logo ppid

 

KAIRO – Dhoriefah Niswah El Fidaa mendapatkan hasil yudisium Jayyid Jiddan setelah menjalani sidang gelar magister dalam Ushul Fikih yang berjudul " Studi Literatur Kitab Anwaar al-Afkaar fii Takmilah Idhooah al-Anwaar". Kitab tersebut merupakan karya al-‘Allāmah Aminuddin Isa Bin Ismail Bin Khosruusyaah al-Aaqsorooii (wafat pada tahun 727 H). Sidang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Syari’ah Islamiyah wal Qānun pada Selasa 27 Februari 2018.

Dalam tesisnya, Putri dari KH. Hasan Abdullah Sahal itu membahas permasalahan kitab Ushul Fikih abad 8 H tersebut. Sidang dari awal hingga pembahasan Bayaan Asbaab al-Syaraai’ itu berlangsung alot selama 5 jam. Dhoriefah Niswah El Fidaa diuji langsung oleh para Guru Besar universitas Islam yang terkenal dengan manhaj Azhary (manhaj yang memadukan antara Aqidah Sunni Asy-'Ary - Al-Maturidi, Fikih Empat Madzhab dan Tasawuf) tersebut. Majelis sidang terdiri atas: Prof Dr. Mustafa Farg Muhammad Fayyad, Guru Besar Kuliah Studi Islam dan Bahasa Arab Putri Universitas Al-Azhar di Kafr As-Syekh; Prof. Dr. Ahmad Mukhtar Mahmud Hasan, Guru Besar Studi Islam dan Bahasa Arab Putri Universitas Al-Azhar Kairo; serta Prof. Dr. Turkiyah Mustafa As-Syirbini, Guru Besar Studi Islam dan Bahasa Arab Putri Universitas Al-Azhar Kairo.

Sidang dihadiri oleh KH. Hasan Abdullah Sahal, pemimpin Pondok Modern Gontor sebagai orang tua; Dr. Usman Syihab, MA, Atdikbud KBRI Kairo; civitas akademika Universitas Al-Azhar; para senior Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir); serta mahasiswa dari IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Gontor.

 

Penulis: Abdul Fatah Amrullah

Tim Medsos Kantor Komunikasi PPI Dunia 17-18 dan Pemimpin Umum Informatika ICMI Kairo 17-18

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Margaretta, saat menerima penghargaan poster terbaik

TARTU, 20/02/2018—Gelaran NBISC (Nordic Baltic Indonesian Scholar Conference) yang ke-4 telah sukses dilaksanakan. NBISC merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh PPI di kawasan Nordic-Baltic countries secara bergantian. Mengambil tempat di Athena Keskus Tartu, Kegiatan 4th NBISC dihadiri oleh perwakilan PPI Estonia, Swedia, Finlandia, dan Denmark. 4th NBISC yang dilaksanakan pada 17-18 Februari 2018 mengusung tema "Building Collaboration Through Technology".

“Meskipun mengusung tema teknologi, kami panitia tidak membatasi bidang paparan hanya pada dunia teknologi dan Internet. Inovasi yang baru, menarik dan membangun akan sangat penting artinya untuk dapat ditampilkan karena akan membuka peluang kolaborasi. Unsur teknologi hanyalah lem yang akan merangkul berbagai bidang saling berkomunikasi dan konferensi ini terbuka untuk semua bidang.”

tutur Radita Liem, ketua panitia 4th NBISC sekaligus ketua PPI Estonia.
Pada kesempatan ini PPI Finlandia mengirimkan tiga poster untuk dipresentasikan, yaitu:

