Categories
Berita

Leadership Training PPI Dunia bersama PPM School of Management

Oleh: Ahsana Nur Amalia, Redaktur Berita Kegiatan Dirkominfo PPI Dunia/ PPI Turki

Direktorat Pengembangan SDM Bidang Pelatihan PPI Dunia 2020-2021 bekerja sama dengan PPM School of Management menyelenggarakan latihan kepemimpinan yang bertemakan Effective Leadership Behaviour dan Impactful Communication pada Kamis, 24 September 2020 pukul 14.00 WIB – 18.00 WIB melalui video call conference di aplikasi Zoom. Kegiatan ini dihadiri oleh BAPELHA PPI Dunia 2020-2021, Dewan Pengawas PPI Dunia 2020-2021, Dewan Presidium PPI Dunia 2020-2021, Koordinator/Wakil Koordinator Kawasan, Ketua PPI Negara, anggota Direktorat Pengembangan SDM PPI Dunia, dan PPM School of Management.

Tema yang pertama yaitu Effective Leadership Behaviour disampaikan oleh bapak Dr.Wendra, SE. Ak, M. HRM, ACP, CPC (PPM School of Management). Beliau menyampaikan bahwa definisi kepemimpinan adalah pencapaian tujuan, implementasi strategi dan pelaksanaan tugas, memengaruhi orang-orang, memengaruhi identifikasi kelompok, dan memengaruhi budaya organisasi. Beliau menegaskan bahwa memengaruhi tidak sama dengan memerintah. Pada kesempatan ini beliau juga menyampaikan tentang tiga jenis kepemimpinan yang ideal untuk diaplikasikan dan bagaimana pemimpin yang baik seharusnya memiliki perilaku-perilaku pemimpin yang efektif. Pemimpin yang baik juga harus memahami pola 360 degree leadership yaitu leading up dan leading sideways serta pembagian manajemen konflik.

Setelah pembahasan tema pertama disampaikan oleh pemateri, para peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta diantaranya adalah pertanyaan dari Wisnu Uriawan, Dewas/PPI Perancis yang bertanya tentang bagaimana cara mengatasi akar permasalahan serabut, dan jawaban yang diberikan oleh pemateri adalah pastikan permasalahannya tunggal, jika masih serabut, cari sampai menemukan benang merahnya dengan terus mengajukan pertanyaan. Pertanyaan selanjutnya diajukan oleh Andhika Febri, Ketua PPI Rumania yang bertanya tentang bagaimana mengelola permintaan rapat terlebih disaat pandemic COVID-19, dan pemateri menjawab bahwa penggunaan time management yang baik dimana waktu bisa disesuaikan untuk belajar, kampus, keluarga, dan organisasi.

Tema selanjutnya yaitu Impactful Communication disampaikan oleh bapak Noveri Maulana S.I.Kom., MM., PCEL., (PPM School of Management). Beliau menjelaskan bahwa bentuk komunikasi dibagi menjadi 3, yaitu 55% body language, 38% voice, dan hanya 7% words atau kata-kata. Dalam berbicara, intonasi dibagi menjadi speed, power, dan volume. Tidak semua hal memerlukan power dan volume yang tinggi. Beliau juga menyampaikan bahwa improvisasi merupakan hal yang penting. Ketika tampil di depan umum, walaupun sedang blank, nonverbal diusahakan tidak boleh blank. Dalam berkomunikasi, sebaiknya memilih komunikasi asertif yang terbuka, hindari jenis komunikasi yang agresif. Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang menggunakan diksi positif. Oleh karena itu, memperluas diksi dapat membantu untuk mengoptimalkan skill asertif.

Setelah pembahasan tema kedua disampaikan oleh pemateri, peserta diberi kesempatan lagi untuk bertanya. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain adalah pertanyaan dari Brimoresa, Ketua PPI Spanyol yang bertanya tentang bagaimana komunikasi yang baik dalam LDR  dan jawaban dari pemateri ialah menjadikan komunikasi bukan sebagai rutinitas, melainkan terus berinovasi dan mencari cara yang tidak membosankan. Pertanyaan terakhir diajukan oleh Choirul Anam, Koordinator PPI Dunia yang bertanya tentang bagaimana cara agar orang-orang tidak apatis dan jawaban pemateri ialah menyamakan organization value dan personal value sehingga value dapat beririsan.

