PPI Mengajar: Berbagi, Berbakti untuk Negeri

  •   
  •   

Muhammad Ridho Sastrawijaya (Ketua Komisi Sosial dan Budaya PPI Dunia 2018/2019)

Dunia pendidikan merupakan dunianya para pelajar Indonesia, baik untuk yang berkuliah di dalam negeri maupun luar negeri. Mencari ilmu pun menjadi rutinitas keseharian mereka selama menjalani perkuliahannya. Namun tidak afdal rasanya jika ilmu yang dicari dan didapat tersebut hanya disimpan sendiri tanpa dibagikan kepada orang banyak. Beranjak dari hal itu, beberapa PPI Negara terinspirasi untuk berbagi dan memberikan ilmu yang mereka miliki kepada sesama. Mereka mengadakan program yang diberi nama PPI Mengajar.

PPI Mengajar menjadi Program Sosial Pendidikan beberapa PPI Negara sebagai wujud kontribusi dan kepedulian mereka terhadap masyarakat guna mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Adapun bentuk kegiatan mengajar yang mereka lakukan beraneka macam, seperti mengajar untuk anak-anak Sekolah Indonesia di negaranya masing-masing, mengajar para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) atau ekspatriat, hingga mengajari warga lokal di negara mereka belajar, Bahasa Indonesia. Beberapa PPI Negara tersebut diantaranya:

  • PPI Malaysia

Salah satu negara dengan jumlah mahasiswa Indonesia terbanyak ini mempunyai dua fokus tempat untuk menjalankan program mengajarnya yaitu, SIKL (Sekolah Indonesia Kuala Lumpur) dan Sungai Buloh. Di SIKL relawan PPI Mengajar berbagi ilmu kepada para ekspatriat yang bekerja di Malaysia namun tetap haus akan ilmu. Sedangkan di Sungai Buloh mereka memberikan materi pelajaran-pelajaran dasar yang sangat dibutuhkan oleh  anak-anak TKI yang berusia 8 sampai 15 tahun, seperti matematika, sains, bahasa Inggris dan kerohanian. PPI Malaysia sendiri berencana untuk merutinkan kegiatan ini setiap minggunya.

Relawan PPI Mengajar berbagi ilmu dengan para ekspatriat yang bekerja di Malaysia
Para relawan bersama anak-anak di Sungai Buloh

  • Permitha Thailand

Dengan jumlah pelajar Indonesia berkisar 700-800 pelajar, Permitha Thailand ikut aktif memberikan kontribusi baik berupa kegiatan sosial budaya, olahraga dan juga pengabdian masyarakat. Salah satu kegiatan yang biasanya dilakukan di akhir pekan adalah mengajar bahasa Indonesia kepada masyarakat Thailand yang memiliki garis keturunan Indonesia, utamanya dari tanah jawa. Kegiatan ini diinisasi oleh IDN Thailand, guru-guru sekolah Indonesia Bangkok (SIB), kelompok pengajian dan beberapa pelajar Indonesia di Thailand. Selain menguatkan rasa kekeluargaan dan persaudaraan, kegiatan ini juga membuat teman-teman merasa nyaman hidup di Thailand. Kegiatan ini juga berlanjut dengan kegiatan-kegiatan kerohanian islam lainnya seperti peringatan maulid, semarak Ramadhan, pengajian dsb.

Kegiatan Mengajar Bahasa Indonesia Kepada Masyarakat Thailand yang meiliki garis keturunan Indonesia
  • PPI Taiwan

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau yang biasa disebut PKBM PPI Taiwan merupakan lembaga pendidikan non formal yang berdiri pada tahun 2013 dari inisiasi sejumlah mahasiswa Indonesia di Taiwan yang ingin memberikan sumbangsih dan pengabdian kepada masyarakat Indonesia di Taiwan agar dapat menikmati pendidikan dasar 9 tahun dan pendidikan menengah melalui Program Kejar Paket A, B dan C. PPI Taiwan dan masyarakat yang membantu terus mengembangkan lembaga ini hingga pada tahun 2018 lalu telah mendapatkan Akreditasi A dari BAN PAUD dan Pendidikan Nonformal. Mereka berharap seluruh WNI (Warga Negara Indonesia) di Taiwan dapat melanjutkan pendidikan yang sebelumnnya tertunda.

Kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di PKBM PPI Taiwan

  • Permira Rusia

Liburan semester menjadi suatu hal yang membahagiakan bagi mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri. Biasanya mereka memanfaatkannya dengan pulang ke Indonesia untuk berlibur dan jalan-jalan. Namun berbeda dengan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia atau Permira Rusia. Mereka mengadakan program kunjungan ke sekolah-sekolah menengah atas untuk membagikan ilmu yang telah mereka dapat ketika belajar di Rusia, selain itu para mahasiswa ini juga memberikan motivasi kepada siswa-siswi agar semangat melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi di Rusia.

Salah satu mahasiswa Indonesia di Rusia membagikan ilmunya kepada siswa-siswi menengah atas

  • PPMI Arab Saudi

PPMI Arab Saudi membantu Atdikbud KBRI Riyadh dan guru SIR untuk membuat program BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) yang dilaksanakan di SIR (Sekolah Indonesia Riyadh). Programnya berbentuk pelatihan dan pengajaran bahasa Indonesia dengan mayoritas pesertanya pengusaha Arab Saudi yang memang menjalin kerjasama dengan orang Indonesia. Kedepannya PPMI Arab Saudi menargetkan supaya mahasiswa Arab Saudi juga turut mengikuti program BIPA ini dengan tujuan akhir mengajak mereka ke Indonesia agar bisa mempraktekan dan melatih bahasa Indonesianya secara langsung disana.

Memang sudah seharusnya ilmu yang kita pelajari kita sampaikan kepada orang lain, selain agar ilmu tersebut berguna dan tidak hilang, juga bisa menjadi amal baik yang tidak akan terputus walau kita sudah tiada. PPI Mengajar adalah program yang sangat bagus bagi kita untuk menyalurkan ilmu yang kita miliki kepada sesama. Karena selain mengajar, kita juga akan belajar, belajar sabar dalam menghadapi murid-murid dan belajar ikhlas karena mengajar tanpa dibayar. Jadi, mari kita berbagi sebagai bentuk bakti kita untuk negeri.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.