logo ppid

Campus Day Sumedang bersinergi dengan PPI Dunia menggelar acara tahunan dengan tema kasundaan dan tagline “Jembar Mekar Madangan” pada hari Minggu, 12 Februari 2012. Acara ini digagas untuk membentuk jiwa generasi muda menjadi generasi kosmopolitan yang senantiasa berkembang dalam kemajuan zaman dan membuka diri untuk menjadi generasi penerang bagi bangsa dan negara. Campus Day Sumedang sendiri merupakan event edukasi tahunan terbesar di Kabupaten Sumedang yang telah dilaksanakan 6 kali berturut-turut sejak tahun 2011.

Acara tahun ini hadir dengan 3 event besar, yaitu Try Out SBMPTN, Sumedang Leader Summit, dan Sumedang Education Fair. Sumedang Education Fair 2017 sendiri berisikan acara-acara seperti pemberian informasi mengenai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, pemberian informasi beasiswa dalam dan luar negeri, serta kegiatan festival seni. Kegiatan yang diadakan di Gedung Negara Kab. Sumedang ini berhasil menarik minat para pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Sumedang dengan bukti jumlah peserta yang hadir melebihi 1300 orang.

Dikutip dari hasil wawancara tim penyelenggara, Aldy Setiawan selaku Wakil Ketua Pelaksana acara menuturkan Kami sangat berbangga hati dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada instansi PPI Dunia yang telah menyempatkan diri untuk hadir dan memperkenalkan PPI Dunia pada event ini. Semoga kedepannya, kami bisa terus bekerja sama dan menjalin komunikasi yang baik untuk turut memperkenalkan tentang study abroad secara continue dikalangan pelajar.

Kerjasama dan kolaborasi dengan PPI Dunia yang baru pertama kali dilaksanakan di Sumedang ini mendapat antusias yang sangat besar dari para peserta yang merupakan siswa-siswi SMA dan juga mahasiswa. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan PPI Dunia yaitu Bagus Ari Haryo (PKetua PPI Tiongkok sekaligus Koordinator PPI Kawasan Asia dan Oseania), Niken Larasati (PPI Hungaria), Ajam Jamhur (PPI Sudan) dan Rizki Putri Rezna Hassan (PPI UK, Koordinator Divisi Pendanaan PPI Dunia).

Bagus Ari Haryo mengungkapkan, Terima kasih telah mengundang instansi PPI Dunia. Terutama ketika kami mempresentasikan PPI Dunia, terlihat sangat besar antusiasme dari para peserta yang hadir. Semoga dengan adanya PPI Dunia bisa menginspirasi adik-adik semua yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Adanya acara ini memberikan pemahaman lebih kepada peserta yang hadir bahwa Study Abroadadalah hal yang sangat memungkinkan. Hadirnya PPI Dunia dalam event ini memberikan respons positif dari para peserta, terbukti dari berbagai apresiasi dan kesan positif yang ditinggalkan oleh para peserta.

Arina Fani Pramudia sebagai salah satu peserta yang hadir mengungkapkan dulu pengen banget kuliah di luar negeri, sekalian kuliah dan cari pengalaman. Tapi sepertinya sulit sekali (untuk kuliah di luar negeri). Tetapi setelah mendengarkan presentasi dan penjelasan dari kakak-kakak PPI Dunia, saya jadi paham kalau kuliah di luar negeri itu sangat memungkinkan asalkan kita siap dan tidak berhenti untuk belajartuturnya. (Restu, Tim Festival Luar Negeri/NZ)

Komunitas Sahabat Beasiswa chapter Malang bersinergi dengan Radio PPI Dunia menggelar Kopi Darat bertajuk “Nongkrong Asyik bareng Sobat Siar Radio PPI Dunia” pada hari Jumat, 3 Februari 2017. Tujuan acara ini tidak hanya merupakan agenda rutin bulanan, namun juga sebagai salah satu wadah untuk memfasilitasi teman-teman di kota Malang mengenai pengetahuan beasiswa dan kuliah ke luar negeri.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Radio PPI Dunia, Sobat Siar dan Kru Radio PPI Dunia serta 35 mahasiswa dari beberapa universitas di Kota Malang yang bertempat di Kafe Food Factory, Jl Bendungan Sutami, Kota Malang. Acara ini terbagi menjadi dua sesi. Dimulai dengan sesi audiensi Radio PPI Dunia yang dijelaskan langsung oleh Direktur Radio PPI Dunia, Nouval Rezka. Radio PPI Dunia sendiri resmi mengudara pada 18 Mei 2009 ditandai dengan dilakukannya siaran langsung berantai dari Sobat Siar (SS) di Jerman, Mesir, Belanda, Rusia, Korea Selatan, Malaysia, Inggris, dan Australia. Saat ini, Radio PPI Dunia telah didukung lebih dari 300 pelajar Indonesia di seluruh dunia dengan durasi siaran 24 jam online non-stop.