Categories
Berita

PRESS RELEASE – Leadership Training Skill dan Sharing Session PPI Dunia dihadiri oleh Yenny Wahid dan Dr. Achsanul Qosasi, CSFA

Leadership Training Skill dan Sharing Session PPI Dunia bersama Yenny Wahid dan Dr. Achsanul Qosasi, CSFA

Oleh: Ahmad Yasin Al-Faruq (Redaktur Berita Kegiatan Dirkominfo PPI Dunia / Mahasiswa Turki)

Direktorat Pengembangan SDM Bidang Pelatihan PPI Dunia 2020-2021 melaksanakan agenda Leadership Training Skill dan Sharing Session pada hari Jumat, 25 September 2020. Acara ini diisi oleh pemateri-pemateri hebat dalam bidang kepemimpinan dan komunikasi dengan mengundang ibu Yenny Wahid selaku Direktur Wahid Institute, Dr. Achsanul Qosasi, CSFA  selaku Anggota III BPK RI dan beberapa mantan Koordinator PPI Dunia dari periode 2010 hingga 2020. Pelatihan yang dibagi ke dalam dua sesi ini diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dan ditayangkan secara langsung di channel youtube PPI Dunia.

Pada sesi pertama, Leadership Training Skill PPI Dunia diisi langsung oleh Bapak Dr. Achsanul Qosasi, CSFA dan Ibu Yenny Wahid yang dipandu oleh Rahmah Rasyidah, Lc. Dipl Kepala Bidang Pelatihan – Pengembangan SDM PPI Dunia 2020-2021 sebagai pembawa acara dan Choirul Anam, SE, ME, CA, Ph.D (cand) Koordinator PPI Dunia 2020-2021 sebagai moderator.

Narasumber pertama Bapak Dr. Achsanul Qosasi membawakan materi dengan judul “Mengetahui Keuangan Negara sebagai Persiapan bagi Calon Pemimpin untuk Melayani Rakyat”. Beliau menyatakan bahwa, “seorang pemimpin harus bersilaturahim dan kunci dari silaturahim adalah kebersamaan, kepedulian, dan kedisiplinan,” ujarnya. Dalam kesempatannya, beliau juga menyampaikan, “struktur keuangan negara sangatlah penting, maka kenali ilmunya dan saat nanti kembali ke Indonesia bisa mengamalkan ilmunya.” Total pengelolaan keuangan negara ada sebanyak 12.200 trilliun, dibagi dalam APBN, APBD, dan BUMN. Dan Total dana program penanganan pandemi COVID adalah sebanyak 695,20 triliun. Bantuan sosial yang diberikan pemerintah dalam bentuk tunai agar masyarakat dapat berbelanja dan ekonomi terus berputar.

Narasumber kedua yaitu ibu Yenny Wahid, beliau merupakan komisaris di PT. GARUDA INDONESIA dan Direktur Wahid Institute. Beliau mengatakan bahwa, “leaders focus on the goal not on the role.” Beliau juga menyampaikan, “Pak Gus Dur pernah memberikan cerita mengenai tokoh pewayangan Pandawa dan Kurawa. Pandawa merupakan kekuatan yang sudah baik dan Kurawa bukan sebagai tokoh jahat melainkan tokoh yang sedang berproses menuju kebaikan.” Good leaders selalu mengutamakan kejujuran dan mengikuti hati nurani begitu pula dengan pernyataan penutupnya, “teruslah asah kepemimpinan kalian, teruslah asah pengetahuan kalian dan terutama kepribadian kalian, karena your character is your destiny.“   

Setelah sesi materi berakhir, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta webinar. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan pertama datang dari PPI Turki Fauzul Azhim, “bagaimana untuk memaksimalkan peran diaspora untuk memaksimalkan perekonomian Indonesia?” dan dijawab oleh bapak Achsanul, “mengumpulkan diaspora karena banyak sekali orang Indonesia hebat di luar sana dan sangat dihargai di luar negeri. LIPI seharusnya menjadi bank of knowledge.” Kemudian pertanyaan dari Kholidah Tamami, P3I Azerbaijan, “tantangan seorang pemimpin itu biasanya akan berubah karakternya setelah ia memimpin. Nah bagaimana agar leader ini dapat menjaga karakternya?” dan dijawab oleh ibu Yenny, “posisi bisa berubah, tetapi tujuan kita adalah tetap bergerak, tetap berjalan, dan membuat inisiatif. Peran bisa berganti, tapi pastikan tujuan kita adalah berbangsa dengan baik dan menjadi pemimpin yang mendengar dan memahami.”

