logo ppid

Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia tahun ini dihelat di Kairo, Mesir. Event tahunan PPI Dunia tersebut berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 28 Juli 2016. Simposium kali ini mengusung sebuah tema “Memperteguh Identitas Bangsa Indonesia”, dan diisi beberapa seminar dialog kebangsaan, diskusi komisi, rapat tahunan dan sidang kongres PPI Dunia. Dalam acara ini Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin beserta Deputi Grand Syekh Azhar turut hadir dan sekaligus membuka jalannya acara.

Dalam sesi dialog interaktif bersama Menteri Agama, Lukman Hakim menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki cirikhas dalam tata cara berbangsa dan beragama. Hal ini terhimpun dalam pancasila sebagai simbol keberagaman agama. Menurutnya keberagaman ini (pluralitas) mestinya mendorong kita untuk saling melengkapi, bukan bertengkar dan bermusuhan.

Diskusi panel

Rangkaian kegiatan simposium pun dilanjut dengan diskusi panel. Dalam sesi ini terbagi ke dalam empat panel diantaranya: politik, ekonomi, agama, pendidikan dan budaya. Dalam sesi ini juga panitia menghadirkan sejumlah pakar dan tokoh nasional, seperti Prof. Mahfud MD, Prof. Joseph Kristiadi, Prof. Nasaruddin Umar, Prof. Amsal Bakhtiar, Faisal Basri, S.E, M.A., Yudi Latif, Ph.D, Dr. J.B Heru Prakosa, Sabeth Abilawa, M.E, Tubagus Mansur, Ak., M.Acc., Dr. Muchlis Hanafi dan Muhammad Danial Nafis.

Sesuai tema yang diangkat, empat diskusi panel diatas membahas persoalan-persoalan terbaru di Indonesia yang menyangkut keutuhan identitas bangsa. Namun secara umum diskusi-diskusi panel tersebut dibahas untuk menjadi tawaran solusi bagaimana memperteguh identitas bangsa Indonesia, yang kemudian solusi tersebut diramu dalam bentuk rekomendasi atau rencana aksi.

Dalam panel politik misalnya, ditekankan bahwa pilar identitas bangsa adalah pancasila. Maka sejatinya nilai-nilai pancasila harus diturunkan ke dalam berbagai dimensi. Namun persoalannya adalah ketidakmampuan kita dalam membumikan pancasila, sehingga dalam praktik politik itu semuanya bergeser. Akan tetapi bagaimanapun pancasila adalah representatif dari masyarakat Indonesia, yang artinya memiliki nilai kebersatuan dalam keberagaman (Unity in diversity).

Adapun dalam panel pendidikan sendiri, ditegaskan bahwa identitas merupakan suatu hal yang bukan dibicarakan tetapi digerakkan sehingga menghasilkan sebuah perubahan. Semua pergerakan dan perubahan sebagian besar berasal dari mahasiswa.

Sementara dalam kacamata ekonomi, narasumber mengutarakan bahwa Indonesia menempati posisi ketujuh terbesar sedunia yang menunjukkan bahwa 2,3 % dari masyarakatnya yang kaya adalah mereka yang dekat dengan penguasa. Sehingga banyak para politikus adalah orang yang punya kuasa terhadap uang. Meskipun demikian sistem perekonomian yang dibangun di Indonesia memang tidak terarah. Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat. Maka boleh jadi dengan hadirnya sistem ekonomi syariah dapat memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin meningkat. Sebab tak bisa dipungkiri perkembangan ekonomi syariah sangat pesat dan telah digunakan di berbagai negara.

Sedangkan dalam panel agama sendiri, narasumber menegaskan secara gamblang bahwa terorisme tidak mengenal agama. Penyebab munculnya paham terorisme tidak tunggal, ia bahkan akumulasi dari berbagai persoalan, yang kemudian dibalut dengan dalil-dalil keagamaan. Maka tugas pemuka agama adalah memberikan klarifikasi yang menyeluruh terhadap tafsir-tafsir keagamaan yang selama ini dipahami secara menyimpang.