Mukrimin, peserta teraktif

Pada akhir sesi dilakukan penghargaan poster terbaik yang diberikan kepada Margaretta (PPI Finlandia) dan peserta teraktif kepada Mukrimin (PPI Finlandia). “Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, karena selain menambah wawasan mengenai penelitian teman-teman yang sangat potensial dan perlu dilanjutkan dengan aplikasi di tanah air, kegiatan ini juga dapat menjadi awal yang baik untuk berkolaborasi di masa mendatang,” kata Adrianto yang mewakili PPI Finlandia.
Kegiatan itu dihadiri pula oleh perwakilan KBRI Helsinki, yaitu Bapak Patrick dan Bapak Eko. Pada presentasi keynote speech Laura Altin dari perusahaan Estonia, Positium, memaparkan kerjasama yang sedang dijalankan oleh Positium dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan PT. Telkomsel terkait Mobile Positioning Data (MPD). Selain memaparkan secara singkat tentang metode MPD yang telah dilaksanakan di Estonia, Laura juga menjelaskan tentang pelaksanaan MPD di beberapa daerah di Indonesia, seperti Nusa Tenggara dan Kalimantan. Proyek MPD diharapkan dapat mengagregasi jumlah wisatawan asing yang masuk ke Indonesia berdasarkan nomor handphone yang dimiliki oleh wisatawan sebagai landasan untuk pengambilan kebijakan.
Adanya NBISC yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan dapat menjadi ajang kolaborasi dan silaturahmi antar taman-teman PPI yang menempuh pendidikan di negara-negara kawasan Nordik-Baltik. Secara khusus PPI Finlandia mengucapkan terimakasih kepada KBRI Helsinki atas dukungan yang diberikan untuk dapat berperas serta dalam kegiatan 4th NBISC.
Penulis: PPI Finlandia
Editor: Kartika Restu Susilo

TARIM - PPI Yaman telah resmi dilantik pada Kamis 8 Februari 2018. Pelantikan tersebut terletak di Auditorium Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Yaman. Tepat pukul 21.00 waktu setempat, acara pelantikan dimulai. Secara bersamaan juga dilantiklah keanggotaan baru PPI Hadhramaut 2018. Ketua terpilih untuk masa bakti 2017-2018 adalah H. Izzudin Mufian. Lc. menggantikan Jihadul Muluk. Sdangkan wakilnya adalah Taufan Azhari Mujahid menggantikan Sdr. Reza Abdul Fattah.

Beberapa wajah baru juga mewarnai kepengurusan era baru kali ini. Di bagian sekretaris ada Luqman Hakim dan bendahara Yunalis Abdul Ghani. Tiga divisi juga diperkenalkan sekaligus dan diresmikan. Pertama Divisi Pendidikan dan Budaya yang diketuai oleh Habib Syauqi Al-Muhdor B.sc dan Ricky Faisol. Kedua Divisi Infokom (informasi & Komunikasi) dengan ketua Nur Huda Hilda, Ismail Zayyadi Haliman dan Ziyadii. AdapulaDivisi Dansos (Dana & Sosial) yang dikomandoi Afton Asykurullah & Sdr. Muhammad Junaidi.

Dalam sambutan perdananya, Sekretaris Jenderal berpesan dan mengapresiasi kepada seluruh kepengurusan tahun ini dalam berkhidmah kepada agama dan negara. "Karena memenuhi hajat seorang muslim lebih Nabi sukai daripada beri'tikaf satu bulan penuh," ucapnya.

Acara berlangsung selama dua jam, kemudian ditutup doa oleh H. Abd. Muhith.

Semoga kepengurusan baru ini menjadi lebih baik dan semakin bermanfaat untuk semua khususnya para pelajar Indonesia yang berada di Yaman. Amien.

 

Penulis: INFOKOM_PPIY

Editor: Kartika Restu Susilo

Di zaman serba internet, tidak hanya percakapan yang bisa dilakukan secara online, tetapi juga kegiatan sehari-hari lainnya. Sebut saja berbelanja, memesan tiket, atau bahkan bermain. Bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri, berkumpul secara online merupakan salah satu pengobat rasa rindu terhadap teman-teman setanah-air. Mekanisme yang dapat dilakukan pun bermacam-macam. Persatuan Pelajar Indonesia kawasan Amerika dan Eropa (PPI Amerop) melihat masalah dan kesempatan ini, kemudian menginisiasi program bernama Kumpul Online. Minggu lalu, event Kumpul Online pertama dilaksanakan, yaitu bermain Mobile Legend (game online) bersama.