Di sesi ke-2 yaitu Sharing Session yang dipandu juga oleh pembawa acara di Training Series 02 ini, Rahmah Rasyidah, Lc. Dipl Kepala Bidang Pelatihan – Pengembangan SDM PPI Dunia 2020-2021 dan Apt. Ika Yuwiani Puspasari, S.Farm. Direktur Pengembangan SDM PPI Dunia 2020-2021 Ketua PPI Portugal sebagai moderator pada sesi ke-2 ini.

Pada sesi ke-2 ini diisi oleh orang-orang hebat yaitu sembilan orang Koordinator PPI Dunia dari tahun 2010 sampai tahun 2020:

1.         Febri HJ Dien (Koordinator PPI Dunia 2010-2012)

2.         Zulham Effendi (Koordinator PPI Dunia 2012-2013)

3.         Pan Mohamad Faiz (Koordinator PPI Dunia 2013-2014)

4.         Ahmad Almaududy Amri (Koordinator PPI Dunia 2014-2015)

5.         Steven Guntur (Koordinator PPI Dunia 2015-2016)

6.         Intan Irani (Koordinator PPI Dunia 2016-2017)

7.         Pandu Utama Manggala (Koordinator PPI Dunia 2017-2018)

8.         Fadjar Mulya (Koordinator PPI Dunia 2018-2019)

9.         Fadlan Muzakki (Koordinator PPI Dunia 2019-2020)

Beberapa pernyataanatau petuah dari masing-masing koordinator PPI Dunia dari masa ke masa:

 “Leadership ada di personal power kita.” (Febri HJ Dien)

Leader itu bukan hanya sekadar nama, jabatan, atau kedudukan. Leader itu harus melakukakan segalanya terkait pekerjaan dan aktivitas yang kita pimpin.” (Zulham Effendi)

“Menjadi seorang pelayan, ini yang dinamakan sebagai servant leadership.” (Pan Mohamad Faiz)

“Pembelajaran terbesar saya selama satu tahun adalah informasi itu emas, sangat membantu di kehidupan nyata, dan gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.” (Steven Guntur)

“Yang paling saya garis bawahi, yang perlu di-highlight adalah komunikasi.” (Fadjar Mulya)

“Itulah mimpi; tidak ada mimpi yang terlalu tinggi yang ada hanya usaha-usaha kita yang terlalu sedikit.” (Pandu Utama Manggala)

 “Jangan ragu untuk bertanya, sangat menggunakan personal touch, dan ketika membuat networking apapun yang menguntungkan sebaiknya dijalankan dan action-nya itu nyata.” (Intan Irani)

“Kuatkan mental, mantapkan hati, dan mantapkan pikiran. Siapkan mental untuk belajar jangan siapkan mental untuk pemimpin.” (Fadlan Muzakki)

“Pentingnya pemahaman terkait visi dan misi, kita perlu menunjukan bahwa kita adalah pribadi yang tepat yang dapat memberikan contoh bagi teman-teman yang lainnya dalam menjalakan, dan together we are stonger.” (Ahmad Almaududy Amri)

Ditambah dengan pantun sebagai penutup dari Choirul Anam, SE, ME, CA, Ph.D (cand) Koordinator PPI Dunia 2020-2021,

“banyak ikan di pasar terjual sudah,

dibelinya semua bersama-sama,

petuah senior mari kita jadikan amanah,

agar kita semua menjadi dewasa.”

Categories
Berita PPI Dunia

Surat Pernyataan Sikap & Kajian Akademis Pernyataan Sikap PPI Dunia terhadap UU CIPTA Kerja

Surat Pernyataan Sikap PPI Dunia atas Undang-Undang Cipta Kerja

Paska pandemi COVID-19 melanda Tanah Air pada Maret 2020 lalu, masyarakat yang berada di bahwa garis ekonomi menegah ke bawah dikabarkan kian terpuruk. Fenomena tersebut menjadi semakin kompleks paska lonjakan kasus COVID-19 dilaporkan nyaris di berbagai wilayah Indonesia. Hal itu berdampak pada keselamatan tenaga medis. Terlebih, banyak dari pahlawan medis telah berguguran akibat fenomena tersebut.