Diskusi Komisi: Tujuh Butir Rencana Aksi untuk Indonesia

Diskusi komisi yang diselenggarakan pada tanggal 26 Juli 2016 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penting simposium. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini untuk pertama kalinya PPI Dunia melahirkan gagasan bukan dalam bentuk Deklarasi ataupun Rekomendasi, melainkan Rencana Aksi untuk Indonesia.

Steven Guntur selaku Koordinator PPI Dunia 2015-2016 mengungkapkan bahwa tugas membangun bangsa bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata, lebih dari itu juga adalah tugas setiap rakyatnya. Maka pada tahun ini PPI Dunia melibatkan seluruh elemen yang terdiri dari kurang lebih 51 PPI Negara dan 20 BEM kampus di Indonesia untuk merumuskan sebuah gerakan dimana dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Indonesia. Berikut ini adalah tujuh butir Rencana Aksi:

Komisi Agama

  1. Radikalisme dan ekstremisme yang semakin marak di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pemikiran yang melenceng dari ajaran agama yang dianut masyarakat Indonesia dewasa ini. Kemudian mengakibatkan terorisme yang semakin meningkat dan banyaknya aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Atas dasar itu, PPI Dunia mencoba membentuk sebuah tim kajian sebagai wadah diskusi online secara rutin. Tim kajian ini akan menjalin kerjasama dengan instansi pemerintahan terkait, diantaranya Kementrian Agama, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Selain itu akan dibentuk pula sebuah tim media kerohanian di PPI Dunia.
  1. Kasus pelecehan agama antar umat beragama di Indonesia yang berdampak pada pengikisan rasa persatuan rakyat Indonesia, dan hal ini bertentangan dengan asas pancasila dan UUD. Atas dasar itu dibentuklah tim media kerohanian di PPI Dunia untuk mengatasi isu tersebut. Tim ini diharapkan mampu menghasilkan karya berupa tulisan, foto dan video tentang isu-isu agama yang dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Komisi Politik

  1. Gerakan Separatis Papua Barat. Sebagaimna diketahui gerakan tersebut mencoba membentuk opini internasional bahwa kemerdekaan Papua merupakan hal yang patut didukung oleh dunia. Menanggapi isu tersebut, PPI Dunia tergerak untuk memberikan pandangan dan gagasan serentak bahwa Papua harus tetap menjadi bagian dari Indonesia. Untuk menindaklanjuti isu tersebut, tim kajian Papua yang dihimpun oleh PPI Dunia terus bersinergi dan memperkuat gerakannya untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan yang sudah direncanakan. Kegiatan tersebut dapat melahirkan opini alternatif di dunia internasional tentang harapan kondisi Papua sesungguhnya (masih dalam NKRI). Dalam hal ini, diawali dengan memperkuat tim kajian Papua PPI Dunia serta mengirimkan tulisan hasil kajian mengenai Papua ke setiap media di Negara masing-masing PPI Negara.
  1. Munculnya gerakan anti demokrasi di berbagai negara, seperti terjadinya banyak kudeta hasil pemilihan umum yang demokratis. Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, berkewajiban mempromosikan nilai demokrasi yang sudah dilaksanakan di Indonesia ke negara-negara tersebut. Atas dasar itu, setiap PPI di seluruh Negara akan mengadakan kegiatan lintas budaya dengan bertemakan demokrasi di Indonesia.

Komisi Pendidikan dan Budaya

  1. Kesejahteraan guru dan pendidikan daerah terpencil. Isu ini diangkat karena terdapat kesehjateraan guru yang memprihatinkan. Selain itu standar pendidikan yang kurang merata merupakan isu yang harus diperhatikan. Berangkat dari hal itu, PPI Dunia menghimpun gerakan pengumpulan dana dan dapat digunakan untuk melaksanakan gerakan pembangunan 100 sekolah dasar. Selain itu gerakan pengumpulan koin untuk kenaikan gaji guru di Indonesia juga menjadi target utama PPI Dunia.
  1. Isu tentang media dan sistem informasi. Sedikitnya informasi yang diterima oleh siswa SMA dan universitas di sekolah di wilayah marginal menjadi poros gerakan pelajar Indonesia di luar negeri untuk membentuk sebuah wadah yang inspiratif di sejumlah kota di Indonesia, baik dalam bentuk online (video, web, atau aplikasi) maupun offline (datang langsung ke SMA, Universitas dan masyarakat umum di daerah tertinggal).