Sekilas tentang PPI Amerop

PPI kawasan Amerika-Eropa adalah sub-divisi dari PPI Dunia. Fungsinya menyinergikan antara PPI negara-negara di kawasan Amerika dan Eropa. Seperti PPI Dunia, PPI Amerop juga mempunyai program simposium setiap tahun, dan yang tidak kalah seru: program-program kerjanya.

Mobile Legend sebagai event pertama Kumpul Online

Pada tahap awal pencarian ide, selain diskusi internal, dilakukan juga survey ke anggota PPI di kawasan Amerika dan Eropa. Pertanyaannya adalah: jika ada event untuk berkumpul, kegiatan apakah yang sebaiknya dilakukan? Banyak yang menjawab bermain online game. Adnin Qasifa dari tim penanggung jawab Kumpul Online, menyatakan bahwa online game adalah wadah yang digemari para mahasiswa Indonesia di luar negeri. “Khususnya Mobile Legend, banyak sekali peminatnya di Indonesia saat ini,” kata Adnin.

Pada event Sabtu lalu, Adnin menyatakan jika peminatnya cukup banyak. Ada sekitar 30 orang yang mendaftar dan bermain bersama. Hampir semuanya berasal dari negara yang berbeda. ”Ada peserta dari Rusia, Turki, Italia, Mesir, Jerman, Thailand, wah saya tidak ingat semua. Intinya bukan hanya dari negara-negara Amerika dan Eropa,” ujar Adnin yang juga anggota PPI Swiss dan Liechtenstein.

Event Kumpul Online tersebut dijadwalkan berlangsung selama 3 jam. Namun, antusiasme peserta menyebabkan permainan tetap berjalansetelah 3 jam walaupun jumlah peserta berkurang.

Lalu bagaimana hasilnya? Apa tercapai misi Kumpul Online untuk menyambung silaturahmi?

”Mereka antusias saling mengalahkan satu sama lain. Kami sekalian saling kenal dan memperbanyak tali silaturahmi,” kata Adnin yang saat ini kuliah S2 Computer Science di Universität Basel.

Menurut Adnin, tingginya animo para peserta memungkinkan event seperti ini akan diulang lagi di kemudian hari. Selain itu, banyak pelajar yang tidak bisa mengikuti event kemarin meminta acara ini untuk diadakan kembali.

Ketika ditanya tentang reaksi negatif dari netizen, Adnin tidak menampik kemungkinan adanya kritik terhadap acara ini. Namun sejatinya, niat awal acara ini adalah silaturahmi dengan pelajar lain dan tujuan itu tercapai.**

 

 

Ilustrasi: https://pngtree.com/freepng/playing-computer-play-phone-vector_2542588.html

Penulis: Satu Cahaya Langit

Media Strategis
PPI kawasan Amerika-Eropa
Editor: Kartika Restu Susilo

Jangan lewatkan siaran Pilkada dan Pilpres, pada Hari Senin, 22 Januari 2018, bersama Maulana Permana Ajie pukul 10.30 WIB dan Ismail Musyafa Ahmad pukul 11.30 WIB hanya di RRI Voice of Indonesia!

RIYADH - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), melakukan kunjungan kerja ke Riyadh, Arab Saudi. Kunjungan itu diwakili oleh Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI), Henry Yosodiningrat (F-PDIP), M Safrudin Nurhasan Zaidi (F-PKS), Taufiqulhadi (F-Nasdem), dan Lukman Edy (F-PKB).

Setibanya di Bandara King Khalid, Selasa (19/12), rombongan delegasi DPR RI langsung disambut oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebril. Adapun agenda selama di Riyadh di antaranya pertemuan dengan Majelis Syuro (Parlemen) Arab Saudi, KBRI, pekerja migran, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia.

