentuk usaha pencegahan meningkatnya kejahatan data yang mana Indonesia termasuk rawan dalam hal ini.

“Indonesia masih menduduki peringkat tertinggi sebagai target serangan di kawasan Asia Tenggara” tegas Fauzi, berdasarkan Data Serangan Ransomware di Asia Tenggara Tahun 2020.

Dalam paparannya, Fauzi menyebutkan beberapa tren serangan siber yang dikutip dari Assesment yang dibuat oleh Interpol. Salah satu tren yang sangat fenomenal adalah Ransomware, sebuah tren serangan yang menuntut tebusan finansial dari korbannya.

Webinar ini juga menjadi perhatian khusus bagi para mahasiswa. Dengan materi yang disampaikan oleh Deyanbunayya mengenai cyber attack on campus, diharapkan mampu mencegah kejahatan data. Perlu diingat bahwa kebocoran data itu permanen sifatnya, dan bisa diperjualbelikan, sebab jejak digital sulit dihilangkan” ungkapnya.

Deyan juga menyuguhkan beberapa contoh pencurian data pribadi hingga kebocoran data Universitas di Indonesia maupun dunia, yang berhasil diperjualbelikan.

Di akhir sesi, para pemateri memberikan awareness mengenai perlindungan data yang bisa dicover dengan aplikasi penunjang. Dan beberapa langkah yang harus dilakukan jika terjadi kebocoran data.

Redaktur: Fina Septia (Anggota Sub Bidang Redaktur Berita Kegiatan PPI Dunia)

Foto bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Jajaran bersama dengan Koordinator PPI Dunia Cendikia Apik 2021-2022, Faruq Ibnul Haqi.

Jakarta - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia  berkolaborasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) meluncurkan program Indonesia Global Talent Internship (IGTI) 2021. Program ini merupakan bentuk inisiatif kolaborasi dan pintu gerbang bagi para pelajar Indonesia di luar negeri khususnya yang sedang menempuh S2 dan S3 untuk berkesempatan berkontribusi langsung di 44 proyek strategis yang tersebar di 7 perusahaan BUMN.

“Mewakili seluruh pelajar Indonesia di luar negeri sangat mengapresiasi Kementerian BUMN yang telah mendengarkan aspirasi para pelajar untuk diberikan kesempatan magang di perusahaan BUMN,” ujar Faruq Ibnul Haqi selaku Koordinator PPI Dunia periode 2021/2022 dalam pidato sambutannya.

“PPI Dunia pada periode ini juga berfokus pada Human Capital Development yang nantinya diharapkan turut serta dalam pembangunan bangsa melalui Kementerian BUMN,” jelas Faruq.

“Program IGTI ini adalah yang pertama kali dalam sejarah PPI Dunia. Ini adalah wujud kerjasama pentahelix antara PPI Dunia dengan Kementerian BUMN untuk memaksimalkan talenta-talenta muda yang ada di luar negeri untuk turut serta dalam membangun bangsa” ujar Kandidat Doktor dari University of South Australia, Adelaide.

Koordinator PPI Dunia ke-11 ini juga menambahkan bahwa program IGTI ini sebagai wujud link and match potensi pengembangan riset di luar negeri agar bisa dikontribusikan bagi Indonesia dalam rangka membersamai Indonesia Emas 2045.

Menteri BUMN Erick Thohir juga mengajak para pelajar di mancangera untu mengambil kesempatan emas ini. “Semoga dengan program ini, dapat meningkatkan minat para pelajar Indonesia di luar negeri untuk kembali dan berkontribusi ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya,” ungkap Erick.

“Saya menyambut baik program ini, karena program ini sangat baik dan relevan karena perlu kita sadari, bahwa disrupsi yang sekarang ini terjadi disebabkan oleh digitalisasi dan anak muda. Ibarat kita ingin menang perang, kita harus memiliki tim yang mengerti apa yang kita hadapi. Inilah pentingnya keberpihakan untuk memberikan kesempatan kepada kepemimpinan muda,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir.

