Living Abroad – Arab Saudi

  •   
  •   

Banyak fakta-fakta menarik yang sering kita dengar mengenai suatu negara tertentu. Tapi bagaimana opini pelajar Indonesia yang sedang kuliah di negara tersebut memandang dan mengalami fakta-fakta unik ini?

Dengan program kerja “Living Abroad”, tim Pusat Informasi Umum PPI Dunia 2019/2020 tiap bulannya akan membagikan fakta unik tentang sebuah negara yang dilengkapi dengan opini mahasiswa Indonesia di negara tersebut.

Setelah artikel tentang Brunei Darussalam dan Finlandia rilis, kali ini negara Arab Saudi akan dibahas. Sumber opini yang terpapar di artikel ini adalah Ka Adam Prabowo jurusan S1 Medical Applied Science di Universitas Sulaiman Alrajhi dan Ka Maysarah Zaid Abdurahman jurusan S1 English Language di Universitas King Abdulaziz.

  1. Sumber minyak bumi

Sumber minyak bumi di Kerajaan Arab Saudi ditemukan tanggal 29 Mei 1938. Sejak saat itu Kerajaan Arab Saudi mulai menopang perekonomiannya dengan hasil bumi tersebut. Berdasarkan list yang direlease oleh The World Factbook, Kerajaan Arab Saudi menduduki peringkat pertama dalam mengekspor minyak bumi (8,3 juta bbl/day). Dengan diadakannya visi Saudi 2030, tertanggal 25 April 2016 maka ketergantungan terhadap minyak bumi pun beralih kepada sektor-sektor lainnya.

2. Daerah gurun

85% dari wilayah negara Arab Saudi merupakan gurun. Negara ini tidak memiliki sungai, namun memiliki beberapa lembah.

3. Penduduk mayoritas Muslim

Penduduk Saudi mayoritas beragama Islam. Bagi non muslim yang ingin berkunjung, menetap atau bekerja di Saudi tetap diperbolehkan dengan aturan yang telah ditetapkan. Namun demikian, sesuai ajaran agama Islam dan peraturan pemerintah setempat, memang non muslim tidak boleh memasuki daerah haramain yaitu Mekkah dan Madinah.

4. Julukan “Pelayan Dua Kota Suci”

Nama ini sudah ada dari awal sebelum mulainya kerajaan Arab Saudi, dari Salahuddin Al-Ayyubi (589 hijriyah). Julukan ini juga pernah disandangkan kepada Sultan Selim I dari Dinasti Ottoman antara tahun 1512 hingga 1520. Penyematan nama “Pelayan Dua Kota Suci” kemudian dilanjutkan di pemerintahan Raja Faishal yang memerintah antara tahun 1964-1975 yang kemudian diteruskan kepada raja-raja setelah beliau, termasuk Raja Fahad bin Abdulaziz 1986 – 2005. 

5. Robot berkewarganegaraan Saudi

Robot bernama Sophia yang diproduksi oleh Hongkong pada Oktober 2017 diberikan kewarganegaraan Saudi.

6. Aturan mengendrai mobil untuk wanita

26 September 2017, Raja Salman memutuskan bahwa kaum wanita akan bisa mengendarai mobil dengan beberapa catatan. Kemudian pada bulan Juni 2018, setelah melakukan percobaan dan pembelajaran yang panjang, akhirnya kaum wanita diperbolehkan untuk mengendarai mobil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.