logo ppid

PPMI Mesir – Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. yang dilaksanakan berkat kerja sama antara PPMI Mesir dan Sahah Indonesia pada Kamis (8/12) merupakan kegiatan akbar tahunan bagi Mahasiswa setempat. Acara ini dilaksanakan di auditorium Shalah Kamil, Hay Sadis, Kairo.

img-20161210-wa0009

Para Ulama saat memberikan ceramah dan sambutan. (Sumber foto: Adam)

Peringatan yang diisi dengan qasidah, shalawatan, dan ceramah keagamaan ini menghadirkan beberapa ulama ternama di Mesir sebagai upaya memeriahkan kegiatan tersebut. Prof. Dr. Muhammad Mahmud Abu Hasyim Al-Huseini (Wakil Rektor Universitas Al-Azhar), Prof. Dr. Jamal Faruq Ad-Daqqoq Al-Hasani (Dekan Fakultas Dakwah Universitas Al-Azhar), Prof. Dr. Fathi Abdurrahman Hijazi (Ulama Azhar), Dr. Usamah Sayyid Azhari (Penasehat Presiden Republik Arab Mesir), Dr. Hisyam Al-Kamil Al-Hamid (Ulama Azhar) adalah ulama-ulama yang duduk di bangku utama untuk mengisi peringatan maulid nabi besar umat Islam ini.

 

Selain ceramah agama dari ulama yang turut hadir, perayaan ini juga dimeriahkan oleh grup nasyid Syekh Abdul Qodir Mar'asyli dari Syria. Kemeriahan dan esensi yang apik dari kegiatan ini mampu menghadirkan lebih dari 1200 massa yang hadir.

Menurut Presiden PPMI Mesir Ahmad Baihaqi Maskum bahwasanya acara ini mengingatkan akan tugas umat Islam sebagai pelaksana untuk melanjutkan misi Nabi Muhammad Saw. sebagai contoh dalam setiap langkah juga sebagai tombak sebenar-benarnya cara untuk berdakwah serta menggapai ridho Allah Swt.

"Baik misi vertikal sebagai hamba terhadap Tuhannya, mengajak manusia agar hanya beribadah kepada Allah SWT, maupun misi horizontal sebagai khalifah penerus misi nabi, mengajak umat agar memanusiakan manusia, dan agar mengerti fungsi hidupnya sebagai subyek perubahan ke arah kemajuan," Paparnya.

img-20161211-wa0012

Peserta kegiatan dan antusiasnya terhadap ceramah dan uraian yang disampaikan oleh pasa Ulama. (Sumber foto: Adam)

Ziaul Haq selaku penanggung jawab Sahah Indonesia menyatakan bahwa tujuan perayaan ini sebagai bukti penting menaruh kecintaan kepada Rasulullah Saw. "Tentu mahabbah terhadap ahlul bait rosulillah dan masyayikh kibar al-Azhar. Juga silaturahim kepada warga Indonesia dalam majelis shalawat Kanjeng Nabi Muhammad Saw.," jelasnya.

Ia juga mengharapkan agar jiwa masyarakat selalu dekat dan tak lupa dengan baginda Rasulullah Saw. dalam segala aktivitas sehari-hari. "Semoga Nur (cahaya) Muhammadiyah selalu bersama kita dalam setiap langkah, berbagai taklim dan apapun kebaikan yang kita lakukan," tambahnya. (ADB/AA)

PPMI Arab Saudi - KBRI Riyadh bekerjasama dengan PPMI Riyadh dan Sekolah Indonesia yang berada di Arab Saudi pada hari Sabtu lalu (3/12) melaksanakan Olimpiade Matematika antar sekolah Indonesia yang berada di Arab Saudi. Sekolah tersebut antara lain Sekolah Indonesia Riyadh, Sekolah Indonesia Jeddah, Sekolah Indonesia Makkah dan Program Kejar Paket yang berada di kota Madinah.

Program ini adalah program tahunan yang dilaksanakan berkat kerjasama antara KBRI Riyadh dan seluruh sekolah Indonesia di Arab Saudi. Sejumlah 51 orang siswa dan siswi turut mengikuti olimpiade pada tahun ini. Acara serentak dilaksanakan di sekolah masing-masing kota, dimulai pada pukul 09.00 WSA hingga pukul 11.00 WSA.

