logo ppid
NA_RUU_PP_rev2022

PPI Dunia sebagai organisasi independen sejak lama telah menunjukkan kepedulian terhadap isu perlindungan pelajar, salah satunya adalah dengan dibentuknya Satgas Penipuan Agen Pendidikan dikarenakan maraknya penipuan yang terjadi terhadap para calon pelajar Indonesia. Pelajar Indonesia di luar negeri juga rentan terhadap berbagai permasalahan sosial politik yang sedang terjadi di negara tempat studinya masing-masing. Secara singkat, analisis dan rekomendasi yang dirumuskan telah tertuang pada Policy Brief - Pembentukan Badan Khusus sebagai Upaya Pemerintah Indonesia dalam Mewujudkan Pelajar Indonesia di Luar Negeri yang Aman dan Berdaya.

Sebagai aset bangsa di masa mendatang, pelajar Indonesia di luar negeri sudah selayaknya mendapatkan hak perlindungan yang layak dari pemerintah, salah satunya melalui instrumen hukum berupa Undang-Undang Perlindungan pelajar di Luar Negeri. Untuk itu, PPI Dunia telah mengisiasi forum-forum diskusi bersama PPI Negara maupun PPI Kawasan sejak tahun 2020 hingga 2021, yang digawangi oleh Tim Kajian Perlindungan Pelajar (Tim KPP) Direktorat Penelitian dan Kajian PPI Dunia.

Selanjutnya di tahun 2022, PPI Dunia juga membentuk Tim Adhoc yang terdiri dari anggota Tim KPP dan utusan dari PPID Kawasan Asia-Oseania, Timur Tengah-Afrika, dan Amerika-Eropa. Tim ini telah menyelesaikan pembaharuan Daftar Inventaris Masalah Pelajar Indonesia di Luar Negeri dan Naskah Akademik RUU Perlindungan Pelajar sesuai hasil FGD dengan PPI Kawasan dan PPI Negara pada akhir tahun 2021 lalu. Dua dokumen ini sebelumnya telah disosialisasikan kepada Komisi I DPR RI pada tahun 2021. Hasil revisi yang dihasilkan selanjutnya akan diserahkan kembali kepada pemerintah dan DPR pada acara Simposium Internasional PPI Dunia 2022.

Dua dokumen tersebut dapat diakses pada link berikut:

Daftar Inventaris Masalah:

DIM-2022-RUU-PERLINDUNGAN-PELAJAR

Duta Besar Thailand untuk Maroko didampingi Duta Besar RI dan KU Kedubes Brunei Darussalam saat memukul gong membuka acara SEAS GAMES X 2022 (Sumber: Panitia)

Rabat - Pada hari Senin (8/8) lalu, PPI Maroko telah berhasil melaksanakan acara pembukaan pekan olahraga mahasiswa Asia Tenggara di Maroko bertajuk South East Asian Student Games (SEAS Games) edisi ke-10, bertepatan dengan peringatan berdirinya ASEAN yang ke-55 tahun. SEAS Games ini merupakan agenda dwi-tahunan yang dilaksanakan dan diikuti oleh para mahasiswa dan pelajar yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara di Maroko. Kendati demikian, sejak awal diadakannya hingga edisi terbaru pada tahun ini, SEAS Games selalu hanya mengikutsertakan 3 (tiga) negara ASEAN saja, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

SEAS Games X tahun 2022 ini dijadwalkan akan akan terlaksana selama satu pekan penuh pada tanggal 8-15 Agustus 2022, dan bertempat di Complexe Sportif Amal, Al-Manal, Rabat, Maroko. Dengan mengusung slogan “Comeback Together, Comeback Stronger” yang sangat berkaitan erat dengan kondisi dunia saat ini yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan dunia pasca pandemi covid-19, PPI Maroko berharap, melalui acara ini semangat para pelajar dan mahasiswa ASEAN di Maroko akan kembali dan terus terpupuk. Acara ini pun sejatinya dilaksanakan pada tahun 2021 lalu, setelah pada edisi sebelumnya telah sukses dihelat pada tahun 2019 dengan Thailand yang bertindak sebagai tuan rumah.

SEAS Games X 2022 kali ini akan mempertandingkan 5 cabang olahraga untuk putra, yaitu futsal, bola voli, sepak takraw, badminton, dan tenis meja. Sedangkan untuk putri hanya mempertandingkan 3 cabang olahraga saja, yaitu bola voli, badminton, dan tenis meja. Selain itu, ada agenda khusus yang dipersiapkan panitia pada SEAS Games edisi kali ini, dengan dihelatnya laga eksibisi 2 permainan daring via smartphone, Mobile Legends Bang Bang dan E-Football 2022.

Pada sambutannya yang berbahasa inggris, M. Nabil Awhaddani sebagai ketua OC SEAS Games X 2022 menyampaikan, bahwa SEAS Games ini sejak awal dilaksanakannya adalah untuk memupuk silaturahmi dan persaudaraan antar pelajar ASEAN di Maroko. “Kami berharap, pada edisi selanjutnya SEAS Games akan turut mengikutsertakan para pelajar dari negara ASEAN lainnya, seperti Laos, Vietnam, Brunei Darussalam, dan lain-lain.” Jelasnya.

Nabil turut menutup sambutannya dengan pesan yang meningkatkan semangat juang para peserta, "Selamat datang di SEAS Games X 2022, selamat berkompetisi, berkompetisilah dengan sportif. Karena kemenangan yang tidak dibarengi dengan nilai sportivitas adalah kemenangan yang tidak hakiki”.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kerajaan Maroko, Drs. H. Hasrul Azwar, M.M. turut hadir dan memberikan sambutan pada acara pembukaan SEAS Games X ini, sekaligus membuka acara secara resmi pada akhir sambutannya. Dubes Hasrul sangat bergembira dan berbangga atas terlaksananya acara yang menurutnya, memberikan nilai-nilai positif bagi generasi mendatang dunia, khususnya dari ASEAN.