Dilanjutkan dengan sesi kedua yang membahas tentang kuliah dan beasiswa di Australia, Tiongkok dan Pakistan. Narasumbernya adalah anggota Radio PPI Dunia yang tentunya tengah belajar di Negara-negara tersebut. Berdasarkan informasi dari tim penyelenggara yang mewawancarai beberapa peserta dan narasumber, salah satu peserta Dinda Tantry, mengaku begitu tertarik dengan negara Tiongkok. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ini menuturkan “Kan ini sesuai dengan kalimat Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina”.

Nouval Rezka, Direktur Radio PPI Dunia mengaku senang dengan acara Kopdar ini, selain sarana untuk audiensi kepada teman-teman mahasiswa tentang Radio PPI Dunia, juga sebagai sarana menularkan semangat dan berbagi informasi luar negeri dari mereka yang telah berjuang di luar negeri kepada mereka yang tengah berjuang di Indonesia. “Terimakasih sudah disambut dengan baik oleh Sahabat Beasiswa Chapter Malang, semoga terus berjalan gerakan seperti ini di Kota Malang dan kota lainnya di Indonesia”, tuturnya. (Farah, Tim Festival Luar Negeri)

 

 

Pada 11 Desember 2016 lalu, PPI Polandia kembali mengibarkan panji-panjinya. Kali ini, PPI Polandia mengunjungi Kota Udang, Cirebon sebagai destinasi promosi studi dan beasiswa Polandia. Kegiatan yang mengusung tema “Merealisasikan Mimpi di Polandia” ini merupakan inisiasi dari Sahabat Beasiswa (SB) Chapter Cirebon yang dikemas dalam acara KOPDAR. Selama acara berlangsung, Warsono El Kiyat, sebagai delegasi dari PPI Polandia sekaligus pembicara dalam KOPDAR perdana tersebut, menceritakan pengalamannya selama studi di Polandia kepada peserta teman-teman mahasiswa Cirebon dan sekitarnya. Selain itu, sebagai penerima beasiswa Erasmus+ Uni Eropa, Warsono juga banyak menjelaskan tentang jenis beasiswa yang tersedia di sana serta memberikan tips dan trik untuk lolos beasiswa. Dian Arianto, yang merupakan Ketua SB Cirebon sangat mengapresiasi kunjungi PPI Polandia di Kota Berintan tersebut dan mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada delegasi atas sharing dan diskusinya. Di akhir sesi diskusi, Warsono juga mengingatkan kepada peserta, untuk terus memotivasi diri sampai beasiswa tersebut bisa diraih, karena kepuasan dan kebangaan pada saat mendapatkan beasiswa adalah salah satu kebahagiaan terbesar bagi mahasiswa.

 

by : Warsono El Kiyat

Galeri Kegiatan :

Seminar Nasional bertema “Budaya, Politik, dan Diplomasi Korea di Indonesia” ini, sukses diselenggarakan di gedung UPT Perpustakaan Unsoed tanggal 6 Desember 2016 lalu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Korea Center Unsoed (KCU). “Kegiatan ini sejalan dengan misi didirikannya KCU yaitu sebagai pusat informasi pendidikan dan budaya korea di Indonesia dan juga sebagai pusat aktivitas komunitas korea di Indonesia dan Purwokerto pada khususnya,”ungkap Elpeni Fitrag, S.Sos., M.A., ketua KCU.

1

Acara ini dibuka oleh Ketua UPT Perpustakaan Unsoed yaitu Sutino, S.Sos., MA. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasi pengelenggaraan seminar nasional ini. Beliau menambahkan bahwa dengan kegiatan ini kita memperkaya cakrawala dan kedalaman wawasan kita tentang budaya bangsa lain dalam hal ini korea. Semoga dengan pengetahuan yang tercerahkan kita dapat membangun sebuah kesadaran intelektual yang dapat menghasilkan kajian-kajian yang dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan, juga bagi peningkatan kualitas hubungan antara Indonesia dan Korea.