Komisi Ekonomi

 

  1. Peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia di level grass root, dalam ranah penguatan dan perluasan sistem informasi perdagangan dari petani ke konsumen. Berangkat dari isu ini, PPI Dunia mencanangkan beberapa langkah strategis. Pertama, PPI Dunia akan memilih desa binaan bekerjasama dengan LPPM IPB, UIN Jakarta, UIN Palembang, UNPAD, UGM. Kedua, pelaksanaanSummer Vacation, yaitu kolaborasi antara PPI Dunia Dan BEM yang nantinya akan memberi kontribusi nyata dalam program Bina Desa. Selain itu PPI Dunia akan menjalin kerjasama dengan para pemangku kebijakan/stakeholder yang terdiri dari kelompok tani, perangkat desa, pelaku usaha terkait, dan juga pemuka agama setempat.

Perkembangan dunia kemaritiman di dunia saat ini berkembang cukup pesat, salah satu fokus dunia saat ini adalah sustainability technology dimana setiap negara berlomba-lomba untuk meminimalisir waste dari produk yang dihasilkan serta berupaya memaksimalkan hasil yang dapat diperoleh dari sistem atau produk tersebut. Saat ini, Port of Rotterdam menggunakan konsep fully automated vehicle dimana sistem itu mampu meminimalisir waste hingga menyentuh angka 0 dan meningkatkan produksi hingga 40%. Selain belanda, berbagai negara telah mengembangkan new and renewable energi dari sisi kemaritiman seperti penggunaan pembangkit listrik tenaga angin offshore, tenaga arus, tenaga gelombang, pasang surut dan potensi lainnya. Mengingat teknologi kemaritiman adalah hal yang cukup luas, maka tidak salah jika fokus dunia saat ini adalah sustainability

Di sektor perikanan, Salah satu pilar dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia adalah dengan mengenbangkan industri perikanan tangkap dan melihat betapa besarnya potensi laut kita jika didukung dengan perkembangan teknologi dan manajemen yang baik. Bukan tidak mungkin Indonesia akan berjaya sebagai negara penghasil ikan. Secara global, teknologi dalam pemanfaatan sumber daya perikanan telah banyak dikaji dan diterapkan. Sebagai contoh, di kapal dan alat penangkapan ikan, baik dari segi desain dan konstruksinya, banyak pengembangan ke arah yang lebih efisien, tentunya meminimalisir dampak lingkungan yang mungkin timbul. Kemudian berbagai teknologi untuk mengurangi waktu pencarian atau perburuan ikan, juga telah banyak diaplikasikan. Sebagai contoh, penggunaan alat pendeteksi ikan dan alat pengumpul ikan. Mengingat kesegaran ikan juga sangat penting, pengembangan teknologi dalam rantai pemasaran ikan juga terus dilakukan.

Lebih lanjut, perkembangan teknologi kemaritiman saat ini di Indonesia sudah cukup baik, namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Salah satu masalah yang butuh perhatian serius adalah Indonesia saat ini belum memiliki badan atau program yang dapat mengkoordinir para researcher baik yang bersifat akademik maupun swasta untuk dapat mengintegrasikan hasil penelitian mereka ke dalam suatu sistem yang dapat menghasilkan suatu solusi nyata untuk Indonesia. Saat ini masing-masing researcher jalan sendiri-sendiri tanpa framework ataupun mekanisme yang dapat mengintegrasikan penelitian mereka. Padahal banyak penelitian-penelitian dari Indonesia yang sangat menarik untuk dikembangkan. Salah satu contohnya adalah DR. Ir. Wisnu Wardhana, beliau melakukan penelitian mengenai Crocodile-Hydrofoil (KPC-H) yang dimana kapal tersebut memiliki 3 mode yaitu katamaran hingga menjadi semi sub-marine tetapi sayangnya sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai project tersebut. Ada juga dari IPB yaitu aerovi yang merupakan remoted robot untuk di bawah air, lagi-lagi informasi terakhir yang didapat tahapan development nya hanya sampai tahap prototype. Oleh , Indonesia membutuhkan badan/program koordinator yang dapat mengintegrasikan hasil karya penelitian para researcher (baik yang bersifat akademik maupun swasta) menjadi suatu framework yang dapat menghasilkan karya nyata, selain itu produk tersebut dapat dikomersilkan sehingga bisa memberikan pride bagi bangsa dan negara dan mengukuhkan posisi Indonesia di dunia kemaritiman

