logo ppid

Tahukah anda, China menjadi salah satu tujuan utama study bagi mahasiswa Indonesia dan bahkan negara-negara maju di dunia seperti South Korea, USA, Japan and European Countries. Tercatat jumlah mahasiswa International di China sekitar 442,773 di 2016, dan meningkat 11.4% setiap tahunnya.

Halaman Depan Tsinghua University, Beijing

Saat ini banyak perguruan tinggi di China yang sudah memiliki reputasi dunia seperti Tsinghua University, Peking University hingga Shanghai Jiaotong University. Mahasiswa yang belajar di China kebanyakan mengambil jurusan Science, Engineering, Medicine, Chinese Language and Economy untuk strata Master and Ph.D.

Sebuah study yang dilakukan oleh USNEWS menunjukkan ranking perguruan tinggi dunia berdasarkan bidang ilmu menunjukkan Perguruan Tnggi di Negeri Tirai Bambu mendominasi ranking 1-100 Dunia. Ini tidak lepas dari kualitas pendidikan dan research yang dihasilkan Universitas.

Best Global Universities for Engineering

 

Chinese Government Scholarships merupakan beasiswa bagi mahasiswa internasional untuk strata S2 dan S3 yang akan melanjutkan studi di China. Setiap tahunnya beasiswa CGS dibuka pada awal tahun dan seleksinya diikuti oleh calon mahasiswa yang berasal dari seluruh penjuru Dunia.

Melalui artikel ini kami akan memberikan info-info penting yang sering ditanyakan oleh calon-calon peserta pengajuan beasiswa Chinese Governemnt Scholarships.

 

Beberapa hal yang sering ditanyakan yang sering kali ditanyakan oleh caon-calon pelamar beasiswa CGS.

1.Apa saja persyaratan dan persiapan untuk mendapatkan beasiswa CGS

Jawaban.

Persyaratan yang mesti diperhatikan yang biasanya tidak tampak tapi sangat dibutuhkan dalam apply beasiswa CGS yaitu. Pertama siapkan niat dan mental yang kuat. Karena kalian akan melamar beasiswa ke luar negeri . So, hal pertama yang perlu disiapkan mental yang kuat. Kedua, kesabaran yang ekstra. Ketiga, yang gak kalah penting siapkan motivasi yang kuat untuk menuntut ilmu ke luar negeri yang notabene bakalan mandiri semandiri mandirinya tanpa ada sanak saudara dan teman-teman lama. Dan lagi siapkan motivasi kalian untuk bener-bener siap menuntut ilmu sesuai jurusan atau disiplin ilmu yang kalian pilih. Motivasi ini juga diwujudkan dengan menulis motivation letter di dalam study plan kalian. Ok, next. Persyaratan yang paling penting yaitu sehat wal afiat yang dibuktikan dengan surat dokter dan bukti hasil lab medical check up yang telah di laporkan di dalam foreign physical examination form.

2.Apa saja berkas-berkas yang dibutuhkan untuk apply beasiswa CGS

Jawaban.

Berkas-berkas persyaratan itu meliputi:

  1. Apakah diperlukan tes kemampuan bahasa sepertiHSK, TOEFL baik IBT / ITP, IELTS, TOEIC, dll. untuk apply beasisaa CGS?

Jawaban!

Persyaratan yang paling dibutuhkan yaitu untuk kelas tujuan berbahasa pengantar mandarin yaitu hasil tes HSK level 4 untuk S1/S2/S3 namun beberapa kampus mengisyaratkan untuk HSK 5. Tetapi hal itu tidak mutlak dibutuhkan yaa, karena jika kalian belum menguasai bahasa mandarin atau belum memiliki sertifikat HSK maka kalian diharuskan menjalani kelas persiapan bahasa mandarin selama satu tahun diluar masa study kalian. Hal itu tidak berlaku bagi yang mengambil kelas dengan English taught. Untuk itu ada sebagian universitas yang menekankan adanya tes bahasa seperti TOEFL/TOEIC dan IELTS. Untuk itu persiapkan saja siapkan sertifikat tersebut

 

4.Biaya apa saja yang tercover oleh beasiswa CGS?

Jawaban.

Biaya biaya yg tercover oleh beasiswa CGS yaitu meliputi.

5.Biaya apa saja yang tidak tercover oleh beasiswa CGS?

Jawaban.