Dalam momentum bersaman, DPR RI kemudian mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020. RUU yang sudah direncanakan sejak akhir 2019 tersebut telah menjadi bagian dari prioritas dalam Program Legislasi Naisonal tahun 2020. Gagasan mengenai Omnibus Law atau Omnibus Legislation dianggap sebagai terobosan baru dalam bidang Hukum di Indonesia. Omnibus Law akan menjadi sarana dalam melakukan deregulasi serta debirokratisasi yang tujuan utamanya adalah menghadapi begitu banyaknya berbagai peraturan yang ada di Indonesia. Seperti dari yang dikutip dari sebuah jurnal penelitian yang berjudul “Urgensi dan Analisis Yuridis Pembentukan Omnibus Law Sektor Sumber Daya Air” oleh I Wayan Bhayu Eka Pratama, menurut Glen S. Krutz, Omnibus Legislation diartikan sebagai penyatuan berbagai undang-undang dalam satu undang-undang yang besar. Sehingga, implikasinya adalah Omnibus Law tersebut akan mengatur berbagai macam bidang kehidupan yang ada.

Namun demikian, pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja oleh DPR RI menimbulkan dinamika pada berbagai lapisan masyarakat. Salah satu alasan utama Pemerintah mendorong UU Cipta Kerja adalah untuk membuka peluang peningkatan ekonomi dengan memberikan kemudahan berusaha bagi berbagai pihak. Namun demikian, perlu disadari bahwa UU Cipta Kerja yang merupakan integrasi dari banyaknya undang-undang menimbulkan kompleksitas tersendiri bagi dari substansi, perspektif hukum, maupun dari melihat kepentingan masyarakat dan para pengusaha.

Merespon polemik atas disahkannya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) sebagai bagian dari civitas academica, membentuk tim khusus untuk melakukan kajian dan memulai menyusun kajian akademis sejak tanggal 6 Oktober 2020 atau setelah berita UU Cipta Kerja disahkan menyebar ke publik. Kajian akademis ini dibuat sebagai bentuk tanggung jawab moral PPI Dunia terhadap situasi yang berkembang serta untuk menjalankan fungsi PPI Dunia sebagaimana termaktub pada pasal 7 ayat (2) huruf c Anggaran Dasar PPI Dunia 2020 bahwa fungsi PPI Dunia meliputi fungsi penelitian dan kajian.

Selain melakukan kajian akademis, PPI Dunia juga melakukan diskusi publik dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada 14 Oktober 2020 dengan menghadirkan narasumber yang ahli untuk memberikan pendapatnya. Para narasumber tersebut yaitu:

1. Bahlil Lahadalia
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Tema: “Memahami lebih dalam dampak UU Cipta Kerja bagi kemudahan berusaha di Indonesia;
2. Anwar Sanusi, PhD
Sekretaris Jendral Kementerian Tenaga Kerja RI
Tema: “Memahami lebih dalam UU Cipta Kerja dibidang Ketenagakerjaan”
3. Prof. Dr. M. R. Andri Gunawan Wibisana, S.H., LL.M.
Guru Besar Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Tema: “Memahami lebih dalam dampak lingkungan hidup bagi lingkungan setelah pengesahan UU Cipta Kerja”
4. Faisal H. Basri, S.E., M.A
Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia
Tema: “Memahami lebih dalam dampak ekonomi setelah pengesahan UU Cipta Kerja”

Berbekal RUU Cipta Kerja yang kami terima dengan nama file “5 OKT 2020 RUU Cipta Kerja – Paripurna” (terdiri dari 905 halaman) serta hasil kajian akademis yang telah dilakukan, PPI Dunia dengan ini menyampaikan beberapa pernyataan sikap sebagai berikut (masukkan link Sp dan Kajian Akademis)
Pernyataan Sikap dan Kajian Akademis yang dilakukan PPI Dunia ini merupakan kewajiban akademis PPI dalam memberikan expert opinion sebagai sumbangsih PPI Dunia terhadap peningkatkan kualitas pelayanan public dan kebijakan pemerintah yang berbasis pada kesejahteraan masyarakat.
Kami berharap Surat Pernyataan Sikap ini tidak hanya menjadi ruang aspirasi bagi Diaspora Pelajar Indonesia di Luar Negeri namun juga dapat meningkatkan awareness untuk membersamai proses penyusunan berbagai Peraturan Pemerintah yang nantinya disusun sebagai aturan turunan dari UU Cipta Kerja.