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan Indonesia untuk menjadi pemenang di persaingan dunia kemaritiman dunia. Hal yang pertama adalah data. Indonesia harus memiliki pusat data yang aktual, komprehensif, dan accountable sebagai sumber penelitian. Yang kedua adalah pendidikan, pendidikan diperlukan untuk melahirkan para ahli dari berbagai bidang untuk mendukung kesuksesan bidang kemaritiman Indonesia. Karena kemaritiman adalah bidang yang sangat multi disiplin sehingga kita tidak bisa berpangkuh pada satu ahli saja, kita membutuhkan para ahli untuk saling bekerja sama satu sama lain dan diharapkan dapat menghasilkan produk yang sustainable. Dan faktor yang paling penting adalah dukungan seluruh warga Indonesia, khususnya para pemuda yang dimana memiliki tanggung jawab untuk membawa masa depan Indonesia di persaingan global dunia kemaritiman

Menurut data terakhir dari FAO menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua setelah China sebagai negara penghasil ikan terbesar di dunia. Namun, produktivitasnya tidak selaras dengan jumlah kapal yang kita miliki. Kalau diari segi per unit kapal, produktivitas kapal-kapal di Indonesia hanya mencapai 2,3 ton per kapal. Nilai ini jauh di bawah kapal-kapal yang dimiliki oleh negara-negara di Eropa dan Amerika Utara yang mencapai 20 ton per kapal. Permasalahan utamanya adalah persentase terbesar armada penangkapan ikan di Indonesia adalah kapal-kapal kecil dengan teknologi yang relatif sederhana. Sebagai gambaran, data tahun 2014 menyebutkan bahwa di Indonesia sebanyak 643 ribu kapal penangkapan ikan, 90% dari jumlah tersebut adalah kapal kecil yang berkapasitas kurang atau sama dengan 3 gross kubik. Dari keseluruhan kapal-kapal di Indonesia, 70%nya sudah menggunakan motor penggerak, namun karena kapasitasnya yang kecil, daya jelajahnya juga sangat terbatas. Selain itu, mesin yang digunakan adalah mesin darat yang dimodifikasi menjadi mesin laut, yang tentu saja performanya berbeda. Sementara itu dari sisi alat tangkap, banyak kapal yang masih menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, sebagai contoh alat tangkap yang tidak selektif, merusak ekosistem laut, serta menggunakan bahan peledak. Kemudian dari sisu pengawetan dan penyimpanan hasil penangkapan sebagian besar masih tergantung pada es balok dan garam, bahkan masih banyak yang tidak mengaplikasikan sistem pendingin sama sekali. Dengan kondisi seperti itu, kesegaran dan kualitas ikan tentu saja tidak terjamin, apalagi kapal beroperasi dalam jangka waktu yang lama.

Dengan sumber daya perikanan yang kita miliki saat ini, potensi untuk memanfaatkan sebesar-besarnya laut kita masih terbuka luas. Hanya saja, diperlukan beberapa langkah. Di antaranya adalah:

  1. Pengelolaan perikanan tangkap yang bertanggungjawab.
  2. Peningkatan teknologi penangkapan ikan, termasuk kualitas dan kapasitas armada penangkapan ikan
  3. Peningkatan SDM, termasuk pelaku usaha perikanan.

Beberapa usaha pemerintah yang telah dilakukan untuk mengembangkan industri perikanan tangkap di Indonesia adalah:

  1. Pemberantasan ilegal fishing, seperti yang kita lihat bagaimana keseriusan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatasi hal ini.
  2. Pengadaan armada penangkapan ikan yang lebih modern.

Sejak 2010 pemerintah telah membangun dan menghibahkan kapal-kapal berukuran 5-30 PT kepada kelompok-kelompok nelayan di seluruh Indonesia.