“Nantinya akan ada nilai-nilai yang kalian dapatkan dari event ini yang tidak akan kalian dapatkan selama proses studi kalian di perkuliahan. Nilai tersebut adalah nilai sportifitas, teamwork (kerja sama tim), dan nilai silaturahmi. Nilai-nilai inilah yang akan bermanfaat saat waktu kalian kembali ke tanah air masing-masing tiba.” Jelas Dubes Hasrul Azwar dalam sambutannya.

“Kalah dan menang dalam sebuah pertandingan bukanlah persoalan yang paling utama. Namun dalam agenda olahraga seperti SEAS Games ke-10 ini, nilai sportivitaslah yang harus lebih dikedepankan, tentunya sejalan dengan nilai teamwork dan nilai semangat juang tinggi yang tetap harus dipatrikan dalam jiwa masing-masing.” Lanjutnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong sebanyak 10 (sepuluh) pukulan, yang dipimpin oleh Duta Besar Thailand Nonthawat Chandrtri sebagai pejabat presidensi Negara-negara ASEAN di Maroko, didampingi oleh Duta Besar RI Hasrul Azwar, dan CDA Kedutaan Brunei Darussalam untuk Kerajaan Maroko, Nur Hafizah Al-Islam binti Awang Mahani, dan perwakilan Kedutaan Malaysia untuk Kerajaan Maroko, yang menandakan secara resmi dibukanya SEAS Games yang pada edisi kali ini telah memasuki edisinya yang ke-10.

Foto bersama para Duta Besar dan Perwakilan Mahasiswa ASEAN di Maroko (Sumber: Panitia)

Setelah acara dibuka, agenda pembukaan dilanjutkan dengan penampilan-penampilan yang diisi oleh para anggota PPI Maroko. Pada kesempatan kali ini, PPI Maroko menampilkan beberapa penampilan seni, yaitu Tari Kecak Bali, Tari Saman Gayo, Angklung, Pencak Silat, Band, dan tarian flashmob oleh seluruh penampil tepat pada penghujung acara.

Pada persiapan dan pelaksanaanya, SEAS Games X 2022 ini mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak, diantaranya adalah KBRI Rabat, Kantor Atase Pertahanan RI Madrid, Indomie Maroko, dan berbagai pihak perseorangan lain yang telah mendukung pelaksanaan acara secara material dan moril.

Seluruh informasi terkait rangkaian acara SEAS Games X 2022 ini dapat diakses melalui akun Instagram @seasgames. Siaran langsung dan siaran ulang acara ini juga dapat disaksikan melalui akun instagram yang sama.

Asyraf Muntazhar, Lc. (Humas SEAS Games X 2022)

Suasana Salat Idul Adha muslim Indonesia dan dari berbagai negara di Masjid Istiqlal Osaka.
*sumber: Live Streaming Facebook Masjid Istiqlal Osaka
https://www.facebook.com/MasjidIstiqlalOsaka/videos/3268419190070995

Osaka - Umat muslim di negara asal para samurai ini masih menjadi minoritas, kendatipun demikian lebih kurang 2000 warga muslim Indonesia dan dari berbagai negara lainnya dengan penuh hikmat bisa melaksanakan Salat Idul Adha, pada hari Minggu (10/07/2022) bertempat di Masjid Istiqlal Osaka yang dikelola oleh warga Indonesia di Jepang.

Meskipun cuaca panas di tanah sakura ini, warga muslim berbondong-bondong mendatangi masjid yang baru dapat digunakan kurang lebih 6 bulan yang lalu.

Penetapan waktu pelaksanaan Idul Adha 1443 H di Jepang yaitu pada tanggal 10 Juli 2022 berdasarkan keputusan sidang Isbat yang telah dilakukan seminggu sebelumnya, kegiatan ini diikuti kurang lebih 2000 ribu orang muslim yang didominasi oleh warga Indoensia, serta beberapa negara lainnya yaitu Bangladesh, Pakistan, dan Sri Langka. Kegiatan ini di dukung oleh panitia yang terdiri dari berbagai kalangan panitia masjid, dan turut mengundang ITPC Osaka (Indonesian Trade Promotion Center) serta Konsulat Jendral Republik Indonesia di Osaka (KJRI Osaka).

Masjid Istiqlal Osaka ini baru saja berdiri di Osaka Jepang, dan merupakan masjid pertama yang dikelola oleh warga Indonesia di Jepang. Berdirinya masjid tersebut/ini adalah wujud dari impian dan harapan Muslim Indonesia yang tinggal di Jepang. Adapun di Masjid Istiqlal Osaka ini berlokasi di tengah kota sehingga memudahkan bagi muslim Indonesia dan dari berbagai negara lainnya ketika berkunjung ke osaka.

Masjid Istiqlal Osaka atau yang sering dikenal dengan MIO ini merupakan masjid pertama yang dikelola langsung oleh warga Indonesia di Jepang. Tempatnya yang strategis membuat warga muslim kini mudah menemukan tempat untuk beribadah yang nyaman dan aman. Harapan yang diungkapkan oleh ketua yayasan Masjid istiqlal Osaka, Ustadz Herizal Adhardi, “Masjid ini dapat menjadi perekat umat dan kemudian asbab hidayah untuk seluruh masyarakat Jepang ini khususnya. Serta menjadi tempat berkumpulnya warga muslim Indonesia khususnya. Sejauh ini, warga Indonesia menyewa tempat untuk kegiatan beribadah seperti salat idul fitri, idul adha, bahkan salat jumat. Selain itu, kedepannya MIO akan mendirikan MIO Academy, madrasah untuk anak-anak, dan juga kini sedang diracancang untuk membuat media informasi sendiri yang bernama MIO Official yang disiarkan dalam televisi serta Youtube, kemudian membuat kegiatan seperti Islamic Center, dan Mualaf Centera. Kami memohon dukungannya serta doa dari seluruh umat islam di seluruh dunia untuk kelancaran pembangun masjid ini kedepannya,” ungkapnya.