Erick Thohir juga menambahkan, ada dua hal yang krusial yaitu optimisme yang luar biasa dan kegundahan pada generasi muda. Oleh karena itu diperlukan kapabilitas, bekerja dengan sungguh-sungguh dan terus belajar. Dengan bonus demografi mengingatkan BUMN untuk terus berkembang dan melakukan tranformasi serta menyiapkan future leadership dan melakukan perbaikan distrupsi, ungkap Erick Thohir.

Erick Thohir menegaskan diakhir keynote-nya, agar program ini berlanjut dan berkesinambungan agar kita tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh negara-negara di Amerika Latin, yang lupa berinvestasi ada anak muda dan research and development. Selain itu, juga lupa merubah business model untuk menghadapi distrupsi.

Forum Human Capital Indonesia (FHCI) sebagai mitra Kementrian BUMN juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementrian BUMN dan PPI Dunia. “Momentum ini merupakan kesempatan untuk memperluas pengalaman berkarya dan mengenal budaya lingkungan kerja di BUMN dengan talenta global yang dimiliki oleh para pelajar Indonesia di luar negeri.” ujar Alexandra Askandar selaku Ketua Umum FHCI.

Selain itu, perwakilan dari PPI Negara dan PPI Dunia Kawasan pun telah berbincang langsung dengan Ketua FHCI dan Deputi BUMN mengenai tanggapan para pelajar mengenai program ini. “Para pelajar Indonesia di Taiwan sangat mengapresiasi program ini dan menunjukkan ketertarikan yang luar biasa untuk berkontribusi langsung dalam perusahaan BUMN sesuai dengan displin ilmu yang dimiliki,” jelas Adi perwakilan dari PPI Dunia Kawasan Asia-Oseania.

Di akhir acara, perwakilan dari beberapa perusahaan BUMN melakukan mentoring dan menjelaskan beberapa proyek dan bidang ilmu yang dibutuhkan agar para pelajar Indonesia luar negeri yang tertarik mengikuti program ini dapat memilih proyek dan riset yang sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki dan kebutuhan perusahaan BUMN saat ini. Adapun 7 perusahaan tersebut adalah PT Pertamina, PT Telkom Indonesia, PT PLN, PT Biofarma, PT Bank Tabungan Negara, PT Perkebunan Nusantara III, dan MIND ID.

Oleh: Ahsana Nur Amalia, Kepala Sub-Bidang Redaktur Berita Kegiatan PPI Dunia

Penandatanganan MoU IGTI antara Kementerian BUMN RI dan PPI Dunia.

Ankara, Turki – Senin, 6 Desember 2021 PPI Turki memerhatikan intensitas kunjungan kerja anggota DPR RI ke Republik Turki begitu tinggi. Saat ini, PPI Turki terus berupaya mencari informasi mengenai jadwal dan agenda kunjungan komisi DPR RI tersebut.

Berkaitan dengan kunjungan kerja DPR RI ini, PPI Turki memiliki dua sudut pandang. Pertama, agenda kunjungan kerja ini menjadi kesempatan bagi pelajar Indonesia di Turki untuk menyampaikan aspirasi dan inisiasi kerja sama strategis demi kebaikan Indonesia, termasuk pelajar Indonesia di Turki.

Kedua, PPI Turki melihat kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap DPR RI melalui agenda kunjungan kerja ini. Hal tersebut akan terwujud apabila komisi DPR RI lebih transparan memberi informasi yang berkaitan dengan pencapaian selepas kunjungan kerja terlaksana sebagai bentuk akuntabilitas DPR RI. Apabila anggota DPR RI tidak mampu memberikan kejelasan informasi, dikhawatirkan timbul pertanyaan dan asumsi negatif dari masyarakat Indonesia.  

Dalam rangka mendukung inisiasi kerja sama, PPI Turki akan berusaha dalam menyiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung demi terlaksananya pertemuan antara pelajar Indonesia di Turki dengan anggota DPR RI. Pertemuan semacam ini menjadi momentum berharga sekaligus sebuah kehormatan bagi para diaspora pelajar Indonesia karena dapat berbicara langsung dengan anggota DPR RI.