Beberapa teknologi telah dikenalkan melalui program ini. Di antaranya:

  1. Penggunaan fiber glass sebagai pengganti kayu untuk bahan kapal.
  2. Penggunaan alat pendeteksi ikan dan GPS.
  3. Penggunaan solar panel untuk kelistrikan di kapal.
  4. Penggunaan marine engine yang memang khusus untuk penggunaan di kapal.
  5. Serta yang masih dalam pengupayaan pengembangan saat ini adalah mengkonversi penggunaan solar atau bensin ke penggunaan LPG.

Semua langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perikanan tangkap di Indonesia.

Keterlibatan SDM khususnya pelaku usaha perikanan, termasuk nelayan, dalam hal ini adalah sangat penting. Kesadaran mereka untuk menjaga keberlanjutan perikanan dan kemampuan mereka dalam mengadopsi teknologi yang dikenalkan, akan memuluskan langkah menuju perikanan tangkap yang berdaulat.

Momentum Hari Maritim Nasional ini hendaknya kita jadikan sebagai alat pengingat dan penyemangat kita sebagai bangsa maritim. Bahwa Tuhan telah menganugerahkan begitu besar kekayaan laut kepada kita,termasuk perikanan. Sekarang semuanya kembali kepada kita, bagaimana kita dapat memanfaatkan kekayaan tersebut sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat Indonesia demi kemajuan industri perikanan sebagai salah satu pilar maritim Indonesia.

Mari bersama-sama membangun Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia karena laut adalah masa depan bangsa.


Selamat Hari Maritim Nasional, Jayalah terus Indonesia

Jalas Veva Jayamahe

 

Narasumber :

Vita Rumanti Kurniawati, Ph.D. Candidate (School of Marine Science and Technology; Newcastle University)

Andre Prakoso Djojokusumo, Master Candidate (Hydraulic Engineering, Ports and Waterways; TU Delft)

#71 tahun Indonesia merdeka, namun kemandirian dan kedaulatan energi masih jauh dari angan-angan. Pemerintah diharapkan dapat konsisten, berkomitmen dan tegas dalam memutuskan kebijakan energinya. Tidak bisa lagi hanya mengandalkan bahan bakar fosil sebagai sumber utama pembangkit listrik yang semakin hari akan semakin langka keberadaannya. Belum lagi isu lingkungan akibat penggunaan bahan bakar fosil juga terus disuarakan oleh berbagai pihak.

Energi nuklir kami usulkan untuk segera dipertimbangkan oleh pemerintah sebagai salah satu sumber listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) hampir tidak menghasilkan CO2 , listrik yang dihasilkan relatif stabil dan tidak memerlukan area yang luas. Hal tersebut tentu sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyediakan energi dalam jumlah besar sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca sebanyak 29% pada tahun 2030.

Pembangunan PLTN memerlukan waktu mencapai 10 tahun. Oleh karena itu pemerintah harus segera membuat keputusan “go nuclear” . Tidak boleh ditunda lagi, apalagi menunggu sampai bahan bakar fosil habis, baru memutuskan untuk menggunakan energi nuklir.

Nuklir untuk Indonesia, nuklir untuk masa depan yang lebih baik.
Merdeka!!!!!

DEKLARASI PPI DUNIA "Go for Nuclear Energy"

Kami Pelajar Indonesia se-dunia menyatakan :
1. Bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya teknologi nuklir. Pemanfaatan teknologi nuklir untuk perdamaian dan kesejahteraan umat manusia mutlak dibutuhkan di seluruh sektor secara terintegrasi dan berperan penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan dan energi, serta mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Bahwa pemanfaatan nuklir untuk energi sangat diperlukan dalam menyediakan energi bersih untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan, mengurangi emisi CO2 yang paling efektif dengan cara mendorong pemanfaatannya bersama dengan energi terbarukan lainnya (EBT).
3. Energi nuklir mendukung Ketahanan Energi nasional dan kemandirian energi bangsa, mengurangi ketergantungan akan kebutuhan impor energi fosil secara bersamaan.
4. Energi nuklir adalah modal pembangunan nasional, menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan secara besar dan rasio elektrifikasi yang maksimal dan memberikan sumber listrik yang murah bagi masyarakat.