Foto bersama peserta dan panitia dengan Bapak Acep Somantri, Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman di Frankfurt dan Klaus Klipp, Presiden Europa Union Frankfurt e.V.

Frankfurt, 4 Juni 2022 –  Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman cabang Frankfurt dan sekitar (PPI Jerman dan PPI Frada), bekerjasama dengan Europe Union Frankfurt, organisasi nirlaba dari Jerman, dan didukung oleh Konsulat Jenderal dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman (KJRI Frankfurt dan KBRI Berlin) telah menyelenggarakan Konferensi Internasional Pelajar Asia Tenggara yang bertajuk “Southeast Asian Student Summit: ASEAN Can Do More". Konferensi internasional ini diselenggarakan bersamaan dengan penyelenggaraan Festival Kuliner Asia Tenggara di Frankfurt pada tanggal 4 Juni 2022.

Agenda ini menyoroti berbagai tema meliputi berbagai topik berkenaan dengan ASEAN, hubungan antara European Union (EU) dan ASEAN, serta Sustainable Development Goals. Konferensi ini terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh pelajar-pelajar yang sedang studi di Jerman, khususnya para pelajar yang berasal dari negara-negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Thailand. Sekitar 50 peserta hadir secara luring di Frankfurt, dan sekitar 30 peserta lainnya hadir secara daring.

Sesi pembukaan acara oleh Bapak Yul Edison (Deputy Chief of Mission KBRI Berlin), Klaus Klipp (Presiden Europa Union Frankfurt e.V.), dan Reza Syihabuddin Khasbullah (Ketua Umum PPI Jerman).

Sesi pembukaan diawali oleh Ketua Umum PPI Jerman Reza Syihabuddin Khasbullah, dalam sambutannya, Reza mempunyai visi ingin membawa PPI Jerman ke kancah internasional, dalam hal ini ASEAN dan Asia tenggara, serta mendorong mahasiswa Indonesia untuk lebih aktif membahas dan mendiskusikan isu internasional. "Saya ingin mahasiswa Indonesia di Jerman mempunyai kesadaran lebih akan isu internasional dan lebih aktif membahas kawasan Asia Tenggara dan juga ASEAN, karena kawasan ini memiliki potensi yang sangat besar di masa depan untuk dunia,“ ujarnya.

Setelahnya dilanjutkan dengan sambutan oleh Klaus Klipp, Presiden dari Europe Union Frankfurt e.V, yang memperkenalkan organisasi European Union Frankfurt dan menyatakan dukungannya terhadap acara Southeast Asian (SEA) Student Summit 2022. Selebihnya, beliau juga turut menekankan bahwa anak muda adalah kunci dari eratnya kerja sama ASEAN dan EU di masa depan. Kegiatan kemudian dibuka oleh Deputy Chief of Mission untuk Republik Federal Jerman, Bapak Yul Edison. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif PPI Jerman untuk membuat acara ini dan mendorong pelajar Asia Tenggara di Jerman untuk terus berkolaborasi dan membentuk komunitas ASEAN di Jerman.

Sesi pertama dimulai dengan seminar yang mengangkat topik “Unlocking ASEAN’s Potentials“ dengan pembicara Dr. R. M. Marty M. Natalegawa selaku mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia tahun 2009 - 2014 yang juga merupakan seorang penulis dari buku “Does ASEAN Matter?: A View from Within”. Ia memaparkan dampak positif dan pentingnya komunitas ASEAN dalam membantu pembangunan dan perkembangan masing-masing negara. Bapak Dr. Marty juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini karena menurutnya, masa depan ASEAN adalah di tangan pemuda-pemudinya, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi pemuda-pemudi Asia Tenggara khususnya di Jerman untuk bersatu dan bangkit bersama.

Selanjutnya pada sesi kedua, Michael Gahler, Member European Parliament (CDU) dan Komite Hubungan International untuk Negara Republik Federal membawakan topik “ASEAN Through the Eyes of the EU”. Pada sesi kedua ini, beliau menjelaskan bahwa kerja sama antara EU dan ASEAN akan semakin meningkat terlebih dengan adanya Strategic Partnership mulai akhir tahun 2020 lalu.

Pada sesi ketiga, H.E. Robert Matheus Michael Tene memberikan presentasi tentang "ASEAN Now and the Future". Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN (DSG) untuk Komunitas Politik Keamanan ini mengatakan dalam presentasinya bahwa konsensus ASEAN sangat penting guna menjaga stabilitas keamanan dan politik di Asia Tenggara dan menguatkan kerja sama antar negara.

Pada sesi keempat, Dr. Jürgen Ratzinger, Kepala Departemen Hubungan Internasional dan Managing Director di Frankfurt Chamber of Commerce & Industry (IHK Frankfurt) menyampaikan topik “EU-ASEAN Economic Partnership”. Dalam sesi ini, beliau memaparkan bahwa ASEAN adalah salah satu partner bisnis EU yang strategis dan ASEAN memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan perkembangan ekonomi yang sangat cepat.

Pada sesi terakhir, para peserta melaluidiskusi grup dalam kelompok-kelompok kecil, yang memungkinkan semua peserta untuk berdiskusi dan memberikan solusi dari masalah-masalah yang timbul di komunitas ASEAN. Topik-topik yang dibahas antara lain terkait “Sustainable Development Goals” dengan fokus pada Climate Action, Quality Education, Diversity, Equity & Inclusion, Decent Work & Economic Growth dan Peace, Justice & Strong Institution. Para peserta diberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memberikan sebuah solusi yang dapat diimplementasikan di komunitas ASEAN. Setelah itu, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di hadapan seluruh peserta lainnya. Sesi presentasi ini disambut dengan antusias oleh para peserta yang dapat dilihat dari aktifnya sesi tanya jawab antar peserta.