2

Para pemateri terdiri dari dosen Bahasa dan Sastra Korea UGM, Achmad Rio Dessiar, B.A., M.A.; Alumni Korea University of Science & Technology, Anatta Wahyu Budiman, Ph.D.; dan Akademisi Spesialisasi Kajian Asia Timur, Renny Miryanti, S.IP., M.Si. Materi yang disampaikan berupa ulasan singkat mengenai pendidikan dan beasiswa di Korea beserta lingkup budaya, lingkungan pembelajarannya serta kehidupan masyarakat Korea.

3

 

Annyeong haseyo!

Sampai jumpa di event berikutnya!

 

(farah)

Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia

Masih dalam pembahasan mengenai generasi bangsa, kali ini bertempat di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya, Malang telah berlangsungnya acara seminar yang bertemakan “Keliling Dunia dengan Beasiswa” pada hari Minggu, 27 November 2016 lalu.

img_9177

Narasumber Scholarship Fair Universitas Brawijaya

Berkeliling dunia, mungkin bagi sebagian orang adalah mimpi ataupun hobi yang sering kali diekspektasikan sebagai kegiatan yang cukup merogoh kocek. Bahkan, banyak dari kita yang beranggapan untuk bisa melangkahkan kaki ke negara-negara diseluruh dunia tidak bisa dilakukan secara gratis. Tapi, tidak untuk teman kita dari PPI Dunia yang merupakan research student di Russia State Agricultural University, Ade Irma Elvira. Ade begitu sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa berkeliling dunia merupakan hal yang mudah yang dapat dilakukan oleh siapapun, salah satunya melalui program beasiswa.

Penyajian beasiswa dari berbagai macam sumber untuk pelajar Indonesia memang semakin banyak dan mudah untuk mengakses informasinya. Salah satunya dengan scholarship fair yang banyak diselenggarakan di universitas-universitas di seluruh Indonesia dengan menghadirkan para mutiara bangsa peraih beasiwa yang dapat berbagi informasi serta trick dan tips meraih beasiswa “Karena, acara kami memang bertajuk scholarship fair, dan kami memang ingin menghadirkan booth beasiswa dari berbagai macam negara, sehingga diambil tema tersebut agar seakan-akan keliling dunia demi beasiswa” ungkapnya.

Acara scholarship fair ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para generasi muda yang tertarik untuk berstudi diluar negeri. Para peserta yang hadirpun dapat bertanya langsung kepada delegasi PPI Dunia dari berbagai macam negara yang turut hadir dalam kegiatan ini.

“Antusiasmenya baik, melebihi harapan kami” tambah Ade. (Ima)

Festival Luar Negeri PPI Dunia

 

Galeri Kegiatan :

 

Bogor-Minggu, 4 Desember 2016. Festival Luar Negeri PPI Dunia kerjasama dengan Sahabat Beasiswa Chapter Bogor kembali menyelenggarakan Kopdar yang ke-lima.

 

Acara yang bertemakan “Lets Study to Estonia and How to be an Oustanding Student” ini mencakup berbagai macam penjelasan dan informasi mengenai kehidupan di Estonia serta berbagai macam beasiswa yang dapat diraih untuk studi ke Estonia, seperti pertukaran beasiswa Degree Studies (Doctoral, Master dan Bachelor Degree), pertukaran pelajar, short-time mobillity, bahkan beasiswa untuk penelitian.

Narasumber yang hadir, Unggul Sagena, merupakan salah satu delegasi PPI Estonia sekaligus peraih beasiswa Master of Arts in Social Sciences (Technology Governance) (MA(TG))-Ragnar Nurkse Shool of Innovation&Governance, Tallinn University of Technology, Estonia. Unggul yang juga menjabat sebagai Ketua PPI Dunia Estonia 2012-2014 menjelaskan bahwa internet termasuk dalam Hak Asasi Manusia di Estonia. Dengan demikian, proses interview beasiswa pun sering dilakukan melalui skype. Menurut beliau, sistem interview melalui skype memberi keuntungan khusus bagi pelajar dalam hal mempersiapkan bahan wawancara. Beliau memberi contoh bilamana wawancara, pelajar dapat dengan mudah menempelkan catatan di sisi layar, sehingga saat wawancara berlangsung pelajar dapat menatap lurus ke arah kamera dengan tetap bisa melihat catatan yang sudah disiapkan.