INDONESIA SIAP memanfaatkan teknologi nuklir untuk energi. Secara kemampuan baik teknologi, sumberdaya manusia maupun sosial masyarakat. Kami mendukung Indonesia untuk segera membuat kebijakan pemanfaatan energi nuklir sebagai salah satu sumber listrik dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

SmartSelectImage_2016-08-17-14-04-18

Berbagabunglah bersama kami, dan dapatkan jejaring mahasiswa Indonesia di seluruh dunia dengan mendaftarkan diri di https://goo.gl/forms/nmzgfpqNya2FVUvn2

Depatemen Media & Informasi

Graphic Designer
- Mendesain poster dan pamflet untuk acara-acara rutin PPI Dunia (Siaran Kampung Halaman dan Youth Forum)
- Mendesain poster untuk acara-acara PPI Dunia
- Meneruskan hasil desain ke admin sosial media dan admin website untuk kemudian dipublikasikan
- Berkomunikasi dengan departemen penyiaran untuk mengetahui jadwal siaran di RRI
- Menyerahkan hasil desain 2 hari sebelum siaran ditayangkan

Video Editor
- Menerima dan mengedit kiriman video
- Mengirim hasil video ke media partner (NET TV)
- Berkomunikasi dengan admin sosial media untuk penayangan hasil video

Departemen Humas

Admin Social Media (Instagram, Facebook, Twitter)
- Mengelola sosial media ppi dunia
- Mempromosikan kegiatan kegiatan PPI dunia di media sosial PPI Dunia
- Merepost/mempost poster poster kegiatan PPI negara di media sosial PPI Dunia
- Menjawab pertanyaan pertanyaan di media sosial PPI dunia
- Mengisi laporan mingguan tentang media sosial PPI Dunia

Content Website Contributor
- Mengedit artikel/berita yang akan dipublish di website/bulletin
- Mempublish article/berita ke media sosial PPI Dunia setelah proses editing selesai

Departemen Penyiaran

PIC Siaran RRI
- Berkomunikasi dengan RRI
- Mencari narasumber untuk siaran dari anggota PPI negara
- Menyebarkan informasi mengenai siaran yang akan datang kepada setiap ppi negara
- Mendata narasumber dan tema dan tanggal siaran
- Mengontrol siaran agar berjalan lancar
- Melaporkan hasil siaran

WhatsApp Image 2016-08-12 at 2.07.50 PM

 

Koordinator Dewan Presidium

Intan Irani (PPI Italia)

Sekretaris 1

Muhammad Abdul Rouf (PPI India)

Sekretaris 2 & Bendahara

Muhammad Ramadhan (Permira Rusia)

Koordinator Divisi Pendanaan

Rizki Putri Rezna Hassan (PPI UK)

Wakil Koordinator Divisi Pendanaan

Nadi Guna Khairi (PERMIAS Amerika Serikat)

Koordinator Divisi P2EKA

Rama Rizana (PPMI Arab Saudi)

Koordinator Divisi Biro Pers

Nadhira Zhafirany (PPI Belgia)

Wakil 1 Koordinator Divisi Biro Pers

Pratiwi Widya (PPI Polandia)

Wakil 2 Koordinator Divisi Biro Pers

Hatta Bagus Himawan (PPI Belanda)

Koordinator Kawasan Asia dan Oseania

Bagus Ari Haryo Anugrah (PPI Tiongkok)

Wakil Koordinator Kawasan Asia dan Oseania

Elisa Maulidya Saputri (PPI Thailand)

Koordinator Kawasan Amerika dan Eropa

Kreeshna Siagian (PPI Belgia)

Sekretaris Koordinator Kawasan Amerika dan Eropa

Marco Nainggolan (PPI Jerman)

Koordinator Kawasan Timur Tengah dan Afrika

Kiagus Ahmad Firdaus (PPI Sudan)

Sekretaris Koordinator Kawasan Timur Tengah dan Afrika

Cahyani Kamilah (HPMI Jordania)

Program Kerja Kawasan

Amerika & Eropa

Timur Tengah & Afrika

Asia & Oseania

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920