Categories
Pojok Opini Timur Tengah dan Afrika

Inilah Kota Terbaik dan Paling Layak Ditempati di Dunia Menurut Islam

       Kehidupan manusia tidak lepas dari tempat tinggalnya, apalagi di zaman modern ini orang-orang mendabakan tempat tinggal terbaik untuk hidupnya. Ya, itu wajar karena tempat tinggal dan lingkungan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Tempat tinggal yang baik bisa membuat seseorang menjadi lebih baik, begitupun sebaliknya. Namun yang jadi pertanyaan bagaimana karakteristik kota baik, di mana tempatnya. Banyak peneliti mengukur dan mendefinisikan kota paling layak huni, dinilai dari tingkat stabilitas keamanan, budaya, lingkungan, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Seperti kota Wina di Austria, Sydney di Australia, Calgary di Kanada, Tokyo Di Jepang yang mendapat penilaian kota terbaik dan paling layak dihuni di muka bumi.

       Berbeda dengan imaji peneliti, menurut Islam, Al-Madinah AL-Munawwaroh adalah kota paling layak huni, disusul dengan Makkah. Kota tempat lahir agama Islam ini konon seluruh perbatasannya dijaga malaikat. Kota di mana Rasul tinggal selama kurang lebih 20 tahun. Kota yang di dalamnya terdapat taman surga dan masjid Nabawi. Sebuah masjid terbesar kedua di dunia setelah Masjidil Haram di kota Makkah. Sebuah masjid yang menjadi pusat pembelajaran kajian keislaman dan halakah tahfiz Qur’an. Kota ini dipenuhi keberkahan sebagaimana disebutkan dalam hadis Sa’ad bin Abi Waqqosh radhiyallohu ‘anh:

      “الْمَدِيْنَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ”

Kota Madinah adalah kota terbaik untukmu sekalian jika kamu mengetahuinya. (H.R Muslim 1363).

       Al-Madinah berarti  kota dan Al-Munawwarohartinya bercahaya, jadi Al-Madinah Al-Munawwaroh adalah kota yang senantiasa bercahaya. Selain itu kota Madinah juga memliki banyak nama lain seperti pada “Tarikh Al Madinah AL Munawwroh”  karya Syeikh AL-Mubarokfury menyebutkan Madinah memiliki nama lain sebanyak 29 nama, salah satunya Al mahabbah, An Naajiyah, Daarulhijrah, AL Mukhtaroh, Al Muharommah, Al Mubaarokah dan Thâbah atau kota yang baik dan mulia), Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:    

“إِنَّ اللهَ سَمَّى الْمَدِيْنَةَ طَابَةً”

Sesungguhnya Allâh menyebut kota Madinah dengan (nama) Thâbah. (H.R Muslim 1385).

      Nabi juga pernah bersabda dalam sebuah hadis yang menyebutkan siapa yang meninggal di tanah Madinah maka ia akan mendapat syafaat.           

“مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَفْعَلْ، فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ مَاتَ بِهَا”

“Siapa yang bisa memilih mati di Madinah, silahkan dia lakukan. Karena saya akan memberi syafaat bagi mereka yang mati di Madinah”. (HR. Ahmad 5437, Tirmidzi 4296).

Hadis-hadis di atas menceritakan keutamaan kota Madinah dan tinggal di dalamnya. Karena terdapat keberkahan yang luar biasa banyak. Dengan ini kota Madinah dinamakan kota paling layak huni berdasarkan keterangan dari hadis-hadis tersebut.

Penulis: Muhammad Abdul Aziz, Mahasiswa Fakultas Hadis di  Islamic University of Medina, PPMI Madinah

Editor: Nuansa Garini, Mass Media, Pusat Media dan Komunikasi, PPI Dunia

Categories
Berita PPI Dunia

Press Release: Website Darurat COVID-19 oleh Satgas PPI Dunia

PRESS-RELEASE-PPI-Dunia-Peluncuran-Website-Darurat-COVID-19-1

PRESS-RELEASE-PPI-Dunia-Peluncuran-Website-Darurat-COVID-19-Eng-1

Categories
Berita PPI Dunia

Himbauan tentang COVID-19 Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia)

Jumlah korban akibat COVID-19 sudah semakin bertambah. Data terakhir menunjukkan 167.759 orang terinfeksi di setidaknya 157 negara dan teritori, termasuk Indonesia yang sudah mencapai 117 penderita (data dari worldometers.info dan CNN Indonesia, terhitung 16 Maret 2020, pukul 02.30 WIB). Oleh karena itu, kami Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) menyampaikan rasa duka serta prihatin dan doa kepada mereka yang terdampak.