2016-12-13-photo-00000124

Pemaparan yang sangat terperinci yang disampaikan oleh Unggul Sagena mendapatkan respon yang sangat positif dari peserta pada seminar kali ini. Pengalaman pribadi beliau yang turut diulas saat beliau memaparkan materi memberi daya tarik bagi peserta untuk mendalami tawaran studi di Estonia.

Acara Kopdar kelima ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.

Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia.

 

Liputan Purwokerto. Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset (UKMPR) Kabinet Intensif, Unsoed kerjasama dengan perwakilan PPI Dunia dari PPI Polandia, Warsono El-Kiyat sebagai narasumber di seminar Gebyar Kepenulisan dan Karya Tulis (Gendis) bertemakan "Write Your Imagination to be Bright Future" pada hari Minggu, 4 Desember 2016 di Unsoed, Purwokerto.

Acara yang diadakan di Gedung Pasca Sarjana Unsoed ini merupakan rutinitas tahunan UKMPR dalam seminar kepenulisan. Tujuan dari acara ini adalah untuk mempertajam pemahaman tentang karya tulis ilmiah dan memberikan motivasi kepada generasi muda untuk berkarya melalui kepenulisan.

img_8981

Narasumber dan Moderator dalam acaraya Gebyar Kepenulisan dan Karya Tulis

Setelah peresmian acara pembukaan oleh Wildan Zaki Mubarok selaku Presiden UKMPR 2016, sesi berikutnya dilanjutkan dengan seminar dan penyampaian materi oleh 3 pembicara. Warsono El Kiyat, S. TP mengawali dengan menjelaskan tentang kepenulisan karya tulis ilmiah dan motivasi kepenulisan. Selanjutnya, Sani Iskandar S. Si. membahas tentang kepenulisan secara global. Terakhir, Hendri Warsito, S.Farm., Apt. membahas jurnal ilmiah dan artikel ilmiah serta pencarian ide penulisan. Seluruh sesi dimoderatori oleh Nur Halimah dengan audiensi dari berbagai kalangan mahasiswa dan siswa/i SMA di Banyumas.

Sesi selanjutnya setelah pemaparan keseluruhan adalah diskusi dan tanya jawab kepada 3 orang pembicara tersebut oleh peserta yang hadir. Para peserta tampak antusias bertanya mengnai kepenulisan terutama karya tulis ilmiah.

Setelah diskusi panel, acara dilanjutkan dengan simulasi kepenulisan berdasarkan pembagian kelompok dari para peserta. Di sesi ini, pengurus UKMPR membimbing peserta untuk menuliskan gagasannya terlebih dahulu yang kemudian dikembangkan berdasarkan outline yang telah dirancang. Ketiga pembicara pun turut berpartisipasi mengevaluasi tulisan-tulisan tersebut.

Warsono memaparkan harapannya agar para peserta yang hadir terus mengembangkan karyanya terutama di bidang kepenulisan.

"Gendis ini memberikan informasi penting tentang kepenulisan, baik karya tulis ilmiah maupun karya tulis lain yang dapat dijadikan sarana untuk memperoleh prestasi melalui jalur kompetisi. Harapannya, para peserta dapat termotivasi untuk bisa berkarya dan mengharumkan nama institusinya masing-masing," jelas Warsono. (adam/NZ)

#FLNDesember

Galeri Kegiatan

Surabaya, 25 November 2016. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRO) Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Ampel Surabaya dan tim Festival Luar Negeri (FLN) PPI Dunia mengadakan seminar dan expo Beasiswa Timur Tengah dan Studi Islam di Gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya. Empat ratus peserta dari berbagai sekolah dan kampus di Indonesia menghadiri acara yang bertemakan "Menggapai Impian di Negeri Sahara; How to Get Middle East and Islamic Studies Scholarship" ini.