Salam hangat,
Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia

01-Surat-Pernyataan-Sikap-PPI-Dunia

Kajian-Akademis-PPI-Dunia-atas-UU-Cipta-Kerja

Categories
Eropa dan Amerika PPI Negara

Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol Novita Sari Berharap Pelajar dan Diaspora Menjadi Mesin Ekspor Nasional

Webinar PPI Spanyol dengan Atase Perdagangan Novita Sari
Peserta Webinar PPI Spanyol bersama Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol Novita Sari

Spanyol, 30 September 2020 – Ditengah tengah ketidak pastian kondisi ekonomi dunia, KBRI Madrid dan PPI Spanyol menggelar Webinar bertajuk Menjadi Pengusaha di Spanyol untuk mendorong pelajar dan diaspora Indonesia agar bisa menjadi duta promosi produk Indonesia. 

Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol, Novita Sari, mengaku bangga terhadap antusias warga untuk menumbuhkan bibit bibit entrepreneurship sekaligus berharap untuk menaikan kapasitas dan neraca ekspor Indonesia ke Spanyol.

Selain itu, lanjut Novita Sari, produk makanan justru mengalami peningkatan yang sangat signifikan dengan pertumbuhan 600%, termasuk diantaranya kopi. Momen ini seharusnya bisa dioptimalkan lebih lanjut, terutama bagi para pelaku usaha kecil dan menengah.

Tak cuma dari Novita Sari, hadir juga Kepala Indonesian Trade Promotional Centre (ITPC), Puri Listiyani dan perwakilan dari Centre for the Promotion of Imports from developing countries (CBI) Belanda, Dika Rinakuki. Dalam presentasi nya, Puri Listiyani mengatakan bahwa pihaknya akan terus membantu dan memfasilitasi pengusaha muda dalam bentuk market intelligence. Lebih lajut, Dika Rinakuki mengatakan bahwa CBI Belanda akan terus berupaya agar produk Indonesia dapat bersaing dengan produk dari negara lain.

Apresiasi terhadap acara ini juga disampaikan ketua komisi Pendidikan PPI Spanyol, Rizky Lasabuda. Sebagai pelajar Indonesia di Spanyol, dia mengaku merasa senang karena support yang diberikan KBRI Madrid kepada WNI di Spanyol sangat besar. “Semoga kedepan nya akan ada lebih banyak pengusaha muda Indonesia di Spanyol” tuturnya.

Categories
PPI Dunia Pusat Kajian & Gerakan

Indonesia Terkucil? Save Travel Corridor dan Ancaman Deglobalisasi Pasca Pandemi COVID-19

WP Komisi Hukhankam No. 9 tahun 2020

Pandemi COVID-19 adalah sebuah black swan event yang mengubah banyak hal di dunia, dan mungkin akan dilihat kembali sebagai titik balik dunia. Globalisasi yang dahulu dianggap tidak bisa dilawan, akhir-akhir ini dihantam dengan decoupling dari negara-negara besar, lalu tiba-tiba menghadapi shock yang luar biasa yang membuat orang ragu bagaimana masa depan globalisasi kedepannya.

Lalu bagaimana ancaman deglobalisasi pasca pandemi COVID-19? Berikut adalah kajian dari Komisi Hukum, Pertahanan, dan Keamanan yang ditulis oleh Pasha Aulia Muhammad dan Sudharmono Saputra.

WP-Komisi-Hukhankam-No.-9-tahun-2020

Categories
Komisi Energi PPI Dunia Pusat Kajian & Gerakan

Ketahanan, Kedaulatan, dan Kemandirian Energi Berbasis Potensi Lokal serta Gas Bumi untuk Masa Depan

WP Komisi Energi No. 8 tahun 2020

Terdapat segitiga energi di dalam pengelolaan energi suatu bangsa, yaitu: ketahanan energi, kemandirian energi dan kedaulatan energi. Indikator dari negara yang baik tingkat ketahanan energinya yaitu adanya jaminan pasokan energi yang cukup dan berkelanjutan, kemampuan daya beli masyarakat untuk menikmati energi tersebut, ketersediaan infrastruktur dan akses bagi pengguna energi, serta keberpihakan terhadap kondisi lingkungan.

Lalu bagaimana memanfaatkan energi berbasis potensi lokal dan gas bumi untuk masa depan? berikut adalah kajian dari Komisi Energi PPI Dunia yang ditulis oleh Fransesco Redy Karo-Karo dan Wisnu Ananda.

