Hari Pengentasan Kemiskinan

  •   
  •   

Resume Siaran RRI World Service

Pada setiap tahunnya, 17 Oktober diperingati sebagai Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional. Peringatan ini telah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1992 dan pertama kali digelar di Paris, Prancis pada tahun 1987. Tema hari pengentasan kemisikinan ini pun diangkat di dalam siaran perdana PPI Dunia bersama Radio RRI pada program Voice of Indonesia tanggal 14 Oktober 2019. Dengan menghadirkan dua orang pelajar Indonesia, Muhammad Putra Hutama (Tama) dalam segmen Youth Forum dan Muhammad Iksan Kiat (Iksan) dalam segmen KAMU, keduanya menuturkan beberapa pandangannya terkait pengentasan kemiskinan khususnya di Indonesia.

Keduanya, meskipun mengisi segmen di jam berbeda, sependapat bahwa pemerintah di Indonesia telah cukup baik dalam merencanakan program-program untuk mengentas kemiskinan. Seperti program asuransi kesehatan BPJS contohnya. Akan tetapi, Iksan (Kepala Pusat Kajian dan Gerakan Strategis PPI Dunia) berpendapat, evaluasi menjadi salah satu aspek yang sangat perlu diperhatikan. Menurutnya, pemerintah bisa melibatkan pelajar Indonesia dari S1 sampai S3 dalam mengatasi masalah kemisikinan di Indonesia. Masalah kemiskinan ini juga dinilai Tama (Ketua Komisi Ekonomi) sebagai permasalahan yang kompleks, akan tetapi Indonesia bisa belajar dari negara lainnya yang sudah berhasil mengentaskan masalah kemiskinan, seperti Bangladesh yang mana pemerintahnya memberikan mikro kredit untuk masalah di bidang kesehatan. “Intinya, bekerjasama. Terutama bersama milenial dan diaspora,” tambah Iksan.

Pasalnya pelibatan millennial dan diaspora, menurut Iksan, meskipun sudah ada, namun perlu diperbanyak dan diperluas. Apabila menilik pada program yang dicanangkan PPI Dunia, yang mana disesuaikan dengan program-progrram Sustainable Development Goals (SDGs), maka ada empat misi PPI Dunia yang sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan ini, diantaranya memetakan kekuatan nansional dan meningkatkan perekonomian, membaca trend global untuk membuka lowongan pekerjaan di Indonesia, dan pengabdian kepada masyarakat.

Iksan, yang saat ini mengenyam dua program magister di Russian State University of Oil and Gas named after I.M. Gubkin dalam konsentrasi Gas and Condenstate Engineering dan Economy and Management of Petroleum Industries, memberikan keterangan bahwa di Rusia pemerintahnya banyak mengalirkan dana-dana subsidi yang menjadikan warga yang miskin pun masih memiliki harapan untuk hidup, mendapatkan pendidikan, dsb. Rakyatnya pun sangat percaya kepada pemerintah dan mendukung setiap program yang pemerintah canangkan. “Rusia juga mendukung rakyatnya untuk maju secara internasional dengan diberikan assistantship,” tambah Iksan. Sedangkan Tama berpendapat, dengan pengalamannya selama menempuh pendidikan magister di International Economy and Business, Corvinus University of Budapest, maka Indonesia perlu meningkatkan lagi aspek perdagangan international dengan berbagai negara di dunia.

PPI Dunia 2019-2020 dengan taglinenya inovatif-progresif-aspiratif, harapannya PPI Dunia bisa menjadi akselator bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Meskipun masalah kemiskinan adalah masalah yang multidimensional, tetapi PPI Dunia telah merancang program bersama 57 negara termasuk organisasi dalam dan luar negeri untuk selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Salah satu program yang akan hadir dari Komisi Ekonomi yakni pelatihan start up, tutur Iksan. Tidak hanya mengandalkan program yang ada di PPI Dunia, Tama pun menambahkan, bahwa sudah pernah memberikan kontribusi di bidang pendidikan dengan mengadakan fund rising untuk membantu pendidikan anak-anak di Jogja. “Meskipun kontribusinya tidak seberapa, tapi yang terpenting adalah berperan pada kapasitasnya masing-masing.” tambahnya.

Penulis: Mutiara Syifa (PERPIKA) – PIC PPI RRI-PPI TV-RPD
Editor: Selsa Azzahra (PPMI Mesir) – PIC PPI RRI-PPI TV-RPD

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.