Berdasarkan kajian terbaru dari para ahli, meskipun tingkat fatalitas penyakit akibat COVID-19 lebih rendah dari wabah serupa, seperti SARS dan MERS, transmisi atau penularan virus ini sangat cepat dan mudah dari manusia ke manusia. Saat ini, sudah ada upaya-upaya peningkatan imunitas tubuh yang berpotensi menyembuhkan dan terbukti sudah banyak yang sudah sehat. Namun, tingginya jumlah korban meninggal dunia juga menjadi hal yang perlu diwaspadai, terutama risiko tinggi pada lansia dan penderita dengan penyakit bawaan lainnya. Oleh karena itu, semua pihak atau pemangku kepentingan dihimbau agar tenang tapi tetap waspada.

Berikut kami lampirkan Himbauan tentang COVID-19 Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia)  dengan surat nomor: 630/KSK/PPID/III/2020: Himbauan tentang COVID-19 Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia)

Himbauan-Covid-19-PPI-Dunia

Categories
Berita Timur Tengah dan Afrika

Raih Summa Cum Laude, Ustaz Muda Ini Menjadi Doktor Tarbiyah Pertama dari Asia Tenggara

Isi dari tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis, tim redaksi Mass Media, Pusat Komunikasi, Pusmedkom PPI Dunia hanya melakukan editing yang bersifat minor tanpa mengubah makna dan isi tulisan.

Hakimuddin Salim seorang mahasiswa Indonesia di Madinah (18/12) telah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Al-Asālīb At-Tarbawiyah Al-Mustanbathah minal Qoshosh Al-Qur’āni wa Madā Mumārasati Mu’allimil Ma’āhid Al-Qur’āniyah fī Indonesia Lahā Ma’a Taqdim Tashowwur Muqtarah li Ta’zīzihā” atau “Metode Kependidikan Disimpulkan dari Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an dan Tingkat Pengamalannya oleh Para Guru di Pesantren-Pesantren Al-Qur’an di Indonesia Beserta Rekomendasi Penguatannya” di hadapan para penguji di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Hakim bahkan mendapatkan predikat Mumtāz Ma’a Martabat Asy-Syaraf Al-Ūlā (summa cum laude) dan tercatat sebagai Doktor Pendidikan Islam pertama dari Asia Tenggara di kampus-kampus Saudi.

Ustaz muda asal Klaten ini menyelesaikan jenjang pendidikannya di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Padangan (1993), Madarasah Tahzhibus Shibyan Jatinom (1999), SDN Bonyokan 1 (1999), MTs PP Al-Mukmin Ngruki (2002), dan MA Ma’had Tahfizhul Qur’an Isykarima Karanganyar (2006).

Kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Islam Madinah dengan beasiswa. Ia lulus dari Fakultas Syari’ah di tahun 2011 dengan predikat summa cum laude, dengan judul skripsi, “Fathul Wahhāb fīl Farqi bainal Jihādi wal Irhāb” (Studi Fikih Perbedaan Mendasar antara Jihad dan Terorisme). Kemudian melanjutkan studi S2 di kampus yang sama pada Jurusan Ushul Tarbiyah dengan kembali meraih predikat summa cum laude, dengan judul tesis, “At-Tarbiyah Al-Jinsiyyah ‘inda Ibni Qoyyim Al-Jauziyah” (Pendidikan Seksual Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah).

Selain mengenyam pendidikan formal di kampus, ia juga menimba ilmu dari para Ulama di luar kampus seperti di Masjid Nabawi. Hakim rutin mengaji kepada Syekh Abdul Muhsin Al-‘Abbad, Syekh Muhammad Nashir As-Suhaibany, Syekh Ibrohim Ar-Ruhaily, Syekh Muhammad Mukhtar Asy-Syanqithy, dan Syekh Abdurrazaq Al-Badr dan ber-mulazamah dengan Syekh Abdulloh Al-Qodiri dan Syekh Yahya Al-Yahya.