Di sisi lain, alangkah lebih baik jika komisi DPR RI memberikan informasi terlebih dahulu mengenai jadwal, maksud dan tujuan utama dari setiap kunjungan kerja ke Republik Turki melalui media informasi resmi DPR RI. Informasi tersebut diperlukan sebab menjadi bukti profesionalitas anggota DPR RI. Lebih lagi, sebagai kesempatan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia, baik di dalam negeri maupun masyarakat Indonesia yang tinggal di Republik Turki. Masyarakat dapat memberikan kontrol atas setiap agenda kunjungan dan mampu mengukur kinerja serta tingkat kemanfaatan dari agenda kunjungan kerja anggota DPR RI tersebut.

Kami harap, press release yang dipublikasikan oleh PPI Turki ini menjadi pembuka jalan bagi pelajar Indonesia di Turki dalam menyampaikan aspirasi. Selain itu, diharapkan agenda kunjungan kerja DPR RI ke Turki menjadi lebih optimal, bermanfaat, transparan, terukur, dan berdampak konkrit kepada masyarakat Indonesia. Begitu pun sebaliknya, semoga tulisan ini dapat mengawal para anggota DPR RI untuk dapat memberikan kinerja konstruktif dan efek positif bagi Indonesia.

Penulis; Hilmy Prilliadi

Editor; Hilda Farida, Naufa Hanif.

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Cendikia Apik sebagai badan koordinasi para Pelajar Indonesia dari 60 Negara terus berupaya dan berusaha untuk menebar manfaat bagi seluruh pihak. Selain dengan terus berinovasi dengan program-program baru dalam setiap kesempatannya, PPI Dunia Cendikia Apik juga turut mengadopsi dan mengembangkan program produktif berkelanjutan yang telah dicanangkan sejak kepengurusan sebelumnya. 

Pada kepengurusan sebelumnya, Direktorat Pergerakan dan Pengabdian Masyarakat (PPM) PPI Dunia telah meluncurkan program Bisindo Asik (BISIK) sebagai platform inklusif peduli teman tuli dan teman dengar, dengan mengadakan kelas intensif pembelajaran bahasa isyarat.

Dalam peluncuran kegiatan pertamanya pada periode 2021-2022, BISIK PPI Dunia kali ini mendapat dukungan penuh dan juga kerjasama aktif dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Mahasiswa Terapi (KOMITE) Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. 

Poster Talkshow "Disabilitas Berdaya Tanpa Batas" PPI Dunia pada tanggal 4 Desember 2021.

Turut serta memperingati hari disabilitas internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember 2021 mendatang, BISIK PPI Dunia berkolaborasi bersama Poltekesos Bandung akan mengadakan acara 'Online Campaign dan Talkshow: Disabilitas Berdaya Tanpa Batas' pada awal Desember 2021 di media sosial.

Acara Talkshow sebagai puncak kegiatan yang akan dilaksanakan pada 4 Desember 2021 secara daring memakai sistem diskusi interaktif antara narasumber dan peserta.

Tak kalah menarik, tiga narasumber yang turut meramaikan acara Talkshow ini pun berasal dari kalangan disabilitas yang telah mencapai kesuksesan mereka, seperti Jaka Anom Ahmad Yusuf / Blindman Jack (stand up comedian), Dian David Mickael Jacobs (atlet para tenis meja Indonesia), Mochamad Nur Ramadhani, drg., M.Sc. (dokter gigi dan byonic dentist difabel), ditambah dengan kehadiran Rini Hartini Rinda Andayani, M.Pd, Ph.D sebagai pekerja sosial kajian disabilitas.

Harapannya, acara Online Campaign dan Talkshow yang gratis dan terbuka untuk umum ini dapat menjadi salah satu pintu relasi berkepanjangan antara PPI Dunia dan Poltekesos Bandung, juga dapat membangkitkan kesadaran kolektif terkait pentingnya perhatian masyarakat kepada penyandang disabilitas.

Gerakan peduli disabilitas serta pembangkitan masyarakat inklusif merupakan salah satu tujuan program kerja PPI Dunia periode ini, terkhusus di sub bidang Masyarakat Inklusif Direktorat PPM PPI Dunia. Berbagai acara yang tak kalah menarik untuk ditunggu diantaranya; kelas bahasa isyarat BISIK, Inclusive Infographics, PPI Edufest X PPM, dan Career Counselling Teman Difabel.