Usai pelaksanaan shalat zuhur, para peserta telah menerima pengumuman para pemenang dari juara 1 hingga juara 3 yang dibagi berdasarkan kategori jenjang studi yaitu SD, SMP dan SMA. Tak hanya olimpiade, para guru di Sekolah Indonesia Makkah dan Program Kejar Paket Madinah pun melaksanakan pelatihan yang diarahkan oleh utusan yang berasal dari Riyadh Fuad Asnawi, S.Pd di Makkah dan Siswanto di Madinah.

Berikut adalah nama-nama peserta yang berhasil meraih juara:

  1. Kategori SD

Juara 1, atas nama: Muhammad Malik (Sekolah Indonesia Makkah) dengan poin 58
Juara 2, atas nama: Muhammad Faiz (Sekolah Indonesia Jeddah) dengan poin 54
Juara 3, atas nama: Muhammad (Sekolah Indonesia Riyadh) dengan poin 38

  1. Kategori SMP

Juara 1, atas nama: Vincent (Sekolah Indonesia Riyadh) dengan poin 68
Juara 2, atas nama: Zayyan Rahmadi (Sekolah Indonesia Makkah) dengan poin 59
Juara 3, atas nama: Eric Jaya (Sekolah Indonesia Riyadh) dengan poin 58

  1. Kategori SMA

Juara 1, atas nama: Aisyah Aulia (Sekolah Indonesia Riyadh) dengan poin 48
Juara 2, atas nama: Ismail (Sekolah Indonesia Riyadh) dengan poin 46
Juara 3, atas nama: Tyandwi (Kejar Paket Madinah) dengan poin 45

PPMI Arab Saudi mengucapkan Barakallah lakum dan selamat kepada para pemenang. Tetap semangat bagi yang belum berkesempatan untuk meraih juara, semoga Allah memberikan jalan yang lebih baik atas hasil yang didapat. Semoga apa yang dicapai dapat bermanfaat, baik bagi peserta maupun bagi bangsa dan agama. (BAR/AA)

Galeri:

img-20161208-wa0013 img-20161208-wa0011

PPI Yaman – Ketua PPI Yaman M. Abdul Muhith resmi meluncurkan Antologi Inspiratif “Risalah Negeri Saba” di Qastil Fales kota Sewun. Antologi ini merupakan kumpulan 50 naskah terbaik hasil Sayembara Cerita Mini (SCM) se-Timur Tengah dan Afrika yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman dari tanggal 15 April sampai 15 Juni lalu. Sayembara ini diiukit oleh 7 negara Timur Tengah diantaranya: Yaman, Mesir, Yordania, Maroko, Lebanon, Libya dan Turki. “Memperteguh Moralitas Bangsa Melalui Sastra” adalah tema yang diangkat pada sayembara ini dengan Pipiet Senja yang didaulat sebagai dewan juri.

Konflik yang ada di negara Timur Tengah & Afrika (Arab Spring) khususnya Yaman, tidak dapat menyusutkan semangat para pelajar untuk menulis. Antologi Inspiratif ini merupakan salah satu kontribusi dalam dunia literasi dan sastra. Antologi ini diharapkan mampu melecutkan inspirasi anak bangsa yang kini mengalami degradasi oleh perkembangan globlal.

“Hadirnya antologi “Risalah Negeri Saba” bak oase segar di tengah-tengah dahaga gurun pasir yang mana setiap harinya dijejali berita politik, konflik, kekerasan, dan berbagai macam kriminalitas serta berita yang tidak mendidik lainnya. Risalah Negeri Saba’ juga akan kita sebarluaskan ke PPI sedunia dengan harapan besar bisa menjadi inspirasi mereka yang masih belum berkarya,” tutur Ketua PPI Yaman.

Acara peluncuran ini merupakan rentetan dari kegiatan rihlah ilmiah yang digawangi oleh Departemen Seni dan Budaya PPI Hadhramaut dengan destinasi terakhir adalah Kastil Fales. Setelah sebelumnya sekitar 60 peserta rihlah diajak berpetualang ke Istana al-Katiri dan Qubah al-Habsy pengarang maulid Simtud Durar. (A-PPIY/AA)

 

Galeri:

dsc_1045-lebar-max-2400-tinggi-max-1800-1 dsc_1002-lebar-max-2400-tinggi-max-1800 dsc_0982-lebar-max-2400-tinggi-max-1800 1-1-lebar-max-2400-tinggi-max-1800

PPI Sudan - Departemen Olahraga Persatuan Pelajar Indonesia di Sudan (DEPORA PPI Sudan) berhasil mengadakan Indonesian Futsal Cup (IFC) 2016 yang berlangsung selama 10 hari. Kegiatan ini digelar di Khartoum, Sudan.