Selain menuntut ilmu, Hakim juga aktif berdakwah. Ia pernah menjadi Da’i di Hai’ah ‘Alamiyah Litta’rif bil Islam (World Islamic League), penyuluh haji di Maktab Ta’awuni (Departemen Agama Saudi), penerjemah digital Mujamma’ Al-Qur’an Malik Fahd, penulis di berbagai media cetak dan daring, dan aktif membimbing jemaah haji dan umroh, serta berdakwah kepada masyarakat Indonesia di berbagai kota seperti Khobar, Dammam, Madinah, dan Riyadh.

Selama dua belas tahun di Madinah, ia aktif di organisasi dan pergerakan mahasiswa seperti pernah menjadi editor di Majalah Al-Bashiroh PPMI Madinah, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi, dan tergabung dalam Komisi Sosial Budaya PPI Dunia Periode 2018-2019.

Semoga ia bisa segera pulang ke tanah air dengan berbekal ilmu yang bermanfaat dan turut serta mengemban amanah dakwah demi mencerahkan kehidupan umat dan bangsa.

Artikel ini ditulis oleh Panitia Disertasi Hakimuddin Salim dan diedit oleh
Nuansa Garini, Koordinator Mass Media, Pusat Media dan Komunikasi, Pusmedkom PPI Dunia 2019/2020

Categories
Asia dan Oseania PPI Negara

Intip Biografi Singkat BJ Habibie

Latar Belakang

  • Nama Lengkap : Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Tempat Tanggal Lahir : Pare-Pare, 25 Juni 1936
  • Meninggal : 11 September 2019
  • Sebab : Gagal Jantung

Pendidikan

  • SD: SD Pare-Pare
  • SMP: SMP 5 Bandung
  • SMA: Kristen Dago
  • S1: Institut Teknologi Bandung, WTH Aachen (Diplom Ingenieur, Ing.)
  • S3 : WTH Aachen (Doktor Ingenieur, Ing.)

Pencapaian di Kancah Internasional

  1. Anggota Kehormatan Persatuan Insinyur Malaysia (IEM)
  2. Anggota Kehormatan Japanese Academy of Engineering
  3. Anggota Kehormatan The Fellowship of engineering of United Kingdom, London
  4. Anggota Kehormatan The National Academy of Engineering, AS
  5. Anggota Kehormatan Academie Nationale de l’Air et de l’Espace, Perancis
  6. Anggota Kehormatan The Royal Aeronautical Society, Inggris
  7. Anggota Kehormatan The Royal Swedish Academy of engineering Science, Swedia
  8. Anggota Kehormatan Gesselschaft Fuer Luft und Raumfarht (Lembaga Penerbangan & Ruang Angkasa) Jerman
  9. Anggota Kehormatan American Institute of Aeronautics and Astronautics, AS
  10. Anggota Kehormatan Masyarakat Aeronautika Kerajaan Inggris (1983)
  11. Anggota Kehormatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa, Jerman (1983)
  12. Anggota Kehormatan Akademi Aeronautika Perancis (1985)
  13. Edward Warner Award (Setara dengan Nobel) 
  14. Award von Karman (Setara Dengan Nobel)

Pendidikan B. J. Habibie

Di Indonesia, siapa yang tidak kenal dengan “Mr. Crack” B. J. Habibie? Pria yang memiliki nama lengkap Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie, dilahirkan 25 Juni 1936 di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Pada tanggal 12 Mei 1962, Beliau menikah dengan Hasri Ainun Habibie dan memiliki dua orang anak, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Gambar 1. Habibie dengan keluarga saat muda (dua dari kanan)

Habibie memiliki kemauan belajar yang sangat besar dan sudah terlihat ketika ia masih muda. Ketika SMA, prestasi Habibie sudah mulai menonjol, terutama di bidang matematika dan sains. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA di Kristen Dago, Beliau melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Teknik Mesin. Namun, Beliau tidak dapat menyelesaikannya karena mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di Jerman dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Habibie memilih untuk berkuliah di jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi Pesawat Terbang di Rhein Westfalen Aachen Technisiche Hochschule (RWTH). Sesampainya di Jerman, Beliau bertekad untuk bersungguh-sungguh menjalani kuliah dan bertekad menggapai kesuksesan karena mengingat usaha dan jerih payah ibunya dalam membiayai kuliah serta kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang ditempuh olehnya bukanlah sebuah pendidikan kursus kilat, tetapi sekolah bertahun-tahun dengan praktik sambil bekerja.