Pada seminar ini, narasumber dari PPI Dunia diwakilkan oleh Muhammad Mubasysyir Munir, B.Ed., Dipl. TASOL. (alumni PPMII Arab saudi), Ovindra El Rachmalisa (PPI UK), dan Radyum Ikono (Founder Sahabat Beasiswa dan Alumni PPI Jepang). Tidak hanya seminar, dalam acara ini terdapat juga expo beasiswa yang diisi oleh Sahabat Beasiswa, LPDP, Inspira, UICCI Sulaimaniyah, Mumtaza Center, PPI Sudan, PPI Lebanon, PPI Pakistan, PPI Yaman, dan PPI Yordania.

 

dsc02598

Salah satu stand di acara seminar dan expo Beasiswa Timur Tengah dan Studi Islam di Gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya

Ketika tim Festival Luar Negeri (FLN) PPI Dunia bertanya mengenai kesan yang dirasakan kepada salah satu narasumber, Muhammad Mubasysyir Munir, beliau mengatakan bahwa acara seminar seperti ini perlu diperbanyak. Karena hal ini merupakan salah satu wujud peduli PPI Dunia dalam pendidikan nasional.

Ketika ditanyakan hal yang paling berkesan dalam kegiatan ini, beliau menjawab:

"Kaget... karena masih banyak anak-anak yang bermimpi untuk bisa belajar lanjut ke luar negeri"

Pemuda yang pernah menjadi humas PPMI Riyadh periode 2013-2015 ini melanjutkan pernyataannya:

"Dalam kegiatan seminar ini, ada peserta yang menanyakan tentang kesibukan dunia kuliah di Arab Saudi. Saat itu saya menjawab bahwa kuliah di Arab saudi sama saja dengan di Indonesia, yang berbeda adalah lingkungan dan biaya kuliahnya yang jelas"

Tim FLN pun kembali bertanya, mengapa mahasiswa Indonesia lebih baik mencoba berkuliah di Arab Saudi?

Mubasysyir berkata, "Sebagai wahana untuk bertukar budaya, di sisi lain Indonesia memerlukan pakar dalam Islamic Science".

dsc_0568

Penyelenggara seminar dan expo Beasiswa Timur Tengah dan Studi Islam di Gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya

 

Tim FLN PPI Dunia pun tak tertinggal untuk mewawancarai Radyum Ikono, atau akrab disapa sebagai Mas Ikono. Banyak hal yang menarik dari mas Ikono, salah satunya adalah tentang pilihan beliau untuk langsung kembali berkarir di Indonesia. Ketika tim FLN PPI Dunia menanyakan alasan pilihan untuk kembali ke Indonesia kepada Alumni PPI Jepang ini, beliau menjawab:

"Saya ingin melakukan kontribusi yang lebih berimpak langsung. Di luar negeri tentunya juga bisa, tapi biarlah saya ingin mencoba pilihan yang ini".

Lalu ketika ditanyakan mengapa tertarik dalam kegiatan seminar dan expo ini, beliau berkata:

"Saya tertarik untuk menjadi berbicara karena ingin berbagi dengan adik-adik. Kalau memang ada manfaatnya, alhamdulillah."

"Belajar yang giat dan networking seluas-luasnya," pesan mas Ikono untuk sahabat semuanya.

(dilla/NZ)

 

Tim Festival Luar Negeri PPI Dunia

#FLNNOVEMBER2015

Galeri Kegiatan:

Rabu, 16 November 2016- Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman (Komahi Unsoed) dan tim Festival Luar Negeri PPI Dunia (FLN PPI Dunia) telah menyelenggarakan Seminar Beasiswa S2 dan Interview Kerja dengan tema yang bertajuk; Lanjut Studi atau Kerja?

Tiga narasumber yang telah memiliki pengalaman dibidangnya masing-masing, yakni Niken Larasati (Awardee Erasmus Mundus MSc in Marketing Corvinus University of Budapest ), Ugung Dwi Ario Wibowo ( Lecturer of psychology in Purwokerto Muhammadyah University ) dan Azizah Syiami Mutik (Head of Monitoring and Evaluation in ACWAY Project) yang juga merupakan alumni dari Hubungan Internasional Fisip Unsoed membagi pengalamannya di depan 150 peserta seminar.