Setelah mengikuti konferensi ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih dalam dan baik seputar ASEAN sebagai pemuda-pemudi masa depan di dalam komunitas ASEAN. Selain itu, peserta diharapkan mulai membangun jaringan antarmahasiswa ASEAN di Jerman dan bekerja sama untuk mencapai tujuan mereka dan berkontribusi pada komunitas ASEAN. Dalam jangka panjang, SEA Student Summit bertujuan untuk meningkatkan identitas ASEAN di kalangan pemuda-pemudi dan memotivasi pemuda-pemudi untuk menciptakan ASEAN yang lebih baik di masa depan.

Berjalan beriringan dengan konferensi ini, terdapat festival kuliner dengan menu dari berbagai negara di Asia Tenggara. Tujuan dari festival kuliner ini salah satunya adalah untuk diplomasi kuliner dan memperkenalkan makanan dan minuman yang ada di Asia Tenggara.

Kegiatan ini merupakan konferensi pelajar Asia Tenggara pertama kali yang dilaksanakan di Jerman. Sebagai penutup, Bapak Acep Somantri, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt memberikan ucapan selamat kepada panitia dan peserta yang mengikuti kegiatan seminar dan workshop selama sehari penuh.

Selain itu, Konjen RI Frankfurt menyampaikan pentingnya identitas ASEAN, upaya pemajuan peran pemuda dan anak di ASEAN, hubungan ASEAN-Jerman dan ASEAN-Uni Eropa, serta rencana penyelenggaraan Indonesia Festival Frankfurt (IFF) 2022 yang turut mengundang perwakilan negara anggota ASEAN lainnya di Frankfurt. Sebagai penutup, Konjen RI Frankfurt mendorong agar peserta SEA Student Summit 2022 dapat memperkuat ikatan, jaringan, dan kerja sama antar mahasiswa ASEAN di Jerman.

Dalam Rangka mewujudkan perdamaian dunia serta meningkatan ekonomi Indonesia, Simposium Kawasan Timur Tengah dan Afrika 2022 kembali melanjutkan acaranya, yaitu sesi panel III (Geopolitik dan Ekonomi) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada selasa (17/05) pukul 13.00 WIB.

Dengan dihadiri oleh delegasi dari 18 PPI Negara  Kawasan Timur Tengah dan Afrika serta delegasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Indonesia. Acara ini juga turut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Tunisia, yaitu KH. Zuhairi Misrawi L.c MSc., dan pemateri lain yang berkompeten dibidangnya.

Pada sesi panel kali ini, membahas tentang Geopolitik dan Ekonomi dengan subtema “Peta Baru Geopolitik Timur Tengah dan Posisi Indonesia dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia serta Peningkatan Ekonomi Indonesia”

 Dipandu oleh Rahmat Bimasatria Lesmana, selaku MC. Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars PPI dunia. Dilanjutkan dengan penyampaian pantikan diskusi oleh Duta Besar RI untuk Tunisia sebagai keynote speaker, yaitu KH. Zuhairi misrawi Lc. MSc.

Beliau menyampaikan bahwa tema ini sangatlah penting bagi mahasiswa Timur Tengah khususnya, serta keterlibatan kita yang harus cermat terhadap perubahan besar yang terjadi dan bagaimana negara-negara besar bermain. Hal ini tentunya dalam konteks mendukung peran Indonesia di Timur Tengah.

“Kita harus memahami karakter dari setiap negara, karena setiap negara mempunyai kepentingan masing-masing terkait dengan negaranya sendiri” tegas KH. Zuhairi misrawi Lc. MSc.

Pada sesi penyampain materi yang dimoderatori oleh Atalana Fadhilatun Ni’mah, Bagus Hendraning Kobarsyih menyampaikan tentang situasi politik dan keamanan Di Timur Tengah. Juga disampaikan beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut.

“Banyak faktor yang mempengaruhi politik dan keamanan di Timur Tengah, seperti konflik dan disabilitas yang terjadi dalam berbagai bentuk: Sektaranisme, Perkembangan Radikal dan Persaingan Geopolitik, Proses dan Tranformasi Politik yang belum tuntas. Dua variabel penting dalam kajian Timur Tengah ini adalah Palestina dan Israel. yang menjadi fokus tujuan di Timur Tengah, dan banyak Negara-negara Arab dan Timur Tengah yang melakukan kerja sama dengan Israel, Mereka beranggapan bahwa Israel sekarang tidak berbahaya.” Ujar Bagus Hendraning Kobarsyih, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Timur Tengah Kementrian Luar Negeri RI.

Dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Hanief Saha Ghafur, M.A selaku Ketua Program Doktor Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI). Dalam penjelasannya, dikatakan bahwa pemetaan terhadap posisi ideologis, serta temperamen kekuatannya sangat ideologis Oriented. Maka, berinteraksi dengan orang Arab dan Timur Tengah itu perlu memahami pemetaan terhadap posisi Ideologis.

“Aliran politik Timur Tengah cenderung kepada Sosialisme. Walaupun tidak marsis, tetapi memang Orientasi Ideologisnya Blok Timur, dan posisi ditentukan oleh pemahaman dan pemetaan terhadap ideologi politik yang sangat kuat, dan posisi politik Di Timur Tengah itu sangat penting. Apakah itu bedasarkan agama, ataupun yang lainny. Terkadang tidak semua Di Timur Tengah itu berdasarkan Agama.” Ujar Dr. Hanief Saha Ghafur, MA.

 Dan selanjutnya pemaparan dari, Dr. Hendri Tanjung mengenai Ekonomi Syariat. Disini beliau menegaskan perihal larangan Riba, Banyak Dalil yang melarang segala hal yang berkaitamn dengan Riba. Beliau juga mempertegas penjelasannya dengan perkataam seorang Filsuf terkenal Yunani, Aristoteles. Yang menyatakan Bahwa riba sangat tidak rasional.