Gambar 2. Habibie Muda Saat di Jerman

Perjuangan BJ Habibie untuk mencapai cita-cita dilaluinya dengan penuh rintangan dan kerja keras. Masa libur bukanlah sebagai liburan bagi Beliau, justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan belajar Beliau kesampingkan.

Dalam biografi BJ Habibie, diketahui Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dan nilai rata-rata 9,5. Setelah itu Beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachen.

Habibie menemukan rumus yang diberi nama “Faktor Habibie”, yang mana rumus ini bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga Beliau di juluki sebagai “Mr. Crack“. Rumus Faktor Habibie merupakan salah satu prestasi BJ Habibie yang paling terkenal. Kejeniusan dan prestasi inilah yang membuat Habibie diakui lembaga internasional.

Gambar 3. Habibie Saat Menempuh Pendidikan di Jerman

Beberapa Penghargaan Habibie diantararanya adalah Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sementara itu penghargaan bergengsi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.

Penulis Samuel Gilbert (PPI Tiongkok), Kepala Pusat Informasi Pelajar/Kemahasiswaan, Pusat Data dan Informasi
Editor Zhafira Aqyla S. S., staf bidang Mass Media, Pusat Komunikasi, Pusat Media dan Komunikasi PPI Dunia 2019/2020

Daftar Pustaka:

Sumber Gambar:

Google, diakses 17 December 2019

Categories
PPI Dunia

Penerapan Konsep Omnibus Law di Indonesia

Omnibus Law muncul diperbincangkan setelah pidato kenegaraan pertama Presiden Joko Widodo saat dilantik menjadi Presiden RI periode 2019-2024 di MPR RI. Kala itu Presiden Jokowi mengatakan Omnibus Law dilakukan dengan tujuan mengatasi masalah cipta lapangan kerja, UMKM, dan investasi.

Definisi Omnibus Law

Sebelum membahas lebih jauh, dapat dikatakan banyak orang Indonesia masih tabu dengan kata ‘omnibus law’ dan belum paham apa yang dimaksud dengan omnibus law. Kata Omnibus berasal dari bahasa Latin dan memiliki makna untuk semuanya. Dalam penerapan di beberapa negara anglo-saxon, omnibus law dikenal juga dengan nama omnibus bill. Merujuk kepada Duhaime’s Law Dictionary, omnibus bill diartikan ‘A draft law before a legislature which contains more than one substantive matter, or several minor matters which have been combined into one bill, ostensibly for the sake of convenience’, yang dalam Bahasa Indonesia berarti ‘Rancangan undang-undang di hadapan badan legislatif yang berisi lebih dari satu masalah substantif, atau beberapa masalah kecil yang telah digabungkan menjadi satu RUU, seolah-olah demi kenyamanan.’

Dapat dipahami maksud dan tujuan Presiden Joko Widodo sangat sederhana saat mengatakan “Omnibus Law dilakukan dengan tujuan mengatasi masalah cipta lapangan kerja, UMKM, dan investasi”, yaitu untuk memangkas undang-undang/peraturan-peraturan yang ada saat ini, dimana undang-undang/peraturan-peraturan yang saling terkait dapat dijadikan satu peraturan yang bertujuan untuk menyederhanakan peraturan tersebut sehingga dapat meningkatkan investasi di Indonesia.

Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa omnibus law yang akan diterapkan di Indonesia adalah suatu konsep hukum berupa rancangan undang-undang, dimana di dalam rancangan undang-undang tersebut memuat beberapa undang-undang yang sudah ada sebelumnya, bertujuan untuk menyederhanakan peraturan yang ada serta mengatasi permasalahan tumpang-tindih peraturan.

Tidak dapat dipungkiri Indonesia terlalu banyak memiliki peraturan baik undang-undang ataupun peraturan lainnya dimana tidak jarang ditemui ada tumpang tindih di antara satu dan lainnya. Dengan konsep omnibus law, tumpang-tindih dapat dihilangkan dengan cara menyatukan peraturan-peraturan tersebut.

