Lika Liku Long Distance Relationship Pelajar Indonesia di Luar Negeri

  •   
  •   

Dikarenakan satu dan lain hal, terkadang hubungan asmara pun harus terpisahkan dengan jarak. Long distance relationship (LDR) atau hubungan asmara jarak jauh pun kerap kali menjadi sebuah solusi untuk tetap mempertahankan hubungan, baik itu masih dalam tahap pacaran, kenalan, ataupun sudah menikah.

Kalau di Indonesia sendiri, mungkin hubungannya hanya terpisahkan dengan jarak. Tetapi, bagi para pelajar Indonesia di luar negeri hal ini bisa terpisahkan dengan perbedaan waktu pula, mulai dari perbedaan waktu setengah hari hingga satu hari penuh. Hal ini pun terkadang bisa berakibat pada putusnya hubungan atau sebaliknya memotivasi pasangan untuk kuliah di luar negeri juga. Nah bagaimana para pelajar Indonesia di luar negeri dapat tetap mempertahankan hubungan asmaranya dengan menggunakan media yang sudah ada sekarang?

Artikel dari Pusat Informasi Kemahasiswaan Pusdatin PPI Dunia 2019/2020 kali ini akan membahas suka duka LDR yang disertai dengan tips-tips yang dapat membantu teman-teman dalam mempertahankan hubungan asmara jarak jauhnya. Kami ucapkan terima kasih kepada beberapa narasumber yang sudah mau membagikan ceritanya, antara lain: Kak Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha dan istrinya Kak Tira Kurnia Saputri yang sedang kuliah bersama di National Chiao Tung University di Taiwan, serta Kak Fatma di Universiti Malaya di Malaysia.

  1. Niat atau komitmen

Sebelum memulai sesuatu, pasti kita mempunyai niat atau motivasi tersendiri. Nah begitu juga dengan LDR. Sebelum memulai LDR, luruskan dan diskusikan bersama dahulu niat LDRnya. Apakah LDR harus ditempuh karena pilihan kuliah atau karena alasan lainnya? Apakah niatnya benar-benar ingin melanjutkan hubungan atau ada niat yang lainnya? Kemudian, perlu juga didiskusikan lebih lanjut terhadap komitmen hubungan tersebut, seperti hal-hal yang diekspektasi dari tiap pasangan, baik dalam komunikasi atau kepercayaan satu sama lain. Salah satu tips yang dibagi oleh narasumber kami adalah ia memulainya dengan kalimat “May I trust you?”. Karena menurutnya, “kita selalu akan bisa menyayangi orang yang kita percaya, tapi belum tentu bisa mempercayai orang yang kita sayang”. Jadi, kepercayaan merupakan kunci pertama yang paling penting dalam menjalankan hubungan LDR

2. Komunikasi

Komunikasi merupakan aspek yang berperan penting dalam langgengnya hubungan LDR. Banyak hubungan LDR yang putus karena komunikasi tidak berjalan baik. Tetapi banyak juga hubungan LDR yang langgeng karena terjalinnya komunikasi yang sehat antara kedua belah pihak. Komunikasi yang sehat melibatkan pendengaran secara aktif, menunjukkan rasa empati, dan dapat mengutarakan semua hal baik yang postif maupun negatif.

Meskipun memang komunikasi bisa dalam bentuk apapun, tetapi tetap menyempatkan untuk telepon secara langsung dan rutin. Selain itu, selalu menyempatkan waktu untuk membalas pesan-pesan dia. Nah penting juga untuk tahu apakah pasangan kita merupakan tipe yang membutuhkan perhatian secara intens atau secukupnya saja. Karena, tiap orang bisa berbeda-beda. Hal ini harus didiskusikan terlebih dahulu di langkah pertama, yaitu komitmen.

Ada beberapa pasangan yang harus selalu berkomunikasi secara intens untuk menunjukkan rasa kepercayaannya. Ada juga yang berkomunikasi secukupnya saja minimal sehari sekali untuk menunjukkan rasa kepercayaannya. Untuk pasangan yang sudah menikah, penting juga untuk menyempatkan waktu untuk berbicara dengan anak-anaknya, meskipun harus mengorbankan waktu tidur dikarenakan perbedaan waktu. Nah kalau pada satu poin komunikasi terbuka mengakibatkan amarah baik dari salahsatu atau kedua pihak, lebih baik untuk tidak berkomunikasi dahulu selama satu atau dua hari.

Kemudian, berkomunikasi lagi dengan kepala dingin dan mencari duduk permasalahan serta solusinya bersama-sama. Karena, ketika kita sedang marah, maka diri kita hanya diselimuti oleh pikiran-pikiran negatif yang dapat membahayakan hubungan. Tetapi, penting juga untuk dicatat bahwa apapun masalahnya yang memicu amarah tetap diobrolin dan tidak ditaruh dan dilupakan begitu saja.

3. Meminimalisir baper dan toksik-toksik lainnya

 Baper atau bawa perasaan memang merupakan sebuah emosi yang wajar yang dialami setiap manusia, tidak memandang dari gendre. Namun, untuk menjaga hubungan dengan si doi, perlu banget buat kita menjaga emosi baper ini. Jangan sampai ke-baper-an kita membuat kita tidak dapat berpikir jernih dan merusak hubungan percintaan kita. Selain itu, toksik-toksik lainnya seperti cemburu yang berlebihan atau overprotective juga dapat menyebabkan hubungan cepat kandas. Solusinya, tiap individu harus bisa berpikir secara objektif dan menahan diri jika sedang terbawa emosi. Seperti yang sudah disarankan di atas, ada baiknya kita meredakan emosi kita terlebih dahulu, kemudian memecahkan masalahnya bersama pasangan kita dengan kepala dingin.

4. Saling memahami akan kehidupannya masing-masing

Ketika sedang LDR, penting juga untuk kita bisa saling memahami akan kehidupan sehari-harinya pasangan kita. Tidak dapat dipungkiri, bahwa waktu sibuk itu pasti selalu ada, entah karena sibuk sedang persiapan ujian, menulis tugas akhir, atau sibuk kerja part-time. Nah untuk menghindari keretakan hubungan percintaan, sebaiknya kita dapat saling mengetahui dan menghargai agenda masing-masing. Hal ini juga dapat meningkatkan rasa assurance kita terhadap pasangan kita.

5. Mengagendakan untuk bertemu secara langsung dan rutin

Pacaran jarak jauh bukan berarti tidak bertemu sama sekali. Untungnya, kita semua sudah memasuki era digital, sehingga kita dapat bertatap muka secara virtual dengan pasangan kita dimana dan kapan saja. Namun begitu, bukan berarti video chatting dapat menggantikan pertemuan fisik kita. Meskipun terhambat di ongkos pulang atau waktu, setidaknya sempatkan untuk dapat bertemu secara langsung dan rutin. Dengan bertatap muka secara langsung, energi yang kita dapatkan dari pasangan kita pun berbeda. Terlebih, hal ini dapat merekatkan hubungan kita dengan si doi.

Sekian tips dari Pusat Informasi Kemahasiswaan PPI Dunia 2019/2020 mengenai lika liku long distance relationship pelajar indonesia di luar negeri. Terima kasih kepada para narasumber atas masukan-masukannya. Jika teman-teman mempunyai saran, kritik, atau ide tips lainnya, teman-teman dapat mengirimkan kami email ke pusdatin@ppi.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.