Pertemuan dengan Pekerja Migran Indonesia di Ruhama (Rumah Harapan Mandiri) dan silaturrahim bersama masyarakat Indonesia di KBRI Riyadh menjadi agenda mereka pada Rabu (20/12). Fahri Hamzah menjelaskan bahwa kedatangannya ke Riyadh, Arab Saudi, guna menyosialisasikan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang baru saja disahkan oleh DPR RI pada Oktober 2017 melalui Rapat Paripurna DPR RI. Menurut Fahri, Undang-undang itu sebagai bagian dari perjuangan negara dalam memberikan perlindungan dan kepastian Buruh Migran Indonesia ketika ditempatkan di luar negeri.

 

Kamis (21/12), Fahri Hamzah beserta rombongan melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Parlemen (Majelis Syuro) Kerajaan Arab Saudi di Kompleks Istana Yamamah, Riyadh. Pertemuan itu merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya Ketua Parlemen Arab Saudi melakukan kunjungan resmi ke Parlemen Indonesia, beberapa saat sebelum Raja Salman tiba, Maret 2017.

Malam harinya, Delegasi DPR RI melakukan silaturrahim dengan mahasiswa Indonesia di asrama King Saud University. Fahri Hamzah memberikan beberapa wejangan kepada mahasiswa, di antaranya untuk tidak memikirkan persoalan-persoalan provokatif, tetapi sebaiknya fokus sebagai pelajar yaitu menekuni apa yang sedang dipelajarinya secara mendalam. Byan Aqila Ramadhan sebagai Ketua PPMI Arab Saudi pun tidak mau ketinggalan mengambil kesempatan diskusi itu untuk menyampaikan aspirasi teman-teman dari PPI Timur Tengah mengenai Tenaga Musiman (Temus) Haji yang koutanya dikurangi untuk kalangan mahasiswa.

Diskusi itu diakhiri dengan sesi foto bersama. Sebelum berpamitan, para anggota dewan meminta doa agar Negara Indonesia terus menjadi lebih baik dan bisa menjadi guru bagi negara-negara lain di dunia. Pertemuan dengan mahasiswa menjadi agenda terakhir mereka di Riyadh, sebelum keeseokan harinya melakukan perjalanan ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umroh dan pulang ke Indonesia dari Jeddah.**

Penulis: Ridho Sastrawijaya

Departemen Media PPMI Riyadh
Editor: Kartika Restu Susilo

Jangan lewatkan siaran Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia pada Hari Senin, 11 Desember 2017, bersama Bima C. Bhaskara pukul 10.30 WIB dan M. Ubaidillah pukul 11.30 WIB hanya di RRI Voice of Indonesia!

Rombongan pelajar dan masyarakat Indonesia mengiringi kepulangan Ibu Yuli ke tanah air

 

SPANYOL – Energik, Egaliter dan Terbuka. Itulah kesan kami terhadap Ibu Yuli Mumpuni Widarso yang telah menyelesaikan masa baktinya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Spanyol tahun ini. Beramai-ramai warga negara Indonesia di Madrid, mulai dari pegawai Kedutaan Besar Indonesia (KBRI), Duta Besar negara-negara ASEAN, tenaga kerja Indonesia, sampai pelajar Indonesia di Madrid ikut melepas kepergian beliau di Bandara Internasional Barajas – Madrid pada Kamis siang pukul 13.00 waktu setempat. Tangis haru dan syahdu tak lagi terbendung dan menyelimuti suasana perpisahan dengan beliau di area check in bernomor 155-160.