Sedangkan biaya-biaya yang mesti dipersipan jika peserta lulus yaitu meliputi:

6.Bagaimana tempat tinggal selama study disana?

Jawaban.

Biasanya universitas telah menyipkan asrama tersendiri yang dikhususkan untuk internasional students yang terpisah dengan asrama/dorm untuk pelajar/mahasiswa dari China. Jika kamu tidak mau tinggal di dorm/asrama maka pihak kampus akan memberikan biaya untuk menyewa apartment.

7.Bagi yang muslim, apakah mudah menemukan makanan yang halal?

Jawaban.

Tidak sulit untuk mencari restoran-restoran halal di China, restoran tersebut biasanya dikelolah oleh Muslim Hui dari Xinjiang yang mayoritas beragama muslim. Dan, setiap universitas pasti menyediakan kantin-kantin halal yang juga di kelola oleh Muslim Hui asal Xinjiang.

8.Jurusan kuliah apa saja yang tersedia untuk apply beasiswa CGS?

Jawaban.

Semua disiplin ilmu dan semua major tersedia di China, namun agak sulit untuk menemukan kelas yang berbasis English taught, maka harus bisa menilik website kampus tujuan terlebih dahulu, atau bisa di cek di http://www.csc.edu.cn/studyinchina/universitysearchen.aspx .

9.Bagaimana proses seleksi penyaringannya?

Jawaban.

Proses penyaringannya yaitu melalui proses seleksi administrasi. Dan beberapa kali proses penyaringan yang semuanya dilakukan oleh DIKTI selaku penyeleksi peserta beasiswa CGS untuk jalur kedutaan dan DIKTI, untuk jalur MOFCOM, AUN, dan Universitas ditujukan ke agency/institusi masing-masing sesuai kode Agency.

10.Bagaimana penggunaan bahasa di China, terlebih untuk kamu yang belom/tidak bisa berbahasa mandarin?

Jawaban.

Kamu akan kuliah dan hidup di China untuk waktu yang tidak sebentar, maka bahasa yang digunakan adalah mandarin. Sangat sedikit sekali orang-orang China yang bisa berbahasa Inggris dengan fluently, kecuali di bandara yaa, so, setidaknya kalian harus mempersiapkan kemampuan berbahasa mandarin kalian seenggak-enggaknya untuk hal bargain dan untuk tanya arah. Bagi kalian yang harus memasuki kelas dengan berbasis Chinese taught, dan kalian belum memiliki sertifikat HSK dengan level-level yang sudah ditentuka maka kalian diharuskan mengikuti kelas persipan bahasa. Kelas persiapan bahasa ini berlangsung selama 1 tahun diluar masa study kalian. So, 1 tahun periapan bahasa ditambah 3 atau 4 tahun masa study tergantung jenjang yang kalian ambil. Jika di tahun pertama kalian belom/tidak lolos tes HSK dengan level yang sudah ditentukan tersebut kalian wajib mengulangi lagi kelas persiapan bahasa satu tahun lagi dan mengakibatkan kalian harus mengambil masa study 2 tahun untuk jenjang S2, begitu seterusnya.

 

11.Jika lulus, apa sajakah yang perlu dipersiapkan?

Jawaban.

Jika kalian dinyatakan lolos (Menerima Letter of Offer dan form JW) yang perlu dipersiapkan:

12.Jika lulus, perlengkapan apa yang perlu dibawa ke China, mengingat daerah China bagian utara sangat berbeda dengan China bagian selatan.

Jawaban.

Negara China itu luas sekali, jangan tertipu dengan peta China. Iklim China bagian utara sangat dingin sekali jika dipandingkan dengan China bagian selatan. Di China bagian selatan malah masih beriklim tropis yang sangat panas seperti iklim di Indonesia pada umumnya panas dan kering. Hal ini bertolak belakang untuk China bagian utara, di China bagian utara seperti Harbin di musim dingin suhu bisa jeblok hinga -30, dan di musim panas hanya berkisar 15 derajad celcius. Jadi kika kalian mendapatkan univeritas di China bagian utara, admin sarankan bawa beberapa jaket musim dingin yang tebal dan beberapa baju yang hangat untuk menjaga tubuh tetap hangat. Jika kalian mendapat universitas di China bagian selatan seperti kota Guangzhou kalian tidak perlu repot mempersiapkan pakaian khusus. Karena kota Gunagzhou beriklim tropis seperti Indonesia.

 

13.Bahasa apa yang digunakan sebagai pengantar Kuliah?