Informasi mengenai kegiatan menarik Direktorat PPM secara keseluruhan dapat diakses di akun instagram: @ppm_ppid.

Oleh: Faramuthya Syifaussyauqiyya.

Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) baru-baru ini telah melantik anggota kepengurusannya yang berjumlah 476 orang yang tersebar dari berbagai negara. Ini menandakan bahwa roda organisasi akan mulai berjalan untuk mengeksekusi berbagai programnya yang telah dirancang. Seperti yang telah diketahui bersama, Koordinator PPI Dunia periode 2021-2022 Faruq Ibnul Haqi dari PPI Australia memiliki konsep bersinergi dengan semua unsur pentahelix dalam kolaborasi programnya. Sehari setelah pelantikan, Faruq langsung meneken kesepakatan kerjasama dengan dua kantor law firm sekaligus yang berkantor di bilangan Sudirman Central Business District (SCBD) yaitu Resolva Law Firm dan Kantor Hukum Santoso, Martinus & Muliawan (SMM) Advocates.

Faruq menjelaskan bahwa PPI Dunia adalah organisasi yang berbadan hukum di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang anggotanya tersebar di 60 negara se-dunia. Anggota PPI Dunia sangat banyak dan tersebar, mereka semua pasti berpeluang untuk mendapatkan masalah hukum pada saat mengenyam studi maupun di organisasi PPI, walaupun tidak kita inginkan ya.

“Potensi itu ada (masalah hukum), jadi kami di PPI Dunia berusaha untuk memberikan pelayanan advokasi di bidang hukum untuk semua anggota PPI Dunia. Oleh karena itu, sangat penting untuk PPI Dunia memiliki kesepakatan Kerjasama dengan Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (Mou) dengan Konsultan Hukum”, ucap Faruq.

Resolva Law Firm yang berkantor di Treasury Tower, District 8, SCBD Senayan, Jakarta Selatan ini bersepakat dengan menandatangani MoU dengan PPI Dunia untuk memberikan jasa pendampingan hukum dan advokasi terhadap seluruh persoalan hukum yang dialami oleh PPI maupun anggotanya, ungkap Faruq.

“Resolva Law Firm ini masuk dalam top 100 Indonesian Law Firm dan top 30 litigation practices. Dengan MoU ini semoga bisa memberikan manfaat yang besar untuk PPI Dunia khusunya dalam bidang hukum”, ucap Andy R. Wijaya, Founding Resolva Law Firm.

Selain dengan Resolva Law Firm, Koordinator PPI Dunia dari Australia ini juga menandatangani MoU dengan Kantor Hukum Santoso, Martinus & Muliawan (SMM) Advocates yang berkantor di Equity Tower, SCBD Senayan, Jakarta Selatan yang diwakili oleh Wincen Adiputra Santoso, SH., LLM., FCIARB.

Faruq menyampaikan bahwa PPI Dunia dan SMM Advocates bersepakat untuk memenuhi kebutuhan bantuan hukum untuk anggota PPI Dunia. Selain itu juga, fasilitas lain juga diberikan seperti mengadakan pelatihan secara daring dan/atau fisik, dengan materi mencakup namun tidak terbatas pada: pendirian perusahaan; perjanjian; negosiasi; cara-cara untuk mendapatkan modal; dan aspek-aspek hukum lain terkait.

“Alhamdulillah, PPI Dunia memiliki konsultan hukum professional yang tentunya akan bermanfaat untuk kita semua. Walaupun sudah memiliki partner hukum, saya tetap berharap anggota PPI Dunia tidak mendapatkan permasalahan hukum kedepannya dengan siapapun”, terang Faruq.

Surat Pernyataan Sikap PPI Dunia atas Undang-Undang Cipta Kerja

Paska pandemi COVID-19 melanda Tanah Air pada Maret 2020 lalu, masyarakat yang berada di bahwa garis ekonomi menegah ke bawah dikabarkan kian terpuruk. Fenomena tersebut menjadi semakin kompleks paska lonjakan kasus COVID-19 dilaporkan nyaris di berbagai wilayah Indonesia. Hal itu berdampak pada keselamatan tenaga medis. Terlebih, banyak dari pahlawan medis telah berguguran akibat fenomena tersebut.