Sebelumnya, acara perpisahan juga diselenggarakan oleh Kuasa Usaha AD Interim Sementara, Bapak Adi Priyanto satu hari sebelum keberangkatan Ibu Yuli. di Ruang Satya Loka, KBRI Madrid. Pada acara tersebut, semua perwakilan menyampaikan pesan dan kesan kepada Ibu Yuli selama bertugas menjadi Duta Besar Indonesia di Madrid. Idham Badruzaman yang merupakan perwakilan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Spanyol menyampaikan 3 pokok penting dalam sambutannya, yaitu PPI Bernaung, PPI Berkarya dan PPI Berjaya. Di awal kedatangan Ibu Yuli ke Madrid, dukungan luar biasa terus diberikan meskipun jumlah PPI tidak banyak. Hal itu memberikan dampak yang luar biasa terhadap keberlangsungan organisasi PPI dalam naungan beliau di Tanah Matador. Kemudian, dalam setiap kesempatan, PPI selalu dilibatkan sehingga tidak jarang Ibu Yuli memberikan inspirasi bagi pelajar Indonesia untuk berkarya dan berkontribusi untuk Indonesia di perantauan. PPI bisa berjaya terlepas dari keterbatasan dan kekurangan, di antaranya adalah: anggota PPI Spanyol turut aktif dalam organisasi induk PPI, yaitu PPI Amerika dan Eropa dan PPI Dunia. Selain itu, PPI Spanyol akan mencatat sejarah pada Maret 2018 dengan menyelenggarakan Konferensi Internasional pertama (setelah pendiriannya di tahun 2004) yang dihadiri oleh peserta dari lima benua dan ratusan institusi di dunia.

Pukul 13.15 waktu setempat, tampak lima Duta Besar negara-negara ASEAN telah lengkap berkumpul di bandara. Satu persatu menyalami dan memeluk Bu Yuli beberapa saat sebelum pesawat Saudi Arabia Airlines membawanya ke Jakarta. Kelima Duta Besar ini menjadi sangat dekat satu sama lain karena ASEAN Committee Madrid (ACM) di mana Ibu Yuli merupakan salah satu inisiatornya pada tahun 2014. Pasca ACM terbentuk, kelimanya sering kali mengadakan acara bersama untuk bahu-membahu mengenalkan ASEAN secara serentak. Ini barangkali satu dari banyak pencapaian Ibu Yuli sebagai Duta Besar di Spanyol.

Terkesan sangat energik, karena networking yang beliau bangun tidak hanya dalam lingkup ASEAN, mempersatukan negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim juga dilakukannya. Hal ini tentu senada dengan kebijakan pemerintah Indonesia secara umum, selain menjalin hubungan dengan negara-negara di Asia Tenggara dalam wadah ASEAN, Indonesia juga menjalin hubungan yang baik dengan negara-negara bermayoritas penduduk Muslim dalam wadah Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Sebagai seorang Duta Besar, beliau terkenal egaliter dan terbuka di mata masyarakat Indonesia di Spanyol. Tidak jarang warga negara Indonesia di Spanyol diundang dan dijamu baik di KBRI maupun di Wisma Duta Indonesia, rumah dinas beliau sebagai Duta Besar. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi warga negara Indonesia secara khusus, dan Keluarga Cinta Indonesia yang merupakan paguyuban warga negara Indonesia di Spanyol dapat berkembang dengan sangat baik dengan dukungan beliau.

Kami tidak berkata Adios (selamat jalan) karena kami yakin akan kembali bertemu dalam kesempatan berikutnya baik di Indonesia maupun di negara lain. Oleh karena itu, kami memilih berujar Hasta Luego (sampai jumpa lagi) Ibu Yuli. Pengabdianmu selama ini akan terus menginspirasi, memberikan manfaat dan dikenang. Hasta Luego, Ibu Yuli.**

 

Penulis:

Idham Badruzaman adalah mahasiswa doktoral bidang Hubungan Internasional di Universitat Autónoma de Madrid, Penerima Beasiswa LPDP dan ketua PPI Spanyol periode 2012-2014.

Editor: Kartika Restu Susilo

Suasana pertemuan KJRI Jeddah dengan PPMI Madinah

MADINAH - Berlangsung di Villa Ar-Rafif Madinah, KJRI Jeddah dan PPMI mengadakan Temu Mahasiswa dengan pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Madinahpada 16 Oktober 2017. Bertemakan "Diseminasi Keimigrasian dan Kekonsuleran", acara yang dipandu oleh Mumuh Mukhtarudin itu dihadiri sekitar 300 mahasiswa dari berbagai jenjang dan fakultas. Hadir pula beberapa pejabat KJRI Jeddah. Acara itu bertujuan untuk mengenalkan keimigrasian dan kekonsuleran kepada mahasiswa baru, Selain itu, juga menjadi ajang silaturahmi antara KJRI Jeddah dengan para mahasiswa di Universitas Islam Madinah.