Jawaban

Bahasa pengantar selama kuliah bisa dipilih menggunakan English atau Mandarin (Bisa dipilih pada saat register dan disesuaikan dengan kampusnya). Pemilihan Bahasa akan menentukan waktu perkuliahan misalnya jika menggunakan pengantar English maka Master selama 3 tahun, jika menggunakan bahasa Mandarin Master akan dambil selama 4 tahun (1 tahun pertama belajar bahasa)

Selama kuliah, PhD Students di China diwajibkan menulis Jurnal dengan High International Reputation (in English) yang terindex SCI (Science CItation Index) dan Index of Engineering atau jurnal yang masuk dalam index Thomson-Reuters (Pemeringkat jurnal dunia paling credible), Jumlah papernya tergantung Universitas (2-3 International Journal) sebelum menyelesaikan PhD. jadi kemampuan Writing English yang baik sangat diperlukan selama kuliah.

Parade mahasiswa international di China

(Red: Putra, Putri, Annisa/ Ed: Amir)

Voice of Indonesia: PPI Dunia bersama Radio Republik Indonesia Proudly present:

"Hari Kebangkkitan Teknologi Nasional"

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, disingkat Hakteknas merupakan salah satu hari bersejarah nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Hakteknas merupakan tonggak sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia, yang diawali dengan penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung. Ingin tahu lebih lanjut apa itu Hari Kebangkitan Teknologi Nasional?

Simak perbincangan menarik ini bersama perwakilan PPI Dunia di Voice of Indonesia:

Hari/ Tanggal : Senin, 7 Agustus 2017

Narasumber 1 : Rahmandhika Firdauzha

University : Material Science and Engineering, National Central University Taiwan

Tema : Youth Forum (English Based)

Pukul : 10.30 WIB (3.30 UTC)

 

Narasumber 2 : Farah Adrienne

University : Water Conser and Hydro-power Engineering, Zhengzhou University

Tema : KAMU (Kami Yang Muda) (Bahasa Indonesia Based)

Pukul : 11.30 WIB (4.30 UTC)

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional

Red: Citra/ Ed: Amir

Liputan Cianjur dan Sukabumi - Dalam mengisi liburan musim panas, sejumlah mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Madinah yang tergabung dalam PPMI Madinah mengadakan Safda (Safari Dakwah) dan Bakti Sosial di 5 titik di Cianjur dan Sukabumi. Kegiatan yang diikuti oleh 11 mahasiswa ini berlangsung pada 8-17 Syawwal 1438 H yang bertepatan dengan 2-12 Juli 2017.

Kelima titik acara ini diselenggarakan di Desa Salamnunggal, Kec. Cibeber, Kab. Cianjur sejumlah 3 lokasi dan Kampung Cinangka, Desa Neglasari, Kec. Purabaya, Kab. Sukabumi sejumlah 2 lokasi. Diantara kegiatan para peserta safda adalah sosialisasi kepada warga desa, silaturrahim kepada tetua-tetua di desa, serta memberikan santunan kepada anak-anak yatim, jompo dan fakir miskin.

Safari Dakwah PPMI Madinah

Anak-anak Cianjur dan Sukabumi sedang belajar bersama PPMI Madinah

Masyarakat desa setempat pun antusias dalam menyambut kegiatan ini. "Alhamdulillah, sangat antusias, dibuktikan dengan keramah-tamahan mereka yang menjamu tiap da'i (peserta) untuk makan di rumah mereka serta mengajak jalan-jalan ke wisata yang ada di kampung" ujar Affan Muhammad Hamzah, Ketua Panitia Safda dan Bakti Sosial yang juga Wakil Ketua PPMI Madinah.

Kegiatan ini dapat berjalan atas kerjasama PPMI Madinah dengan Pondok Pesantren Wisata Madinatul Qur'an Jonggol, Cinta Sedekah, Bimbingan Islam dan Yayasan Qiblat. Safda dan Baksos ini diharapkan bisa diselenggarakan kembali di tahun-tahun yang akan datang, "Insya Allah, karena memang tujuan kita untuk menjadi pelopor dan Alhamdulillah, (kami) telah menyiapkan kader-kader untuk selanjutnya, juga semua pihak yang terkait pun sangat meminta ke PPMI Madinah khususnya untuk selalu mengadakan acara ini", tutup Affan. (Red: imam/ Ed: Amir)