Dalam momentum bersaman, DPR RI kemudian mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020. RUU yang sudah direncanakan sejak akhir 2019 tersebut telah menjadi bagian dari prioritas dalam Program Legislasi Naisonal tahun 2020. Gagasan mengenai Omnibus Law atau Omnibus Legislation dianggap sebagai terobosan baru dalam bidang Hukum di Indonesia. Omnibus Law akan menjadi sarana dalam melakukan deregulasi serta debirokratisasi yang tujuan utamanya adalah menghadapi begitu banyaknya berbagai peraturan yang ada di Indonesia. Seperti dari yang dikutip dari sebuah jurnal penelitian yang berjudul “Urgensi dan Analisis Yuridis Pembentukan Omnibus Law Sektor Sumber Daya Air” oleh I Wayan Bhayu Eka Pratama, menurut Glen S. Krutz, Omnibus Legislation diartikan sebagai penyatuan berbagai undang-undang dalam satu undang-undang yang besar. Sehingga, implikasinya adalah Omnibus Law tersebut akan mengatur berbagai macam bidang kehidupan yang ada.

Namun demikian, pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja oleh DPR RI menimbulkan dinamika pada berbagai lapisan masyarakat. Salah satu alasan utama Pemerintah mendorong UU Cipta Kerja adalah untuk membuka peluang peningkatan ekonomi dengan memberikan kemudahan berusaha bagi berbagai pihak. Namun demikian, perlu disadari bahwa UU Cipta Kerja yang merupakan integrasi dari banyaknya undang-undang menimbulkan kompleksitas tersendiri bagi dari substansi, perspektif hukum, maupun dari melihat kepentingan masyarakat dan para pengusaha.

Merespon polemik atas disahkannya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) sebagai bagian dari civitas academica, membentuk tim khusus untuk melakukan kajian dan memulai menyusun kajian akademis sejak tanggal 6 Oktober 2020 atau setelah berita UU Cipta Kerja disahkan menyebar ke publik. Kajian akademis ini dibuat sebagai bentuk tanggung jawab moral PPI Dunia terhadap situasi yang berkembang serta untuk menjalankan fungsi PPI Dunia sebagaimana termaktub pada pasal 7 ayat (2) huruf c Anggaran Dasar PPI Dunia 2020 bahwa fungsi PPI Dunia meliputi fungsi penelitian dan kajian.

Selain melakukan kajian akademis, PPI Dunia juga melakukan diskusi publik dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada 14 Oktober 2020 dengan menghadirkan narasumber yang ahli untuk memberikan pendapatnya. Para narasumber tersebut yaitu:

1. Bahlil Lahadalia
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Tema: “Memahami lebih dalam dampak UU Cipta Kerja bagi kemudahan berusaha di Indonesia;
2. Anwar Sanusi, PhD
Sekretaris Jendral Kementerian Tenaga Kerja RI
Tema: “Memahami lebih dalam UU Cipta Kerja dibidang Ketenagakerjaan”
3. Prof. Dr. M. R. Andri Gunawan Wibisana, S.H., LL.M.
Guru Besar Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Tema: “Memahami lebih dalam dampak lingkungan hidup bagi lingkungan setelah pengesahan UU Cipta Kerja”
4. Faisal H. Basri, S.E., M.A
Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia
Tema: “Memahami lebih dalam dampak ekonomi setelah pengesahan UU Cipta Kerja”

Berbekal RUU Cipta Kerja yang kami terima dengan nama file “5 OKT 2020 RUU Cipta Kerja – Paripurna” (terdiri dari 905 halaman) serta hasil kajian akademis yang telah dilakukan, PPI Dunia dengan ini menyampaikan beberapa pernyataan sikap sebagai berikut (masukkan link Sp dan Kajian Akademis)
Pernyataan Sikap dan Kajian Akademis yang dilakukan PPI Dunia ini merupakan kewajiban akademis PPI dalam memberikan expert opinion sebagai sumbangsih PPI Dunia terhadap peningkatkan kualitas pelayanan public dan kebijakan pemerintah yang berbasis pada kesejahteraan masyarakat.
Kami berharap Surat Pernyataan Sikap ini tidak hanya menjadi ruang aspirasi bagi Diaspora Pelajar Indonesia di Luar Negeri namun juga dapat meningkatkan awareness untuk membersamai proses penyusunan berbagai Peraturan Pemerintah yang nantinya disusun sebagai aturan turunan dari UU Cipta Kerja.