“Umat muslim di Dunia sangat diuntungkan dengan adanya Zakat, yang mana Zakat Merupakan Satu-satunya pungutan yang ada dalam Agama Islam. Sedangkan pada masa Romawi, Terdapat 13 Pungutan” ujar Dr. Hendri tanjung, selaku Anggota Badan Wakaf Indonesia.

Menambahi penyampaiannya, beliau berpesan mengenai Investasi yang sesuai dengan syariat. Pada akhir acara, panitia mengadakan nonton bareng Short Movie “Empat+Satu”, dan seluruh rangkaian kegiatan simposium akan terus berlangsung hingga seles

Jakarta - Grand opening Simposium Kawasan Timur Tengah dan Afrika (SK Timtengka) 2022 telah digelar pada hari Minggu, 15 Mei 2022. Simposium ini mengangkat tema “Diskursus Nilai-nilai Agama Islam dalam Pembangunan Berkelanjutan Indonesia”, pembahasan pembukaan simposium mengarah pada berbagai isu dan bidang penting seperti sosial budaya dan agama, pendidikan, geopolitik dan ekonomi, serta pemuda dan lingkungan.

Grand Opening simposium dihadiri oleh Menteri Agama RI, H. Yaqut Cholil Qoumas dan langsung  dilanjutkan dengan sesi panel sosial budaya dan agama yang menghadirkan 3 pembicara berkompeten di bidangnya, yaitu Menteri Agama RI 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin, Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M.phill., M.A, CBE., serta cendekiawan muslim dan pakar ilmu tasawuf, Prof. Dr. KH. Said Aqiel Siraj, M.A.

Lukman Hakim Saifuddin selaku pemateri pertama mengutarakan, bahwa setiap Mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di seluruh penjuru dunia harus punya kesadaran atas nilai-nilai ke-Indonesiaan dengan segala keunikannya.

Dalam paparannya, pemateri membagi negara-negara di dunia ini menjadi 2, yaitu:

  1. Negara yang menyatukan antara urusan agama dan urusan negara. Artinya apa yang menjadi kebijakan negara, juga menjadi fatwa agama. Begitu pun sebaliknya, apa yang menjadi fatwa ulama agama, menjadi kebijakan negara.
  2. Negara yang memisalkan urusan negara dengan urusan agama. Artinya negara tidak mengurusi urusan agama. Begitu pun sebaliknya, pemuka agama tidak mengurusi urusan negara. Bentuk negara yang seperti ini sering juga disebut dengan negara sekuler.

Keunikan Indonesia yang pemateri maksud adalah karena menurtunya, Indonesia tidak menjadi bagian dari salah satu dari kedua bagian tersebut. Kita bisa melihat dari UUD’45 dan Pancasila bahwa Indonesia adalah negara yang berketuhanan yang menandakan bahwa Indonesia bukan negara sekuler. Namun di saat yang bersamaan Indonesia juga bukan merupakan negara yang berbasiskan pada aturan agama. Mantan Menag RI tersebut menambahkan, bahwa keberagaman dan keberagamaan adalah 2 hal yang sudah sangat settled dan built-in dalam Masyarakat Indonesia.

Dalam pemaparannya, beliau juga mengingatkan kembali pendapatnya terkait pentingnya moderasi dalam beragama. Ia membagi permasalahan dalam moderasi dalam beragama kepada tiga contoh;

  1. Banyaknya fenomena orang berislam namun mengingkari nilai-nilai keislaman, seperti berislam namun menjunjung tinggi nilai eksklusifitas, padahal islam itu sangat senang inklusifitas. Berislam namun segregatif, padahal islam itu sangat menjunjung tinggi nilai kebersatuan.
  2. Munculnya tafsif-tafsir keagamaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.  Misalnya : memaknai “hijrah” dengan mengharamkan musik. Memaknai “jihad” dengan melakukan aktivitas2 yang disruptif, dan lainnya.
  3. Berislam namun justru merusak konsensus nasional, seperti paham yang mengharamkan nyanyian lagu Indonesia Raya. Mengharamkan untuk menghormati sang saka merah putih, atau menganggap negara Indonesia sebagai negara thaghut.

Pada akhir penyampaiannya beliau menyampaikan bahwasanya budaya tidak boleh dihilangkan, justru harus dijaga karena pasti ada sisi positifnya. Sambil tetap menguji apakah budaya tersebut berlawanan dengan inti dan pokok agama. “Sejauh tidak berlawanan dalam inti dan pokok agama, maka mari kita menjaga budaya kita” ujarnya sebagai kalimat penutup.

Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, selaku pemateri kedua mengutarakan bahwa pada zaman ini kita harus miris melihat negara-negara muslim yang mengalami ketertinggalan daripada negara-negara yang mayoritas non muslim. Menurutnya, penyebab kemunduran di negara-negara muslim adalah akibat;

  1. Konflik berkelanjutan;
  2. Banyak membangun bangunan yang tidak bermanfaat;
  3. Terlalu mengedepankan akhirat;
  4. Banyak penganut paham tasawuf qadariyah dan jabariyah yang salah dalam pemahamanya.

Pada akhir penyampaiannya, Prof. Azyumardi Azra menyampaikan bahwasanya pembangunan berkelanjutan harus bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Dan beliau juga menyampaikan pemerataan Pendidikan harus seimbang atara masyarakat ekonomi kelas bawah dan atas sehingga tidak terjadi kecemburuan yang menjadi penyebab ketimpangan sosial.

Penulis: Ahmad Manarul Hidayah Alfansuri (Panpel SK Timtengka 2022).

Editor:  Asyraf Muntazhar, Lc. (BPMI PPI Dunia 2021-2022)

Jakarta - Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (PPIDK Timtengka) tengah mengadakan satu helatan akbar, yaitu Simposium Kawasan Timur Tengah dan Afrika 2022 (SK Timtengka). Acara ini diadakan secara daring pada 15-22 Mei 2022 dan diikuti oleh perwakilan dari 18 PPI Negara Kawasan Timur Tengah dan Afrika, serta turut mengikutsertakan delegasi mahasiswa nasional dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia.