Acara dibuka dengan bacaan ayat suci al-qur'an yang dilantunkan Muh. Sulthon Nashira. Dilanjutkan dengan sambutan ketua PPMI Madinah, M. Sidqi Abdurrohman dan Konsul Jendral RI Jeddah, M. Hery Saripudin. Konjen Hery Saripudin mengingatkan mahasiswa bahwa yang menggerakan Indonesia selama ini merupakan kaum muda. Ia berkeyakinan bahwa seluruh mahasiswa yang ada akan memikul tampuk kekuasaan 15-20 tahun mendatang.

Setelah itu, agenda selanjutnya ialah penyerahan data mahasiswa baru kepada KJRI, yang dari Adam Nur Fikri selaku Ketua Penyambutan Mahasiswa Baru kepada Konjen Hery Saripudin. Pada Temu Mahasiswa kali ini, ada pula presentasi tesis ustadz Ariful Bahri, MA., dan presentasi disertasi ustadz DR. Abdullah Roy, MA. Keduanya baru saja menyelesaikan program pendidikan masing-masing di tahun 2017. Tak kalah penting adalah sosialisasi kekonsuleran dan keimigrasian yang disampaikan langsung oleh Ketua Teknis Keimigrasian KJRI Jeddah, Ibnu Ismoyo.

Acara diakhiri dengan makan malam bersama dengan ayam goreng Albaik, menu khas restoran Albaik Arab Saudi.**

 

Penulis: Hamzah

Editor: Kartika Restu Susilo

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menemui masyarakat Indonesia di Jepang

TOKYO, 28 November 2017 – Dalam rangka kunjungan selama dua hari ke Jepang, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyempatkan diri menyapa masyarakat Indonesia yang diadakan Selasa malam di Balai Indonesia Sekolah Republik Indonesia Tokyo.

Diawali makan malam pukul 18:30 waktu setempat, ramah tamah dengan Menteri Enggartiasto dimulai satu jam kemudian. Ikut mendampingi Mendag, hadir jugaDubes Indonesia untuk Jepang, Arifin Tasrif; Utusan Khusus Presiden untuk Jepang, Rachmat Gobel; serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda.

Sebelum hadirin diberi waktu untuk mengajukan pertanyaan, terlebih dahulu Mendag memberikan kata sambutan serta kabar terkini dari Indonesia.Kunjungan Mendag kali ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama perdagangan dengan Jepang, serta meningkatkan potensi ekspor Indonesia ke Jepang. Maka agenda Mendag di Negeri Sakura ialah melakukan pertemuan dengan perusahaan ternama Jepang semisal Toyota dan Aeon. Kemudian ada juga acara forum bisnis yang diperantai oleh JETRO (Japan External Trade Organization). Pada forum itu ada sekitar 20 perusahaan Indonesia yang mencari peluang ekspor dengan perusahaan-perusahaan Jepang. Mendag juga akan hadir pada forum bisnis itu sebagai pembicara.

 

Pertumbuhan Ekonomi

Melihat angka-angka pertumbuhan Indonesia, terjadi perbaikan yang berarti pada triwulan pertama tahun 2017. Terdapat peningkatan dari 4,9% (triwulan akhir 2016) menjadi 5,0%, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai angka 5,3% pada tahun 2018. Peningkatan itu sesuai dengan visi pemerintahan yang terus-menerus memperbaiki lingkungan penanaman modal asing, menjaga inflasi tetap rendah, dan menguatkan daya beli masyarakat. Pemerintah memang berupaya menahan laju inflasi agar daya beli masyarakat tidak menurun. Target pemerintah adalah menahan angka inflasi agar dapat berada di bawah 3,5%.