Kegiatan yang dibuka sejak (11/11) dan berakhir pada tanggal 20 November 2016 ini dilaksanakan tidak bertepatan dengan waktu kuliah. Hal tersebut ditujukan agar aktifitas studi warga negara Indonesia di Sudan yang sebagian besarnya merupakan mahasiswa tidak terganggu.

10 tim ikut berpartisipasi dalam ajang kali ini. Warung Bambu FC keluar sebagai juara pertandingan dengan hasil sengit melalui drama adu pinalti melawan Saboora FC.

Ghiffari Arridlo selaku ketua pelaksana mengaku gembira dapat mengadakan IFC di Sudan. Selain bertujuan untuk mempererat silaturrahim antar warga negara Indonesia di Sudan, ajang ini juga mewadahi minat dan kratifitas warga negara Indonesia yang ada di Sudan.

"Alhamdulillah, kami merasa senang bisa mengadakan acara seperti ini, meski terdapat banyak kendala dalam pelaksanaanya. Semoga acara ini bisa terus diadakan PPI setiap tahunnya," papar mahasiswa International University of Africa itu. (FA/AA)


Galeri:

img-20161121-wa0021 img-20161121-wa0022 img-20161121-wa0023 img-20161121-wa0024 img-20161121-wa0025 img-20161121-wa0026 img-20161121-wa0027 img-20161121-wa0028 img-20161121-wa0029 img-20161121-wa0030 img-20161121-wa0031

Lama dinanti, akhirnya datang juga, bak pepatah "pucuk dicinta ulam pun tiba". Siswa dan mahasiswa dari penjuru Indonesia menyimpan banyak pertanyaan dan pensaran, "Bagaimana sih mendapatkan beasiswa untuk menempuh studi di luar negeri?". Coba bayangkan, ada puluhan ribu mahasiswa Indonesia di luar negeri, ribuan diantaranya menerima beasiswa, pasti ada dong yang mau memberikan bocoran.

Simak siaran perdana antara PPI Dunia dan Radio PPI Dunia dalam "Berburu Beasiswa" bersama Noor Titan Hartono. So, focus and stay tuned!

Tambahan:

Beliau adalah mahasiswa lulusan sarjana dan master di bidang mekanika dari MIT. Penerima beasiswa Davis United World College.

 

img-20161009-wa0000

"Apa yang menarik dari batik bagi orang sana?" tanya penyiar RRI. "Motifnya. Sehingga tidak hanya dibuat pakaian saja tapi bisa berbentuk souvenir, seperti: gantungan kunci, hiasan dinding, dan lainnya," santai Amelia Putri.

Sebuah bincang santai pada siaran Kampung Halaman "Aloen-aloen 2016; Pesta Rakyat Ala Indonesia di Montreal, Kanada" oleh Amelia Putri di RRI Pro3 88.8 FM, Minggu (25/9) pukul 21.20 WIB berlangsung sukses.

Event budaya tahunan yang digalakkan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Kanada (Permika), khususnya Montreal dengan menyuguhkan segala sesuatu tentang Indonesia. Tidak salah lagi, Etnik Indonesia benar-benar sangat unik, apalagi dapat dipamerkan di salah satu kota di Kanada ini. "Masyarakat Kanada khususnya Montreal termasuk orang-orang yang menjunjung tinggi yang namanya culture," papar Amelia yang biasa disapa Amey.

Mahasiswi Master of Air and Space Law, McGill Universty ini sangat gembira melihat antusias masyarakat Kanada dalam memeriahkan festival Indonesia tersebut. Festival yang bertujuan untuk ajang promosi budaya Indonesia ini, sekaligus juga menjadi tempat silaturahmi dan meeting point antara WNI dan masyarakat Kanada.

Event ini bukan hanya sekadar menayangkan kebudayaan saja, melainkan juga menyajikan makanan dan jajanan khas Indonesia. Adapun pertunjukkan budayanya, seperti: tarian daerah, keroncong, dangdut, workshop wayang kulit, dan tersedia pula bazar merchandise batik, topeng, perhiasan dan lain-lain.

Tempe yang menjadi makanan asli Indonesia pun tak terlewatkan menjadi bahan pertanyaan oleh RRI, "Di sini untuk tempe susah, adanya ibu-ibu Indonesia yang membuat nasi kuning, sate, risol, dll. Kawan-kawan Permika juga turut memasak," jawab Amelia soal tempe tadi. Menurut Amelia, ia mengharapkan kegiatan ini dapat menunjukkan eksistensi masyarakat Indonesia, terutama para pelajarnya yang sedang menuntut ilmu di Kanada; bahwa ia dan kawan-kawannya tidak lupa terhadap tanah air dan budaya bangsa ibunya.