Kegiatan ini dilakukan PPIDK Timtengka dalam rangka menunjang pembangunan kualitas SDM Indonesia. Simposium tersebut mengangkat tema “Diskursus Nilai-nilai Agama Islam dalam Pembangunan Berkelanjutan Indonesia” dan ada perhelatannya, simposium akan membahas beberapa 4 isu penting yang berkaitan dengan tema utama dan budaya Ke-Indonesiaan dan ke-Timur-Tengahan seperti sosial budaya dan agama, pendidikan, geopolitik dan ekonomi, serta pemuda dan lingkungan.

Pada awal sambutannya, Bagus Asri selaku ketua pelaksana menyampaikan terima kasih kepada seluruh element yang telah menyukseskan dan membantu serta mendukung perhelatan acara besar tahunan PPIDK Timur Tengah dan Afrika, serta menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh narasumber yang akan memaparkan materinya sepanjang acara ini berlangsung. Ia juga berharap, agar SK Timtengka tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan poin-poin produktif untuk kemajuan bangsa kedepannya.

Koordinator PPI Dunia dan Koordinator PPIDK Timtengka 2021-2022, Faruq Ibnul Haqi dan Hafidz Alharomain Lubis turut hadir dan memberikan sambutannya pada acara pembukaan ini. Mereka menyampaikan di hadapan seluruh narasumber dan hadirin, bahwa acara tahunan ini selain menjadi ajang silaturahim dan bertukar pendapat, adalah satu wadah kreatif bagi para pelajar dan mahasiswa untuk melatih daya berpikir kritisnya bagi kebaikan bangsa.

Acara grand opening ini turut menghadiran Menteri Agama RI periode 2019-2024, H. Yaqut Cholil Qoumas sebagai keynote speaker. Menag Yaqut mengutarakan, bahwa tema Simposium PPIDK Timur Tengah dan Afrika tahun ini sangat menggambarkan kelebihan yang dimiliki Indonesia, yang sangat dikenali dunia dalam menjaga nilai-nilai keberagaman dan kesatuannya. Menurutnya, acara SK Timtengka 2022 ini sudah sangat tepat sasaran, karena sudah turut mengambil peran dalam menjaga kebersatuan dan keberagaman di era internet of things ini, yang mana menurutnya, ada banyak para oknum yang membenturkan pemahaman beragama dengan pemahaman bernegara.

Menag Yaqut dalam pemaparannya turut mengutarakan bahwa orang beragama itu dapat dikategorikan ke dalam menjadi 3 kelompok:

  1. Beragama dengan cara intrinsik: menjadikan agama sebagai komitmen yab=ng komprehensif yang mengatur seluruh kehidupan penganutnya.
  2. Beragama dengan cara ekstrinsik: agama dianggap sebagai alat yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang motif-motif lain. Seperti alat untuk mengincar kedudukan tertentu, mengincar tujuan tertentu, dll.
  3. Beragama dengan cara campuran dari keduanya: dengan menerapkan mixing method ini, maka akan menciptakan outcome berupa ketentraman, kedamaian sesuai dengan ajaran agama itu sendiri.

Seluruh rangkaian acara ini dapat dilihat secara langsung maupun siaran ulang melalui akun Youtube PPI TV dan seluruh informasi dapat diakses melalui akun instagram @sktimtengka .

Penulis: Ahmad Manarul Hidayah Alfansuri (Panpel SK Timtengka 2022).

Editor: Asyraf Muntazhar, Lc. (BPMI PPI Dunia)

Foto bersama PPI Tiongkok Cabang Wuhan dan Ranting Huangshi dengan adik-adik Yayasan Panti Asukan Al-Kaaf (PPI Dunia/26-04)

Jakarta - Menyambut bulan suci Ramadan kali ini, Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Cabang Wuhan dan PPIT Ranting Huangshi berkolaborasi mengadakan acara bakti sosial yang berlokasi di Yayasan Panti Asuhan Al-Kaaf Jabung, Malang. Bakti sosial tersebut dilaksanakan pada 9 April bertepatan yang juga bertepatan dengan hari jadi PPIT ranting Huangshi.

Tujuan utama dari acara ini adalah untuk membantu sesama. Selain itu, sebagai wujud bakti mahasiswa yang sedang berkuliah di Provinsi Hubei Tiongkok dengan terjun langsung untuk berbagi di lingkungan masyarakat.

Guna menyukseskan acara tersebut panitia menghadirkan program donasi untuk para dermawan yang ingin bersedekah melalui program Pondok Harapan Wuhan X Bakti PPITH. Panitia membuka donasi tidak hanya dalam bentuk uang, melainkan juga kebutuhan lain anak-anak di panti asuhan seperti obat-obatan, alat tulis, alat beribadah, dan lain-lain.

Acara disambut dengan antusias oleh seluruh peserta, dari adik-adik maupun beberapa pengurus panti yang ikut hadir. Acara sore itu dipandu oleh Arnita Sari selaku Master of Ceremony dengan didahului agenda pertama, yaitu sambutan oleh ketua PPIT Wuhan, Khoirul Umam Hasbiy.

"Harapannya semoga acara ini bisa menjadi motivasi dan penyemangat untuk adik-adik disini." ujarnya.

Kemudian dilanjutkan sambutan sekaligus sebagai pembuka acara oleh ketua Yayasan Panti Asuhan Al Kaaf, Bapak KH. Abdullah Yazid. Beliau bercerita, "23 tahun sudah panti ini menjadi rumah untuk anak-anak yatim, mulai dari usia 2 tahun hingga ada yang sudah di jenjang perkuliahan." Kegiatan di Panti asuhan yang sekarang dihuni oleh sekitar 140 anak antara lain adalah belajar dan mengaji.