Penerapan

Ada beberapa perdebatan atas pemahaman konsep hukum omnibus law ini, dalam beberapa kesempatan sejumlah ahli hukum tata negara menyatakan bahwa konsep hukum omnibus law ini dapat dikualifikasikan sebagai undang-undang payung (umbrella act), karena mengatur secara menyeluruh dan mempunyai daya ikat terhadap aturan yang lain, sementara Indonesia tidak mengenal prinsip undang-undang payung ini. 

Sebagai negara yang menganut sistem hukum eropa kontinental, maka perlu dengan cermat melakukan penerapan konsep omnibus law di Indonesia. Berdasarkan asas Lex Posterior Derogat Legi Priori yang artinya hukum yang terbaru (lex posterior) mengesampingkan hukum yang lama (lex prior), maka konsep omnibus law dapat saja diterapkan di Indonesia dengan membuat sebuah rancangan undang-undang yang berisi beberapa undang-undang dan peraturan yang sudah ada sebelumnya. Yang dalam penerapannya pada saat rancangan undang-undang yang baru telah disahkan oleh DPR, maka undang-undang yang lama dan peraturan-peraturan berkait harus dikesampingkan atau dicabut, sehingga RUU yang baru ini nantinya tidak menjadi undang-undang payung. 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, memang tidak mengatur terkait pembentukan undang-undang dengan konsep hukum omnibus law. Akan tetapi hal tersebut dapat saja dilakukan oleh Pemerintah dengan merujuk pada Pasal 44 Perpres 87/2014 yaitu ‘Kewenangan diberikan ke setiap kementerian/lembaga untuk melakukan perencanaan, penyusunan peraturan perundang-undangan’.

Sebenarnya konsep hukum seperti ‘omnibus law’ telah diterapkan di Indonesia yaitu dengan dikeluarkannya Ketetapan MPR RI Nomor I/MPR/2003 Tentang Peninjauan terhadap Materi dan Status Hukum Ketetapan MPR Sementara dan Ketetapan MPR RI Tahun 1960. Dimana Ketetapan MPR RI Nomor I/MPR/2003 ini mengatur TAP MPR mana saja yang berlaku dan tidak berlaku. Dapat dilihat, ada kesamaan konsep hukum dengan apa yang dimaksud Presiden Joko Widodo, meskipun pada saat menyatakan pendapatnya Presiden Joko Widodo mengeluarkan istilah ‘Omnibus Law’ sehingga muncul penafsiran yang berbeda bagi beberapa ahli hukum.

Untuk memperbaiki beberapa undang-undang/peraturan-peraturan hukum di Indonesia, konsep hukum ‘omnibus law’ ini dapat saja dipergunakan. Akan tetapi sebelum RUU dengan konsep ‘omnibus law’ disahkan oleh DPR, seluruh undang-undang/peraturan-peraturan terkait harus terlebih dahulu dirangkum agar tidak lagi terjadi tumpang-tindih peraturan.

Penulis Komisi Kajian Hukum, Pertahanan, dan Keamanan
Editor Zhafira Aqyla S. S., staf bidang Mass Media, Pusat Komunikasi, Pusat Media dan Komunikasi PPI Dunia 2019/2020

Daftar Pustaka

Sumber Gambar

Google, diakses 8 Desember 2019

Categories
Berita Festival Luar Negeri

FELARI x UIN Syarif Hidayatullah Adakan Scholarship Expo

Pertama kali diselenggarakan, 7 Oktober 2019, Scholarship Expo FELARI PPI Dunia masa kepengurusan PPI Dunia 2019-2020. Bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Expo diadakan di Aula Student Center Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara ini dirancang dengan menggunakan dua format acara yaitu, Scholarship Information Stan dan Scholarship Talkshow.

Scholarship Information Stand merupakan jajaran stan yang difungsikan untuk konsultasi studi; baik studi di dalam maupun luar negeri. Pada stan, pengunjung bisa mendapatkan informasi terkait kebeasiswaan oleh beberapa lembaga, seperti: Beasiswa Monbukagakusho – Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Indonesian Youth for SDGs and Asian Pacific Youth Exchange, Persatuan Pelajar Indonesia sedunia (delegasi Mesir), AIESEC in South Tangerang, Beasiswa Bank Indonesia, Aspectama Alam Sutera, Beasiswa Unggulan Kemendikbud, Beasiswa Karya Salemba Empat, Kedubes Malaysia, Social Trust Fund UIN Jakarta, Pusat Layanan Kerjasama Internasional UIN Jakarta, Awardee LPDP UIN Jakarta dan Beasiswa Bidikmisi.