Salam hangat,
Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia

01-Surat-Pernyataan-Sikap-PPI-Dunia

Kajian-Akademis-PPI-Dunia-atas-UU-Cipta-Kerja

Link Download Surat Pernyataan Sikap PPI DuniaDownload
Link Download Kajian Akademis PPI Dunia atas UU Cipta Kerja:Download

WP Komisi Hukhankam No. 9 tahun 2020

Pandemi COVID-19 adalah sebuah black swan event yang mengubah banyak hal di dunia, dan mungkin akan dilihat kembali sebagai titik balik dunia. Globalisasi yang dahulu dianggap tidak bisa dilawan, akhir-akhir ini dihantam dengan decoupling dari negara-negara besar, lalu tiba-tiba menghadapi shock yang luar biasa yang membuat orang ragu bagaimana masa depan globalisasi kedepannya.

Lalu bagaimana ancaman deglobalisasi pasca pandemi COVID-19? Berikut adalah kajian dari Komisi Hukum, Pertahanan, dan Keamanan yang ditulis oleh Pasha Aulia Muhammad dan Sudharmono Saputra.

WP-Komisi-Hukhankam-No.-9-tahun-2020

WP Komisi Energi No. 8 tahun 2020

Terdapat segitiga energi di dalam pengelolaan energi suatu bangsa, yaitu: ketahanan energi, kemandirian energi dan kedaulatan energi. Indikator dari negara yang baik tingkat ketahanan energinya yaitu adanya jaminan pasokan energi yang cukup dan berkelanjutan, kemampuan daya beli masyarakat untuk menikmati energi tersebut, ketersediaan infrastruktur dan akses bagi pengguna energi, serta keberpihakan terhadap kondisi lingkungan.

Lalu bagaimana memanfaatkan energi berbasis potensi lokal dan gas bumi untuk masa depan? berikut adalah kajian dari Komisi Energi PPI Dunia yang ditulis oleh Fransesco Redy Karo-Karo dan Wisnu Ananda.

WP-Komisi-Energi-No.-8-tahun-2020

WP Komisi Maritim dan Kelautan No. 7 tahun 2020

Terdapat empat WPP-NRI yang mengalami dampak signifikan akibat pandemi, namun secara keseluruhan, aktivitas produksi perikanan di Indonesia masih terjaga. Kebijakan pemerintah dalam pengalihan pasar ekspor berhasil meningkatkan nilai ekspor hasil perikanan Indonesia dalam masa pandemi ini. Dalam rangka mempercepat pemulihan dalam sektor budidaya perikanan, pemerintah perlu memberikan stimulus dengan cara mengurangi beban biaya produksi, keringanan kredit dan memperlancar rantai pasok.

Lalu bagaimana membangkitkan sektor perikanan pasca pandemi COVID-19? Berikut adalah kajian dari Komisi Maritim dan Kelautan yang ditulis oleh Farah Adrienne, Faisal Hamzah, Lusita Meilana, dan Dhaneswara Al Amien.

WP-Komisi-Maritim-No.-7-tahun-2020

WP Komisi Teknologi No. 6 tahun 2020

Nanoteknologi merupakan disiplin ilmu dalam manipulasi materi di skala 1 per 1.000.000.000 meter. Dengan ukurannya yang sangat kecil menciptakan sifat dan perilaku yang baru bagi material tersebut. Implementasi nanoteknologi pada bahan mentah dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang tinggi. Namun, sejumlah hambatan ditengarai menjadi sebab lambatnya pengembangan teknologi nano di tanah air seperti kurangnya informasi, teknologi, sumber daya manusia, dan aturan konkret dari pemerintah terkait keamanan produk nanoteknologi.

Lalu bagaimana melihat perkembangan Teknologi Nano di Indonesia? Berikut adalah kajian dari Komisi Teknologi PPI Dunia 19/20 yang ditulis oleh Fatimah Mustafawi Muhammadi.

WP-Komisi-Teknologi-No.-6-tahun-2020

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920