WP-Komisi-Energi-No.-8-tahun-2020

Categories
PPI Dunia Pusat Kajian & Gerakan

Membangkitkan Sektor Perikanan Pasca Pandemi COVID-19

WP Komisi Maritim dan Kelautan No. 7 tahun 2020

Terdapat empat WPP-NRI yang mengalami dampak signifikan akibat pandemi, namun secara keseluruhan, aktivitas produksi perikanan di Indonesia masih terjaga. Kebijakan pemerintah dalam pengalihan pasar ekspor berhasil meningkatkan nilai ekspor hasil perikanan Indonesia dalam masa pandemi ini. Dalam rangka mempercepat pemulihan dalam sektor budidaya perikanan, pemerintah perlu memberikan stimulus dengan cara mengurangi beban biaya produksi, keringanan kredit dan memperlancar rantai pasok.

Lalu bagaimana membangkitkan sektor perikanan pasca pandemi COVID-19? Berikut adalah kajian dari Komisi Maritim dan Kelautan yang ditulis oleh Farah Adrienne, Faisal Hamzah, Lusita Meilana, dan Dhaneswara Al Amien.

WP-Komisi-Maritim-No.-7-tahun-2020

Categories
Kajian Nuklir PPI Dunia Pusat Kajian & Gerakan

Teknologi Nano di Indonesia

WP Komisi Teknologi No. 6 tahun 2020

Nanoteknologi merupakan disiplin ilmu dalam manipulasi materi di skala 1 per 1.000.000.000 meter. Dengan ukurannya yang sangat kecil menciptakan sifat dan perilaku yang baru bagi material tersebut. Implementasi nanoteknologi pada bahan mentah dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang tinggi. Namun, sejumlah hambatan ditengarai menjadi sebab lambatnya pengembangan teknologi nano di tanah air seperti kurangnya informasi, teknologi, sumber daya manusia, dan aturan konkret dari pemerintah terkait keamanan produk nanoteknologi.

Lalu bagaimana melihat perkembangan Teknologi Nano di Indonesia? Berikut adalah kajian dari Komisi Teknologi PPI Dunia 19/20 yang ditulis oleh Fatimah Mustafawi Muhammadi.

WP-Komisi-Teknologi-No.-6-tahun-2020

Categories
PPI Dunia Pusat Kajian & Gerakan

Momentum Revitalisasi Pertanian pada Masa Pandemi COVID-19

WP Komisi Pangan No.5 tahun 2020

Pandemi COVID-19, efeknya akan sangat bervariasi terhadap berbagai sektor perekonomian. Hasil kajian dari beberapa lembaga menyatakan bahwa sektor pertanian akan terkena dampak dari adanya pandemi COVID-19. ● Sektor pertanian merupakan sektor penopang ketahanan pangan dan kebutuhan nutrisi yang sangat krusial di saat krisis ekonomi global ketika terjadi pandemi.

Lalu bagaimana momentum revitalisasi pertanian pada masa pandemi COVID-19? berikut adalah kajian dari Komisi Pangan PPI Dunia 19/20 yang ditulis oleh Simatupang Yitzhak Karunia dan Bhagaskara Anggarda.

WP-Komisi-Pangan-No.-5-tahun-2020

Categories
Komisi Sosial Budaya PPI Dunia Pusat Kajian & Gerakan Uncategorized

Indonesia sebagai Poros Wisata Maritim Dunia: Studi Kasus Budaya Maritim Masyarakat Suku Mentawai

WP Komisi Sosbud No. 4 Tahun 2020

Ketika mendengar kata Mentawai yang terlintas dalam pikiran kebanyakan masyarakat Indonesia adalah sebuah pulau yang jauh. Mentawai juga sempat terkenal karena pernah diterjang tsunami besar pada tahun 2010 lalu dengan korban hampir 445 jiwa. Budaya Mentawai adalah objek penelitian bagi para akademisi internasional, pun juga sebagai wisata kebudayaan. Berikut adalah kajian komisi sosial budaya oleh Khoirul Bakhri Basyarudin dan Ahmad Farhan mengenai studi kasus budaya maritim masyarakat suku Mentawai.

WP-Komisi-Sosial-Budaya-No.-4-tahun-2020

Page 1 of 81
1 2 3 81