Sedangkan Scholarship Talkshow adalah sebuah talkshow yang membahas serba-serbi beasiswa. Penyelengara kegiatan mengundang beberapa awardee untuk berbagi pengalamannya meraih beasiswa seperti Ahmad Suhaimi – Lurah Awardee LPDP UIN Jakarta dan Intan Qomariah – APYE Phillipines Partnership Coordinator untuk berbicara seputar beasiswa. Talkshow tersebut dimoderatori Dewi Ghitsatul Hisan, penerima beasiswa KSE (Karya Salemba Empat).

Hadirnya Scholarship Expo di kampus-kampus bertujuan untuk memudahkan mahasiswa mendapatkan informasi kebeasiswaan, juga diselenggarakan dengan harapan dapat memotivasi teman-teman mahasiswa agar lebih bersemangat mencari ilmu di tempat terbaik demi Indonesia lebih baik.

Scholarship Talkshow

Scholarship Information Stan

Sesi tanya jawab peserta Scholarship talkshow

Artikel ini ditulis oleh Nuansa Garini (PPMI Mesir)
Koordinator Mass Media PPI Dunia 2019-2020

Ingin bekerja sama membuat Edufair atau mengikutsertakan delegasi narasumber dari PPI Dunia?
Informasi dapat dilihat di https://ppi.id/divisi-festival-luar-negeri-felari/

Categories
Berita PPI Dunia

BERIKUT DOKUMENT TERLAMPIR ADALAH HASIL SIMPOSIUM INTERNASIONAL PPI DUNIA 2019

Johor Bahru, Malaysia 10 -14 Juli 2019

Dok. Penyerahan Dokumen Hasil Kongres dari Koordinator PPI Dunia 2018-2019 kepada PPI Dunia 2019-2020

Simposium Internasional PPI Dunia merupakan salah satu agenda tahunan yang bertujuan untuk membahas evaluasi kegiatan dari PPI Dunia serta merumuskan gagasan maupun tindakan yang membangun bagi Ibu Pertiwi dari pelajar-pelajar Indonesia yang tersebar di berbagai Negara.

Adapun ada beberapa rangkain acara besar dalam kemasan Simposium Internasional PPI Dunia 2019 salah satunya Diskusi Panel PPI dunia, sidang komisi, Kongres PPI Dunia dan berbagai acara lainnya.

Adapun berikut ini merupakan SK hasil Kongres Simposium Internasional PPI Dunia 2019 yang akan menjadi acuan kinerja untuk PPI Dunia 2019-2020.

Lampiran SK
1. Agenda tata tertib Kongres PPI Dunia 2019

SCANNED-01-SK-Agenda-dan-Tata-Tertib-Kongres-Internasional-PPI-Dunia

2. Penetapan Presidium Sidang tetap PPI Dunia 2019

SCANNED-02-SK-Penetapan-Presidium-Sidang-Tetap

3. LPJ Depres Bapelha

SCANNED-03-SK-Penetapan-LPJ-Depres-Bapelha-2018-2019

4. Qatar Anggota Baru PPI Dunia

SCANNED-04-SK-Anggota-Baru-PPI-Dunia

5. Perubahan AD ART

SCANNED-05-SK-Perubahan-AD-ART

6. Koordinator PPI Dunia Terpilih Periode 2019-2020

SCANNED-06-SK-Koordinator-PPI-Dunia-Terpilih-Periode-2019-2020

7. Pengangkatan SK dewan presidium Sidang

SCANNED-07-SK-Pengangkatan-Dewan-Presidium-2019-2020

8. Tuan Rumah Simposium Internasional PPI Dunia 2020

SCANNED-08-SK-Tuan-Rumah-Simposium-Internasional-2020

9. Hasil Sidang Komisi PPI Dunia 2019

SCANNED-09-SK-Rekomendasi-Komisi

Inilah hasil dari Kongres Simposium Internasional PPI Dunia 2020 dari panitia pelaksana SI PPI dunia 2020 Malaysia Johor Bahru. Berharap bisa mensinergikan hasil kesepakatan dengan progam selanjutnya. Selebihnya panitia juga meminta maaf atas kekurangan selama kegiatan berlangsung. Terima kasih