Voice of Indonesia: PPI Dunia bersama Radio Republik Indonesia Proudly present:

"Hari Koperasi Nasional"

Sebagai salah satu soko guru perekonomian nasional, koperasi masih tertinggal dibandingkan soko guru lainnya, yaitu Swasta, BUMN, padahal jika dibandingkan dengan soko goro lainnya tersebut koperasi memiliki peran dan potensi ekonomi yang cukup besar. Simak perbincangan menarik ini bersama perwakilan PPI Dunia di Voice of Indonesia:

Hari/ Tanggal : Senin, 17 Juli 2017

Narasumber 1 : Zelfa Lola Maretha

University : S2 Management, Saint Petersburg State University, Rusia

Tema : Youth Forum (English Based)

Pukul : 10.30 WIB (3.30 UTC)

 

Narasumber 2 : Meikha Azzani

University : Master in Economics Development, Grad School of Economics, Kyoto University, Jepang

Tema : KAMU (Kami Yang Muda) (Bahasa Indonesia Based)

Pukul : 11.30 WIB (4.30 UTC)

VOI: Hari Koperasi Nasional

 

(Red: Citra/ Ed: Amir)

Berita baik datang dari wakil Indonesia di ajang Festival Film Pendek tingkat Pelajar Internasional yang pertama di Nabeul, Tunisia. Hadzari, sebuah film pendek berdurasi 2 menit 44 detik adalah sebuah karya pemikiran audiovisual dari sineas muda, Irhamni Rofiun, yang merupakan pelajar Indonesia yang sedang menyelesaikan studi pascasarjana di Universitas Ezzitouna. Film Hadzari, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘Waspada’ berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut, dan satu-satunya film yang diputar ketika malam penganugerahan, Minggu malam (9/7).

Film berbahasa Arab ini tidak hanya melibatkan mahasiswa Indonesia sebagai aktor utama, melainkan mengajak crew dan pemain asing dalam proses penggarapannya. Selain itu, Indonesia juga berhasil memborong banyak penghargaan, di antaranya Best Soundtrack dalam film Silat, Taufik Imron sebagai aktor favorit dalam film Hadzari, dan film Silat sebagai film favorit pilihan hadirin panitia dan peserta.

Penghargaan Film Pendek di Tunisia

Menurut pengakuan Irhamni Rofiun, yang juga menjadi sutradara dalam film Silat tersebut, ketika dirinya tiga kali maju untuk mengambil penghargaan di panggung utama, pemanggilan ketiga pemberian penghargaan sebagai sutradara dalam film Silat, ia sempat tidak percaya dan terharu sekaligus bangga karena nama Indonesia kembali harum. Sebab, menurut penuturannya, film Silat tersebut banyak melibatkan banyak orang dan pendukung, di antaranya tim dan pemain yang tergabung dalam organisasi induk PPI Tunisia, anak-anak dari staf KBRI dan Medco Energi, serta yang paling mendukung penuh adalah KBRI Tunis sebagai sponsor tunggal.

Kompetisi film pendek ini diikuti oleh 600 karya dari 125 negara dari 3 jenis kategori: Fiksi, dokumenter dan animasi. Kebanyakan mereka adalah para pelajar atau mahasiswa yang bergelut dalam dunia sinematografi dan perfilman, bahkan ada yang sudah biasa mengikuti festival film pendek di Cannes, Prancis, Toronto, USA, dll. Hanya 27 karya film pendek dari 20 negara di antaranya: Indonesia, Palestina, Turki, Syria, Aljazair, Jordania, Lebanon, Irak, Mesir, Iran, Malaysia, USA, Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, Cina, Thailand, Norwegia dan tuan rumah Tunisia. Dan yang diundang khusus oleh panitia penyelenggara hanya 20 sineas muda dari 20 negara tersebut, mereka ditanggung sepenuhnya mulai dari akomodasi, transportasi, penginapan, makan, dll. Untuk mengikuti acara puncak di Nabeul, Tunisia sejak tanggal 6-9 Juli 2017. Kegiatan tersebut meliputi workshop film; writing scripts, shooting & directing, editing & mixing. Dan itu semua dimentori oleh para seniman dan para pakar dalam dunia sinematografi dan perfilman, serta acara hiburan lainnya.

Pengumuman Pemenang Festival Film Pendek se-Tunisia

Berikut daftar peraih penghargaan terbaik Festival Film Pendek Pelajar Internasional 2017 di Nabeul.

