Intip Biografi Singkat BJ Habibie

  •   
  •   

Latar Belakang

  • Nama Lengkap : Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Tempat Tanggal Lahir : Pare-Pare, 25 Juni 1936
  • Meninggal : 11 September 2019
  • Sebab : Gagal Jantung

Pendidikan

  • SD: SD Pare-Pare
  • SMP: SMP 5 Bandung
  • SMA: Kristen Dago
  • S1: Institut Teknologi Bandung, WTH Aachen (Diplom Ingenieur, Ing.)
  • S3 : WTH Aachen (Doktor Ingenieur, Ing.)

Pencapaian di Kancah Internasional

  1. Anggota Kehormatan Persatuan Insinyur Malaysia (IEM)
  2. Anggota Kehormatan Japanese Academy of Engineering
  3. Anggota Kehormatan The Fellowship of engineering of United Kingdom, London
  4. Anggota Kehormatan The National Academy of Engineering, AS
  5. Anggota Kehormatan Academie Nationale de l’Air et de l’Espace, Perancis
  6. Anggota Kehormatan The Royal Aeronautical Society, Inggris
  7. Anggota Kehormatan The Royal Swedish Academy of engineering Science, Swedia
  8. Anggota Kehormatan Gesselschaft Fuer Luft und Raumfarht (Lembaga Penerbangan & Ruang Angkasa) Jerman
  9. Anggota Kehormatan American Institute of Aeronautics and Astronautics, AS
  10. Anggota Kehormatan Masyarakat Aeronautika Kerajaan Inggris (1983)
  11. Anggota Kehormatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa, Jerman (1983)
  12. Anggota Kehormatan Akademi Aeronautika Perancis (1985)
  13. Edward Warner Award (Setara dengan Nobel) 
  14. Award von Karman (Setara Dengan Nobel)

Pendidikan B. J. Habibie

Di Indonesia, siapa yang tidak kenal dengan “Mr. Crack” B. J. Habibie? Pria yang memiliki nama lengkap Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie, dilahirkan 25 Juni 1936 di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Pada tanggal 12 Mei 1962, Beliau menikah dengan Hasri Ainun Habibie dan memiliki dua orang anak, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Gambar 1. Habibie dengan keluarga saat muda (dua dari kanan)

Habibie memiliki kemauan belajar yang sangat besar dan sudah terlihat ketika ia masih muda. Ketika SMA, prestasi Habibie sudah mulai menonjol, terutama di bidang matematika dan sains. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA di Kristen Dago, Beliau melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Teknik Mesin. Namun, Beliau tidak dapat menyelesaikannya karena mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di Jerman dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Habibie memilih untuk berkuliah di jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi Pesawat Terbang di Rhein Westfalen Aachen Technisiche Hochschule (RWTH). Sesampainya di Jerman, Beliau bertekad untuk bersungguh-sungguh menjalani kuliah dan bertekad menggapai kesuksesan karena mengingat usaha dan jerih payah ibunya dalam membiayai kuliah serta kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang ditempuh olehnya bukanlah sebuah pendidikan kursus kilat, tetapi sekolah bertahun-tahun dengan praktik sambil bekerja.

Gambar 2. Habibie Muda Saat di Jerman

Perjuangan BJ Habibie untuk mencapai cita-cita dilaluinya dengan penuh rintangan dan kerja keras. Masa libur bukanlah sebagai liburan bagi Beliau, justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan yang tidak berkaitan dengan belajar Beliau kesampingkan.

Dalam biografi BJ Habibie, diketahui Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dan nilai rata-rata 9,5. Setelah itu Beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachen.

Habibie menemukan rumus yang diberi nama “Faktor Habibie”, yang mana rumus ini bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga Beliau di juluki sebagai “Mr. Crack“. Rumus Faktor Habibie merupakan salah satu prestasi BJ Habibie yang paling terkenal. Kejeniusan dan prestasi inilah yang membuat Habibie diakui lembaga internasional.

Gambar 3. Habibie Saat Menempuh Pendidikan di Jerman

Beberapa Penghargaan Habibie diantararanya adalah Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sementara itu penghargaan bergengsi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.

Penulis Samuel Gilbert (PPI Tiongkok), Kepala Pusat Informasi Pelajar/Kemahasiswaan, Pusat Data dan Informasi
Editor Zhafira Aqyla S. S., staf bidang Mass Media, Pusat Komunikasi, Pusat Media dan Komunikasi PPI Dunia 2019/2020

Daftar Pustaka:

Sumber Gambar:

Google, diakses 17 December 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.