1480221095799

Suasana Seminar yang diselenggarakan oleh Komahi Unsoed dan tim FLN PPI Dunia

Dalam acara ini, Niken Larasati atau yang biasa dipanggil Niken, telah menjadi narasumber perwakilan dari PPI Dunia sebanyak dua kali. Ketika ditanyakan, bagaimana kesan setelah menjadi narasumber perwakilan PPI Dunia untuk kedua kalinya, beliau berkata:

"Aku amazed karena pesertanya fokus mendengarkan ketika kami melakukan presentasi, ketika kita membagikan kisah kita, mereka terlihat excited gitu"

Niken, ketika melakukan presentasi di depan peserta

Niken, ketika melakukan presentasi di depan peserta

kemudian beliau melanjutkan:

"yang paling berkesan adalah ketika aku melihat mereka senang, semangat datang ke acara, aktif bertanya karena mereka punya keinginan untuk kuliah keluar dan ketika aku tahu semua yang aku bagikan itu berguna untuk mereka"

Saat ini, Niken mengabdikan dirinya untuk Indonesia dengan terlibat di beberapa projek penelitian dan pelatihan koperasi di Jawa Barat. Ketika ditanyakan, tentang pertanyaan apa yang paling berkesan yang telah dilontarkan oleh peserta, beliau berkata :

"Pertanyaan paling menarik, salah satunya adalah bagaimana cara setting goals di tengah-tengah kesibukan sekolah? apalagi ketika masih ditingkat awal. Aku jawabnya, harus punya keinginan dulu untuk lanjut s2, lalu buat goals mau kuliah dimana dan jurusan apa. Dari sekarang buat strateginya. Selain itu kita juga harus tau apa saja requirements yang diminta, pelan-pelan dicicil dari sekarang dan skill apa yang harus dimiliki. Gak cuma dari akadems, bisa juga dari pengalaman organisasi sebagai, siapa tau nanti pihak universitas/beasiswa mencari pengalaman organisasi sebagai salah satu requirements... intinya, tambah kan lah value buat diri kita sendiri sedini mungkin biar self-branding kita bagus." (dilla)

Tim Festival Luar Negeri (FLN) PPI Dunia

#FLNNovember

Galeri Kegiatan :

Jakarta – 18 November 2016, tim Festival Luar Negeri PPI Dunia berkolaborasi dengan BEM Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengadakan acara Closing Week of Writing (WOW). Inti dari acara ini adalah pemberian materi How to Write Motivation Letter and Personal Letter, serta bedah buku Abroad You(th). Acara kali ini bertajukPeran Pemuda Mewujudkan Indonesia yang Mandiri dalam Menghadapi Persaingan Global”.

1

Closing WOW yang diikuti oleh total 36 peserta dari mahasiswa UNJ dan non UNJ ini diadakan di Auditorium Maftuchah Gedung Dewi Sartika Kampus UNJ. Acara yang dimulai pukul 12:30 ini dibuka dengan registrasi peserta, lalu dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah, dan sambutan dari Ahmad Sofyan selaku ketua pelaksana WOW FE 2016 dan Ajeng Pratiwi sebagai perwakilan dari BEM FE.

Acara selanjutnya adalah Bedah Buku Abroad You(th) yang disampaikan langsung oleh penulisnya, Putri Agustina, dan salah satu kontributorny, Fatmawati Nurcahyani. Dengan dimoderatori oleh Dina Helana, sesi bedah buku diakhiri dengan tanya jawab dan foto bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan hiburan oleh Lestari Kiki dan Dian Lestari yang menyumbangkan suara emasnya.

Sesi berikutnya adalah pemaparan materi kedua, yaitu “How to write motivation letter and personal letter” oleh Rizki Rezna Hassan, Koordinator Divisi Pendanaan PPI Dunia 2016/2017. Beliau memberikan tips dan trik seputar kuliah di luar negeri. Antusiasme peserta pun sangat besar dalam menyimak acara ini.

2

Sebelum acara berakhir, terdapat pengumuman pemenang lomba esai WOW yang sudah berlangsung sebelumnya yaitu tanggal 21 Oktober sampai 13 November 2016. Juara I diraih oleh Dwi Novianti Suharsih dan Juara II diraih oleh Muhammad Thoriq. Hingga diakhiri dengan foto bersama serta pemberian sertifkat dan hadiah kepada pemenang lomba.

3

Dengan pengumuman pemenang lomba esai ini, maka berakhirlah acara Closing WOW 2016. Ditutup dengan doa penutup yang disampaikan oleh Aceng Burhanudin. (farah)

 

Nantikan acara kami berikutnya ya!

Oleh:

Tim FLN – PPI Dunia 2016

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920