- The prize of the best image: Film Fino, disutradarai oleh: Estephan Khattar, Lebanon.
- The prize of the best soundtrack: Film Silat, disutradarai oleh: Irhamni Rofiun, Indonesia.
- The prize of the best editing: Film Day 79, disutradarai oleh: Wissem Al Jaafari, Palestina.
- The prize of Best Scenario: The End of The Good Days, disutradarai oleh: Bask Mehmet, Turki.
- The prize of Best Male Performance: Memood, Jerman.
- The prize of Best Female Performance: Raya Busslah, Film Red on White, Tunisia.
The prize for the best short film: Film Hadzari (Waspada), disutradarai oleh: Irhamni Rofiun, Indonesia.

Daftar di atas adalah pemenang pilihan dewan juri, adapun pilihan pemirsa (penonton: panitia, peserta) adalah:

- Film Pendek Favorit: Film Silat, disutradarai oleh Irhamni Rofiun, Indonesia.
- Aktor Favorit: Taufik Imron, Film Hadzari (Waspada), disutradarai oleh Irhamni Rofiun, Indonesia.

(Red: PPI Tunisia/ Ed: Amir)

Wisuda merupakan hal yang lumrah dirayakan di Indonesia bagi seluruh mahasiswa S1 yang telah menyelesaikan skripsinya, mahasiswa S2 yang telah menyelesaikan tesisnya, dan mahasiswa S3 yang telah menyelesaikan disertasinya. Namun, di International Islamic University Islamabad (IIUI), acara wisuda hanya diadakan setiap lima tahun sekali. Hal ini tentu saja sangat disayangkan bagi mahasiswa asing yang berkuliah di IIUI dan tidak bisa menghadiri pagelaran wisuda. Tidak ada penyerahan plakat, medali, atau foto bersama para pembesar universitas yang menjadi salah satu bukti jerih payah usaha menuntut ilmu selama di universitas. Hanya selembar ijasah lah yang bisa membuktikan jika kita benar-benar telah menyelesaikan study kita.

Kelulusan Mahasiswa IIUI, Pakistan

Maka dari itu, banyak asosiasi pelajar asing yang mengadakan acara wisuda sendiri dengan menghadirkan beberapa pembesar kampus, guru-guru, serta mengundang beberapa mahasiswaa lainnya. Seperti halnya asosiasi pelajar Cina dan Thailand yang mengadakan acara wisuda bagi pelajar mereka yang telah menyelesaikan studynya di IIUI sebelum ujian akhir menjelang. Karena tahun ini banyak mahasiswa Indonesia yang juga telah menyelesaikan studynya di jenjang S1 maupun S2, para para calon wisudawan berinisiatif untung menggelar acara wisuda. Ini merupakan hal yang baru dan belum pernah dilakukan sepanjang sejarah mahasiswa Indonesia di Pakistan.

Sebagai seorang pioneer tentu banyak hal yang harus dipersiapkan. Dana, tempat, regulasi acara, dekorasi, undangan, dan berbagai macam hal lainnya termasuk medali dan plakat serta perlengkapan busana para wisudawan. Perkumpulan dilakukan berkali-kali di sela-sela padatnya acara mahasiswa Indonesia. Dari konsep acara yang sebelumnya kurang matang, pengajuan proposal ke KBRI, hingga akhirnya perkumpulan final panitia acara wisuda.

Penyerahan plakat kelulusan

 

Kemarin, hari Jum’at tanggal 7 Juli 2017 seluruh panitia dan para calon wisudawan berkumpul untuk terakhir kalinya untuk acara gladi bersih serta merapikan seluruh atribut dekorasi. Sejak pukul dua siang seluruh panitia dan calon wisudawan berkumpul bahu membahu melengkapi seluruh keperluan yang ada. Tanpa terasa matahari telah tenggelam dan malam menjemput. Seluruh panitia dan calon wisudawan mengakhiri seluruh pekerjaan dengan harapan di dalam hati acara esok akan sukses besar.