Sesi selanjutnya diisi oleh Muhammad Kamaluddin Ikhsan selaku pemateri Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Bersih pangkal sehat. Sehat pangkal kaya." terang kak Kamal.

"Menjaga kebersihan bisa dimulai dari diri sendiri, mulai dari mencuci tangan, menggosok gigi, dan merapikan tempat tidur." tambahnya sekaligus mengajak adik-adik untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Untuk menguji pemahaman adik-adik tentang materi tersebut panitia mengadakan kuis yang dipandu oleh pembawa acara. Adapun kuisnya adalah permainan Pohon Harapan yang telah disiapkan oleh panitia. Dimana setiap anak diminta untuk menuliskan harapan dan cita-citanya di sebuah kertas dan kemudian bergantian menempelkannya pada banner bergambar pohon yang ada di depan.

Waktu pun berlalu mendekati azan magrib, panitia pun membagikan takjil dan bersiap untuk salat magrib terlebih dahulu. Selepas salat maghrib. Seluruh peserta dan panitia bersiap untuk buka bersama dengan duduk bersama membentuk lingkaran besar agar terasa nilai kebersamaan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, acarapun ditutup dengan foto bersama.

Ikatan Pelajar Indonesia Iran atau yang lebih dikenal dengan IPI Iran mengeluarkan pernyataan sikap mengecam kezaliman Israel terhadap warga Palestina. Organisasi ini juga mengajak PPI Dunia untuk terus menyerukan kecaman dan dukungan pada Palestina.

Dalam hal ini IPI Iran memberikan 6 poin pernyataan sikap atas aksi yang dilakukan pasukan Israel. Menurut Presiden IPI Iran 2021-2023 Andi Mohammad Muthahhari tindak kekerasan tersebut tidak sesuai dengan aspek kemanusiaan dan keadilan dalam konteks kehidupan masyarakat dunia.

“Apa yang terjadi di Palestina sampai hari ini adalah sebuah bentuk penjajahan, yang semestinya sudah harus tidak ada di dunia kekinian yang menjunjung persamaan antar bangsa.”  ungkapnya melalui rilis.

Berlandaskan pembukaan UUD 1945 dan sila kedua Pancasila IPI Iran memberikan sikap pertama mereka dengan mengecam kezaliman  Israel yang telah melakukan penyerangan di bulan suci. Mereka juga mengecam aksi kekerasan Zionis Israel yang telah melukai beberapa jemaah.

IPI Iran juga mendukung aktualisasi nilai perdamaian dan kemanusiaan dalam UUD 1945 dan Pancasila. “Dasar negara kita yaitu dalam pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa sehingga penjajahan di atas dunia harus dihapuskan," tambah Andi.

IPI Iran mengajak seluruh organisasi pelajar untuk ikut menyuarakan dukungan terhadap masyarakat Palestina di setiap koridor masing-masing. Baik organisasi pelajar di Indonesia atau organisasi pelajar Indoonesi adi luar negeri.

Secara khusus organisasi ini juga mengajak seluruh aliansi PPI Dunia di 60 negara untuk menyatakan dukungan terhadap masyarakat Palestina. IPI Iran berharap PPI Dunia mengajak dan menyadarkan masyarakat Indonesia di setiap negara dan kawasan atas penyerangan yang dilakukan tentara Israel hari ini.

Berikut lampiran hasil lengkap kajian IPI Iran terkait tema di atas;

Surat-Pernyataan-Sikap-IPI-Iran-Konflik-di-Palestina

Blockchain merupakan teknologi yang belakangan ini kian populer dan memiliki peluang untuk dikembangkan di berbagai bidang seperti medis, pertanian, properti, telekomunikasi, dan lain-lain. Namun, fenomena terkini menunjukkan bahwa masyarakat hanya memahami teknologi blockchain sebagai sebuah cryptocurrency. Padahal cryptocurrency adalah berbeda dari blockchain dan hanya merupakan salah satu perwujudan dari penggunaan blockchain di sektor keuangan.

Oleh karena itu, Direktorat Penelitian dan Kajian (Ditlika) Komisi Teknologi dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) mengadakan webinar bartajuk “Teknologi Blockchain sebagai government transformation pasca Covid-19” pada hari Sabtu, 9 April 2022.

Webinar ini ditujukan sebagai sarana untuk memberikan pemahaman dan edukasi terhadap masyarakat umum dan kaum intelektual seperti mahasiswa dan akademisi agar memahami apa itu blockchain, bagaimana potensi yang mereka miliki, dan bagaimana teknologi ini mampu mentransformasi kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Ditambah dengan situasi pandemi yang mengancam maka titik ini dapat menjadi peluang bagi kita untuk memanfaatkan teknologi ini.

Narasumber yang dihadirkan dalam webinar ini merupakan para expert di bidang informasi dan teknologi (IT). Diantaranya adalah Prof. Dr. Henri Subiakto, Drs, S.H., M.A yang merupakan Dosen dan Guru Besar Universitas Airlangga, Herman Tolle, Dr. Eng. Ir., S.T., M.T. Dosen dan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, lalu Reza Primasatya, Head of Technology Tokocrypto.

“Ada sesuatu yang perlu kita bahas dan diskusikan seperti, apa sih (kegunaan) teknologi blockchain kedepannya pasca covid19? terkhusus dalam aktifitas-aktifitas transformasi government.” Ujar Fajar Ibnul Haqi, koordinator PPI Dunia dalam sambutannya.

Narasumber pertama adalah Henri Subiakto yang memulai pembicaraannya dengan membahas perkembangan era teknologi. Setelah melewati era komputer, internet, dan digital, saat ini kita sudah masuk ke era teknologi blockchain.

Lebih dalam lagi, ia memaparkan tentang apa itu blockchain serta bagaimana cara memaksimalkan potensi yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, teknologi blockchain ini memiliki potensi yang sangat besar untuk mentransformasi sistem yang ada sekarang agar menjadi lebih baik.