Categories
PPI Dunia Pusat Kajian & Gerakan

PPI Brief no. 12 / 2019 : Tantangan dan Prospek Ekonomi Syariah di Indonesia

Pusat Kajian dan Gerakan PPI Dunia menerbitkan PPI Brief No. 12, edisi Juli 2019. Policy Brief yang ditulis oleh Ahmad Zacky Makarim, Vinny Dwi Melliny, dan Muhammad Fadhil Habibie (Komisi Ekonomi PPI Dunia 2018/2019) ini berisi analisis dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam ekonomi syariah. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia belum mengoptimalkan industri dan ekonomi syariah di dalam negeri. Hal ini tergambar dari rendahnya indeks literasi dan inklusi keuangan syariah berdasarkan rilis OJK.

Secara historis jasa keuangan syariah sudah muncul di tahun 1990an. Namun, perkembangannya tidak sepesat di negara jiran, Malaysia, dan pangsa pasar perbankan syariah masih sekitar 5 persen. Penulis yang sedang menyelesaikan studinya di International Islamic University Malaysia dan Kobe University menyorot beberapa tantangan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia seperti adaptasi teknologi yang relatif lambat dan kualitas SDM yang masih perlu didukung dari penyediaan pendidikan ekonomi syariah yang berkualitas dan terstandardisasi, baik secara implementasi (practice) maupun pemahaman hukum syariah (principle).

Aktivitas berkaitan dengan ekonomi syariah tentunya tidak hanya terbatas pada pencegahan riba. Penulis menambahkan urgensi optimalisasi institusi riset khusus bidang ekonomi dan keuangan syariah (seperti Malaysia International Islamic Financial Centre dan International Centre for Education in Islamic Finance), diferensiasi produk perbankan syariah, dan revitalisasi manajemen wakaf. Selain itu, pemerintah juga perlu melihat dan mendorong ekspor produk halal sebagai sumber pemasukan negara, dimana Indonesia harusnya menjadi pemain utama bukan malah mengimpor banyak produk halal dari negara-negara tetangga.

Brief ini diharapkan memberikan pandangan umum terkait kondisi ekonomi syariah di Indonesia saat ini dan dapat memancing kepedulian para pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan untuk lebih taktis memanfaatkan pasar yang besar di dalam negeri.

Ahmad Zacky Makarim, Vinny Dwi Melliny, dan Muhammad Fadhil Habibie

Policy-Briefs12

Categories
PPI Dunia Pusat Kajian & Gerakan

PPI Brief no. 11 / 2019 : Ambisi Kedaulatan Pangan dan Tantangan Sektor Pertanian Indonesia

Swasembada pangan hanya samar-samar terdengar di negara yang dianugerahi kesuburah tanah, curah hujan, dan siraman cahaya matahari sepanjang tahun seperti Indonesia. Mengingatkan kembali kepada mimpi lawas itu, Pusat Kajian Gerakan PPI Dunia dan Komisi Ekonomi PPI Dunia 2018/2019 menerbitkan Policy Brief No. 11 (edisi Juli 2019) dengan judul “Ambisi Kedaulatan Pangan dan Tantangan Sektor Pertanian Indonesia”.

Dalam Policy Brief ini, Leonardus Meta Noven Hendranto mengulas landasan-landasan pemerintah mengambil impor beras, penurunan kinerja sektor pertanian dalam negeri, dan bagaimana petani-petani semakin hari semakin terpinggirkan dan jauh dari definisi sebuah mata pencaharian berkecukupan dan mulia.

Penulis yang baru saja menyelesaikan studinya di University of Calabria, Italia, ini berargumen bahwa faktor keterbatasan lahan dan rendahnya produktivitas lahan juga menjadi masalah yang perlu diselesaikan pemerintah. Menuju mimpi menjadi lumbung pangan dunia 2045, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus untuk memercayakan ketersediaan pangan pada petani dalam negeri, mempromosikan kerjasama petani dan korporasi pangan, serta tetap menjaga keberagaman pangan yang sudah lazim di seantero Indonesia.

Policy Brief ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa pemerintah seharusnya berpihak pada petani jika ingin berdaulat dalam pangan dan mewujudkan mimpi menjadi lumbung pangan dunia di 2045.

Leonardus Meta Noven Hendranto

Policy-Briefs11

Page 3 of 81
1 2 3 4 5 81