Lalu bagaimanakah acara wisuda hari ini? Acara yang baru pertama kali diadakan mahasiswa Indonesia di Islamabad bisa dibilang sukses besar. Alhamdulillah. Acara diawali dengan tabuhan marawis dari teman-teman PCI-NU Pakistan. Setelah itu para wisudawan masuk dengan sangat apik diringi dengan instrumen yang diperdengarkan di seluruh aula. Pembawaan MC yang sangat profesional menambah nilai plus acara. Saat wisudawan dipanggil satu per satu ke atas panggung, menerima medali, sertifikat, serta plakat, seluruh hadirin tenggelam dalam rasa haru. Mewanti-wanti diri mereka bahwa kelak merekalah yang akan berada di atas panggung. Tersenyum dengan bangga atas jerih payah selama ini.

Acara besar ini dihadiri oleh wakil president kampus IIUI, Prof. Dr. Bashir Khan dan jajaran KBRI seperti bagian sosial budaya, Bapak Budiarto Kurniawan beserta istri; Istri Duta Besar dan ketua DWP, Ibu Rita Amrie; Atase pertahanan, Bapak Kolonel Putut Witjaksono Hadi beserta istri; asisten Atase Pertahanan Bapak Mayor Deden Ganjar Maulana beserta istri; bagian Politik, bapak Acik Munasik istri; serta beberapa diplomat lainnya. Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa Indonesia serta beberapa mahasiswa baik mahasiswa asing maupun lokal yang turut memeriahkan jalannya acara.

Suksesnya acara juga dilengkapi dengan dekorasi yang terbilang luar biasa. Paper floral yang sedang hit sebagai dekorasi di Indonesia maupun di negara barat lainnya berhasil diaplikasin oleh tim dekorasi. Tidak hanya itu, tim dekorasi juga menyediakan photobooth yang apik dari coretan-coretan kapur di atas papan dan tentunya tidak lupa dilengkapi dengan clip art lucu yang sesuai dengan tema wisuda. Dan yang terakhir tentu saja banner resmi yang telah disediakan oleh tim desaign untuk sesi foto resmi.

Prosesi wisuda mahasiswa Indonesia di IIUI

Memang kami berada sangat jauh dari kampung halaman kami. Kami tidak pernah mengharapkan kehadiran orang tua kami di acara berhaga yang mungkin menjadi yang terakhir bagi kami di negeri Ali Jinnah ini. Namun kami sangat bersyukur kami memiliki sahabat-sahabat yang siap siaga bahu membahu membantu mewujudkan keinginan kami. Sahabat yang melengkapi dalam suka duka dan menemani kami melangkah di jalan yang tidak bisa dibilang mulus ini. Tidak lengkap rasanya acara wisuda tanpa kehadiran mereka yang tersayang, namun kami cukup puas dengan kehadiran kalian yang selalu ada di sini.

Ini adalah acara yang pertama kali, dan semoga kelak bisa menjadi panutan untuk dikemudian hari meski tidak bisa dipungkiri ada cacat di sana-sini. Hari ini, Sabtu 8 Juli 2017, kamilah yang berdiri di sini dengan senyum merekah menyonsong masa depan. Percayalah, berapa tahun pun yang akan kalian habiskan, kelak kalian yang akan berdiri di sini, merasakan betapa hebatnya hari ini.

Terima kasih atas segalanya, teman-teman kami, negara Pakistan, serta IIUI tempat kami menuntut ilmu. Do’akan kami semoga ilmu yang kami dapat bisa bermanfaat bagi nusa, bangsa, dan agama yang kelak dapat menciptakan bibit-bibit unggul penerus bangsa. (Red: DPP Pakistan/ Ed: Amir)

Voice of Indonesia: PPI Dunia bersama Radio Republik Indonesia Proudly present:

"Hari Media Sosial"

Pernahkah sobat PPI mendengar Hari Media Social? Bagaimana peran media sosial di kehidupan sosial masyarakat sekarang? Simak perbincangan seru perwakilan PPI Dunia di RRI tentang "Hari Media Sosial" . Perbincangan menarik ini akan diadakan pada:

Hari/ Tanggal : Senin, 12 Juni 2017

Narasumber 1 : M Amir Syarifuddin

University : Financial Economics, International Islamic University Malaysia, Malaysia

Tema : Youth Forum (English Based)

Pukul : 10.30 WIB (3.30 UTC)

 

Narasumber 2 : Muhamad Andrian

University : Business Management, Politechnika Wroclawaska, Poland

Tema : KAMU (Kami Yang Muda) (Bahasa Indonesia Based)

Pukul : 11.30 WIB (4.30 UTC)

RRI : Hari Media Social

(Red:Citra/Ed: Amir)

Liputan Dhahran – Rabu, 1 Maret 2017, KFUPM (King Fahd University of Petroleum and Minerals), Dhahran, Arab Saudi menyelenggarakan Cultural Day yang diikuti oleh Indonesia, Bosnia Herzegovina, Bangladesh, India, Sudan, Suriah, Mesir, Nigeria, Kamerun, Maladewa, Palestina dan Yaman. Ini adalah kali kedua Indonesia ikut serta dalam kegiatan KFUPM Cultural Day.