Selain itu mereka berharap agar masyarakat asing dapat mengenal lebih dekat tentang Indonesia, tidak hanya melihat keindahan pariwisatanya, tetapi juga mencicipi langsung kuliner khasnya dan merasakan interaksi langsung dengan masyarakat Indonesia di Kanada. (ADB/AA)

img-20161002-wa0007

Pasti akrab dengan nama "Wonderful Indonesia"? Kegiatan yang selalu tampil dengan kemolekan nusantara. Wonderful Indonesia menjajakan keindahan bangsa maritin ini bukan hanya dari Sabang sampai Merauke, melainkan melebarkan sayapnya pula ke manca negara. Kali ini, Wonderful Indonesia menyapa Kazan, Rusia. Kegiatan ini diadakan oleh PERMIRA (PPI Rusia) bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata pada tanggal 14 Oktober 2016 mendatang.

Mau tahu bagaimana persiapan dan model penyajiannya? Simak pembahasannya oleh Muhammad Alwi Ramadhan di RRI Voice of Indonesia! Siaran eksklusif, loh 😀 So, focus and stay tuned!

img-20161001-wa0012

Sejak 1992, penyakit jantung koroner (PJK) menjadi penyebab kematian pertama di Indonesia. Bahkan, semakin lama penderitanya pun semakin muda. Hal itu diungkapkan oleh spesialis jantung RSUD dr. Soetomo Prof. Dr. dr. Rochmad Romdoni, Sp.PD. Sp.JP(K). dalam rangka Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap 29 September.

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tersebut menerangkan bahwa setiap harinya selalu ada pasien baru yang didiagnosis terkena penyakit jantung koroner (PJK) di RSUD dr. Soetomo. "Setiap hari bisa ada hingga 20 pasien baru, dan ini bukanlah berita baik," ujar dokter yang akrab disapa Romdoni tersebut.

PJK memang menjadi momok ditengah-tengah gaya hidup masyarakat kita yang buruk. Sayangnya, berita yang tak baik ini masih menjadi kabar yang biasa. "Coba ingat, apa biasa mendengar kabar seseorang meninggal karena serangan jantung? Seharusnya, hal itu dapat menjadi peringatan supaya kita berhati-hati menjaga kesehatan jantung," ujarnya.

"Padahal," lanjut Romdoni, "PJK mempunyai faktor resiko yang lebih banyak dapat dirubah daripada faktor resiko yang tidak bisa dirubah. Faktor resiko yang dapat dirubah dan dicegah diantaranya adalah merokok, kolestrol, kontrol tekanan dan kadar gula darah, stres, faktor psikososial, dan obesitas. Semua faktor resiko di atas sejatinya dapat dikendalikan. Misalnya, dengan tidak merokok, menghindari stres, dan mengkonsumsi makanan yang sehat."

Sedangkan risks factor (faktor resiko) yang tidak dapat dirubah hanyalah riwayat keturunan, usia, ras, dan gender. Semakin tua usia memang semakin tinggi faktor resiko mengidap suatu penyakit. Sedangkan gender, Romdoni tidak menampik laki-laki lebih beresiko mengidap PJK. Hal ini berkaitan dengan hormon estrogen yang dimiliki perempuan. "Jadi, ketika perempuan memasuki menopause faktor resikonya akan sama dengan laki-laki, karena sudah tidak memproduksi hormon estrogen lagi," tegasnya.

Kerusakan otot jantung merupakan faktor diidap PJK. Hal ini disebabkan oleh terhentinya pasokan darah akibat satu atau lebih pembuluh darah koroner tersumbat dengan gumpalan darah. "Yang perlu diketahui, serangan jantung sering terjadi pada pukul 04.00 sampai 10.00 wib," ujar mantan direktur RSU Haji tersebut. Penyebabnya, karena di pagi hari jumlah adrenalin yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal akan lebih tinggi. Itu dapat memicu pecahnya lesi aterosklrosis atau plak yang menyumbat.

Romdoni sangat menganjurkan semua orang untuk aware terhadap kondisinya. Khususnya, apabila telah merasakan sakit di bagian dada harus segera melakukan deteksi dini. Bila penyumbatannya masih 50 persen, masih dapat diberi obat-obatan. Namun, bila penyumbatannya mencapai 70 persen harus melakukan pemasangan ring jantung.