Bonus demografi Indonesia juga tidak boleh dilupakan. Di saat negara-negara seperti Jepang mendapat ancaman kekurangan penduduk yang produktif, Indonesia masih memiliki jumlah penduduk yang mumpuni untuk bersaing. Tentunya apabila tidak dibarengi dengan perbaikan, tidak akan tercapai tujuan untuk meningkatkan daya saing masyarakat.

Cara-cara yang saat ini digalakkan pemerintah antara lain pembangunan jalan dan BBM satu harga. Seperti yang diketahui, belum lama ini presiden Joko Widodo memberlakukan BBM satu harga dari ujung timur hingga ujung barat. Dikarenakan ketergantungan yang tinggi pada BBM, mahalnya harga BBM juga akan mempengaruhi hal-hal lain semisal harga barang, ongkos transportasi. Dengan BBM satu harga, diharapkan harga-harga kebutuhan masyarakat dapat ditekan agar lebih terjangkau. Sementara pembangunan jalan juga akan memudahkan masyarakat untuk berpindah dan mempercepat arus perubahan. Tidak hanya di pulau Jawa, jalan-jalan negara juga akan dikebut di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua.

 

Impor Bumbu

Hal menarik disampaikan Mendag mengenai tarif khusus bumbu Indonesia yang akan diimpor ke Jepang. Sebelumnya Dubes Arifin Tasrif memang pernah berdiskusi dengan Mendag mengenai hal ini, agar para pemilik restoran atau toko bisa memperoleh bumbu dengan harga lebih murah sehingga bisa dijual dengan harga terjangkau kepada masyarakat Indonesia di Jepang.

Skemanya memang belum dibicarakan lebih jelas. Namun, “mungkin kita akan minta Garuda Indonesia kalua bisa memberikan tarif khusus bagi bumbu Indonesia yang mau impor ke Jepang,” ujar Mendag. Tentunya apabila benar-benar terjadi, itu adalah kabar baik bagi seluruh masyarakat Indonesia di Jepang yang ingin melepas rasa kangen dengan harga yang lebih terjangkau.

 

Potensi Ekspor

Beberapa pertanyaan dari para hadirin sempat menyinggung tentang peluang Indonesia sebagai eksportir makanan halal di Jepang. Menurut Mendag, makanan halal adalah makanan sehat, dan makanan sehat sedang menjadi primadona di kalangan masyarakat saat ini. Oleh karena itu, peluang Indonesia menjadi eksportir makanan halal masih terbuka.

Bagi masyarakat muslim di Jepang tentunya paham sulitnya mencari makanan halal untuk dikonsumsi. Mendag berupaya untuk memperbanyak jumlah restoran bersertifikasi halal di Jepang dibantu oleh Dubes Arifin Tasrif. Mendag yakin bahwa restoran bersertifikasi halal akan ramai dikunjungi, tidak hanya oleh masyarakat muslim, tapi juga orang-orang yang mencari makanan yang nikmat namun juga aman bagi kesehatan dan bergizi.

Kopi Indonesia juga berpeluang menjadi primadona di Jepang. Saat ini memang tren konsumsi kopi sebagai gaya hidup sedang melanda banyak negara, tidak terkecuali Indonesia dan Jepang. Dengan menjamurnya café-café artisan, beragam teknik menyeduh kopi, bahkan hingga film “Filosofi Kopi” yang diangkat dari novel berjudul sama karya Dewi Lestari, gelombang dari tren ini dapat disebut luar biasa besar. Kini kopi tidak lagi dipandang sebagai minuman orang tua, tetapi juga dipandang sebagai minuman anak muda. Di Jepang, kopi dapat dengan mudah didapat; dari kedai kopi ataupun dari mesin penjual otomatis. Bahkan konsumsi teh hijau, yang menjadi produk kenamaan terus menurun tergerus kopi. Mendag melihat ini sebagai peluang, dan berharap kopi Indonesia dapat menjadi sorotan bagi penikmat kopi di Jepang.**

 

Penulis: Theodorus Alvin

Editor: Kartika Restu Susilo

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920