Pada acara tersebut, mahasiswa Indonesia membawa tema tentang perayaan tujuh belasan di Indonesia, juga menampilkan video infografis Indonesia serta menampilkan atraksi berupa permainan tradisional yang menarik sepertu enggrang dan bakiak. Perlombaan tersebut diikuti opleh peserta dengan antusias karena adanya interaksi dan partisipasi yang luar biasa dari para penonton selama kegiatan berlangsung.

Cultural Day 2017

Acara kemudian dilanjutkan di stand masing-masing Negara yangs udah disediakan oleh para panitia. Pada boiot session, para peserta stand berkesmpatan untuk mengenalkan kebudayaan mereka masing-masing seperti makanan tradisional dan pakaian tradisional. Kali ini Indonesia berhasil memperkenalkan beberapa makanan tradisional ala Indonesia seperti pecel, tumpeng, bubur kacang hijau, berbagai macam gorengan, kue kukus, sambal kacang serta dadar gulung. Para pengunjung pun sangat antusias sekali mencoba satu persatu makanan yang disediakan di dalam stand.

PPMI Dhahran sebagai wadah organisasi mahasiswa Indonesia di KFUPM menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung untuk mensukseskan acara ini, juga terima kasih kepada KBRI Riyadh, PPMI Qassim, serta semua pihak yang telah datang mengunjungi stand Indonesia pada acara kali ini. (Red: PPMI Dhahran/ Ed: Amir)

Satu agenda penting Perhimpunan Pelajar Indonesia di Lebanon periode 2016-2017 kembali terlaksana. Kegiatan tersebut adalah kegiatan diskusi mahasiswa dan presentasi paper untuk memenuhi Call for Paper dalam rangka persiapan menghadapi simposium PPI kawasan Timur tengah dan Afrika pada awal April 2017 mendatang di Madinah, KSA. Acara ini berlangsung pada Ahad, 19 Maret 2017 dan diawali dengan pelaksanaan sholat ghoib berjamaah dan pembacaan surat Yasin dan tahlil untuk almarhum bapak KH. Ahmad Hasyim Muzadi. Dalam kegiatan tersebut ketua PPI Lebanon, Ustadz H. Muhammad Ainur Rohim, bertindak sebagai imam sholat yang sekaligus menjadi moderator pada saat diskusi.

Pemaparan materi diskusi

Diskusi PPI Lebanon

Sholat Ghoib PPI Lebanon

Respon positif begitu tampak dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Lebanon, karena acara ini juga dihadiri langsung oleh bapak Duta Besar RI untuk Lebanon Bapak H. Ahmad Chozin Chumaidy dan bapak Imad Yousri selaku pelaksana fungsi Pensosbud dan beberapa pegawai kedutaan lainnya. Diskusi kali ini berjalan cukup baik, banyak masukan hingga saran dari para peserta diskusi yang kemudian ditanggapi oleh pemateri dengan sangat baik juga dan disimpulkan oleh moderator. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan cukup lancar walaupun terdapat beberapa kendala teknis dalam waktu pelaksanaannya di lapangan.

(Red: PPI Lebanon/ Ed: Amir)

Voice of Indonesia: Pernahkah sobat PPI mendengar hak Konsumen? Apa itu hak konsumen? Simak perbincangan seru perwakilan PPI Dunia di RRI tentang "Hak Konsumen" . Perbincangan menarik ini akan dilaksanakan pada:

Hari/ Tanggal : Senin, 13 Maret 2017

Narasumber 1 : Andrew Soegiharto

University : Bisnis

Tema : Youth Forum (English Based)

Pukul : 10.30 WIB (3.30 UTC)

Narasumber 2 : Agus G. Ahmad

University : Studi Islam, Sidi Mohamed ben Abdellah Fes University

Tema : KAMU (Kami Yang Muda) (Bahasa Indonesia Based)

Pukul : 11.30 WIB (4.30 UTC)

Hak Konsumen, 2017

 

(Red: Citra/ Ed: Amir)

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920