Naasnya, usia pasien penderita PJK semakin muda. Pasien termuda yang pernah ditangani Romdoni berusia 22 tahun. "Rupanya pasien saya itu adalah perokok berat. Jadi, tidak peduli muda atau tua harus menjauhi faktor resiko yang dapat dicegah," ucapnya. (DLA/AA)

2 Oktober adalah hari peringatan internasional dari gerakan non-kekerasan atau yang akrab dengan sebutan "International Day of Non Violence". Peringatan hari ini dinisbatkan kepada hari lahir Mahatma Gandhi, pemimpin gerakan kemerdekaan India dengan mempelopori filsafat dan strategi non-kekerasan.

Peringatan hari ini memberikan kesempatan untuk menyebarkan pesan non-kekerasan, termasuk melalui pendidikan dan kesadaran kepada masyarakat. Resolusi itu menegaskan kembali "prinsip non-kekerasan universal" untuk mengamalkan budaya damai dan saling toleransi.

Kali ini PPI Dunia bersama dengan RRI Voice of Indonesia menjadi lidah untuk menyampaikan berita dan pesan hangat tersebut. Media Wahyusi Askar dari PPI UK dan Adam Dwi Baskoro dari PPMI Mesir siap menemani anda dalam siaran kali ini. So, focus and stay tuned!

img-20160927-wa0010

Kehidupan yang aman bagi suatu komunitas masyarakat merupakan hal yang sangat diperlukan dalam bernegara. Tingkat keceriaan dan keamanan tersebut dapat diukur melalui hubungan antara pemerintah dan masyarakatnya. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa pemerintah merupakan salah satu faktor utama yang menunjang keceriaan dan keamanan masyarakat.

Pada hari Ahad, 18 September 2016 lalu RRI Pro3 dalam siaran Kampung Halamannya mengadakan interviu bersama Hidayatullah Negarawan El Islami, salah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh kuliah jurusan Bisnis Administrasi di University of the Immaculate Conception, Filipina. Topik yang dibincangkan seputar “Rahasia Keceriaan Masyarakat Filipina”.

“Selamat datang di kota teraman di dunia”. Sebuah ungkapan yang dikemukakan oleh presiden Filipina, Rodgrigo Duterte yang sebelumnya sempat menjabat sebagai walikota Davao City, Filipina. Beliau telah membuat kebijakan-kebijakan yang tegas dalam menanggulangi kriminalitas. Hidayat merasakan reaksi positif dari masyarakat Filipina atas kebijakan tersebut. "Melihat Duterte memimpin, semenjak menjadi walikota Davao hingga presiden Filipina, beliau menerapkan cara yang sama. Bedanya adalah sekarang kebijakannya lebih meluas dan ekstrem. Semasa Duterte menjadi walikota, masyarakat justru tidak ada yang mengecam sebab kebijakannya sangat protect terhadap kriminal," jelas Hidayat.

Salah satu tindak kriminal utama yang dibasmi secara keras adalah Narkotika. Tidak tanggung-tanggung, pemberantasannya dilakukan dengan cara menghukum mati para krimiminalis dalam kejahatan di atas. Tentunya, kebijakan ini tidak lepas dari kritik dan ketidaksetujuan pihak luar. "Mayoritas masyarakat Filipina setuju. Walaupun agak ekstrem, negara ini dapat terlindungi dari narkoba. Sebagai bukti, presiden Filipina telah memecat enam jenderal yang telah membacking para pengedar narkoba dan juga beberapa Mayor. Selain itu, ada sekitar 700 ribu orang yang menyerahkan diri," jelasnya.

"Angka kriminalitas menurun drastis. Masyarakat Duterte akan berpikir dua kali melakukan sebelum aksi kriminal saking takutnya," tambah Hidayat saat ditanya soal dampak yang terjadi pada masyarakat atas kebijakan tegas tersebut.

Mewujudkan suatu negara yang aman dibarengi dengan keceriaan dari masyarakat tidaklah mudah. Apalagi di era globalisasi ini, tindak kejahatan menyelinap di antara para pejabat dan masyarakat. Selain itu, sistem teknologi dan informasi yang canggih juga dapat memberi kemudahan dalam melakukan tindak kriminal. Maka, keamanan masyarakat berada pada prioritas pertama bagi pemerintah. (AD/AA)

img-20160921-wa0002

 

Copyright © 2021 PPI Dunia
All rights reserved
Mayapada Tower 1, Lt.19, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 28
Jakarta Selatan 12920