“Blockchain bisa dipakai teknologinya untuk membangun sebuah ekosistem, yang sistemnya lebih terpercaya, lebih aman dan bisa dipakai untuk mendorong publik lebih produktif dan pemerintah menjadi lebih efektif. Bahkan di berbagai aspek kehidupan.” Ujar Henri.

Ia menjelaskan tentang social mining yang berguna untuk mendapatkan keuntungan dari berselancar di media sosial. Semua jenis aktifitas di media sosial seperti suka, komentar, dan bagikan akan mendapatkan poin. Jika poin sudah terkumpul banyak, pemilik poin tersebut akan mendapatkan reward yang nantinya bisa ditukarkan dengan berbagai macam barang dan jasa.

Profesor dari Unair ini juga menerangkan fungsi blockchain di bidang pendidikan. Teknologi ini bisa menjadi pemantau pendidikan yang lebih efektif. Kita bisa memantau dan membandingkan keaktifan satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya karena semua data terkait kegiatan suatu individu bisa tersimpan di teknologi blockchain. Mulai dari keaktifan bertanya di kelas, absensi kehadiran, buku yang dibaca, halaman website yang dibuka dan lain sebagainya.

Hal ini juga pastinya akan berhubungan dengan bidang pekerjaan. Nantinya HRD akan lebih mudah dalam mencari pekerja sesuai dengan spesifikasi yang dicari. Pelamar juga akan lebih mudah dalam menjelaskan apa yang disukai, kelebihan dan kekurangan, serta hal yang lebih spesifik lainnya hanya dengan menyertakan tautan riwayat saat melamar kerja.

Namun begitu, Henri merasakan bahwa meskipun cara membangun sistem dari teknologi ini terbilang rumit, yang lebih susah lagi adalah merubah culture, mindset, dan behavior yang sudah terbentuk dalam masyarakat.

Narasumber berikutnya adalah Herman Tolle. Dalam kesempatannya berbicara, ia menjelaskan tentang blockchain secara rinci. Mulai dari sejarahnya, prinsip kerja, karakteristik, hingga penerapan inovasi berbasis blockchain untuk transformasi layanan di Indonesia.

Salah satu inovasi yang bisa digunakan dari teknologi blockchain adalah untuk sertifikat. Teknologi blockchain yang memiliki sistem keamanan terpercaya bisa memudahkan kita dalam urusan pembuatan sertifikat.

“Dengan adanya blockchain, ketika sertifikat sudah di-generate maka sertifikat itu akan dinyatakan aman, tidak bisa diubah orang sembarangan. Kita akan tahu sertifikat ini atas nama siapa, lokasinya dimana, tanggal belinya kapan, dan seterusnya.” Kata Herman.

Selain itu transformasi lain yang bisa dimaksimalkan layanannya dengan teknologi ini adalah Distribusi pangan. Konsumen bisa mengetahui makanan yang akan dikonsumsi itu terdiri dari bahan apa saja, bagaimana cara pengelolaannya, bahkan sampai memantau pergerakan makanan tersebut hingga ke tangan konsumen. Ini juga bisa menjadi solusi untuk mencegah penimbunan stok bahan makanan yang berlebih, karena pemerintah maupun masyarakat bisa langsung melacak pendistribusiannya jika mengalami tersendat.

Inovasi lainnya yang sangat berguna untuk masyarakat dan pemerintah yaitu sistem crowdsourcing platform dan juga e-voting. Crowdsourcing platform adalah sebuah sistem yang memberikan kita transparansi data dan bisa digunakan untuk layanan zakat dan pajak. Kita bisa memantau kemana dan untuk apa aliran dana yang sudah kita berikan itu digunakan. Sedangkan e-voting bisa berfungsi untuk mengantisipasi kecurangan dalam pemilu dan mengurangi dana pengeluaran pemilu yang jumlahnya besar.

Giliran berikutnya adalah Reza Primasatya. Ia memberikan pemaparan yang mendalam tentang cara kerja blockchain. Secara sederhana, Reza menjelaskan bahwa blockchain itu dimulai ketika sebuah blok menyimpan data baru. Sistemnya terdiri dari dua buah jenis record, yakni transaksi dan blok.

Yang unik dari teknologi ini adalah setiap blok akan berisi hash kriptografi sehingga membentuk jaringan. Fungsi dari hash kriptografi adalah untuk mengambil data-data dari blok asal dan mengubahnya menjadi compact string. String digunakan sebagai alarm pendeteksi apabila ditemukan potensi sabotase.

Sifatnya yang terdesentralisasi membuat teknologi ini tidak memiliki satupun otoritas dengan kendali penuh, melainkan terpecah ke setiap komputer yang sudah diinstal perangkat lunak atau software khusus.

Selain memiliki sistem transaksi yang transparan, teknologi blockchain juga memiliki proteksi data yang baik. Terdapat sistem verifikasi oleh para miner sebelum dieksekusi di banyak komputer. Struktur database tersebut bersifat append only atau hanya bisa menambahkan dan tidak memiliki akses perintah edit.

Di dalam blockchain sendiri terdapat sistem yang dinamakan private chain dan juga public chain. “Seluruh sirkel yang ikut di ekosistem private chain atau orang yang diundang akan mendapat info yang berasal dari chain tersebut” kata Reza.

“Sedangkan public chain, semua orang yang gak ter-invite itu bisa melihat” sambung Reza, menjelaskan perbedaan antara private chain dan public chain.

Reza juga menjelaskan tentang potensi yang bisa dimaksimalkan oleh teknologi blockchain di bidang kesehatan. Kedepannya dunia pengobatan akan lebih efisien karena para dokter dan tenaga medis bisa dengan mudah mendapatkan riwayat kesehatan pasien.

Redaktur: Bayu Adji Nugraha, Nanda Aulia Putri, Fitria Wulandari.

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920